Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perkembangan teknologi manufactur memiliki peran sangat penting dalam peningkatan
hasil produksi yang berkualitas dalam dunia industri, hampir di semua proses produksi
memanfaatkan kemajuan teknologi ini. Terobosan untuk selalu memakai teknologi yang
terdepan menjadi suatu keharusan bagi setiap perusahaan yang ingin keberlangsungan hidup
dan eksistensinya tetap terjaga.
Dalam dunia manufacturing dikenal berbagai macam proses, salah satunya adalah
sheet metal forming. Sheet metal forming dalam manufacturing adalah proses pemberian
tekanan pada plat datar menurut permukaan design die sampai pada titik deformasi plastis
plat tersebut, sehingga terbentuklah komponen yang baru sesuai dengan design permukaan
die (Siswanto,2003). Namun pada proses ini juga masih banyak ditemui fenomena cacat
(forming defect) akibat deformasi.
Proses deep drawing merupakan salah satu proses sheet metal forming yang banyak
digunakan pada industri manufaktur, terutama untuk menghasilkan komponen-komponen
produk otomotif dan alat-alat rumah tangga, seperti pada pembuatan produk penutup saringan
oli dan shock absorber, yang biasanya dilakukan secara masal.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa definisi dan prinsip kerja deep drawing ?
b. Apa klasifikasi dari deep drawing ?
c. Apa cacat yang dapat ditimbulkan ?
d. Apa kerugian dan keuntungan deep drawing ?

1.3 Tujuan Penulisan


1

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini ini adalah
1. Mengetahui prinsip kerja deep drawing
2. Mengetahui cacat pada deep drawing
3. Mengetahui kerugian dan keuntungan deep drawing

1.4 Manfaat Penulisan


Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah untuk
mengetahui cara kerja deep drawing dan apa keeugian dan keuntungan deep drawing.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi & Prinsip Kerja Deep Drawing
Deep Drawing adalah proses pembentukan pelat lembaran menjadi benda bentuk
mangkuk atau box dengan alat bantu berupa punch dan dies forming, tanpa terjadi perubahan
ketebalan material yang berarti dari tebal pelat asalnya. Ketika kedalaman produk lebih dari
diameter maka disebut Deep Drawing. Ketika kedalaman produk kurang dari diameter ini
disebut Shallow Drawing. Deep drawing bertujuan untuk memperoleh bentuk tertentu dan
biasanya ketebalan material berubah setelah melalui proses ini.
Proses pembentukannya dimulai saat Punch mendorong flens masuk cetakan
atau dies, di sini terjadi proses deformasi bending. Kemudian terjadi pembentukan dinding
mangkuk atau cup. Baja lembaran bagian luar atau flens akan berkurang secara kontunyu
dari ukuran lingkaran awal Db menjadi lingkaran berdiameter Dp.
Pada proses deep drawing, luas lembaran yang digunakan lebih besar daripada luas produk
akhir. Sehingga setelah terbentuk produk akhir akan tersisa bagian flens untuk dipotong
sesuai tinggi mangkuk yang di rancang. Skematika deep drawing ditunjukkan pada gambar 1.
Gambar 1. Skematika deep drawing

Proses diawali dengan pembuatan blank atau bakalan berbentuk lingkaran dilakukan secara
otomatis pada mesin press. Blank holder akan menjepit dengan besar gaya tertentu. Kemudian
penekan (punch) bergerak turun untuk mendesak/menekan blank sampai terbentuk mangkuk.

Pada proses deep drawing bagian flange (flens) akan mengalami pengecilan diameter, hal ini
disebabkan oleh adanya tegangan tarik dalam arah radial. Selain itu juga ada tegangan tekan
dalam arah tangensial. Tegangan tangensial tekan ini dapat menimbulkan buckling
pada flange. Bila ini terjadi maka akan terbentuk wrinkling (keriput) pada flange dan
selanjutnya proses deep drawing akan gagal karena flange yang keriput tidak akan dapat
mengalir melalui radius dies. Oleh karena itu wrinkling harus dihindari dengan memberikan
tegangan

tekan

pada

permukaan flange.

Gaya

tekan

ini

diberikan

oleh Blank

holder (pemegang bakalan). Adanya Blank holder dapat pula dianggap sebagai penghalang
terjadinya penebalan flange.
Pemberian gaya tekan pada pemegang bakalan yang terlalu rendah/kecil akan menyebabkan
terjadinya keriput, namun bila gaya tekan yang diberikan terlampau besar akan menyebabkan
aliran material akan terhambat, sehingga pada dinding mangkuk akan terjadi penipisan dan
selanjutnya menjadi robek. Dengan demikian besar gaya tekan yang diberikan merupakan
variabel yang menentukan batas operasi deep drawing.

2.2 Klasifikasi Deep Drawing


Dalam proses pembentukan logam deep drawing, terdapat dua klasifikasi
pembentukan yaitu konvensional dan non-konvensional.
2.2.1

Deep Drawing Konvensional


4

Deep drawing konvensional adalah proses pembentukan logam dengan


bentuk dan cara sederhana, dengan komponen utama punch, blank holder, dan
die. Biasanya benda kerja yang dihasilkan berbentuk tabung, mangkok, dan
lain-lain seperti panci, rantang dan mug.
2.2.2

Deep Drawing Non-Konvensional


Deep drawing non-konvensional adalah pembentukan yang memilliki
tujuan utama untuk memperpanjang batas mampu bentuk dari proses
pembentukan deep drawing, sehingga hasil benda kerja yang didapatkan dari
proses ini memiliki variasi bentuk yang rumit, seperti intake manifold yang
memiliki lekukan-lekukan. Beberapa proses non-konvensional termasuk
hydromechanical deep drawing, proses Hydroform, proses Guerin, proses
Marform dan proses deep drawing hidrolik.

a. Hydromechanical Deep Drawing


Dalam "hydromechanical Deep Drawing" tekanan balik hidrolik digunakan
selama deep-drawing bagian lembaran logam rotationally simetris. Tekanan
balik meningkatkan gesekan antara dinding lembaran logam dan punch dan
dengan demikian faktor tear, secara efektif meningkatkan potensi kedalaman
draw.
b. Proses Hydroform
Deep drawing hydroforming adalah proses lembaran logam hydroforming
mirip dengan sebagian besar teknik / cara, tetapi berbeda dalam eksekusi.
Lembaran logam ditarik dan membengkok menjadi bentuk yang diinginkan.
Hal ini dilakukan ketika alat mendorong turun ke lembaran logam,
memaksanya ke dalam rongga cetakan dalam bentuk pre-set. Gaya tarik
menyebabkan logam untuk membentuk menjadi bentuk cangkir.
Proses deep drawing dimulai dengan blank, pemegang blank, punch, dan
cetakan. Blank atau bagian dari lembaran logam, ditempatkan ke pemegang
blank di atas dari cetakan. Rongga yang merupakan bentuk bagian yang
diinginkan. Kemudian, alat yang disebut punch bergerak ke bawah ke blank
dan "menarik," atau belokan / membentang bagian ke dalam bentuk yang
diinginkan, tetapi tidak mengubah kekuatan.
Bagian-bagian dapat memiliki berbagai penampang, dan dapat memiliki
dinding lurus, meruncing, atau bahkan melengkung, namun bentuk yang
paling umum adalah silinder dan persegi panjang. Proses deep drawing yang
5

paling sering digunakan adalah logam ulet seperti aluminium, tembaga, dan
baja ringan. Beberapa contoh bagian deep drawing adalah badan otomotif /
frame, tangki bahan bakar, kaleng, gelas, dapur wastafel, dan panci dan wajan.
c. Proses Guerin
Proses Guerin dianggap sebagai proses deep drawing karet sederhana dan
sangat ideal untuk aplikasi jangka pendek yang dimaksudkan untuk
membentuk bagian dangkal dengan bahan ringan. Dengan metode ini,
setengah cetakan male digunakan bersama dengan karet press ram female.
bantalan karet, yang dapat padat atau dilaminasi, juga berfungsi untuk
mengurangi biaya perkakas.
d. Proses Marform
Proses marform deep drawing, juga dikenal sebagai bentukan fleksibel-die,
menggabungkan alat yang satu-setengah bantalan karet dan satu-setengah solid
die konvensional. Bantalan karet memfasilitasi tenaga yang hampir sama
dalam tekanan sepanjang seluruh bagian menekan logam blank, mengurangi
efek dinding menipis jauh. Proses ini adalah yang terbaik digunakan untuk
aplikasi yang relatif dangkal yang membutuhkan flensa sederhana dan bentuk
geometris. Manfaat dari proses ini adalah perkakas yang murah, radius bentuk
yang semakin menurun selama stroke dan fleksibilitas untuk membentuk
logam yang berbeda dan ketebalan pada alat yang sama.
e. Proses Deep Drawing Hidrolik
Deep drawing hidrolik menawarkan kekuatan lengkap di seluruh stroke dari
tekanan; berlawanan dengan suatu tekanan mekanik yang hanya memberikan
kekuatan penuh di akhir dari proses deep drawing. Karena hidrolik menekan
deep drawing memiliki kemampuan untuk diprogram, kecepatan dan kekuatan
yang sangat spesifik dapat dicapai, mengurangi kerutan, fracturing, dan
dinding menipis. Hidrolik deep drawing paling cocok untuk aplikasi yang
mencakup dua dan tiga pengurangan bagian karena menekan hidrolik dapat
menggabungkan beberapa fungsi dalam sekali tekan. Untuk alasan yang sama,
proses ini juga dianjurkan untuk proyek-proyek yang termasuk bahan fasthardening.
2.3 Cacat Pada Deep Drawing
Sejumlah cacat pada drawing dapat terjadi, yang meliputi:
6

a. Kerutan di flange terjadi karena tekuk tekan dalam arah melingkar (kekuatan
memegang blank harus cukup untuk mencegah tekuk dari terjadi).
b. Kerutan di dinding terjadi ketika sebuah flange keriput ditarik ke dalam cangkir atau
jika clearance sangat besar, sehingga ditangguhkan wilayah besar (didukung).
c. Tearing terjadi karena tegangan tarik tinggi yang menyebabkan penipisan dan
kegagalan logam di dinding cangkir. Tearing juga dapat terjadi dalam proses drawing
jika cetakan memiliki radius sudut tajam.
d. Earring terjadi ketika bahan anisotropik, yaitu memiliki berbagai properti di arah
yang berbeda.
e. Goresan permukaan dapat dilihat pada bagian yang ditarik jika punch dan cetakan
tidak mulus atau jika pelumasan dari proses ini sedikit.

2.4 Kerugian dan Keuntungan Deep Drawing


Kerugian proses deep drawing ini diantaranya adalah apabila dilakukan pengerjaan
komponen dalam jumlah kecil, hal ini tidak menguntungkan sebab proses pembuatan dies
dan punch memerlukan biaya yang relatif besar. Analisis tekanan stopper dan gaya tekan
harus teliti sebab apabila ini tidak tepat maka kemungkinan produksi akan mengalami
kegagalan. Kegagalan ini terjadi akibat benda kerja mengalmi keriput atau robek pada bagian
sisi penahan.
Sedangkan keuntungan proses deep drawing yang digunakan untuk memproduksi
komponen-komponen dari bahan pelat ini mempunyai keuntungan diantaranya adalah :
1.

Produksi dapat dikerjakan dalam jumlah besar.

2.

Kualitas hasil produksi mempunyai ketelitian yang tinggi.

3.

Sifat mampu tukar (interchange ability) komponen yang diproduksi lebih baik jika
dibandingkan secara manual.

4.

Proses pengerjaannya sederhana.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Deep Drawing adalah proses pembentukan pelat lembaran menjadi benda bentuk
mangkuk atau box dengan alat bantu berupa punch dan dies forming, tanpa terjadi perubahan
ketebalan material yang berarti dari tebal pelat asalnya. Dalam proses pembentukan logam
deep drawing, terdapat dua klasifikasi pembentukan yaitu konvensional dan nonkonvensional. Deep drawing konvensional adalah proses pembentukan logam dengan bentuk
dan cara sederhana, sedangkan deep drawing non-konvensional terdiri dari beberapa proses
non-konvensional termasuk hydromechanical deep drawing, proses Hydroform, proses
Guerin, proses Marform dan proses deep drawing hidrolik. Sejumlah cacat pada drawing
antara lain adalah Kerutan di flange, kerutan di dinding, tearing, earring, dan goresan
permukaan
3.2 Saran
8

Semoga apa yang dapat dipelajari dari proses deep drawing dapat dijadikan sebuah
alat kita untuk menciptakan benda yang membantu manusia dalam memenuhi kebutuhannya
dan tidak disalah gunakan.

DAFTAR PUSTAKA
http://aluminium.matter.org.uk/content/html/eng/default.asp?
catid=191&pageid=2144416768
http://www.teknikmesin.org/kerugian-dan-keuntungan-deep-drawing/
http://www.thomasnet.com/articles/custom-manufacturingfabricating/conventional-vs-unconventional-drawing