Anda di halaman 1dari 21

MEMULAI DAN MENYIAPKAN BISNIS BARU

BUSINESS PLAN (RENCANA BISNIS)


TUGAS MAKALAH

Oleh :
ARINI HAFIFAH
1301007
S1 VI-A

Dosen Pengampu Mata kuliah :


ERNIZA PRATIWI M.Farm, Apt.

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU
YAYASAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat dan Inayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca. Sehingga saya dapat memperbaiki bentuk
maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.
Makalah ini masih banyak terdapat kekurangan karena pengalaman saya
yang masih minim. Oleh karena itu saya mengharapkan kritikan yang membangun
dari para pembaca untuk kesempurnaan makalah kedepannya.

Pekanbaru, Maret 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
2

1.1Latar Belakang
Membuka usaha baru tidak mungkin tanpa ada rencana sebelumnya.
Rencana harus ada betapapun sederhananya secara tertulis. Namun, wirausaha
baru di negara kita banyak yang tidak mau ataupun mungkin tidak mampu
atau segan menulis rencana tertulis tersebut karena berbagai alasan.
Perencanaan yang tidak tertulis pasti sudah ada rekayasa dalam pikiran, yaitu
suatu rekayasa secara sederhana tentang jawaban dari berbagai pertanyaan
antara lain, usaha apa yang akan dibuka, mengapa memilih usaha tersebut,
dimana lokasinya, siapa konsumennya, darimana sumber modalnya, dan
sebagainya.
Suatu rencana kerja yang dibuat tertulis dan resmi guna menjalankan
perusahaan (business plan) merupakan perangkat tepat untuk memagang
kendali perusahaan dan menjaga agar fokus usaha perusahaan tidak
menyimpang.
Business plan perlu disusun karena merupakan legitimasi dari sebuah
usaha yang akan didirikan. Orang perlu mengetahui segala sesuatu tentang
perusahaaan anda sehingga tertarik untuk bekerja sama.
1.2Batasan Masalah
Melihat dari latar belakang masalah serta memahami pembahasannya
maka saya dapat memberikan batasan-batasan pada materi mengenai :
1.Memulai dan menyiapkan bisnis baru
2.Business Plan

1.1Rumusan Masalah
Melihat dari batasan masalah maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.Bagaimana langkah memulai dan menyiapkan usaha baru ?

2.Apa itu Business Plan serta apa saja manfaat,tujuan, prinsip, serta isi
Business Plan ?
1.1Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran diharapkan agar mahasiswa mampu mengetahui serta
memahami dengan baik mengenai memulai dan menyiapkan bisnis baru, dan
memahami konsep Business Plan
1.2Manfaat Pembelajaran
Dengan adanya makalah yang telah disusun secara informatif dan detail,
diharapkan dapat bermanfaat serta di aplikasikan oleh mahasiswa/i.

BAB II
MEMULAI DAN MENYIAPKAN BISNIS BARU
BUSINESS PLAN (RENCANA BISNIS)

2.1Memulai dan Menyiapkan Bisnis Baru


Dengan teori ketidaksempurnaan, inspirasi dan kreativitas anda akan
muncul. Ada beberapa faktor yang perlu anda pertimbangkan dalam memulai
sebuah bisnis, yaitu:
1.Pasar
Apakah inspirasi anda mampu diserap pasar? Seberapa besar daya
serapnya? Seberapa lama kontunuitasnya? Dan masih banyak lagi
2.Persaingan
Apakah inspirasi tersebut mudah dilakukan oleh orang lain? Apakah tren
perubahannya sangat cepat? Apakah faktor size (modal) sangat
menentukan keberhasilan peluang untuk tetap bertahan? Apakah anda
mampu mengatasi kelemahan-kelemahan dari peluang yang akan anda
sempurnakan?
3.Individu
Apakah anda mampu membuatnya? Apakah anda bisa memenuhi faktorfaktor di atas? Galilah semua keunggulan dan kelemahan yang anda
miliki untuk mewujudkan peluang itu.

Memulai dengan Cara yang Salah, Karena Anda Mempunyai Motto


Bisnis yang salah
Ketika anda memiliki motto bisnis yang salah, anda telah:
1.Mengecilkan arti bisnis anda sendiri
5

Dengan berkata bahwa bisnis anda adalah bisnis yang kecil-kecilan,


anda telah mengecilkan arti bisnis anda.
2.Mendemotivasikan diri anda
Seharusnya anda memotivasi diri anda sendiri karena tidak ada orang lain
yang akan memotivasi diri anda.
3.Mengindikasikan bahwa diri anda belum yakin terhadap bisnis tersebut
Bila anda yakin dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa bisnis
anda akan berkembang, maka semua orang akan tertarik untuk mendengar
kemudian

mencoba

melakukan

relationship

dengan

anda

dan

memanfaatkan anda. sell your business as soon as possible. Be


confident!
4.Menutup networking anda sendiri atau kesempatan yang lain.
Dengan mengecilkan arti bisnis anda, orang lain tidak akan tertarik pada
bisnis anda, sementara anda ingin membesarkannya. Jadikanlah orang lain
sebagai corong atau influencer bagi bisnis anda, atau bila perlu
provocator untuk memajukan bisnis anda kepada orang lain lagi yang ia
kenal, misalnya saudaranya, temannya, orangtuanya, dan lain-lain.
5.Menunjukkan bahwa anda tidak mempunyai selling skill
Perkataan anda menunjukkan bahawa anda tidak mampu menjual bisnis
anda (produk) kepada orang lain. Kunci bertumbuhnya suatu usaha ialah
how to sell your business.

Juallah bisnis anda sedini mengkin untuk menciptakan ketertarikan


orang atas pelayanan anda.
6

Ada beberapa strategi untuk sukses dalam memulai bisnis anda, strategi
tersebut dapat ditinjau dari berbagai cara , yaitu :
1.The buffer Route
Bila anda memulai dengan modal pas-pas an , anda bisa memulai berbisnis
dengan cara mencari orang lain yang bisa menjadi buffer founder (pendiri
utama) sebagai donator bisnis anda.
2.The spin-off route
Seperti halnya tanaman bisa berkembang biak dengan tunas, batang, daun,
atau akar yang melepaskan diri secara perlahan-lahan dari biji induknya
untuk tumbuh, kita juga bisa menggunakan filosofi seperti itu . Caranya
dengan melakukan spin-off (pelepasan). Misalnya anda sudah lama
bergabung dengan bisnis teman anda yang sudah terlebih dahulu sukses,
anda bisa dengan perlahan-lahan melepaskan diri dari bisnis teman anda
tersebut dengan memulai mendirikan bisnis milik anda sendiri.
3.The moonlighting route
Anda benar-benar mengembangkan bisnis dari awal tanpa menggangu
pekerjaan anda saat ini sebagai professional.
4.The part-time job route
Hampir sama dengan the spin-off route, bedanya dalam jenis ini, tidak
terjadi ikatan yang kuat secara kontrak atau agreement . Misalnya, anda
ingin masuk kesebuah bisnis, anda bisa melakukan research and trial.

2.1Definisi Perencanaan Bisnis (Business Plan)


Menurut para ahli Business Plan
Business Plan menurut Hisrich and Peters :
The business plan is a written document prepared by the entrepeneur
that describe all the relevant external and internal elements involved in
starting a new venture. It is often an integration of functional plans such

as

marketing,

finance,

manufacturing

and

human

resources.

(Hisrich,Peter, 1995:113).
Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh
wirausaha yang mengambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik
internal, maupun eksterhal mengenai perusahaan untuk memulai
sewaktu

usaha.

Isinya

sering

merupakan

perencanaan

terpadu

menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur dan sumber daya


manusia.

Perencanaan usaha adalah keseluruhan proses tentang hal-hal yang


akan dikerjakan pada masa yang akan datang, dalam rangka mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Hal ini sangat penting, karena perencanaan usaha
merupakan pedoman kerja bagi seorang wirausaha. Pada umumnya,
perencanaan usaha mengatur tentang proses kegiatan usaha, produksi,
pemasaran, penjualan, perluasan usaha, keuangan usaha, pembelian, tenaga
kerja, dan penyediaan atau pengadaan peralatan.
Pengertian lain Perencanaan usaha/bisnis (Business Plan) adalah
rencana-rencana tentang apa yang dikerjakan dalam suatu bisnis ke depan
meliputi alokasi sumberdaya, perhatian pada faktor-faktor kunci dan
mengolah permasalahanpermasalahan dan peluang yang ada. Kadang-kadang
banyak orang berpikir bahwa perencanaan bisnis hanya untuk sebuah bisnis
baru atau sebuah proposal untuk mencari pinjaman dana ke pihak perbankan
atau bagaimana mendatangkan investor baru dalam bisnis. Sebenarnya tidak
sederhana hal di atas, perencanaan bisnis juga penting untuk suatu bisnis
yang sedang berjalan. Bisnis membutuhkan perencanaan untuk pertumbuhan
yang optimis dan pengembangan-pengembangan dengan skala prioritas.
Perencanaan Usaha/Bisnis sendiri adalah suatu hasil pemikiran, dimana isi
dari perencanaan harus mampu mendukung pencapaian tujuan-tujuan
perusahaan/bisnis.
8

Pada umumnya penjelasan mengenai bisnis yang jalankan meliputi :


a.Aspek legalitas dari bisnis tersebut, seperti kerja sama dengan siapa,
lisensi yang dimiliki atau perizinan yang telah dimiliki.
b.Jenis bisnis, seperti perdagangan atau manufaktur atau jasa.
c.Produk atau jasa yang dihasilkan serta spesifikasinya.
d.Penjelasan tentang bisnis yang lakukan apakah termasuk bisnis baru,
pengambilalihan (takeover), perluasan, franchise, atau keagenan.
e.Penjelasan mengapa bisnis yang jalankan menguntungkan dan
bagaimana peluangnya.
f.Bagaimana hubungan dengan para pemasok, pihak perbankan, dan
distributor.

2.1Pentingnya Rencana Bisnis


Perencanaan bisnis sangat penting bagi para wirausaha dan orang-orang
yang terlibat di dalam dunia bisnis karena beberapa pertimbangan berikut:
-Meningkatkan peluang untuk sukses
-Mengembangkan misi bisnis
-Menentukan pesaing utama
-Menentukan cara yang benar dalam mengelola bisnis
-Menentukan penghalang dalam bisnis

-Sebagai alat pencapaian

Rencana usaha merupakan sesuatu yang penting bagi seorang pengusaha


di mana David H. Bangs, Jr. (1995) menyatakan bahwa seorang pengusaha
yang tidak bisa membuat perencanaan sebenarnya merencanakan kegagalan.
Rencana usaha harus dibuat tertulis sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan
dan pedoman untuk menjaga agar kegiatan bisnis terarah dan focus pada
pencapaian tujuan. Dengan membuat suatu penilaian terlebih dahulu sebelum
melakukan investasi yang kemudian dituangkan dalam suatu laporan secara
tertulis, Manfaat yang bisa diperoleh dari perencanaan bisnis adalah, bisa
digunakan sebagai pedoman atau alat untuk mengetahui apakah kegiatan
bisnis yang akan dijalankan itu memungkinkan dan memiliki kelayakan untuk
dijalankan dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya serta
dapat dijadikan sebagai alat pengawasan.

Tujuan menyusun Business Plan adalah:


a.Menyatakan bahwa anda sebagai pemilik dan pemegang inisiatif
membuka usaha baru. Anda yakin usaha itu akan berhasil dan juga harus
menyakinkan orang lain bahwa ia tidak akan merugi bila bekerja sama
dengan anda. Dengan adanya bantuan kerja sama dari berbagai pihak,
diharapkan usaha anda akan maju dengan pesat. Bantuan yang
diharapkanitu, antara lain berupa pinjaman melalui bank atau pinjaman
melalui pihak-pihak lain yang potensial.
b.Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain
yang sudah ada dan saling menguntungkan misaalnya dari para produsen
yang dapat diharapkan memasok barang buat perusahaan anda ataupun
perusahaan-perusahaan yang lebih besar memberi pekerjaan atau kontrak
yang dapat dikerjakan oleh perusahaan anda.
10

c.Business plan juga juga dapat mengundang orang-orang tertentu yang


potensial atau mempunyai keahlian untuk bergabung bekerjasama dengan
anda. Mungkin saja anda memerlukan orang-orang yang berkemampuan
untuk menduduki posisi kunci dalam perusahaan, tetapi anda harus
berhati-hati

menerima

orang-orang

tertentu

yang

dapat

pula

menjerumuskan perusahaan anda yang baru berdiri


d.Business plan juga berguna untuk melakukan merger dan akuisi
misalnya anda menjual perusahaan besar maka perusahaan besar tersebut
harus membaca business plan anda atau mungkin juga anda ingin membeli
perusahaan lain maka business plan yang anda dapat susun dapat memberi
keyakinan kepada perusahaan lain yang mau diakuisisi.
e.Business plan bertujuan untuk menjamin adanya fokus tujuan dari
berbagai personil yang ada dalam perusahaan, sebab sebuah perusahaan
akan bertumbuh kompleks sehingga business plan menjadi komponen
yang sangat penting bagi setiap orang untuk tetap berpijak pada arah yang
benar.

Perencanaaan yang baik menjamin adanya perhatian yang focus


pada tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan. Sebab
sebuah perusahaan akan bertumbuh makin lama makin komplek sehingga
business plan menjadi komponen yang sangat penting bagi setiap orang
untuk tetap berpijak pada arah yang benar.
Perencanaaan yang baik menjamin adanya perhatian yang fokus
pada tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan. Sebab
sebuah perusahaan akan bertumbuh makin lama makin komplek sehingga
business plan menjadi komponen yang sangat penting bagi setiap orang
untuk tetap berpijak pada arah yang benar.

11

Disamping itu perencanaan usaha juga merupakan dokumen yang


disediakan oleh wirausaha yang memuat rincian tentang masa lalu,
keadaan sekarang dan kecenderungan masa depan dari sebuah
perusahaan. Isinya bisa mencakup analisis tentang pengelolaan usaha,
keadaan fisik bangunan, karyawan, produk, sumber permodalan,
informasi tentang jalannya perusahaan selama ini dan posisi pasar dari
perusahaan. rincian profit, neraca perusahaan, proyeksi aliran kas untuk
dua tahun yang akan datang. Juga memuat pandangan dan ide dari
anggota tim pengelola usaha. Hal ini menyangkut strategi tujuan
perusahaan yang hendak dicapai.Perencanaan usaha bisa dibuat dalam
bentuk jangka pendek ataupun jangka panjang sehingga dapat ditentukan
langkah awal dan pentahapan program kegiatan yang akan dilakukan dan
target yang hendak dicapai serta resiko,hambatan dan tantangan yang
akan dihadapi pada setiap tahapannya dan ini merupakan rencana
perjalanan yang akan diikuti oleh wirausaha. kedalaman dan rincian dari
sebuah perencanaan usaha sangat tergantung kepada luasnya bisnis yang
akan dilakukan, dan kompleksitas dari proses pengelolaan bisnis tersebut.
Perencanaan usaha juga harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat
akan adanya barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut,
sehingga perencanaan usaha harus berbasis pada permintaan pasar.

2.1Prinsip Business Plan


Adapun prinsip-prinsip dalam perencanaan usaha itu sebagai berikut:
a.Perencanaan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak.
b.Perencanaan usaha harus fleksibel dan realistis.
c.Perencanaan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usaha

12

d.Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja usaha yang efektif


dan efisien.

2.1Manfaat Business Plan


Adapun manfaat perencanaan usaha itu di antaranya:
a.Membimbing jalannya kegiatan usaha.
b.Mengamankan kelangsungan hidup usaha.
c.Mengembangkan kemampuan manajerial di bidang usaha.
d.Sebagai pedoman/petunjuk bagi pimpinan perusahaan di dalam
menjalankan usahanya.
e.Mengetahui apa-apa yang akan terjadi dalam usaha.
f.Sebagai alat berkomunikasi dalam usaha.
g.Sebagai alat untuk memperkecil risiko usaha.
h.Memperbesar peluang untuk mencapai laba.
i.Memudahkan perolehan bantuan kredit modal dari bank
j.Sebagai pedoman di dalam pengawasan.

13

Tetapi tidak sedikit juga wirausahawan yang enggan membuat rencana


bisnisnya dikarenakan alasan-alasan sebagai berikut :
a.Bisnisnya masih terlalu kecil, jadi belum saatnya membuat rencana
bisnis.
b.Omzet belum terlalu besar.
c.Organisasi bisnisnya masih sederhana dan tidak terlalu sulit untuk
dikendalikan sehingga masih bisa diawasi secara langsung.
d.Merasa yakin bahwa bisnis bisa sukses tanpa rencana bisnis yang tertulis
karena semua ada dalam pikiran wirausahawan tersebut.
e.Terlalu teoritis, sedangkan bisnis bersifat praktis sehingga sulit untuk
diterapkan dan dilaksanakan.
f.Bisnis itu bersifat tidak pasti

2.1Kegiatan Business Plan


Perencanaan

usaha

adalah

sebuah

selling

document

yang

mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandang


dana potensial. Jadi, perencanaan usaha merupakan dokumen tertulis yang
disiapkan

oleh

seorang

wirausaha

yang

mengembangkan

dan

menggambarkan semua unsur yang relevan, baik internal maupun eksternal


untuk memulai suatu usaha. Di sini seorang wirausaha diharapkan mampu
menggarap perencanaan usaha jangka pendek dan dapat merumuskan untuk
mencapai sasaran dan tujuannya. Perencanaan usaha itu harus mencakup
berbagai jenis kegiatan, di antaranya:
a.Mempelajari dan meramalkan masa depan usaha.
14

b.Menentukan sasaran beserta fasilitas yang diperlukan dalam usaha.


c.Membuat program kerja dan perhitungan usaha.
d.Menentukan prosedur kerja di dalam usaha.
e.Menentukan rencana anggaran usaha.
f.Membuat kebijaksanaan usaha.

2.1Dasar-dasar Perencanaan Bisnis


Ketika kita akan melangkah untuk terjun di dalam bisnis, yang
terbentang dalam benak pikiran kita adalah betapa banyak keputusan kecil
yang harus dibuat dan betapa banyak faktor yang harus dipertimbangkan
untuk menjadi seorang pebisnis yang tangguh atau pengusaha yang sukses.
Pola pikir semacam ini akan membebani gerak langkah kita sebelum kita
memulai berbisnis. Hindarkan beban pikiran semacam ini, namun kita
hendaknya langsung melakukannya selangkah demi selangkah, dengan
demikian kita bisa cermat dalam menimbang seluruh pilihan yang jumlahnya
begitu banyak untuk dipilah kemudian dituangkan ke dalam sebuah
perencanaan bisnis.

2.2Tahapan-Tahapan Dalam Rencana Bisnis


Proses perencanaan itu bukanlah sebuah proses yang dilakukan dalam satu
kali proses, tetapi membutuhkan tahapan-tahapan proses yang berurutan dan
saling terkait.
Tahapan-tahapan dalam rencana bisnis adalah :
15

1.Tahapan riset dan survei lapangan, seperti perilaku konsumen, perilaku


pasar,tingkat permintaan, tren, dan arah perubahan persaingan (change
driver).
2.Tahapan pengumpulan data dari internal dan eksternal.
3.Tahapan evaluasi data dan pengelolaan data dengan metode-metode
statistik ataumetode-metode analisa yang lain.
4.Tahapan penyelesaian hasil riset dan survei untuk memastikan bahwa
data daninformasi itu sudah akurat dan benar.
5.Tahapan perencanaan dan analisa pemilihan strategi perusahaan atas
hasil riset.
6.Tahapan persiapan, pembuatan, dan penyusunan rencana bisnis.
Perencanaan bisnis mencangkup :
1.Manajerial perusahaan, kejelasan dalam tatanan kinerja perusahaan
2.Keadaan fisik dan sebuah bangunan yang kita tempati
3.Pegawai, tenaga kerja staff
4.Produk yaang kita hasilkan
5.Sistem informasi mengenai market perusahaan
6.Rincian rugi/laba
7.Perhitungan neraca
8.Prediksi cash flow untuk 2 tahun ke depan
16

2.1Pertimbangan Dalam Pembuatan Perencanaan Bisnis


Adapun

pertimbangan-pertimbangan

yang

menyertai

pembuatan

perencanaan bisnis adalah sebagai berikut:


1.Identifikasi dan analisis kesempatan dan peluang bisnis yang terbuka.
Identifikasi potensi-potensi yang tersimpan dalam peluang dan analisis
seberapa layak peluang itu dapat dimanfaatkan.
2.Dengan gambaran tentang kesempatan dan peluang yang terbuka
tersebut

menghasilkan

interpretasi

yang

berbeda

diantara

para

wirausahawan. Perbedaan tersebut akan menghasilkan ide-ide bisnis yang


beragam.
3.Mengungkapkan faktor-faktor yang dibutuhkan dan terkait dengan
bisnis agar bisnis yang sedang dirancang dapat berhasil, misalnya faktor
pasar yang jelas, kualitas produk dan kualitas pelayanan.

2.1Faktor Yang Harus Dihindari Dalam Penyusunan Perencanaan Bisnis


Faktor-faktor yang perlu dihindari dalam pembuatan business plan adalah
sebagai berikut:
1.1.1.Proyeksi finansial didasarkan pada standar dan norma yang telah
kadaluarsa. Harus selalu diingat bahwa standar keuangan itu bersifat
dinamis, berubah-ubah dari waktu ke waktu.
1.1.2.Proyeksi bisnis yang tidak realistis dan sulit dijalankan,
meskipun nampak menarik dan menjanjikan. Misalnya ide bisnis
warnet di daerah yang terbatas pemakaian listriknya.
17

1.1.3.Membutuhkan teknologi canggih yang cukup rumit dan sulit


untuk dioperasikan sehingga mempersulit keberlangsungan bisnis
karena diperlukan teknik khusus dan operator trampil yang sulit
disediakan.

2.1Perencanaan Bisnis Yang Ideal


Perencanaan bisnis yang ideal adalah perencanaan yang diidentikan
dengan kesuksesan, dan hal ini merupakan tujuan utama bisnis sebagaimana
yang tertuang di dalam perencanaan bisnis. Maka perencanaan bisnis yang
ideal bagi kita adalah semua hal yang bisa kita gunakan dan manfaatkan
untuk membantu bisnis yang kita jalankan dalam meraih suatu keberhasilan
yang maksimal dan optimal.
Perencanaan yang baik adalah sebuah proses, bukan hanya sekedar
perencanaan. Perencanaan yang baik indikatornya antara lain:
a.Sederhana, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mudah
dimengerti dan mudah dilaksanakan (mengandung kemudahan dan
kepraktisan)
b.Spesifik, perencanaan yang baik adalah yang konkret, terukur, spesifik
dalam waktu, personalianya dan anggarannya.
c.Realistik, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang realistik
dalam tujuan, anggaran maupun target pencapaian waktunya.
d.Komplit atau lengkap, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang
lengkap semua elemennya.

18

Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dapat dipergunakan


untuk berbagai hal, seperti:
a.Mendefinisikan dan menetapkan tujuan
b.Menciptakan laporan bisnis secara regular
c.Mendefinisikan bisnis-bisnis baru
d.Mensupport aplikasi pinjaman
e.Mendifinisikan berbagai perjanjian dengan partner
f.Serangkaian nilai untuk pencapaian tujuan secara legal
g.Untuk mengevaluasi masalah produk-produk, promosi maupun ekspansi

BAB III
KESIMPULAN

19

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Rencana bisnis


adalah ringkasan tertulis mengenai rencana pendirian perusahaan atau
menjalankan usaha yang berisi rincian gambaran kegiatan operasi dan rencana
keuangan, peluang dan strategi pemasaran serta kemampuan pengelolaan.
Rencana bisnis ini menguraikan arah dan tujuan perusahaan yang ingin
capai, berserta strategi mencapainya sebagai peta jalan bagi wirausahawan
menuju pembangunan bisnis yang sukses.

DAFTAR PUSTAKA
Bangs Jr., David H. 1992, The Market Planing Guide ,USA : Dearborn Publishing
Group,inc.
Bygrave,WD. 1994. The Portable MBA in Entrepreneurship. New York,USA :
John Willy & Sons.
20

Djojosoedarso, Soeisno.1999. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi.


Jakarta : Salemba Empat,.
Hisrich, Peters. 1995. Entrepreunership. New York, USA : Mc Graw Hill inc.
Megginson, W.L., M.J. Byrd, and L.C. Megginson. 2000. Small Business
Management: An Entrepreneurs Guidebook. Third Ed. Irwin McGrawHill.
Boston

21