Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kerja Praktek

Departemen Operasi Pabrik P-III


PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

BAB II
STRUKTUR ORGANISASI
Dengan makin berkembangnya peranan dan tanggung jawab perusahaan, maka
saat ini kondisi organisasi di lingkungan PT PUSRI semakin berkembang sesuai dengan
kebutuhan yang ada. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi, maka diperlukan suatu
struktur organisasi yang baik, dimana menentukan kelancaran aktivitas perusahaan
sehari-hari untuk memperoleh keuntungan yang optimal, sehingga dapat berproduksi
secara kontinu dan berkembang dengan baik.
PT PUSRI memakai sistem organisasi line and staff organization dengan bentuk
perusahaan perseroan terbatas dan modal pengolahan pabrik berasal dari pemerintah.
Dewan komisaris selalu memberikan pembinaan dan pengawasan yang diperlukan
Untuk tugas operasionalnya, sesuai dengan SK/DIR/020/2002 tanggal 1 April 2002,
pengoperasian PT Pusri dipimpin oleh dewan direksi yang terdiri dari Direktur Utama
yang membawahi empat orang direktur, yaitu :
1. Direktur Produksi
2. Direktur Komersial
3. Direktur Teknik dan Pengembangan
4. Direktur SDM dan Umum
Struktur organisasi PT PUSRI sesuai dengan pola umum yang ditetapkan oleh
dewan direksi berdasarkan surat keputusan Direksi No. SK/069/1968 tanggal 28
September 1976 adalah :
1.

Direktur, terdiri dari 1 orang Direktur Utama dan 4 orang Direktur.

2. General Manajer
3. Manajer
4. Superintenden
5. Supervisor, staff dan pelaksana
6. Foreman

23

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

Organisasi PT PUSRI dipimpin oleh seorang direktur utama dan dibantu oleh 5
orang direksi. Dalam kegiatan operasionalnya, direksi dibantu oleh staf dan kepala
departemen. Direksi ini bertanggung jawab kepada dewan komisaris, dan dewan
komisaris terdiri dari wakil-wakil pemegang saham yang bertugas menentukan
kebijaksanaan umum atas kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan oleh dewan direksi.
Dewan komisaris terdiri dari wakil-wakil pemerintah, yaitu:
1. Departemen Pertanian
2. Direktur Keuangan Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri
3. Departemen Perindustrian Direktorat Jendral Industri Kimia Dasar
4. Departemen Pertambangan dan Energi
Dalam pengoperasian pabrik, direktur yang berhubungan dengan proses atau
pelaksanaan tugas operasional adalah direktur produksi. Direktur produksi membawahi
3 kompartemen / divisi yaitu :
1. Kompartemen Pemeliharaan
2. Kompartemen Operasi
3. Kompartemen Pengendalian Pabrik, Keselamatan kerja dan Lingkungan
(PPKKL)
2.1

Kompartemen PPKKL
Kompartemen ini dikepalai oleh seorang General Manajer dan membawahi 4

Departemen, yaitu:

Departemen Rendal Produksi

Departemen Laboratorium

Departemen K3LH

Departemen Jaminan dan Pengendalian Kualitas

24

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

a.

Departemen Rendal Produksi


Departemen ini dikepalai oleh seorang Manajer. Departemen ini terbagi menjadi
3 bagian, yaitu :

Bagian Teknik Proses

Bagian Perencanaan dan Pelaporan Produksi

Bagian Perencanaan Material Produksi

Departemen ini bertugas untuk mengevaluasi efisiensi dan performa pabrik serta
mengendalikan kualitas bahan baku pembantu untuk operasional pabrik. Bagian Teknik
Proses mempunyai 2 koordinator, yaitu :

Koordinator Teknik Proses I (PUSRI IB & II)

Koordinator Teknik Proses II (PUSRI III & IV)


Masing-masing kelompok beranggotakan process engineer, sesuai dengan

bagiannya masing-masing, yang bertanggung jawab terhadap proses yang ada dalam
pabrik yang ditanganinya. Lebih rinci lagi, Bagian Teknik Proses mempunyai beberapa
tugas utama, yaitu:
a. Memonitor dan mengevaluasi kondisi operasi pabrik sehingga dapat dioperasikan
pada kondisi yang optimum.
b. Mengendalikan dan mengevaluasi kualitas dan kuantitas hasil-hasil produksi.
c. Memberikan bantuan yang bersifat teknis kepada unit-unit terkait.
d. Merencanakan modifikasi peralatan produksi serta tambahan unit produksi dalam
rangka peningkatan efisiensi dan produktivitas.
e. Memberikan rekomendasi pergantian katalis, resin, dan bahan-bahan sejenis.
b. Departemen Laboratorium
Dinas ini bertugas dalam analisa kontrol serta menentukan dan mengawasi
kualitas produk dan bahan baku. Dinas Laboratorium mempunyai tiga orang Kepala
Bagian, yaitu:

25

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

Superintenden Laboratorium Kimia Analisis

Kepala Bagian Laboratorium Kontrol Produksi

Kepala Bagian Laboratorium Penunjang Sarana


2.2

Kompartemen Pemeliharaan
Kompartemen ini bertanggung jawab untuk memelihara dan merawat alat-alat

pabrik serta kendaraan yang berhubungan dengan operasional pabrik. Kompartemen ini
dikepalai oleh seorang General Manajer yang membawahi beberapa departemen, yaitu :

2.3

Departemen Pemeliharaan Mekanikal

Departemen Pemeliharaan Listrik dan Instrumen

Departemen Perbengkelan

Departemen Rendal Turn Around


Kompartemen Operasi
Kompartemen ini bertanggungjawab terhadap koordinasi jalannya produksi,

tugas-tugas utamanya yakni:


a. Mengoperasikan sarana produksi secara optimal dengan mengusahakan waktu
operasi dan faktor produksi setinggi-tingginya, tetapi masih memperhatikan
keselamatan peralatan, personalia, dan lingkungan.
b. Menjaga kualitas produksi, bahan baku, material, dan peralatan serta bahan-bahan
penunjang sehingga sasaran produksi tercapai dengan tolak ukur kualitas,
produktivitas, dan keamanan.
c. Mengganti peralatan pabrik yang pemakaiannya sudah tidak ekonomis.
Kompartemen Operasi terbagi menjadi 4 Departemen, yaitu :

Departemen Pabrik P-IB

Departemen Pabrik P-II

Departemen Pabrik P-III

Departemen Pabrik P-IV

Departemen Pengantongan dan Angkutan

26

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

Masing-masing Departemen Operasi membawahi bagian-bagian yaitu:


1.

Bagian Utilitas

2.

Bagian Ammonia

3.

Bagian Urea
Setiap bagian dikepalai oleh seorang Superintenden yang dibantu oleh seseorang

Asisten Superintenden yang membawahi langsung :


1.

Foreman Senior

2.

Foreman

3.

Koordinator Operator

4.

Operator Panel

5.

Operator Lapangan

Tugas Superintenden Operasi adalah:

Mengkoordinir pengoperasian pabrik dalam rangka pencapaian target produksi


amoniak dan urea yang telah ditetapkan secara efisien dan sesuai RKAP dengan
tetap tetap memperhatikan keselamatan kerja dan pencegahan pencemaran
linkungan.

Mengelola aset-aset pabrik serta merencanakan perbaikan maupun penggantian


peralatan pabrik demi menjaga kelangsungan operasional pabrik secara effisien
dan produktif.

Menyusun rencana kerja bulanan dan tahunan dengan berpedoman kepada


RKAP dan kebijakan perusahaan lainnya.

Menyempurnakan dan mengevaluasi Prosedur Operasi Baku disesuaikan dengan


kondisi peralatan dan peningkatan kinerja dan efisiensi.

Melakukan pembinaan SDM dan mengatur formasi karyawan untuk


mendapatkan tenaga kerja yang terampil dan professional dibidang operasi
pabrik.

27

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

Melakukan hubungan kerja dengan

Unit kerja terkait untuk kelancaran

operasional dan pemeliharaan pabrik seperti: Pemeliharaan lapangan, Listrik,


Instrumen, Logistik, K3, Rendal, PTL, Laboratorium dan sebagainya.

Melakukan

hubungan

kerja

dengan

Unit

Kerja

terkait

dalam

hal

ketenagakerjaan, pengembangan SDM dan kesejahteraan karyawan antara lain:


PPSDM, Ketenagakerjaan, Umum, Administrasi Keuangan Produksi dan lain
sebagainya.

Menyiapkan dan menyusun Anggaran Investasi Rutin dan Biaya Rutin tahunan.

Membuat history peralatan dan memo to file apabila terjadi trouble pabrik dan
mengarsipkannya agar dapat dilihat kembali bila diperlukan di masa mendatang.

Membuat dan meng-otorisasi Work Order atau permintaan Order Kerja yang
diperlukan untuk melakukan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan.

Mengikuti maintenance meeting harian.

Membuat order harian untuk pekerjaan shift.

Stand-by 24 jam untuk call-out bila ada gangguan operasi yang tidak dapat
teratasi oleh Shift Supervisor atau Foreman Shift yang bertugas.

Membuat surat menyurat kedinasan.

Sedangkan tugas Asisten Superintenden adalah :

Membantu Superintenden dalam mengoperasikan pabrik.

Mengkoordinir secara lansung pengoperasian pabrik agar dapat beroperasi


secara efisien.

Memeriksa dan meneliti laporan kondisi operasi yang dibuat oleh Foreman
Senior dan Foreman serta log sheet Operator.

Menyiapkan Work Order

Membuat order-order kerja harian, mingguan, bulanan terutama untuk pekerjaan


yang memerlukan perhatian dan yang bersifat urgent.

Mengikuti maintenance meeting

rutin harian untuk menyampaikan kondisi

operasional dan permasalahan yang dihadapi.

Stand-by 24 jam untuk call-out bila ada gangguan operasi yang tidak dapat
teratasi oleh Shift Supervisor atau Kasi Shift yang bertugas.

28

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

Menandatangani dan meng-otorisasi pengebonan bahan kimia, lube oil dan


katalis yang diperlukan untuk operasi pabrik.

Menggantikan tugas Superintenden apabila tidak berada di tempat.


Setiap unit pabrik terdapat Shift Supervisor yang berfungsi sebagai koordinator

antara unit pabrik dan penanggung jawab teknis pada pagi, sore dan malam hari.
Pembagian jam kerja terdiri dari 4 shift group, 3 group sedang melakukan shift dan 1
group libur. Setiap group dikepalai oleh seorang Foreman senior. Adapun pengaturan
jam kerja shift ini adalah:
1. Day shift

: pukul 07.00 15.00

2. Swing shift : pukul 15.00 23.00


3. Night shift : pukul 23.00 07.00
Pada day shift, Superintenden bertanggung jawab atas operasi pabrik yang
dipimpinnya dan untuk swing shift dan night shift, seorang Foreman senior yang
bertanggung jawab atas pabrik selama shift berlangsung kecuali untuk hal-hal yang
sangat penting, maka hal ini kembali kepada Superintenden masing-masing. Jam kerja
normal bagi karyawan non shift adalah :
a. Senin-Kamis

: pukul 07.30 12.00 dan pukul 13.00 16.30 istirahat


pukul 12.00 13.00

b. Jumat

: pukul 07.30 11.30 dan pukul 13.30 17.00 istirahat


pukul 11.30 13.00

2.4

Departemen K3LH
Departemen ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

Bagian PK & KK

Bagian Hiperkes

Bagian Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup

29

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

2.5

Bagian Pengawasan dan Evaluasi LH

Departemen Pengantongan dan Angkutan

Departemen Pengantogan dan Angkutan terdiri atas :

Bagian Pengantongan Pupuk Urea (PPU)

Bagian Angkutan Pupuk dan Dermaga Khusus

30

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

STRUKTUR ORGANISASI PT. PUPUK SRIWIDJAJA

31

Laporan Kerja Praktek


Departemen Operasi Pabrik P-III
PT. Pupuk Sriwidjaja - Palembang

32

Anda mungkin juga menyukai