Anda di halaman 1dari 6

BANK GARANSI

A. Pengertian Bank Garansi


Bank garansi adalah merupakan jaminan pembayaran yang diberikan oleh kepada
bank suatu suatu pihak, baik perorangan, perusahaan atau badan/lembaga lainnya dalam
bentuk surat jaminan. Pemberian jaminan dengan maksud bank menjamin akan memenuhi
(membayar) kewajiban-kewwajiban dari pihak yang dijaminkan kepada pihak yang
dijaminkan kepada pihak yang menerima jaminan, apabila yang dijamin dikemudian hari
ternyata tidak memenuhi kewajiban kepada kepada pihak lain sesuai dengan yang
diperjanjikan atau cidera janji.
Sebagai contoh PT Kiam Lui memperoleh pekerjaan proyek pemasangan kabel
telepon dari PT Telkom senilai Rp. 10.000.000.000 (Sepuluh Miliar Rupiah). Salah satu
persyaratan yang diajukan oleh PT Telkom kepada PT Kiam Lui adalah bahwa PT Kiam Lui
harus menyediakan bank garansi senilai proyek tersebut. Artinya jika PT Kiam Lui memiliki
bank garansi berarti sama sdengan memiliki uang tunai senilai bank garansi. Untuk
memperoleh bank garansi PT Kiam Lui dapat mengajukan ke Bank Lippo dengan memenuhi
persyaratan yang telah dipersyaratkan. Bank garansi asli dipegang oleh PT Telkom sampai
proyek selesai dikerjakan tanpa masalah. Namun, jika PT Kiam Lui ingkar janji dan tidak
meyelesaikan proyek tersebut, maka pihak PT Telkom dapat mencairkan bank garansi
tersebut ke Bank Lippo sebagai ganti kelalaian PT Kiam Lui.
Di samping untuk mengerjakan proyek bank garansi dapat juga digunakan untuk
mengikuti tender. Dengan memiliki bank garansi, maka si peserta tender diyakini benar-benar
memiliki dana seperti yang diinginkan. Proses pengajuan ke bank pun sama dengan proses
untuk bank garansi seperti diatas.
B. Pihak-Pihak yang Terlibat
Penerbitan bank garansi oleh bank melibatkan berbagai pihak berkepentingan, adapun
pihak-pihak yang terlibat bank garansi sebagai berikut:
1. Pihak Penjamin (Bank)
Bank merupakan pihak yang mengeluarkan bank garansi yang diinginkan oleh nasabah
(dalam contoh di atas Bank Lippo). Artinya bank akan memberikan jaminan pembayaran
kepada pihak lain (pihak ketiga) apabila nasabah yang dijaminkannya ingkar janji. Untuk
menghindari kerugian bank dari pihak nasabah, besarnya nilai jaminan lawan yang harus
disediakan oleh pihak nasabah biasanya melebihi nilai jaminan yang diberikan oleh bank.
jaminan lawan ini biasanya diberikan dalam bentuk surat-surat berharga atau aset lainnya.
2. Pihak Terjamin (Nasabah)
Merupakan pihak yang meminta jaminan kepada bank untuk membiayai suatu usaha atau
proyek (dalam contoh diatas PT Kiam Lui). Jaminan dapat pula dilakukan untuk mengikuti
tender. Tujuannya adalah agar nasabah dianggap memiliki uang sejumlah tertentu, sehingga
oleh pihak pemberi pekerjaan (pihak ketiga) nasabah dianggap memiliki uang. Untuk

memperoleh jaminan dari bank, nasabah harus menyediakan jaminan lawan sebesar atau
lebih besar dari nilai proyek. Jaminan uni akan dicairkan oleh bank apabila nasabah ingkar
janji atau tidak dapat menyelesaikan kewajibannya terhadap si pemberi proyek.
3. Pihak Penerima Jaminan atau Bouwheer (Pihak Ketiga)
Merupakan pihak yang memberikan pekerjaan kepada nasabah untuk mengerjakan suatu
proyek (dalam contoh ini PT Telkom). Tujuannya adalah agar proyek yang dikerjakan selesai
tepat waktu dan sesuai pula dengan persyaratan yang telah disepakati. Dengan jaminan bank
garansi dari bank yang dipegang pihak ketiga, maka jika nasabah ungkar janji pihak ketiga
dapat langsung menagihkannya ke bank. Dengan demikian, ada jaminan bahwa proyek akan
terlaksana dengan baik dan terhindar dari kerugian.
C. Proses Bank Garansi
Pertama, Pihak Kontraktor (PT Kiam Lui) mengajukan bank garansi ke bank lippo
dengan maksud pihak kontraktor hendak melaksanakan pekerjaan milik PT Telkom.
Pekerjaan milik PT Telkom ini merupakan proyek pemasangan kabel sejauh 5 Km. Nilai
proyek adalah adalah sebesar Rp. 10 Miliar dengan jangka waktu 3 bulan.
Kedua, untuk mengerjakan proyek tersebut pihak PT Telkom meminta jaminan bank
garansi kepada nasabah (PT Kiam Lui), untuk memperoleh bank garansi PT Kiam Lui
mengajukan permohonan kepada Bank Lippo dan Bank Lippo akan menerbitkan garansi
bank jika kontraktor memenuhi syarat seperti yang telah dipersyaratkan, termasuk telah
menyetor jaminan lawan.
Ketiga, sertifikat bank garansi yang telah diterbitkan diberikan kepada nasabah dan
bank garansi asli diserahkan oleh kontraktor kepada pihak PT Telkom sebagai pemilik
Proyek.
Keempat, jika telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau yang dapat merugikan
pihak PT. Telkom, misalnya kontraktor ingkar janji, maka pihak PT Telkom dapat langsung
membawa garansi asli yang dipegangnya di Bank Lippo untuk dicairkan.
Kelima, Pihak Bank Lippo akan memberikan ganti rugi dengan cara mencairkan
jaminan lawan yang diserahkan oleh kontraktor sebelumnya. Penggantian akan dilakukan
setelah melalui penelitian bahwa benar si nasabah telah ingkar jani.
Keenam, jika dalam pelaksanaan proyek tidak terjadi masalah dalam pekerjaannya,
maka pihak PT Telkom akan segera mengembalikan garansi asli ke kontraktor, sehingga
kontraktor dapat mengembalikannya ke Lippo dan mencairkan jaminan lawan.
D. Tujuan Bank Garansi
Secara umum tujuan pemberian bank garansi oleh pihak bank kepada si penerima
jaminan atau yang dijaminkan adalah sebagai berikut:
1. Bagi bank tujuannya adalah memberikan bantuan fasilitas dan kemudahan dalam
mempelancar transaksi suatu usaha atau proyek atau mau mengikuti tender. Dengan
adanya bank garansi, maka nasabah dapat menjalankan usaha atau proyeknya.

2. Bagi pemegang jaminan, bank garansi adalah untuk memberikan keyakinan bahwa
pemegang jaminantidak akan mengalami kerugian bila pihak yang dijaminka melalaikan
kewajibanny, karena pemegang akan mendapat ganti rugi dari pihak perbankan yang
menerbitkan bank garansi.
3. Menumbuhkan rasa saling percaya antara pemberi jaminan, yang dijaminka dan yang
menerima jaminan. Rasa saling percaya ini diikat dalam suatu perjanjian yang Saling
menguntungkan dalam sertifikat bank garansi.
4. Memberikan rasa aman dan ketentraman dalam berusaha baik, bagi bank maupun bagi
pihak lainnya. Hal ini jelas terutama bagi pemberi pekerjaan.
5. Bagi bank disamping keuntungan yang di atas juga akan memperoleh keuntungan dari
biaya-biaya yang harus dibayar nasabah serta jaminan lawan yang diberikan. Bank juga
akan meningkat kredibilitasnya dimata para nasabahnya.
Disamping memiliki tujuan, bank garansi juga memiliki sifat sifat tertentu, adapun
sifat bank garansi adalah hanya berlaku 1 kali transaksi, bank garansi tidak dapat
diperpanjang, tetapi dapat diajukan oleh nasabah untuk diperbarui atas persetujuan tertulis
dari pemegang surat bank garansi.
E. Jenis-Jenis Bank Garansi
Jenis bank garansi dibuat berdasarkan tujuannya, anatara lain:
1.Bank garansi untuk penangguhan bea masuk.
Merupakan bank garansi yang diberikan kepada kantor bea cukai untuk kepentingan pemilik
barang guna penangguhan pemabayaran bea masuk atau barang yang dikeluarkan oleh
pelabuhan.
2. Bank garansi untuk pita cukai tembakau.
Merupakan bank garansi yang diberikan kepada kantor bea cukai untuk kepentingan yang
dijamin (pengusaha pabrik rokok) guna penangguhan pembayaran pita cukai tembakau
atas rokok-rokok yang akan dikeluarkan dari pabrik untuk peredaran.
3. Bank garansi untuk tender dalam negeri.
Yaitu bank garansi yang diberikan kepada bouwheer (yang memberikan pekerjaan) untuk
kepentingan kontraktor/leveransir yang akan mengikuti tender dalan negeri.
4. Bank garansi untuk pelaksanaa pekerjaan.
Merupakan bank garansi yang diberikan kepada bouwheer untuk kepentingan kontraktor
guna menjamin pelaksanaan pekerjaan yang diterima dari bouwheer.

5. Bank garansi untuk uang muka pekerjaan.


Merupakan bank garansi yang diberikan kepada bouwheer untuk kepentingan kontraktor
untuk menerima pembayaran uang muka dari yang memberikan pekerjaan.
6. Bank garansi untuk tender luar negeri .
Merupakan bank garansi yang diberikan untuk kepentingan kontraktor yang akan
mengikuti tender pemborong yang mana bouwheer adalah pihak luar negeri. Bank garansi
untuk
menjamin
menjamin
kontraktor/eksportir
Indoonesia
yang
turut
tender/melaksanakan kontrak..
7. Bank garansi untuk perdagangan.
Merupakan bank garansi yang diberikan kepada agen atau dealer perdagangan atau depotdepot perdagangan.
8. Bank garansi untuk penyerahan barang.
Merupakan bank garansi yang diberikan kepada nasabah yang akan melakukan
penyerahan barang, baik yang dibiayai oleh bank ataupun tidak.
9. Bank garansi untuk mendapatkan keterangan pemasukan barang, bank garansi yang
diberikan untuk pengeluaran barang yang L/C nya belum dibayar penuh oleh importir.

F. Biaya-Biaya yang Dikeluarkan.


1. Biaya Provisi
Merupakan sejumlah uang yang wajib dibayar oleh terjamin kepada bank sebagai balas
jasa untuk pemberian bank garansi. Besarnya provisi ditetapkan berdasarkan tujuan
penggunaan bank garansi dan ditetapkan berdasarkan persentase. Pemerintah melalui
Bank Indonesia menetapkan besarnya provisi vank garansi secara umum tanpa
membedakan tujuan penggunaan bank garansi
2. Biaya Administrasi
Merupakan biaya yang lazim dipungut berhubungan untuk pelaksanaan administrasi.
Jumlah yang dikenakan terhadap terjamin tergantung bank masing-masing.
3. Bea Materai
Merupakan baiaya materai yang dilekatkan pada surat perjanjian bank garansi yang
ditandatangani oleh bank dan pihak terjamin.

G. Jaminan Lawan
Disamping biaya yang dikenakan terhadap nasabahnya, permohonan bank garansi juga
harsu disertai jaminan lawan yang sepadan. Dalam menentukan besarnya jaminan pihak bank
selalu berpedoman pada ketentuan bank sentral dan kelaziman yang berlaku di dunia
perbankan. Oleh karena itu bank garansi mengandung suatu tingkat resiko, maka
pertimbangan tentang resiko perlu diperhatikan, adapaun bentuk jaminan lawan yang
diberkan antara lain dapat berupa:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Uang Tunai
Giro atau tabungan yang dibekukan
Sertifikat Deposito
Surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi
Sertifikat tanah
Dan jaminan lawan lainnya
Surat garansi yang diterbitkan oleh bank hendaknya memuat hal-hal minimal sebagai

berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Judul garansi bank atas bank garansi


Nama dan alamat bank pemberi bank garansi
Nama dan alamat terjamin
Nama dan alamat penerima jaminan
Macam transaksi antara terjamin dan penerima jaminan
Tanggal penerbitan surat bank garansi
Jumlah uang yang dijaminkan oleh bank
Batas waktu untuk mengajukan claim kepada bank
Pernyataan bahwa penjamin (bank) akan memenuhi pembayaran hingga suatu jumlah
tertentu dengan terlebih dahulu menyita dan menjual lebih dulu benda-benda milik
terjamin yang dijadikan jaminan lawan.
10. Jangka waktu pembayaran oleh bank kepada penerima jaminan terhitung saat bank
menerima tuntutan.
11. Tanda tangan pihak bank pemberi garansi
Syarat dan ketentuan lainnya tidak boleh dimuat dalam surat bank garansi anatara lain:
1. Sebagai syarat berlaku bank garansi terjamin terlebih dahulu harus memnuhi syarat-syarat
tertentu.
2. Keterangan yang menyatakan bahwa bank garansi dapat diubah atau dibatalkan secara
sepihak.
Disamping bank garansi biasanya nasabah juga diminta untuk melengkapinya dengan
surat referensi bank, refernsi bank merupakan sejenis surat untuk mnunjukan bahwa yang
diberi referensi mempunyai tindak lanjut baik selama menjadi nasabah bank yang
memberikan referensi bank. referensi bank ini diberikan kepada naabah untuk keperluan
tertentu misalnya mengikuti tender.

12.