Anda di halaman 1dari 22

KESEHATAN LINGKUNGAN

Oleh:
Prof. H. Didik Sarudji, M.Sc

BAB VI:
PENGOLAHAN AIR
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

TUJUAN
PENDAHULUA
N

MEMAHAMI PENGARUH AIR LIMBAH THD


KESEHATAN LINGKUNGAN.

MEMAHAMI ASAL AIR


KEGIATAN SEHARI-HARI.

MEMAHAMI
PRINSIP-PRINSIP
PEMBUANGAN
AIR
LIMBAH
SECARA
INDIVIDU MAUPUN KOMUNAL.

MEMAHAMI DAMPAK AIR LIMBAH THD


BADAN AIR (SUNGAI, DANAU, MUARA)
MAUPUN LAUTAN.

MEMAHAMI
KEMUNGKINAN
PEMANFAATAN KEMBALI AIR LIMBAH
YANG TELAH DIOLAH.

SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

LIMBAH

DLM

ISI
PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K

A.
B.
C.
D.
E.

PENDAHULUAN
SUMBER AIR LIMBAH
SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH
DAMPAK THD LINGKUNGAN
PENGGUNAAN ULANG AIR LIMBAH

REUSE A.L.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

A. PENDAHULUAN
PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.

Masalah air limbah dipicu oleh


urban-isasi dan industrialisasi.

SISITEM PAL

Makin menyempitnya area peresapan, terutama wilayah perkotaan.

DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

Pengolahan air limbah yang dilepas


ke lingkungan belum memenuhi
syarat. (Masalah mental, teknologi
dan koreksi alam).
Berdampak pada pendangkalan badan air shg memicu terj. Banjir.
Penegakan hukum
berpihak
kepada
lingkungan.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

yang belum
perlindungan

B. SUMBER AIR LIMBAH


PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

1. Sumber domestik:
(hanya sekitar 7% air yang
dibutuhkan dikonsumsi, sisanya
menjadi air limbah)
2. Kegiatan industri:
Industri menggunakan air untuk
proses produksi, setelah proses
air dilepas sebagai air limbah.
Bersama air limbah terkandung:
Bahan kimia toksik
Bahan
yang
mengganggu
ekosistem lainnya
Energi (panas) - 60% panas
dibuang bersama air limbah.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

C. SISTEM PENGOLAHAN AIR


LIMBAH
1. Sistem P.A.L. individu
Cesspool
Septic tank
2. Sistem P.A.L perkotaan
Pengolahan secara fisik
Pengolahan secara biologik
Pengolahan kimiawi
3. Sistem P.A.L. pada industri
Preliminary treatment
Primary treatment
Secondary treatment
Tertiary treatment
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.

SISTEM PENGOLAHAN AIR


LIMBAH
1. Sistem P.A.L. individu

Cesspool (Kolam resapan)


Dianjurkan pada lahan yang luas
dan air tanah yang dalam
Kendala : terjadinya clogging.

Septic tank
Berperan bukan sebagai sewage
purifier, tetapi
membantu
proses natural purifier.
Menguraikan bahan organik dlm
limbah secara an-aerobik.
Mampu
mereduksi
60-70%
kandu-ngan
organik
selama
retention period 24 jam.

SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.

SISTEM PENGOLAHAN AIR


LIMBAH
2. Sistem P.A.L perkotaan

Pengolahan secara fisik


(Penapisan,sedimentasi,flokulasi,
reverse osmosis, destilasi, ad-sorpsi,
pendinginan).

Pengolahan secara biologik:


Aerobik
: lumpur aktif, trickling
filter.
An-aerobik: septic tank.

Pengolahan kimiawi
Pemberian kapur, tawas, besi feri
atau
poli-elektrolit
sintetik
utk
mengatasi
adanya
koloid
dalam
berflokulasi
dan
akhirnya
mengendap

SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

10

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.

SISTEM PENGOLAHAN AIR


LIMBAH
3.

SISITEM PAL
DAMPAK LING
K

Sistem P.A.L. pada industri


Preliminary treatment

Menghilangkan kotoran
dgn screen.

secr

fisik

Primary treatment

1-2 jam sedimentasi

Secondary treatment

Pembersihan koloidal dan bhn org


terlarut.

Tertiary treatment

Membersihan
bahan
organik,
padatan
tersuspensi
(dengan
penyaringan pasir, karbon aktif, ion
exchange, ultrafiltration, chemical
precipitation.

REUSE A.L.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

11

Gambar : VI. 3 Bagan Alir Pengolahan Air Limbah (http://www.hdwd.com, 14-4-2010)

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

12

pengolahan II (secara aerob) banyak mengandung mikrob


aerob.

Gambar : VI. 4 Diagram Proses Lumpur Aktif.


(http://www.wikipedia_ lumpur aktif, 14-4-2010)

udara
air setelah pengolahan pendahuluan

air hasil olahan


bak pengolah I
(aerasi)

bak pengolah
II

Daur ulang lumpur


Sebagai lumpur aktif

ketempat pengolahan
lumpur

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

13

PENDAHULUA
N

D. DAMPAK PEMBUANGAN AIR


LIMBAH
1.

SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K

2.

REUSE A.L.

3.

Terjadinya perubahan ekosistem


Perubahan
struktur
dan
fungsi
ekosistem
(Perubahan
aerobik
menjadi an-aerobik, eutrofikasi, algal
bloom)
Ingat parameter DO, BOD dan COD.
Kematian flora/fauna
Kematian ikan karena kekurangan
oksigen atau polutan energi, adanya
bahan-2 toksik (pestisida),
Efek toksik pada rantai makanan.
Herbisida, pestisida dan logam berat
mem-berikan efek toksik pada rantai
makanan bawah.
Pestisida menyebabkan cangkok telur
tak sempurna/lunak. ingat kasus
kepunahan burung pelikan dan silent
spring.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

14

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

DAMPAK PEMBUANGAN AIR


LIMBAH
1. Thd Sungai (stream).
Pencemar organik menyebabkan eksplosi mikroorganisme aerobik, shg
oksigen
terlarut
(dessolve
oxygen=DO) dalam air terkuras.
Kebutuhan oksigen untuk keperluan
penguraian biologis (BOD) tidak
mampu
teratasi
dng
oksigenasi
melalui reaerasi maupun fotosintesis.
Keadaan
menjadi
an-aerobik,
kehidupan biota air (ikan-2) menjadi
kritis. Kematian ikan dan telur dan
larva-larvanya meningkatkan kondisi
yang
menguntungkan
kehidup-an
aerobik air.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

15

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.

DAMPAK PEMBUANGAN AIR


LIMBAH
2.

Thd danau

SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

Tingginya kadar nitrat dan fosfat hasil


penguraian
bahan
organik
berpengaruh
thd
stimulasi
pertumbuhan alga. Lamanya detention
period (waktu selama suatu zat tak
berubah) kondisi air yang tenang, dan
terhalangnya sinar matahari karena
kekeruhan, memberi keadaan kondusif
terjadinya algal blooms.
DO tertekan terjadi kematian ikanikan.
Alga tertentu menghasilkan zat toksik
menimbulkan kematian hewan yng
mengonsumsi air danau.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

16

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

DAMPAK PEMBUANGAN AIR


LIMBAH
3. Muara (estuary)
Muara sebagai tempat bertelur
dan berkembangnya seagian besar
kehidupan laut.
Sbg kamar anak-anak (nursery)
makhluk muda kehidupan laut.
Kaya akan nutrien yang terbawa
arus ke muara.
Herbisida, pestisida lain, logam,
berat, yang terbawa drainase
memberi
efek
toksik
thd
organisme rantai dasar.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

17

PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

DAMPAK PEMBUANGAN AIR


LIMBAH
4. Lautan
Lautan terbuka memiliki nutrien sangat
rendah

produktivitas
rantai
makanan bawah sangat rendah.
Nitrogen (nitrat) sangat terbatas, ttp
fosfor dln keadaan berlebih.
Pembuangan herbisida, pestisida dan
logam
berat
memberikan
efek
merugikan pada muara.
Dumping
lumpur
domestik
menyebabkan kerusakan kehidupan
dasar
laut
(logam
berat),
dan
menurunkan estetika pantai.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

18

E. REUSE AIR LIMBAH


PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.

1. Air
limbah
dimanfaatkan
setelah diolah.

lagi

Yang menjadi pertimbangan adl :


Seberapa cepat penggunaan
ulang.
Bagaimana pengolahannya.
Untuk keperluan apa.

SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

2. Umumnya
digunakan
untuk
peruntukan
yang
memerlukan
kualitas air yang lebih rendah.
(Mis. Untuk pendingin mesin,
pencegah intrusi, pertanian, dll)
3.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

19

REUSE AIR LIMBAH


PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK LING
K
REUSE A.L.

3. Prinsip penting apabila


kebutuhan domestik:

untuk

Infiltrasi kedalam tanah berpasir menuju ke dalam air


tanah agar mengalami pembersihan secara
bakteriologik, estetik, dan memperoleh
pengakuan publik, waktunya
selama mungkin.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

20

PERTANYAAN
PENDAHULUA
N
SUMBER A.L.
SISITEM PAL
DAMPAK
LINGK
REUSE A.L.

1. Apakah yang dimaksud dengan


air limbah ?
2. Apa dampak air limbah terhadap
kesehatan lingkungan ?
3. Bagaimana sistem pengolahan air
limbah yang sederhana ?
4. Bagaimana sistem pengolahan air
limbah secara kolektif dilaksanakan ?
5. Mungkinkah
air
limbah
dimanfaat-kan sbagai sumber air
dengan kualitas yang lebih baik ?
PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

21

PENGOLAHAN AIR LIMBAH - VI

22