Anda di halaman 1dari 38

Muhammad Ilham

Muhammad Indrawan
Muhammad Ridho
Kelas : 4E

Kerapatan fluks listrik,


Hukum gauss, dan Divergensi

MATERI SUB BAB 3


3.1 KERAPATAN FLUKS LISTRIK
3.2 HUKUM GAUSS
3.3 APLIKASI HUKUM GAUSS: BEBERAPA DISTRIBUSI MUATAN
SIMETRIS
3.4 APLIKASI HUKUM GAUSS: ELEMEN VOLUME DIFERENSIAL
3.5 DIVERGENSI

Kerapatan Fluks
Listrik

3.1 KERAPATAN FLUKS LISTRIK


Michael Faraday tertarik akan fenomena medan listrik statis dan efek yang
ditimbulkan oleh berbagai bahan isolator (penyekat listrik). Dengan demikian
faraday melakukan percobaan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Sebelum bola bagian luar dipasang, bola dalam diberikan muatan positif
dengan nilai yang diketahui.
2. Kedua lempeng setengah bola kemudian disatukan membentuk bola bagian
luar, melingkupi bola bagian dalam yang telah bermuatan, dengan ruang
antara setebal sekitar 2 cm memisahkan kedua bola.
3. Bola bagian luar kemudian dibersihkan dulu dari muatan awal yang mungkin
ada dipermukaan dengan cara menghubungkannya ke tanah sesaat.
4. Setelah beberapa waktu, bola bagian luar dilepaskan dari kedudukannya,
dengan memisahkan
secara hati-hati kedua lempeng setengah bola
menggunakan alat-alat yang terbuat dari bahan isolator, agar tidak
mengganggu muatan-muatan induksi yang kini ada dipermukaannya.
Selanjutnya, muatan induksi negative pada permukaan masing-masing
lempeng setengah bola diukur.

Michael Faraday menyimpulkan dari percobaannya itu, antara lain:


1. Terjadinya suatu perpindahan (displacement) muatan dari bola
dalam ke bola luar, dan perpindahan ini tidak dipengaruhi oleh
jenis medium yang harus dilewati. Peristiwa ini disebut Fluks listrik
.
2. Jika kita memperbesar muatan pada bola bagian dalam, maka
muatan negative yang diinduksikan kebola bagian luar akan
bertambah besarnya secara sebanding.
3. Terakhir, dengan peristiwa yang disimpulkan pada nomer 1 dan
nomer 2. Faraday menyimpulkan bahwa fluks listrik sebanding
dengan nilai muatan pada bola bagian dalam.

=Q
Fluks Listrik dilambangkan oleh (psi) dan muatan total pada bola
adalah Q

-Q
-Q

Bahan logam
bermuatan

Bahan isolator
atau dielektrikum

-Q
+Q +Q
+Q

r=a

-Q
+Q

+Q
-Q
r=b

+Q

+Q
-Q

-Q
-Q

Gambar 3.1 (fluks listrik didalam ruang antara yang memisahkan sepasang
bola konsentris bermuatan. Arah medan D tidak dipengaruhi oleh bahan
dielektrikum yang menyekat kedua bola)

Kerapatan fluks D adalah sebuah medan vektor yang


diklasifikasikan sebagai medan vector kerapatan aliran atau
kerapatan fluks
Kerapatan fluks listrik disebuah titik pada Jarak radial r, dimana
D = Q
ar
a < r < b ...
4r2

Persamaan untuk intensitas medan listrik disebuah titik


Berjarak r didalam ruang hampa ...
E = Q

ar

40r2

Dengan perbandingan ini, dapat disimpulkan bahwa


didalam ruang hampa ...

D=

Untuk distribusi muatan volume secara umum didalam ruang


hampa ...
E = vol

pvdv

ar

40R2

D = vol

pv dv
4R

ar

Contoh soal 1 :
Kita ingin mengetahui D pada daerah disekitar sebuah muatan
garis seragam yang memiliki kerapatan 8 nC/m, dan terletak
berhimpitan dengan sumbu z didalam ruang hampa.

Jawab:
Medan E untuk muatan ini adalah

V/m

Pada jarak = 3 m dari muatan garis, E = 47,9 V/m

Terkait dengan medan listrik E, kita dapat menentukan adanya

C/m2

Kerapatan fluks pada = 3 m adalah D = 0,42 nC/m2

Hitunglah D di titik P(2, -3, 6) di dalam sistem koordinat persegi, yang


dihasilkan oleh
a) Sebuah muatan di titik QA = 55 C di titik Q(-2, 3, 6)
b) Sebuah muatan garis seragam LB = 20 C/m2 yang berada di
sumbu x
Penyelesaian
:
c)
Sebuah muatan
permukaan seragam SC = 120 C/m2 pada
bidang z = -5 m
a) D di titik (2, -3, 6)

Maka D = 6,38 ax 9,57 ay + 19,14 az

Lanjutan

b)

HUKUM GAUSS

FLUX TOTAL YANG KELUAR DARI SUATU PERMUKAAN


TERTUTUP ADALAH SAMA DENGAN JUMLAH MUATAN
DIDALAM PERMUKAAN TERSEBUT
Ds
normal

Gambar 3.2 kerapatan fluks listrik Ds dititik P, yang dihasilkan oleh


muatan Q fluks total yang menembus keluar dari S adalah Ds.S

Sifat permukaan tertutup yaitu, elemen-elemen parsial dari permukaan


tertutup adalah vector permukaan yang memiliki luas (magnitude) s, dan
berbentuk sangat mendekati bidang datar. Setelah itu dilanjutkan dengan
mengambil sebuah elemen permukaan parsial s disembarang titik p dan
asumsikan bahwa dititik itu ds membentuk suatu sudut terhadap s,
sebagaimana diperlihatkan dalam gambar 3.2

Fluks total yang menembus permukaan yang tertutup didapat


dengan menjumlahkan diferensial yang menembus permukaan ds

Sehingga bentuk matematik hukum gauss sebagai berikut :

Muatan yang dilingkupi atau muatan yang terkurung ini dapat


berupa sekumpulan titik bermuatan, antara lain berbentuk:
1. Sebuah muatan garis

Q=Q

2. Sebuah muatan permukaan

Q = s ds
3. Suatu bentuk distribusi muatan volume

Q = vol v dv

Contoh Soal
Untuk kerapatan fluks listrik D = 0,3 r2

nc/m2 didalam ruang hampa.

ar 0, = 900)
(a)Tentukan e dititik p(r = 2, = 25

(b)Tentukan muatan total didalam selubung bola r = 3


(c)Tentukan jumlah fluks listrik yang menembus keluar dari selubung
bola r = 4
Jawab
(a)

(b)

(c)

APLIKASI HUKUM
GAUSS
BEBERAPA
DISTRIBUSI MUATAN
SIMETRIS

Hukum Gauss Q = s Ds
.dS
Sebuah permukaan tertutup yang memenuhi dua criteria
adalah:
1. Ds memiliki arah normal atau merupakan garis tangent
disetiap titik pada permukaan tertutup, sehingga secara
berturut-turut Ds . dS akan memiliki nilai DsdS atau nol.
2. Pada bagian permukaan dimana Ds . dS tidak bernilai nol,
Ds bernilai konstan

Dalam menggunakan hukum Gauss, masalahnya bukan lagi


menggunakan simetri untuk menyederhanakan solusi, karena
penerapan hukum Gauss bergantung pada simetri itu sendiri, jika
kita tidak dapat memperlihatkan bahwa suatu bentuk simetri ada
dalam soal, maka kita tidak dapat menggunakan hukum gauss
untuk memecahkannya
Muatan
garis

Gambar 3.4 permukaan Gauss untuk sebuah


muatan garis seragam tak hingga adalah
sebuah permukaan silinder lingkaran setinggi
L dan berjari-jari .D memiliki magnitudo yang
konstan dan tegak lurus (normal) disetiap titik
pada permukaan selubung silinder; D sejajar
dengan kedua tutup silinder.

Gambar 3.5 Dua konduktor silindris


Silinder-silender koaksial yang membentuk sebuah kabel
koaksial membangkitkan fluks-fluks listrik
konduktor
diruang-ruang keduanya, dengan kerapatan
D= as/

=
a
= b

Soal 3.2 :
Asumsikan kita memiliki kabel koaksial sepanjang 50 cm dengan jari-jari konduktor dalam
sebesar 1 mm dan jari-jari konduktor luar 4 mm. ruang diantara kedua konduktor silindris
ini diasumsikan udara. Muatan total yang terdapat pada permukaan konduktor dalam
adalah 30nC. Kita hendak mengetahui kerapatan muatan pada masing-masing konduktor,
berikut ini medan-medan E dan D nya.

Pemecahan. Kita mulai dengan menghitung kerapatan muatan untuk


slinder dalam,
s, silinder dalam = Q silinder dalam = 30 x 10-9
=9,55 C / m2
2aL
2(10-3)(0,5)

Kerapatan muatan negative pada permukaan bagian dalam dari konduktor


luar adalah
s, silinder luar = Q silinder luar = -30 x 10-9
= -2,39 C / m2
2 bL
2(4x10-3)(0,5)

Medan-medan internal didalam kabel dapat dihitung dengan :


D = s = 10-3 (9,55 x 10-6) = 9,55 nC / m2

dan

E = D = 9,55 x 10-9
= 1079 V/m
0
8,854 x 10-12

3.4 APLIKASI HUKUM GAUSS :


ELEMEN VOLUME DIFERENSIAL

Kita akan mencoba menerapkan metode berbasis hukum Gauss


ini pada jenis soal yang berbeda dari seblumnya soal-soal yang
tidak mengandung bentuk simetri apapun.
Marilah kita bayangkan sembarang titik P didalam koordinat
persegi, sebagaimana diperlihatkan pada gambar dibawah.
Nilai D di titik P dapat dinyatakan dalam komponen-komponen
koordinat persegi. Menerapkan hukum Gauss pada permukaan
ini,

Komponen normal D akan bernilai konstan atau nol


tidak akan dapat ditentukan
Pada gambar 3.6. Nilai D di titik P dapat dinyatakan
dalam komponen-komponen koordinat persegi sebagai
berikut

Kita dapat menyelesaikan persamaan integral diatas


untuk seluruh permukaan balok, maka integrasi harus
dipecah menjadi enam bagian, satu bagian untuk
masing-masing sisi balok,

Lanjutan

Contoh Soal

Hitunglah nilai perkiraan untuk muatan total yang ada di


dalam sebuah volume parsial sebesar 10-9m3 yang berada di
pusat koordinat, jika D=e-x sin y ax-e-x cos y ay +2zaz C/m2.
Solusi :
Langkah 1
Pertama, kita mengerjakan tiga turunan parsial yang ada di
dalam slide di atas .

Langkah 2

Langkah 3
Di titik pusat, dua persaman parsial pertama bernilai nol
dan persamaan terakhir bernilai 2. Sehingga, kita dapat
memperkirakanbahwa muatan yang ada didalam elemen
volume kecil ini adalah mendekati (lebih kurang) 2v.
Jika v besarnya 10-9m3, maka muatan di dalam volume
elementer ini adalah sekitar 2 nC

3.5 DIVERGENSI
Untuk sembarang titik di dalam ruang, sebuah nilai positif untuk
divergensi suatu vektor mengindikasikan bahwa titik itu adalah
sebuah sumber fluks bagi vektor tersebut. Sebaliknya, divergensi
negatif mengindikasikan titik yang terkait sebagai sebuah
pembuangan fluks (sink)

atau sebagai nilai limit

Kita dapat mengetahui dengan cukup jelas bahwa besaran


terakhir dalam persamaan di atas adalah kerapatan
muatan volume S, dan oleh karenanya

Atau dapat ditulis

Persamaan diatas tidak melibatkan besaran besaran


kerapatan muatan, dan metode yang kita pakai pada sub
bab dapat digunakan pada sembarang vektor A untuk
menghitung sebuah permukaan tertutup kecil. Maka,

Begitu
populernya hingga mendapat sebuah nama sendiri
yang cukup deskriptif :disvergensi. Disvergensi A
didefinisikan sebagai

Untuk sembarang tititk di dalam ruang, sebuah nlai positif untuk


divergensi
suatu
vector
mengindikasikan
bahwa
untuk
sumberfluks bagi vector tersebut. Sebaliknya , divergensi negative
mengindikasikan titik yang terkait sebagai sebuah pembuangan
fluks. Karena divergensi vector kecepatan air didalam bak mandi
adalah nol, maka tidak didapatkan adanya sumber atau
pembuangan bagi besaran vector ini di dalam air. Amun, udara
yang mengmbang didalam ban menghasilkan divergensi
positif,sehingga setiap titik didalam ban dapat dianggap sebuah
sumber.
Penerapan divergensi diterapkan pada elemen volume diferensial
persegi, silinder, bola

Contoh Soal 1
Carilah div D di pusat koordinat jika
D=e-x sin y ax-e-x cos yay+2az
Pemecahan :
Menggunakan persamaan sebelumnya

Nilai divergensi ini adalah konstan yaitu 2, terlepas

dari manapun lokasinya


Apabila satuan untuk medan D adalah, maka satuan
div D adalah .
Div D adalah kerapatan muatan volume

LATIHAN SOAL 1 (D3.25)


Didalam sebuah kulit bola 3 < r < 4 meter, kerapatan fluks listrik adalah D
= 5(r 3)2 ar C/m2
a. Berapakah kerapatan muatan volume pada permukaan r = 4 ?
b. Berapakah kerapatan fluks listrik pada r = 4 ?
c. Berapakah banyak /nilai fluks listrik yg menembus keluar dari selubung
bola r = 4 ?
Penyelesaian :

LANJUTAN

LATIHAN SOAL 2 (D3.29)


Didalam daerah ruang hampa yang didefinisikan oleh 2 < x, y, z < 3
diketahui
D =

()

(yz ax + xz ay 2xy az) C/m2. Terapkan sisi integral volume dari

persamaan divergensi pada volume yang diberikan disini!


Penyelesaian :

D = ax + ay - az

Keterangan;

= =0
= =0
= = -4xy() =

LANJUTAN

LATIHAN SOAL 3 (D3.31)


Bila diketahui D = () cos(2) a C/m2. Gunakanlah dua metode yang
berbeda untuk menghitung muatan total yang berada di dalam
daerah ruang 1 < r < 2 meter, 1 < < 2 rad, 1 < < 2 rad.
Penyelesaian 1

Teorema Gauss

LATIHAN SOAL 4
Selesaikanlah soal 3 dengan menggunakan teorema
divergensi!
Penyelesaian :