Anda di halaman 1dari 13

Makalah

Pengaruh Sistem Otomasi Pada Iklim Perindustrian Di Indonesia


Diajukan untuk memenuhi ujian akhir semster mata kuliah Kapita selekta

Disusun oleh :

Reza Musaddad
121364025

DEPARTEMEN ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama

: Reza Musaddad

NIM

: 121364025

Departemen

: Elektro

Prodi

: Otomasi Industri

Dengan ini menyatakan bahwa makalah yang dibuat adalah bukan hasil copas,dari makalah
orang lain tetapi dari susunan kata-kata sendiri , dan bila terbukti hasil copas maka nilai
maksimum yang dapat diterima adalah maksimum D.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan tanpa ada paksaan
dari pihak manapun.

Bandung, 3 Juli 2015,


Dengan Hormat,

(Reza Musaddad)

DEFINISI SISTEM OTOMASI


Sistem memiliki arti sebagai susunan dari beberapa perangkat yang saling berkaitan
secara teratur membentuk suatu kesatuan yang kompleks. Sebagai contoh yaitu system
pencernaan yang terdiri dari mulut, lambung, pankreas dan usus yang masing masing
memiliki tujuan dan fungsi tersendiri tetapi tidak dapat berdiri sendiri dan harus merupakan
satu kesatuan yang bekerja secara simultan. Apabila ada salah satu perangkat/unsur yang
gagal berfungsi maka system dikatakan tidak normal. Contoh lainya yaitu computer yang
terdiri dari beberapa komponen utama seperti Processor, RAM, Hardisk, dan Motherboard
yang masing masing mimiliki fungsi khusus dan akan berguna apabila semua komponen
bersatu dan terintegrasi.
Otomasi memiliki arti sebagai perangkat atau unsur yang bekerja dengan sendirinya
tanpa ada campur tangan dari pihak luar yang sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Sebagai
contoh adalah lambung yang akan bekerja secara otomatis diluar kehendak kita untuk
mencerna makanan.
Jadi system otomasi adalah susunan dari beberapa perangkat atau unsur yang
masing masing memiliki fungsi tersendiri tetapi saling berkaitan membentuk suatu kesatuan
yang bekerja secara terus menerus secara otomastis. Sistem otomasi sering dijabarkan
sebagai teknologi yang berkaitan dengan aplikasi MEKATRONIKA (Mekanik, Elektronik,
Komputer dan Informatika).
Sejarah perkembangan system kendali dimulai pada abad ke-18 saat james watt
menciptakan kendali Governor sentrifugal pada mesin uapnya dan hingga kini kendali
governor masih digunakan sebagai interface antara turbin penggerak mula dengan
generator pada pembangkit. Istilah otomasi pertama kali digunakan oleh General Motors
pada tahun 1974 dengan mendirikan sebuah departemen otomasi. Dengan dibuatnya
departemen tersebut hasil produksi meningkat menjadi dua kali lipat.
1. Elemen dasar Sistem Otomasi
Dalam sistem otomasi tedapat tiga elemen dasar yang mutlak harus dipenuhi,
yaitu Power, Program of Intruction, dan control system yang semuanya merupakan
satu kesatuan.
a. Power
Power atau energy source merupakan bagian otomasi yang berfungsi
sebagai sumber penggerak setiap komponen dari sistem otomasi.
b. Program of instruction

Program instruksi atau perintah pada sistem kontrol maupun alat kendali
elektronis tidak menggunakan bahasa yang dipakai manusia dalam arti
sesungguhnya melainkan dengan memakai bahasa mesin atau bahasa
tingkat tinggi seperti bahasa C/C++, pascal, ladder.
c. Sistem Kontrol
Sistem kontrol adalah otak yang mengatur atau menggerakan serta
mengkoordinasi setiap fungsi khusus dari perangkat elektronis maupun
mekanis.
2. Jenis jenis Otomasi
a. Otomasi tipe tetap (Fixed Automation)
Fixed automation adalah sistem dengan urutan operasi yang terikat dengan
konfigurasi peralatan yang telah ditetapkan dan tidak dirancang untuk
menyelesaikan produk lainnya. Urutan operasi biasanya sederhana dan
berupa urutan kerja simultan. Ciri dari fixed automation yaitu:
- Investasi untuk peralatan relatif mahal
- Tidak bisa mengakomodasi perubahan produk (tidak flexibel)
b. Otomasi programmable
Otomasi programmable adalah sistem dengan urutan operasi yang dapat
dirubah sesuai dengan instruksi code yang diberikan sehingga sistem dapat
menyesuaikan dengan produk yang berbeda tetapi dalam ruang lingkup yang
terbatas. Untuk menghasilkan produk baru maka satu set instruksi code baru
harus disiapkan. Ciri dari Otomasi programmable yaitu:
- Investasi tinggi untuk peralatan dengan tujuan umum
- Flexibilitas terhadap perubahan bentuk produk
c. Otomasi Flexible
Otomasi Flexible adalah perkembangan dari otomasi programmable yang
mampu menangani berbagai produk dengan efisiensi waktu terhadap
pergantian tipe plant yang tinggi. Ciri dari Otomasi Flexible:
- Investasi untuk sistem custom-engineering tinggi
- Nilai produksi medium
- Keleluasaan dalam mendisain dan terhadap perubahan tipe produk

STANDAR DALAM SYSTEM OTOMASI


Terdapat berbagai standar yang mengatur ruang lingkup dari otomasi diantaranya
The International Society of Automation (ISA), IEEE (Institute of Electrical and Electronics
Engineers) , International Organization for Standardization (ISO).
The International Society of Automation (ISA) adalah masyarakat teknis non profit
untuk insinyur, teknisi, pengusaha, pendidik, dan siswa yang bekerja, belajar, atau tertarik

pada otomasi industri dan segala kegiatan yang berkaitan dengan hal itu, seperti
instrumentasi (From Wikipedia, the free encyclopedia). ISA mencakup banyak disiplin ilmu
dan merupakan salah satu organisasi profesi terkemuka didunia yang banyak menetapkan
standar dalam otomasi industry. Instrumentasi dan otomasi adalah bagian utama dari pada
industry manufaktur. Industri manufaktur modern adalah gabungan interaksi kompleks
antara pengukuran dan control perangkat yag berbeda. Otomasi menyangkut flexibilitas
dalam pengoperasian system manufaktur dengan menyediakan perangkat yang dapat
diprogram. ISA menyediakan pelatihan dan pendidikan kepemimpinan dalam rangka
pelayanan terhadap kebutuhan indutri yang cepat. ISA banyak berkontribusi dalam
pekerjaan instrumentasi dan otomatisasi serta telah menghasilkan berbagai standar yang
telah diakui ANSI da nada juga yang digunakan oleh lembaga IEC.
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah organisasi yang
bergerak dalam pengembangan teknologi yang berkaitan dengan elektro dan elektronika.
IEEE mengembangkan berbagai standar untuk mempercepat kemajuan teknologi dalam
industri dan rekayasa. IEEE menangani berbagai standar yang mencakup telekomunikasi,
kelistrikan, antariksa, elektronika computer dan jaringannya.Sebagai contoh yaitu IEEE 802
yang membahas mengenai segala aspek yang berkaitan dengan Local Area Network dan
Metropolitan Area Network. Dalam IEEE 802 memuat dua Layer OSI yaitu bagian physical
layer dan datalink layer. OSI (Open system communication ) yang merupakan organisasi
yang mengurusi standar protocol komunikasi pada jaringan.
International Organization for Standardization (ISO) bertugas membuat standar
internasional. ISO juga menerbitkan laporan teknis, manual book, spesifikasi teknis,
spesifikasi publik,dan ralat teknis. Penulisan format ISO [/IEC] [/ASTM] [/IEC] nnnn [-p] :
[yyyy]. Dimana Title, nnnn adalah jumlah standar, p adalah nomor bagian optional, yyyy
adalah tahun terbit,sedangkan judul menggambarkan subjek. Sebagai contoh yaitu laporan
teknis yang diterbitkan sebagai standar internasional dengan format ISO/IEC 17799:2000.

PERKEMBANGAN DALAM SYSTEM OTOMASI


Sejak jaman dulu teknologi otomasi telah ada dan berkembang hingga saat ini.
Dimulai dari ditemukannya Governoor, system loop terbuka lalu mekanisme loop tertutup
hingga dikembangkannya motor servo berbasis relay untuk pengendalian posisi pada tahun
1934. Selanjutnya secara bertahap mulai menggunakan komponen elektromekanik dan
elektronik seperti transistor, MOSFET. Pada tahun 1960 ditemukan mikroelektronik yaitu
Integrated Circuit (IC). Dari sini teknologi control berkembang dengan sangat pesat terlebih

ditemukannya mikroprosessor sehingga teknologi pengendalian beralih ke komputerisasi.


Sejak saat itu otomasi mulai masuk ke sector kegiatan manusia. Setiap aktivitas manusia
tidak terlepas dari peran teknologi otomasi seperti penggunaan mesin cuci otomastis, Air
Conditional (AC) bahkan sekarang sudah ada TV otomatis yang akan mati apabila tidak ada
yang menontonnya.
Dalam bidang Industri, penggunaan mesin konvesional telah digantikan dengan
mesin yang berbasis computer. Hampir seluruh urutan proses kerja dikendalikan oleh control
unit sehingga hasilnya lebih efisien dan produktifitas meningkat. Untuk proses manufaktur
terutama pada departemen assembly yaitu perakitan komponen kendaraan bermotor telah
digunakan lengan robot dan pada bagian gudang telah digunakan system distribusi otomatis
untuk penyimpanannya.
Penggunaan otomasi bukan hanya pada bidang industry tetapi sudah merambah
pada semua aspek kehidupan. Teknologi otomasi sudah mulai populer digunakan pada
rumah pribadi yang dinamakan Smart home atau eHouse. Rumah adalah tempat dimana
kita beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, kita ingin senyaman mungkin berada
dirumah sehingga banyak upaya dilakukan untuk menambah, fungsionalitas serta
penghematan energy secara ideal. Smart home system merupakan sebuah system yang
berbasis computer dan dapat digumakan untuk mengendalikan hampir semua peralatan
yang yang ada dirumah. Pengaturan tata lampu,system keamanan, suhu ruangan bahkan
aktivasi perangkat elektronik seperti speaker otomatis, TV, perintahnya dapat dilakukan
dengan menggunakan suara, pasif infrared bahkan dapan dikendalikan jarak jauh
menggunakan smartphone atau perangkat lainya yang terhubung ke internet. Dengan
adanya bantuan control jarak jauh, penghuni rumah dapat memperhatikan tempat tinggalnya
dari jauh demi alasan keamanan atau hanya untuk melakukan aktifitas yang tertunda seperti
mematikan perangkat listrik. Saat ini sudah banyak alat kontol ehouse yang dijual dipasaran
dan berasal dari berbagai vendor.

MACAM-MACAM INDUSTRY DAN PENERAPAN OTOMASI DIDALAMNYA


Industri merupakan usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah menjadi
setengah jadi atau menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah sehingga mendapatkan
keuntungan. Selain itu ada juga industry proses, perakitan atau assembly dan reparasi.
Industri dapat dikelompokan menjadi beberapa macam, yaitu:
a. Berdasarkan tempat bahan bakunya

Industry ekstraktif adalah industry yang mengambil bahan bakunya

langsung dari alam disekitar seperti perkebunan dan pertanian


- Industry nonekstraktif yaitu yang bahan bakunya diperoleh di tempat lain
- Industry fasilitatif yang produk utamanya adalah jasa
b. Berdasarkan Besar kecilnya modal
- Industry padat modal yang dibangun dengan modal yang sangat besar
- Industry padat karya yang mengutamakan banyak tenaga kerja dalam
pengoperasian maupun pembangunanya
c. Berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya

(SK

Menteri

Perindustrian

No.19/M/I/1986)
- Industry kimia dasar seperti pabrik semen, obat-obatan, kertas, dsb.
- Industry mesin dan logam dasar seperti pesawat terbang, senjata api,dsb.
- Industry kecil seperti industry roti, es, makanan ringan, dsb.
- Aneka Industri seperti pakaian, makanan dan minuman, dll.
d. Berdasarkan jumlah tenaga kerja seperti Industry rumah tangga, kecil, menengah
dan Industri besar dengan jumlah karyawan >100 orang.
e. Berdasarkan pemilihan lokasinya
f. Berdasarkan produktifitas perorangannya.
Dalam dunia industry modern system otomasi adalah bagian utama dari semua
aspek proses agar berjalan dengan baik dan sesuai dengan target perusahaan. Semua
kegiatan produksi dapat dengan mudah dikontrol dan dimonitoring baik secara local maupun
jarak jauh menggunakan wireless connections. Berikut pengelompokan sistem Otomasi dan
penerapannya dalam industry:
a. Direct Digital Control (DDC)
Proses dikontrol oleh computer atau kontroler elektronik . Sistem ini sering
dijumpai pada mesin proses sederhana seperti mesin pengolahan kayu,
pengemasan dan pengepakan produk, dan sebagainya. Pada level otomasi
industry menempati level-1 unit control.
b. Distributed Control system (DCS)
DCS menggunakan control yang terdistribusi atau setiap unit proses dikendalikan
oleh masing masing kontroler local dan terintegrasi dengan kontroler utama
sebagai coordinator pengendalian. System ini memanfaatkan jaringan local yang
dilengkapi dengan HMI atau MMI untuk memonitor proses. System ini juga biasa
digunakan pada proses dengan urutan kerja yang banyak seperti pada pabrik
kimia, pengolahan baja dan pabrik kertas. Pada level otomasi industry
menempati level-1 Grup control.
c. Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA)
Merupakan pengembangan dari system DCS yang dilengkapi dengan fasilitas
tambahan seperti tampilan visualisasi proses, display alarm dan event log,
tampilan trend data dengan hasil analisisnya, dan yang utama adalah komunikasi
dan sinkronisasi data antara system dengan server atau kantor pusat. Dengan

demikian pemilik perusahaan dapat mengawasi seluruh aktivifitas perusahaanya


dari manapun didunia dan dapat dengan mudah dibuat tren produksinya.
Tipe control diatas dapat diterapkan dan disesuaikan dengan jenis industry yang
ada. Dengan menggunakan system otomasi akan sangat membantu daya kerja perusahaan
industry.

TANTANGAN DALAM MEMBANGUN SISTEM OTOMASI DI INDONESIA


1. Perlunya lebih banyak investasi untuk mendorong perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sejak era krisis finansial tahun 1997
Indonesia mengalami reformasi namun pertumbuhan ekonomi masih lambat
jika dibandingkan dengan Negara tetangga. Iklim politik yang belum stabil
menyebabkan investor asing masih ragu untuk menanamkan modalnya di
Negara ini. Hal ini berdampak pada lambatnya perluasan lapangan pekerjaan
jika dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin
banyak.
2. Prosedur perizinan yang rumit menghambat pembangunan perusahaan baru
dan perluasan usaha di Indonesia. Dengan rendahnya tingkat perizinan Di
Indonesia maka berimbas pada kurangnya lapangan pekerjaan yang
notabennya akan menghasilkan banyak pengannguran. Tidak seperti
dibanyak Negara, perizinan keluar setelah perusahaan didirikan, sehingga
dapat menimbulkan masalah.
3. Terbatasnya sumber daya manusia yang kompeten dibidang otomasi industry
sehingga perusahaan ragu untuk berinvestasi pada peralatan atau mesin
operasional mereka. Kebanyakan teknokrat lebih memilih bekerja diluar
negeri dari pada di Indonesia.
4. Kebijakan perusahaan yang enggan untuk mengeluarkan investasi karena
biaya pembangunan yang

tinggi. Tidak dipungkiri bahwa mesin berbasis

system otomasi menggunakan teknologi terbaru dan tergolong canggih


sehingga diperlukan usaha untuk memperolehnya. Sebagian penggunaan
mesin teknologi tinggi belum sebanding dengan output yang dihasilkan,
sehinga lebih menguntungkan menggunakan jasa buruh.
5. Dampak terhadap tenaga kerja. Negara Indonesia merupakan Negara
berkembang yang dihuni hampir 300 juta jiwa, jika dilakukan otomatisasi
pada perusahaan yang telah menyerap banyak pegawai, maka kemungkinan
sebagian pekerja akan dirumahkan, dan pengangguran bertambah. Hal ini

menjadi pertimbangan pemerintah dalam memberi kebijakan terhadap


kebebasan pengembangan industry.

INDUSTRI PADAT KARYA VS PADAT MODAL


Definisi dari Industri padat karya adalah pemafaatan tenaga kerja dalam jumlah
besar dan menyerap hampir semua level SDM dengan tingkat pendidikan yang berbeda.
Industri padat karya mengutamakan tenaga manusia dari pada mesin atau modal untuk
melakukan perencanaan atau pengembangan operasi dan produksi. Karena sifatnya ini
industry jenis ini sangat sulit untuk diotomatisasi karena keterbatasan modal dan cenderung
berorientasi pada komoditi seperti agriculture, rokok dan sebagainya yang membutuhkan
banyak sekali pegawai untuk melakukan produksinya. Akan tetapi jika harga buruh yang
semakin hari semakin tinggi dan tidak diimbangi dengan omset penjualan yang naik, dapat
dipastikan perusaan jenis ini akan mengalami kebangkrutan (collapse). Ada beberapa
alternative yang dapat digunakan diantaranya yaitu dengan melakukan regenerasi dan
otomatisasi pada mesin produksi yang digunakan atau mengurangi jumlah pegawainya.
Sebaliknya Industry padat modal adalah industry yang dibuat dan dikembangkan
dengan modal yang jumlahnya sangat besar baik untuk pembangunan maupun operasional.
Industri semacam ini mengharuskan pekerjanya mempunyai kualifikasi SDM yang
berkualitas. Teknik maupun teknologi yang digunakan untuk operasional sangatlah maju dan
hanya bisa dioperasikan oleh orang yang berkompeten. Industri ini hanya menyerap sedikit
tenaga kerja Karena hampir semua proses produksi telah berjalan secara otomatis. Pada
umunya, pegawai bekerja sebagai operator dan hanya memperhatikan jalannya proses
produksi. Apabila ada fail dilapangan tugas engineer atau bagian maintenance untuk
memperbaikinya. Keunggulan dari padat modal adalah dapat menghasilkan keuntungan
yang bagus dan stabil meskipun investasi awal yang besar. Hal ini berbanding lurus dengan
usaha yang dikeluarkan.
Peranan pemerintah adalah mendukung kedua jenis industry ini dan menjaga agar
iklim ekonomi tetap stabil. Keduanya saling berkaitan, memiliki dampak positif dan negative
bagi masyarakat.
PENGARUH MEA 2015 DALAM GAIRAH PERINDUSTRIAN DI INDONESIA
Pelaksanaan MEA 2015 tidak terlepas dari dampak positif dan negative yang
ditimbulkan, apabila dilihat dari pendapatan perkapita yang belum merata di Negara ASEAN
menimbulkan kesenjangan. Dengan adanya MEA 2015 akan memberikan peluang untuk

pembangunan dalam negeri maupun pengembangan internasional dan memberikan


sejumlah tantangan tehadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia (Atep AbduRofiq,2014).
Perindustrian Indonesia semakin memanas sehubungan pelaksanaan perdagangan
internasional dan dengan bebas masuknya tenaga kerja mancanegara mengakibatkan
persaingan kualitas yang akan menjadikan factor penentu kesempatan tenaga kerja
memperoleh pekerjaan. Peningkatan kualitas SDM harus difokuskan pada penguasaan
IPKTEK karena akan berpengaruh pada perkembangan sector industri local pada masa
mendatang dan perencanaan harus dimulai sejak dini demi mengejar ketertinggalan dengan
Negara berkembang lainnya. Disisi lain pihak perusahaan dapat dengan leluasa
memperluas jaringan pasarnya ke mancanegara sekaligus mempermudah para investor
asing untuk berkecimpung di dunia perindustrian Indonesia.

Gambar 1. Persebaran tipe kualifikasi SDM di ASEAN

Struktur industri juga akan mengalami perubahan kearah yang lebih modern,dengan
berlakunya system pasar bebas memudahkan dalam memperoleh mesin-mesin produksi
dengan system otomatisasi yang lebih maju. Para pelaku industry juga dapat dengan
mudahnya bertukar teknologi dengan perusahaan lain dalam konteks kerjasama dalam
pengembangan. Dengan adanya MEA 2015 semua industry dituntut meningkatkan kualitas
produksi dalam negeri agar dapat bersaing dimancanegara. Indonesia memiliki potensi yang
besar sebagai tempat memasarkan hasil produksi, dan memberikan iklim ekonomi yang
meuju tren positif.

Gambar 2. Potensi pasar Di Indonesia

Namun, ada sisi negative dilaksanakannya MEA 2015 yaitu persaingan antara
tenaga kerja asing dengan pribumi. Biasanya sebuah perusahaan lebih meminati mereka
yang berpendidikan dari luar negeri dengan alasan kualitas pendidikan yang diperoleh lebih
baik jika dibandingkan dengan pendidikan dalam negeri. Hal ini memberikan ketimpangan
yang berakibat pada kecemburuan social, sehingga peranan pemerintah sangat vital dalam
perlindungan dan kepastian hukum. terutama jaminan social bagi pekerja out-sourcing.
Alhasil kita harus optimis dan tentu harus mempersiapkan diri dengan segala konsekuensi
serta berusaha mengeluarkan semua potensi yang dimiliki dalam rangka memperbaiki
kualitas diri.

SOLUSI UNTUK MENJAWAB TANTANGAN GLOBALISASI


1. Revolusi Industri dari penggunakan mesin produksi konvensional dengan teknologi
yang telah terintegrasi dengan system otomasi. Akibatnya hasil produksi meningkat
dan kualitas dapat terjaga sehingga dapat bersaing dengan produk dunia.
2. Pembenahan diri dalam rangka peningkatkan kualitas SDM agar memiliki daya saing
dengan tenaga kerja mancanegara terutama dalam bidang IPTEK. Selain itu kendala
bahasa harus segera diatasi.
3. Peranan pemerintah mengenai teknis dan non teknis harus ditata ulang agar tidak
ada salah satu pihak yang dirugikan atau diuntungkan. Mengenai perizininan
pembangunan dan hal-hal yang menyangkut kesejahteraan tenaga kerja dan buruh.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://otomatisasi.isys.pl
2. Prof. Dr. H. Kirrmann dari Pusat Riset EPFL/ABB Swiss,
Atep AbduRofiq Permalink: https://www.academia.edu/9997959
3. Association of Southeast ASIAN Nations (2008). ASEAN
COMMUNITY BLUEPRINT. Jakarta. ASEAN Secretariat.
4. The Asian Foundation, ASIAN FOUNDATION/Indonesia.
www.asianfoundation.com

ECONOMIC