Anda di halaman 1dari 45

1.

Judul Proposal
RANCANG BANGUN SISTEM PENGATURAN KECEPATAN PUTAR MOTOR
INDUKSI SATU FASA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328P
2. Latar Belakang
Motor induksi satu fasa banyak di manfaatakn sebagai mesin penggerak berbagai
proses di industri diantaranya: pompa, kompresor, fan, Blower, Konveyor dan penggerak
untuk sistem produksi lainya. Faktor yang menyebabkan hal tersebut karena motor
induksi memiliki beberapa kelebihan antara lain: harga lebih murah, mudah dalam
perawatan, konstruksi sederhana. Namun motor induksi juga memiliki kekurangan
antara lain: motor induksi memiliki nilai slip yang sangat besar, dan motor induksi sulit
dalam pengendalian kecepatan putarnya. [1]
Sistem kontrol kecepatan yang berkembang antara lain sistem kontrol dengan
sistem tahanan shunt atau mengubah jumlah kutub, sistem kontrol ini masih terbilang
kurang memadai. Sistem tahanan shunt yaitu motor akan terkontrol kecepatanya dengan
cara mengubah resistansi rangkaian rotornya. Sistem kontrol kecepatan motor juga
dapat dilakukan dengan mengubah lilitan stator yang dapat dirancang sehingga
banyaknya kutub pada motor dapat di ubah sistem ini merupakan sistem kontrol dengan
merubah jumlah kutub pada motor induksi. Namun dengan konstruksi motor induksi
yang memiliki desian yang tetap dan tidak dapat dimodifikasi bagian dalamnya.
Sehingga dapat dikatakan sistem ini masih kurang memadai.[2]
Untuk mampu mengubah kecepatan putaran motor induksi penulis ingin membuat
sebuah kontrol yang dipicu oleh suatu sinyal masukan dari mikrokontroler, sehingga
tegangan dan arus mampu terkontrol. Dengan sistem kontol ini kecepatan dapat
dilakukan secara variabel, sesuai dengan kebutuhan. Sistem pengaturan kecepatan
putaran motor yang dibuat menggunakan sebuah mikrokontroler ATmega328P yang
merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang digunakan sebagai pemicu gelomnag
pulsa.

3. Perumusan Masalah
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat
dirumuskan permasalahan sebagai berikut
1. Bagaimana merancang sistem pengaturan kecepatan putar motor induksi satu fasa
berbasis mikrokontroler ATmega328P?
2. Bagaimana pengaruh pengaturan input pulsa pada mikrokontroler terhadap
kecepatan putar motor induksi satu fasa?
4. Batasan Masalah
Untuk membatasi permasalahan pada tugas akhir ini yang begitu luas, maka ruang
lingkup maslah akan dibatasi pada:
1. Perancangan dan pembuatan alat ini berbasis mikrokontroler ATmega328P.
2. Motor induksi satu fasa tidak langsung terhubung pada rangkaian mikrokontroler,
sebelumnya akan dihubung pada rangkaian driver motor AC.
3. Kecepatan putar motor akan ditampilkan pada media LCD 16x2
4. Motor yang digunakan adalah motor induksi satu fasa jenis motor kapasitor.
5. Tujuan
Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Agar mampu merancang simulasi sistem pengatur kecepatan putar motor induksi
satu FASA dengan menggunakan mikrokontroler ATmega328P yang didukung oleh
peralatan elektronika.
2. Melakukan pengujian terhadap alat pengatur kecepatan putar motor induksi satu fasa
berbasis mikrokontroler ATmega328P yang telah dirancang.
6. Manfaat
Manfaat dari pembuatan alat ini adalah :
1. Dapat mempermudah dalam pengaturan kecepatan putar motor induksi satu fasa.
2. Dapat diaplikasikan pada motor induksi satu fasa untuk mesin distribusi atau mesin
produksi.

7. Tinjauan Pustaka
7.1 Dasar Teori Motor Induksi
Motor induksi berfungi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang
berupa tenaga putar. Prinsip dasar motor induksi tersiri dari bagian stator dan bagian rotor.
Kumparan rotor tidak menerima energi listrik secara langsung, namun mampu bergerak
karena adanya induksi dari belitan stator yang menghasilkan medan magnet dan sekaligus
bagian setator yang dialiri arus listrik secara langsung. Motor induksi banyak digunakan
dikalangan industri, ini berkaitan dengan keuntungan dan kerugian diantaranya:
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

Keuntungan:
1. Sangat sederhanan dan daya tahan kuat.
2. Harga relatif murah dan perawatan mudah.
3. Efisiensi tinggi. Pada kondisi berputar normal, tidak dibutuhkan sikat dan karenanya rugi
daya yang diakibatkan dapat dikurangi.
Kekurangan:
1. Kecepatan tidak dapat diubah-ubah.
2. Tidak seperti motor DC atau motor shunt, kecepatanya menurun seiring dengan
penambahan beban.
3. Kopel awal mutunya rendah dibandingkan dengan motor DC.

A. Jenis Jenis Motor Listrik


Berbagai jenis motor listrik yang ada diantaranya:
1. Motor Arus Bolak-Balik (Alternating Curent)
Motor arus bolak-balik (AC) terbagi menjadi:
a) Motor Sinkron (Ns = Nr)
b) Motor Induksi, terbagi menjadi:
1) Motor Induksi Satu Fasa
2) Motor Induksi Tiga Fasa
2. Motor Arus Searah (Dirrect Current)
Motor arus searah (DC), terbagi menjadi :
a. Motor DC Shunt
b. Motor DC seri
c. Motor DC Compound.

B. Konstruksi Motor Induksi 1 Fasa


Konstruksi motor induksi satu fasa terdiri dari dua buah komponen yaitu stator dan
rotor. Stator adalah bagian dari motor yang tidak bergerak, sedangkan rotor adalah
bagian yang bergerak yang bertumpu pada bantuan poros terhadap stator. Motor induksi
terdiri atar kumparan stator dan kumparan rotor yang berfungsi membangkitkan gaya
gerak listrik (GGL) akibat dari adanya aliran arus listrik bolak-balik satu fasa yang
melewati kumparan-kumparan tersebut sehingga terjadi suatu interaksi medan magnet
anatara stator dan rotor. Bentuk dan konstruksi motor tersebut digambarkan pada
Gambar 1.[1]

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

steto
r

roto
r

Gambar 1. Konstruksi Motor Induksi Satu Fasa [3]

Motor insuksi satu fasa tidak terjadi medan putar seperti halnya motor induksi tiga
fasa. Seingga diperlukan kumparan bantu untuk mengawali putaran. Motor insduksi
satu fasa memiliki dua belitan pada bagian stator, yaitu belitan fasa utama (U1-U2) dan
belitan fasa bantu (belitan Z1-Z2). Belitasn tersebut akan menghasilkan medan magnet,
jadi terdapat medan magnet utama dan medan magnet bantu. Prinsip dasarnya dapat
dilihat pada Gambar 2.

U1-U2 : Magnet
utama
Z1-Z2 : Magnet

Gambar 2. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan Magnet Bantu [3]

Belitan utama akan menghasilkan medan magnet utama, menggunakan penampang


kawat yang lebih besar dan jumlah belitan yang lebih sedikit dari belitan bantu,
sehingga memiliki impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dari tembaga
berpenampang kecil dan jumlah lilitan yang lebih banyak, sehingga memiliki impedansi
yang lebih besar. Grafik arus belitan bantu ( I bantu) dan arus belitan utama (Iutama) berbeda
fasa sebesar , hal ini disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitan.
Perbedaan arus ini menghasilkan arus total, yang diperoleh dari penjumlahan vektor
arus utama dan arus bantu. Medan magnet utama yang dihasilkan beliatan urama juga
arus bantu arus utama

berbeda fasa sebesar dengan medan magnet bantu. Berikut ini merupakan gambar
grafik arus belitan bantu dan belitan utama, Gambar 3.
i

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERIt BALI

t1

t2

Gambar 3. Gelombang Arus Medan Bantu (Biru) dan Gelombang Arus Medan Utama (Merah) [3]

Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan flux magnet tegak lurus,
bebrapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus I utama yang bernilai positif. Hasilnya
adalah medan magnet bergeser sebesar 45 o dengan arah berlawanan jarum jam seperti pada
Gambar 4. Kejadian ini berlangsung terus sampai satu kali periode. Sehingga menghasilkan
medan-medan yang berputar pada belitan statornya.

U1

Z1

Z2

t1

U2

U1

t2
Z1

Z2

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI


U2

Gambar 4. Medan Magnet pada Stator Motor 1 fasa [4]

Rotor satu fasa berbentuk batang-batang kawat yang ujung-ujungnya terhubung singkat
dan menyerupai sangkar tupai, maka sering disebut rotor sangkar. Belitan rotor yang
dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan tegangan induksi, interaksi antara
medan putar stator dan medan magnet rotor menghasilkan torsi putar pada rotor. Berikut
ini merupakan gambar rotor sangkar, Gambar 5 dibawah ini.

Gambar 5. Rotor Sangkar [4]

C. Rangkaian Ekivalen Motor Induksi


Motor induksi satu fasa terdiri kumparan stator dan kumparan rotor. Kumparan
stator dan rotor masing-masing terdiri dari parameter resistansi R, reaktansi jX dan
lilitan penguat N. Rangkaian ekivalen rangkian dari motor induski satu fasa dapat
dilihat pada Gambar 6 di bawah ini.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

Gambar 6. Rangkaian Ekivalen Motor Induksi Sederhana[3]

Gambar 7. Rangkaian pengganti motor induksi satu fasa [3]

Nilai arus suber bolak-balik satu fasa dapat dirumuskan sebagai berikut : I1 = I + I2.
Besarnya arus pemaknitan I yang timbul akibat adanya induksi yang terjadi antara
medan stator dan rotor adalah :
I = Ir + Im
GGL yang dihasilkan akibat interaksi induksi medan magnet antara stator dan rotor
yang masing-masing sebesar E1 dan E2 adalah :
E1=I 2 ( R s + j X s )

E1=I 2

( RS + j X )
t

Impedansi pada kumparan motor stator dan rotor masing-masing adalah :


jXs = jws.Ls
jXr = jwr.Lr

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

D. Jenis Motor Induksi Saru Fasa


Berikut adalah jenis-jenis dari motor induksi satu fasa, diantaranya adalah :
1. Motor Kapasitor
2. Motor Shaded Pole
3. Motor Universal
Dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Motor Kapasitor
Motor kapasitor satu fasa banyak digunakan dalam peralatan industri dan rumah
tangga seperti motor pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor kompresor
AC. Konstruksinya sederhana dengan daya kecil dan bekerja dengan suplai tegangan
220 V menjadikan motor kapasitor banayak dipakai pada industri dan rumah tangga.
Bentuk fisik dari motor kapasitir dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8. Bentuk Fisik Motor Kapasitor [4]

2.

Motor Shaded Pole


Motor Motor Shaded Pole atau motor fasa belah termasuk motor satu fasa dengan

daya kecil, banyak digunakan pada peralatan rumah tangga seperti motor penggerak
kipas angin dan blender. Konsturuksinya sangat sederhana, pada kedua ujung stator ada
dua kawat yang terpasang dan dihubungkan singkat, berfungsi sebagai pembelah fasa.
Belitan stator di belitkan di sekeliling inti membentuk seperti membentuk seperti
belitan transformator. Rotornya berbetuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada
rumah stator ditopang dua buah bearing. Bentuk fisik motor shaded pole dapat dilihat pada
Gambar 9 dibawah ini.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

Gambar 9. Bentuk Fisik Motor Shaded Pole [5]

3.

Motor Universal

Motor Universal termasuk motor satu fasadengan menggunakan belitan stator dan
belitan rotor. Motor universal dipakai pada mesin jahit maupun motor bor tangan.
Perawatan rutin dilakukan dengan mengganti sikat arang yang memendek atau pegas
sikat arang yang lembek. Kontruksinya yang sederhana, handal, mudah dioperasikan,
daya yang kecil, dan torsinya yang cukup besar. Bagian dalam motor universal dapat
dilihat pada Gambar 10 dibawah ini.

Gambar 10. Komutator pada Motor Universal [6]

Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator. Belitan rotor
memiliki dua belas alur belitan dilengkapi komutator dan sikat arang yang
menghubungkan secara seri antara belitan stator dengan belitan rotornya. Aplikasi
motor universal untuk mesin jahit, untuk mengatur kecepatan dihubungkan dengan
tahanan geser dalam bentuk pedal yang ditekan dan dilepaskan. Bentuk stator dan rotor
motor universal dapat dilihat pada Gambar 11 seperti dibawah ini.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

rotor

Stator

Gambar 11. Stator dan Rotor Motor Universal [7]

E.

Prinsip Kerja Motor Induksi


Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan akan

menghasilkan medan putar dengan kecepatan sinkron. Kecepatan medan magnet putar
tergantung pada jumlah kutub stator dan frekuensi sumber daya. Kecepatan itu disebut
kecepatan sinkron, yang ditentukan dengan rumus :
n s=120

f
P

dimana :
ns

= Kecepatan sinkron (RPM)

= Frekuensi (Hz)

= Jumlah kutub
Garis-garis gaya fluks dari stator tersebut yang berputar akan memotong

panghantar-panghantar rotor sehingga pada penghantar rotor tersebut timbul Gaya


Gerak Listrik (GGL) atau tegangan induksi.
Berhubung kumparan rotor merupakan rangkaian yang tertutup maka pada
kumparan tersebut mengalir arus. Arus yang mengalir pada penghantar rotor yang
berada dalam medan magnet berputar dari stator, maka pada penghantar rotor tersebut
timbul gaya-gaya yang berpasangan dan berlawanan arah, gaya tersebut menimbulkan
torsi yang cenderung memutar rotornya, rotor akan berputar dengan kecepatan (Nr)
mengikuti putaran medan putar stator (Ns).
7.1.2

Pengaturan Kecepatan Motor


Untuk mengatur putaran motor induksi, maka kita mengubah baikmlaju slep atau

laju singkron. Ada empat metoda pengkontrolan laju kecepatan putaran motor siantaranya :

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

10

7.1.2.1 Kontrol Tegangan


Momen kakas yang dikembangkan oleh sebuah motor induksi bergantung pada
kuadrat tegangan yang dipakaikan pada termina-terminal statornya. Ketergantungan ini
dilukiskan oleh kedua karakteristik momen kakas laju dalam Gambar 12. Jika beban
tersebut mepunyai persyaratan momen kakas-laju yang diperlihatkan oleh garis terputusputus, maka laju akan direduksi dan n1 dan n2 bila tegangan direduksi. Metoda kontrol
kecepatan putaran ini digunakan pada kontrol motor sangkar tupai pada kipas angin.

beban

V1

Momen Kakas
0.5
V1 momen kakas kontrol tegangan terhadap laju kecepatan [2]
Gambar 12.
Grafik

n1

n2

7.1.2.2 Kontrol Resitansi Rotor


Laju
Kemungkinan kontrol kecepatan dari sebuah motor induksi rotor yang diliitkan
dengan mengubah resistansi rangkaian rotornya. Karakteristik momen kakas laju untuk tiga
nilai yang berbeda dari resistansi rotor diperlihatkan pada gambar 13. Jika beban tersebut
memiliki karakteristk moment kakas laju yang diperlihatkan oleh garis terputus-putus, maka
laju yang bersesuaian dengan setiap nilai resistansi rotor adalah n1 , n2, dan n3.

beban
Momen
Kakas

n1resistansi
n2 rotornterhadap
3
Gambar 13. Grafik momen kakas kontrol
laju keceparan putaran
Laju
[2]
motor

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

11

Kerugian utama dari kedua kontrol tegangan jalur dan kontrol resistansi rotor adalah
memiliki efisiensi yang rendah dan laju yang dikurangi dan pengaturan laju yang jelek
terhadap perubahan beban.
7.1.2.3 Motor Perubahan Kutub
Lilitan stator dapat dirancang sehingga dengan membuat perubahan sederhana
dalam sambungan koil, maka banyaknya kutub akan dapat diubah dalam perbandingan 2:1.
Dengan demikian maka kecepatan sinkron dapat dipilih. Bila metode ini diterapkan maka
biaya untuk mengubang lilitan untuk merubah banyaknya kutub, maka dapat diperoleh
sampai empat jenis keepatan singkron dalam motor sangkar tupai. Misalnya, 600, 900,
1.200, dan 1.800 Rpm. Kerugianya adalah kecepatanya kurang lebih diskrit dan bukan
sebuah jangkauan laju yang akan dihasilkan.
7.1.2.4 Kontrol Frekuensi
Kecepatan sinkron sebuah motor induksi atau sebuah motor sinkron dapat di
kontrol dengan mengubah frekuensi jalur. Unutuk mempertahankan rapat fluks yang
konstan dalam motor, maka tegangan jalur harus diubah secara langsung dengan frekuensi.
Pengkontrolan frekuensi adalah mengunakan sebuag generator sinkron maupun sebuah
mesin induksi rotor yang dililiti sebagai penukar frekuens sehingga akan memerlukan
gerakan laju yang dapat di atur. Akan tetapi perkembangan teknologi pengaturan frekuesi
untuk mengatur kecepatan motor dapat semikonduktor.
7.1.3

Microkontroler ATmega328P
Mikrokontroler adalah chip atau IC (Integrated Circuit) yang bisa diprogram

menggunakan komputer. Tujuan menanamkan program pada mikrokontroler adalah agar


rangkaian elektronik dapat membaca input, memproses input tersebut dan kemudian
menghasilkan output sesuai yang diinginkan. Jadi mikrokontroler bertugas sebagai
otak yang mengendalikan input, proses dan output sebuah rangkaian elektronik.
Gambar 14 merupakan bentuk fisik dari mikrokontroler ATmega328P.

Gambar 14. Bentuk Fisik Mikrokontroler ATMega328P[8]

Untuk lebih memahami konsep yang ada pada mikrokontroler perlu mengetahui
beberapa fitur umum yang mendasar sebagai pedoman untuk memprogram.
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

12

Beberapa konsep dasar dan fungsi masing-masing fitur dalam mikrokontroler yaitu:
a. Interrupt
Interrupt merupakan bagian dari mikrokontroler yang berfungsi sebagai bagian
yang dapat melakukan interupsi, sehingga ketika program sedang berjalan, program
utama tersebut dapat diinterupsi dan menjalankan program interupsi terlebih
dahulu.

b. RAM (Random Access Memory)


RAM digunakan oleh mikrokontroler untuk tempat penyimpanan variabel. Memori
ini bersifat volatile yang berarti akan kehilangan semua datanya jika tidak
mendapatkan catu daya.
c. ROM (Read Only Memory)
ROM disebut juga kode memori karena berfungsi untuk tempat penyimpanan
program yang akan diberikan oleh user.
d. Register
Register merupakan tempat penyimpanan nilai-nilai yang akan digunakan dalam
proses yang telah disediakan oleh mikrokontroler.
e. Input dan Output Pin
Pin input adalah bagian yang berfungsi penerima sinyal dari luar, pin ini dapat
dihubungkan ke berbagai media input seperti keypad dan sensor. Pin output adalah
bagian yang berfungsi untuk mengeluarkan sinyal dari hasil proses algoritma
mikrokontroler.

Gambar

15

merupakan

data

sheet

dari

mokrokontroler

ATmega328P.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

13

Gambar 15. Data sheet minkrokontroler ATmega328P[9]

Mikrokontroler ini memiliki beberapa fitur antara lain :


1. 130 macam instruksi yang hampir semuanya dieksekusi dalam satu siklus clock.
2. 32 x 8-bit register serba guna.
3. 32 KB Flash Memory dan pada arduino memiliki bootloader yang menggunakan
2 KB dari flash memory sebagai bootloader.
4. Memiliki EEPROM (Electically Erasable Programmable Read Only Memory)
sebesar 1 KB sebagai tempat penyimpanan data meskipun catu daya dimatikan.
5. Memiliki SRAM (Static Random Access Memory) sebesar 2 KB.
6. Kecepatan mencapai 16 MIPS dengan clock 16 MHz.
7. Memiliki pin I/O digital sebanyak 14 pin, 6 diantaranya PWM (Pulse Width
Modulation) output.
7.3.1.1 Sistem Minimum Mikrokontroler ATmega 328P
Setelah mengetahui konsep dasar dan fitur mikrokontroler, sebaiknya
mengetahui sistem minimum mikrokontroler. Sistem minimum mikrokontroler adalah
sistem yang mengatur sebagai dasar dari mikrokontroler.Gambar 3. Merupakan gambar
rengkaian sistem minimum mikrokontroler ATMega328P

Gambar 16. Sistem minimum mikrokontroler ATmega328P[10]

Sistem minimum mikrokontroler terdiri dari yaitu :


1. Adanya supply tegangan 5 VDC dan arus 500mA.
2. Menggunakan clock sebesar 16MHz.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

14

7.3.1.1 Fungsi Pin ATmega 328P


Untuk memudahkan dalam mengatur fungsi pin yang terhubung, dapat dilihat pada
tabel berikut :
Tabel 1. Digital Map Pin Arduino ATmega328P
Map pin
Digital I/O pin 0
(RX)
Digital I/O pin 1
(TX)
Digital I/O pin 2
Digital I/O pin 3
(PWM)
Digital I/O pin 4
Digital I/O pin 5
(PWM)
Digital I/O pin 6

No.
pin

Nama

Fungsi khusus

30

PD0 (RXD)

Penerima data serial

31

PD1 (TXD)

Pengirim data serial

32

PD2 (INT0)

Interupsi eksternal 0

PD3 (INT1)

Interupsi eksternal 1

PD4 (T0)

PD5 (T1)

Timer/counter 01external counter


input
Timer/counter 1external counter
input

10

PD6 (AIN0)

Analog comparator positive input

Digital I/O pin 7

11

PD7 (AIN1)

Analog comparator negative input

Digital I/O pin 8

12

PB0 (CLKO)

Divided system clok output

13

PB1 (OC1A)

(PWM)

Digital I/O pin 9


(PWM)
Digital I/O pin 10
(PWM)

Timer/counter 1outputcompare
match A output

14

PB2 (OC1B)

Timer/counter 1outputcompare
match B output

Digital I/O pin 11

15

PB3 (MOSI)

SPI bus master input/slave output

Digital I/O pin 12

16

PB4 (MISO)

SPI bus master input/slave output

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

15

Digital I/O pin 13


(PWM)

Map pin
Analog pin 0
Analog pin 1

17

PB5 (SCK)

SPI bus master clock input

No. pin
23
24

Nama
PC0 (ADC0)
PC1 (ADC1)

Fungsi khusus
ADC input channel 0
ADCinput channel 1

Analog pin 2

25

PC2 (ADC2)

ADCinput channel 2

Analog pin 3

26

PC3 (ADC3)

ADCinput channel 3

Analog pin 4

27

PC4 (SDA)

2-wire serial bus data I/O

Analog pin 5

28

PC5 (SCL)

Analog pin 6
Analog pin 7

19
22

ADC6
ADC7

2-wire serial bus clock


line
ADCinput channel 6
ADCinput channel 7

Tabel 2. Analog Map Pin Minimum Sistem Arduino ATmega328P

Tabel 3. Map Pin Minimum Sistem Arduino ATmega328P

Map pin
Vcc

No. pin
6 dan 4

Nama
Vcc

Fungsi khusus
Sumber tegangan positif

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

16

AVCC

Gnd

12
3,5 dan
21

Crsytal

7 dan 8

Reset

29

Aref

20

7.1.4

Analog Vcc

Sumber tegangan analog


positf

Ground

Gound

PB6 dan PB7

Chip clock oscillator pin

(XTAL)

1 and pin 2

PC6 (Rset)

Reset pin

Analog

Analog tegangan referensi

referensi

ADC

Kristal Osilator
Cristal osilator adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk

menghasilkan denyut atau detak pada komponen elektronika yang membutuhkan detak
Clock. Crystal memiliki 2 kaki, yang jika digunakan pada IC mikrokontroler maka
kedua kaki tersebut koneksikan dengan XTAL1 dan XTAL 2. Kelebihan Crystal adalah
detaknya relatif stabil. Tetapi kelemahannya adalah rangkaian menjadi sedikit rumit,
karena membutuhkan tambahan Kapasitor untuk menstabilkan detak yang dihasilkan
oleh crystal.
Crystal memiliki banyak nilai dengan satuan Hz. Untuk penggunaan pada
Mikrokontroler biasanya menggunakan crystal dengan nilai detak 11.059200 Hz,
sedangkan untuk Arduino biasanya menggunakan crystal bernilai 16.000000 Hz.
Gambar 17 merupakan bentuk fisik dan simbol dari Cristal osilator.

Gambar 17. (a) Bentuk fisik dan (b) Simbol Kristal[11]


(a)
(b)
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

17

7.1.5

Resistor
Resistor merupakan komponen elektronika yang memiliki dua buah pin untuk

mengatur tegangan dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat
memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin, nilai tegangan terhadap resistansi
berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm:
V =I . R

I=

V
R

Resistor adalah komponen yang sering digunakan dalam rangkaian elektronika,


resistor dapat dibuat dari bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat
resistansi. Kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus
rangkaian elektronika tersebut agar tidak terbakar.

(a)

(b)

Gambar 18. (a) Bentuk fisik Resistor dan (b) Simbol Resistor[12]

Nilai tahanan resistor linier ditentukan oleh warna yang tertera pada badan resistor.
Warna-warna tersebut mempunyai nilai seperti yang tertera pada gambar berikut :

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

18

Gambar 19. Nilai warna gelang resistor[12]

7.1.6

Potensiometer
Salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan

kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer


merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara
struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang
berfungsi sebagai pengaturnya. Gambar 20 dibawah ini menunjukan Struktur Internal
Potensiometer beserta bentuk dan Simbolnya.

Gambar 20. (a) Struktur Internal, (b) Bentuk Fisik dan (c) Simbol Potensiometer[13]

(a
)

(b
)

(c)

7.1.6.1 Struktur Potensiometer beserta Bentuk dan Simbolnya


Pada dasarnya bagian-bagian penting dalam komponen Potensiometer adalah :
1. Penyapu atau disebut juga dengan Wiper
2. Element Resistif
3. Terminal

7.1.6.2 Jenis-jenis Potensiometer


Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

19

Potensiometer dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :


1.
Potensiometer Slider, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur
dengan cara menggeserkan Wiper-nya dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas
sesuai dengan pemasangannya. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk menggeser
wiper-nya.
2.

Potensiometer Rotary, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat


diatur dengan cara memutarkan Wiper-nya sepanjang lintasan yang melingkar.
Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk memutar wiper tersebut. Oleh karena itu,
Potensiometer Rotary sering disebut juga dengan Thumbwheel Potentiometer.

3.

Potensiometer Trimmer, yaitu Potensiometer yang bentuknya kecil dan harus


menggunakan alat khusus seperti Obeng (screwdriver) untuk memutarnya.
Potensiometer Trimmer ini biasanya dipasangkan di PCB dan jarang dilakukan
pengaturannya.

Gambar 21. Jenis-jenis Potensiometer[13]

7.1.7

Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan

muatan listrik dan terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat
(dielektrik) pada tiap konduktor atau yang disebut keping. Kapasitor biasanya disebut
dengan sebutan kondensator yang merupakan komponen listrik dibuat sedemikian rupa
sehingga mampu menyimpan muatan listrik.Satuan kapasitor adalah farad (F), milifarad
(mF), mikro farad (uF), nanofarad (nF), dan pikofarad (pF).
7.1.7.1 Jenis-jenis Kapasitor
1. Kapasitor Elektrolit
Kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari Elektrolit dan berbentuk
Tabung/Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disebut ELCO ini sering dipakai pada
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

20

Rangkaian Elektronika yang memerlukan Kapasintasi yang tinggi. Kapasitor


Elektrolit yang memiliki Polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-) ini
menggunakan bahan Aluminium sebagai pembungkus. Pada umumnya nilai
Kapasitor Elektrolit berkisar dari 0.47F hingga ribuan microfarad (F).
Kapasitor Elektrolit (ELCO) akan tertera Nilai Kapasitansi, Tegangan (Voltage),
dan Terminal Negatif-nya. Kapasitor Elektrolit dapat meledak jika polaritas
(positif dan negatif) pemasangannya terbalik dan melampui batas kamampuan
tegangannya.

Gambar 22. Gambar kapasitor elektrolit[14]

2. Kapasitor keramik
Kapasitor yang isolasinya terbuat dari keramik, berbentuk bulat tipis ataupun
persegi empat. Kapasitor keramik tidak memiliki polaritas, maka dapat dipasang
bolak-balik.

Gambar 23. Kapasitor keramik[14]

3. Kapasitor Polyester
Kapasitor yang isolatornya terbuat dari Polyester dengan bentuk persegi empat.
Kapasitor Polyester dapat dipasang terbalik dalam rangkaian Elektronika,
kapasitor jenis ini tidak memiliki polaritas arah.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

21

Gambar 24. Kapasitor polyester[14]

4. Kapasitor Kertas
Kapasitor yang isolatornya terbuat dari Kertas. Kapasitor Kertas tidak memiliki
polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik dalam Rangkaian Elektronika.

Gambar 25. Kapasitor Kertas[14]

5. Kapasitor Mika
Kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari bahan Mika. Kapasitor Mika juga
dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas arah.
6. Kapasitor Tantalum
Kapasitor tantalum memiliki polaritas arah positif (+) dan negatif (-) seperti
halnya kapasitor elektrolit dan bahan isolatornya juga berasal dari elektrolit.
Disebut dengan kapasitor tantalum karena kapasitor jenis ini memakai bahan
logam tantalum sebagai Terminal positifnya (+). Kapasitor Tantalum dapat
beroperasi pada suhu yang lebih tinggi dibanding dengan tipe kapasitor
elektrolit lainnya dan juga memiliki kapasintansi yang besar tetapi dapat
dikemas dalam ukuran yang lebih kecil dan mungil. Oleh karena itu, kapasitor
tantalum merupakan jenis Kapasitor yang berharga mahal. Pada umumnya
dipakai pada peralatan elektronika yang berukuran kecil seperti di handphone
dan laptop.
7.1.8

TRIAC IC MOC3041
TRIAC tipe MOC3041, TRIAC ini memiliki fitur dapat bekerja pada level

tegangan 400VAC, MOC3041 memiliki rangkaian zero crossing. Rangkaian zero


crossing ini berfungsi untuk mendeteksi perpotongan gelombang sinus pada tegangan
AC dengan titik nol pada tegangan tersebut (zero point), sehingga dapat memberikan
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

22

acuan untuk memulai MOC3041 perangkat terdiri dari dioda gallium arsenide
memancarkan inframerah optik digabungkan torsilikon monolitik melakukan fungsi
driver triac bilateral Nol Voltage Crossing. Dirancang untuk digunakan dengan triac
dalam antarmuka sistem logika waktu pen-trigger-an. Konfigurasi IC MOC3041 dan
rangkaian TRIAC Opto Osillator ini dapat dilihat pada Gambar 28 di bawah ini.

(a)

(b)
Gambar 28 . (a) Bentuk fisik dan (b) Konfigurasi
IC MOC3041[15]

TRIAC Optoisolators banyak diaplikasikan pada kontrol Selenoid/Valve, kontrol


cahaya, Statics Power Switches, Drivers motor AC, kontrol temperatur, AC Motor
starters, Solid State Relays. Untuk mengontrol tegangan AC dapat dilakukan dengan

cara memberikan sinyal PWM pada Pin 2 pada IC MOC3041


7.1.9

Triac BT134
TRIAC (Triode for Alternating Current) yang ekuivalen dengan dua SCR dengan

arah yang berbeda (back to back) dan digabung secara pararel, sama seperti dioda
shockley yang membentuk DIAC. Jika SCR merupakan device yang searah, maka
TRIAC merupakan device untuk dua arah atau bolak-balik (AC). Perhatikan Gambar 29
simbol dan diagram ekuivalen dari TRIAC berikut ini.

ekivalen triac[15]

Gambar 29. (a) Simbol dan (b) Diagram

(a)

(b)

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

23

Gambar 30. Bentuk fisik Triac BT134[15]

Spesifikasi Triac BT134, yaitu :


a) Peak Repetitive Off-State Voltage, Vdrm: 600V
b) Gate Trigger Current Max (QI), Igt: 25mA
c) On State RMS Current IT(rms): 4A
d) Peak Non Rep Surge Current Itsm 50Hz: 25A
e) Holding Current Max Ih: 15mA
f) Gate Trigger Voltage Max Vgt: 1.5V
7.1.10 Liguid Cristal Display (LCD) 16 x 2
LCD adalah adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai
tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun grafik yang dibuat dengan teknologi
CMOS logic yang bekerja dengan tidak menghasilkan cahaya tetapi memantulkan
cahaya yang ada di sekelilingnya terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari
back-lit.
Dalam modul LCD terdapat mikrokontroler yang berfungsi sebagai pengendali
tampilan karakter LCD. Mikrontroler pada suatu LCD dilengkapi dengan memori dan
register. Memori yang digunakan mikrokontroler internal LCD adalah :
-

DDRAM (Display Data Random Access Memory) merupakan memori tempat

karakter yang akan ditampilkan berada.


CGRAM (Character Generator Random Access Memory) merupakan memori
untuk menggambarkan pola sebuah karakter dimana bentuk dari karakter dapat
diubah-ubah sesuai dengan keinginan.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

24

CGROM (Character Generator Read Only Memory) merupakan memori untuk


menggambarkan pola sebuah karakter dimana pola tersebut merupakan
karakter dasar yang sudah ditentukan secara permanen oleh pabrikan pembuat
LCD tersebut sehingga pengguna tinggal mangambilnya sesuai alamat
memorinya dan tidak dapat merubah karakter dasar yang ada dalam CGROM.

Gambar 31. LCD (Liquid Cristal Display)[16]

7.1.11 Sensor Kecepatan


Sensor kecepatan adalah sebuah sensor untuk mengukur kecepatan pada
material/benda yang akan diukur atau diuji. Kecepatan adalah jarak yang ditempuh oleh
suatu benda dalam suatu waktu. Kecepatan yang biasa diukur dalam satuan kecepatan
yaitu :
1.Meter per detik dengan simbol m/detik
2.Kilometer per jam dengan simbol km/jam atau kph
3.Mil per jam dengan simbol mil/jam atau mph
4.Knot merupakan singkatan dari nautical mile per jam
5.Mach yang diambil dari kecepatan suara. Mach 1 adalah kecepatan suara.
6.Kecepatan cahaya atau disebut juga sebagai konstanta cahaya dinyatakan dengan
simbol C

Gambar 32. Ilustrasi sistem kerja sensor kecepatan LM393

7.1.11.1 Prinsip Kerja Sensor Kecepatan LM393


Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu
motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

25

menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object.


Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa
magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.

7.1.11.2 Spesifikasi LM393


a)
b)
c)
d)
e)

Tegangan kerja: DC3,3-5V


Chip utama: LM393
Slot Led Lebar: 5mm
ITR9608 foto listrik switch
Koneksi antar Pin :
1. VCC: power supply positif 3,3-5V;
2. GND: Ground;
3. DO: pulsa frekuensi output;
4. AO: keluaran analog, real-time sinyal tegangan output.
5. LED (kiri) menunjukkan adanya tegangan. Ketika tidak ada objek
antara interrupter foto, LED (kanan) adalah ON. Sebaliknya OFF : Jika
Slot terhalang, DO output yang rendah; jika tidak, DO out put tinggi.

Gambar 33. fisik sesnor kecepatan LM393

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

26

Berikut dapat di tunjukan Gambar 34 skematik rangkaian dari sensor kecepatan


LM393.

Gambar 34. Skematik rangkaian sensor kecepatan LM393

7.1.12 Sensor Tegangan ZMPT101B


Sebuah sensor tegangan digunakan untuk mengukur tegangan AC dan DC, namun
penggunaan algoritma pengukuran yang berbeda. Tegangan DC konstan sehingga
pengukuran relatif mudah, berbeda dengan tegangan AC yang bervariasi sesuai dengan
bentuk gelombang sinus dan memiliki besaran tegangan di kuadran positif dan negatif.
AC tegangan efektif besarnya dapat ditentukan jika tegangan/puncak maksimum
dikenal. Dengan menggunakan algoritma yang tepat dan persamaan matematika, nilai
maksimum dan nilai efektif tegangan AC dapat ditemukan.
Masalah dan signifikansi. Sebuah sensor tegangan adalah perangkat yang umum
digunakan dalam peralatan elektronik. pada dasarnya, sensor tegangan dapat diperoleh
melalui desain sirkuit pembagi tegangan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 35 (a), dan

juga dapat dirancang dengan menggunakan trafoseperti yang ditunjukkan pada


Gambar36 (b). Sensor Tegangan dengan teknik pembagi tegangan dapat digunakan
pada tegangan AC dan DC, sedangkan sensor tegangan yang menggunakan sebuah
transformator hanya dapat digunakan untuk membaca tegangan AC.
Apapun jenis sensor tegangan yang digunakan, dalam aplikasi berbasis
mikroprosesor algoritma dari tegangan AC dan DC sangat berbeda. Tegangan DC
seperti yang ditunjukkanpada Gambar 43 (b) memiliki sifat nilai yang relatif konstan,
tegangan DC umumnya selalu berada dalam satu kuadran (hanya positif atau hanya
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

27

negatif). Dengan tegangan karakteristik seperti yang telah dijelaskan, tegangan DC


membaca menjadi mudah diterapkan. Berbeda dengan tegangan AC, tegangan tidak
dalam kondisi konstan tetapi terus mengikuti bentuk gelombang sinus. Selain itu,
tegangan AC diduakuadran, positifatau negatif, sehingga tidak dapat diberikan
langsung ke pin input dari mikroprosesor yang hanya dapat menerima tegangan antara
0 sampai 5VDC.

[18]
Gambar 34.(a)
(a) Bentuk gelombang DC dan (b)
(b) bentuk gelombang AC

(a)

(b)

Gambar 35. Sensor tegangan AC. a)Teknik pembagi tegangan


b) Mengunakan teknik tranformator[18]

7.1.13 Sensor Arus ACS712


Sensor arus ACS712 merupakan modul sensor untuk mendeteksi besar
arus yang mengalir lewat blok terminal menggunakan current sensor chip ACS712-5
yang memanfaatkan efek Hall. Besar arus maksimum yang dapat dideteksi sebesar 5A
di mana tegangan pada pin keluaran akan berubah secara linear mulai dari 2,5 Volt
(VCC, tegangan catu daya VCC= 5V) untuk kondisi tidak ada arus hingga 4,5V pada
arus sebesar +5A atau 0,5V pada arus sebesar 5A (positif/negatif tergantung polaritas,
nilai di bawah 0,5V atau di atas 4,5V dapat dianggap lebih dari batas maksimum).
Perubahan tingkat tegangan berkorelasi linear terhadap besar arus sebesar 400 mV /
Ampere.Efek Hall adalah fenomena fisika dimana aliran listrik / elektron dalam pelat

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

28

konduktor terpengaruh oleh paparan medan magnet. Secara sederhana, pemanfaatan


efek hall oleh IC ACS712 ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 36. Effect Hall[19]

7.1.13.1 Spesifikasi
Sensor arus ACS712 dapat mengukur arus bolak-balik (AC / alternate current)
menggunakan modul ini dengan menerapkan perhitungan yang tepat untuk mengukur
arus bolak-balik secara praktis kami menganjurkan untuk menggunakan 5A NonInvasive AC Current Sensor Moduleyang memang ditujukan untuk pengukuran arus
bolak-balik secara non-invasive.

Gambar 37. Bentuk Fisik Sensor Arus ACS712[19]

7.2
7.2.1

Software dan bahasa pemrograman mikrokontroler Arduino


Arduino IDE
Arduino adalah sebuah platform open source (sumber terbuka) yang diginakan

untuk membuat proyek-proyek elektronika. Arduino terdiri dua bagian utama yaitu
bagian sebuah papan sirkit fisik (sering disebut dengan mikrokontroler) dan sebuah
perangkat lunak atau IDE (Integrated Development Environment) yang berjalan pada
komputer. Perangkat lunak ini sering disebut IDE yang digunakan untuk menulis dan
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

29

meng-upload kode seri komputer ke papan fisik

(hardware) arduino. Ketika

membicarakan arduino maka ada dua hal yang terlintas dalam pikiran para
penggunanya, yaitu hardware dan software. Sebuah aplikasi arduino atau IDE
menggunakan bahasa pemprograman C dengan versi yang telah disederhanakan,
sehingga lebih mudah dalam melakukan pemprograman. Berikut adalah tampilan dari
IDE Arduino.

Gambar 38. IDE Arduino[20]

7.2.2

Bahasa Pemprograman Arduino


Banyak bahasa pemprograman yang bisa digunakan untuk memeprogram

mikrokontroler, misalnya assembly. Namaun, dalam pemprograman arduino yang di


pakai adalah bahasa C. Bahasa pemrograman C merupakan salah satu bahasa
pemrograman komputer. Dibuat pada tahun 1972 oleh Dennis Ritchie untuk Sistem
Operasi Unix di Bell Telephone Laboratories. Meskipun C dibuat untuk memprogram
sistem dan jaringan komputer namun bahasa ini juga sering digunakan dalam
mengembangkan software aplikasi. C juga banyak dipakai oleh berbagai jenis platform
sistem operasi dan arsitektur komputer, bahkan terdapat beberepa compiler yang sangat

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

30

populer telah tersedia. C secara luar biasa memengaruhi bahasa populer lainnya,
terutama C yang merupakan extensi dari C.
Berikut bagian-bagian dari pemrograman bahasa C yaitu :
7.2.2.1 Struktur
Setiap program Arduino (biasa disebut sketch) mempunyai dua buah fungsi yang harus
ada.
1) void setup( ) { }
Semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali ketika
program Arduino dijalankan untuk pertama kalinya.

2) void loop( ) { }
Fungsi ini akan dijalankan setelah setup (fungsi void setup) selesai. Setelah
dijalankan satu kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan lagi secara terus menerus
sampai catu daya (power) dilepaskan.

7.2.2.2 Syntax
Berikut ini adalah elemen bahasa C yang dibutuhkan untuk format penulisan.
1) // (komentar satu baris)
Kadang diperlukan untuk memberi catatan pada diri sendiri apa arti dari kodekode yang dituliskan. Cukup menuliskan dua buah garis miring dan apapun yang
kita ketikkan dibelakangnya akan diabaikan oleh program.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

31

2) /* */ (komentar banyak baris)


Jika anda punya banyak catatan, maka hal itu dapat dituliskan pada beberapa
baris sebagai komentar. Semua hal yang terletak di antara dua simbol tersebut
akan diabaikan oleh program.

3) { } (kurung kurawal)
Digunakan untuk mendefinisikan kapan blok program mulai dan berakhir
(digunakan juga pada fungsi dan pengulangan).

4) ; (titk koma)
Setiap baris kode harus diakhiri dengan tanda titik koma (jika ada titik koma
yang hilang maka program tidak akan bisa dijalankan).

7.2.2.3 Variabel
Sebuah program secara garis besar dapat didefinisikan sebagai instruksi untuk
memindahkan angka. Variabel inilah yang digunakan untuk memindahkannya.
1) int (integer)
Digunakan untuk menyimpan angka dalam 2 byte (16 bit). Tidak mempunyai
angka desimal dan menyimpan nilai dari -32,768 dan 32,767.
2) long
Digunakan ketika integer tidak mencukupi lagi. Memakai 4 byte (32 bit) dari
memori

(RAM)

dan

mempunyai

rentang

dari

-2,147,483,648

dan

2,147,483,647.
3) Boolean
Variabel sederhana yang digunakan untuk menyimpan nilai TRUE (benar)
atau FALSE (salah). Sangat berguna karena hanya menggunakan 1 bit dari
RAM.
4) Float
Digunakan untuk angka desimal (floating point). Memakai 4 byte (32 bit) dari
RAM dan mempunyai rentang dari -3.4028235E+38 dan 3.4028235E+38.
5) char (character)
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

32

Menyimpan 1 karakter menggunakan kode ASCII (misalnya A = 65). Hanya


memakai 1 byte (8 bit) dari RAM.

7.2.2.4 Operator Matematika


Operator yang digunakan untuk memanipulasi angka (bekerja seperti matematika yang
sederhana).
1) =
Membuat sesuatu menjadi sama dengan nilai yang lain (misalnya: x = 10 * 2, x
sekarang sama dengan 20).
2) %
Menghasilkan sisa dari hasil pembagian suatu angka dengan angka yang lain
(misalnya: 12 % 10, ini akan menghasilkan angka 2).
3) +
Penjumlahan dengan variabel yang lain.
4) Pengurangan dengan variabel yang lain.
5) *
Perkalian dengan variabel yang lain.
6) /
Pembagian dengan variabel yang lain.

7.2.2.5 OPERATOR Pembanding


Digunakan untuk membandingkan nilai logika.
1) ==
Sama dengan (misalnya: 12 == 10 adalah false (salah) atau 12 == 12 adalah true
(benar)).
2) !=
Tidak sama dengan (misalnya: 12 != 10 adalah true (benar) atau 12 != 12 adalah
false (salah)).
3) <
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

33

Lebih kecil dari (misalnya: 12 < 10 adalah false (salah) atau 12 < 12 adalah false
(salah) atau 12 < 14 adalah true (benar)).
4) >
Lebih besar dari (misalnya: 12 > 10 adalah true (benar) atau 12 > 12 adalah false
(salah) atau 12 > 14 adalah false (salah)).
7.2.2.6 Struktur Pengaturan
Program sangat tergantung

pada

pengaturan

apa

yang

akan

dijalankan

berikutnya.Berikut ini adalah elemen dasar pengaturan :


1) if..else, dengan format seperti berikut ini:
if (kondisi) { }
else if (kondisi) { }
else { }
Dengan struktur seperti diatas program akan menjalankan kode yang ada dalam
kurung kurawal jika kondisi true (benar), dan jika false (tidak) maka akan diperiksa
apakah kondisi pada else if dan jika kondisinya false maka kode pada else yang
akan dijalankan.

2) for, dengan format seperti berikut ini :


for (int i = 0; i < #pengulangan; i++) { }
Digunakan bila ingin melakukan pengulangan kode di dalam kurung kurawal
beberapa kali, ganti # pengulangan dengan jumlah pengulangan yang diinginka.
Melakukan perhitungan ke atas dengan i++ atau kebawah dengan i-.
pinMode(pin, mode)
Digunakan untuk menetapkan mode dari suatu pin, mode yang bisa digunakan
adalah input atau output.

7.2.2.7 DIGITAL
1) pinMode(pin,mode)
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

34

digunakan untuk menetapkan mode dari suatu pin. Pin adalah nomor pin yang akan
diguanakan dari 0-19 (pin analog 0-5 adalah 14-19). Mode yang bisa diguankan
adalah Input atau Output.
2) digitalWrite(pin, value)
Ketika sebuah pin ditetapkan

sebagai output,

pin

tersebut

dapat

dijadikan high atau low.


3) digitalRead(pin)
Mendapatkan nilai pin tersebut apakah output atau.
7.2.2.8 ANALOG
Arduino adalah mesin digital, tetapi mempunyai kemampuan untuk beroprasi di dalam
analog (menggunakan trik). Berikut ini adalah cara untuk menghadapi hal yang bukan
digital.
1) analogWrite(pin, value)
Beberapa pin pada arduino mengdukung PWM (Pulse Width Modulation), yaitu pin
3, 5, 6, 9, 10, 11. Ini dapat mengubah pin hidup (on) atau mati (off) dengan sangt
cepat sehingga membuatnya dapat berfungsi layaknya keluaran analog. Value (nilai)
pada format kode tersebut adalah angka anatara 0 (0% duty cycle ~0V) dan 255
(100% duty cycle~5V).
2) analogRead(pin)
Ketika pin analog ditetapkan sebagai input dapat membaca keluaran voltasenya
berupa angka 0 (untuk 0 Volt) dan 1023 (untuk 5 Volt).

8. Metodelogi
Metode yang akan digunakan dalam pembuatan proyek tugas akhir ini terdiri dari
langkah-langkah berikut :
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

35

8.1 Metoda Studi Literatur


Metode studi literature merupakan mendapatkan data dengan mencari atau
membaca buku-buku penunjang maupun situs-situs yang berhubungan dengan
pembuatan laporan Tugas Akhir ini. Untuk membuat alat ini menggunakan bukubuku seperti dasar-dasar motor listrik, dasar-dasar elektronika, dasar-dasar
pemrograman arduino dan tugas-tugas akhir sebelumnya, serta mencari data-data
penujang melalui internet pada situs-situs yang berhubungan dengan senosr
kecepatan, sensor arus dan Sensor tegangan, baik itu pembuatan kontrolnya maupun
pembuatan mekaniknya.

8.2 Metoda Observasi


Melakukan penelitian lewat pratikum atau mengadakan pengamatan secara
langsung terhadap objek untuk mendapatkan data selama mengerjakan tugas akhir.
8.3 Metode Perencanaan Alat
Dimulai dari pembuatan blok diagram rangkaian, pembuatan rangkaian pada
software EAGLE, pembuatan layout pada software EAGLE, proses pemindahan layout
ke PCB, proses pelarutan PCB, pengecekan komponen-komponen, pemasangan
komponen, proses penyolderan, dan pembuatan flowchart program, dan proses
pembuatan program hingga alat selesai.
8.4 Metoda Rancang Alat
Metode ini adalah sebuah langkah-langkah yang akan digunakan sebagai pedoman
untuk merancang sebuah alat yang dibuat.

8.5 Rancangan Sistem Pengatur Kecepatan Putaran Motor Induksi Satu Fasa
Berikut merupakan rancangan blok diagram dari sistem pengaturan kecepatan
putaran motor induksi satu fasa, dapat dilihat seperti Gambar 39, dibawah ini.
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

36

LCD 16x2
Mikrokontrol
er
ATmega328
P

Push Button

Motor
AC

Driver
Motor
AC

Zero
Crosing
Detector

AC

Kontrol
Potensiome
ter

Sensor
Tegang
an

Sens
or
Arus

Sensor
Kecepata
n

Gambar 39. Blok diagram sistem kontrol kecepatan putaran motor induksi satu fasa

Dari gambar 39 blok diagram sistem keseluruhan di atas dapat dijelaskan secara
singkat cara kerja dari sistem pengaturan kecepatan putaran motor induksi satu fasa
berbasis mikrokotroler ATmega328P ini, sehingga mengakibatkan terkendalinya
putaran motor induksi tersebut. Adapun cara kerja dari sistem tersebut diuraikan
secara singkat sebagai berikut :

1.

Minimum

sistem

ATMega328P

berfungsi

untuk

menerjemahkan perintah yang dimasukan melalui push button ataupun variable


resistor (Potensiometer).

2.

Input berupa variable resistor yang berfungsi untuk

menaikan dan menurunkan kecepatan putaran motor yang diinginkan.

3.

Zero crossing adalah rangkaian yang berfungsi untuk

mendeteksi perpotongan gelombang sinus pada tegangan AC, sehingga dapat


memberikan sinyal acuan saat dimulainya pemicuan triac.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

37

4.

Rangkaian

driver

motor

berfungsi

menerjemahkan

perintah yang dikeluarkan oleh sistem mikrokontroller sebagai pengatur kecepatan


putaran motor.

5.

Motor berfungsi memutar piringan yang dihubungkan

melalui poros pemutar.

6.

Sensor kecepatan berfungsi untuk mengukur kecepatan

putaran motor yang dideteksi dari piringan yang diputar oleh poros motor dan
kemudian dikirim ke mikrokontroler.

7.

Sensor tegangan berfungi untuk mengukur tegangan keluaran

dari driver motor, kemudian mengirimkan sinyal menuju mikrokontroler. Sensor ini
untuk mengetahui perubahan tegangan yang terjadi.

8.

Sensor arus berfungsi untuk mengukur arus yang mengalir

dari driver motor menuju motor yang kemudian senor akan mengirimkan sinyal
menuju mikrokontroler. Sensor ini untuk mengetahui perubahan arus yang terjadi.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

38

9.

LCD berfungsi untuk menampilkan bebrapa indikator

diantaranya data kecepatan putar piringan berupa (rpm), arus, dan tegangan yang
terjadi.

8.6

Prinsip Kerja

Prinsip kerja pengaturan kecepatan putaran motor induksi berbasis mikrokontroler


ATMega328P yaitu ketika catu daya diberikan rangkaian zero crossing detector bekerja
untuk mendeteksi perpotongan gelombang sinus tegangan AC pada titik nol (zero point)
tegangan tersebut, sehinggga dapat memberikan acuan untuk memulai waktu pentrigger-an sebagai pemicu triac. Lalu tombol push button start ditekan, maka rangkaian
pada sistem minimum mikrokontroler dan akan melakukan inisialisasi variabel port
pada mikrokontroler sesuai dengan program yang telah dibuat. Pada saat variabel
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

39

resistor dinaikan atau diturunkan, maka tiap step-nya akan memerintah mikrokontroler
untuk mengatur waktu tunda untuk pemicuan gate pada triac, sehingga Main Terminal 1
dan Main Terminal 2 pada triac akan mengalirkan suplai tegangan hingga terjadinya
putaran pada motor induksi satu fasa.
Piringan yang dipasang pada poros putar motor akan berputar, sehingga
sensor kecepatan putaran akan mendeteksi hasil putaran piringan tersebut yang
berupa angka-angka biner (pada lubang piringan berarti 1 dan tanpa lubang berarti
0). Saat motor berputar maka sensor tegangan akan mendeteksi teganan keluatan
dari driver motor, sehingga input tegangan menuju motor dapat terpantau. Pada saat
itu juga sensor arus juga akan bekerja untuk membaca arus keluaran dari rangkaian
driver motor menuju motor induksi, pemasangan sensor ini bertujuan untuk
memonitoring arus yang terjadi. Hasil yang ditangkap sensor-sensor tersebut akan
dikirim ke mikrokontroler dan akan dirubah menjadi bentuk digital yang selanjutnya
akan ditampilkan oleh LCD berupa rpm motor, arus, dan tegangan . Adapun diagram
alur dari program utama adalah seperti ditunjukkan pada gambar 40 berikut :

START

Menginisialisasi Variabel

Pengaturan
Potensiometer
Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

40

Motor Berputer

Sensor Kecepatan

Sensor Tegangan

Sensor Arus

TAMPIL DI LCD

END

Gambar 40. Diagram aliran sistem kontrol kecepatan motor induksi satu fasa berbasis
mikrokontroler.

8.7 Hasil Yang Diharapkan


Diakhir penelitian ini penulis mengharapkan alat ini dapat membantu dalam

mengatur kecepatan putaran motor induksi satu fasa yang biasanya sangat diperlukan
untuk keperluan pengkontrolan motor di industri atau rumah tangga baik untuk mesin
produksi atau distribusi.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

41

9. Jadwal Kegiatan

Untuk menyelesaikan tugas akhir ini penulis telah membuat jadwal kegiatan. Jadwal
kegiatan ini sendiri dibuat agar penulis lebih lebih terstruktur dalam melakukan kegiatan
guna kelancaran tugas akhir ini.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

42

10. Daftar Pustaka

[1]

Asori,Insya. Motor Induksi satu Fasa, [online] 2013.


http://insyaansori.blogspot.co.id/2013/04/motor-induksi-1-fasa.html?m=1
(diakses: 1 Maret 2016).

[2]

Silaban Panur. 1981. Dasar-dasar Elektronik Jilid 2. Jakarta:Erlangga.

[3]

Asori,Insya. Jenis motor induksi satu Fasa, [online] 2013.


http://insyaansori.blogspot.co.id/2013/04/jenis-motor-induksi-1-fasa.html?m=1
(diakses: 1 Maret 2016).

[4]

(sumber:http://shark..co.id/findproduct.php?halaman1)(diakses: 5 Maret 2016)

[5]

Artikel Teknik Elektro, Shaded Pole, [online] 2015.


http://teknikelektro.org/motor-shaded- pole/ (diakses : 1 maret 2016)

[6]

(sumber:http://www.directindustry.com/prod/chiaphua-components/product61070-575972.html) (diakses: 4 Maret 2016)

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

43

[7]

Hage, Motor AC satu Fasa, [online] 2009. http://dunialistriki.blogspot.co.id/2009/04/motor-listrik-ac-satu-fasa.html?m=1 (diakses: 1


Maret 2016)

[8]

simplechannel, Mikrokontroler, [online] 2015.


http://amdiblot.blogspot.co.id/2015/11/ (diakses : 1 maret 2016)

[9]

Nate, Begining Embedded Elecronic, [online] 2008.


http://www.sparkfun.com/tutorials/93 (diakses : 1 maret 2016)

[10]

Fahrie, Microcontroller atmega328, [online] 2011. http://imocommunity.blogspot.co.id/2011/12 (diakses : 2 Maret 2016).

[11]

anoname,Komponen umum elektronika, [online] 2014.


http://lantaitujuh.wordpress.com (diakses : 2 Maret 2016)

[12]

Wikipedia, Resistor, [online] 2008. https://id.wikipedia.org/wiki/Resistor


(diakses: 2 Maret 2016)

[13]

kho,Dickson. Pengertian dan Fungsi Potensiometer, [online].


http://teknikelektronika.com/pengertian-fungsi-potensiometer/ (diakses: 3 Maret
2016)

[14]

komponen, elektronika. Kapasitor, [online]


http://komponenelektronika.biz/pengertian-kapasitor.html) (diakses: 4 Maret

[15]

2016)
Irman,Komang. Triac,[online] 2015.
http://instrumentasielektronika.blogspot.co.id/2015/11/triac.html (diakses: 4

[16]

Maret 2016)
Dasar,Elektronika, LCD (Liquid Cristal Display),[onine] 2012.

[17]

http://elektronika-dasar.web.id/lcd-liquid-cristal-display/ (diakses: 5 Maret 2016)


slideshere, Sensor kecepatan LM393, [online] 2014.

[18]

https://www.scribd.com/doc/244163572/sensor-02 (diakses: 5 Maret 2016)


(sumber: http://sentroino.blogspot.co.id/2015/12/measuring-ac-voltage-using-

[19]

arduino.html) (Diakses : 4 maret 2016)


(sumber: www.vcc2gnd.com/sku/ACS712-5) (Diakses : 4 Maret 2016)

[20]

Syahwil Muhammad, Panduan Mudah Simulasi & Praktek Mikrokontroler


Arduino, Yogyakarta : Penerbit Andi Offet, 2013.

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

44

Proposal-PS TL-Teknik Elektro-POLITEKNIN NEGERI BALI

45