Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

IKAN GUPPY (Poecilia retuculata)

Dosen Pengampu :
SADISMAN HADI, S.Pi

Disusun oleh :
NAMA

DEDY ISKANDAR BATUBARA

NPM

147 426 017

PDD AKADEMI KOMUNITAS NEGERI SIBOLGA


POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Ikan guppy merupakan salah satu komoditi ikan hias yang memiliki nilai ekonomis

cukup baik di kelasnya. Panjang tubuh maksimal sekitar 5-6cm. Sirip-sirip ikan ini berwarnawarni sangat cantik dan menarik. Berbagai warna seperti merah, kuning, hijau, biru, maupun
kombinasi warna sudah beredar di pasaran. Bentuk ekornya pun menarik, misalnya mirip
kipas, membulat, ataupun melebar .Pada jantan, sirip ekor tampil sangat menarik karena lebar
dan berwarna kontras.
Dalam pemijahan ikan guppy perlu memperhatikan factor-faktor eksternal yang
berpengaruh dalam pemijahan itu sendiri. Perbandingan yang digunakan dalam pemijahan
ikan guppy jantan dan betina adalah 3 : 6. Dengan perbandingan tersebut dharapkan
pemijahan ikan guppy akan menghasilkan larva dengan jumlah dan kualitas yang
optimal. Begitu keluar dari perut induknya, anak-anak gupi telah mampu hidup sendiri.
Berenang, mencari makanan, dan menghindari musuh-musuhnya. Anak-anak gupi ini
umumnya akan terus bergabung dengan kelompoknya, dan dengan ikan-ikan lain yang lebih
besar. Namun gupi yang telah dewasa tidak akan segan-segan memangsa burayak yang
berukuran jauh lebih kecil; sehingga apabila dipelihara di akuarium, anak-anak ikan ini perlu
dipisahkan dari ikan-ikan dewasa. Burayak-burayak ini, apabila selamat, akan mencapai
kedewasaan pada umur satu atau dua bulan saja. Itulah sebabnya ikan ini dengan segera dapat
melipat-gandakan jumlah anggota kelompoknya, sehingga dinamai juga ikan seribu.
1.2

Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:
a) Mengetahui seluk beluk ikan Gupppy (Poecilia reticulata), serta
b) Mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan Gupppy
(Poecilia Reticulata)

BAB II
PEMBAHASAN
A.

TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu jenis ikan hias yang banyak diminati adalah ikan guppy. Daya tarik guppy
terletak pada ukurannya yang mungil dan warnanya yang indah. Di habitat aslinya, ikan ini
tumbuh dan berkembang di perairan air tawar dan beberapa di antaranya juga ada yang hidup
di perairan air payau (Ruly, 2008).
Ikan guppy terdiri dari beberapa jenis yang merupakan hasil dari perkawinan silang
yang menyebabkan mutasi gen. Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi.
Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor
panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4 macam bentuk ekor,
varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow (Suara merdeka, 2008).
Guppy berasal dari keluarga Poeciliidae. Ikan ini pertama kali ditemukan di
Venezuela, Guyana, dan sebagian kepulauan Karibia pada tahun 1859 oleh Wilhem C.H.
Peters, seorang ahli ilmu ikan berkebangsaan Jerman. Awal ditemukannya, ikan hias ini diberi
nama ilmiah Lebistes reticulate, lalu diubah kembali menjadi Poecilia reticulate. Nama guppy
sendiri diberikan sebagai penghormatan kepada Robert John Lechmere Guppy yang berjasa
menemukan jenis guppy baru dengan warna yang lebih indah daripada guppy-guppy yang
telah ada. (Anonim, 2008)
Jenis-jenis varietas guppy yang paling popular :

Cobra
Gen cobra ditandai dengan corak seperti kulit ular (snake skin) pada seluruh tubuh
guppy jantan yang berwarna kombinasi hitam, putih atau kuning. Sangat banyak guppy yang
bercorak cobra karena corak inilah yang sejak pertama kali sudah dapat diidentifikasi.
Perubahan gen yang umum dijumpai pada jenis cobra adalah yang dikenal sebagai lace. Gen
lace memiliki corak yang lebih halus dan komplek. Karena sangat mudah disilangkan, corak
cobra ini dapat pula ditemui pada guppy betinanya.
Metalik
Penamaan ini merujuk kepada adanya warna biru atau abu-abu gelap metalik pada
tubuh guppy jantan. Yang paling banyak dijumpai adalah jenis Metalik Cobra yang
merupakan kombinasi gen metalik dan gen cobra. Jenis ini memiliki kepada dan dada
berwarna metalik dan tubuh bagian belakang bercorak cobra.
Japan Blue
Jenis Japan Blue diperkirakan berasal dari populasi guppy liar di Jepang. Karakteristik jenis
ini adalah adanya warna biru langit dipinggang guppy jantan, karena pengaruh gen lain
warnanya dapat bervariasi dari ungu ke turquoise. Perkembangan terbaru dari jenis Japan
Blue adalah Lazuli umumnya memiliki warna kepala dan pangkal ekor biru.

Pink White
Karakteristik jenis guppy ini adalah warna putih pink dipangkal ekor. Jenis ini baru
saja diidentifikasi dengan sumber yang tidak diketahui asalnya. Warnanya bervariasi dari pink
ke putih. Varian yang awal memiliki warna ekor dengan semburat merah, namun saat ini
lebih banyka dijumpai dengan warna solid terang seperti biru dan putih.
Tuxedo
Gen tuxedo memberikan warna gelap ditubuh bagian belakang (pinggang) seperti warna
hitam dan biru, namun tingkat coverage nya berbeda-beda. Umumnya menutupi separuh
badan bagian belakang guppy. Gen tuxedo selain memberikan pengaruh pewarnaan, juga
memberikan pengaruh pada ukuran sirip. Tuxedo cenderung memiliki sirip yang lebih besar.
Mozaic
Gen mozaic memperlihatkan corak atau pola garis bergelombang pada sirip guppy.
Karakteristiknya pola warna biru di pangkal ekor dan memanjang ke arah sirip ekor. Polanya
selalu mempunyai susunan yang beraturan antara biru dengan kuning atau biru tua dengan
merah. Untuk mempertahankan gen mozaic tidaklah mudah, dia harus disilangkan dengan
gen lain agar dihasilkan gen mozaic yang bercorak cantik.
Grass
Grass merupakan perkembangan dari mozaic. Gen grass diperlihatkan dari corak sirip
ekor dan sirip punggung guppy yang berupa noktah-noktah berupa titik atau pisau halus
berwarna hitam atau biru gelap. Bentuk noktah grass ternyata memberikan perbedaan warna,
grass bercorak pisau halus muncul pada red grass sementara corak noktah titik pada blue
grass. Namun saat ini baik red grass maupun blue gress memiliki corak noktah titik halus.
Pada awal kemunculan grass warna sirip punggungnya transparant sehingga sering disebut
pula glass grass

Leopard
Leopard dicirikan dengan adanya noktah tebal yang tersebar acak pada siripnya
berwarna biru gelap hingga hitam. Kemungkinan gen varietas ini merupakan perkembangan
dari mozaic namun dapat dijumpai pula pada silangan jenis cobra dengan jenis guppy
berwarna polos. Saat ini jenis ini tidaklah terlalu banyak karena kurang begitu disukai oleh
para hobbies. (Bond. 1979)

B.

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI


Klasifikasi ilmiah :
Kerajaan
:
Animalia
Filum
:
Chordata
Kelas
:
Actinopterygii
Ordo
:
Cyprinodontiformes
Famili
:
Poeciliidae
Genus
:
Poecilia
Spesies
:
P. reticulata
(Wikipedia,2012)
Morfologi :
Ciri-ciri induk jantan dan betina:

Induk jantan ;
Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan
modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang, Tubuhnya ramping, Warnanya
lebih cerah, Sirip punggung lebih panjang, Kepalanya besar.
Induk betina ;
Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus, Tubuhnya gemuk,
Warnanya kurang cerah, Sirip punggung biasa, Kepalanya agak runcing.
Ikan guppy jantan

Ikan guppy betina

C.

HABITAT
Guppy berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brasil, dan Asia Tenggara. Ikan yang

bersifat omnivora ini menghendaki suhu optimal untuk pemeliharaan sekitar 25-28 C dengan
pH sekitar 7,0 dan kekerasan 20 dH. Di habitat aslinya ikan ini tumbuh dan berkembang di
perairan air tawar dan beberapa di antaranya juga ada yang hidup di perairan air payau. Di
awal penyebarannya di Singapura, guppy digunakan untuk mengontrol populasi nyamuk di

rawa hutan bakau. Pada perkembangannya, guppy liar terns berkembang biak di tempat
umum seperti saluran air, got, sungai, dan kanal.
D.

PEMILIHAN INDUK
Calon induk ikan Guppy dapat diperoleh setelah ikan berumur 4 bulan. Untuk

menyetarakan perkawinan masa pemeliharaan induk dilakukan di wadah terpisah. Makanan


yang diberikan berupa larva Chironomus (chu merah) dan Daphnia (kutu air), yang diberikan
dua kali sehari. Pergantian air dilakukan 2-3 hari sekali sebanyak 20-30% volume wadah
pemeliharaan. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung
serta mempunyai warna yang indah.

Induk jantan dan betina sudah bisa dipijahkan jika

telah matang gonad (kelamin), biasanya pada umur 3 bulan, dan panjang Ikan Guppy betina
umumnya telah berukuran antara 4 - 5 cm, sedangkan ikan jantan umumnya telah berkuran
antara 3,5 4 cm.
E.

PEMIJAHAN
Tempat pemijahan yang dipakai bisa berupa akuarium ukuran panjang 80 cm, lebar 45

dan tinggi 40 cm. Bisa menggunakan bak semen ukuran 2x12 x 40 cm. Kualitas air
denganparameter suhu 23 - 26 oC, pH 7 8, DO > 4 ppm. Sumber air yang digunakan bisa
berasal dari sungai, air sumur yang telah diendapkan sehari semalam. Sebagai perangsang
pemijahan sekaligus sebagai tempat persembunyian anak anaknya dapat dilengkapi tanaman
air : Hydrilla atau Eceng gondok .
Teknik pemijahan :

Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta
mempunyai warna yang indah.

Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang
induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan
cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.

Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari.

Begitu keluar dari perut induknya, anak-anak gupi telah mampu hidup sendiri.
Berenang, mencari makanan, dan menghindari musuh-musuhnya. Anak-anak gupi ini
umumnya akan terus bergabung dengan kelompoknya, dan dengan ikan-ikan lain
yang lebih besar. Namun gupi yang telah dewasa tidak akan segan-segan memangsa
burayak yang berukuran jauh lebih kecil; sehingga apabila dipelihara di akuarium,
anak-anak ikan ini perlu dipisahkan dari ikan-ikan dewasa. Burayak-burayak ini,
apabila selamat, akan mencapai kedewasaan pada umur satu atau dua bulan
saja. (Bond, C. E. 1979)

F.

PAKAN
Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih

mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 - 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan
berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
Setelah mencapai ukuran medium (2 - 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian
setelah mencapai ukuran dewasa (5 - 7 cm) dapat diberi makanan cuk. Disamping makanan
alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll. Pemberian
makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan
pembusukan yang dapat meerusak kualitas air (Tarwiyah, 2001).
G.

PENYAKIT
Penyakit yang umum menimpa guppy adalah jamur. Perlu dipahami jamur tumbuh

dengan cara yang berbeda dari bakteri. Jamur tumbuh dengan spora dan selalu tumbuh
dengan kondisi tertentu. Mereka berkembang mempunyai siklus tertentu berupa spora
kemudian berubah menjadi organisme yang disebut miselium. Jamur ini dapat berkembang
biak sangat cepat, berbentuk seperti benang/ulir dan membentuk jaringan-jaringan seperti
lapisan yang tipis. Sedangkan bakteri yang biasa menyerang guppy adalah mycobacterium
piscium, juga beberapa penyebab lainnya.
Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus melakukan
diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang timbul. Penyakit yang umum
menyerang ikan guppy adalah :
a.

Saprolegnia.
Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit ikan.

Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam tempat sebanyak 2 tetes dalam satu galon
air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya berikan garam dan biarkan beberapa saat. Berikan
hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada jaring ikan selama 15
sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan malachite green atau methyline blue atau
acriflavin sebagai disinfektan. Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya
diberi tambahan ruang sebelum mengobati.
b.

Penyakit Bengkak atau Bloa


Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini disebabkan

karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu masukkan ke dalam satu galon
air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam,
kemudian tambahkan air selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.
c.

Jamur Mulut
Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di

depan mulutnya. Jamur putih tersebut merupakan koloni sangat besar yang menempel pada

mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai tidak bisa bernapas dan makan dapat
menyebabkan ikan mati. Pengobatan menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air
tambahkan 1 tetes obat merah dan metopen 2 tetes.
d.

Penyakit Insang
Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh organisme virus.

Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air.
Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.
Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih cepat dari
badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah dengan memberikan metapen
mercurochrome direndam beberapa saat secara bersamaan kemudian lakukan perawatan
dengan menggunakan air garam dan memberikan tempat yang lebih besar dan luas.
e.

Penyakit Kembung
Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke

dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam
ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian
airnya 3 kali tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah umum diketahui,
misalnya kutu atau jarum.

BAB III
PENUTUP

Guppy berasal dari keluarga Poeciliidae. Ikan ini pertama kali ditemukan di
Venezuela, Guyana, dan sebagian kepulauan Karibia pada tahun 1859 oleh Wilhem C.H.
Peters, seorang ahli ilmu ikan berkebangsaan Jerman.
Nama guppy sendiri diberikan sebagai penghormatan kepada Robert John Lechmere
Guppy yang berjasa menemukan jenis guppy baru dengan warna yang lebih indah daripada
guppy-guppy yang telah ada.
Ikan guppy merupakan salah satu ikan hias yang mudah di kembang biakkan. Guppy
dapat menghasilkan 60-100ekor anakan dalam sekali memijah. Selain itu ikan guppy juga
tidak memerlukan perawatan yang rumit dan sarana pendukung dalam budidaya ikan guppy
ini. Di zaman sekarang ini ikan guppy berkembang menjadi ikan hias yang memiliki nilai jual
tinggi dan merupakan salah satu komoditi eksport.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2008.http://hobiikan.blogspot.com/2008/10/sekilas-tentang-ikan guppy.html.
Anonim.2012. http://id.wikipedia.org/wiki/Guppy
Bond, C. E. 1979. Biology of Fishes. W. B. Saunders, Philadelphia.
Ruly, 2008. Ikan Guppy. Diakses dari Asyik nge-net.co.html
Suara Mardeka, 2008. Budidaya Ikan Guppy
Tarwiyah, 2001. Budidaya Ikan Hias Live Bearer