Anda di halaman 1dari 4

95

sudah cukup
lengkap,
hanya
manfaat
data arus
bisa
digunakan
untuk
prediksi
limbah dan
pencarian
korban
pesawat

Metode Pengukuran dan Manfaat Arus Laut dalam Kehidupan


Oleh: Muhammad Bahrun Rohadi, Siti Sucilawati Sultan

Arus (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik
secara vertikal maupun secara horizontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan
air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia. Gerakan massa air ini disebabkan
oleh beberapa faktor seperti tiupan angin, perbedaan densitas baik secara vertikal maupun
horizontal, atau pergerakan gelombang panjang. Menurut Gross 1990, arus merupakan
gerakan horizontal atau vertikal dari massa air menuju kestabilan yang terjadi secara terus
menerus.
Arus di laut dapat diketahui dengan tiga cara, yakni melakukan pengukuran langsung
di laut, melalui pengamatan topografi muka laut dengan satelit, dan model atau peramalan
hidrodinamik berdasarkan parameter lain yang terkait seperti suhu, kecepatan angin, dan
gelombang permukaan. Pengukuran arus secara insitu dapat dilakukan dengan dua metode,
yakni metode Lagrangian dan Euler. Metode Lagrangian adalah suatu cara mengukur aliran
massa air dengan melepas benda apung atau drifter ke laut, kemudian mengikuti gerakan
aliran massa air laut. Gambar 1a menunjukkan salah satu alat ukur atau drifter yang ditaruh
di laut, pada bagian atas dilengkapi seperangkat elektronik yang mampu mentranfer data
posisi ke stasiun kontrol di darat melalui satelit. Sehingga secara terus menerus posisinya
dapat diplotkan dan akhirnya lintasan arus dapat diketahui.

Gambar 1. (a) Salah satu contoh alat ukur arus dengan menggunakan metode Lagrangian (b)
Current Meter Aandera Type RCM-7
Cara lain mengukur arus insitu adalah dengan metode Euler. Pengukuran arus yang
dilakukan pada satu titik tetap pada kurun waktu tertentu. Cara ini biasanya menggunakan
alat yang disebut dengan current meter. Salah satu alat ukur arus dengan metode Euler

ditampilkan pada gambar 1b. Pada alat tersebut dilengkapi dengan sensor suhu, konduktivitas
untuk mengukur salinitas, rotor untuk kecepatan dan kompas magnetik untuk menentukan
arah. Beberapa pengukuran insitu juga dilakukan dengan mengunakan mooring bouy atau
adapula yang mengunakan bouy yang dialirkan mengikuti arus.
Perkembangan Baru Pengukuran Arus
Selain keduanya, ada pula beberapa current meter dengan sistem elektromagnetik.
Pada sistem ini air dianggap sebagai konduktor yang mengalir melalui medan mamgnentik.
Perubahan pada tegangan diterjemahkan kedalam kecepatan. Sistem akustik juga dapat
digunakan untuk mengukur arus melalui

prinsip Dopler pada transduser, juga biasanya

berperan sekaligus sebagai receiver, yang memancarkan pulsa-pulsa pendek pada frekuensi
tertentu. Pulsa-pulas direfleksikan ataupun disebarkan oleh partikel-partikel dalam air dan
terjadi pergeseran frekuensi dari yang diterima kembali oleh receiver, dimana hal tersebut
dapat diukur sebagai kecepatan arus air.
Adanya perkembangan teknologi satelit dewasa ini sangat memungkinkan untuk
mengetahui tinggi muka laut atau topografi muka laut. Salah satu satu satelit yang mampu
untuk membedakan perbedaan tinggi muka laut adalah Topex/Poseidon. Satelit altimetri pada
prinsipnya mentransmisikan gelombang dengan panjang tertentu, kemudian dicatat waktu
yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari satelit ke permukaan laut dan kembali ke
reciever di satelit, sehingga jarak dari lintasa satelit ke muka laut diketahui. Jarak yang lebih
dekat saat muka laut lebih tinggi akan membutuhkan waktu yang lebih pendek bila
dibandingkan dengan saat muka laut lebih rendah.
Seiring dengan perkembangan teknologi komputer, para pakar oseanografi fisika
mengembangkan model-model hidrodinamika untuk memprediksi gerak massa air di laut.
Dengan memahami prinsip-prinsip fisika dan dengan alat bantu matematika dan komputer
beberapa permasalahan yang secara analitik sulit dipecahkan dapat dipecahkan dengan
metode numerik. Sampai saat ini banyak sekali model dikembangkan, misalnya POM
(Princeton Ocean Modeling). Bahkan beberapa institusi kelautan dunia membuat paket-paket
model yang bisa di-running dalam personal komputer berbasis windows, misalnya SMS 8.0
(Surface water Modelling System).

Manfaat Mempelajari Arus


a. perikanan tangkap
Gerakan air laut berpengaruh pada gerakan plankton (fitoplankton). Tempattempat yang banyak planktonnya biasanya di situ banyak berkumpul ikan. Oleh karena
itu bagi

para

nelayan,

informasi

tentang

gerakan

air

laut

dapat

dimanfaatkan

untuk mendeteksi tempat-tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan.


b. pariwisata
Mempelajari arus juga penting untuk menentukan lokasi yang cocok untuk wisata,
seperti untuk olah raga selancar, dayung, diving, lomba perahu layar dan lain-lain yang
banyak memperhitungkan faktor gerakan air laut sangat diminati oleh para wisatawan. Olah
raga selancar angin misal nya, memerlukan tempat yang gelombangnya besar.
c. marine culture
Informasi tentang gerakan air laut sangat diperlukan bagi para petani yang bergerak di
bidang pertanian laut. Sebagai contoh para petani yang melakukan usaha di bidang pertanian
laut (seperti budidaya rumput laut, budidaya kerang, mutiara dan lainlain), kalau tidak
memperhitungkan gerakan air laut, maka hasil pertaniannya akan hanyut terbawa oleh air laut
sehingga mengalami gagal panen.
d. pelayaran
Informasi tentang gerakan air laut sangat diperlukan dalam bidang pelayaran
terutamakapal/perahu yang menggunakan layar. Kapal besar sekalipun pada prinsipnya
dalamperjalanan pelayarannya tidak mau berbenturan dengan ombak maupun arus sehingga
informasi tentang gerakan air laut sangat diperlukan.
e. energi (pembangkit tenaga listrik)
Belanda dan Perancis merupakan contoh negara yang telah memanfaatkan gerakan air
laut sebagai sumber energi (yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik). Sedangkan di Indonesia
hal ini masih dalam tahap uji coba. Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT)
bekerja sama dengan pemerintah Belanda kini sedang melakukan uji coba membangun
proyek pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan gerakan air laut di Selat Bali, Selat
Lombok, Selat Makassar, dan sebagainya.
Kaitan Arus dengan Keamanan Maritim
Selain dampak positif, pemahaman yang salah tentang kondisi arus juga dapat
menimbulkan berbagai ancaman keamanan maritim. Bahaya arus di tempat pariwisata
misalnya dapat menelan korban jiwa akibat pemahaman kondisi rip current yang tidak

benar. Arus yang terbentuk akibat pecah gelombang yang bergesekan dengan substrat dasar
ini kerap menimbulkan perputaran massa air ke dasar permukaan laut sebagai gaya balik.
Dampak lain yang tidak dapat diremehkan adalah pengaruh arus terhadap bahaya
navigasi. Ketinggian arus di atas 12 meter dapat sangat berpengaruh terhadap kondisi
keamanan kapal ikan kecil milik nelayan. Kencangnya arus juga dapat menjatuhkan barang
kargo di atas kapal petikemas.
Pemahaman yang salah mengenai arus juga dapat membuat kerusakan bangunan
pelabuhan dan kapal di dalam lambung pelabuhan. Kuatnya arus dapat menyebabkan
antarkapal bertabrakan sangat kuat baik dengan bibir pelabuhan atau dengan kapal lainnya.
Arus yang kuat juga dapat mengikis wilayah daratan dengan sangat mudah sehingga banjir
rob atau amblasnya bangunan di tepi pantai menjadi pemandangan yang umum terjadi di
beberapa lokasi di Pantai Utara Jawa. Hal ini juga harus disikapi dengan serius terutama
menyangkut abrasi wilayah pulau terluar Indonesia yang belum terregistrasi dicatatan
Internasional atau belum disepakati dengan negara yang berbatasan.
Arus yang tidak hanya membawa massa air, akan tetapi juga membawa massa
di dalamnya seperti sampah kerap menimbulkan masalah di pulau kecil, sebagai contoh di
Pulau Seribu. Tingginya produksi sampah di kota Jabodetabek menyebabkan beberapa
sampah yang tidak tertampung terbuang ke laut dan berujung mencemari pulau kecil di
Kepulauan Seribu. Hal ini menimbulkan dampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat
penghuni pulau. Tidak hanya kesulitan untuk mencari lokasi penampungan sampah, Pemda
setempat juga kesulitan dalam pembiayaan pengolahan sampah di pulaunya. Tidak
mengherankkan jika beberapa pemerintah seperti di Pulau Lancang sengaja mendorong
sampah yang mendekat ke pulaunya kembali ke laut dan membiarkannya terbawa arus lagi.
Pemahaman arus juga penting untuk memprediksi kondisi bencana seperti tsunami,
badai tropis, atau angin topan. Pemahaman ini juga diperlukan untuk kegiatan operasi
penyelamatan (SAR) yang memerlukan pengetahuan cepat tentang pergerakan korban atau
jatuhnya pesawat atau kapal yang terbawa arus.
Daftar Pustaka
Gross, M. G.1990. Oceanography ; A View of Earth Prentice Hall, Inc. Englewood Cliff.
New Jersey
Open University Team. 1989. Ocean Circulation. Pergamon Press.
Pinet,

P.R.

2000.

Invitation

to

Oceanography.

and Bartlett Publishers. Sudbury, Massachuesetts.

2nd

Edition.

Jones