Anda di halaman 1dari 1

a.

Hemolisis Ekstravaskuler
Hemolisis ekstravaskuler lebih sering dijumpai dibandingkan dengan
hemolisis intravaskuler. Hemolisis terjadi pada sel makrofag dari sistem
retikuloendothelial (RES) terutama pada lien, hepar dan sumsum tulang karena sel ini
mengandung enzim heme oxygenase. Hemolisis terjadi karena kerusakan membran
(misalnya akibat reaksi antigen-antibodi), presipitasi hemoglobin dalam sitoplasma,
dan menurunnya fleksibilitas eritrosit. Kapiler lien dengan diameter yang relatif kecil
dan suasana relatif hipoksik akan memberi kesempatan destruksi sel eritrosit,
mungkin melalui mekanisme fragmentasi.2,3,10