Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KONSERVASI ENERGI

SISTEM BEBAN TIDAK SEIMBANG


ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah konservasi energi

Disusun oleh:
Nama

: Siti Nurbaniah

Kelompok : Siti Nuraidah


Angga Kurniawan

131711026
131711025
131711034

Sani Ahmad A.131711060

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang
Saat ini energi listrik banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam

rumah tangga maupun industri. Hal ini karena energi listrik mudah untuk dikonversikan
menjadi energi lainnya. Oleh karena itulah, energi listrik menjadi kebutuhan yang utama.
Dalam memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sistem penyediaan energi listrik yang
stabil dan kontinyu.
Penggunaan energi listrik dikonsumen tidak sama. Terjadi pembagian beban-beban
yang pada awalnya merata tetapi karena ketidakserempakkan waktu penyalaan bebanbeban tersebut, maka menimbulkan ketidakseimbangan beban yang berdampak pada
penyediaan energi listrik. Ketidakseimbangan beban antara tiap-tiap fasa (fasa R, fasa S,
dan fasa T) inilah yang menyebabkan mengalirnya arus netral. Adanya arus netral
menyebabkan rugi-rugi (losses).
Pemasangan daya yang terlalu besar akan membawa kerugian kepada badan yang
bersangkutan dengan tingginya tarif yang harus dibayar. Sehingga evaluasi harus
dilakukan untuk mengetahui penggunaan daya listrik yang terpakai. Oleh karena itu perlu
dilakukan upaya-upaya untuk meminimalisir arus netral untuk mengurangi losses dengan
cara melakukan peluang konservasi pada sistem jaringan tidak seimbang.
2.

Tujuan
1. Mengevaluasi sistem kelistrikan dilihat dari ketidakseimbangan beban terpasang.
2. Mencari peluang penghematan energi.
3. Menentukan langkah yang akan diambil untuk melakukan konservasi energi
untuk menyeimbangkan beban.

3.

Rumusan Masalah
a. Apa saja peluang penghematan energi dan rekomendasi yang tepat untuk mengatasi
beban tak seimbang
b. Membandingkan hasil percobaan dengan teori

BAB II
TEORI DASAR
Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi
dan penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah karena ketidakserempakan waktu
penyalaan beban-beban tersebut. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncullah arus
netral. Arus netral yang mengalir menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses
akibat adanya arus netral pada penghantar netral dan losses akibat arus netral yang
mengalir ke tanah.
Yang dimaksud dengan keadaan seumbang adalah suatu keadaan dimana:
Ketiga vektor arus/tegangan sama besar.
Ketiga vektor saling membentuk sudut 120o satu sama lain.
Sedangkan yang dimaksud dengan keadaan tidak seimbang adalah keadaan dimana
salah satu atau kedua syarat keadaan seimbang tidak terpenuhi. Kemungkinan keadaan
tidak seimbang ada 3 yaitu:
Ketiga vektor sama besar tetapi tidak membentuk sudut 120o satu sama lain.
Ketiga vektor tidak sama besar tetapi membentuk sudut 120o satu sama lain.
Ketiga vektor tidak sama besar dan tidak membentuk sudut 120o satu sama lain.
1.
2.
3.
4.
5.

Akibat ketidakseimbangan beban:


Adanya rugi dan drop tegangan pada konduktor netral
Menyebabkan tegangan 3-fasa tidak seimbangan dalam sistem distribusi tenaga
Mengurangi torsi dan terjadinya overheating motor induksi
Gangguan elektromagnetik yang berlebihan untuk peralatan yang sentitif
Mengakibatkan kesalahan pada sistem pengukuran
Analisa ketidakseimbangan beban, menggunakan persamaan:

[ I R ]=a [ I ]
[ I S ]=b [ I ]
[ I T ]=c [ I ]
Dengan IR, IS, dan IT berturut-turut adalah arus di arus fasa R, S, dan T.
I

: besarnya arus fasa dalam kedaan seimbang sama dengan Irata-rata

a,b,c

: koefisien kedaan tidak seimbang arus-arus fasa.

Rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam%) dinyatakan dengan rumus:

{|a1|+|b1|+|c1|}
3

x 100 =

Losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral dapat dihitung besarnya,
yaitu:
PN = IN2 .RN
Persentase losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral adalah:
% PN =

PN
P

x 100% =

P = daya aktif (watt)

BAB III
METODE PRAKTIKUM

1. Alat yang Digunakan


Voltmeter
3 buah
Amperemeter 4 buah
2. Gambar Rangkaian

3. Langkah Kerja
1. Pahami dan mengerti materi sistem beban tak seimbang.
2. Pahami gambar rangkaian pada gambar 1.
3. Persiapkan alat dan bahan.
4. Periksa kelayakan alat.
5. Nyalakan sumber listrik

6. On-kan saklar sesuai dengan konfigurasi yang telah ditentukan.


Fasa R
ON
OFF

Fasa S
OFF
ON

Fasa T
OFF
OFF

OFF
ON
ON
ON
OFF

OFF
ON
ON
OFF
ON

ON
ON
OFF
ON
ON

7. Amati tegangan pada fasa to netral (fasa R, S, T)


8. Amati tegangan pada fasa R, S, T dan Netral
9. Catat nilai yang telah diamati pengamatan di tabel percobaan
10. Pastikan data praktikum telah diamati semua
11. Mematikan sumber setelah praktikum selesai.
VII. Tugas dan Analisa
1. Buatlah tabel data hasil praktikum
2. Dari data yang diperoleh hitung rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %)
dan losses
3. Dari hasil perhitungan yang telah didapat cari peluang penghematan energi
4. Bandingkan hasil perhitungan dengan teori
5. Buatlah kesimpulan dan rekomendasi

BAB IV
HASIL DAN ANALISA DATA
1. Data Hasil Percobaan
a. Percobaan konfigurasi saklar
Fasa
R
ON
OFF
OFF
ON
ON
ON
OFF

Fasa S

Fasa T

VRN

VSN

VTN

IR

IS

IT

IN

OFF
ON
OFF
ON
ON
OFF
ON

OFF
OFF
ON
ON
OFF
ON
ON

216
210
210
210
-

216
210
210
210

210
210
210
210

0.51
0.5
0.5
0.5
-

0.36
0.35
0.36
0.35

0.85
0.84
0.85
0.84

0.49
0.37
0.86
0.47
0.44
0.74
0.76

b. Percobaan menyeimbangkan beban


No
.
1
2
3
4
5

Fasa
R
A B
A B

Fasa
S
C D

Fasa
T
E F

VRN

VSN

VTN

IR

IS

IT

IN

210

210

210

0.5

0.35

0.47

210

210

210

0.5

0.6

C
E

B
B

210

210

210

0.44

0.6

0.84
0.6
1
0.66

210

210

210

0.69

0.36

0.67

210

210

210

0.44

0.41

0.85

Keterangan:
Lampu A = 60 W
Lampu B = 60 W
Lampu C = 45 W

Lampu D = 45 W
Lampu E = 100 W
Lampu F = 100 W

2. Perhitungan
a. Total Beban per fasa
No
1

Fasa R
60 60

60

60

3
4

45
10

60
60

Fasa S
45 45
10
0
45
10
0
45
45 45

Fasa T
100 100
10
45
0
60
60

100
100

Fasa R
120

Fasa
S
90

Fasa
T
200

In
0.47

120

145

145

0.15

105

145

160

0.25

160

90

160

0.325

0.15
0.25
0.32
5
0.46

0
45

60

60

45

100

100

105

105

200

0.46

b. Menghitung ketidakseimbangan beban

Analisa ketidakseimbangan beban, menggunakan persamaan:


[ I R ]=a [ I ]

[ I S ]=b [ I ]
[ I T ]=c [ I ]
Mencari koefisien a, b, c . Contoh, untuk konfigurasi beban no. 1:
I R + I S + IT
3

Irata-rata =

0.5+ 0.35+0.84
3

a=

IR
=
I

0.5
0.563 = 0.888

b=

IS
=
I

0.35
0.563

= 0.621

c=

IT
=
I

0.84
0.563

= 1.491

{|a1|+|b1|+|c1|}
3

x 100% =

= 0.563 A

{|0.8881|+|0.6211|+|1.4911|}
3

x 100% =

32.742%
Tabel untuk keseluruhan konfigurasi beban, presentase rata-rata ketidakseimbangan beban
yang terkecil menunjukkan beban mendekati seimbang.
No
.
1
2
3
4
5

Ir
0.5
0.5
0.44
0.69
0.44

Is
0.35
0.6
0.6
0.36
0.41

It
0.84
0.61
0.66
0.67
0.85

I rata
0.563
0.570
0.567
0.573
0.567

a
0.888
0.877
0.776
1.203
0.776

b
0.621
1.053
1.059
0.628
0.724

c
1.491
1.070
1.165
1.169
1.500

%
32.742
8.187
14.902
24.806
33.333

c. Menghitung losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral.

PN = IN2 .RN
. L
RN =
A
(hambatan jenis kawat tembaga) = 1.7 x 10-8 m
L = 70 cm = 0.7 m
A = 1.5 mm2 = 1,5 x 10-6 m2
. L
1,7 x 108 . 0,7
6
=
= 0.793 x 10-2
A
1,5 x 10

Diketahui :

RN =

Contoh perhitungan losses untuk konfigurasi beban no.1 :


PN = IN2 .RN
PN = (0.47)2. 0.793 x 10-2 = 1,752 x 10-3 W
P = V . (IR+IS+IT) = 210 x (0.5 + 0.35 + 0.84) = 354.9 W
PN
1,752 x 103
% PN = P x 100% =
x 100% = 4,94 x 10-4 W
354.9
Tabel untuk keseluruhan perhitungan presentase losses.
No
.

In

0.47

0.15

0.25

0.32
5

0.46

Rn
0.007
93
0.007
93
0.007
93
0.007
93
0.007
93

P
354.9
359.1
357
361.2
357

Pn

%Pn

0.0017
52
0.000
178
0.0004
96
0.0008
38
0.0016
78

0.00049
4
4.969E05
0.00013
9
0.00023
2
0.00047
0

Losses terkecil diberi warna hijau yakni pada 4.96 x 10-5 W, hal ini karena nilai
arus netralnya paling rendah yaitu 0.15. Terbukti bahwa konfigurasi beban 2
mendekati seimbang.

BAB V
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
1. Pembahasan
a. Hasil Praktikum
Pada praktikum beban tak seimbang dilakukan dua kali percobaan. Percobaan
pertama adalah percobaan saklar yang dinyalakan bergantian sesuai dengan konfigurasi
yang telah ditentukan. Setiap saklar mewakili setiap fasa yang memiliki beban
berbeda-beda. Pada fasa R, terdapat beban lampu 2x60 W, fasa S terdapat beban lampu
2x45 W, dan pada fasa T, terdapat beban lampu 2x100 W.
Ketika salah satu saklar dinyalakan, arus netral yang dihaslkan berturut-turut
untuk fasa R, S, dan T adalah 0.49 A, 0.37 A, dan 0.86 A. Ketika dua saklar
dinyalakan, arus netral menjadi 0.76 A, 0.74 A, dan 0.44 A. Ketika ketiga saklar
dinyalakan, arus netral menjadi 0,47 A. Artinya, jika beban hanya dibebankan pada
salah satu fasa saja, arus netral (losses) dan rata-rata ketidakseimbangan bebannya
akan tinggi karena beban tidak seimbang. Jika beban diberikan pada ketiga fasa, arus
netral akan turun karena beban mendekati seimbang. Tetapi belum didapatkan arus
netral yang terkecil, oleh karena itu dilakukan percobaan kedua.
Percobaan kedua adalah menyeimbangkan beban dengan mencari konfugurasi
beban yang menghasilkan arus netral (losses) terkecil. Hasilnya, konfigurasi beban
berikut, menghasilkan arus netral paling kecil yaitu 0,15 A. hal ini karena konfigurasi
beban ini yang paling mendekati seimbang, dengan rata-rata ketidakseimbangan beban
hanya 8,187%.
N
o

Fasa R

2.

60

60

Fasa S
10
0
45

Fasa T
45

100

Fasa R

Fasa
S

Fasa
T

120

145

145

In
0.1
5

Dari percobaan tersebut dapat dianalisis bahwa semakin besar arus netral maka
semakin besar losses yang timbul. Hal ini digambarkan pada grafik..

Grafik Arus Netral terhadap Loses


0
0
0
0
0
Pn (W) 0
0
0
0
0
0
0.1

0.15

0.2

0.25

0.3

0.35

0.4

0.45

0.5

In (A)

Arus netral mempengaruhi besarnya losses sesuai dengan rumus PN=IN2.RN. dimana
rugi-rugi pada penghantar netral sebanding dengan kuadrat arus netral yang mengalir
di penghantar tersebut. Dari percobaan ini, arus netral yang paling kecil yakni 0,15 A
menghasilkan rugi-rugi yang paling kecil pula, yaitu sebesar 1,78x10-4 W.
b. Peluang Penghematan Energi
Terdapat beberapa peluang penghematan energi yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah beban tak seimbang, diantaranya:
- Mengatur beban tiap fasa dengan seimbang

agar

meminimalisir

ketidakseimbangan beban. Dengan menyeimbangkan beban, akan menurunkan


-

arus netral sehingga losses yang dihasilkan kecil.


Memilih kabel dengan luasan yang lebih besar mengganti kabel dengan yang
lebih pendek, sehingga akan menurunkan hambatan pada kawat netral.

c. Rekomendasi
Rekomendasi yang dapat diterapkan, sesuai dengan praktikum ini yakni
mengubah/mengatur konfigurasi beban tiap fasa, mengatur beban dengan
seimbang untuk memperkecil arus netral sehingga losses kecil. Peluang poin 2
dinilai akan mengubah sistem secara keseluruhan, lebih sulit dilakukan djika
dibandingkan dengan peluang 1, dan menghabiskan biaya yang tinggi walaupun
dapat mengurangi losses.

2. Kesimpulan

Beban yang tidak seimbang akan menimbulkan arus netral yang menyebabkan

rugi-rugi pada penghantar netral


Rugi-rugi pada penghantar netral sebanding dengan arus netral yang mengalir dan
hambatan kawat penghantar. Semakin tinggi arus netral dan semakin besar tahanan

kawat penghantar, maka semakin besar losses yang ditimbulkan.


Presentase rata-rata ketidakseimbangan beban sebanding dengan rugi-rugi.
Semakin kecil persen ketidaksembangan beban, maka semakin kecil pula rugi-rugi

yang ditimbulkan.
Peluang penghematan

energi

yang

dapat

dilakukan

untuk

mengatasi

ketidakseimbangan beban diantaranya mengubah konfigurasi beban tiap fasa,


mengganti kabel dengan ukuran yang lebih besar, dan memperpendek jarak
-

distribusi ke beban.
Rekomendasi yang paling mungkin dilakukan adalah mengatur konfigurasi beban
tiap fasa, dengan kombinasi beban yang seimbang yang akan menghasilkan rugirugi paling minimum.

LAMPIRAN

Perhitungan pada percobaav konfigurasi saklar


Fasa R

Fasa S

Fasa T

In

Rata-Rata
Ketidakseimbanga
n (%)

ON

OFF

OFF

0.49

3.000

0.000

0.000

133.333

OFF

ON

OFF

0.37

0.000

3.000

0.000

133.333

OFF

OFF

ON

0.86

0.000

0.000

3.000

133.333

ON

ON

ON

0.47

0.888

0.621

1.491

32.742

ON

ON

OFF

0.44

1.744

1.256

0.000

66.667

ON

OFF

ON

0.74

1.111

0.000

1.889

66.667

OFF

ON

ON

0.76

0.000

0.882

2.118

74.510

Pn (W)

% Pn

0.0019
0
0.0010
9
0.0058
7
0.0017
5
0.0015
4
0.0043
4
0.0045
8

0.0017
28
0.0013
96
0.0032
86
0.0004
94
0.0008
50
0.0015
32
0.0018
33

Perhitungan pada percobaan konfigurasi beban


Fasa R

Fasa
S

Fasa T

0.47

0.15

IN

0.88
8
0.87

0.62
1
1.05

Rata-Rata
Ketidakseimbanga
n (%)

1.491

32.742

1.070

8.187

Pn (W)

% Pn

0.0017
52
0.0001

0.00049
4
4.969E-

0.25

0.325

0.46

7
0.77
6
1.20
3
0.77
6

3
1.05
9
0.62
8
0.72
4

1.165

14.902

1.169

24.806

1.500

33.333

78
0.0004
96
0.0008
38
0.0016
78

05
0.00013
9
0.00023
2
0.00047
0