Anda di halaman 1dari 12

Askep pada pasien dengan masalah keperawatan resiko bunuh diri

Oleh : M. Hamsani

A. Konsep Keperawatan
Pengertian :
Stuart dan sundeen (1995) mengatakan Perilaku destruktif diri yang mencakup setiap
bentuk aktivitas bunuh diri, niatnya adalah kematian dan individu menyadari hal ini
sebagai suatu yang diinginkan
Resiko Bunuh Diri adalah tindakan agresif yang merusak diri sendiri dan dapat
mengakhiri kehidupan (Stuart & Sundeen, 2000)
Adanya kemungkinan melakukan tindakan mencederai diri untuk tujuan kematian
(DIKLAT RSJMM, Bogor, 2009)
Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh seseorang untuk
mengakhiri kehidupannya.

Jenis / tingkatan RBD


1. Isyarat
Perilaku yang secara tidak langsung untuk bunuh diri
Berkata: Tolong jaga anak-anak saya, saya akan pergi jauh atau Segala sesuatu
akan lebih baik tanpa saya.
Pasien mungkin sudah memiliki ide untuk mengakhiri hidupnya
Ungkapan perasaan: rasa bersalah, sedih, marah, putus asa, tidak berdaya.

2. Ancaman
Umumnya diucapkan oleh pasien
Berisi keinginan untuk mati
Disertai rencana cara mengakhiri hidup, persiapan alat untuk melaksanakan rencana
tersebut.
Tetapi Belum mencoba untuk melakukannya.

3. Percobaan
Tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehidupan.
Melakukan cara misal: gantung diri, minum racun, memotong urat nadi, terjun dari
tempat yang tinggi.
Pasien tidak mati dengan usahanya tersebut

B. Pengkajian
Adapun yang menjadi data fokus dari pengkajian pada pasien dengan resiko
bunuh diri adalah sebagai berikut :
Data Mayor

Data Minor

Data Subyektif :

Data Subyektif :

Mengatakan ingin pergi jauh


Mengatakan ada yang menyuruh untuk
Mengatakan semua akan berjalan
menyakiti diri sendiri dan bunuh diri
Mengatakan kehidupan ini membosankan
tanpa dirinya
Ingin mati
Mengungkapkan rasa bersalah dan
Mengatakan lebih baik mati saja
keputusasaan
Menyatakan pernah mencoba bunuh Merasa tidak berdaya
diri
Mengancam bunuh diri
Ada riwayat berulang

Mengatakan hidupnya tak berguna lagi


Berbicara tentang kematian, menanyakan
percobaan

tentang dosis obat yang mematikan

bunuh diri sebelumnya dari keluarga.


Data Objektif:

Data Objektif:

Ada tanda/jejas bekas percobaan bunuh

diri pada anggota tubuh


Tampak mau melakukan / mencoba suatu

tindakan yang membahayakan dirinya.

Ekspresi murung
Tak bergairah
Perubahan kebiasaan hidup
Menunjukkan
perilaku

mencurigakan (biasanya menjadi sangat

patuh).
Perubahan perangai

C. Diagnosa keperawatan
Diagnosa tunggal : Resiko Bunuh Diri
Petunjuk:
1.

Diagnosa keperawatan adalah pernyataan tunggal problem keperawatan

2.

Untuk merumuskan diagnosa keperawatan maka menggunakan data mayor dan


data minor

yang

3.

Data mayor adalah data yang harus ada untuk merumuskan diagnosa
keperawatan (minimal 1 data utama)

4.

Data Minor adalah data yang boleh ada, boleh tidak ada untuk merumuskan
diagnosa

5.

Pengkajian berdasarkan kriteria resiko bunuh diri, yaitu, isyarat, ancaman dan
percobaan.

D. Rencana Keperawatan
1.

2.

1.

Tujuan
a.
b.

Pasien tetap aman dan selamat


Keluarga berperan serta melindungi pasien yang mengancam atau mencoba

c.
d.

bunuh diri.
Pasien mendapatkan perlindungan dari lingkungannya
Pasien dapat menggunakan cara penyelesaian masalah yang baik

Intervensi dengan menggunakan strategi pelaksanaan


SP untuk Pasien

Sp untuk Keluarga

Strategi Pelaksanaan (SP) 1

Strategi Pelaksanaan (SP) 1

Identifikasi

beratnya

masalah

resiko 1.

bunuh diri : isyarat ancaman, percobaan


2.

(jika percobaan segera rujuk)


Identifikasi benda-benda berbahaya dan
mengamankannya

3.

(lingkungan

2.

dorongan bunuh diri : buat daftar aspek

dirasakan

keluarga dalam merawat pasien


Jelaskan pengertian, tanda dan gejala
(gunakan booklet)
Jelaskan cara merawat pasien dengan

4.

Resiko Bunuh Diri


Latih cara memberikan pujian hal positif

berpikir aspek positif yang dimiliki.


5.
Masukkan pada jadwal latihan berpikir
positif 5 kali per hari.

yang

3.

positif diri sendiri, latihan afirmasi /


4.

masalah

serta proses terjadinya resiko bunuh diri,

aman

untuk pasien)
Latihan cara mengendalikan diri dari

Diskusikan

pasien, memberi dukungan pencapaian


masa depan
Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal
dan memberikan pujian

Strategi Pelaksanaan (SP) 3


1.

Strategi Pelaksanaan (SP) 3

Evaluasi kegiatan berpikir positif diri 1.

Evaluasi

sendiri, keluarga dan lingkungan, beri

memberikan pujian dan penghargaan


pada pasien serta menciptakan suasana

2.
3.

pujian. Kaji resiko bunuh diri


Diskusikan harapan dan masa depan
Diskusikan cara mencapai harapan dan

4.

masa depan.
Latih cara-cara mencapai harapan dan

pasien tentang harapan masa depan dan

masa depan secara bertahap (setahap

langkah-langkah mencapainya
Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal

5.

2.

3.

demi setahap)
Masukkan pada jadwal latihan berpikir
positif

diri

sendiri,

keluarga

kegiatan

keluarga

dalam

positif dalam keluarga. Beri pujian


Bersama keluarga berdiskusi dengan

dan memberikan pujian

dan

lingkungan, dan tahapan kegiatan yang


dilatih.
Strategi Pelaksanaan (SP) 4
1.

2.
3.

Strategi Pelaksanaan (SP) 4

Evaluasi kegiatan berpikir positif diri 1.

Evaluasi

sendiri, keluarga dan lingkungan, serta

memberikan

pujian,

kegiatan yang dipilih . Beri pujian.


Latih tahap kedua latihan mencapai masa

menciptakan

suasana

depan
Masukkan pada jadwal latihan berpikir 2.
positif diri sendiri, keluarga dan

masa depan. Beri pujian


Bersama keluarga berdiskusi tentang

lingkungan, serta kegiatan yang dipilih


3.

harapan masa depan.


Jelaskan follow up ke RSJ / PKM, tanda

4.

kambuh, rujukan.
Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal

untuk persiapan masa depan.

kegiatan

keluarga

dalam

penghargaan,
positif

dan

kegiatan awal dalam mencapai harapan

langkah dan kegiatan untuk mencapai

dan memberikan pujian

Strategi Pelaksanaan (SP) 5


1.

Strategi Pelaksanaan (SP) 5

Evaluasi kegiatan latihan peningkatan 1.


positif diri, keluarga dan lingkungan.

Evaluasi

memberikan

pujian,

2.

Beri pujian
Evaluasi tahap

menciptakan

suasana

positif

dan

membimbing

langkah-langkah

dalam

3.
4.

harapan dan masa depan


Latih kegiatan harian
Nilai apakah resiko bunuh diri teratasi

kegiatan

mencapai

kegiatan

keluarga

dalam

penghargaan,

mencapai harapan masa depan. Beri


pujian
2.

Nilai

kemampuan

keluarga

merawat

pasien
3.

Nilai kemampuan keluarga melakukan


kontrol RSJ / PKM

E. Implementasi
Fokus tindakan keperawatan pada pasien Resiko Bunuh diri
1. mendiskusikan cara mengatasi keinginan bunuh diri
2. meningkatkan harga diri
3. meningkatkan kemampuan pasien dalam menyelesaikan masalah --> pada
pasien dengan tingkat isyarat BD
4. melindungi pasien : pada ancaman dan percobaan BD
Diisi sesuai SP. (dgn menambahkan kata kerja/melakukan)
1. contoh : melatih cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri : buat daftar aspek
positif diri sendiri, latihan afirmasi / berpikir aspek positif yang dimiliki
2. Dst.
F. Evaluasi

Menggunakan pendekatan SOAP


S: Respon subjektif pasien dari fase kerja sampai terminasi didapatkan dengan
wawancara.
Contoh : pasien mengatakan bahwa dirinya baru berumur 20 tahun (masih muda), sebagai
mahasiswa keperawatan, sedang mendapat beasiswa (aspek positif dan potensi yang
masih dimiliki pasien)
O: Respon objektif pasien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan, dapat
diukur dengan mengobservasi perilaku pasien pada saat tindakan dilakukan, atau
menanyakan kembali apa yang telah dilakukan atau memberi umpan balik sesuai
dengan hasil observasi, termasuk di dalamnya hasil pengukuran Tanda-Tanda Vital
A: Analisis ulang atas data subjektif dan objektif untuk menyimpulkan apakah pasien
sudah mampu, perlu bimbingan, atau belum mampu dalam melakukan kembali apa
yang telah diajarkan pada fase kerja.
Contoh : pasien mampu membuat daftar aspek positif diri sendiri.
P:Perencanaan atau tindak lanjut berdasarkan hasil analisis pada respon pasien yang
terdiri dari tindak lanjut untuk pasien dan tindak lanjut oleh perawat.

Contoh : Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP) 1 pada pasien resiko


bunuh diri
Masalah : Resiko Bunuh Diri
Pertemuan ; disesuaikan
A. Proses keperawatan
1. Kondisi
Memiliki ide untuk melakukan tindakan bunuh diri / mengakhiri kehidupan
Mengungkapkan keinginan untuk mati
Mengungkapkan rasa bersalah dan keputusasaan
Menunjukan perilaku mencurigakan (biasanya menjadi sangat patuh)
Pernah melakukan percobaan bunuh diri
Berbicara tentang kematian dan menanyakan tentang obat dosis yang
mematikan
Mengungkapkan adanya konflik interpersonal
2. Diagnosa Keperawatan
Resiko bunuh diri
3. Tujuan keperawatan
Pasien mampu mengidentifikasi beratnya masalah resiko bunuh diri : isyarat
ancaman, percobaan (jika percobaan segera rujuk)
Pasien
mampu
mengidentifikasi
benda-benda

berbahaya

dan

mengamankannya (lingkungan aman untuk pasien)


Pasien mampu melakukan latihan cara mengendalikan diri dari dorongan
bunuh diri : buat daftar aspek positif diri sendiri, latihan afirmasi / berpikir
aspek positif yang dimiliki.

Pasien mampu memasukkan pada jadwal latihan berpikir positif 5 kali per
hari.
4. Tindakan Keperawatan
mengidentifikasi beratnya masalah resiko bunuh diri : isyarat ancaman,
percobaan (jika percobaan segera rujuk)
mengidentifikasi benda-benda berbahaya dan mengamankannya (lingkungan
aman untuk pasien)
melatih cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri : buat daftar aspek
positif diri sendiri, latihan afirmasi / berpikir aspek positif yang dimiliki.
Menganjurkan pasien untuk memasukkan pada jadwal latihan berpikir
positif 5 kali per hari.
B. Strategi pelaksanaan
1. Fase Orientasi
Salam Terapeutik
Assalamualaikum, selamat pagi pak, nama saya S, bapak boleh
memanggil saya S (sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan),
nama bapak siapa? Senang nya dipanggil dengan sebutan apa pak, boleh kita
berbincang-bincang sebentar ?
Evaluasi / validasi
bagaimana perasaan bapak A pagi ini..?
Kontrak
Saya yang akan merawat bapak diruangan hari ini dan saya akan
membantu menyelesaikan masalah yang bapak hadapi..
Topik : bagaimana kalau pagi ini kita berbincang tentang hal atau
perasaan yang menyebabkan bapak ingin mengakhiri kehidupan bapak
dan cara mengatasinya....

Tempat : Bapak bersedia kita berbincangnya disini saja..? Atau bapak


mau ditempat lain.?
Waktu : mau berapa lama kita berbincang pagi ini..? Bagaimana kalau
15 menit..? Bapak bersedia..?
2. Fase Kerja
bagaimana perasaan A setelah peristiwa itu terjadi..? apakah dengan peristiwa
itu bapak A merasa paling menderita didunia ini..? Apakah bapak A merasa
kehilangan kepercayan diri..? Atau menyalahkan diri sendiri..? Apakah bapak A
berniat untuk menyakiti diri sendiri? Ingin bunuh diri atau berharap bahwa bapak A
mati..? Apakah bapak A pernah mencoba untuk bunuh diri? Apa sebabnya?
Bagaimana caranya..?

Apa yang bapak A rasakan..? Bagus pak, bapak sudah

bersedia menceritakan kepada saya. Baiklah, tampaknya bapak A memerlukan


pertolongan segera karena bapak punya keinginan untuk bunuh diri, untuk itu saya
akan menemani bapak disini.
Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar bapak untuk memastikan tidak ada
benda yang membahayakan bapak.
Apakah bapak sudah meminum obat yang diberikan oleh perawat? Kalau belum
saya akan membantu bapak unutk minum obat... Saya akan membantu bapak agar
keinginan untuk bunuh diri hilang..
Kalau keinginan bunuh diri itu muncul, bapak bisa langsung meminta bantuan
perawat atau keluarga yang mengunjungi. Katakan pada kami bahwa keinginan
bunuh diri itu muncul..Cara lain yang bisa digunakan adalah mengalihkan
perhatian atau pikiran tentang bunuh diri adalah dengan cara mencari teman untuk
diajak bercakap-cakap..
Nah, bagaimana kalo kita berbincang tentang hal-hal positif yang terdapat pada
diri bapak..? Misalnya tentang hobi bapak..? Tentang prestasi yang bapak raih pada
masa sebelum peristiwa itu terjadi..? nah bagus seperti itu pak...Saya percaya
bapak A pasti bisa mengatasi masalah..,

3. Fase Terminasi
Evaluasi subjektif
bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap? Apakah bapak
merasa ada manfaatnya..? Apakah saat ini keinginan bunuh diri itu masih ada..?
Evaluasi objektif
bapak masih ingat cara mengatasi keinginan bunuh diri..? Coba sebutkan cara
agar keinginan bunuh diri itu tidak muncul lagi..? Bagus sekali pak..
Rencana tindak lanjut
saya harap bila nanti keinginan bunuh diri itu muncul lagi, bapak bisa
mempraktikan cara-cara yang sudah kita pelajari tadi. bagaimana kalau bapak
masukan dalam jadwal kegiatan harian, yaitu latihan berpikir positif tentang
diri..bagaimana kalau 3 kali sehari..?
Kontrak yang akan datang
Topik : baiklah kita sudah bercakap-cakap selama 15 menit, bagaimana
kalau nanti kita bercakap-cakap tentang cara mengatasi keinginan
bunuh diri dengan berbicara tentang hal-hal positif yang ada pada
keluarga..?
Tempat

dimana

tempatnya

nanti

kita

bercakap-cakapnya..?

Bagaimana kalau didepan taman..?


Waktu : mau jam berapa kita bertemunya..? Bagaimana kalau setelah
makan siang nanti..?
Baiklah pak,
assalamualaikum.

saya pamit dulu ya, sampai ketemu lagi bapak,

Anda mungkin juga menyukai