Anda di halaman 1dari 18

LABORATORIUM SATUAN PROSES

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK


MODUL : PEMBUATAN KARET SINTETIS TIOKOL (REAKSI POLIMERISASI)
PEMBIMBING : EKO ANDRIJANTO, LRSC., Ph.D

Praktikum

: 5 Juni 2014

Penyerahan : 12 Juni 2014


(Laporan)

Oleh

Kelompok

:III

Nama

: 1. Fuzya Rubbianti Putri

, 131431010

2. Hegar Mohammad Rizky , 131431011

Kelas

3. Hilda Hidayati

, 131431012

4. Khoerunnisa Wulan S

, 131431014

: 1A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas kehendak-Nyalah
laporan praktikum kimia dasar ini dapat terselesaikan. Adapun tujuan kami menulis
laporan praktikum ini adalah untuk memenuhi tugas praktikum kimia organik dan juga
untuk menambah wawasan bagi setiap orang.
Dalam penyelesaian laporan praktikum ini kami banyak menemui kesulitan,
terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang kami miliki dan
kekurangan keterampilan yang kami miliki selama di laboratorium. Namun berkat
bimbingan dari berbagai pihak akhirnya laporan praktikum ini dapat terselesaikan,
walaupun masih banyak kekurangannya. Semoga laporan praktikum ini dapat
bermanfaat dan menambah pengetahuan dan wawasan .
Akhirnya kepada Allah SWT jualah penulis mohon taufik dan hidayah, semoga
usaha penulis ini dapat diterima dan mendapat manfaat yang baik. Serta mendapat ridho
Allah SWT.

Bandung, Juni 2014

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang
Polimer adalah suatu molekul besar yang terbangun oleh susunan unit
ulangan kimia yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan kovalen. Unit
ulangan ini biasanya setara atau hampir setara dengan monomer yaitu bahan
awal dari polimer. Polimer ini terbagi atas 2 jenis menurut asalnya, yaitu polimer
alam dan polimer sintetik. Polimer sintetis yang Pertama kali yang dikenal
adalah bakelit yaitu hasil kondensasi fenol dengan formaldehida, yang
ditemukan oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland pada tahun 1907.
Berdasarkan jenis monomernya, polimer dibedakan atas homopolimer
dan kopolimer. Homopolimer merupakan polimer yang terdiri dari hanya 1
macam monomer, sedangkan kopolimer merupakan polimer yang terdiri atas
dua atau lebih monomer penyusunnya.
Polimer-polimer ini terbentuk melalui suatu proses yang dinamakan
polimerisasi Proses polimerisasi ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu polimerisasi
kondensasi, polimerisasi adisi. Pada polimerisasi adisi, monomer-monomer yang
mengandung ikatan rangkap dua saling bergabung, satu monomer masuk ke
monomer yang lain, membentuk rantai panjang. Produk yang dihasilkan dari
reaksi polimerisasi adisi mengandung semua atom dari monomer awal.
Polimerisasi kondensasi adalah pembentukan polimer dari monomermonomernya dengan menghasilkan molekul H2O. Di dalam jenis reaksi
polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi secara adisi untuk
membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang dibentuk akan
bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air dari atomatom monomer. Pada reaksi semacam ini, tiap monomer harus mempunyai dua
gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya
dari rantai tersebut.

I.2.

Tujuan
1. Membuat karet sintesis tiokol dalam skala laboraturium.
2. Memahami proses reaksi pada pembuatan tiokol

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pembuatan Tiokol


Tiokol merupakan karet sintetis yang dihasilkan melalui proses
polimerasi kondensasi. Polimerasi kondensasi adalah proses penggabungan
molekul tunggal membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain

sebagai hasil sampingan. Dalam hal ini, tiokol disebut hasil polimerasi
kondensasi, karena tiokol dapat dihasilkan dari pemanasan campuran
dikloroetana dengan natrium polisulfida (Na2Sx) dan membebaskan natrium
klorida sebagai hasil samping.
Reaksinya dapat dituliskan:
Cl-CH2-CH2-Cl + nNa2Sx

1,2 dikloroetan natrium polisulfida

(-CH2-CH2-Sx-)n + NaCl
tiokol
natrium klorida

Natrium polisulfida dapat dihasilkan dari reaksi larutan natrium


hidroksida dengan belerang sesuai persamaan reaksi :
6NaOH + (2x+1)S 2Na2Sx + 3H2O + Na2SO3
Tiokol atau karet sintesis yang dihasilkan mempunyai sifat mekanik tidak
sebaik karet alam, tetapi tiokol ini sangat tahan terhadap minyak dan pelarut
organik. Oleh karena itu, tiokol dapat digunakan sebagai gasket pada pipa
saluran bahan bakar minyak.
2.2. Perbedaan Karet Sintetis dan Karet Alam
Walaupun karet alam sekarang ini jumlah produksi dan konsumsinya
jauh dibawah karet sintetis atau karet buatan pabrik , tetapi sesungguhnya karet
alam belum dapat digantikan oleh karet sintetis. Bagaimanapun ,keunggulan
yang dimiliki oleh karet alam sulit ditandingi oleh karet sintetis .
Adapun kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh karet alam dibandingkan dengan
karet sintetis, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Mempunyai daya elastic atau daya lenting yang sempurna .


Mempunyai plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah .
Mempunyai daya arus yang tinggi .
Tidak mudah panas .
Mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap keretakan .
Walaupun demikian , karet sintetis mempunyai kelebihan seperti tahan

terhadap berbagai zat kimia dan harganya cenderung bias dipertahankan supaya
tetap stabil . Bila ada pihak yang menginginkan karet sintetis dalam jumlah
tertentu , maka biasanay pengiriman atau suplay barang tersebut jarang
mengalami kesulitan, walaupun memiliki beberapa kelemahan dipandang dari

sudut kimia dan bisnisnya , akan tetapi menurut beberapa ahli karet alam akan
mempunyai pemanasan yang baik

BAB III
PERCOBAAN

3.1.
3.1.1

Susunan Alat dan Bahan yang Digunakan


Alat dan Bahan
1
2
3

Alat
Labu bulat leher 4
Tabung Reaksi
Pendingin (kondensor)

1
2

Bahan
Aquadest
Natrium Hidroksida
(NaOH) padat

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Pipet ukur 25 mL
Gelas ukur 50 mL
Motor pengaduk
Penangas air
Statif dan klem
Thermometer
Bola hisap
Pipet tetes
Gelas kimia 250 mL
Spatula
Corong gelas
Batang pengaduk

3
4
5
6
7
8

Larutan NaOH 6%
Belerang padatan
Asam klorida (HCl) 37%
1,2 dikloroetan
Kertas saring
Benzena

3.2.

Cara Kerja
3.2.1. Pembuatan Natrium Polisulfida

Larutan 4 gr NaOH dengan 100 mL H2O


Campurkan larutan dan 7,5 gr belerang dalam labu
leher 4
Sebelumnya susun alat, lalu panaskan campuran sambil
diaduk
Amati semua perubahannya
Matikan penangas saat larutan berwarna coklat tua,
dinginkan
Saring, gunakan filtrat untuk membuat tiokol (buang
residu)

3.2.2. Pembuatan Tiokol

Filtrat natrium polisulfida dicampur dengan 20 mL 1,2 dikloroetan


Rangkai alat, panaskan 70-80 C sampai ada gumpalan
kuning
Amati setiap perubahan, hentikan pemanasan
Saring tiokol, buang filtrat

Cuci tiokol

Timbang lalu analisis sifatnya

BAB IV
DATA PENGAMATAN

4.1.

Persiapan
N
o

Nama zat

Berat/
Volume

Berat
Molekul

Rumus

Mol

Titik
didih

Titik
leleh

NaOH

4,0000 gr

40

NaOH

0,1

1388 C

318 C

Belerang

7,5000 gr

32

0,2344

444,6 C

115,21 C

1,2
dikloroetan

20 mL

98

C2H4Cl2

0,255

84 C

-35 C

4.2.

Pembuatan Natrium Polisulfida


Waktu
(menit)

Temp. Set

Temp Reaktor

70

61

23

80

70

29

80

76

38

80

70

40

95

70

4.3.

Pengamatan

Keterangan

Sulfur belum
Larutan berwarna
larut dalam
kucing cerah
NaOH
Larutan
Suhu semakin
berwarna
meningkat
kuning pekat
Warna larutan Belerang semakin
menjadi orange
larut
Warna larutan
Belerang sudah
coklat muda
larut dalam NaOH
Larutan
Semua belerang
berwarna
telah larut dengan
coklat tua
sempurna

Pembuatan Tiokol
Waktu
(menit)
0

Temp. Set

Temp Reaktor

70-80

30

55

70-80

70

Pengamatan
Terbentuk
sedikit
endapan
Endapan
kuning
semakin
banyak

BAB V
PENGOLAHAN DATA DAN PERTANYAAN

5.1.

Menghitung yield tiokol


Berat Natrium Hidroksida

: 4,0000 gram

Keterangan
Endapan
berwarna kuning
Terbentuk tiokol
dan larutan
menjadi kuning
bening

Mr Natrium Hidroksida

: 40 gram/mol

Mol Natrium Hidroksida

: 0,1000 mol

Berat Belerang

: 7,5000 gram

Mr Belerang

: 32 gram/mol

Mol Belerang

: 0,2344 mol

Volume 1,2-dikloroetana

: 20 mL

Mr 1,2-dikloroetana

: 98,97 gram/mol

Densitas 1,2-dikloroetana

: 1,25 gram/mL

Berat 1,2-dikloroetana

: 25 gram

Mol 1,2-dikloroetana

: 0,2526 mol
6 NaOH +9 S 2 Na S +3 H 2 O+ Na S O

Mula

: 0,1000

0,2344

Reaksi

: 0,1000

0,1500

Sisa

0,0333

0,0844

0,0333

0,0500

0,0167

0,0500

0,0167

CH CH Sx n+2 NaCl
ClCH CH Cl+Na Sx
Mula-mula

0,2526

0,0333

Reaksi

0,0333

0,0333

0,0333

Sisa

0,2193

0,0333

0,0666
0,0666

Mr tiokol = 156 gr/mol


Berat tiokol berdasarkan Teori : 0,0333 mol x 156 gr/mol

= 5,1948 gr

Berat tiokol berdasarkan praktikum

= 5,7000 gr

% Yield
5.2.

5,7000
x 100 =109,73
5,1948

Pertanyaan

1 Apa yang dimaksud dengan polimerisasi?


Polimerisasi adalah proses bereaksi molekul monomer
bersama dalam reaksi kimia untuk membentuk tiga dimensi
jaringan atau rantai polimer
2 Apa perbedaan polimerisasi adisi dengan polimerisasi
kondensasi?
Polimerisasi adisi yaitu penambahan unit monomer yang
terus

menerus

biasanya

dipacu

berupa

oleh

radikal,

suatu

intermediet,

anion

atau

yang
kation

membentuk polimer.
Polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan
molekul

tunggal

membentuk

molekul

besar

dengan

melepaskan molekul lain sebagai hasil sampingan.


3 Tuliskan reaksi pembentukan tiokol!
Natrium polisulfida dapat dihasilkan dari reaksi larutan
natrium hidroksida dengan belerang sesuai persamaan
reaksi :
6
S

NaOH

2Na2Sx

3H2O

(2x+1)

+ Na2SO3

Selanjutnya,
Cl CH2 CH2 Cl

n Na2Sx ( CH2 CH2 Sx

)n + NaCl
1,2
polisufida

dikloroetana
tiokol

natrium

natrium klorida

4 Apa kegunaan tiokol di industri?


Sebagai gasket pada pipa saluran bahan bakar minyak.
5 Bagaimana

sifat

kelarutan

tiokol

apabila

dibandingkan dengan karet alam?


Tiokol sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organic
dibandingkan karet alami.

BAB VI
PEMBAHASAN

Fuzya

Pada praktikum kali ini akan dilakukan reaksi polimerisasi atau pembuatan
tiokol skala laboraturium, tiokol adalah salah satu karet polisulfida yang dibuat dengan
reaksi kondensasi antara polisulfida dengan dikloroetan sehingga tiokol termasuk
kedalam jenis karet sintesis,dalam proses pembuatannya dua molekul tunggal akan
bergabung membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai produk
samping. Langkah yang pertama dilakukan dalam pembuatan tiokol adalah pembuatan
natrium polisulfida yaitu dengan mereaksikan belerang dengan NaOH dengan reaksi sbb
:
6 NaOH

(2x+1) S

2Na2Sx

3H2O

+ Na2SO3

Pemanasan dilakukan di peralatan refluks sampai setelah


hampir semua belerang larut dan larutan berwarna coklat tua. Secara
khas natrium polisulfida dipreparasi dari natrium sulfide dan belerang,
polisulfida kemudian direaksikan dengan dihalida dalam air untuk memberikan
suatu disperse polimer. Natrium Polisulfida yang dihasilkan tadi kemudian
direaksikan dengan

1,2-dikloroetana. Pada tahap ini refluks dipanaskan pada

temperature 70-80C sampai terbentuk gumpalan jenuh yang merupakan tiokol dan
larutan jenuh. Halida-halida primer memberikan rendemen polimer yang terbaik, yang
sesuai perkiraan karena mekanismenya melibatkan substitusi nukleofilik halida oleh
anion polisulfida. Reaksi yang terjadi adalah:
Cl CH2 CH2 Cl +

n Na2Sx

( CH2 CH2 Sx )n +

NaCl

1,2 dikloroetana

natrium polisufida

tiokol

natrium

klorida
Tiokol yang dihasilkan pada percobaan ini memiliki sifat fisik berwarna
kuning, Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang berbeda sehingga
jumlah belerang akan tahan terhadap semua tipe pelarut organik tetapi baunya tidak
enak dan juga sifat mekaniknya buruk.
Tiokol yang di hasilkan mempunyai berat 5,7000 gr sehingga di dapat yield
tiokol hasil praktikum sebesar 109,73%. Yield/rendemen yang dihasilkan melebihi
100% ini disebabkan karena adanya kandungan air pada kertas saring dan tiokol
sehingga mempengaruhi yield yang dihasilkan. Yield yang berlebihan ini juga bisa saja
disebabkan karena sebelumnya tidak dilakukan pemanasan dalam oven karena jika
dipanaskan bau pada tiokol akan menyebar kemana-mana sehingga tidak dilakukan
pemanasan terlebih dahulu. Tetapi, jika dipanaskan yield yang didapatkan tidak akan
melebihi 100%.

Hegar

Pada percobaan kali ini adalah membuat sebuah karet sintesis tiokol. Tiokol
merupakan karet polisulfida yang dibuat dengan reaksi kondensasi antara polisulfida
dengan dikloroetana. Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang berbeda
sehingga jumlah belerang akan tahan terhadap semua tipe pelarut organik tetapi baunya
tidak enak dan juga sifat mekaniknya buruk. Tiokol dapat dihasilkan dari reaksi
polimerisasi. Reaksi polimerisasi adalah proses bereaksi molekul monomer bersama
dalam reaksi kimia untuk membentuk tiga dimensi jaringan atau rantai polimer. Tiokol
merupakan

polimer

kondensasi

yaitu

proses

pembentukan

polimer

melalui

penggabungan molekul-molekul kecil melalui reaksi yang melibatkan gugus fungsi,


dengan atau tanpa diikuti lepasnya molekul kecil. Dengan kata lain, polimerisasi
kondensasi hanya dilangsungkan oleh monomer yang mempunyai gugus fungsional.
Molekul kecil yang dilepaskan biasanya adalah air.
Tahap pertama dalam pembuatan tiokol ini adalah membuat reaktan Natrium
Polisulfida yang dibutuhkan yaitu dari hasil reaksi antara Belerang dengan Natrium

Hidroksida. Dalam pembuatan reaktan Natrium Polisulfida, dilakukan refluks pada suhu
sekitar 70oC-90oC. Proses refluks selesai ditandai dengan larutan berwarna coklat yang
menandakan larutan Natrium Polisulfida telah terbentuk. Berikut persamaan reaksinya :
6 NaOH

(2x+1) S

2Na2Sx

3H2O

+ Na2SO3

Lalu dilakukan penyaringan, dikarenakan masih adanya endapan belerang yang tidak
larut sempurna pada saat proses refluks.
Natrium Polisulfida yang dihasilkan direaksikan dengan 1,2-dikloro etana, untuk
membentuk rantai polimer sehingga menghasilkan karet sintetis yaitu tiokol. Dalam
pembuatan tiokol ini juga dilakukan reluks pada suhu 70oC-90oC. Proses ini dilakukan
sampai mendapatkan endapan tiokol yang konstan. Berikut persamaan reaksinya :
Cl CH2 CH2 Cl + n Na2Sx
1,2 dikloroetana

natrium polisufida

( CH2 CH2 Sx )n +
tiokol

NaCl

natrium klorida

Proses polimerisasi kondensasi ini menghasilkan polimer berbentuk gumpalan dengan


struktur yang keras agak elastis dan berwarna kuning transparan serta mempunyai bau
yang sangat tidak enak.
Setelah dilakukan penyaringan, maka didapat endapan tiokol. Berdasarkan data
pengamatan dan pengolahan data dihasilkan rendemen tiokol yang didapatkan sebesar
109,73 %. Terlihat rendemen yang diperolleh lebih dari 100%, hal ini disebabkan tiokol
yang diperoleh masih mengandung air didalamnya sehingga memperbesar rendemen
yang didapatkan.

Hilda

:
Percobaan kali ini dilakukan pembuatan karet sintesis tiokol. Tiokol ini

diperoleh melalui reaksi polimerisasi kondensasi, yaitu proses penggabungan molekul


tunggal membentuk molekul besar dan melepas molekul lain sebagai hasil samping.
Dalam percobaan ini tiokol yang dihasilkan diperoleh dari reaksi antara natrium
polisulfida dan 1,2 dikloro etana. Pada tahap pertama dilakukan reaksi pembuatan

natrium polisulfida dengan mereaksikan belerang dan NaOH. Reaksi yang terjadi adalah
:
6 NaOH

(2x+1) S

2Na2Sx

3H2O

+ Na2SO3

NaOH dan belerang ini direfluks hingga larutan berwarna coklat tua, dan saat itu
belerang hampir larut semua dan bereaksi dengan NaOH menghasilkan natrium
polisulfida. Pemanasan larutan ini hingga mencapai suhu 80C. Kemudian larutan
tersebut disaring terlebih dahulu untuk memisahkan filtrat dan endapan yang terdapat
dalam larutan tersebut, karena dikhawatirkan masih ada belerang yang belum terlarut
sempurna. Setelah larutan di saring, filtrat yang dihasilkan berwarna lebih jernih dan
sedikit keorenan.
Kemudian untuk menghasilkan tiokol dilakukan reaksi polimerisasi ,dimana
filtrat natrium polisulfida yang dihasilkan direaksikan dengan larutan 1,2 dikoroetana
dan direfluks kembali selama 30 menit dan saat itu suhu larutan mencapai 70-80 C,
hingga terbentuk gumpalan kuning yang merupakan tiokol dan larutan kuning jernih.
Reaksi yang terjadi adalah :
Cl CH2 CH2 Cl +
1,2

dikloroetana

n Na2Sx
natrium

polisufida

( CH2 CH2 Sx )n +
tiokol

NaCl
natrium

klorida
Kemudian dilakukan penyaringan dengan buchner terhadap larutan tersebut
untuk memisahkan tiokol dan larutannya. Tiokol yang dihasilkan ini memiliki ciri-ciri
berwarna kuning terang, bertekstur lentur dan agak keras, serta memiliki bau yang tidak
enak. Yield yang dihasikan adalah 109,73%. Yield yang dihasilkan ini lebih dari 100%
karena masih terdapatnya kandungan air pada tiokol, akibatnya mempengaruhi jumlah
yield yang ditimbang.
Tiokol merupakan karet polisulfida, tiokol ini memiliki kelebihan sangat tahan
terhadap minyak dan pelarut organik, tahan terhadap cuaca, tahan terhadap ozon, dan
cahaya matahari, kedap udara dan uap. Kekurangan tiokol tahanan kikis sobek , cut
growth dan retak lentur buruk, pampatan tetap buruk, dan kepegasan pantul buruk serta
baunya tidak enak.

Khoerunnissa

Pada praktikum kali ini adalah melakukan reaksi polimerisasi


yaitu pembuatan karet sintesis. Dalam percobaan kali ini adalah
membuat tiokol.

Tiokol dibuat dengan reaksi antara natrium

polisulfida dengan 1,2-dikloroetana.


Hal

yang

pertama

dilakukan

adalah

membuat

natrium

polisulfida (Na2Sx) dengan mereaksikan natrium hidroksida atau soda


kaustik (NaOH) dengan belerang . sambil dipanaskan dengan
peralatan refluks. Reaksi yang terjadi adalah :
6 NaOH

(2x+1) S

2Na2Sx

3H2O

Na2SO3
Pemanasan dilakukan sampai semua belerang larut dalam
NaOH sampai terbentuk larutan berwarna coklat. Kemudian natrium
polisulfida yang terbentuk direaksikan dengan 1,2 dikloroetana.
Refluks dilakukan pada suhu sekitar 70-80 0C. Setelah beberapa menit
mulai terbentuk gumpalan kuning, yang semakin lama semakin
banyak gumpalannya. Refluks dihentikan saat tidak terbentukm lagi
gumpalan. Gumpalan kuning inilah yang diketahui sebagai tiokol.
Reaksi yang terjadi adalah :
Cl CH2 CH2 Cl +
n +
1,2

n Na2Sx

( CH2 CH2 Sx )

NaCl
dikloroetana

tiokol

natrium

polisufida

natrium klorida
Setelah itu gumpalan yang terbentuk disaring. Tiokol yang

dihasilkan pada percobaan ini memiliki sifat fisik berwarna kuning,


Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang berbeda
sehingga

jumlah

belerang

akan

tahan

terhadap

semua

tipe

pelarutorganik tetapi baunya tidak enak dan juga sifat mekaniknya


buruk. Yield yang dihasikan adalah 109,73%. Yieldnya melebihi 100 %
karena masih terdapat kandungan air, sehingga mempengaruhi
penimbangan yield.

BAB VII
PENUTUP

7.1.

Kesimpulan
1. Reaksi polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan molekul
tunggal membentuk molekul besar dan melepas molekul lain sebagai hasil
samping.
2. Polimerisasi adalah reaksi penggabungan monomer-monomer menjadi rantai
polimer yang panjang dan berulang.
3. Tiokol dihhasilkan dari reaksi Natrium polisulfida dengan 1,2-dikloro etana

4. Sifat fisik tiokol yang dihasilkan berwarna kuning transparan, berbau tidak
enak, dan bersifat keras agak elastis.
5. Yield tiokol yang dihasilkan adalah 109 .73

DAFTAR PUSTAKA
Lide, David R. 2005. CRC Handbook of Chemistry and Physics. New York : CRC Press
LLC.

Tim Dosen Kimia Organik. 2014. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Bandung :
Politeknik Negeri Bandung.
Suwardi, dkk. 2009. Panduan Pembelajaran Kimia untuk SMA & MA Kelas XI.
Jakarta :
Pusat Perbukuan Depdiknas.