Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATA KULIAH TEKNOPRENEURSHIP

BUSSINESS PLAN
PEMBUATAN SHAMPO WORTEL
Ir. BAMBANG SUGIARTO, M.T.

DISUSUN OLEH:
NAMA

NIM

ANGGA PAKSI MANGGALA

121130182

AFIKA SYAHLIANA SRIADI

121130207

BIMO ADI PRADITO

121130209

CAHYA PUTRA SADEWA

121130219

DEKA PRIMA ROSALINDA

121130222

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA
2016

A. Latar Belakang
Di era yang industrialis dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi sudah
seharusnya diciptakan suatu proses pengembangan terhadap bahan baku yang sudah ada
sehingga dapat dimanfaatkan secara komersil. Indonesia merupakan negara yang kaya
akan bahan baku baik pangan maupun non pangan. Setiap bahan baku yang ada
mempunyai peluang untuk dijadikan produk yang memiliki nilai tambah yang lebih
tinggi dari yang sebelumnya. Sumber bahan baku tersebut banyak digunakan untuk
keperluan di bidang idustri kosmetik, photografi, farmasi, bahan pemberi cita rasa,
wangi-wangian dan lain lain. Proses pengolahan bahan baku tersebut salah satunya
dengan cara mengkonversi menjadi produk yang diinginkan baik secara kimia
maupun fisik.
Shampo adalah produk perawatan rambut yang digunakan untuk menghilangkan
minyak, debu, serpihan kulit, ketombe dan kotoran lain dari rambut. Shampo merupakan
salah satu jenis kosmetik yang telah banyak dikenal dan digunakan sebagai salah satu
produk pembersih rambut. Shampo merupakan produk yang paling banyak digunakan
baik dikalangan pria maupun wanita. Pada zaman dahulu di Indonesia shampo dibuat
dari kulit ari dan jerami padi. Kulit ari dan jerami dibakar dalam abu dan ditambahkan
bahan alkali dan dicampur dengan air sehingga membentuk bubur. Shampo ini bisa
membersihkan rambut tetapi membuat rambut menjadi sangat kering. Tidak heran lagi
jika orang-orang sering mengoleskan minyak kelapa untuk melembabkan rambut yang
kering tersebut. Namun sekarang dengan ilmu dan teknologi yang semakin tinggi produk
shampo dikonversi sedemikian rupa sehingga dihasilkan produk yang berkualitas.
Rambut merupakan mahkota yang ada pada setiap orang. Oleh karena itu banyak
orang-orang yang mengeluh apabila terjadi kerusakan pada rambut. Semakin banyak
masalah yang timbul dirambut seseorang semakin menuntut industri untuk memproduksi
produk shampo sesuai jenis kulit rambut seseorang. Seperti shampo anti ketombe,
shampo yang mengatasi rambut rontok dan lain lain sebagainya. Tuntutan
itu membuat produsen semakin teliti dalam mengkonversi bahan-bahan baku apa saja
yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada rambut dan kulit
rambut. Selain itu proses pembuatan shampo ini tidak lepas dari campuran bahan-bahan
kimia yang menambah daya guna dari shampo itu sendiri. Mengingat banyaknya
masyarakat yang menggunakan shampo, sangat perlu diperhatikan kualitas bahan baku
yang akan digunakan yakni dalam segi komposisi dan bahan yang terkandung dalam
shampo. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan shampo yang berkualitas dan bermutu.
Wortel merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai bahan
pendukung pembuatan shampo. Kebanyakan wortel hanya dimanfaatkan sebagai bahan
masakan ataupun dibuat sebagai jus. Namun, sebenarnya banyak kandungan yang bisa
dimanfaatkan di dalam wortel teresebut. Diantaranya sebagai masker, shampo, maupun
bentuk produk lainnya. Dalam pembahasan kali ini, wortel dimanfaatkan sebagai bahan
pendukung pembuatan shampo. Pemanfaatan ini berupa pengambilan kandungan vitamin
A dan -karoten. Shampo wortel mempunyai fungsi untuk melembabkan dan mencegah
rambut menjadi kering serta bercabang serta menguatkan akar rambut.

B. Bagan Alir
2% NaCl
10% air delonisasi
Ekstrak wortel
Pengadukan

5% cocoamidopropil betain

2% sodium laurat sulfat

Pencampuran

Pencampuran

Sediaan I

Gelatin
(1%; 1,5%; 2%; 2,5%)
Air delonisasi 100%

Pencampuran

Pemanasan

Sediaan II
Bronidox L 0,2%
Pewangi 0,2%

Pencampuran
Shampo

C. Hasil Wawancara
Hasil wawancara yang telah diperoleh dari perusahaan shampo wortel Sariayu
Sesi Pertanyaan
1. Apa perbedaan shampo biasa dengan shampo wortel?
2. Kandungan wortel apa yang digunakan di dalam produk sariayu wortel?
3. Bagaimana cara mengambil kandungan tersebut dari buah wortelnya? Apa benar
dengan menggunakan metode ekstraksi?
4. Ekstraksi jenis apakah yang digunakan dalam mengambil kandungan tersebut?
5. Pelarut apa yang digunakan dalam ekstraksi tersebut?
6. Pada kondisi operasi berapa ekstraksi tersebut berlangsung?
7. Apakah shampo sariayu wortel aman untuk digunakan pada segala jenis rambut?
Sesi Jawab
1. Perbedaannya shampo wortel mengandung ekstrak/sari wortel yang menutrisi akar
rambut sedangkan shampo biasa hanya berfungsi untuk membersihkan rambut.
2. Wortel banyak mengandung vitamin A dan Beta Karoten yang bermanfaat untuk
menguatkan akar rambut (menutrisi akar rambut) dan melembabkan rambut
(mencegah rambut kering).
3. Kandungan vitamin A dan Beta Karoten yang ada dalam wortel diambil dengan
metode ekstraksi.
4. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode Digestasi yaitu proses
penyaringan sederhana dengan cara merendam sample dengan menggunakan
pemanasan pada suhu tertentu.
5. Pelarut yang digunakaan hanya pelarut aquademin (air tanpa mineral).
6. Suhu yang digunakan pada suhu 40 derajat celcius.

7. Shampo wortel digunakan untuk jenis rambut kering saja.


D. Kandungan dalam Shampo Wortel
Ekstrak wortel yang terkandung di dalam shampo mempunyai efek pendingin yang
cocok untuk rambut kering. Adanya karetonoid yang berwarna sindur merah yang
digunakan sebagai pewarna alami sehingga mempercantik penampilan sampo. Ekstrak
wortel, yang kaya akan unsur karoten, vitamin A dan phospholipid sangat efektif
merawat rambut agar tidak kering, kemerahan dan bercabang. Senyawa yang terkandung
di dalam shampo wortel meliputi:
1. Surfaktan
Surfaktan adalah bahan aktif sampo yang berupa deterjen pembersih sintesis yang
cocok untuk kondisi rambut pemakai. Deterjen bekerja dengan cara menurunkan
tegangan permukaan cairan karena bersifat amfibilik, sehingga dapat melarutkan
kotoran yang melekat pada permukaan rambut.Surfaktan yang digunakan pada produk
shampo wortel adalah Na Lauril sulfat. Surfaktan ini termasuk surfaktan anionik.
Surfaktan ini dikenal sebagai detergent yang mempunyai gugus hidrofilik dan gugus
lipofilik. Gugus lipofilik (yaitu asam laurat) akan mengikat minyak dan kotoran yang
ada di rambut, sedangkan Na adalah gugus hidrofilik yang membuat kotoran-kotoran
tersebut mudah larut dalam air saat pembilasan setelah proses penyampoan. Jadi
Fungsi utama dari Surfaktan ini adalah untuk membersihkan kotoran yang ada di
rambut.
2. Cocoamidopropil
Di dalam formula ini digunakan lebih dari satu jenis surfaktan. Sodium laurat
merupakan surfaktan primer,dan surfaktan lainnya disebut dengan surfaktan
pelengkap. Surfaktan pelengkap yang dipakai adalah coca amido propil betain.
Surfaktan pelengkap ini bersifat amfoterik yang tidak mengiritasi mata.
3. Pelembut (conditioner)
Pelembut membuat rambut lebih mudah disisir dan diatur oleh karena dapat
menurunkan friksi antarrambut, mengkilapkan rambut oleh karena memperbaiki
refleksi cahaya yang mengenai batang rambut, dan memperbaiki keadaan rambut yang
rusak. Bahan pelembut yang sering digunakan adalah lemak, protein, polimer atau
silikon, adeps, lanolin, oleialkohol, dan asetogliserida.
4. Pengental (thickener) dan pengeruh (opacifier)
Bahan ini ditambahkan untuk menyenangkan konsumen, keduanya tidak
menggambarkan daya bersih dan konsentrasi bahan aktif dalam sampo. Zat pengental
biasanya gom sintetik/alam : tragakan, gom akasia, hidroksietilselulosa.
5. Pemisah logam

Dibutuhkan keberadaannya untuk mengikat logam berat (K, Mg) yang terdapat
dalam air pencuci rambut, misalnya etilen diamin tetra asetat (EDTA).
6. pH balance
Diperlukan agar menetralisasi reaksi basa yang terjadi dalam penyampoan
rambut, misalnya asam sitrat.
7. Natrium Klorida
Natrium Klorida dikenal juga sebagai garam, garam dapur, garam meja.
Merupakan senyawa ionik dengan rumus NaCl. NaCl adalah garam yang paling
bertanggung jawab atas salinitas dari laut dan dari cairan extrakulikuler dari multiser
banyak organisme sebagai bahan utama dalam garam yang dapat dimakan ini,
biasanya digunakan sebagai bumbu makan dan makanan pengawet. Dalam pembuatan
shampk berfungsi sebagai pengental sabun yang masih berupa air.
8. Gelatin
Gelatin pada prosea pembuatan shampo berfungsi sebagai bahan pengental
shampo agar shampo yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
9. Parfum
Berfungsi untuk memberikan bau harum pada shampo. Parfum yang digunakan
pada produk adalah bau khas wortel.
10. Aquademin = pelarut
E. Bahan Tambahan
1.
Vitamin (vitamin E, antenol/B5).
2.
Minyak mink, rempah-rempah, minyak kelapa, llilin.
3.
Protein (RNA, kolagen, plasenta, susu).
4.
Tabir surya kimia.
5.
Antiketombe, misalnya : tar, sulfur, seng pirition, dan selenium sulfida
(mencegah segum yang menyebabkan rambut pecah dan berketombe).
6.
Balsam, wortel, madu, jojoba, aloe (lidah buaya).
F. Evaluasi Ekonomi
Produksi sehari : 200 botol
Produksi setahun : 66000 botol

Biaya tetap

Alat

Harga (Rp)/unit

Ijin Usaha

10000000

Kebutuhan
unit
1

Pompa

1400000

10

14000000

Tangki
Pencampur

1000000

4000000

Reaktor

2500000

2500000

Pipa 3/4 in

17000

20

340000

ekstraktor

800000

1600000

Vakum separator

900000

1800000

Pemanas

500000

1000000

Sub Jumlah
Biaya variabel perhari

Biaya variabel pertahun (330 hari)

Harga (Rp)
10000000

35240000

Bahan
Wortel
NaCl
Gelatin
Aquademin
Cocoamidoprop
il betain
Sodium Laurat
Parfum
Pengemas (70
ml)
Listrik
Gaji Pegawai
(pemasaran)
Gaji Pegawai
(operator)
Jumlah

Harga/Hari
(Rp)
40000
30600
300000
200000

Harga/tahun(Rp
)
13200000
10098000
99000000
66000000

4200

1386000

17500

5775000

35000

11550000

250000

82500000

100000

33000000

150000

49500000

660000

217800000

1787300

589809000

Biaya variabel per botol (Rp 10000/botol)


Komponen

Per bulan (70


ml)

Jumlah

Penjualan Total

55000000

660000000

Biaya Variabel

49150750

589809000

Margin
5849250
Kontribusi
Biaya Tetap
Laba/Rugi

Maka BEP yang diperoleh

70191000
38764000
31427000

Biaya tetap
x 100
Jumlah Margin Kontribusi

38 764000
x 100
7019 1000

= 55,23 %