Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PROSES INDUSTRI KIMIA

ASETON
(Pembuatan Aseton dari Isopropil Alkohol)

Disusun oleh :
Maulana Andriyanto

(2013710450027)

Mochammad Arief Rajib

(2013710450023)

Verdi Anggriawan

(2013710450026)

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS JAYABAYA
2015

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

ii

KATA PENGANTAR

iii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Sejarah

1.2

Bahan Baku

1.3

1.4

1.2.1 Proses Cumene Hydroperoxide

1.2.2 Proses Dehidrogenasi Isopropil Alkohol

1.2.3 Proses Oksidasi Isopropil Alkohol

Spesifikasi

1.3.1 Spesifikasi Bahan Baku

1.3.2 Spesifikasi Produk

Penggunaan produk

BAB 2 RANCANGAN PROSES


6
2.1

Dehidrogenasi Isopropil Alkohol

2.2

Diagram Alir

2.3

Keterangan Alat

BAB 3 PENUTUP

13

3.1

13

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
14

DAFTAR GAMBAR

Gambar
7

2.2

Diagram Alir Pembuatan Aseton

Gambar 2.3 Keterangan Alat


1.
2.
3.
4.
5.

Penampung Isopropil Alkohol


Vaporizer
Multubular Fix Bed Reactor
Molten Salt Furnace
Horizontal Condenser

10
6. Separator Flash Drum
10
7. Water Scrubber
11
8. Distillation I (Acetone)
12
9. Distillation II (Isopropyl Alcohol)
12

7
7
8
8
9

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, karena


berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat
menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dengan judul Pembuatan Aseton dengan Proses Dehidrgenasi dari
Isopropil Alkohol.
Penulis

menyadari

bahwa

masih

banyak

kekurangan

yang

mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami meminta


pembaca

untuk

memberikan

saran

serta

kritik

yang

dapat

membangun penulis. Kritik dari pembaca sangat penulis harapkan


untuk penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
kita sekalian.

Jakarta, 8 November
2015
3

Kelompok VII

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Sejarah
Aseton, CH3COCH3, merupakan salah satu senyawa alifatik
keton yang sangat penting. Pada umumnya aseton digunakan
sebagai solven untuk beberapa polimer. Penggunaan yang
bersifat komersial adalah penggunaan sebagai senyawa
intermediet dalam pembuatan methyl methacrylate, bisphenol
A, diaseton alcohol dan produk produk lain
Aseton banyak dipakai pada industri selulosa asetat, cat,
serat, plastik, karet, kosmetik, perekat, pernis, penyamakan
kulit, pembuatan minyak pelumas, dan proses ekstraksi juga
sebagai bahan baku pembuaan methyl isobutyl ketone. Aseton
pertama kali dihasilkan dengan cara distilasi kering dari kalsium
asetat. Kemudian setelah perang dunia ke-1 proses pembuatan
aseton digantikan dengan fermentasi karbohidrat menjadi
aseton, buthyl dan etil-alkohol. Kemudian pada tahun 1920
proses dehydrogenasi 2-propanol mulai digunakan untuk
memproduksi aseton.
Pada pertengahan tahun 1960 proses oksidasi propene
digunakan sebagai bahan baku pembuatan aseton. Dan pada
tahun 1976 oksidasi cumene menjadi phenol dan aseton mulai
digunakan.
Kebutuhan aseton di indonesia semakin lama semakin
meningkat tapi sampai saat ini masih belum ada perusahaan di
indonesia yang masih memproduksinya. Untuk memenuhi
4

kebutuhan dalam negeri, indonesia masih mendatangkan aseton


dari negara lain seperti : Amerika Serikat, Belanda, Cina, Korea,
Jepang, dan Singapura.

1.2. Bahan Baku


Aseton dapat dibuat dengan menggunakan proses
Cumene Hydroperoxide (dengan bahan baku cumene), proses
dehidrogenasi Isopropil Alkohol (dengan bahan baku isopropyl
alcohol isopropil alcohol dengan katalis kombinasi ZnO dan
ZrO), dan proses Oksidasi Isopropil Alkohol (dengan bahan baku
propilen). Berikut proses singkatnya :
1.2.1. Proses Cumene Hydroperoxide
Pada proses cumene hydroperoxide, mula-mula
cumene dioksidasi menjadi cumene hydroperoxide
dengan udara atmosfer atau udara kaya oksigen dalam
satu atau beberapa oksidiser. Temperatur yang digunakan
adalah antara 80130 oC dengan tekanan 620 kPa, serta
dengan penambahan Na2CO3. Sanjutnya produk reaktor
dievaporasikan. Kemudian dengan penambahan asam
akan terjadi reaksi pembelahan cumene hydroperoxide
menjadi suatu campuran yang terdiri dari phenol, aseton
dan berbagai produk lain seperti cumylphenols,
acetophenols,
dimethylphenylcarbinol,-methylstyrene
dan hidroxyaseton. Campuran ini kemudian dinetralkan
dengan menambahkan larutan natrium phenoxide atau
basa yang lain atau dengan resin penukaran ion (ion
exchanger resin). Setelah itu, campuran dipisahkan dan
crude aseton diperoleh dengan cara distilasi.
1.2.2.

Proses Dehidrogenasi Isopropil Alkohol

Reaksi dehidrogenasi Isopropil Alkohol bersifat


endotermik. Sehingga untuk mendapatkan konversi yang
cukup tinggi, dibutuhkan suhu yang cukup tinggi pula.
Pada pembuatan aseton dengan proses dehidrogenasi
katalitik isopropanol (isopropil alkohol) digunakan katalis
kombinasi ZnO dan ZrO dalam prosesnya. Proses
dehidrogenasi ini berjalan pada pada fasa gas suhu 350oC
dan tekanan 2 atm. Isopropil benzene sebelum masuk
ke dalam reaktor diubah kedalam fasa gas di dalam
vaporizer. Produk yang dihasilkan oleh reaktor adalah
Aseton sebagai produk utama serta produk samping
lainnya berupa gas hydrogen, sisa Isopropil Alkohol yang
3

tidak bereaksi, Propylene, dan Air.

1.2.3.

Proses Oksidasi Isopropil Alkohol

Pada proses ini Isopropil alkohol didapat dari


mereaksikan Propilen dengan H2O. Selain direaksikan
dengan H2O, Propilen juga direaksikan dengan O2 dan
menghasilkan Acrolein. Kemudian Isopropil Alkohol
direaksikan dengan Acrolein dan menghasilkan Aseton
serta Alil Alkohol. Selain itu, Isopropil Alkohol juga ada
yang direaksikan dengan Oksigen akan menghasilkan
Hidrogen Peroksida dan Aseton. Setelah itu, kedua hasil
tersebut direaksikan dan menghasilkan produk akhir
Gliserol.

1.3. Spesifikasi
1.3.1. Spesifikasi Bahan Baku
Isopropil Alkohol dengan nama lain isopropanol, 2propanol, dimetil-karbinol mempunayi sifat-sifat:
a. Sifat Fisis
-

Rumus molekul
Rumus bangun

: C3H7OH
:

Berat molekul, g/gmol


Kenampakan
Titik didih, 0C
Titik beku, 0C
Refractive index (20oC)
Viskositas (20oC), cP
Densitas (20oC),g/cm3
Specific Gravity (20oC)
Temperatur kritis, oC
Tekanan kritis (20oC), kPa
Sangat larut dalam air

:
:
:
:
:
:

: 60,10
cairan tak berwarna
82,3
-88,5
: 1,3772
2,4
: 0,7854
: 0,7864
235,2
4,764

b. Sifat Kimia
1.

Isopropil Alkohol didehidrogenasi membentuk Aseton dengan


katalis
bermacam-macam seperti logam, oksida dan
campuran logam dengan
oksidanya.
2. Isopropil Alkohol dapat juga dioksidasi secara parsial membentuk
Aseton
dengan katalis yang sama dengan proses
dehidrogenasi.
3. Dengan asam halogen dihasilkan Isopropil Halida.
4. Bereaksi dengan logam-logam aktif seperti sodium dan potasium
membentuk Metal Isopropoksida dan hidrogen.
Alumina Isopropoksida
dapat dihasilkan dari reflux
Isopropil Alkohol 99%, aluminium dengan
katalis
Merkuri Oksida.
5. Dengan Asam Asetat dan katalis Asam Sulfat dapat membentuk
Isopropil
Asetat. Dengan Etilen Oksida atau Propilen
Oksida dengan katalis basa
sepertiNaOH
akan
membentuk Eter Alkohol dari Isopropil Alkohol.
1.3.2. Spesifikasi Produk
Produk Utama (Acetone) Aseton dengan nama lain 2-propanon,
Dimetil Ketone mempunyaisifat-sifat sebagai berikut:
a. Sifat Fisis
-Rumus molekul

: C3H6O

-Rumus bangun

Berat molekul, g/gmol

Kenampakan

: 58,08
: cairan tak
berwarna

Titik didih, C

: 56,29

Titik beku, C
Refractive index (20
C)

: -94,6

Viskositas (20 C),cP


Specific Gravity (20
C)

: 0,32

: 1,3588

: 0,783
5

Temperatur kritis, C
: 235,05
Tekanan kritis (20 C),
kPa
: 4.701
Sangat larut dalam air.

b. Sifat Kimia
1. Dengan proses pirolisa akan membentuk Ketena
2. Aseton dapat dikondensasi dengan asetilen membentuk 2
metil 3 butynediol,suatu intermediate untuk Isoprene.
3. Dengan Hidrogen Sianida dalam
menghasilkan Aseton Sianohidrin.

kondisi

basa

akan

Produk samping dari pengolahan isopropyl alcohol menjadi


aseton adalah Hydrogen (H2) dengan spesifikasi sebagai
berikut :
1.4

Rumus molekul
Kenampakan
Titik didih, C
Titik lebur
Tidak larut dalam air

: H2
: gas tak berwarna
: -252,87
: 252,76

Penggunaan Produk
Aseton merupakan bahan baku sintetis organik yang
penting untuk produksi epoxy resin, polikarbonat, kaca,
farmasi, pestisida dan sebagainya. Juga merupakan pelarut
yang baik untuk pelapis, perekat, silinder asetilena. Juga
digunakan sebagai pengencer, bahan pembersih, agen
ekstraksi. Atau manufaktur anhidrida asetat, diaseton
alkohol, kloroform, iodoform, resin epoksi, poliisoprena karet,
metil metakrilat, dan bahan penting lainnya. Dalam bubuk
tanpa asap, seluloid, selulosa asetat, cat dan industri lainnya
sebagai pelarut. Dalam minyak dan industri lainnya sebagai
agen ekstraksi.

BAB 2
RANCANGAN PROSES

2.1. Dehidrogenasi Isopropil Alkohol


Proses Dehidrogenasi Isopropil Alkohol
Proses yang sangat penting untuk memproduksi Aseton
adalah dehidrogenasi katalitik dimana reaksinya adalah
endotermis.
Reaksi:
C3H8O + 66,5 kJmol (pada 372oC)
C3H6O+ H2
Pada proses ini Isopropil Alkohol diuapkan dengan
vaporizer dan dipanaskan dalam HE dengan menggunakan
steam kemudian dimasukkan ke dalam multiturbular fixed
bed reactor. Ada sejumlah katalis yang dapat digunakan
dalam proses ini yaitu kombinasi zinc oxide- zirconium oxide,
kombinasi copperchromium oxide, copper, silicon dioxid.
Dengan proses ini konversi dapat mencapai 75-98%
dan yield dapat mencapai 85-90%.Gas panas keluar dari
reaktor yang terdiri dari Isopropil Alkohol, Aseton, dan
Hidrogen dilewatkan scrubber, untuk dipisahkan antara gas
insoluble (H2) dengan Aseton, Isopropil Alkohol, dan air.
Hasil dari scrubber ini didistilasi, Aseton diambil sebagai
hasil atas sedangkan campuran Isopropil Alkohol dan air
sebagai hasil bawah. Hasil bawah ini didistilasi lagi untuk
recovery Isopropil Alkohol yang diambil sebagai hasil atas
yang kemudian di recycle ke reactor (Kirk & Othmer, 1983).
Proses dehidrogenasi Isopropil Alkohol dipilih karena memiliki
alasan sebagai berikut:
a. Proses dehidrogenasi Isopropil Alkohol tidak memerlukan
unit pemisahan O2 dari udara sebelum diumpankan ke
dalam reaktor.
b. Dengan jumlah Isopropil Alkohol yang sama, konversi pada
proses dehidrogenasi lebih besar sehingga hasil Aseton
yang diperoleh lebih banyak.
c.Pada proses oksidasi timbul masalah terjadinya korosi
sehingga dapat mengganggu jalannya proses, sedangkan
7

pada proses dehidrogenasi, hal tersebut dapat dikurangi.


2.2. Diagram Alir
Berikut diagram alir proses pembuatan aseton dari isopropil
alkohol
(Joseph A. Shaeiwitz dan Richard Turton, 1999) :

2
3
1

78
5

9
6

Gambar 2.2. Proses diagram alir untuk


pembuatan aseton dari
isopropil alkohol
2.3

Keterangan Alat

1. Penampung Isopropil Alkohol (Isoprophyl Alcohol Feed


Drum V-401)
Berfungsi sebagai media penampung bahan baku IPA
(Isopropil Alkohol) sebelum dialirkan menuju Vaporizer untuk
proses perubahan fasa dari cair menuju gas/uap. (Kondisi
Operasi Suhu = 27C, Tekanan = 1 atm)

Gambar 1 Tangki Isopropil Alkohol


2. Vaporizer (Vaporizer E-401)
Vaporizer dalam diagram alir digunakan untuk menguapkan
suatu cairan Isopropil Alkohol yang berasal dari tangki
penampung
Isopropil
Alkohol,
uap
yang
dihasilkan
dipanaskan oleh steam sehingga fasenya berubah dari cair
menjadi gas. (Kondisi Operasi Suhu = 234C, Tekanan =
2,4 atm)
3. Reaktor (Multitubular Fix Bed Reactor R-401)
Reaktor yang digunakan dalam proses pembuatan Aseton ini
adalah Reaktor tipe Multitubular Fix Bed Reactor.
Multitubular Fixed Bed Reactor adalah suatu reaktor yang
didalamnya memiliki banyak tube silindrikal yang dapat diisi
dengan partikel-partikel katalis. Katalis yang digunakan itu
sendiri dalam proses pembuatan aseton adalah campuran
dari ZnO (Zinc Oxide) dan ZrO (Zirconium Oxide). Selama
operasi, Isopropil yang telah berubah fase menjadi gas akan
melewati tube yang telah berisi partikel-partikel katalis (ZnO
dan ZrO), sehingga akan terjadi reaksi. (Kondisi Operasi
Suhu = 350C, Tekanan = 2,6 atm)

Gambar 3 Multitubular Fixed Bed Reactor


Reaksi yang terjadi dalam proses Dehidrogenasi adalah
Endoterm. Jika reaksi yang terjadi sangat endoterm, pada
proses reaksi uap/gas Isopropil Alkohol masuk melalui shell
Multitubular Fix Bed Reaktor, yang dimana didalam shell
terdapat banyak tube yang berisi katalis ZnO dan ZrO, pada
proses konversi, dibutuhkan panas melalu media yaitu garam
(Molten Salt Furnace) sebagai pemanas reaksi gas yang
berada dalam reaktor. Jadi gas/uap IPA yang bereaksi dengan
ZnO dan ZrO, harus sekaligus diberi panas agar mencapai
suhu optimal dalam proses reaksi sebesar 350C sekaligus
untuk mengkonversi uap/gas isopropyl alcohol menjadi
aseton.
4. Furnace (Molten Salt Furnace H-401)
Furnace bertujuan untuk memanaskan media pemanas yaitu
garam-garam anorganik. Garam-garam anorganik (KNO3 53%,
NaNO2 40 %, NaNO3 7%) yang berada didalam reaktor
sebagai media, kemudian diumpankan dari reaktor dengan
pompa menuju furnace untuk dipanaskan pada suhu 400C
(Heat Exchange). Bahan bakar yang digunakan furnace yaitu
dengan udara dan gas alam. Garam-garam yang telah
mengalami pemanasan (Heat Exhange) pada suhu 400C,
akan disuplai/diumpankan kembali ke dalam reaktor, yang
bertujuan untuk mentransfer energi panas ke dalam
Multitubular Fix Bed Reaktor, agar tercapainya suhu operasi
optimal (350C) dalam
proses pengkonversian Isopropil
Katali
Alkohol ke Aseton.
s ZnO,

Multi
tubul
ar
Fixb
ed
Reac
tor

ZrO3
0
4
0
0

0
C

10

Molt
en
Salt
Furn
ace

Gambar 4 Molten Salt Furnace


5. Kondensor (Heat Exchanger Horizontal Condensor E-402, E403)
Kondensor
yang
digunakan
adalah
Horizontal
Condenser bertujuan untuk mengembunkan sebagian dari
total uap (Aseton + Sisa IPA + Propilen + Hidrogen + Air) menjadi
cair/liquid. Sebagai media pendingin digunakan air pendingin.

(Kondisi Operasi Suhu = 350C, Tekanan = 2,6 atm),


dan (Kondisi Operasi Suhu = 350C, Tekanan = 2,6
atm)

Vapour =
Aseton +
IPA +
Hydroge Water
n+
Cooler
Propylen (In)
e+
Water
Gambar 5 Horizontal Condenser
Water
Cooler
(Out)
6. Separator (Vertical Separator Flash Drum V-402)

Liquid =
Aseton +
IPA +
Hydroge
n+
Propylen
e+
Water

Separator yang digunakan dalam proses pemisahan dari cair


menjadi 2 fase (gas dan cair) adalah Vertical Separator Flash
Drum. Prinsip kerja dalam pemisahan 2 fase ini dengan

mengubah arah aliran masuk (inlet diverter) akan menyebabkan


cairan yang masuk menyinggung dinding separator dalam bentuk
film, dan pada saat yang bersamaan memberikan gerakan
sentrifugal kepada fluida. Ini memberikan pengurangan momentum
yang diinginkan dan mengizinkan gas (vapor) untuk keluar dari film
cairan (liquid). Gasnya naik ke bagian atas dari bejana, dan
cairannya turun ke bawah.

Sedikit dari partikel-partikel cairan akan terbawa naik ke atas


bersama gas yang naik untuk memperangkap butiran-butiran
cairan yang akan ikut aliran gas digunakan mist extractor
atau mist eliminator, yaitu susunan kawat kasa dan ada juga
yang lebih canggih dengan ketebalan tertentu, dipasang
11

melintang terhadap arah arus gas pada bagian atas seksi


gasnya. Separator semacam ini biasa digunakan untuk
tekanan kerja antara 50 sampai 150 psig.

Liquid
in
(Aceton
e+H+
IPA +
H2O +
Propyl
ene)

Vapor
Out
(H +
Aceton
e + IPA
+ H2O
+
Propyl
ene)

Liquid
Out
(Aceto
ne +
Gambar 6 Vertical SeparatorIPA
Flash
+ Drum
H2O +
7. Acetone Scrubber (Water/Wet Scrubber
T-401)
Propyl
ene)
Jenis Scrubber yang digunakan dalam proses dehidrogenasi
ini adalah Wet Scrubber/Water Scrubber. Prinsip kerjanya
yaitu dengan mengalirkan fluida cair (air proses) dengan cara
disemprot menggunakan nozzle ke dalam cairan yang masih
mengandung gas (vapor) hidrogen, sehingga gas hidrogen
yang mengalir akan difiltrasi dengan fluida cair tersebut.

Proces
s
Water

VAPOR
OUT:
HYDRO
GEN

VAPOR IN:
H+
Acetone + LIQUID
IPA + H2O
OUT:
Gambar
7
Water
Scrubber
+
Acetone
+
Propylene IPA + H2O
+
Propylene
12

8. Destilasi I (Distillation T-402)


Distilasi adalah suatu proses yang di dalamnya suatu cairan
atau uap campuran dari dua atau lebih substansi dipisahkan
ke dalam fraksi-fraksi komponennya dengan kemurnian yang
diinginkan melalu pemakaian atau pelepasan kalor. Dalam
Destilasi ini senyawa yang ingin dipisahkan adalah Aseton
Murni sebagai produk atas (Overhead Product) dengan sisasisa zat yang tidak bereaksi dari reaktor yaitu senyawa
Isopropil Alkohol yang tidak terkonversi, kemudian senyawa
propilen, dan senyawa air sebagai produk bawah (Bottom
Product). Didalam destilasi terdapat beberapa komponen
yaitu:

Reboiler sebagai penyedia penguapan yang dibutuhkan


bagi proses distilasi
Kondensor untuk mendinginkan dan mengembunkan uap
yang meninggalkan bagian atas kolom
Drumreflux untuk menahan uap terkondensasi dari
bagian atas kolom sehingga cairan ( reflux) dapat
didaur ulang kembali ke kolom

Gambar 8 Destilasi Aseton


9. Destilasi II (Distillation T-403)
Dalam Destilasi II senyawa yang ingin dipisahkan adalah
Isopropil Alkohol dari sebagai produk atas (Overhead Product)
dengan sisa-sisa zat yang tidak terpakai sebagai
limbah/buangan yaitu senyawa Propilen dan Air sebagai
produk bawah (Bottom Product). Isopropil Alkohol yang
dihasilkan kemudian dikembalikan ke dalam IPA Storage Tank,
untuk kemudian direaksikan kembali menjadi aseton.
13

Gambar 9 Destilasi Isopropil Alkohol

BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1. Aseton, CH3COCH3, merupakan salah satu senyawa alifatik keton
yang
mempunyai banyak manfaat dan dapat
buat melalui beberapa macam
proses.
2. Ada beberapa macam proses pembuatan Aseton, proses dalam
makalah
ini membahas tentang pembuatan aseton
dengan proses dehidrogenasi
isopropil
alcohol
dengan reaksi endotermis
3. Alat-alat yang digunakan dalam proses dehidrogenasi isopropil
alkohol
yaitu:

IPA Storage Tank

Vaporizer

Multitubular Fixbed Reaktor

Molten Salt Furnace


14

Horizontal Kondensor

Vertical Flash Separator (Vapor and Liquid)

Water Scrubber

Destilasi I (Aseton)

Destilasi II (Isopropil Alkohol)

15

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2014. Aseton.id.swewe.net/word_show.htm/?37325_1&Aseton.
Dwifirman, Widya. 2014. Aseton.
http://www.academia.edu/5872597/Aseton.
Elsevier BV.2013. Spesifikasi Senyawa Kimia. Amerika : Reed Elsevier
Group.
Joseph A. Shaeiwitz dan Richard Turton.1999. Acetone Production
FromIsopropyl Alcohol. Morgan : West Virginia University.
Kirk and Othmer.1983. Encyclopedia of Chemical Technology. New York:
Wiley.
_____________.1991. Encyclopedia of Chemical Technology. New York: Wiley.
_____________.1994. Encyclopedia of Chemical Technology, 3rded. New York:
Wiley.
Said, Fiitria.2015. Aseton.fitriasaid393.blogspot.com.
https://www.academia.edu/13064152/MAKALAH_PROSES_INDUSTRI_KIMIA_
ASETON_Pembuatan_Aseton_dari_Isopropil_Alkohol

16

17