Anda di halaman 1dari 38

BAB I

TRANSFORMASI
A. Pengertian Transformasi
Definisi 1.1
Suatu transformasi pada suatu bidang V adalah suatu fungsi bijektif dari V ke V.
Sehingga dalam penulisan yang lain, dapat dinyatakan T : V V merupakan
transformasi jika T merupakan fungsi bijektif, dengan V = {(x, y)/ x,y R}
Berkenaan dengan definisi transformasi yang merupakan fungsi bijektif, perlu terlebih
dahulu ditegaskan tentang pengertian fungsi, fungsi bijektif (satu-satu), fungsi surjektif
(pada/onto).
Definisi 1.2
Suatu fungsi f dari himpunan A kedalam (into) himpunan B, adalah suatu pengawanan
yang memasangkan setiap himpunan A dengan tepat satu anggota B. Dengan notasi
matematika dapat dituliskan f : A B merupakan fungsi, jika a,b di A dan a = b maka
f(a) = f(b).
Definisi 1.3
Fungsi f : A B disebut fungsi injektif (satu-satu), jika untuk sebarang a, b di A
dengan f(a) = f(b), maka a = b
Definisi 1.4
Fungsi f : A B disebut fungsi surjektif (pada/onto), jika untuk setiap b di B terdapat a
di A sedemikian sehingga f(a) = b
Definisi 1.5
Fungsi f : A B disebut fungsi bijektif jika f merupakan fungsi injektif dan surjektif.
Seringkali f : A B fungsi bijektif maka dikatakan terdapat korespondensi satu-satu
antara A dengan B.
B. Beberapa Istilah dalam Transformasi
1. Unsur tetap
Definisi 1.6
Suatu titik A di V disebut titik tetap dari transformasi T jika T(A) = A. Kemudian
suatu garis l disebut garis tetap dari transformasi T jika T(l) = l
2. Kolineasi
Definisi 1.7
Suatu transformasi T disebut punya sifat kolineasi jika T memetakan garis menjadi
garis lagi

Geometri Transformasi

3. Identitas
Definisi 1.8
Suatu transformasi T disebut transformasi identitas jika T(A) = A untuk setiap A di
V. Selanjutnya transformasi identitas dinotasikan dengan I.
4. Isometri
Definisi 1.9
Transformasi T disebut isometri, jika untuk setiap A,B di V berlaku
' '
'
'
AB
T ( A)T ( B) A B
=
=
, jika T(A) = A dan T(B) = B . Dalam istilah lain,
seringkali suatu transformasi disebut isometri jika mempertahankan jarak.
5. Involusi
Definisi 1.10
Suatu transformasi V merupakan involusi, jika V tidak sama dengan I dan berlaku
V2 = I . Ini berarti V = V-1
Contoh : 1.1
1. Perkawanan T: V V dengan T(x,y) = (2x, x+y) untuk setiap (x,y) di V merupakan
transformasi, tunjukkan!
Jawab:
Ditunjukkan bahwa:
i) T fungsi dari V ke V
Ambil A, B di V dengan A = B. Akan ditunjukkan T(A) = T(B)
Misal A = (x, y) dan B = (u, v). A = B berarti x = u dan y = v. Sehingga 2x = 2u
dan x + y = u + v. Akibatnya T(A) = (2x, x + y) = (2u, u + v) = T(B)
Terbukti T(A) = T(B).
ii) T fungsi injektif (satu-satu)
Ambil A, B di V dengan T(A) = T(B). Akan ditunjukkan A = B
Misal A = (x, y) dan B = (u, v). Karena T(A) = T(B) dan T(A) = (2x, x + y),
T(B) = (2u, u + v) maka persamaan ini diperoleh x = u dan y = v. Jadi A = B
iii) T fungsi surjektif (pada)
Ambil sebarang B di V. Akan ditunjukkan terdapat A di V sedemikian sehingga
x
x
T(A) = B. Misal B = (x, y). Pilih A = ( 2 , y - 2 ).
x
x
x x
x
Diperoleh T(A)=T( 2 , y - 2 ) = (2. 2 , 2 +( y - 2 )) = (x, y)
x
x
Jadi terdapat A = ( 2 , y - 2 ) di V sedemikian sehingga T(A) = B
Jadi T surjektif.
x y

y
4
x
.
2. Diberikan transformasi T dengan aturan T
Ditanyakan:
a. Apakah T suatu koloneasi?
b. Apakah T suatu isometri?
c. Apa terdapat titik tetap atau garis tetap dari T?

Geometri Transformasi

Jawab:
a. Akan diselidiki apakah T suatu koloneasi
Ambil sebarang garis l pada bidang V, misal l: ax + by + c = 0
1 '
y
Peta dari garis l yaitu l dapat ditemukan dengan mensubstitusikan x = 4
'
dan y = x pada persamaan ax + by + c = 0. Diperoleh persamaan
1 '
1
y
'
'
'
'
'
l : a 4 + b x + c = 0 atau b x + 4 a y + c = 0 atau 4b x ' + a y + 4c = 0,
yang merupakan persamaan garis. Jadi T suatu koloneasi.
'

b. Akan diselidiki apakah T suatu isometri


Ambil titik A(1,0) dan B(0,1).
A ' =T(A)=T(1,0) = (0, 4.1) = (0,4) dan B ' =T(B)= T(0, 1) = (1, 4.0) = (1, 0).
'
'
AB
A' B '
(0 1) 2 (1 0) 2 2
Diperoleh A (0.4) dan B =(1,0).
=
dan
=

1 0 2 0 4 2 =

17 .
Jadi terdapat dua titik yang jarak titik tersebut tidak sama dengan jarak kedua
petanya. Jadi T bukan isometri.
c. Untuk menyelidiki keberadaan titik tetap dapat dilakukan sebagai berikut.
1) Misal P(a,b) merupakan titik tetap dari T, maka T(P) = P atau (b, 4a) =
(a, b). Sehingga diperoleh persamaan b = a dan 4a = b. Ini hanya dipenuhi
oleh titik (0,0). Jadi titik tetapnya adalah titik (0,0)
2) Sedangkan untuk menyelidiki keberadaan garis tetap dilakukan sebagai
berikut:
Misal l: ax + by + c = 0 merupakan garis tetap, maka berlaku
4b a 4c

c
l = T(l) = 4bx + ay + 4c = 0. Sehingga diperoleh persamaan : a b
Dari perbandingan ini menghasilkan :
4b a

2
2
(1) a b a 4b a = 2b dan
4b 4c

c 4bc = 4ac 4bc 4ac = 0 (b - a)c = 0


(2) a
Untuk (2) kemungkinan :
(i) Untuk a b diperoleh c = 0. Ini menghasilkan garis tetap 2x + y = 0 dan
-2x + y = 0
(ii) Untuk c 0 , diperoleh a = b. Tetapi berlaku juga a = 2b yang berarti
a = b = 0. Ini tidak mungkin.
Jadi hanya terdapat dua garis tetap yaitu y = 2x

Geometri Transformasi

Latihan 1
1. Diberikan suatu pemetaan dengan definisi :
a. T((x,y)) = (2x, 2y)
c. T((x,y)) = (-x, -y)
b. T((x,y)) = (x, 1)
d. T((x,y)) =(3x, -y)
Diantara pemetaan tersebut manakah yang merupakan transformasi? Jelaskan.
2. Diketahui suatu transformasi T((x, y)) = (2x + 1, y - x)
a. Buktikan bahwa T merupakan koloneasi
b. Tentukan peta P(-3, 4)
c. Tentukan peta y = x2
x y

3. Diberikan transformasi T dengan aturan T y 2 x .


Ditanyakan:
a. Apakah T suatu koloneasi?
b. Apakah T suatu isometri?
c. Apa terdapat titik tetap atau garis tetap dari T?
4. Buktikan transformasi dengan rumus:
x 3 / 5 4 / 5 x


y

4
/
5

3
/
5

y merupakan suatu isometri.


T
5. Buktikan bahwa transformasi T((x, y)) = (2x+y, x-2y) merupakan suatu kolineasi.
6. Diketahui suatu transformasi T((x, y)) = (ay, x/b). Tentukan nilai a dan b
sedemikian sehingga T suatu involusi.

Geometri Transformasi

BAB II
TRANSLASI (PERGESERAN)
A. Pengertian
Translasi merupakan transformasi yang memindahkan tiap titik pada bidang dengan
arah dan jarak tertentu

Translasi dapat diwakili oleh sebuah vektor yang dapat dinyatakan dengan bentuk ruas
a

PQ
garis berarah (misal
) atau matriks kolom b .
Perhatikan gambar berikut.
Y

(,)
b
P(x,y)

a

'
'
'
Translasi T = b memindahkan titik P(x, y) ke titik P ( x , y ) sehingga diperoleh
x' x a x a

y
'
y
b
y

hubungan :
atau dalam bentuk persamaan :
'
x ' = x + a; y = y + b

B. Menentukan Bayangan suatu Titik oleh Translasi


Contoh 2.1
Diketahui titik A(1, 4) dan B (0, -3). Tentukan bayangan titik A dan B oleh translasi T
1

= 3
Jawab :

Geometri Transformasi

A ' = T(A) = T(1,4) = ( 1 + 1, 4 + (-3)) = (2, 1)


B ' = T(B) = T(0, -3)= ( 0 + 1, -3 + (-3)) = (1, -6)
C. Menentukan Bayangan suatu Kurva oleh Translasi
Contoh 2.2
Diketahui persamaan garis 2x y = 4
1

Tentukan persamaan garis bayangan oleh translasi T =


Jawab:
'

'

T (x, y) = ( x , y )
x' x 1 x 1

y' y 3 y 3
x' = x + 1
y' = y - 3

x = x' - 1
'
y= y +3

Substitusi ke persamaan garis 2x y = 4


'
2( x ' 1) ( y + 3) = 4
'

2 x' 2 y - 3 = 4
'
2 x' y = 9
Jadi persamaan garis bayangan adalah 2x y = 9
Contoh 2.3
Diketahui titik-titik A(2, -2) dan B(3, 4) dan g : y + 2x = 4. Jika T adalah translasi yang
diwakili oleh ruas garis berarah AB .
a. Tentukan T(P) jika P = (x, y)
b. Tentukan D jika T(D) = (1, 3)
a. Tulislah persamaan bayangan garis g oleh translasi T
b.
Jawab:
3 2 1

4

2
)

= 6
a. Vektor AB =
1

AB
T=
= 6 , berarti T(P) = T(x, y) = ( x+1, y +6)

b. Misal D (x, y) dari T(D) = 1, 3) = (x + 1, y +6) diperoleh, x + 1 = 1 dan y + 6 = 3.


Sehingga x = 0 dan y = -3. Jadi D(0, -3)
'
'
c. T(x, y) = ( x , y )
x' x 1

y' y 6

Geometri Transformasi

x' = x + 1
y' = y + 6

x = x' - 1
'
y= y -6

Substitusi ke persamaan garis y + 2x = 4


'
( y - 6) + 2( x ' 1) = 4
'
y - 6 + 2 x' 2 = 4
'
y + 2 x ' = 12
Jadi persamaan bayangan garis g adalah y + 2x = 12

Latihan 2
1. Suatu segitiga ABC dengan A(1, 2), B(4, -3) dan C(6, -1) ditranslasi
2

3 .

dengan T=

a. Tentukan koordinat bayangannya


' '
A 'C '
AB AC A B
b. Tentukan
,
,
dan
'
'
'
c. Tentukan luas segitiga ABC dan luas segitiga A B C

a

'
2. Suatu translasi T= b memetakan titik A(1, 2) ke A (-3, 5).
a. Tentukan nilai a dan b
b. Dengan menggunakan translasi di atas tentukan bayangan dari segitiga PQR
jika P(1, 0), Q(2, 6) dan R(3, 4)
' '
' '
PQ P Q
PR P R
c. Apakah
=
dan
=
? mengapa?
3. Diketahui persamaan garis 2x + y 3 = 0. Tentukan persamaan bayangannya oleh
translasi :
2
1
2

a. T= 2
b. T= 4
c. T= 3
4. Diketahui persamaan lingkaran x2 + y2 = 4. Tentukan persamaan bayangannya oleh
translasi :
2
1
1

a. T= 1
b. T= 3
c. T= 4
5. Diketahui titik-titik A(-3, 1) dan B(5, 7) dan g : y - 3x = 6. Jika T adalah translasi
yang diwakili oleh ruas garis berarah AB .
a. Tentukan T(P) jika P = (x, y)
b. Tentukan C jika T(C) = (2, 4)
c. Tulislah persamaan bayangan garis g oleh translasi T

Geometri Transformasi

BAB III
REFLEKSI (PENCERMINAN)
A. Pengertian
Definisi 3.1
Pencerminan terhadap garis s, dilambangkan dengan Ms adalah suatu pemetaan yang
memenuhi : untuk sebarang A di bidang V berlaku :
Ms(A) = A, jika A pada s
= B, sedemikian sehingga s adalah sumbu AB, jika A tidak di s
A
B == Ms(B)

s
= Ms(A)
Perhatikan contoh berikut.
A

Cermin
s
P

B
C

'
'
'
A A , B B dan C C tegak lurus dengan cermin
AP PA '
BQ QB '
CR RC '
,
dan

B. Pencerminan terhadap Sumbu Koordinat


1

Pencerminan terhadap sumbu X

Geometri Transformasi

Y
P(x,y)

0
-y

X
(,)

Perhatikan gambar, bahwa P(x, y) dicerminkan terhadap sumbu X mendapatkan


'
'
'
bayangan P ( x , y ), dimana :
x' = x
y' = - y

x ' = 1. x + 0.y
y ' = 0.x + (-1).y

x'

y' =

0. y
1. x

0.x (1). y

x'

y' =

1 0

0 1

1 0

0 1
2

x

y

dinamakan matriks yang bersesuaian dengan pencerminan terhadap


sumbu X dan dinyatakan dengan Mx

Pencerminan terhadap sumbu Y


Y
(,)

P(x,y))

-x

Perhatikan gambar, bahwa P(x, y) dicerminkan terhadap sumbu Y mendapatkan


'
'
'
bayangan P ( x , y ), dimana :
x ' = -x
y' = y

Geometri Transformasi

x ' = (-1).x + 0.y


y ' = 0.x + 1.y
x'
(1).x 0. y

y ' = 0.x 1. y
x'
1 0 x


y' = 0 1 y
1 0

0 1

dinamakan matriks yang bersesuaian dengan pencerminan terhadap


sumbu Y dan dinyatakan dengan My
C. Pencerminan terhadap Garis y = x dan y = - x
a. Pencerminan terhadap garis y = x
Y

(,)

y= x

y=x
P(x, y)

x= y

Perhatikan gambar, bahwa P(x, y) dicerminkan terhadap garis y = x mendapatkan


'
'
'
bayangan P ( x , y ), dimana :
x' = y
y' = x

x ' = 0.x + 1.y


y ' = 1.x + 0.y

x'
'
y =
x'
'
y =

0. x 1. y

1. x 0. y
0 1

1 0

x

yY

P(x, y)
0 1
y = -x
y
1 0 dinamakan matriks yang bersesuaian dengan pencerminan terhadap garis
y = x dan dinyatakan dengan My=x
b. Pencerminan terhadap garis y = -x

-y

X
10

Geometri Transformasi

(,)

-x

Perhatikan gambar, bahwa P(x, y) dicerminkan terhadap garis y = - x mendapatkan


'
'
'
bayangan P ( x , y ), dimana :
x' = - y
y ' = - x.

x ' = 0.x + (-1).y


y ' = (-1).x + 0.y

.
x'

y' =

0.x (1). y

(1).x 0. y

x'

y' =

0 1

1 0

0 1

1 0

x

y

dinamakan matriks yang bersesuaian dengan pencerminan terhadap


garis y = - x dan dinyatakan dengan My = -x

Contoh 3.1
Diketahui A(2, -1) dan B (0, 4). Tentukan koordinat bayangan oleh pencerminan
terhadap :
a. Sumbu X
b. garis y = x
Jawab :
'
a. A = Mx(A) = Mx (2, -1) = (2, 1)
B ' = Mx(B) = Mx (0, 4) = (0, -4)
b. Silahkan dikerjakan untuk latihan!

Geometri Transformasi

11

Contoh 3.2
Diketahui persamaan garis 2x y - 3 = 0 Tentukan persamaan bayangan oleh
pencerminan terhadap :
a. Sumbu X
b. garis y = x
Jawab :
a. Mx(x, y) =
x'

y' =

(x' , y ' )
1 0

0 1

x

y

x'
x

y' = y
x' = x
y' = - y
x=

x'

'
y= - y
Substitusi ke persamaan garis 2x y - 3 = 0 didapat :
'
'
2 x (- y ) -3 = 0
'
'
2x + y 3 = 0
Jadi persamaan bayangannya adalah 2x + y 3 = 0
'
'
b. My=x(x, y) = ( x , y )
x'
0 1 x


y' = 1 0 y
x'
y


y' = x

x ' = y.
y' = x
'
x= y
'
y= x
'

Substitusi ke persamaan garis 2x y - 3 = 0 didapat 2 y x 3 = 0


Jadi persamaan bayangannya adalah 2y x 3 = 0
'

D. Pencerminan terhadap Garis yang Sejajar Sumbu Koordinat


a. Pencerminan terhadap garis x = h
x=h
YB

CA P(x,y)

Geometri Transformasi

(,)

DB

12
X

Perhatikan gambar :
'
'
'
Titik P(x,y) dicerminkan terhadap garis x = h mendapatkan bayangan P ( x , y )
y' = y

x ' = OD
'
= OA + AD = CB + B P
'
'
= (CP + PB) + B P ( karena AD = B P )
'
= CP + 2PB
( karena PB = B P , mengapa ?)
= x + 2 (h x )
= x + 2h 2x
= 2h x
'
Jadi P(x, y) karena penceminan terhadap garis x = h, bayangannya P ( 2h - x, y)
b. Pencerminan terhadap garis y = k
Coba tunjukkan bahwa titik P(x,y) karena pencerminan terhadap garis y = k
'
bayangannya adalah P (x, 2k y) !
Contoh 3.3
Diketahui titik A(-1,4) dan B(2,5). Tentukan koordinat bayangan oleh pencerminan
terhadap garis :
a. x = 5
b. y = 6
Jawab :
'
a. A = Mx=5 (A) = Mx=5 (-1, 4 )= (2.5 (-1), 4) = (11 , 4)
B ' = Mx=5 (B) = Mx=5 (2,5)= ( 2.5-2, 5) = (8, 5)
b. Silahkan dikerjakan untuk latihan!
Contoh 3.4
Diketahui persamaan garis 2y x = 4. Tentukan persamaan bayangan oleh
pencerminan terhadap garis :
a. x = 5
b. y = -3
Jawab :
'
'
a. Mx=5(x, y) = ( x , y )
'
'
dimana : x = 2.5 x = 10 x x = 10 x
'
y' = y
y= y

Substitusi ke persamaan garis 2y x = 4, didapat :

Geometri Transformasi

13

'

'
2 ( y ) - ( 10 x ) = 4
'
'
2 y 10 + x = 4
'
'
2 y + x = 14
Jadi persamaan bayangannya adalah 2y + x = 14
'
'
b. My=-3(x, y) = ( x , y )
'
x = x'
dimana : x = x
'
y ' = 2.(-3) y
y = -6 y
Substitusi ke persamaan garis 2y x = 4 didapat :
'
'
2(-6 y ) x = 4
'
'
-12 2 y x = 4
'
'
2 y + x = -16
Jadi persamaan bayangannya adalah 2y + x = - 16

Latihan 3
1. Tentukan bayangan titik A(4, 3) dan B(-2, 5) oleh pencerminan terhadap :
a. Sumbu X
b. Sumbu Y
2. Tentukan bayangan titik A(2, -3) dan B(5, -2) oleh pencerminan terhadap :
a. Garis y = x
b. Garis y = -x
3. Tentukan bayangan titik A(3, 4) dan B(-2, 3) oleh pencerminan terhadap :
a. Garis x = -6
b. Garis y = 8
'
'
'
'
'
'
4. Diketahi titik P (-2, 3), Q (6, 2) dan R (4, 6). Jika P Q R adalah bayangan
segitiga PQR oleh pencerminan terhadap garis x = 1, tentukan koordinat segitiga
PQR.
'
'
'
5. Layang-layang ABCD A B C D oleh pencerminan terhadap garis y = x. Jika
A(3, 1), B(6, 3), C(7, 1) dan D(6, -1).
'
'
'
'
a. Tentukan koordinat titik A , B , C , dan D .
'
'
'
'
b. Tentukan luas layang-layang ABCD dan layang-layang A B C D
'

6. Diketahui persamaan garis 2x + y 5 = 0. Tentukan persamaan bayangan jika :


a. dicerminkan terhadap garis y = x

Geometri Transformasi

14

b. dicerminkan terhadap sumbu Y


c. Garis x = -5
d. Garis y = 4
7. Diketahui persamaan parbola y = 2x2 8. Tentukan persamaan bayangan jika :
a. dicerminkan terhadap garis y = - x
b. dicerminkan terhadap sumbu X
c. Garis x = 3
d. Garis y = -2

BAB IV
ROTASI (PERPUTARAN)
A. Pengertian
Definisi 4.1
R
Suatu perputaran terhadap titik P dengan sudut , dilambangkan dengan P , adalah
suatu pemetaan yang memenuhi, untuk sebarang A di bidang

A, untuk A P
R P , '
'
'
A , dengan PA PA dan m( APA ), untuk A P
A

Selanjutnya P disebut pusat rotasi dan disebut sudut rotasi > 0 jika arah putar
berlawanan dengan arah jarum jam.
B. Rotasi dengan Pusat O(0,0)

Geometri Transformasi

15

Perhatikan gambar berikut.


Y

(,)

P(x,y)

Rotasi dengan titik pusat O(0,0), dengan rotasi sebesar ( 0o < < 360o ) dan arah
'
'
'
perputaran berlawanan dengan arah jarum jam, titik P(x, y) dipetakan ke P ( x , y )
'
'
Misal : < XOP = dan < PO P = maka < XO P = +
'
OP = O P = r
Maka
x = r cos
y = r sin 1)

x ' = r cos ( + )
y ' = r sin ( + )
x ' = r(cos cos - sin sin )
y ' = r(sin co s + cos sin )
x ' = r cos cos - r sin sin
y ' = r sin co s + r cos sin
x ' = x cos - y sin
y ' = y cos + x sin
x ' = x cos - y sin
y ' = x sin + y cos
x ' x cos y sin

y ' x sin y cos

Geometri Transformasi

16

x ' cos

y ' sin
cos

sin

sin

cos

sin

cos

x

y

dinamakan matriks yang bersesuaian dengan rotasi pusat O(0,0)


R
sebesar dan dinyatakan dengan O ,

Misal : RO, 90o =

cos 90 o

sin 90 o

sin 90 0

cos 90 o

RO, 30o =

cos 30 o

sin 30 o

sin 30 o

cos 30 o

0 1

= 1 0
1
1
3

2
2
1
1

3
2
2

C. Menentukan Bayangan suatu Titik oleh Rotasi dengan Pusat O(0, 0)


Contoh 4.1
Tentukan bayangan dari titik A (2 ,4) dan B(-1,
sebesar 900

3 ) oleh rotasi dengan pusat O(0,0)

Jawab :
RO ,90o

cos 90 o

sin 90 o

sin 90 0

cos 90 o

0 1

1
0

=
A

x'

maka : y ' =

0 1

1 0

B
1

3 =

4 3

A'

B'

'
'
Jadi koordinat bayangan adalah A (- 4, 2 ) dan B (- 3 , -1)

D. Menentukan Bayangan suatu Kurva oleh Rotasi dengan Pusat O(0, 0)


Contoh 4.2
Diketahui persamaan garis 2x y = 4. Tentukan persamaan garis bayangan oleh rotasi
dengan pusat O(0,0) sebesar 45o
Jawab :

Geometri Transformasi

17

cos 45 o

sin 45 o

RO , 45o

x'

y'

1
2

2
1 2
= 2

sin 45 0

cos 45 o

1
2

1 2
= 2

2
2
x
1
2
2
y

x

y =
x=
y=

1
1

2 .
2
2
2
x'
1
1

2. .
2
2
2
y'
(Ingat AX = B maka X = A-1 B )

x
1
1
1
1

2.
2 (
2 ).
2

y = 2
2
2
2

x

y =

2
2

1
2
2

1
1

2 x'
2 y'

1
2
2

1 1 1 2 x' 1 2 y '

2 2 2
1
1

2 x'
2 y'

2
2

1 2 x' 1 2 y '
2
2

1
1
2 x '
2 y'
2
2
1
1

2 x'
2 y'
2
2

Substitusi ke persamaan garis 2x y = 4, didapat :


1
1
1
1
2 x '
2 y'

2 x'
2 y'
2(2
2
2
)( 2
)=4
1
1
'
'
2 x' + 2 y + 2 2 x' 2 2 y = 4
3
1
'
'
2 2 x + 2 2 y =4
3 2 x' +

'
2 y =8

Jadi persamaan garis bayangan adalah : 3 2 x +

2 y = 8 atau 3x + 2y = 4 2

E. Rotasi dengan Pusat P(a,b)


Misalkan kita mempunyai suatu sistem koordinat tegak lurus yang berpangkal di P(a,b)
dengan sumbu X dan Y yang berturut-turut sejajar dengan sumbu X dan sumbu Y.

Geometri Transformasi

18

Hubungan antar dua sumbu koordinat ini adalah, jika suatu titik C mempunyai
'
'
R
koordinat C( x , y ) dan C = P , (C) mempunyai koordinat C ( x' , y ' ), maka dengan
rumus rotasi terhadap pusat koordinat diperoleh :
x'

y'

cos

= sin

sin

cos

x

y

Kemudian jika terhadap sistem koordinat XOY titik C mempunyai koordinat (x, y) dan
'
C ' mempunyai koordinat ( x ' , y ), maka terdapat hubungan sebagai berikut.
Perhatikan gambar di bawah.
(, ) (,)

C(,)

x' x' a x' a


x x a x a

y
y ' y ' b y ' b
y
b
y


dan
Sehingga diperoleh rumus rotasi terhadap P(a, b) adalah :
x'a cos sin x a ( x a) cos ( y b) sin

y 'b sin cos y b = ( x a) sin ( y b) cos


Atau dapat diubah menjadi :
x ' ( x a) cos ( y b) sin a cos


y'
( x a ) sin ( y b) cos b sin

sin

cos

x p

y q

dengan p = - a cos + b sin + a


q = -a sin - b cos + b
Contoh 4.3

Geometri Transformasi

19

Tentukan bayangan dari titik A (2 ,4) dan B(-1, 2) oleh rotasi dengan pusat (2, 3)
sebesar 900
Jawab :
(1) Untuk titik A(2, 4)
cos 90 o sin 90 0
0 1

o
o

RO ,90o sin 90
cos 90
1
0

=
=
x ' cos sin x p


y'
sin cos y q
p = -a cos + b sin + a = -2 cos 900 + 3 sin 900 + 2 = 0 + 3 + 2 = 5
q = -a sin - b cos + b = -2 sin 900 3 cos 900 + 3 = -2 0 + 3 = 1
sehingga :
x ' 0 1 2 5 4 5 1


y'
1
0

4 1 = 2 + 1 = 3

'
Jadi koordinat bayangan titik A adalah A (-1 3 )

(2) Untuk titik B(-1, 2)


Coba kerjakan sebagai latihan!
Contoh 4.4
Diketahui persamaan garis 2x y = 4. Tentukan persamaan garis bayangan oleh rotasi
dengan pusat (1, 2) sebesar 180o
Jawab :
RO ,180o

cos180 o

sin 180 o

sin 180 0

cos180 o

1 0

= 0 1
p

=
x cos sin x


y'
sin

cos

y

p = -a cos + b sin + a = -1 cos 1800 + 2 sin 1800 + 1 = 1 + 0 + 1 = 2
q = -a sin - b cos + b = -1 sin 1800 2 cos 1800 + 2 = 0 + 2 + 2 = 4
'

sehingga :
x' 1 0

y'
0 1

x 2 x

y 4 = y +
x' = - x + 2 x = 2 - x'
'
y' = y + 4
y=4- y

2 x 2

4 = y 4

Substitusi ke persamaan garis 2x y = 4, didapat :


'
2 (2 - x ' ) (4 - y ) = 4
'
4 - 2 x' - 4 + y = 4
'
- 2 x' + y = 4

Geometri Transformasi

20

Jadi persamaan garis bayangan adalah - 2x + y = 4

Latihan 4

1. Diketahui titik A(1, 0), B( 2 , 2) dan C(-2, 2 2 ). Tentukan koordinat bayangan


oleh rotasi dengan pusat O(0,0) sebesar :
a. 450
b. 900
c. 1350
d. -900
2. Diketahui segitiga ABC dengan A(0,2), B(- 3 , -1) dan C( 3 , -1). Tentukan
2

'
'
'
koordinat A , B , dan C oleh rotasi terhadap O(0,0) sebesar 3 .
3. Diketahui persamaan garis y = 2x 6. Tentukan persamaan bayangan oleh rotasi
dengan pusat O(0,0) sebesar :
a. 600
b. 900
c. 1350
d. - 900
1 1
,
3
'
RO ,
4. Diketahui
suatu rotasi yang memetakan titik A(1,0) ke A ( 2 2
).

Tentukan
5. Diketahui segitiga PQR dengan P(0, -1), Q(4, 3) dan R(-1, 2). Tentukan koordinat
bayangan segitiga PQR oleh rotasi dengan pusat P(5, 1) sebesar 1800 .
6. Diketahui titik A(1, 0), B( 2 , 2) dan C(-2, 2 2 ). Tentukan koordinat bayangan
oleh Rotasi dengan pusat P(-1, 2) sebesar :
a. 450
b. 900
c. 1350
d. -900
7. Diketahui persamaan garis y = 2x 6. Tentukan persamaan bayangan oleh rotasi
dengan pusat P(2, 1) sebesar :
a. 600
b. 900
c. 1350
d. - 900

BAB V
DILATASI (PERKALIAN)
A. Pengertian
Definisi 5.1
D
Misal P suatu titik tertentu dan k 0. Transformasi P ,k disebut suatu dilatasi terhadap
P dengan faktor skala k, jika:
D
a. P ,k (P) = P

Geometri Transformasi

21

'
'
PQ'
PQ
D
b. Untuk sebarang titik Q P, P ,k (Q) = Q dengan
=k
dan Q pada PQ
'
untuk k > 0 kemudian Q pada P/Q untuk k < 0.

P/Q adalah sinar garis yang berlawanan arah dengan arah PQ atau sinar dari P
menjauhi Q. Bilangan k disebut faktor dilatasi dan P disebut titik pusat dilatasi.
B. Dilatasi dengan Pusat P(a, b)
Perhatikan gambar berikut.
Y

B
(,)
A(x,y)
P(a,b)
0

Gambar di atas menunjukkan dilatasi dengan pusat P(a,b) dan faktor skala tertentu (k).
Dilatasi dengan titik pusat P(a,b) dan faktor skala k ditulis
dengan k 0

DP ,k

atau [P(a,b), k],

Persamaan dilatasi dapat ditulis dalam bentuk vektor, sebagai berikut :


Untuk titik A(x, y) didilatasi dengan pusat P(a, b) dengan faktor skala k didapat :
'

P A = k PA
x'a
x a

y 'b = k y b atau

x'
x a

y' = k y b +

a

b

Catatan :
x'

Jika Pusat dilatasi O(0,0) maka y ' =
x'

y' =

Geometri Transformasi

x

k y
k 0

0 k

kx

ky

=
x

y

atau

22

k 0

0 k

dinamakan matriks yang bersesuaian dengan dilatasi pusat O(0,0) dengan


faktor skala k

C. Menentukan Bayangan Titik dan Kurva oleh suatu Dilatasi


Contoh 5.1
Tentukan koordinat bayangan titik A(-3, 4) dan B(2, 1) oleh dilatasi dengan faktor skala
2 dan titik pusat dilatasi :
a. O(0, 0)
b. P(1, 2)
Jawab :
a. 1) Untuk A( -3,4)
A ' ( x ' , y ' ) DO , 2 (3,4)
x'

y' = k
x'

y
'
=2

y
3 6

4 = 8

'
Jadi bayangan titik A(-3,4) adalah A (-6, 8)

2) Untuk B (2,1), dikerjakan untuk latihan!


b. 1) Untuk A(-3, 4)
A ' ( x ' , y ' ) D (1, 2 ), 2 ( 3,4)
x'
x a

y' = k y b +

a

b

x'

y' = 2
x'

y' =
x'

y' =

3 1

42 +
8
1


4 + 2

1

2

'
Jadi bayangan titi A(-3,4) adalah A (-7,6)

2) Untuk B (2,1), dikerjakan untuk latihan!


Contoh 5. 2
Diketahui persamaan garis x 2y = 6. Tentukan persamaan bayangan oleh dilatasi
dengan faktor skala 2 dengan pusat dilatasi :
a. P (0,0)
b. P (2,3)

Geometri Transformasi

23

Jawab :
a. Diketahui P (0,0) , k = 2
x' , y ' ) DO , 2 ( x, y )
(
x'
x


y' = k y
x'

y' =
x'

y' =

x

2 y
2x

2y

x ' = 2x
y ' = 2y
1
x = 2 x'
1
'
y= 2 y
Substitusi ke persamaan garis x 2y = 6, didapat :
1
1
'
'
2 x -2. 2 y = 6
'

x ' - 2 y = 12
Jadi persamaan bayangan adalah x 2y = 12
b. Diketahui P(2,3), k = 2
x' , y ' ) D ( 2,3), 2 ( x, y )
(
x'
x a
a


y' = k y b + b
x'
x 2

y' = 2 y 3 +

2

3

x'

y' =

2x 4

2 y 6 +

2

3

x'

y' =

2x 2

2 y 3

x ' = 2x - 2

Geometri Transformasi

24

y ' = 2y - 3
1
'

x = 2 x +1
1
3
'
y
y= 2
+ 2
Substitusi ke persamaan garis x 2y = 6, didapat :
1
1
3
'
'
( 2 x + 1) 2( 2 y + 2 ) = 6
'
x ' + 2 - 2 y 6 = 12
'

x ' - 2 y = 16
Jadi persamaan bayangan adalah x 2y = 16
Latihan 5
1. Tentukan bayangan titik A(6, -2) jika didilatasikan oleh:
a. [O,2]
d. [(3,2), 2]
1
b. [O, - 2 ]
e. [(2,3), -3]
1
c. [O, -3]
f. [(4,8), 2 ]
2. Diketahui titik A(5,4) dan titik P(1,2).
Tentukan nilai k pada dilatasi [P, k], jika bayangan yang terjadi adalah :
'
'
'
a. A (13, 8)
b. A (3,3)
c. A (-7, -2)
3. Diketahui persamaan garis y + 2x 5 = 0. Tentukan persamaan bayangan jika :
a. didilatasikan oleh [O, 2]
b. didilatasikan oleh [(3,2), -3]
4. Diketahui persamaan parabola y = x2 4. Tentukan persamaan bayangan jika :
a. didilatasikan oleh [O, - 2]
b. didilatasikan oleh [(2, 3), -3]
5. Diketahui segitiga ABC dengan titik sudut A(2,1), B(4,1) dan C(2,3). Oleh karena
dilatasi yang pusatnya O(0,0) dengan factor skala 3, segitiga ABC
'
'
'
ditransformasikan ke segitiga A B C .
'
'
'
a. Carilah koordinat A , B dan C
'
'
'
b. Carilah luas segitiga ABC dan luas segitiga A B C
'
c. Tunjukkan hubungan antara luas segitiga ABC , factor skala dan luas segitiga A
'
B' C
d. Untuk memperjelas, ulangi untuk faktor skala 2.

Geometri Transformasi

25

BAB VI
KOMPOSISI TRANSFORMASI
A. Pengertian
Seperti pada komposisi fungsi, komposisi dua fungsi f dan g terhadap x dapat
dinyatakan dengan (fog)(x) yang artinya dioperasikan dulu fungsi g dilanjutkan
dengan fungsi f, demikian pula untuk komposisi transformasi.
Transfromasi T1 dilanjutkan dengan transformasi T2 terhadap suatu titik A dapat ditulis
(T2 o T1)(A) = T2(T1(A)). Sebaliknya T1 o T2 berarti dikerjakan dulu T2 kemudian
dilanjutkan dengan T1 .
B. Komposisi Dua Translasi Berurutan
Contoh 6.1
5

Diketahui titik A(3,1) dan translasi T1 = 2 , T2 =
Tentukan : a. T2 o T1 terhadap A
b. T1 o T2 terhadap A

Jawab :
a. (T2 o T1 )( A) = T2 (T1( A))
A ' = T1( A) = T1 (3,1) = (3 + 5, 1 + 2) = (8,3)
A '' = T2 (T1( A))= T2( A ' )= T2 (8,3) = (8 + (-1), 3 + 4) = (7,7)
b. (T1 o T2 )(A) = T1 (T2 (A))
A ' = T2 ( A) = T2 (3,1) = (3 + (-1), 1 + 4) = (2,5)
A '' = T1 (T2 (A))= T1 ( A ' ) = T1(2,5) = (2 + 5, 5 + 2) = (7,7)
Ternyata dari hasil di atas, T2 o T1 = T1 o T2, berarti komposisi dua translasi berurutan
bersifat komutatif
Transformasi tunggal yang ekivalen dengan dua translasi berurutan
Dari contoh di atas ternyata bahwa (T 2 o T1 )(A(3,1)) = (T1 o T2)(A(3,1)) yaitu
A ' (7, 7).
5
1
4
1
5
4



2
4
6
4
2

T1 + T2 =
+
=
atau T2 + T1 =
+
= 6
'
Maka A =(T2 o T1)( A)= (T2 o T1) (3, 1)= (3 + 4, 1 + 6) = (7, 7)

Geometri Transformasi

26

Jadi operasi tunggal yang ekivalen dengan T2 o T1 atau


T2 + T1 atau T1 + T2
C. Komposisi Dua Refleksi Berurutan

T1 o T2 adalah operasi

1. Komposisi dua refleksi berurutan terhadap sumbu-sumbu sejajar


Y

x=m

P(x,y)

x=n

Perhatikan gambar di atas.

'
'
'
Bayangan titik P(x, y) jika dicerminkan terhadap garis x = m adalah P ( x , y )
dimana :
'
x ' = 2m x dan y = y,
'
Jadi P ( 2m x, y)

'
'
'
Selanjutnya bayangan titik P ( x , y ) dicerminkan terhadap garis x = n adalah
''
''
P '' ( x , y ) dimana :

x '' = 2n x ' = 2n (2m x) = 2n 2m + x = 2( n m) + x


y '' = y ' = y
''

Jadi P (2(n m) + x, y)
''
Dari gambar didapat bahwa jarak antara titik P dengan P adalah 2(n m).
Mengapa ? Coba buktikan !
Tunjukkan bahwa jika titik P(x, y) direfleksikan terhadap garis y = h
'
dilanjutkan refleksi terhadap y = k bayangannya adalah P (x, 2(k h) + y) !

Dengan demikian refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang sejajar menghasilkan
pergeseran (translasi):
a. Jaraknya sama dengan dua kali jarak kedua sumbu percerminan
b. Arahnya sama dengan arah komposisi pencerminan
Contoh 6.2
Diketahui M1 adalah pencerminan terhadap garis x = 4 dan M 2 adalah pencerminan
terhadap garis x = 7. Tentukan bayangan titik A(3,1) oleh :
a. M2 o M1
b. M1 o M2
Jawab :

Geometri Transformasi

27

a. (M2 o M1) (A) = M2 ( M1 (A))


A ' = M1 (A) = M(3,1) = (2..4 3, 1) = ( 5, 1)
A '' =M2 (M1 (A)) =M( A ' ) = M (5,1) = (2.7 5, 1) = (9, 1)
Penyelesaian di atas dapat dikerjakan sebagai berikut :
2(7 4)
6

M2 o M1 ekivalen dengan translasi


= 0
'
Sehingga A = (M2 o M1) (A) = (M2 o M1)(3,1) ( 3 + 6, 1 + 0) = (9, 1)
b. Dikerjakan untuk latihan!
Contoh 6.3
Diketahui M1 adalah pencerminan terhadap garis y = 3 dan M 2 adalah pencerminan
terhadap garis y = -2. Tentukan bayangan titik A(2,5) oleh :
a. M2 o M1
b. M1 o M2
Jawab :
a. (M2 o M1) (A) = M2 ( M1 (A))
A ' = M1 (A) = M1(2,5) = (2, 2.3-5) = (2, 1)
A '' = M2 ( M1 (A)) = M2( A ' ) = M2(2, 1) = (2, 2.(-2) - 1) = (2, -5)
Penyelesaian di atas dapat dikerjakan sebagai berikut :

2
(

3
)
10

M2 o M1 ekivalen dengan translasi


=
'
Sehingga A = (M2 o M1) (A) = (M2 o M1) (2,5) = (2 + 0, 5 + (-10)) = (2, -5)

b. Dikerjakan untuk latihan!


2. Komposisi dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang saling tegak
lurus
a. Perhatikan gambar berikut!
Y

(,)

-x

(, )
Geometri Transformasi

A(x,y)

-y
28

Misal

X = refleksi terhadap sumbu X


Y = refleksi terhadap sumbu Y

RO,180o = rotasi dengan pusat O(0,0) sebesar 180o, dengan arah berlawanan dengan
arah putar jarum jam
Perhatikan gambar di atas.
(1) (X o Y) (A) = X(Y(A)
'
'
A ' = Y(A) = Y(x,y) = ( x , y ) = ( - x, y)
''
''
A '' = X(Y(A))= X( A ' ) = X(-x, y) = ( x , y ) = (-x, -y)

1 0

RO ,180o 0 1
=
A '' =

RO ,180o

Dimana :

''
''
R o
(A) = O ,180 (x,y) = ( x , y )
x"
1 0 x
x

y" = 0 1 y = y

''
Jadi A (-x, -y)

Sehingga : X o Y =

RO ,180o

(2) Coba kerjakan untuk : (Y o X) (A)!


Apa yang dapat kamu simpulkan dari hasil pekerjaan kamu?
b. Perhatikan gambar berikut.
y=x

y=x

A(x,y)

-x

(, )

-y

Geometri Transformasi

29

Perhatikan gambar.
Misal : M1 = refleksi tehadap garis y = x
M2 = refleksi terhadap garis y = -x
RO ,180o
= rotasi dengan pusat O(0,0) sebesar 180o, dengan arah berlawanan
dengan arah putar jarum jam
''
''
''
1) A ( x , y ) = (M2 o M1 ) A(x,y) = (-x, -y)
''
''
R
A '' ( x , y ) = ( O ,180o ) A(x,y) = (-x, -y)

Jadi M2 o M1 =

RO ,180o

''
''
''
2) A ( x , y ) = (M1 o M2 ) A(x,y) = (-x, -y)
''
''
R
A '' ( x , y ) = ( O ,180o ) A(x,y) = (-x, -y)

Jadi M1 o M2 =

RO ,180o

Sehingga : Refleksi terhadap dua sumbu yang berpotongan tegak lurus


M1 = refleksi terhadap sumbu I
M2 = refleksi terhadap sumbu II
P = titik potong sumbu I dan sumbu II
Maka

M2 o M1 = M1 o M2 =

RO ,180o

dengan pusat titik P

3. Komposisi dua refleksi berurutan terhadap


berpotongan

dua sumbu yang saling

Y
(, )
M2
(,)
M1
y
Geometri Transformasi

P(x,y)
x

30
X

Pada gambar di atas dua sumbu M 1 dan M2 saling berpotongan di titik O(0,0) dan
membentuk sudut .
M1 = refleksi terhadap sumbu OM1
M2 = refleksi terhadap sumbu OM2
'
''
'
''
P ' ( x , y ) adalah bayangan titik P(x,y) oleh refleksi terhadap M 1 dan P '' ( x , y )
'
'
'
adalah bayangan titik P ( x , y ) oleh refleksi terhadap M2.

Transformasi tunggal yang ekivalen dengan dua refleksi berurutan terhadap


dua sumbu yang saling berpotongan.
''
''
''
Bayangan titik P(x,y) oleh refleksi M1 dilanjutkan refleksi M2 adalah P ( x , y )
''
''
''
atau P = (M2 o M 1) (P) = ( x , y )

Perhatikan gambar.
'
Misal : M1OM2 = , POM1 = 1, P O M2 = 2 , sehingga = 1 + 2
''
''
RO ,
= Rotasi dari P ke P sebesar ( = sudut PO P )
= sudut PO P ''
= sudut PO P ' + sudut P ' O P ''
= 2 1 + 2 2 (Mengapa ?)
= 2( 1 + 2 )
= 2
R
Berarti : M2 o M1 ekivalen dengan O , 2 dengan pusat O(0,0)
Dengan : O(0,0) titik potong dua sumbu OM1 dan OM2,
= sudut antara M1 dan M2, dengan arah putar dari M1 ke M2
Catatan :
R
Dengan cara yang sama berarti M1 o M2 ekivalen dengan O ,2
Contoh 6.4
Tentukan bayangan titik berikut jika dicerminkan terhadap garis y = x kemudian
dilanjutkan terhadap sumbu Y.
a. A(4,1)
b. B(2, -3)
c. C(5, 30o)
Jawab:

Geometri Transformasi

31

Garis y = x dan sumbu Y berpotongan di titik O(0,0) dan membentuk sudut 45 o.


Coba tunjukkan !
Misal : M1 = pencerminan terhadap garis y = x
M2 = pencerminan terhadap sumbu Y
Sudut (M1, M2) = 45o
R
R o
o
M2 o M1 = O , 2.45 = O ,90
cos 90o sin 90o
0 1

sin 90o cos 90o


1
0

=
=
'
a. A =
x'

y'

RO ,90o

(A)
0 1

1 0

=
'
Jadi A (-1, 4)

4

1 =

b. Dikerjakan untuk latihan


'
R o
R o
c. C = O ,90 (C) = O ,90 (5, 30o ) = (5, 120o )
Contoh 6.5
Tentukan bayangan titik berikut jika dicerminkan terhadap garis y = x kemudian
dilanjutkan terhadap sumbu X.
a. A(4,1)
b. B(2, -3)
c. C(5, 30o)
Jawab:
Garis y = x dan sumbu X berpotongan di titik O(0,0) dan membentuk sudut (- 45o)
Coba tunjukkan !
Misal : M1 = pencerminan terhadap garis y = x
M2 = pencerminan terhadap sumbu X
Sudut (M1 , M2) = (-45o)
.0 1

RO ,90 1 0
M oM =
=
2

R
a. A = O ,90 (A)
x'
.0 1 4
1

y'
= 1 0 1 = 4
'
Jadi A (1, -4)
b. Dikerjakan untuk latihan
c. Dikerjakan untuk latihan
'

D. Komposisi Dua Rotasi Berurutan yang Sepusat


Contoh 6.6
o
(5,
60o)
Titik
P(5,
10
)
dirotasikan
dengan titik pusat O(0,0) sebesar 30o, kemudian hasilnya
Y
dirotasikan lagi sebesar 20o. Tentukan letak bayangan terakhir .
Jawab :
(5, 40o)
Perhatikan gambar berikut.
20o

300

P (5, 10o)
32

Geometri Transformasi
100

P ' = RO,.30o (P) = RO,.30o (5, 10o) = (5, 10o + 30o) = (5, 40o)
P '' = RO,20o ( P ' )=RO,20o (5, 40o) = (5, 40o + 20o ) = (5, 60o)
Contoh 6.7
Jika R1 = rotasi pusat O(0,0) sebesar 250 , R2 = rotasi pusat O(0,0) sebesar 350
Tentukan :
a. (R1 o R2) A (6, 200)
b. (R2 o R1) A(6, 200)
Jawab :
a. (R1 o R2) A (6, 200) = R1 [R2 (A(6,200) ]
'
= R1 [ A (6, 200 + 350)]
'
= R1 [ A (6, 550)]
''
= A (6, 550 + 250)
''
= A (6, 800)
b. (R2 o R1) A (6, 200) = R2 [R1(A(6,200) ]
'
= R2 [ A (6, 200 +250)]
'
= R2 [ A (6, 450)]
''
= A (6, 450 + 350)
''
= A (6, 800)
Transformasi tunggal yang ekivalen dengan dua rotasi yang berurutan .
Jika RP, = rotasi pusat P sebesar dan RP, = rotasi pusat P sebesar maka
RP, o RP, = RP, ( + )

Latihan 6
1. Diketahui segitiga ABC dengan A(1,0), B(3,1) dan C(2,4).

Geometri Transformasi

33

1

a. Tentukan bayangan segitiga ABC karena translasi T1= 2 dilanjutkan dengan
2

translasi T =
2

b. Tentukan pula bayangan segitiga ABC karena translasi T2 dilanjutkan dengan T1.
c. Kesimpulan apakah dari hasil di atas ?
2. Tentukan bayangan titik P(4, -5) oleh pencerminan berturut-turut terhadap :
a. x = 2 dilanjutkan dengan x = 5
b. x = 2 dilanjutkan dengan x = -1
c. y = 2 dilanjutkan dengan y = 4
d. y = -4 dilanjutkan dengan y = -8
e. x = 1 dilanjutkan dengan y = 3
f. x = -2 dilanjutkan dengan y = 6
3. T1 adalah pencerminan terhadap sumbu X dan T2 adalah terhadap sumbu Y.
a. Transformasi tunggal apakah yang ekivalen dengan T2 o T1? Tulislah
matriksnya .
b. Apakah peta dari A(a,b) karena transformasi di atas?
c. Tulislah matriks M1 dan M2 yang berkaitan dengan T1 dan T2!
d. Periksalah benar tidaknya M2 x M1 merupakan matriks yang berkaitan dengan
T2 oT1 dan M1 x M2 dengan T1 o T2!
(Petunjuk : tentukan bayangan titik A(a,b) oleh transformasi T1 dilanjutkan T2,
kemudian bandingkan hasilnya dengan menentukan bayangan titik A(a,b) oleh
transformasi matriks M2 x M1 )
4. Diketahui titik A(2, 4) dan B (0, 2 3 ). Tentukan bayangan titik A dan B jika
direfleksikan terhadap:
a. Sumbu X dilanjutkan dengan garis y = 3 x
1
3
b. Garis y = 3
x dilanjutkan dengan sumbu Y
1
3
c. Garis y = 3
x dilanjutkan dengan garis y = x
d. Sumbu Y dilanjutkan dengan garis y = 3 x
1
e. Garis y = -2x dilanjutkan garis y = 2 x
f. Garis y 3x = 0 dilajutkan garis 3y + x = 0
5. Diketahui titik A(6, -8). Tentukan bayangan titik A oleh rotasi yang dinyatakan
dengan :
a. RO,10o o RO,50o
b. RO,75o o RO,(-30)0
6. Diketahui titik P(2, -3) dan Q(1,0). Tentukan bayangan titik P dan Q jika dirotasi
sebesar 1800 dengan pusat :

Geometri Transformasi

34

a. A( 3,4)

b. B(-1, 5)

E. Menentukan Matriks Transformasi dari Komposisi Transformasi


Untuk menentukan matriks transformasi dari komposisi transformasi, kerjakan soalsoal berikut.
Latihan 7
1 0

1. Diketahui A(2,1), T1 adalah transformasi yang matriksnya M1 = 0 1 dan


1 0

3
1

.
T2 adalah transformasi yang matriksnya M2 =
a. Tentukan bayangan titik A dengan transformasi T1 o T2.
b. Tentukan matriks M1 x M2
c. Tentukan bayangan titik A oleh transformasi matriks M1 x M2
d. Apa yang kamu dapat simpulkan dari hasil a dan c !
2. Ulangi seperti soal nomor 1, untuk T2 o T1 !
a b

c
d

adalah matriks yang bersesuaian dengan transformasi T1


3. Misal : M1 =
p q

r
s

adalah matriks yang bersesuaian dengan transformasi T


M =
2

Tentukan matriks yang bersesuaian dengan transformasi :


a. T2 o T1
b. T1 o T2
4. T adalah transformasi yang menyatakan dilatasi yang pusatnya O(0,0) dengan
factor skala k dilanjutkan dengan pencerminan terhadap sumbu Y. Carilah matriks
yang bersesuaian dengan transformasi T
F.

Menentukan Bayangan Titik, Kurva atau Bangun oleh


Transformasi

Komposisi Dua

Contoh 6.8
2

Tentukan persamaan bayangan garis 2x + y 3 = 0 karena translasi T1 = 3 kemudian
4

.
dilanjutkan dengan T =
2

Jawab :
2
4
2

T1 + T2 = 3 + 5 = 8
x'
x
2

y
'
y
8

Maka
=
+

Geometri Transformasi

35

x' = x - 2
y' = y + 8

'
x= x +2
'
y= y -8

Substitusi ke persamaan garis 2x + y 3 = 0, didapat :


'
'
2( x + 2) + ( y - 8) 3 = 0
'

2x +4 + y - 8 3 = 0
'
'
2x + y - 7 = 0
Jadi persamaan garis bayangan adalah 2x + y 7 = 0
'

Contoh 6.9
Tentukan persaman bayangan garis 2x + y 3 = 0 karena refleksi terhadap garis y = -x
1
dilanjutkan dengan rotasi dengan pusat O(0,0) sebesar 2

Jawab :
0 1

1
0

Misal T1 = refleksi terhadap garis y = -x maka M1 =


1
T2 = rotasi dengan pusat O(0,0) sebesar 2 maka M2 =
x

(T2 o T1)(x,y) = M2 x M1 y
0 1 0 1
1 0

1
0

1
0
0
1

M xM =
=
2

0 1

1 0

x'

y ' =
x'

y ' =

1 0

0 1
x

x

y

x' = x
y ' = -y
'
x =x
y=-y

'

Substitusi ke persamaan garis 2x + y 3 = 0 didapat :


'
'
2 x + (- y ) 3 = 0
'
'
2x y 3 =0

Geometri Transformasi

36

Jadi persamaan garis bayangan adalah 2x - y 3 = 0


Latihan 8
1

1. Tentukan persamaan bayangan garis y = 4x - 1 karena translasi T1 = 3


2

kemudian dilanjutkan dengan T = 6 .
2

1

2. Tentukan persamaan bayangan garis y = 2x + 3 karena translasi 2 kemudian
dilanjutkan dengan pencerminan terhadap garis y = x
3. Tentukan persamaan bayangan garis 2x y + 3 = 0 karena refleksi terhadap sumbu
1 2

3
4

.
X kemudian dilanjutkan dengan transformasi matriks
4. Tentukan persamaan bayangan garis x 2y + 4 = 0 karena dirotasi dengan pusat
1
O(0,0) sebesar 2 kemudian dilanjutkan refleksi dengan garis Sumbu Y
1 2

0
1
,
5. Tentukan bayangan kurva y = x + 1 jika ditransformasikan oleh matriks
kemudian dilanjutkan oleh pencerminan terhadap sumbu X.
6. Tentukan persamaan bayangan kurva y = x 2 1 oleh refleksi terhadap garis y = -x
dilanjutkan dilatasi dengan pusat O (0,0) faktor skala 2.
7. Tentukan persamaan bayangan garis y = -6x + 3 karena transformasi oleh matriks
1
2
0 2

1 2 kemudian dilanjutkan dengan matriks 1 2 .


8. T adalah putaran dengan pusat O (0,0) dan sudut putar 270 o dan dilanjutkan dengan
pencerminan terhadap sumbu Y. Carilah bayangan segitiga ABC oleh transformasi
T, dimana A (1,3), B(1,1) dan C(6,1)
'
'
9. Titik A (3, 4) dan B (1, 6) merupakan bayangan titik A(2, 3) dan B(-4, 1) oleh

a b
0 1

T1
T2
0 1 yang diteruskan
1 1 . Bila koordinat peta titik C
transformasi
'
oleh transformasi T2 oT1 adalah C (-5, -6), tentukan koordinat titik C.

10. Diketahui transformasi-transformasi berikut.


R(O,90o) = rotasi dengan pusat O(0,0) dan sudut putar 90o
D[O,3] = dilatasi dengan pusat O (0,0) dan faktor skala 3

Geometri Transformasi

37

M
T1
T2
T3

3 1

6
1

= transformasi matriks
= D[O,3] o R(O,90o)
= M o R(O,90o)
= D[O,3] o M
'

'
'
a. Jika luas segitiga ABC adalah 12 cm2 dan segitiga A B C adalah bayangan
'
'
'
segitiga ABC oleh transformasi T1, tentukan luas segitiga A B C .
'
'
'
b. Jika luas segitiga ABC adalah 12 cm2 dan segitiga A B C adalah bayangan
'
'
'
segitiga ABC oleh transformasi T2, tentukan luas segitiga A B C .
'
'
'
c. Jika luas segitiga ABC adalah 12 cm2 dan segitiga A B C adalah bayangan
'
'
'
segitiga ABC oleh transformasi T3, tentukan luas segitiga A B C .

DAFTAR PUSTAKA

Gatut Iswahyudi. 2003. Geometri Transfomasi. Surakarta: Sebelas Maret University Press
Sudarinah Padmodisastro. 1996. Geometri Transformasi. Surakarta: UNS Press

Geometri Transformasi

38