Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum

Fisiologi Tumbuhan
Pengaruh Kadar Enzim terhadap Kecepatan Reaksi Pengubahan Amilum

Disusun oleh:
Anisa Maryam
14030204054
Pendidikan Biologi B 2014

Jurusan Biologi
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Surabaya
2016

A. Rumusan Masalah
Bagaimanakah pengaruh kadar enzim terhadap kecepatan reaksi
pengubahan amilum menjadi glukosa?
B. Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui pengaruh kadar enzim terhadap kecepatan reaksi
pengubahan amilum menjadi glukosa.
C. Hipotesis
Ha: Kadar enzim mempengaruhi kecepatan reaksi pengubahan amilum
menjadi glukosa
Ho: Kadar enzim tidak mempengaruhi kecepatan reaksi pengubahan
amilum menjadi glukosa
D. Kajian Pustaka
Dalam setiap sistem kehidupan terjadi ribuan reaksi kimia yang berbedabeda dan kebanyakan reaksi ini berjalan secara simultan.Hampir semua
reaksi biokimia ini dikatalisir oleh suatu protein khusus yang dinamakan
enzim. Enzim adalah suatu molekul protein yang besar, terlipat dalam
suatu lipatan yang sedemikian rupa hingga kelompok asam amino tertentu
akan membentuk sisi aktif enzim. Molekul yang bereaksi dinamakan
substrat, yang menempel pada sisi aktif dari enzim.Kerja enzim sangat
spesifik, sehingga dapat dihindari terbentuknya senyawa ikatan yang
bersifat

toksik.Kebanyakan

enzim

memerlukan

kofaktor

untuk

aktivitasnya yang kadang-kadang berupa ion-ion sederhana seperti kation


Mg atau Na atau kadang-kadang berupa molekul organik selain protein.
Kecepatan suatu reaksi enzimatis juga ditentukan oleh kadar enzim
maupun kadar substrat(Rahayu, dkk., 2016).
Enzim merupakan katalisator biologi, sehingga dapat mengkatalisis reaksi
kimia pada kondisi yang tidak ekstrim (suhu, tubuh, pH sekitar netral)
(Isnawati, 2009).Kebanyakan enzim-enzim yang terdapat di tubuh
organism tidak bekerja sendiri-sendiri tetapi saling bekerja sambung
menyambungsatu dengan yang lain membentuk sistem enzim (isnawati,
2009).
Enzim merupakan biokatalisator yang sangat efektif yang akan
meningkatkan kecepatan reaksi kimia spesifik secara nyata, dimana reaksi
ini tanpa enzim akan berlangsung lambat (Lehninger, 1995).

Enzim dikatakan sebagai suatu kelompok protein yang berperan dalam


aktivitas biologis.Enzim ini berfungsi sebagai katalisator dalam sel dan
sifatnya sangat khas.Dalam jumlah yang sangat kecil, enzim dapat
mengatur reaksi tertentu sehingga dalam keadaan normal tidak terjadi
penyimpangan hasil reaksinya. Enzim akan kehilangan aktivitasnya karena
panas, asam dan basa kuat, pelarut organik atau apa saja yang bisa
menyebabkan denaturasi protein. Enzim dinyatakan mempunyai sifat yang
sangat khas karena hanya bekerja pada substrat tertentu (Girinda 1990).
Sebagai katalis, enzim memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Mempunyai daya katalitik yang sangat baik; jauh lebih baik dari
katalis anorganik atau sintetik (kec. Reaksi dapat meningkat sampai 1
juta kali).
2. Mempunyai spesifisitas tinggi terhadap substrat dan reaksi.
3. Dapat berfungsi baik dalam larutan pada pH dan suhu sedang (kondisi
physiologic).
4. Hasil samping jarang terbentuk.
5. Karena strukturnya yang kompleks, enzim dapat diregulasi.
Sifat sifat enzim adalah sebagi berikut:
1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60 C, karena
enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada
enzim.
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya
sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.
5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel
(ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase, maltase.
6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada
juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak.
7. Lipase: Lemak + H2O > Asam lemak + Gliserol
8. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif
(permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan
permukaan substrat tertentu.

9. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein
tambahan yang disebut kofaktor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah suhu, derajat
keasaman (pH), konsentrasi substrat, konsentrasi produk, konsentrasi
activator, konsentrasi inhibitor (Isnawati, 2009).
Aktivitas enzim semakin meningkat seiring dengan peningkatan suhu
sampai titik atau suhu optimum. Setelah titik optimum peningkatan suhu
akan menurunkan aktivitas enzim. Hal ini disebabkan rusaknya protein
enzim karena suhu tinggi (Isnawati, 2009).
Derajat keasaman (pH), sama halnya dengan suhu, aktivitas enzim
semakin naik seiring dengan peningkatan pH sampai titik optimum.
Setelah titik optimum peningkatan pH akan menurunkan aktivitas enzim.
Hal ini disebabkan pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, protein
enzim mengalami kerusakan (Isnawati, 2009).
Konsentrasi subtrat, pada jumlah atau konsentrasi enzim konstan, semakin
tinggi konsentrasi substrat sampai pada titik tertentu, aktivitas enzim
semakin tinggi.Setelah titik optimum peningkatan konsentrasi subtrat tidak
mempengaruhi aktivitas enzim.Hal ini disebabkan enzim sudah jenuh
dengan subtrat (Isnawati, 2009).
Konsentrasi produk, semakin banyak produk yang terbentuk, aktivitas
enzim semakin turun.Hal ini disebabkan tidak ada atau semakin sedikit
subtrat yang diubah dan bahkan pada beberapa enzim, produk itu sendiri
menjadi penghambat enzim (Isnawati, 2009).
Konsentrasi activator, semakin besar konsentrasi activator, apabila disertai
penambahan

konsentrasi

enzim

dan

konsentrasi

substratakan

meningkatkan aktivitas enzim (Isnawati, 2009).


Konsentrasi inhibitor, semakin besar konsentrasi inhibitor, maka aktivitas
enzim akan semakin menurun, Karena molekul inhibitor dapat melekat
pada sisi aktif enzim sehingga menghalang melekatnya subtrat pada enzim
tersebut. Sisi aktif enzim konformasinya juga dapat berubah dengan
adanya molekul inhibitor, sehingga subtrat tidak melekat (Isnawati, 2009).
Konsentrasi enzim merupakan faktor dalam meningkatnya kecepatan
perubahan reaksi, semakin tinggi konsentrasi enzim maka kecepatan reaksi
akan semakin meningkat hingga mencapai titik optimum, setelah titik

optimum penambahan konsentrasi enzim akan mengakibatkan reaksi


berjalan konstan. Hal ini disebabkan subtrat yang ada telah dirubah oleh
enzim (Omegawati, 2013).
Isnawati (2009) menyatakan, enzim mempercepat suatu reaksi kimia
dengan cara menurunkan energi aktivasi.energi aktivasi adalah energi yang
diperlukan supaya

molekul-molekul subtrat berada pada puncak

transisi/puncak kestabilan.
E. Variabel Penelitian
1. Variabel manipulasi: kadar enzim,
2. Variabel kontrol:umur kecambah, volume larutan enzim, volume
larutan amilum 4%, volume larutan Ki-I2
3. Variabel respon: kecepatan reaksi (waktu) pengubahan amilum
menjadi glukosa

F. Definisi Operasional Variabel


Dalam praktikum kali ini variabel manipulasi yang digunakan oleh
praktikan adalah kadar larutan enzim. Kadar larutan enzim yang
digunakan dalam praktikum ini adalah 0%, 25%, 50%, dan 100%.Pada
praktikum ini variabel respon yang muncul adalah kecepatan reaksi
pengubahan amilum menjadi glukosa. Dalam praktikum ini dapat terlihat
dari waktu yang didapatkan. Semakin tinggi kadar larutan enzim yang
digunakan maka semakin cepat reaksi pengubahan amilum menjadi
glukosa.
G. Alat Dan Bahan
a. Alat :
- Mortar dan alu
- Tabung reaksi + pegangan tabung reaksi
- Gelas ukur 10 ml
- Centrifuge
- Pipet tetes
- Lampu spiritus
b. Bahan:
- Kecambah kacang hijau umur 2 hari 20 gram
- Larutan amilum 4 %
- Aquades
- Larutan KI-I2
- Larutan fosfat buffer pH= 5,6 (20 ml)
c.

H. Rancangan Percobaan
d. Dalam melakukan praktikum pengaruh kadar enzim terhadap
kecepatan reaksi pengubahan amilum diperlukan alur kerja.
e. Alur kerja tersebut adalah sebagai berikut:
f.
Kecambah kacang hijau (20 gram) berumur 2 hari tanpa kulit biji

g.
h.
Kecambah
i. kacang hijau (20 gram) + 20 ml larutan buffer fosfat sitrat (ditumbuk) .

j.
k.

Sentrifus selama 5 menit dengan kecepatan 2 rpm

l.
Supernata (cairan dianggap sebagai larutan enzim amilase 100%)

m.
n.
o.

Pada saat meneteskan larutan amilum 4% maka ditetapkan sebagai waktu awal

p.
q.
5 amilum
ml%
larutan
enzim
100
%
+ 2ml
larutan
amilum
4%)larutan amilum 4%)
5
ml
larutan
enzim
100
% + 2ml
5 ml larutan enzim 100
5 mlr.%
larutan
+ 2mlenzim
larutan
100
+ 2ml
4%)
larutan
amilum
4%)

s.
t.
u.
Meneteskan
v. 1 tetes larutan KI-I2 + campuran larutan enzim dan larutan amilum

w.
x.

Menghitungperubahan waktu (setiap 2 menit)

y.
z. Gambar 1. Alur percobaan pengaruh kadar enzim terhadap kecepatan
reaksi pengubahan amilum

I. Langkah kerja
aa. Berdasarkan rancangan alur kerja yang telah dibuat maka langkah
kerja yang dilakukan dalam percobaan pengaruh kadar enzim terhadap
kecepatan reaksi pengubahan amilum sebagai berikut:
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam melakukan
praktikum
2. Mengecambahkan biji kacang hijauhingga berumur 2 hari
3. Membuang kulit biji kecambah
4. Menggerus 20 gram biji kecambah yang telah dibuang kuit bijinya dan
menambahkan 20 ml larutan buffer fosfat sitrat sampai semua
kecambah hancur
5. Memasukkan campuran kecambah yang telah digerus dengan larutan
buffer

fosfat

sitrat

kedalam

tabung

reaksi

centrifuge

dan

memusingnya selama 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm


6. Mengambil cairan bagian atas (supernatan) dan memasukkannya
kedalam tabung reaksi. Cairan yang didapatkan dianggap larutan
enzim amilase 100%.
7. Membuat enzim kadar 0%, 25%, 50% dan 100%, dengan cara sebagai
berikut: enzim kadar 100% teteskan pada tabung reaksi sebanyak 5ml;
enzim dengan kadar 50% diperoleh dengan cara mengambil 5ml enzim
100% dan ditambahkan aquades sampai volumenya menjadi 10 ml;
enzim dengan kadar 25% diperoleh dengan cara mengambil 5 ml
enzim 50 % dan ditambahkan aquades sampai volumenya menjadi 10
ml;enzim dengan kadar 0 % dibuat dengan memanasi5ml larutan
enzim 100% sampai mendidih.
8. Menyediakan tabung reaksi dan memasukkan masing-masingkadar
enzim kedalam masing-masing tabung reaksi sebanyak 5ml.
9. Menambahkan 5 ml larutan amilum 4% pada larutan enzim 100 %,
kemudian kocok perlahan dan mencatat waktunya.
10. Setiap 2 menit diambil 1 tetes campuran lalu diuji dengan 1 tetetes
larutan KI-I2 pada lempeng penguji (cawan tetes)
11. Mencatat waktu tiap perubahan warna yang terjadi pada lempeng
penguji
12. Mengulangi langkah 9 sampai11, masing-masing untuk kadar enzim
50%; 25% dan 0%.
ab.
J. Rancangan Tabel Pengamatan

ac. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, yaitu praktikum untuk


mengetahui pengaruh kadar enzim terhadap pengubahan amilum
menjadi glukosa, diperoleh data sebagai berikut:
ad. Berikut tabel 1 yaitu tabel mengenai pengaruh kadar enzim terhadap
waktu pengubahan amilum menjadi glukosa:
ae. Tabel 1.Pengaruh kadar enzim terhadap waktu pengubahan amilum
menjadi glukosa
af. Ko
ns
ent
ras
i
En
zi
m
(%
)

ah.
Tot

ag. Waktu (menit)

ak.

al.

am.

aj.

an.

ao.

ap.
aq.
2'

au. 0

av.

aw.

ax.

ay.

az.

ba.

bb.

bg. 25

bh.

bi.

bj.

bk.

bl.

bm.

bn.

bc.
V
bo.

ar.
as.

bd.

be.

bp.

bq.

cb.

cc.

cn.

co.

ca.
bs. 50
ce. 10
0

bt.

bu.

bv.

bw.

bx.

by.

bz.
cm.

cf.

cg.

ch.

ci.

cj.

ck.

cl.

at.

bf.
20
br.
12
cd.
10
cp.

cq.
cr.

Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 1.diperoleh grafik

hubungan antara kadar enzim dengan total waktu pengubahan amilum


menjadi glukosa sebagai berikut
30

20
20 12
10
8
10
0

total
waktu

Kadar enzim

cs.
Gambar 2.Grafik pengaruh kadar enzim
terhadap pengubahan amilum menjadi glukosa

K. Rencana Analisis Data


ct. Berdasarkan praktikum mengenai pengaruh kadar enzim terhadap
kecepatan perubahan amilum menjadi glukosa diperoleh data yang
disajikan dalam tabel dan grafik. Berdasarkan data yang diperoleh
tersebut dapat diketahui bahwa kadar enzim mempengaruhi kecepatan
pengubahan amilum menjadi glukosa. Pada praktikum ini diperoleh
hasil bahwa semakin tinggi kadar enzim maka semakin tinggi
kecepatan dalam pengubahan amilum menjadi glukosa. Hasil tersebut
dapat diketahui dari waktu yang diperoleh. Pada kadar enzim 100%
pengubahan amilum terjadi lebih cepat dibandingkan dengan larutan
dengan kadar enzim 50%, 25% dan 0%. Waktu tercepat yang diperoleh
dalam reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa didapatkan pada
larutan yang mengandung kadar enzim 100% yaitu selama 8 menit.
Sedangkan waktu terlama dalam reaksi pengubahan amilum menjadi
glukosa didapatkan pada larutan yang mengandung kadar enzim 0%
yaitu selama 20 menit.
cu. Pada praktikum yang dilakukan, tes KI-I2 pada larutan amilum + enzim
100% warna yang didapatkan adalah warna KI-I2 kuning dan ada
sedikit warna biru kehitaman. Hal tersebut menunjukkan bahwa
larutan tersebut mengandung amilum, dikarenakan amilum akan
menghasilkan warna biru jika ditetesi oleh larutan KI-I2. Polisakarida
dengan penambahan iodine (KI-I2)akan membentuk kompleks adsorbsi
berwarna yang spesifik. Amilum atau pati dengan iodine menghasilkan
warna biru (Yazid, 2006).Warna biru kehitaman hanya terlihat sedikit
dikarenakan sebagian larutan amilum telah dirubah menjadi glukosa
oleh enzim amilase.
cv. Larutan buffer fosfat sitrat memiliki fungsi sebagai larutan penyangga
atau penyeimbang. Larutan tersebut sebagai penyangga protein/enzim
dari kecambah kacang hijau agar pH pada enzim tetap optimum tidak
asam ataupun basa namun pH netral, karena enzim dapat bekerja
dengan baik pada saat pH netral (optimum) enzim akan rusak jika pH
terlalu rendah atau terlalu tinggi (Isnawati, 2009).

cw. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah suhu, derajat


keasaman (pH), konsentrasi substrat, konsentrasi produk, konsentrasi
activator, konsentrasi inhibitor (Isnawati, 2009).
cx.
L. Hasil Analisis Data
cy. Enzim merupakan biokatalisator yang sangat efektif yang akan
meningkatkan kecepatan reaksi kimia spesifik secara nyata, dimana
reaksi ini tanpa enzim akan berlangsung lambat (Lehninger, 1995).
cz. Isnawati (2009) menyatakan, enzim mempercepat suatu reaksi kimia
dengan cara menurunkan energi aktivasi.energi aktivasi adalah energi
yang diperlukan supaya molekul-molekul subtrat berada pada puncak
transisi/puncak kestabilan. Pada praktikum ini pada kadar enzim 100%
kecepatan reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa terjadi sangat
cepat karena enzim membantu berjalannya reaksi. Enzim mempercepat
reaksi dengan menurunkan energi aktivasi.(Omegawati, 2013). Pada
kadar enzim 100% terjadi reaksi pengubahan amilum memiliki energi
aktivasi yang rendah untuk melakukan suatu reaksi pengubahan
sehingga reaksi berlangsung lebih cepat yaitu 8 menit, sedangkan pada
kadar enzim 50%, 25%, dan 0% energi aktivasi yang dilakukan untuk
reaksi pengubahan lebih tinggi sehingga reaksi pengubahan menjadi
lebih lambat.
da. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah suhu, derajat
keasaman (pH), konsentrasi substrat, konsentrasi produk, konsentrasi
activator, konsentrasi inhibitor (Isnawati, 2009).
db. Konsentrasi enzim merupakan faktor dalam meningkatnya kecepatan
perubahan reaksi, semakin tinggi konsentrasi enzim maka kecepatan
reaksi akan semakin meningkat hingga mencapai titik optimum,
setelah

titik

optimum

penambahan

konsentrasi

enzim

akan

mengakibatkan reaksi berjalan konstan. Hal ini disebabkan subtrat


yang ada telah dirubah oleh enzim (Omegawati, 2013).
dc. Pada praktikum ini kadar enzim mempengaruhi kecepatan reaksi
pengubahan amilum menjadi glukosa. Semakin tinggi kadar enzim
maka semakin meningkatkan kecepatan reaksi pengubahan amilum
menjadi glukosa. Pada praktikum ini reaksi tercepat berjalan selama 8
menit untuk mengubah amilum menjadi glukosa.

dd. Pada praktikum ini menggunakan kecambah kacang hijau sebagai


enzim amilase yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kadar
enzim terhadap kecepatan reaksi pengubahan amilum. Pada reaksi
pengubahan

amilum

menjadi

glukosa

terdapat

faktor

yang

mempengaruhi kerja enzim amilase, yaitu faktor derajat keasaman


(pH) (Isnawati, 2009).
de. Derajat keasaman (pH) mempengaruhi aktivitas enzim.Aktivitas enzim
akansemakin naik seiring dengan peningkatan pH sampai titik
optimum. Setelah titik optimum peningkatan pH akan menurunkan
aktivitas enzim. Hal ini disebabkan pH yang terlalu rendah atau terlalu
tinggi, protein enzim mengalami kerusakan (Isnawati, 2009).Pada
praktikum ini yang digunakan sebagai larutan penyangga adalah
larutan fosfat sitrat yaitu memiliki pH5-6.Pada pH 5-6 dianggap
sebagai pH optimum yang dapat meningkatkan kerja enzim dalam
mengubah amilum menjadi glukosa. Pada praktikum ini pada kadar
enzim 0% reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa berjalan lambat
yaitu selama 20 menit. Hal ini disebabkan pada kadar enzim 0% enzim
amilase telah terdenaturasi sehingga enzim tidak dapat bekerja karenan
struktur protein enzim telah rusak. Pada kadar enzim 0% didapatkan
dari memanaskan kadar enzim 100% sampai mendiddih. Enzim dapat
bekerja secara optimum pada suhu optimum yaitu sekitar 38C-40C.
Jika suhu terlalu rendah maka enzim inaktif atau tidak akan bekerja
dan pada suhu tinggi atau diatas suhu optimum enzim akan mengalami
denaturasi atau kerusakan (Omegawati, 2013). Hal tersebut yang
menyebabkan kecepatan reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa
berlangsung lambat karena enzim terdenaturasi atau telah rusak.
df.

M. Kesimpulan
- Ha terbukti benar yaitu kadar enzim mempengaruhi reaksi
-

kecepatan pengubahan amilum menjadi glukosa


Semakin tinggi kadar enzim semakin cepat reaksi pengubahan
amilum menjadi glukosa.

dg.
N. Daftar Pustaka
dh.
Isnawati.2009.Panduan Belajar Biokimia.Surabaya.Unesa
University Press
di.
Lehninger, A.L.1993. Dasar-dasar Biokimia jilid 1.Jakarta :
Erlangga
dj.

Omegawati, Wigati Hadi, dkk.2013.Detik-Detik Ujian

Nasional Biologi.Klaten.Intan Pariwara


dk.
Rahayu, Yuni Sri, dkk.2016.Petunjuk Praktikum Mata
Kuliah Fisiologi Tumbuhan.Surabaya.Unesa
dl.

Yazid, Estien dkk.2006.Penuntun Praktikum Biokimia

Untuk Mahasiswa Analis.Yogyakarta. Andi


dm.
dn.

do. Lampiran
dp.
dq.