Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM II

PENGUJIAN TERHADAP GRANUL

A. Tujuan
Memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bagaimana cara
pengujian terhadap granul
B. Tinjauan Pustaka
Granul adalah sediaan bentuk padat berupa partikel serbuk dengan
diameter 2-4 mikrometer dengan atau tanpa ventikulum. (Lachman, 1994)
Granulasi adalah suatu proses pembesaran ukuran ketika partikel-partikel kecil
dibentuk menjadi gumpalan yang lebih besar, kuat secara fisik, sedangkan partikel
orisinil masih dapat diidentifikasi. (Lachaman, 1994)
Keuntungan dan kerugian granul dalam sediaan granul (multiunit)
memiliki beberapa keuntungan dan kerugiaan disbanding dengan sediaan tunggal,
keuntungan antara lain lebih mudah diperkirakan waktu pengosongannya
dilambung, variasi absorbsiya rendah dan memiliki resiko yang lebih rendah
untuk terjadinya dose dumping.
Beberapa sediaan granul (multiunit) dibandingkan sediaan tunggal antara lain
proses pembuatannya lebih sulit dan lebih mahal, dan proses pengisian kekapsul
gelatin sulit terutama untuk partikel yang berbeda ukuran.
Bentuk evaluasi granul :
1. Metode alir (metode flodex)
Metode ini berdasarkan pada kemampuan serbuk untuk jatuh
secara bebas melalui lubang diameter tertentu dengan demikian index sifat
alir (flowabiliity index) dinyatakan sebagai diameter (milimeter) terkecil
yang dapat dilalui serbuk secara bebas pada pengulangan tiga kali secara
berurutan.
K 490 x r x d
Keterangan :
K = Koefisien friksi internal idones perquare centimeter atsu porse
r = Radiks (cm) terkecil yang dapat dilalui serbuk secara bebas
d = non topped bulk denaty serbuk (gram per milliliter)

Dapat dinyatakan bahwa serbuk yang dimilikiviskositas k dan non topped


bulk density (d) memiliki sifat alir yang bagus (free flowing) . Jika :
r K / (490 x d)
(Lachman, 1994)
2. Sudut diam
Sudut diam dapat ditentukan dengan menggunakan peralatan
sederhana yaitu menuangkan sampel melalui corong kemudian mengukur
sudut yang terbentuk (2) menjadi sudut diam adalah sudut yang terbentuk
oleh serbuk pada permukaan horizontal. Biasanya sudut diam yang
dibentuk oleh serbuk farmasetis berkisar antara 20-40 , dan secara umum
serbuk semakin rendah sudut diam maka serbuk semakin baik sifat alirnya
(free flowing)
(Lachman, 1994)
3. Uji pengetapan
Pengukuran sifat alir dengan metode pengetapan / topping terhadap
sejumlah serbuk dengan menggunakan alat volumeter / mecanical topping
dennee pengetapan dilakukan dengan mengamati perubahan volume
sebelum pengetapan (Vo) dan volume setelah konstan (Vt)
(Sulaiman, 2007)

C. Formula
Formulasi

Bahan

Formula

Laktosa

100 gram

Amylum Manihot

100 gram

Muchilago Amili (10%)


D. Alat dan Bahan

100 gram

1. Alat
Neraca
Statik
Gelas Ukur 100 ml
2. Bahan
Laktosa
Amylum manihot
Muchilago amili

E. Cara Kerja
1. Kecepatan alir
1.
Timbang 100 gram granul basah pada percobaan sebelumnya
2.
3.
4.

Tuangkan secara perlahan granul kedalam corong dan pastikan


lubang corong tertutup rapat
Setelah semua granul masuk kedalam corong, lalu
buka penutup corong secara perlahan
Catat berapa lama waktu yang diperlukan granul untuk
mengalir keluar dengan stopwatch

5.
Lakukan replikasi 3 kali
2. Pengamatan sudut diam
1.
2.

Timbang granul 100 gram masukan dalam corong secara perlahan


lewat pinggir porong, sementara tutup bagian bawah corong
Buka penutupnya dan biarkan serbuk itu keluar

3.
Ukur tinggi kerucut yang terbentuk
3

4.
Ulangi percobaan sebanyak 3 kali
3. Uji Pengetapan
1.
Tuangkan granul secara perlahan kedalam gelas ukur sampai
volume 50 ml
2.

3.

Setelah masuk kedalam gelas ukur, lakukan pengetapan sebanyak


30,50,100 kali pengetapan, lakukan terus hingga serbuk tidak turun
lagi (volume konstan)
Catat tingginya, hitung berat granul, hitung harga tap, buat kurva Log
Vo/Vt sebagai banyaknya fungsi pengetapan

F. Hasil Percobaan
1. Kecepatan Alir

Kecepatan Alir
Replikasi
I (18/25)

II (25/35)

III (40/50)

IV (12)

19,02 g / dt

19,64 g / dt

17,25 g / dt

18,04 g / dt

II

21,5 g / dt

19,13 g / dt

15,22 g / dt

19,57 g / dt

III

16,28 g / dt

19,13 g / dt

15,85 g / dt

21 g / dt

Rata-Rata

18,93 g / dt

19,30 g / dt

16,10 g / dt

19,53 g / dt

Sifat Alir

Sangat Baik

Sangat Baik

Sangat Baik

Sangat Baik

2. Sudut Diam
I (18/25)
Replikasi

II (25/35)

III (40/50)

IV (12)

1,5 cm

4,5 cm

1,5 cm

4,25 cm

2 cm

4,75 cm

2 cm

4 cm

II

1,5 cm

4,25 cm

1,5 cm

4,5 cm

2 cm

5 cm

1,5 cm

4,25 cm

III
Rata-

1,5 cm

4,5 cm

1,5 cm

4,5 cm

2 cm

4,5 cm

1,5 cm

4,25 cm

1,5 cm

4,61 cm

1,5 cm

4,41 cm

2 cm

4,75 cm

1,66 cm

4,16 cm

Rata
Tg I

Tg II

Tg III

Tg IV

Tg = 0,34

tg = 0,34

Tg =0,42

Tg = 0,39

= 18,77

= 18,77

= 22,78

= 21,305

Sangat Baik

Sangat Baik

Sangat Baik

Sangat Baik

tg = h/r
3. Pengetapan

Ketukan

Vo

Vt

50

10

48

50

50

47

50

100

47

Perhitungan Pengetapan
Tap (%) = Vo Vtkonstan

x 100 %

Vo
= 50 47
50
= 6%

x 100 %

(Sifat Alir Sangat Baik)

Nilai Kompresibilitas (C)


-

C = rk ro
rk
= 0,40 0,38
0,40
=5%

x 100 %

x 100 %

rk = M / Vk
= 19 / 47
= 0,40
ro = M / Vo

Log Vo / Vt
0,017
0,025
0,025

= 19 / 50
= 0,38

G. Pembahasan
Pada praktikum kali ini mahasiswa telah melakukan proses pengujian sifat
fisik terhadap granul dan tidak mengalami kesulitan. Granulasi adalah suatu
proses pembesaran ukuran ketika partikel-partikel kecil dibentuk menjadi
gumpalan yang lebih besar, kuat secara fisik, sedangkan partikel orisinil
masih dapat diidentifikasi.
Dalam praktikum kali ini alat yang digunakan Neraca, Statik, Gelas Ukur
100 ml Bahan yang digunakan adalah Laktosa, Amylum manihot, Muchilago
amili. Hal pertama yang dilakukan adalah menimbang laktosa, amilum
manihot, dan muchilago amili. Pada praktikum yang dilakukan, laktosa dan
amilum manihot ditimbang masing-masing sebanyak 80 gram. Setelah itu
membuat muchilago amili dengan cara menimbang sebanyak 10 gram lalu
ditambahkan aquadest sampai 100 ml dan setelah itu dipanaskan sampai
mendidih lalu dinginkan. Setelah dingin lalu muchilago amili dimasukkan
kedalam campuran laktosa dan amilum manihot sedikit demi sedikit sampai
terbentuk massa granul yang baik, lalu catat muchilago amili yang digunakan.
Pada praktikum ini muchilago amili yang digunakan adalah sebanyak 30 ml.
Setelah terbentuk menjadi massa granul yang baik lalu granul basah diayak
dengan ayakan no. 18/25, no. 25/35, no. 40/50, dan no.12 dan masukkan
kedalam kertas sebanyak 4 dengan masing-masing kertas sebanyak 27 gram

dan setelah itu masukkan kedalam oven dengan suhu 600C. Pengeringan
dilakukan selama 1 jam. Setelah itu dilakukan uji kecepatan alir, sudut diam
dan pengetapan. Pengujian harus dilakukan dengan teliti karena kalau tidak
akan berpengaruh pada hasil pengujian. Pada uji kecepatan alir, sifat alir
dikatakan sangat baik apabila kecepatan alirnya >10. Dari praktikum setelah
dilakukan 3x replikasi dan dihitung kecepatan alirnya, sifat alir dikatakan
sangat baik karena >10. Kecepatan alir untuk penimbangan I ayakan no.
18/25 = 18,93 g/dt, II ayakan no. 25/35 = 19,30 g/dt, III ayakan no. 40/50 =
16,10 g/dt, IV ayakan no. 12 = 19,43 g/dt.
Pada pengamatan sudut diam, sudut diam dinyatakan dalam tg = h/r,
pada praktikum setelah dilakukan 3x replikasi, diperoleh sudut diam untuk
penimbangan I ayakan no. 18/25 = 18,77, II ayakan no. 25/35 = 18,77, III
ayakan no. 40/50 = 22,78 dan IV ayakan no. 12 = 21,30 . Tipe aliran
dikatakan sangat baik apabila sudut diamnya <25.
Pada uji pengetapan, harga Tap T(%) yang diperoleh 6%, sifat alir
dikatakan sangat baik apabila harga Tap yang diperoleh adalah 5-11 %. Harga
Tap diperoleh dari, ((Vo-Vtkonstan)/Vo)x100%.
H. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah :
1. Telah dilakukan proses pengujian sifat fisik terhadap granul dan tidak
mengalami kesulitan.
2. Muchilago amili yang digunakan adalah sebanyak 30 ml
3. Pada uji kecepatan alir, sifat alir sangat baik. Kecepatan alir untuk
penimbangan I ayakan no. 18/25 = 18,93 g/dt, II ayakan no. 25/35 =
19,30 g/dt, III ayakan no. 40/50 = 16,10 g/dt, IV ayakan no. 12 = 19,43
g

/dt.
4. Pada pengamatan sudut diam, tipe alirannya sangat baik, diperoleh
sudut diam untuk penimbangan I ayakan no. 18/25 = 18,77, II
ayakan no. 25/35 = 18,77, III ayakan no. 40/50 = 22,78 dan IV
ayakan no. 12 = 21,30 ..
5. Pada uji pengetapan, harga Tap T(%) yang diperoleh 6%, sifat alir
dikatakan sangat baik.

I. Daftar Pustaka
Lachman, L dkk. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri Edisi III.
Universitas Indonesia : Jakarta
Sulaiman, T. N. S . 2007. Teknologi dan Formulasi Sediaan Tablet.
Laboraturium Teknologi Farmasi UGM : Yogyakarta