Anda di halaman 1dari 18

FISTULA OBSTETRI DAN

GINEKOLOGI

PENDAHULUAN
Fistula obstetri: Persalinan macet,trauma VE,
EF dan SC
Fistula ginekologi: histerektomi,radiologi dan
keganasan
Jones:
Fistula genito urinaria: fistula
uretrovaginalis, vesikovaginalis,
ureterovaginalis
Fistula genitotraktus digestifus: fistula
rektovaginalis,anovaginalis,
intestinovaginalis.

DIAGNOSIS
Anamnesis:
-

Keluarnya urine, flatus atau feses lewat


vagina
Kencing lewat vagina atau vagina selalu
basah menentukan lokasi fistula
Vesikouterina: urine yang bercampur
darah periodik tiap bulan.

Tes pewarnaan urin/feses


-

Methylen blue 30 cc diisi kedalam


kandung kencing
dilihat
lokasi kebocoran dengan
spekulum. Pasien dipasang tampon
dan disuruh jalan. Bila tampon
distal terwarnai: urethrovaginalis,
jika proksimal terwarnai:
vesikovaginalis.

Tes norit :feses kehitaman dalam


vagina

Pemeriksaan dengan kateter atau


sonde
-

Kateter/sonde dipasang pada uretra,jika


teraba dari vagina: fistula uretrovaginalis
Fistula rektovaginalis yang tidak jelas
arah fistulanya: sondase vagina dengan
rektal toucher.

Pemeriksaan Vaginal toucher


-

Fistula yang cukup luas dapat diketahui


dengan vaginal toucher

Pemeriksaan radiologis
-

ivp: pemeriksaan rutin untuk mengetahui


fungsi saluran kemih bagian atas
Sistografi: mengetahui fistula yang kecil
dan multipel

Pemeriksaan cistokopi/endoskopi
-

untuk mengetahui lokasi fistula terhadap


trigonum vesikae.
Bila lokasi fistula berjauhan dengan
muara ureter -- pembedahan
transvaginal.
Bila fistula dekat muara ureter --
operasi transabdominal

MANAJEMEN PREOPERATIF
Persiapan
-

Waktu terbaik untuk operasi 3 sampai 6


bulan pasca fistula
Prednison 4x 10 mg dan antibiotika 7 hari
pra bedah
Infeksi saluran kencing atau bakteriuria
diatasi lebih dahulu
Bila terdapat batu vesika, operasi
pengambilan batu dulu untuk
menghilangkan iritasi dan ulserasi

Lanjutan persiapan preoperatif


-

Bila terdapat endapan kristal fosfat


disekitar lubang fistula maka
diberikan bikarbonas natrikus 3
gr/hari selama 1 minggu. Bila belum
berhasil diberikan irigasi dengan
larutan asam cuka lunak

Lawson memberikan sulfonamid/


streptomisin oral 2 gr/hari selama 3
hari

Penentuan letak dan besar fistula


dengan cermat

Te Linde mempersiapkan penderita


preoperatif fistula rektovaginalis
sbb:

Hari I:
Diit lunak (residu diit)
Laksan tablet 1 tablet pada jam 18.00
Hari II:
Diit lunak
SM 15 gr pada jam 10.00, 14.00, dan 18.00
Lavement dengan larutan garam sampai bersih
Hari III:
Diit cair bila perlu cairan parenteral
SM 15 gr pada jam 10.00 dan 14.00
Tidak dilakukan lavement
Neomycin 1 gr, eritromycin 1 gr peroral pada jam 13.00,
14.00 dan 23.00
Hari IV:
Operasi jam 08.00

MANAJEMEN OPERATIF

Operasi trans vaginal


Operasi trans vesikal
Operasi trans abdominal

Reparasi fistula cara Latzko


1.
2.
3.

4.

Eksisi mukosa vagina sekitar fistula


Jahit lubang fistula satu-satu
Jahitan tahap ke 2 sejajar jahitan
pertama secara matras vertikal
Test kebocoran, kemudian jahit
dinding/mukosa vagina

Reparasi fistula pada juxta servikal


1.
2.

3.
4.
5.

6.

Insisi bentuk segitiga


Diseksi pars vesikal dari pars vaginalis
dan serviks uteri
Jahit tepi fistula horizontal satu-satu
Jahit tahap 2 sejajar jahitan pertama
Jahitan pada insisi segitiga dinding
vagina/serviks uteri dengan pola T
terbalik
Test terhadap kebocoran

Rekontruksi urethra yang hancur


1.

2.

3.

4.

Insisi berbentuk U pada dinding vagina


melingkar muara urethra sebatas spingter
urethra internum dan ujung depan 1-2 cm
dari klitoris
Tepi irisan dilakukan diseksi seperlunya,
jahit satu-satu arah memanjang dengan
kateter/sonde sebagai penuntun
Jaringan fibromuskuler jahit satu-satu
sejajar jahitan pertama
Tutup dinding vagina secara matras satusatu

MANAJEMEN POST OPERATIF


Kateterisasi/ Drainase urin
-

untuk melindungi jahitan dan menjaga


kandung kencing istirahat
Lama pemasangan 12-14 hari
Untuk menghindari pengendapan darah
24 jam post operasi diberikan cairan intra
vena dengan diuresis diharapkan 2-3
liter/hari
Setelah itu dilakukan bladder training

Blas Training menurut Te Linde


-

Pemulihan dimulai hari ke 7 pasca bedah


selama 1 jam
Hari ke 8 selama 2 jam
Hari ke 9 selama 3 jam
Bila penderita dapat menahan kencing
selama 3 jam maka fungsi kandung
kencing dikatakan baik

Pencegahan terhadap infeksi


-

diberikan antibiotika yang sesuai

Perawatan buang air besar


-

Buang air besar diusahakan sebelum 4


hari pertama pasca bedah
Dapat dilakukan lavement atau
pemberian gliserin suppositoria bila
perlu

Perawatan perineum
-

Vulva ditutup kassa steril sampai 4 hari


pasca bedah. Kassa steril diganti tiap
hari

Pesan Khusus
-

Tidak melakukan hubungan seksual


selama 3 bulan pasca bedah
Bila terjadi kehamilan maka tindakan SC
elektif dipersiapkan