Anda di halaman 1dari 8

UAS

PRAKTIKUM BK PRIBADI SOSIAL


EMOSIONAL

Laporan ini di susun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah


Praktikum BK Pribadi Sosial.
Dosen Pengampu : Naning Dwi Setyo Astuti
Nama

: Indriana Titi Nurjanah

NPM

: 1114500085

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2016

SMA : SMA Negri 1 Kramat

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL

1.
2.
3.
4.

Materi / Topik Bahasan


Bidang Bimbingan
Jenis Layanan
Tujuan Layanan

: Emosional.
: Bimbingan Pribadi Sosial.
:Layanan Informasi / Layanan Individu.
: 1.Agar siswa mengetahui macam- macam emosi .
2.Diharapkan siswa untuk menerapkan emosi yang

positif.
5. Fungsi Layanan
: Pemahaman dan Pengembangan.
6. Sasaran Layanan / Semester : Kelas X. 7
7. Tempat Penyelenggaraan
: Ruang Kelas X. 7
8. Waktu Penyelenggaraan
: 1 x 45 Menit , 20 Mei 2016
9. Penyelenggaraan Layanan
: Indriana Titi Nurjanah
10. Pihak pihak yang Dilibatkan : Guru BK dan Siswa kelas X. 7
11. Metode
: Menerangkan, Tanya jawab, Diskusi.
12. Media dan Alat
:LCD, Leptop, dan Power Point.
13. Uraian Kegiatan / Sekenario :
a Kegiatan Pendahuluan: 10 Menit
: mengucapkan Salam, Berdoa, Perkenalan,
Mengecek kehadiran, menyampaikan judul dan topic pembahasan materi yang
akan di pelajari / dibahas, siswa diajak untuk Tanya jawab jawab dalam
b

pembahasan yang terdapat pada materi yang akan di pelajari.


Kegiatan Inti
: 30 Menit
: Menjelaskan materi, Tanya jawab, dan

menarik kesimpulan materi yang telah di sampaikan oleh materi.


Kegiatan Penutup
: 5 Menit
: peserta didik dapat menyimpulkan dari
materi yang telah di sampaikan,guru pembimbing ,memberikan pertanyaan pada
setiap individu ,untuk mengetahui sejauh mana,peserta didik memahami materi

yang telah disampaikan.


Sumber Materi
: M. Atar Semi. 2007. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis.
Bandung: Angkasa
14. Rencana Penilaian
a. Laiseg

:
:

Memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa


terhadap materi yang telah disampaikan
b. Laipen
Memberikan arahan langsung kepada para siswa agar tidak mempunyai sifat emosi
yang negative terhadap orang lain.
c. Laijapan
a Memantau siswa tentang perkembangan supaya tidak mengaami emosi dengan
siapapun.
b
15. Catatan Khusus

: Siswa yang memiliki masalah emosi yang negative

dengan seseorang harus di berikan layanan konseling individu.


16.
LAMPIRAN LAMPIRAN
1
2
3

Uraian materi
Lembar kerja siswa
Instrumen penilaian
Tegal, 16 Mei 2016

Indriana Titi Nurjanah

EMOSIONAL
1. Latar Belakang
Melihat kenyataan yang ada banyak orang yang tidak bisa menahan
suatu kemarahannya, sesuatu perasaan pada diri kita dan setiap individu
mempunyai sifat dan karakter yang berbeda beda. Dengan adanya perilaku
tersebut seseorang bisa be

rakibat

kekacauan, misal berantem dengan seseorang, masalahnya di besar- besarkan,


dan bisa masuk kedalam hukum. setiap orang mempunyai perasaan yang
berbeda beda, walaupun anak kembar , kakak dan ade mempunyai sifat yang
tidak sama. menurut perasaan yang sedang

dialami pada diri individu.

misalnya rasa emosinya tinggi, rasa senang , marah, galau, kecewa, dan sedih
dll. Karena kebutuhannya tidak dipenuhi, gagal, kurangnya perhatian, merasa
tersinggung.
Termasuk juga emosi yang mengalami perkembangan karena emosi ini
masih tergolong ke dalam ranah afektif (pemahaman). Sehingga setiap
individu harus memantau dan mengarahkan masa-masa perkembangan ini ke
arah yang lebih baik, sebab dalam masa ini termasuk masa yang sulit
dikendalikan karena keadaan jiwa individu tersebut belum matang.
2. Pengertian Emosional
Emosi adalah perasaan

yang ditujukan kepada seseorang atau

sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat
ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang,
ataupun takut terhadap sesuatu.
3. Bentuk Bentuk Emosi
(1) Emosi marah merupakan salah satu jenis emosi yang dianggap
sebagai emosi dasar dan bersifat universal. Marah adalah emosi
yang sukar dikendalikan, terutama bagi wanita. Seseorang akan
merasa marah terhadap orang lain, jika ia menganggap orang
tersebut melakukan kesalahan padanya. Dikaitkan dengan agresif,
sebab orang yang ketika marah selalu menampakan tingkah laku
yang agresif. Berlanjut dengan melakukan aksi kekerasan. marah
adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
brutal,

mengamuk,

benci,

marah

besar,

jengkel,

kesal

hati,

terganggu, rasa pahit, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan


dan kebencian..

(2) Emosi ini biasanya timbul karena seseorang dihadapkan dengan keadaan
yang mengecewakan, kegelisahan, atau muncul karena akibat penderitaan.
Seperti

yang

dikatakan

Rudi

Mulyatiningsih

dkk,

kesedihan

bisa

menyebabkan seseorang menangis. Menangis adalah ekspresi seseorang

ketika ia ditimpa suatu kesedihan. Selain menangis, mereka juga cenderung


mengurung diri di kamar dan tidak ingin bergaul dengan orang lain. dalam hal
ini, menangis adalah proses yang sangat manusiawi. Selain sebagai tempat
pelampiasan emosi sedih, menangis juga bisa meringankan beban kesedihan
yang di derita orang tersebut. Kesedihan ialah salah satu dari bentuk emosi
yang di dalamnya meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis,
mengasihani diri, kesepian, ditolak, putus asa dan depresi.
(3) Keberanian tidak muncul begitu saja. Keberanian muncul karena adanya
proses belajar untuk mengatasi rasa takut. Bagi Anda yang pemberani pun
sebenarnya pernah mengalami ketakutan. Namun, karena dia mampu
mengatasi rasa takutnya tersebut, maka dia menjadi orang yang pemberani.
Jadi dapat disimpulkan bahwa keberanian lahir dari proses takut yang
berkepanjangan. Takut juga berdampak pada kesadaran kita. Dalam hal ini,
ada dua mekanisme yang menyebabkan rasa takut bisa menghindarkan
seseorang dari bahaya. Pertama, takut berfungsi mengatur tubuh untuk kabur
dan memfokuskan perhatian pada hal yang ditakuti. Ketika orang tersebut
merasa ketakutan, ia akan memfokuskan bagaimana caranya untuk kabur.
Rasa takut merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
cemas, takut, gugup, khawatir, waswas, perasaan takut sekali, sedih, waspada,
tidak tenang, ngeri, kecut, panik dan fobia.
(4) Bahagia mencakup senang, gembira, dan suka. Bahagia merupakan hal
yang unik. Yang tingkatannya melebihi rasa senang, gembira, dan suka.
Namun senang belum tentu bahagia bukan?. Sama halnya dengan emosi
marah, bahagia juga merupakan emosi dasar manusia. Emosi bahagia bersifat
universal, karena di belahan dunia manapun pasti pernah merasakan bahagia.
Apa saja yang membuat Anda merasa bahagia? Secara umum, orang merasa
bahagia karena tercapainya

keinginan dan kesuksesan, memperoleh

keberuntungan, juga mempresepsikan sesuatu yang menyenangkan. Seperti


orang yang merasa bahagia karena telah lulus ujian, memenangkan piala,
merasa dicintai oleh orang lain, juga memperoleh kesempatan dalam berkarir.

Kenikmatan adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
bahagia, gembira, ringan puas, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan
indrawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang, senang sekali dan
mania.
(5) Cinta ialah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti,
hormat, kasmaran dan kasih sayang.
(6) Terkejut merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya
meliputi terkesiap, takjub dan terpana.
(7) Jengkel adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka dan mau muntah.
(8) Malu merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib dan hati hancur lebur.
Dalam hal ini, malu dikenal sebagai perasaan yang paling mengacaukan.
Tidak ada emosi lain yang lebih mengacaukan selain emosi malu. Ketika
seseorang merasakan malu, ia akan merasa terluka dari dalam. Merasa tidak
sebaik orang lain. Hal inilah yang dianggap bahwa malu merupakan perasaan
negatif juga dapat merugikan diri sendiri. Anda tentu pernah merasakan emosi
malu bukan?. Dalam hal ini pendapat mengenai emosi malu, dari mana
seseorang merasakan malu, dan cara apa agar terhindar dari perasaan malu,
semua itu kembali kepada privasi Anda masing-masing.
4. Ciri-ciri orang yang tidak bisa mengendalikan amarah / emosi :
1. Berbicara dengan nada tinggi
2. Matanya melotot dan mudah marah
3. Jika marah merusak barang-barang disekitarnya
4. Berbuat kriminal pada orang lain

5. Melakukan hal yang merugikan diri sendiri contohnya narkoba, alcohol.


6. Dendam.
5. Mengatasi Emosi
Cara Untuk Meredam Emosi :
1. Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi
ketika menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah
tidak menjadi semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia
sampaikan dan jangan banyak merespon. Tenang dan jangan banyak
hiraukan dan dimasukkan dalam hati apa pun yang orang marah
katakan. Cukup ambil intinya dan buang sisanya agar kita tidak ikut
emosi atau menambah beban pikiran kita.
2. Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan
kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan
kita minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan
batin dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan
api dengan air, jangan lawan api dengan api. Semoga berhasil
menjinakkan emosi rasa marah anda.
6. Kesimpulan
Setiap orang memiliki emosi dan perasaan yang ada pada dirinya. Setiap
orang perasaannya emosi ketika
memiliki

dialami oleh seseorang tersebut, pasti

penyebabnya. Kita perlu menghilangkan perasaan emosi yang

negative dan perlu mebiasakan diri untuk berperilaku yang positif,

agar

dengan dikehidupan nanti tidak memiliki permasalahan dengan adanya


emosional yang potitif kita bisa mempunyai banyak teman. Emosional
dipengaruhi oleh faktor keturunan, keluarga dan lingkungan sekitar.

Anda mungkin juga menyukai