Anda di halaman 1dari 40

NITROGEN PLANT

Agustus 2012

Masnasit

Cryogenic process

Nitrogen Plant

Slide: 2

Nitrogen Plant

Slide: 3

Cryogenic process
Warm end process
Udara atmoser difilter dan ditekan dengan menggunakan kompresor
sehingga akan didapatkan tekanan produk yang cukup untuk membawa
nitrogen sampai ke customer
Air Receiver mengcollect kondensate dan meminimalkan pressure drop.
Selanjutnya udara akan didinginkan hingga suh usekitar 10C.
Tahapan proses pembersihan H2O selanjutnya dilakukan dalam beberapa
tahap filtrasi yang berbeda. Sebagian besar kondensat akan diambil
dengan filter udara, yang bekerja sebagai filter gravitasi, dan yang terakhir
adalah adsorber yang diisi dengan activated carbon untuk menghilangkan
beberapa senyawa hidrokarbon .
Unit proses terakhir pada warm end container berupa thermal swing
adsorber (TSA). Unit purifikasi udara membersihkan udara proses yang
berktekanan dengan menghilangkan residual water vapour, karbondioksida
dan hidrokarbon. Biasanya terdiri dari dua vessels, valves and exhaust to
untuk memisahkan allow the changeover of vessels. While one of the TSA
beds is on stream the second one is regenerated by the oxygen rich waste
flow, which is vented through a silencer into the ambient environment.

Nitrogen Plant

Slide: 4

Cryogenic process
Coldbox process
Setelah meninggalkan air purification unit, udar proses dimasukkan
ke dalam main heat exchanger, dimana udara akan didinginkan
dengan cepat sampai suhu -165C. semua residu dan impurities
(seperti CO2) akan membeku dan udara memasuki bagian dasar
kolom disitilasi dalam keadaan mencair sebagian.
Kolom distilasi terdiri dari liquid distributor di bagian puncaknya,
struktur packing dengan ketinggian tertentu dan dilengkapi dengan
liquid distributor dan sebuah bejana untuk liquid mengalir ke bagian
bawah kolom. Nitrogen murni akan dipisahkan di bagian atas kolom
dan liquid yang kaya dengan oksigen tertinggal di bagian dasar
kolom

Nitrogen Plant

Slide: 5

Cryogenic process

Liquid yang kaya dengan oksigen dilewatkan ke kondensor dengan


menggunakan Joule Thomson expansion valve, yang akan mem-flush
sebagian liquid dalam bentuk uap dan mendinginkan liquid yang tersisa
(subcooled liquid). Subcooled liquid ini sebagian berupa gas nitrogen yang
berasal dari puncak kolom. Nitrogen yang terkondensasi akan dialirkan
kembali menuju kolom distilasi untuk menjaga kemurniannya, liquid yang
tersisa disimpan dalam local storage tank sebagai cadangan. Nitrogen yang
tidak terkondensasi dialirkan melalui main heat exchanger dan menjadi
produk yang akan dikirimkan ke costumer.
Gas buang, yang dihasilkan dalam bentuk liquid yang kaya dengan oksigen
diuapkan di dalam condenser, dikembalikan ke APU dimana oksigen
tersebut akan digunakan untuk meregenerasi dessicant. Refrigeration untuk
proses tersebut disediakan oleh air brake expansion turbine yang diletakkan
di bagian dasar cold box. Aliran gas yang bertekanan tinggi yang berasal
dari heat exchangers (-110C) diekspansikan sehingga bertekanan rendah
dan didinginkan di dalam turbine. Udara dingin (-160C) dikembalikan ke
dalam aliran yang menuju heat exchangers untuk keperluan refrigeration.
Energi (dalam bentuk panas) dihilangkan dari turbine di turbine cooling
system

Nitrogen Plant

Slide: 6

Cryogenic process
Back up process
Nitrogen cair yang diproduksi dari cold box ditransfer menuju liquid
storage tank. Vaporiser digunakan untuk menguapkan liquid yang
tersimpan jika ada permintaan. Pressure control panel digunakan
untuk mengatur aliran gas ke end-users pipeline dan untuk menjaga
line-pressure.

Nitrogen Plant

Slide: 7

Peralatan utama proses cryogenik


Warm End (W/E) Container
Kompresor
Air receiver
Chiller (Heat Exchanger)
Pre-filter
Air Purification Unit (APU)
Coldbox
Main heat exchanger
Distilllation column
Condensor
Expansion brake turbine
Storage and Backup System
Liquid nitrogen tank
Vapouriser

Nitrogen Plant

Slide: 8

Compressor Udara
Mengkompresi udara yg akan diproses. Udara keluar kompresor
harus bebas dari kontaminasi oil content. Kemudian udara dlm
sistem kompresor didinginkan di Final Cooler.
Chiller
Udara yang sudah dikompressi, didinginkan lagi oleh Unit Chiller
sampai dgn persyaratan suhu masuk dalam adsorber

Nitrogen Plant

Slide: 9

Air Separator (Cold Box)


Terdiri dari unit Exchanger & kolom Rectification / Distilasi, yang
memisahkan udara menjadi Nitrogen murni dan gas sisa (waste
gas).
Kolom Distilasi dilengkapi dengan susunan plat-plat, agar terjadi
kontak yang kontinyu antara uap atau vapor dengan cairan yang
turun. Melewati plate bed, kandungan uap Nitrogen yang naik akan
menjadi murni dan semakin murni, sedangkan cairan reflux yang
turun di dalam kolom akan membilas uap (vapor) yang
mengakibatkan Oxygen murni semakin banyak. Cairan reflux yang
terkumpul divessel (kolom) kandungan oxygennya sekitar 40 %.
Karena itu cairan reflux ini disebut Rich Liquid.

Nitrogen Plant

Slide: 10

Cold Box
Rich liquid dikeluarkan dari vessel & didinginkan di Exchanger,
selanjutnya membebani Turbine Expander Pendinginan tersebut
diperoleh dari "Expansion Turbine
Selama proses pendinginan dan kondensasi, rich liquid akan
menguap dan menghasilkan "Residual Gas"
Turbine disupply dgn residual gas pada suhu sekitar -140C dan
tekanan 4 barg yang diperoleh dari Heat Exchanger
Gas yang keluar dari turbin pada suhu - 170C dan 0,4 barg.
Produk dingin yang keluar ini mengimbangi "Cooling Losses dan
menjaga cold box tetap dingin.
"Cooling Losses : Thermal Losses (Insulation), Produk N2 Cair,
Beda Suhu di Heat Exchanger.

Nitrogen Plant

Slide: 11

PSA

Nitrogen Plant

Slide: 12

Prinsip kerja PSA


What is PSA technology?
Udara terdiri dari 78% nitrogen dan 21% oksigen. PSA Nitrogen generation bekerja
berdasarkan prinsip pemisahan udara dengan cara menyerap oksigen dan
memisahkan nitrogen.
Teknologi yang digunakan untuk memproduksi nitrogen secara kontinyu dengan
kemurnian yang tinggi
Proses ini terdiri dari 2 buah kolom yang diisi dengan Carbon Molecular Sieves
(CMS).
CMS column(s) bekerja diantara dua mode operasi yaitu purifikasi dan regenerasi
untuk menjamin keberlangsungan produksi nitrogen.
Udara yang digunakan sebagai umpan terlebih dahulu dikompresi pada 7 8,5 bar g
(102 123 psi g).
Udara yang terkompresi kemudian difiltrasi, dan selanjutnya dialirkan melalui sebuah
bejana yang telah diisi CMS.
Oksigen diadsorb dengan CMS dan nitrogen keluar sebagai produk gas. Setelah
CMS sudah jenuh dengan oksigen, maka aliran proses dipindahkan ke adsorban
yang lain, sedangkan bed yang telah jenuh diregenerasi dengan cara menurunkan
tekanannya hingga tekanan atmosfer.
Sebagian dari produk nitrogen digunakan untuk mem-purge oksigen yang berada
dalam molecular sieve, hingga sieve bersih dari oksigen. Gas buang (oksigen,
karbondioksida) dibuang ke atmosfer.
Proses adsorpsi berlangsung pada suhu 10 s.d 40oC
Nitrogen Plant

Slide: 13

Prinsip kerja PSA

Nitrogen Plant

Slide: 14

Proses PSA
Pemisahan nitrogen dan oksigen dari udara berlangsung di dalam
adsorber vessel yang telah diisi dengan carbon molecular sieve.
Proses ini didasarkan pada kecepatan berdifusi molekul-molekul
oksigen ke dalam struktur pori CMS yang lebih cepat daripada
nitrogen

Nitrogen Plant

Slide: 15

Nitrogen Plant

Slide: 16

Tipikal PFD N2 Plant

Nitrogen Plant

Slide: 17

Proses PSA
PSA process cycle
Siklus proses PSA terdiri dari 2 mekanisme utama :
Pressurisation/adsorption
Depressurisation/desorption

Udara yang terkompresi akan diproses di dua adsorber bed secara


bergantian. Jika pada adsorber bed A sedang berlangsung proses
adsorpsi, maka pada adsorber bed B akan berlangsung proses
desorpsi.
Deskripsi siklus proses PSA sebagai berikut :
Udara yang terkompresi masuk pada adsorber bed A, moisture,
oksigen, dan karbondioksida diadsorb.
Setelah tekanan operasi tercapai, produk nitrogen mengalir dari
adsorber bed A menuju nitrogen product receiver sebelum masuk ke
pipa produk. Secara simultan, adsorber bed B dilakukan proses
desorpsi sehingga tekanannya sama dengan tekanan atmosfer.
Nitrogen Plant

Slide: 18

Proses PSA

Deskripsi proses - lanjutan


Setelah produksi nitrogen dari adsober A selesai, dilakukan langkah ekualisasi.
Adsorber bed B (yang berada pada tekanan atmosfer) ditekan sampai tekanan
menengah (intermediate) sehingga gas yang tersisa di adsorber bed A (pada
tekanan operasi) mengalir menuju adsorber bed B. selama tahapan ini tidak ada
udara yang dikonsumsi serta tidak ada produk gas yang dihasilkan
Dengan demikian nitrogen receiver akan difungsikan untuk menjaga supaya
aliran, kemurnian dan tekanan nitrogen senantiasa kontan selama siklus
berlangsung
Adsorber bed A kemudian menjalani proses desorpsi dan gas buang yang kaya
dengan oksigen diventing ke atmosfer. Proses desorpsi akan menyebabkan
lepasnya oksigen , karbondioksida dan uap air yang sebelumnya telah diabsorb
selama berlangsungnya proses produksi nitrogen dari adsorber bed A. Pada
saat yang sama adsorber bed B dibawa menuju tekanan operasi dan mulai
dilakukan produksi nitrogen untuk sebagian siklus
Dilanjutkan dengan proses produksi nitrogen, kemudian adsorber B mengalami
ekualisasi dan berikutnya desorpsi. Siklus dilanjutkan hingga adsorber A
adsorpsi dan adsorber B desorpsi.

Nitrogen Plant

Slide: 19

Nitrogen Plant

Slide: 20

Nitrogen Plant

Slide: 21

Plant control
PSA biasanya dicontrol dengan menggunakan Programmable Logic
Controller (PLC)
Beberapa fitur kontrol yang utama
Automatic operation di seluruh N2-PSA plant
Pengawasan parameter parameter proses yang dilengkapi
dengan safety shut down dan alarm jika terjadi kasus operasi yang
abnormal
Control process values pada display
Sophisticated plant diagnostics
Kemurnian produk dicek secara kontinyu dengan automatic online
O2-analyzer.

Nitrogen Plant

Slide: 22

Tipikal G series Nitrogen PSA Plant

Kapasitas 310 Nm3


Nitrogen Plant

Slide: 23

Tipikal A series Nitrogen PSA Plant

Nitrogen Plant

Slide: 24

Liquid nitrogen plant

Liquid Nitrogen Plant (LNP) mengekstrak gas nitrogen dari udara


atmosfer dan selanjutnya dicairkan.
Nitrogen dapat dicairkan dengan dua metode :
Distillation udara cair.
Pressure Swing Adsorption system yang dilengkapi
Cryogenerator
Proses pencairan dengan menggunakan PSA system terdiri dari
dua metode dasar yaitu nitrogen diekstraksi dan selanjutnya
dicairkan. Nitrogen diekstraksi dari udara bebas, selanjutnya
didinginkan sampai suhu 77 K (titik didih nitrogen). Pencairan
nitrogen dilakukan dalam PSA system dan cryogenerator.

Nitrogen Plant

Slide: 25

Liquid nitrogen plant

Nitrogen Plant

Slide: 26

Liquid nitrogen plant


Terdapat dua komponen utama dalam LNP
1. Pressure Swing Adsorption System (PSA)
tujuan utama PSA system adalah untuk mengekstrak gas nitrogen
dari udara yang terkompresi.
2. Cryogenerator
berfungsi untuk mencairkan gas nitrogen menjadi liquid dan
nitrogen cair dikumpulkan dalam Dewar vessel (vacuum insulated
vessel)

Nitrogen Plant

Slide: 27

Cara kerja liquid nitrogen plant


Udara dari atmosfer ditarik masuk ke dalam kompresor dan
dikompresi sampai suhu tinggi pada tekanan sekitar 7 bar g.
Udara terkompresi dengan suhu yang tinggi ni selanjutnya
didinginkan dalam external refrigeration system.
Udara terkompresi yang telah didinginkan selanjutnya dialirankan
melalui moisture separator untuk menangkap moisture dari udara.
Udara terkompresi yang telah kering selanjutnya dialirkan melalui
carbon molecular sieves dimana oxygen dan nitrogen dari udara
akan terpisah, dan gas yang terjebak akan dipurge ke atmosfer.
Nitrogen yang sudah terpisah sekarang memungkinkan untuk
dialirkan menuju Cryogenerator yang bekerja berdasarkan Stirling
cycle yang mendinginkan gas Nitrogen menjadi liquid pada 77
Kelvin yang merupakan boiling point nitrogen.
Liquid Nitrogen selanjutnya dikumpulkan ke dalam Dewar vessel to
disimpan dan digunakan untuk berbagai tujuan.

Nitrogen Plant

Slide: 28

Keuntungan PSA

Konsumsi energi rendah


Biaya produksi nitrogen rendah
Reliabilitas tinggi
Mudah dioperasikan dan dikontrol
Desain kompak
Minimal start up time
Kebutuhan bahan bakar lebih rendah
Inspite of consuming the same amount of compressed air at 5-7%
oxygen content by PSA plants, it is to be noted that at 0-1% Oxygen,
the PSA nitrogen plants produces 6 times more Nitrogen pr m3 feed
air.

Nitrogen Plant

Slide: 29

Cryogenic storage tank

Nitrogen Plant

Slide: 30

Cryogenic storage tank


vacuum-insulated double wall tanks terdiri dari dua buah concentric
vessels, inner tank dibuat dari austenitic steel dan bagian luar
berupa jacket yang terbuat dari carbon steel yang dilengkapi
dengan anti korosi. Ruang antara inner dan outer tank dikosongkan
dan diisi dengan insulating powder (perlite). Adsorbent juga
ditambahkan untuk menjaga kevakuman di dalam ruang insulasi.
Standard tank memiliki kapasitas sebesar 3,160 liter s.d. to 61,620
liter. Mmaximum allowable working pressure untuk inner vessel
sebesar 18, 22 atau 36 bar gauge untuk suhu desain berkisar dari 196C hingga 20C.
Seluruh tangki memiliki konfigurasi vertikal, sehingga hanya
memerlukan area yang lebih kecil untuk instalasi.

Nitrogen Plant

Slide: 31

1. Tekanan operasi di set hingga 90 % maximum allowable working


pressure dan secara otomatis dijaga konstan dengan regulator dan
tekanan building coil fitted to the tank.
2. Setiap tangki dilengkapi dengan a tank mounted (clip-on) airheated vaporiser untuk mensuplai produk gas dalam bentuk gas
pada suhu lingkungan dan flow rates hingga 120 Nm3/h.
3. Standard tank features are various fittings for transportation and
installation. Vaporisers up to 1,000 Nm3/h are installed separately.

Nitrogen Plant

Slide: 32

Nitrogen Plant

Slide: 33

Masalah yang dijumpai


Kadar oksigen dalam produk N2 meningkat
Jumlah produksi nitrogen gas menurun
Kegagalan change over adsorber

Nitrogen Plant

Slide: 34

Masalah yang dijumpai


Kenaikan kadar oksigen
Disebabkan oleh :
1. Produksi maksimum dalam waktu yang lama
2. Kelebihan aliran refluks
3. Adanya fouling di tiap tray kolom distilasi

Nitrogen Plant

Slide: 35

Masalah yang dijumpai


Produksi maksimum dalam waktu yang lama
Penyebab :
Produksi maksimum disebabkan penggunaan N2 Cukup banyak,
sehingga tekanan outlet jatuh dan menyebabkan beda tekanan
antara inlet dan outlet coldbox cukup besar
Kecepatan aliran umpan meningkat
Pemisahan tidak sempurna, produk atas langsung ditarik.
Refluks berkurang, sehingga oksigen ikut naik ke top produk

Cara mengatasi :
Menurunkan produksi dengan mengurangi bukaan kerangan ke
sistem, untuk mengurangi beda tekanan umpan masuk dan top
kolom disitilasi
Menaikkan jumlah refluks

Nitrogen Plant

Slide: 36

Masalah yang dijumpai


Kelebihan aliran refluks
Penyebab :
Level produk bawah kolom naik turun dengan cepat
dan level controller tidak berfungsi sebagaimana
mestinya
Menyebabkan flooding pada kolom distilasi
Cara mengatasi :
Mengurangi aliran cairan waste gas ke
kondensor/evaporator

Nitrogen Plant

Slide: 37

Masalah yang dijumpai


Terjadinya fouling pada kolom distilasi
Penyebab
Terikutnya sebagian kecil CO2/H2O yang lolos dari
adsorber dan terakumulasi dalam waktu yang lama,
sehingga membeku pada tray
Cara mengatasi :
Shut down unit

Nitrogen Plant

Slide: 38

Masalah yang dijumpai


Masalah produk N2 menurun
Penyebab :
Jumlah refluks terlalu berlebihan , sehingga N2
banyak yang turun ke bottom
Cara mengatasi :
Mengurangi aliran waste gas yang ke kondensor
/evaporator
Jika tidak berhasil kemungkinan terjadi fouling pada
tray

Nitrogen Plant

Slide: 39

Masalah yang dijumpai


Kegagalan change over adsorber
Penyebab :
Macetnya timer controller, biasanya servo motor
terbakar
Jika change over gagal dan vessel beroperasi lebih
dari 12 jam menyebabkan molecular sieve akan jenuh
H2O bisa lolos masuk ke cold box
Cara mengatasi :
Memutar roda timer hingga adsorber change over
Buat request laporan penggantian servo motor timer

Nitrogen Plant

Slide: 40