Anda di halaman 1dari 7

I.

NAMA ALAT TES


Nama Asli Tes

: Study Of Values

Nama Indonesia

: Skala kecenderungan motif kepribadian dan minat dasar

Penyusun

: Gordon W. Alport
Philip E.Vernon
Gardner Lindzey

II. LATAR BELAKANG PEMBUATAN TES


Study of values untuk edisi pertama diterbitkan dalam tahun 1931. Studi selanjutnya
oleh Gordon W. Alport, Philip E. Vernon dan Gardner Lindzey, menghasilkan edisi yang
kedua dalam tahun 1951, edisi yang ketiga oleh pengarang yang sama diterbitkan tahun
1960. Dan tahun 1970 diterbitkan kembali oleh penerbit The Riverside Publishing
Company, Chicago.
Tes ini adalah berupa suatu inventory kepribadian yang berstruktur. Inventory
kepribadian yang berstruktur ini terdiri dari pertanyaan pertanyaan atau pernyataan
pernyataan tertentu yang hanya ada satu jawaban tertentu.

III. ADMINISTRASI
a. Waktu
Waktu yang digunakan untuk mengerjakan tes study of value ini lebih kurang 30
menit.
b. Alat alat yang digunakan
1. Buku soal SOV
2. Lembar jawaban SOV
3. Lembar skoring SOV
4. Norma SOV
5. Alat tulis ( bolpoin, pensil )
c. Pelaksanaan
Pelaksanaan tes ini bersifat klasikal yaitu dimulai secara bersama sama dan
diakhiri secara bersama sama. Selain itu tes ini juga dapat dilaksanakan secara
individual.
d. Langkah langkah tes
1. Pembagian buku soal SOV beserta lembar jawaban SOV kepada testee.
2. Pengisian identitas pada lembar jawaban.
3. Pemberian instruksi kepada testee tes bagian I.
4. Memulai tes pada bagian I.
5. Menghentikan tes untuk bagian I.
6. Pemberian instruksi kepada testee tes bagian II.
7. Memulai tes bagian II.
8. Menghentikan tes untuk bagian II dan mengakhiri tes.

9. Buku serta lembar jawaban SOV dikumpulkan kembali.


e. Instruksi
Dalam pengerjaan tes, pada bagian I subyek diminta untuk menjawab
pernyataan yang sesuai dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh subyek,
dengan cara mengisikan angka jawaban pada kotak kotak yang tersedia pada
lembar jawaban. Apabila diantara pilihan- pilihan jawaban tersebut sama-sama
menarik atau tidak menarik subyek tetap diminta untuk memilih salah satu
jawaban yang mendekati apa yang dipirkan atau yang dirasakan subyek.
Untuk setiap pernyataan disediakan 4 angka ( 0 dan 3 ) untuk subyek isikan
pada lembar jawaban dengan cara memberikan angka 3 pada pernyataan yang
disetujui, 0 pada pernyataan yang tidak disetujui. Memberikan angka 2 untuk
pernyataan yang sesuai, 1 untuk pernyataan yang tidak sesuai.Contoh :
-

Jika setuju dengan jawaban ( a ) dan


tidak setuju dengan jawaban ( b ).Tulislah
angka 3 pada kotak (a) dan angka 0 pada

kotak (b).
-

Jika menurut anda pernyataan (a) tidak sesuai


dan pernyataan (b) lebih sesuai. Tulislah angka

a
1

b
2

1 pada kotak (a) dan 2 pada kotak (b).Begitu


juga sebaliknya.
Pada bagian II, setiap pernyataan diikuti 4 pilihan sikap atau jawaban. Susunan
ke 4 pilihan sesuai dengan pendapat dan perasaan. Dengan mengisikan angka 1
4 pada kotak kotak yang tersedia pada lembar jawaban, subyek diminta untuk
mengurutkan pernyataan pernyataan yang ada pada lembar soal dengan
memberikan nilai 1-4. Bila jawaban jawaban yang tersedia tidak sesuai
dengan yang dipikirkan atau yang dirasakan subyek, subyek harus tetap
mengisinya. Dengan memberikan skor 4 untuk yang paling menarik sampai
dengan skor 1 untuk yang paling tidak menarik.
Subyek tidak diperkenankan untuk mencorat coret buku soal.

IV. KEGUNAAN
Kegunaan dari study of value ini adalah untuk mengungkap enam dasar minat dan motif
dalam kepribadian yang relative menonjol yaitu Teoritis, Ekonomis, Estetis, Sosial,
Politik dan Religius.

V.

VI.
VII.

V. SKORING TES
Penyekoran nilai nilai pada tes ini melalui langkah langkah sebagai berikut :

1. Menjumlahkan tiap lajur vertical pada lembar jawaban sesuai dengan kelompoknya.
Dimana bagian 1 dibagi atas 4 kelompok, yaitu kelompok item 1 s/d 8, kelompok item
9 s/d 16, kelompok item 17 s/d 23, kelompok item 24 s/d 30. Pada bagian II dibagi atas
3 kelompok , Yaitu item 1 s/d 6, kelompok item 7 s/d 11 dan kelompok item 12 s/d 15.
2. Menuliskan kembali atau memindahkan jumlah skor dari masing masing kelompok
pada lembar jawaban ke lembar skoring.
3. Melakukan perhitungan pada lembar skoring yang sudah diisi dengan skor dari lembar
jawaban, dengan menambahkan angka korelasi. Dengan tidak lupa mencocokan jumlah
skor pada tiap baris harus sama dengan skor yang sudah tercantum dilembar scoring.
4. Membuat profil nilai, dimana nilai profil didapatkan dari table scoring yang sudah diisi.
5. Untuk interpretasi, kita perlu melihat norma untuk tiap jenis kelamin dan tipe
kepribadiannya, karena pembagian skor tersebut tergolong tinggi, sedang atau rendah
berbeda berdasar atas jenis kelamin dan tipe kepribadiannya.

VI.INTERPRETASI
Menurut Spranger, tipe kepribadian manusia dapat digolongkan menjadi enam tipe
yaitu tipe teoritis, tipe ekonomis, tipe social, tipe estetis, tipe politis dan religius.
1) Tipe Teoritis
Minat manusia teoritis terutama adalah menemukan kebenaran. Ditandai dengan
mengambil suatu sikap yang murni kognitif, seseorang yang menyingkirkan atau
membebaskan dirinya dari pertimbangan pertimbangan mengenai objek objek
yang indah atau jelek, yang berguna atau tidak berguna. Yang penting baginya hanya
benar atau tidak benar karena pendekatan minat manusia teoritis adalah empiris,
kritis, dan rasional, maka ia adalah seorang intelektual sejati.Tujuan utama dalam
hidupnya adalah pengetahuan yang sistematis.
2) Tipe Ekonomis
Manusia ekonomis ditandai dengan minatnya terhadap apa yang berguna atau
bermanfaat.Terutama didasarkan atas kepuasan akan kebutuhan jasmaniah, tertarik
untuk mengembangkan nilai kegunaan, mencakup urusan urusan yang praktis
dalam dunia bisnis, produksi, pemasaran, konsumsi yang baik, perluasan
kepercayaan, pengumpulan kekayaan dengan cermat. Sikap ekonomis sering
menimbulkan konflik dengan nilai nilai yang lainnya, manusia ekonomis
menghendaki pengetahuan yang praktis dan yang diutamakan bukanlah kebenaran
pengetahuannya melainkan guna atau manfaat dari pengetahuan itu. Dalam
berhubungan dengan orang, ia kemungkinan besar akan jauh lebih tertarik pada
kekayaan material daripada menguasainya ( sikap politik ) atau dalam membantunya
atau ( sikap social ).
3) Tipe Estetis
Manusia estetis mencari keindahan. Bentuk dan harmoni merupakan nilai yang
tertinggi baginya.Tiap pengalaman hanyalah dinilai dari sudut keagungan,
kesimetrisan atau keserasian.Ia memandang kehidupan itu sebagai suatu rentetan
peristiwa atau kejadian yang masing-masing dinikmati untuk kepentingannya sendiri.
Sikap estetis bertentangan dengan sikap teoritis, sikap teoritis hanya meninjau dari

segi kenyataan, sedangkan estetis berupa penghayatan bersifat subyektif, kongkret


dan keharmonisan. Dalam bidang social ia mungkin mengutarakan tertarik pada
orang tetapi bukan dalam kesejahteraan, ia cenderung kearah individualis dan
mandiri. Orang- orang estetis suka dengan lambang-lambang kebesaran dan
kekuasaan tetapi menentang aktivitas politik.
4) Tipe Sosial
Nilai yang tertinggi bagi manusia social adalah cinta kasih antar sesame manusia.
Dimana dalam tes ini yang diukur adalah aspek mementingkan kepentingan orang
lain ( altruistic ) atau cinta sesama manusia ( philanthropic ). Manusia social
menjunjung orang lain ( sesama ) sebagai tujuan,oleh karena itu mereka sendiri baik
hati, simpatik, dan tak mementingkan diri sendiri. Dan memandang estetis, politis,
teoritis dengan sikap yang dingin dan kurang manusiawi.Perbedaan manusia social
dengan tipe politis yaitu manusia social menganggap cinta kasih itu sendiri
merupakan satu satunya bentuk hubungan antar manusia yang paling sesuai.
Spranger menambahkan bahwa bentuk minat social yang paling murni adalah tak
mementingkan diri sendiri ( sepi ing pamrih ).
5) Tipe Politis
Manusia politis atau kuasa terutama tertarik sekali pada kekuasaan. Aktivitas
aktivitasnya tidak terbatas dalam bidang politik, tetapi dalam bidang pekerjaan
apapun, dan
memperlihatkan dirinya sebagai seorang Machtmench. Karena
kompetisi dan perjuangan memainkan peran dalam seluruh kehidupannya, maka
beberapa orang filosuf memandang kekuasaan itu sebagai motivasi yang paling
universal dan yang paling mendasar. Akan tetapi kepribadian tertentu akan
menimbulkan akspresi yang mengatur ini adalah yang paling tinggi, kehendak atau
hasrat yang lebih tinggi lainnya. Semuanya untuk kekuasaan, pengaruh dan
kemasyuran pribadi. Maka semboyan pengetahuan adalah kekuasaan merupakan
prinsip yang tertinggi baginya.
6) Tipe Religius
Nilai tertinggi pada unity adalah manusia mistis yang berusaha mencari dan
menghayati nilai nilai rohaniah, sebagai nilai tertinggi yang nantinya memberikan
makna bagi keseluruhan kehidupannya. Tipe manusia religius diantaranya Imanent
mistis yaitu mempunyai semangat yang tinggi dan antusias memandang sesuatu,
bersifat ketuhanan dalam setiap peristiwa. Tipe yang lain yaitu Trancedental mistis
yaitu mencoba menyatukan diri dengan menarik diri dari kehidupan.
VII. KELEMAHAN ALAT TES
No. 9

Sifat sifat yang anda inginkan pada diri anda :


a.) Standart moral yang tinggi dan sikap hormat.
b.) Tidak mementingkan diri sendiri dan penuh simpati.

Alasan :
Kedua pernyataan ini merupakan pernyataan yang sangat sulit untuk dipilih,
karena subyek memiliki sifat kedua duanya.
No. 30

Anda akan lebih menghargai anak anda jika :


a.) Memiliki pemahaman yang baik terhadap kitab suci.
b.) Menjadi juara kelas.
Alasan :
Kedua pernyataan ini merupakan pernyataan yang sangat sulit untuk dipilih,
karena akan lebih baik jika kedua duanya dimiliki.

VIII. NORMA

Laki laki
TIPE KEPRIBADIAN
KATEGORI
Sangat tinggi

teoritis
> 53

ekonomis
> 53

estetik
> 47

sosial
> 46

politik
> 52

religius
> 50

Tinggi

49 52

49 52

41 46

42 45

48 51

45 49

Sedang

39 48

38 48

30 40

33 41

39 47

32 44

Rendah

32 38

33 37

25 29

29 32

35 38

27 31

Sangat rendah

< 31

< 32

< 24

< 28

< 34

< 26

Perempuan
TIPE KEPRIBADIAN
KATEGORI
Sangat tinggi

teoritis
> 48

ekonomis
> 48

estetik
> 50

sosial
> 54

politik
> 48

religius
> 55

Tinggi

43 47

43 47

44 49

49 53

44 47

51 54

Sedang

32 42

34 42

33 43

39 48

35 43

38 50

Rendah

28 31

30 33

29 32

34 38

31 34

32 37

Sangat rendah

< 27

< 29

< 28

< 33

< 30

< 31

VIII.

X. LAPORAN PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS

a. Identitas
Nama

Endah Nurvia Yunanto

Jenis kelamin

Perempuan

Tempat, tanggal lahir : Pasuruan, 26 Desember 1985


Usia

20 tahun

Pendidikan

Mahasiswi Fakultas Psikologi semester IV UMM

Tanggal Pemeriksaan : 8 April 2006


b. Psikogram
ASPEK
TEORITIS

NILAI
41

KATEGORI
Sedang

EKONOMIS

41

Sedang

ESTETIS

34

Sedang

SOSIAL

43

Sedang

POLITIK

34

Rendah

RELIGIUS

47

Sedang

c. Dinamika Psikologis
Dari hasil tes yang diperoleh maka dapat diketahui bahwa subyek memiliki
minat social, menjunjung tinggi cinta kasih antar sesame manusia. Oleh karena itu
subyek orangnya baik hati, simpatik dan tidak mementingkan diri sendiri. Bagi

subyek cinta kasih merupakan satu satunya bentuk hubungan antara manusia yang
paling sesuai. Subyek tidak memiliki ketertarikan dibidang politik, ataupun aktivitas
aktivitas lain yang memperlihatkan sikap berkuasa atau memiliki nilai kekuasaan
yang tinggi. Kompetisi dan perjuangan bukan hal utama yang berperan dalam
seluruh hidupnya.
Subyek bukanlah orang yang suka mengatur, berkehendak dan tidak memiliki
hasrat yang tinggi terutama yang berhubungan dengan kekuasaan, pengaruh dan
kemasyhuran pribadi. Maka semboyan pengetahuan adalah kekuasaan , sangat
bertentangan dengan prinsipnya.

Malang, 15 April 2006

Endah Nurvia Y.