Anda di halaman 1dari 12

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

TANGERANG SELATAN

RESUME DAN UNSUR KOMUNIKASI DALAM NOVEL


PRIDE AND PREJUDICE

Oleh :
Titis Ratna Sari
NPM :143030005187
Mahasiswa Program Diploma III Jurusan Pajak
Program Studi DIII PBB/Penilai
Dosen Pengampu :
Satria Adhitama, S.sos., M.Si.

Untuk memenuhi sebagian tugas dalam mata kuliah komunikasi bisnis


Diploma III Jurusan Pajak Program Studi DIII PBB/Penilai
Politeknik Keuangan Negara STAN
2016

RESUME

Cerita ini berawal dari sebuah keluarga yang tinggal di wilayah yang bernama
Longbourn. Keluarga ini terdiri dari Mr. Bennet selaku kepala keluarga dan Mrs. Bennet selaku
ibu rumah tangga dengan kelima anaknya yang bernama Jane, Elizabeth, Lydia, Catherine, dan
Mary Bennet. Keluarga ini merupakan keluarga yang sejahtera, namun karena hukum waris
yang berlaku, apabila dalam sebuah keluarga tidak ada ahli waris laki-laki, maka harta waris
turun temurun itu akan jatuh kepada anak laki-laki dari hubungan terdekat, dalam kisah ini
adalah Mr Collins, selaku sepupu dari putri-putri Mr. Bennet apabila nantinya Mr. Bennet telah
meninggal dunia. Akibat dari permasalahan yang cukup pelik ini, Mrs. Bennet sangat gencar
untuk segera menikahkan anak-anaknya dengan orang kaya, agar kehidupan mereka terjamin
nantinya.
Waktu yang dinanti oleh Mrs. Bennet akhirnya tiba juga, Dia mendengar bahwa
Netherfield Park telah disewa oleh seorang pemuda kaya raya yang berasal dari wilayah utara
Inggris yaitu Mr. Bingley. Mrs. Bennet melihat hal ini sebagai kesempatan besar untuk
mengenalkan putri-putrinya saat pesta penyambutan warga baru nantinya serta kesempatan
untuk mendapatkan pasangan yang kaya, sehingga Mrs. Bennet meminta suaminya untuk

mengunjungi Mr. Bingley saat sudah berada di Netherfield nanti sebagai bentuk
keramahtamahan. Mr. Bingley menolak usulan istrinya, namun sebenarnya Mr. Bingley
memang akan melakukan kunjungan kepada Mr. Bingley hanya saja dihapan sang istri, dia
menolak. Sebagai balasan, Mr. Bennet mengundang Mr Bingley untuk berkunjung
perpustakaannya barang sebentar, dari percakapan yang dilakukan terlihat bahwa Mr. Bingley
sangat berharap untuk bias bertemu dengan kelima putri-putri Mr. Bennet yang terkenal dengan
kecantikannya.
Untuk meneruskan usaha memperkenalkan anak-anaknya kepada Mr. Bingley, Mr.
Bennet mengundang Mr. Bingley untuk melakukan makan malam dirumahnya sekaligus untuk
menunjukkan reputasi rumah tangganya. Namun undnagan ini tidak merndapatkan respon
bagus dari Mr. Bingley, sebab dirinya akan berada dikota keesokan harinya. Desas desus
mengatakan bahwa kepergian Mr. Bingley ke kota adalah untuk menjemput rombongan yang
akan hadir juga saat pesta dansa nanti. Kabar ini terbukti bahwa pada saat pesta dansa Mr.
Bingley membawa kedua saudarinya, suami kakak sulungnya dan seorang temannya yakni Mr.
Darcy. Saat pesta dansa dimulai, dengan cepat Mr. Bingley mampu membuat semua yang hadir
dipesta menjadi kagum dengan dirinya. Namun disisi lain temannya, Mr Darcy juga menjadi
sosok yang menarik perhatian aura kebangsawanan, ketampanan, dan juga desas desus yang
mengatakan bahwa penghasilannya mencapai sepuluh ribu setahun. Namun semua itu langsung
berubah saat sikapnya memancing kejengkelan dan sangat untuk dibuat senang. Dia menolak
untuk berkenalan dengan orang diluar rombongannya dan hanya berkeliaran sepanjang acara
tanpa mengajak para gadis untuk berdansa maupun mengobrol. Mr. Bingley menawrkan Mr.
Darcy untuk berdansa bersama Elizabeth Benet, tapi Darcy dengan dinginnya dan membuang
muka ,dia berkata bahwa Elizabeth lumayan, tetapi tidak cukup cantik untuk memikatnya dan
ia malas untuk beramah tamah dengan gadis yang tidak diminati pria-pria lain.Elizabeth
menjadi kesal mendengar itu semua dan mulai membenci Mr. Darcy tidak terkecuali Mrs.
Bennet yang disaat itu juga langsung membenci Mr. Darcy. Namun dengan diam-diam Mr.
Darcy mengagumi keindahan mata yang dimiliki oleh Elizabeth. Selama pesta dansa
berlangsung,banyak sekali orang yang menghadiri pesta itu iri dengan Jane karena Mr. Bingley
bahkan sampai dua berturut-turut kali mengajak Jane untuk berdansa dan di pesta dansa itu
antara Jane dan Mr. Bingley tampak terjadi ketertarikan satu sama lain dan ini langsung

membuat Mrs. Bennet sangat gembira atas kedekatan mereka.Bagaimanapun Jane dan Bingley
sepertinya saling tertarik satu sama lain.
Beberapa hari setelah pesta dansa itu Mr. Bingley dan rombongannya pun datang ke
kediaman Mr. Bennet. dan dalam waktu singkat Jane telah mampu membuat Mrs.Hurst dan
Ms.Bingley merasa senang dengan Jane meskipun Elizabet mengetahui tentang kedua saudara
Mr. Bingley itu yang pada saat pesta dansa berlangsung menganggap sebelah mata semua orang
yang hadir tak terkecuali kakaknya.Dan pada kunjungan itu tampak dari sikap Mr. Bingley
kepada Jane bahwa perasaan Mr. Bingley telah berubah menjadi cinta. Dan sebenarnya Jane
pun merasakan hal yang sama namun berusaha menutupinya dari khalayak umum.
Di kediaman Sir.Lucas yang mana disitu Elizabeth telah sangat serius memperhatikan
tingkahlaku kakaknya dengan Mr. Bingley, tanpa dia sadari bahwa teman Mr. Darcy
memperhatikan Elizabet juga dengan serius. Disitu Mr. Darcy mulai menyadari atas kecantikan
yang dimiliki oleh Elizabeth atas kecerdasan dan keceriaannya.
Sementara itu,dua anak termuda Bennet, Catherine dan Lydia, justru menyibukkan diri
mereka dengan berkunjung ke Meryton untuk melihat dan bergosip tentang prajurit yang
ditempatkan di sana. Dan pada suatu hari dikarenakan kesenangan Miss.Bingley terhadap Jane,
maka dia pun mengundang Jane untuk mau berkunjung ke rumahnya di Netherfield. Dan
mendengar hal itu ibunda Jane sangat senang atas kunjungan itu dan menyuruh Jane untuk mau
berkunjung ke Netherfield dan akhirnya Jane pun berkunjung ke Netherfield dengan kuda. Dan
disaat yang bersamaan Mrs. Bennet berharap bahwa sesampainya Jane disana hujan akan turun
sehingga akan menunda kepulangan Jane dan pastinya akan membuat Jane tinggal disana dan
lebih dekat dengan Mr. Bingley. Dan ternyata hujan pun turun saat perjalanan Jane menuju
Netherfield sehingga menyebabkan Jane terserang demam, sehingga membuat Jane harus
menunda kepulangannya dan kemuadian mengirimkan surat pada Elizabeth yang menyatakan
bahwa dia terserang dirinya sedang demam dan tidak bisa pulang. Mendengar kejadian itu
Elizabeth merasa sangat cemas terhadap kakaknya namun berbanding terbalik dengan Mrs.
Benet yang justru merasa sangat senang, karena itu artinya Jane akan tinggal lebih lama dan
lebih bias dekat dengan Mr. Bingley.
Mendapatkan kabar yang membuatnya cemas, Elizabeth pun nekat pergi ke Netherfield
Park dengan berjalan kaki, sebab kuda yang ada tinggal satu dan itu akan dipergunakan oleh
Mr. Bennet, padahal jalanan sangat becek dan kotor akibat hujan yang terus turun pada hari

sebelumnya. Dengan kondisi badan yang kelelahan dan lusuh serta cipratan lumpur di
pakaiannya, Elizabeth pun sampai di Netherfield. Mr Bingley dengan sopan menerima
kedatangan Elizabeth, namun berbeda dengan kedua saudarinya yang menganggap bahwa itu
adalah tindakan yang sangat ceroboh dan bodoh, menembus jalan yang becek dan jauh hanya
untuk menemui kakaknya yang sedang sakit.
Namun di saat yang sama Mr. Darcy sangat mengagumi apa yang dilakukan oleh
Elizabeth. Karena kondisi Jane yang cukup parah membuat Elizabeth harus tinggal di
Netherfield sampai kondisi kakaknya membaik. Dan di saat Elizabeth sedang membaca bukiu,
tampak juga disitu Mr. Darcy yang sedang menulis surat sambil memperhatikan Elizabeth. Ms
Bingley pun berusaha untuk menarik perhatian Mr. Darcy dengan memuji tulisan Mr. Darcy
namun Ms. Bingley tidak mendapat tanggapan berarti dari Mr. Darcy yang disitu hanya
memperhatikan Elizabeth. Melihat kondisi itu Elizabethpun hanya tertawa dan itu membuat
Ms. Bingley kesal terhadap Elizabeth. Setelah kondisi Jane membaik akhirnya Elizabeth
meminta ayahnya mengirimkan kuda untuk mengantar mereka kembali ke Longbourn
sementara itu Mrs. Bennet masih berharap Jane bisa tinggal lebih lama disana, dan setelah kereta
datang akhirnta merekapun pulang ke Longbourn.
Dan pada suatu hari Mr. Bennet menerima surat dari sepupunya Mr.Collins yang kelak
akan mewarisi kekayaan Mr. Bennet. Mendengar hal itu Mrs. Bennet merasa tidak senang atas
kedatangan Mr.Collins. Dan hari itu pun tiba dimana Mr.Collins datang ke Longbourn.
Mr.Collins adalah seorang pendeta dan diangkat oleh seorang wanita kaya yang bernama Lady
Ctherine de Brough.Sesampainya Mr.Collins di Longbourn dia terus bercerita tentang kebaikan
Lady Catherine dan dia juga menceritakan tentang alasan kedatangannya ke Longbourn yang
diketahui ingin mencari istri dari keluarga Bennet. Mendengar hal itu Mrs. Bennet cukup lega
karena hartanya masih akan menjadi milik salah satu dari putrinya yang nanti akan dinikahi oleh
Mr.Collins. Dan disaat Elizabeth sedang bersama dengan Mr.Collins, Mr.Collins pun langsung
mengatakan ketertarikannya atas kecantikan dan kecerdasan Elizabeth dan akan membuat Lady
Catherine akan senang dengan pilihannya dan meminta Elizabeth untuk menjadi istrinya.
Mendengar ucapan itu Elizabeth langsung menolak lamaran dari Mr.Collins. Mendengar bahwa
Elizabeth menolak lamaran Mr.Collins, Mrs Bennet pun langsung memarahi Elizabeth dan
menyuruh Mr. Bennet membujuk Elizabeth menerima lamaran Mr.Collins, namun bukan malah

ditanggapi baik oleh suaminya, Mr. Bennet malah setuju atas sikap Elizabeth. Akibat dari semua
ini Mrs. Bennet marah dan tidak mau berbicara dengan Elizabeth.
Penolakan yang dilakukan oleh Elizabeth terhadap Mr.Collins tidak hanya dikarenakan
tidak tertariknya Elizabeth terhadap Mr.Collins melainkan karena Elizabeth sudah memberi
perhatian Mr.Wickham, yang mana beberapa hari sebelumnya Mr. Collins menemani putri-putri
Bennet ke rumah bibi mereka Mrs.Philips di Meryton,di sana mereka berjumpa dengan seorang
prajurit bernama Denny, Denny memperkenalkan teman nya Mr.Wickham kepada mereka.
Putri-putri Bennet melihat bahwa Wickham sangat menawan dan tampan. Disaat yang sama
lewatlah Mr. Bingley dan Mr. Darcy dan tampak Mr. Darcy menatap kearah Mr.Wickham
dengan tatapan yang berbeda.
Beberapa hari setelah itu Mrs. Philips mengundang putri-putri Bennet ke rumahnya dan
disitu tampak Mr.Wickham dan karena dari pertama bertemu Elizabeth terlihat senang dengan
Mr.Wickham maka dalam acara itu ketika Mr.Wickham duduk disebelahnya dia merasa sangat
senang dan disitu Mr.Wickham berbicara tentang keburukan Mr,Darcy dan juga tentang ayah
baptisnya almarhum ayah Mr. Darcy. Dia menceritakan tentang perubahan sikap Mr. Darcy
sesaat setelah ayah Baptisnya meninggal. Mr. Darcy sangat jahat terhadapnya dan mengambil
harta yang seharusnya menjadi miliknya namun karena tidak memiliki surat yang resmi maka
Mr. Darcy tidak memberikan haknya. Elizabeth pun mendengarkannya dengan serius dan
percaya atas apa yang dibicarakan oleh Mr.Wickham dan berprasangka yang buruk terhadap
Mr. Darcy.
Setelah menolak lamaran dari Mr.Collins, Elizabeth tidak mau lagi terlalu dekat dengan
Mr.Collin dan dia menyuruh sahabat dekatnya yang juga putri dari Sir Lucas,Charlotte Lucas
untuk menemani Mr.Collins. Tak disangka ternyata Charlotte memberikan perhatian lebih
terhadap Mr.Collins dan mengetahui hal itu setelah Mr.Collins kembali ke rumahnya dia pun
kembali ke Longbourn, ternyata dia tidak bermaksud untuk menemui Elizabeth melainkan
untuk melamar Charlotte menjadi istrinya, dan akhirnnya merekapun menikah. Mrs. Bennet pun
tidak suka atas hal itu.
Setelah beberapa waktu , tiba-tiba saja terdengar kabar mengejutkan bahwa Mr. Bingley beserta
saudara-saudarinya dan Mr. Darcy telah meninggalkan Netherfield dan kembali ke London.
Tidak ada penjelasa khusus dari Mr. Bingley atas kepergiannya itu, hanya sepucuk surat dari
Caroline yang tanpa tujuan jelas menjelaskan kepindahan mereka dan menceritakan bahwa Mr.

Bingley kakaknya sangat menyukai adik Mr. Darcy, Ms.Georgina Darcy. Hal ini tentu saja
sangat memukul perasaan Jane yang sudah terlalu berharap terhadap Bingley, Elizabeth pun
turut terpukul atas kejadian yang menimpa kakaknya. Elizabeth mengambil kesimpulan bahwa
adik Mr. Bingley lah yang menyebabkan perpisahan kakaknya dengan Mr. Bingley.
Karena ingin bertemu Bingley,Jane ikut ke rumah bibinya, Mrs.Gardiner di
London.Tetapi disana ia justru tak pernah sama sekali bertemu Bingley.Sementara itu,Elizabeth
pergi bersama sir William Lucas dan Maria (adik Charlotte) untuk mengunjungi Charlotte di
Hunsford. Selama di Hunsford,mereka sering di undang ke kediaman Lady Catherine de
Bourgh,yang merupakan bibi dari Darcy.Disana Elizabeth sering menatap Miss de Bourgh yang
kabarnya akan di jodohkan dengan Darcy. Setelah beberapa hari disana Elizabeth mendapat
kabar bahwa Mr. Darcy bersama sepupunya kolonel Fitzwilliam akan berkunjung ke rumah
Lady Catherine. Dan keesokannya terdengar suara ketukan pintu dan ketika dibuka ternyata Mr.
Darcy sudah berada di depannya. Setelah beberapa waktu Mr. Darcy mengungkapkan rasa
sukanya terhadap Elizabeth dan karena mendengar kejelekan Mr. Darcy dari Mr.Wickham,
Elizabeth pun menolak keras lamaran itu dan menceritakan pa yang telah dikatakan oleh
Mr.Wickham tentang nya. Lantas Mr. Darcy langsung keluar dengan wajah kecewa dan
berselang kemudia Elizabeth mendapat sebuah surat dari Mr. Darcy tentang apa yang dikatakan
oleh Mr.Wickham diapun menceritakan tentang kebohongan Mr.Wickham atas tuduhannya,
karena sebenarnya Mr.Wickham lah yang telah mengecewakan ayahnya dengan tidak menjadi
pendeta dan bermabuk-mabukan. Membaca surat itu Elizabeth merasa bersalah karena telah
berprasangka terhadap Mr. Darcy.
Beberapa hari setelah itu Elizabeth mendapat kabar dari Longbourn bahwasanya adik
bungsu mereka telah pergi bersama dengan Mr.Wickham disaat Lydia sedang berada di
Brighton. Mendengar hal itu Elizabeth dan Jane langsung kembali ke Longbourn dan disaat
yang hampir bersamaan Mr. Bennet telah berada di London untuk mencari Lydia, mereka semua
beranggapan bahwa Lydia dan Mr.Wickham telah menikah. Setelah beberapa saat Mr.Gardiner
paman dari Elizabeth memberikan kabar kepada keluarga Bennet bahwa dia telah menemukan
Lydia dan Mr.Wickham dan meminta Mr. Bennet merestui pernikahan mereka dengan beberapa
persyaratan. Dan akhirnya Mr. Bennet pun memberikan izinnya. Setelah itu pesta pernikahan
merekapun berlangsung di Longbourn. Setelah itu tanpa sengaja Lydia mengucapkan kata Mr.
Darcy dan Elizabeth pun penasaran dan mencari tahu tentang hubungan Mr. Darcy dengan

pernikahan Lydia. Dan belakangan diketahui bahwa Mr. Darcy lah yang memiliki andil besar
atas ditemukannya Lydia dan Mr.Wickham dan persyaratan-persyaratannya. Mendengar hal itu
Elizabeth menjadi semakin suka dengan Mr. Darcy.
Mendengar bahwa Mr. Darcy menyukai Elizabeth, maka Lady Catherine tidak ambil
diam. Dia langsung menemui Elizabeth dan mengatakan tentang ketidaksenangannya terhadap
kabar itu. Namun Elizabeth menentangnya karena dia merasa telah jatuh cinta terhadap Mr.
Darcy.
Berselang setelah itu kabar tentang datangnya Mr. Bingley pun terdengar ke Longbourn
. Dan Mr. Bingley pun mengunjungi rumah Mr. Bennet dan berniat untuk melamar Jane dan
Mr. Darcy pun mendampinginya dan setelah mengungkapkan perasaannya kembali kepada
Elizabeth dan melamarnya. Akhirnyapun Elizabeth dengan senang hati menerima lamaran itu.
Dan Elizabeth pun memberitahukan kabar itu kepada keluarga Bennet dan yang semula dikir
bahwa Mrs. Bennet akan marah malah senang dengan hal itu. Dan akhirnya Jane dan Mr.
Bingley menikah begitu pula dengan Elizabeth dan Mr. Darcy. Mrs. Bennet merasa sangat
bahagia ketiga anaknya telah menikah, dengan penghasilan yang tinggi itu sungguh
membuatnya bahagia. Walupun kadang, Lydia dan Wickham masih sering mengirimi surat
untuk meminta bantuan pada Jane dan Elizabeth, diam diam Jane dan Elizabeth menyisihkan
sebagian uang hasil penghematan kepada Lydia karena merasa iba akan hidupnya. Elizabeth
dan Mr. Darcy hidup bahagia di kediaman Mr. Darcy di Pemberly House.
Fin-

1. Unsur komunikasi
a. Pengirim
Orang yang memiliki informasi dan kehendak untuk menyampaikan kepada penerima
informasi.
Salah satunya adalah Mr Darcy yang hendak memberi tahu fakta sebenarnya kepada
Elizabeth tentang hubungan antara dirinya dengan Mr. Wickham dimasa lalu.
b. Encoding
proses mengubah informasi ke dalam isyarat isyarat atau simbol simbol tertentu untuk
ditansmisikan. Proses penyandian ini dilakukan oleh pengirim.
Untuk menjelaskan gagasannya kepada Elizabeth, Mr Wickham menuliskan dalam
sepucuk surat. Gagasan yang ada dipikiran Mr. Wickham dirubah menjadi bentuk
tulisan agar nantinya dapat dimengerti oleh penerima (Elizabeth)
c. Pesan
informasi yang hendak disampaikan oleh pengirim kepada penerima informasi dalam
komunikasi. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media
komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau
propaganda. Dalam bahasa inggris pesan biasanya diterjemahkan dengan kata
message, content atau informasi.
Dalam surat yang diberikan kepada Elizabeth, Mr. Darcy memberikan informasi terkait
berita yang yang disampaikan oleh Mr. Wickham kepada Elizabeth.
d. Media
Alat sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada
khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi
antarmanusia, media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindra
manusia seperti mata dan teliga. Dalam novel ini media yang menghubungkan antara
tokoh utama (Elizabeth dan Mr. Darcy) adalah mata dan telinga.
Mr. Darcy berdiri cukup dekat dengannya sehingga dia bisa mendengar
percakapannya dengan Mr. Bingley (halaman 19)

Yang mana maksudmu? Mr. Darcy menoleh dan dia sejenak melihat Elizabeth hingga
tatapan mereka bertemu. .. (halaman 20)
Akibat dari kata kata yang dikeluarkan Mr. Darcy inilah timbul prasangka didalam diri
Elizabeth bahwa Mr. Darcy adalah orang yang sangat menjengkelkan.
Ada juga media antarpribadi. Ketika Mr. Wickham menceritakan kepada Elizabeth
tentang betapa jahatnya Mr. Darcy kepada dirinya dengan tidak memberikan harta
yang seharusnya diterima dari ayah baptisnya (Ayah baptis Mr. Wickham adalah ayah
kandung Mr. Darcy), Mr Wickham memanfaatkan kedekatannya dengan Elizabeth
untuk semakin membenci Mr. Darcy.
Selain itu, media yang terdapat didalam novel ini adalah surat dari Mr. Darcy kepada
Elizabeth yang berisi informasi dan penjelasan tentang masa lalu Mr. Wickham dan
Mr. Darcy, mampu merubah pandangan Elizabeth terhadap Mr. Darcy.
e. Decoding
Decoding adalah proses penerjemahan lambang-lambang berupa bunyi/tulisan yang
dikirim oleh pengirim pesan. Proses ini dilakukan oleh penerima pesan.
Elizabeth menerjemahkan tulisan Mr. Darcy dalam suratnya sebagai sesuatu hal yang
sangat diluar perkiraannya.
dia merasakan berbagai macam emosi berkecamuk di dadanya (halaman 311)
Decoding ini yang akan memengaruhi receiver/ penerima dalam memberikan feedback
f. Penerima
Pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri
satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelempok, partai atau negara. Penerima biasa
disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan, atau
dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver.
Penerima: Elizabeth. Elizabeth menjadi receiver dari pesan yang disampaikan oleh Mr.
Wickham dan Mr. Darcy. Yang mana isi pesan tersebut isinya bertolak belakang
Didalam komunikasi tidak dapat dipungkiri pasti terdapat banyak gangguan/ noise.
Salah satu gangguan yang muncul antara komunikasi Mr. Darcy dan Elizabeth adalah

cerita palsu yang dikembangkan oleh Mr. Wickham kepada Elizabeth. Sehingga cerita
tersebut memengaruhi persepsi Elizabeth terhadap Mr. Darcy
g. Feedback
Elizabeth menanggapi pesan yang tertulis dalam surat dari Mr. Darcy melalui sikapnya
yang menunjukkan permintaan maaf telah berprasangka buruk padanya sebelum
mengetahui fakta yang sebenarnya.

2. Bentuk Komunikasi
a. Komunikasi verbal
Suatu jenis dari kegiatan percakapan atau penyampaian pesan maupun informasi yang
dilakukan seseorang kepada orang lain, baik itu disampaikannya secara lisan maupun
secara tulisan.
Contoh;
Kamu tentunya tahu, Miss Bennet, tentang alasanku dating kemari. Hatimu,
firasatmu, pasti telah memberitahumu mengapa aku datang. (halaman 531)
Ini menunjukkan bahwa ada seseorang yang sedang mencoba untuk melakukan
pembicaraan dengan Miss Bennet.
b. Komunikasi non-verbal
Suatu proses dari komunikasi yang dimana penyampaian informasi atau pesannya tidak
memakai kata-kata komunikasi ini sering disebut juga dengan bahasa isyarat. Bentuk
dari komunikasi nonverbal ini memakai gerakan seperti misalnya: bahasa tubuh,
ekspresi wajah, dengan kontak mata dan lain sebagainya.
Dijumpai dalam cerita ini bahwa ketika Lady Catherine merasa tidak suka akan
kenyataan bahwa Mr. Darcy mencintai Elizabeth Bennet, Lady Catherine
menggunakan wibawanya untuk menekan Elizabeth agar menggagalkan niatnya
menikah dengan Mr. Darcy. Lady Catherine menggunakan gerakan tubuh yang

menegaskan bahwa dia lebih berkuasa daripada Elizabeth, termasuk melakukan nada
bicara yang sangat ditekankan (paralanguage).
Contoh;
Miss Bennet, jawab Lady Catherine dengan nada marah, kamu seharusnya tidak
mempermainkan saya. (halaman 532)
3. Sifat Komunikasi
a. Komunikasi formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi yang tata caranya telah diatur
dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar
dan sebagainya.
b. Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi didalam kehidupan sehari-hari, tidak terkat pada peraturan
tertentu.
Contoh;
Sebuah desas-desus mengatakan bahwa rombongan Mr. Bingley akan terdiri dari
dua belas orang wanita dan tujuh pria (halaman 18)