Anda di halaman 1dari 3

BOD (Biochemical Oxygent Demand)

BOD adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses mikrobiologis
yang benar-benar terjadi dalam air. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban
pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain sistem pengolahan secara biologis (G.
Alerts dan SS Santika,1987). Dengan tes BOD kita akan mengetahui kebutuhan oksigen
biokima yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh bakteri.
Sehingga makin banyak bahan organik dalam air, makin besar B.O.D nya sedangkan D.O akan
makin rendah. Air yang bersih adalah yang B.O.D nya kurang dari 3 mg/l atau 3 ppm, jika B.O.D
nya di atas 12 ppm, air dikatakan tercemar.

Gambar 1.
Air sungai yang sudah sangat tercemar hingga berwarna hitam pekat akibat air buangan.

Kimia Lingkungan

Page 1

COD (Chemical Oxygent Demand)

COD adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organis yang
ada dalam 1 liter sampel air, dimana pengoksidasi K2,Cr2,O7 digunakan sebagai sumber
oksigen (oxidizing agent) (G. Alerts dan SS Santika, 1987). Uji kebutuhan oksigen kimia (COD)
umumnya digunakan untuk secara tidak langsung mengukur jumlah senyawa organik dalam air
limbah menggunakan dikromat sebagai oksidator. Sebagian besar aplikasi COD menentukan
jumlah polutan organik yang ditemukan dalam permukaan air (misalnya danau dan sungai) atau
air limbah, membuat COD merupakan ukuran yang berguna kualitas air. Hal ini dinyatakan
dalam miligram per liter (mg / L) juga disebut sebagai ppm (parts per million), yang
menunjukkan massa oksigen yang dikonsumsi per liter larutan. Di lapangan, banyak operator
yang lebih memilih menggunakan parameter COD. Hal ini karena pengukuran COD tidak
melibatkan mikroorganisme sehingga tidak terpengaruh oleh material yang bersifat toksik.
Selain itu analisis COD membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat dibanding BOD.

Gambar 2.
Limbah dari salah satu industri yang tercemar

Kimia Lingkungan

Page 2

Oksigen Terlarut (OT) / Dissolved Oxygen (DO)


Oksigen terlarut ( DO ) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa
tumbuhan air dan absorbsi atmosfer/udara. Oksigen terlarut di suatu perairan sangat berperan
dalam proses penyerapan makanan oleh mahkluk hidup dalam air. Umtuk mengetahui kualitas
air dalam suatu perairan, dapat dilakukan dengan mengamati beberapa parameter kimia seperti
oksigen terlarut (DO). Semakin banyak jumlah DO (dissolved oxygen ) maka kualitas air
semakin baik.jika kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak
sedap akibat degradasi anaerobik yang mungkin saja terjadi. Agar ikan dapat hidup, air harus
mengandung oksigen paling sedikit 5 mg/ liter atau 5 ppm (part per million). Apabila kadar
oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan mati, tetapi bakteri yang kebutuhan oksigen terlarutnya
lebih rendah dari 5 ppm akan berkembang.

Gambar 3.
Sungai yang dipenuhi eceng gondok. Dampak negative yang ditimbulkan eceng gondok :
Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan
menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).

Kimia Lingkungan

Page 3