Anda di halaman 1dari 8

KEPUTUSAN KETUA BADAN

PENGAWAS PASAR MODAL


NOMOR: KEP- 45/PM/2004
TENTANG DIREKSI DAN
KOMISARIS EMITEN DAN
PERUSAHAAN PUBLIK dan
PERATURAN OTORITAS JASA
KEUANGAN NOMOR: 33
/POJK.04/2014 TENTANG DIREKSI
DAN DEWAN KOMISARIS EMITEN
ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

Tujuan
Bapepam-LK IX.I.6
meningkatkan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan
perusahaan yang baik (good corporate governance)
bagi Emiten dan Perusahaan Publik terutama yang
berkaitan dengan persyaratan dan pertanggungjawaban
anggota direksi dan komisaris dan mengingat bahwa
dewan Komisaris dan Direksi memegang peranan yang
sangat penting dalam melaksanakan good corporate
governance

POJK NOMOR: 33 /POJK.04/2014


Menggantikan dan penyempurnaan isi BAPEPAM-LK
IX.I.6

LANDASAN TEORI
1.
2.
3.

4.

5.

6.
7.
8.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas


Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang
Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun
2004
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang
Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun
2004
5. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 530/KMK.01/2004
tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Menteri Keuangan
Nomor: 446/KMK.01/1983 tentang Penunjukan Pejabat Pengganti
Dalam Lingkungan Departemen Keuangan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa
Keuangan

BAPEPAM-LK NOMOR: IX.I.6 VS POJK NOMOR: 33


/POJK.04/2014

Persyaratan pengangkatan Dewan Direksi dan


Direktur secara garis besar masih sama,
hanya dalam POJK 33 dijelaskan secara detail
dalam beberapa poin yaitu mengenai rekam
jejak pidana, kepailitan, serta pelanggaran
peraturan sebelum pengangkatan dan selama
menjabat, dan juga dan juga ditambahkan
beberapa kriteria dalam POJK 33
Dalam POJK 33 juga ditambahkan pengaturan
tata cara pengangkatan dewan komisaris dan
direksi

BAPEPAM-LK NOMOR: IX.I.6 VS POJK


NOMOR: 33 /POJK.04/2014

POJK 33 juga menambahkan peraturan perihal:

Rangkap jabatan beserta ketentuannya


Tata Cara dan ketentuan Pengunduran diri dan
Pemberhentian sementara

Dalam POJK 33 ditambahkan poin dalam


wewenang , tugas dan pertanggungjawaban
untuk
lebih
menyempurnakan
dibanding
dengan
BAPEPAM
LK
IX.I.6
dimana
penambahan terdapat pada:
Tugas dari Komisaris dan Direksi
Penjelasan lebih lanjut mengenai tanggung jawab
dari Komisaris dan Direksi
Dan serta wewenang-wewenang dari Komisaris dan
Direksi

BAPEPAM-LK NOMOR: IX.I.6 VS POJK


NOMOR: 33 /POJK.04/2014
Dalam POJK Nomor: 33 /POJK.04/2014
juga ditambahkan pasal yang mengatur
tentang ketentuan rapat Direksi dan
Komisaris mengenai:

tata cara,
kehadiran,
penjadwalan,
Pengambilan Suara
Serta Ketentuan Hasil Rapat dan
Risalah Rapat

BAPEPAM-LK NOMOR: IX.I.6 VS POJK


NOMOR: 33 /POJK.04/2014
Pada POJK 33 juga diatur mengenai pedoman
dan kode etik bagi Direksi dan Komisaris serta
tata cara pengaplikasian pedoman dan kode
etik tersebut
Dalam hal penetuan sanksi, dalam POJK 33
lebih di deskripsikan sanksi-sanksi administratif
yang akan diperoleh jika terjadi pelanggaranpelanggaran pada pertauran tersebut, namun
masih terdapat pasal yang tidak dijelaskan
maksud dan jenis dari tindakan tertentu yang
dapat diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan

Kesimpulan
POJK 33 dan BAPEPAM-LK memiliki tujuan yang sama
yaitu meningkatkan penerapan prinsip-prinsip
pengelolaan perusahaan yang baik (good corporate
governance) bagi Emiten dan Perusahaan Publik
terutama yang berkaitan dengan persyaratan dan
pertanggungjawaban anggota direksi dan komisaris
yang dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan
Ketua Bapepam tentang Direksi dan Komisaris
Emiten dan Perusahaan Publik. POJK 33 merupakan
bentuk dari penyempurnaan BAPEPAM-LK untuk lebih
memperjelas aturan mengenai Dewan Komisaris dan
Direksi dalam Emiten atau Perusahaan Publik