Anda di halaman 1dari 24

BIOTRANSFORMASI

OBAT
Meta safitri

Biotransformasi adalah perubahan


struktur kimia yg dialami senyawa asing
(xenobiotika) oleh karena aktivitas
materi/sistem hayati (enzim)
OBAT
(XENOBIOTIKA)

METABOLIT
ENZIM

Akibat proses biotransformasi:


1.

Obat menjadi lebih polar daripada molekul induknya


Molekul metabolit relatif lebih mudah terionisasi dalam
pH fisiologis, shg metabolit lebih mudah diekskresikan di
ginjal.
Pengecualian: metabolit asetil obat gol sulfonamid.
Penurunan lipofilisitas tidak menurunkan kelarutannya di
dlm air

.
2. Biotransformasi akan mengubah aktivitas biologis obat
Umumnya:deaktivasi/metabolit menjadi kurang aktif.

Aktivasi: kodein (metil morfin) mjd morfin. Efek analgetik


meningkat, imipramin mjd desmetil imipramin, -metil
DOPA mjd -metil norepinefrin, prontosil rubrum mjd
sulfanilamid, fenasetin mjd parasetamol.
Aktivitas sama: Aspirin mjd asam salisilat
(efek analgetik sama)

Lanjutan..
Hasil metabolit beberapa obat
bersifat lebih toksik dibandingkan
dengan senyawa induk( biotoksifikasi)
Ada pula hasil metabolit yang
mempunyai efek farmakologis yang
berbeda dengan senyawa induk.

Fase
1.

Ada 2 Fase Biotransformasi: Fase non sintetik


I) dan fase sintetik (fase II)
non(fase
sintetik

Oksidasi:

- oksidasi rantai samping

(pentobarbital)
- hidroksilasi aromatik (asetanilid)
- N-oksidasi (trimetilamin)
- sulfoksidasi (klorpromasin)
- N- dealkilasi (aminopirin)
- O-delkilasi (fenasetin-parasetamol)
- S-delkilasi ( 6-metil tiopurin)
- Deaminasi (amfetaminfenilaseton)

- desulfurasi (paration-paraoxon)
Oksidasi non mikrosomal:
- oksidasi
alkohol
(p-nirtrobenzilalkohol)

2.Reduksi:
- Nitroreduksi;
kloramfenikol aril amin
- Azoreduksi(disertai
hidrolisis) : Prontosil
sulfanilamid
- Dehidrogenasi alkohol:
Kloral hidrattrikloretanol
3. Hidrolisis
Prokain---- PABA +
dietilaminoetanol

SISTEM MFO
(Mixed Function Oxidases)
Merupakan suatu sistem enzim yg terlibat pada
biotransformasi fase I. Substratnya bervariasi dengan jenis
reaksi yg bervariasi pula.
Terdiri dari banyak izosim yg satu sama lain berbeda dalam
Bm, urutan asam amino, sifat imunokimia, aktivitas katalitik
terhadap substrat, serta perbedaan spesifitas substrat.
Disebut juga sistem monooksigenase: karena oksigen yg
terlibat dalam satu daur reaksi hidroksilasi ada satu.
Komponen utama yang punya peran sentral: SITOKROM P450; bila dikoupling dengan CO menunjukkan serapan
maksimal pada pjg gelombang 450 nm.
Merupakan sistem enzim mikrosomal yang terdapat di
retikum endoplasmik halus (SER)
Sistem enzim ini diinduksi oleh berbagai senyawa induktor
dan dihambat oleh senyawa inhibitor.
Senyawa induktor: dapat meningkatkan kadar sitokrom P450 hepar dan atau meningkatkan laju biotransformasi obat.

REAKSI METABOLISME FASE II


(Sintetik)
1.Konjugasi :
Konjugasi asam glukoronat (glukoronidasi)
Konjugasi sulfat (sulfatasi)
Konjugasi dg glisin/glutamin
Konjugasi dg glutation/asam merkapturat
2.Asetilasi
3.Metilasi

FAKTOR YG MEMPENGARUHI
BIOTRANSFORMASI
Faktor biologis

Genetik
Interaksi dg obat lain (induksi/inhibisi)
Jenis kelamin
Kondisi patologis
Hormonal
Spesies/strain (galur)
Umur, stres, diet,dosis
Spesifitas organ/jaringan

FAKTOR GENETIK

Polimorfisme genetik

Kelompok fenotip

Obat yg
mempengaruhi

Asetilator

INH, sulfonamid

Pseudokholinestera
se

Suksinil
kholinparalisis
otot
Primakuin,
sulfonamid, dan
kinidinanemia
hemolik akut

Enzim G6PD
(glukosa-6-fosfat
dehidrogenase)

Kelompok bangsa

Asetilasi(%) Obat

Eskimo
Jepang
Amerika latin

95-100
88
70

INH
INH
INH

Negro
Afrika
India selatan
Mesir

52
43
39
18

INH
SMZ
INH
INH

Biotransformasi INH
INH + Piridoksal fosfat (vitamin B-6)
--------- Hidrason (neropathy
perifer)
Untuk mengurangi efek toksik
neuropathy perifer INH dikombinasi
dg vitamin B6

INTERAKSI DG OBAT LAIN


(INDUKSI/INHIBISI)
CONTOH INDUKTOR

Fenobarbital dan turunan asam


barbiturat
Dapat menginduksi enzim sitokrom P450meningkatkan metabolisme
warfarinefek
antikoagulannya,dosis warfarin harus
diperbesar.

Merokok

Induksi enzim

Tabel: Kadar rata2 fenasetin plasma (g/L) pada


Perokok dan bukan perokok
Waktu
(jam)

Perokok

Bukan
perokok

0,35

0,8

0,45

2,25

3,5

0,1

0,4

0,05

0,15

Lanjutan induktor enzim..


Fenobarbital, dapat meningkatkan metanolisme
griseofulvin, kumarin, fenitoin, asetaminofen,
hidrokortison, dan kontrasepsi oral.
fenitoin, dapat kecepatan metabolisme obat
kontrasepsi oral.
Induksi enzim juga selain dapat menurunkan
efektivitas juga dapat meningkatkan toksisitas
beberapa obat krn dpt meningkatkan
metabolisme dan pembentukan metabolit reaktif.

Contoh inhibitor
Simetidin
Ranitidin
ketokonazol
diltiazem
Obat-obat yang diberikan bersamaan dengan
inhibitor enzim dapat memperlambat
proses metabolismedapat meningkatkan
efek toksik. Ex :simetidin fenitoin
memperpanjang aksi obat.

JENIS KELAMIN
Umumnya biotransformasi pada hewan uji
jantan lebih cepat daripada betina (Ndemetilasi aminopirin, oksidasi
heksobarbital, Glukoronidasi Oaminofenol)---- berkaitan efek anabolik
Mis: waktu paro heksobarbital female > male
(tikus)
Pada manusia: Nikotin dan asetosal
dimetabolisme berbeda pada pria dan
wanita

SPESIES
Tabel: keragaman spesies dalam metabolisme heksobabital
waktu paro dan lama tidur

spesies

Lama tidur

Waktu paro

Mencit

(menit)
12 8

(menit)
19 7

Tikus

90 15

140 54

Anjing

315 105

260 20

manusia

360

SPESIES
Fenil asetat: manusia terkonjugasi dg
glisin & glutamin, pada tikus glisin
saja
Amfetamin: manusia, kelinci, marmut:
deaminasi oksidatif, Pada tikus
dehidroksilasi aromatik

PENYAKIT
Organ utama biotransformasi: hepar
Penyakit ----- biotransformasi Obat
Mis:
Sirosis--- hati ditempati jar fibrosis Jumlah
hepatosit turun
Penyakit hati alkoholik
Hepatitis virus
Porfiria---- gangguan bitransformasi porfirin
Hepatoma---- kanker sel parenkim hepar
Penyakit hepar: kemampuan hepar turun, aktivitas
enzim turun, berubah aliran darah hepatik,
hipoalbumenia

UMUR
Bayi dalam kandungan dan baru lahir--- enzim hepar
relatif sedikit--- kec biotransformasi beda.
Mis: Heksobarbital, tolbutamid ( waktu paro pd bayi:
40 jam, dewasa: 40 jam)
Kloramfenikol: Gray baby sindrom (sianosis dan
toksisitas pada kardiovaskuler): krn kurang enzim
glukuronil transferase
Salisilat, kloramfenikol dan klorpromasin: neonatal
hiperbilirubinemia (kern ichterus)--- kadar
bilirubin darah meningkat---kompetisi antara
obat-bilirubin