Anda di halaman 1dari 7

Kamis, 12 Mei 2011

Teknik analisis data kualitatif


TEKNIK ANALISIS DATA
Analisis data kualitatif (Bogdan & Biklen) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan
bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat
dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola , menemukan apa yang penting dan
apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan kepada orang lain.
Analisis Data Kualitatif adalah suatu proses yang meliputi:

Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber
datanya tetap dapat ditelusuri,

Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar


dan membuat indeksnya,

Berpikir dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan
menemukan pola, hubungan-hubungan dan temuan-temuan umum. (Seiddel, 1998)
Jadi menurut kami, Analisis Data Kualitatif adalah suatu upaya kegiatan yang meliputi
proses mencatat, mengorganisasikan, mengelompokkan dan mensintesiskan data selanjutnya
memaknai setiap kategori data, mencari dan menemukan pola, hubungan- hubungan dan
memaparkan temuan-temuan dalam bentuk deskripsi naratif, bagan, flow chart, matriks maupun
gambar-gambar yang bisa dimengerti dan pahami oleh berbagai pihak.

Beberapa kaum intelektual memainkan peran dalam analisis kualitatif. Morse dan Field
(1995) mengenali empat proses-proses, antara lain:
o Memahami
Awal proses analitik, peneliti-peneliti kualitatif berusaha untuk bisa mempertimbangkan data dan
belajar mencari apa yang terjadi. Bila pemahaman dicapai, peneliti bisa menyiapkan cara
deskripsi peristiwa, dan data baru tidak ditambahkan dalam uraian. Dengan kata lain,
pemahaman diselesaikan bila kejenuhan telah dicapai.
o

Sintesis
Sintesis meliputi penyaringan data dan menyatukannya. `Pada langkah ini, peneliti mendapatkan
pengertian dari apa yang khas mengenai suatu peristiwa dan apa variasi dan cakupannya. Pada

akhir proses sintesis, peneliti dapat mulai membuat pernyataan umum tentang peristiwa
mengenai peserta studi.
o

Teoritis
Meliputi sistem pemilihan data. Selama proses teori, peneliti mengembangkan penjelasan
alternatif dari peristiwa dan kemudian menjaga penjelasan ini sampai menentukan apakah
cocok dengan data. Proses teoritis dilanjutkan untuk dikembangkan sampai yang terbaik dan
penjelasan paling hemat diperoleh.

Recontextualisasi
Proses dari recontextualisasi meliputi pengembangan teori lebih lanjut dan aplikabilitas untuk
kelompok lain yang diselidiki. Di dalam pemeriksaan terakhir pengembangan teori, adalah teori
harus generalisasi dan sesuai konteks.
A. Modus analisis data

1. Hermeneutik
Asal Usul Hermeneutika
Secara
etimologis,
akar
kata
hermeneutika
berasal
dari
bahasa
Yunani hermeneuein yang berarti menafsirkan. Maka, kata benda hermeneia secara
harfiah dapat diartikan sebagai penafsiran atau interpretasi (Sumaryono,1999:23). Di
dalam istilah itu secara langsung terkandung unsur-unsur penting yaitu: mengungkapkan,
menjelaskan, dan menerjemahkan. Adapun asal-usul hermeneutika sendiri yakni ketika
Hermes menyampaikan pesan para dewa kepada manusia. Dan hermeneutika pada
akhirnya diartikan sebagai proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi
mengerti.
Hermaneutik berkaitan dengan pemaknaan suatu analog-teks. Jika analisis hermeneutik
digunakan dalam studi sistem informasi, objek dari usaha interpretatif adalah upaya membuat
bermakna organisasi sebagai analog-teks.
Gagasan suatu lingkaran hermeneutik adalah dialektik antara pemahaman teks secara
menyeluruh dan interpretasi bagian-bagiannya, yang deskripsinya diharapkan membawa makna
dengan bimbingan oleh penjelassan yang diperkirakan.
Tujuan analisis hermeneutik dalam hal ini adalah membuat adanya rasa pemahaman keseluruhan,
dan hubungan diantara orang-orang di dalamnya, organisasi dan teknologi informasinya.
Jika analisis hermeneutik digunakan dalam studi sistem informasi, objek dari usaha
interpretatif adalah upaya membuat bermakna organisasi menjadi analog-teks. Dalam organisasi
berbagai pemegang saham pada organisasi itu bisa tidak lengkap, bingung, gelap

pemahamannya, atau malah satu sama lainnya saling bertentangan. Tujuan analisis hermaneutik
dalam hal ini adalah membuat adanya rasa pemahaman keseluruhan, dan hubungan diantara
orang-orang didalamnya, organisasi, dan teknologi informasinya.
2. Semiotik
Semiotik berkaitan dengan makna dari tanda dan simbol dalam bahasa. Gagasan penting adalah
kata-kata atau tanda dapat ditugaskan terutama pada kategori konseptual.
Semiotik ada 3 bentuk :
o Analisis konten, adalah teknik penelitian yang digunakan untuk referensi yang replikabel dan
valid dari kata pada konteksnya.
o Analisis pembicaraan, diasumsikan bahwa makna itu dipertajam dalam konteks dalam
pertukaran.
o Analisis wacana, fokus pada permaianan bahasa. Permainan bahasa adalah suatu interaksi
satuan-satuan yang yang terdefenisikan dengan baik terdiri atas urutan gerak verbal yang
berubah menjadi frasa-frasa, yaitu penggunaan metafor dan alegori yang memainkan peran
penting.

3. Narasi dan metafor


Narasi didefinisikan sebagai dongeng, cerita.Narasi dan metafora sejak lama talah menjadi istilah
kunci dalam diskusi bahasa dan analisisnya. Para ahli dalam berbagai keahlian telah mencari
metafora dan simbolisme dalam berbagai budaya asli, narasi lisan, narasi dan metafora dalam
organisasi, metafora dan pengobatan, metafora dan psikiatri,dll.
B. Tahapan analisis data
Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola,
kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis
kerja seperti yang disatankan oleh data.
Pekerjaan analisis data ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan
kode, dan mengkategorisasikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data bertujuan untuk
menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif.
Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha usaha pemusatan perhatian dan
pengarahan tenaga fisik dan pikiran peneliti. Selain menganalisis data, peneliti juga perlu dan

masih perlu mendalami kepustakaan guna mengkonfirmasikan teori atau untuk menjastifikasikan
adanya teori baru yang barangkali ditemukan.
1. Menemukan Tema dan Merumuskan Hipotesis Kerja. Sejak menganalisis data dilapangan,
peneliti sudah mulai menemukan tema dan hipotesis kerja. Pada analisis yang dilakukan secara
lebih intensif, tema dan hipotesis kerja lebih diperkaya, diperdalam, dan lebih ditelaah lagi
dengan menggabungkan data dari sumber-sumber lainnya.
Bogdan Taylor (197: 82-85 ) menganjurkan beberapa petunjuk untuk merumuskan hipotesis
kerja
Bacalah dengan teliti catatan lapangan anda, seluruh data, baik yang berasal dari pengamatan
berperanserta, wawancara, tanggapan peneliti sendiri, gambar atau foto, dokumen, hendaknya
dibaca dan ditelaah secara mendalam.
Berilah kode pada beberapa judul pembicaraan tertentu, data yang sudah diberi kode hendaknya
dipelajari, dibaca, dan ditelaah lagi, kemudian disortir dan di uji untuk dimasukkan ke dalam
kelompok tertentu yang akan menjadi cikal bakal tema.
Susunlah menurut tipologi, hal ini bermanfaaat dalam menemukan tema dan penyusunan
hipotesis kerja.
Bacalah kepustakaan yang ada dengan masalah dan latar penelitian, selama dan sesudah
pengumpulan data, kepustakaan yang berkaitan dan relevan dengan masalah studi hendaknya
dipelajari.
2. Menganalisis Berdasarkan Hipotesis Kerja. Setelah memformulasikan hipotesis kerja, peneliti
mengalihkan pekerjaan analisisnya dengan mencari dan menemukan apakah hipotesis kerja
tersebut didukung atau ditunjang oleh data dan apakah hal itu benar. Dalam hal demikian peneliti
barangkali akan mengubah, menggabungkan, atau membuang beberapa hipotesis kerja. Apabila
peneliti telah menemukan seperangkat hipotesis kerja dasar, maka pekerjaan selanjutnya adalah
menyusun kode tersendiri atas dasar hipotesis kerja dasar tersebut. Data yang telah tersusun
dikelompokkan berdasarkan hipotesis kerja dasar tersebut. Jumlah data yang menunjang suatu
hipotesis kerja dasar bergantung pada kualitas dan kuantitas data dan bergantung pula pada
perhatian dan tujuan penelitian. Data yang dikode dapat menunjang dua atau lebih hipotesis
kerja. Pekerjaan mencari dan menemukan data yang menunjang atau tidak menunjang hipotesis
kerja pada dasarnya memerlukan seperangkat kriteria tertentu yang didasarkan atas pengalaman,
pengetahuan, atau teori tertentu sehingga akan sangat membantu pekerjaan analisa data. Criteria
dapat ditetapkan secara kasar sementara data sudah mulai masuk dan ditetapkan pada saat
mengadakan pemberian kode pada data.
Usaha untuk meningkatkan kemampuan menganalisis dan meningkatkan pengertian
tentang data menurut Bogdan dan Taylor :
o Apakah data menunjang hipotesis kerja?

Proses ini merupakan usaha untuk membandingkan data yang menunjang dengan yang tidak
menunjang.
o Apakah data yang benar yang dikumpulkan atau bukan?
Peneliti hendaknya meneliti apakah data yang tercatat pada catatan lapangan itu benar-benar data
yang dikumpulkan atau tercampur dengan pandangan peneliti atau juga sesuatu yang berasal dari
subjek tetapi bukan asli.
o Apakah ada pengaruh peneliti terhadapa latar penelitian?
Walaupun sedikit, barangkali akan ada pengaruh peneliti terhadap latar penelitian. Hal itu
mungkin sekali tejadi pada saat pertama peneliti memasuki lapangan karena subjek masih curiga
atas kehadiran peneleliti yang asing itu.
o Adakah orang lain yang hadir?
Kategori data hendaknya dikelompokkan di antara adanya kehadiran orang lain dan kehadiran
sendiri agar benar-benar diperoleh data yang murni.
o Pertanyaan langsung ataukah kesimpulan tidak langsung?
Peneliti hendaknya membedakan mana yang menunjang secara langsung, mana yang menunjang
secara tidak langsung, mana yang tidak menunjang sama sekali.
o Siapa yang mengatakan dan siapa yang melakukan apa?
Peneliti hendaknya mengelompokkan data atas hipotesis kerja yang ditunjang hanya oleh
seorang dan yang ditunjang oleh beberapa orang.
o Apakah subjek mengatakan yang benar?
C. Model analisis data
a.

Metode perbandingan tetap (constant comparative method)


Metode ini menganalisis data secara tetap membandingkan satu datum dengan datum yang lain,
dan kemudian secara tetap membandingkan kategori dengan kategori lainnya. Secara umum
proses analisis datanya mencakup reduksi data, kategorisasi data, sintesisasi dan diakhiri dengan
menyusun hipotesis kerja.
Menurut Ian Dey (1993) langkah-langkah analisis data :
Mengembangkan deskripsi yang komprehensif dan teliti dari hasil penlitian.
Klasifikasi data, merupakan bagian integral dari analisis.
Analisis data, kita harus dapat memilah-milah data itu dan memadukannya kembali
Dalam analisis data, terdapat beberapa langkah dalam melakukannya
Menemukan fokus
Untuk memberikan arah dalam menemukan fokus penelitian.
Mengelola data
Membaca dan menganotasi

Menciptakan kategori
Splitting (memisahkan) dan slicing (memotong)
Mengait-ngaitkan data
Membuat hubungan
Peta dan matriks
Kejadian koroborasi
Bukti kejadian koroborasi adalah prosedur dimana secara kritis kita berfikir tentang kualitas data.
Menghasilkan sesuatu yang dicari
b. Analisis data model Spradley
Menurut Spradley, analisis data itu menyatakan dengan teknik pengumpulan data. Proses
penelitian terdiri atas : pengamatan deskriptif, analisis domein, pengamatan terfokus, analisis
taksonomi, pengamatan terpilih , analisis komponensial dan diakhiri dengan analisis tema..
analisis data menurut model ini memenfaatkan adanya apa yang dinamakan hubungan semantik.
1. Analisis domein, dilakukan terhadap data yang diperoleh dari pengamatan
berperanserta/wawancara atau pengamatan deskriptif yang terdapat dalam catatan lapangan,
yang dapat dilihat di buku lampiran.
2. Analisis taksonomi, setelah selesai analisis domein, dilakukan pengamatan dan wawancara
terfokus berdasarkan fokus yang sebelumnya telah dipilih oleh peneliti.
3. Analisis komponen, setelah anilis taksonomi, dilakukan wawancara terpilih untuk memperdalam
data yang telah ditemukan melalui pengajuan sejumlah pertanyaan kontras.
4. Analisis tema merupakan seperangkat prosedur untuk memahami secara holistik pemandangan
yang sedang diteliti. Sebab setiap kebudayaan terintegrasi dalam beberapa jenis pola yang lebih
luas.
c.

Analisis data kualitatif model Miles dan Huberman


Analisis data ini didasarkan pada pandangan paradigman yang positivisme. Analisis data
dilakukan dengan mendasarkan diri pada penelitian lapangan, apakah : satu atau lebih dari satu
situs. Analisis data ini menggunakan matriks.
Dengan memanfaatkan matriks yang di petakan maka peniliti mulai mengadakan analisis apakah
membandingkan urutan ataukah menelaah hubungan sebab-akibat sekaligus.
Ada beberapa bentuk data kualitatif dari model Miles dan Huberman :
Data Reduction
Reduksi data adalah proses merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada halhal penting selanjutnya mencari tema dan polanya.

Data Display

Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flow
chart atau gambar. the most frequent form of display data for qualitative research data in the
past has been narrative text (Miles and Huberman, 1984).

Conclusion Drawing/Verification
Kesimpulan awal dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berubah bila
terdapat bukti-bukti baru. Namun jika kesimpulan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti
yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan maka kesimpulan tersebut
kesimpulan yang kredibel.

DAFTAR PUSTAKA
Moleong Lexy J, MA, DR, Prof, Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit.: PT Remaja
Rosdakarya, Bandung 1988.
http://blogqing.blogspot.com/2010/05/metode-penelitian.html
http://elqorni.wordpress.com/2009/10/09/metodologi-penelitian-kualitatif-dan-hermeneutika/
http://www.scribd.com/doc/24449804/Analisis-Data-Kualitatif