Anda di halaman 1dari 16

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang turbin uap ini
dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Kami sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai turbin uap. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Jakarta, 6 November 2015

Penyusun

TURBIN UAP

Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 3
1.3 Tujuan............................................................................................................ 4
1.4 Metode Penyusunan Makalah....................................................................... 4
BAB II ISI
A.
B.
C.
D.

Pengertian....................................................................................................
Klasifikasi Turbin........................................................................................
Komponen....................................................................................................
Prinsip Kerja.................................................................................................

5
8
9
13

BAB III KESIMPULAN


3.1 Kesimpulan................................................................................................... 15
3.2 Saran.............................................................................................................. 15
Daftar Pustaka..................................................................................................... 16

BAB I

TURBIN UAP

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Turbin merupakan sebuah alat yang salah satunya digunakan untuk membangkitkan suatu
energi. Di Indonesia telah tersebar berbagai macam turbin, mulai dari turbin gas, turbin air dan
turbin uap. Turbin sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari kita, salah satunya untuk
memenuhi kebutuhan kita yang tidak lepas dari alat tersebut, yaitu listrik. Dengan turbin kita
dapat melakukan kegiatan malam tanpa harus dalam kondisi gelap. Kegiatan malam akan
berjalan lancar dengan adanya listrik yang tidak lepas dari turbin tersebut.
Semakin banyaknya turbin dan pesatnya perkembangan turbin tersebut, kini turbin tak
asing lagi. Segala macam cara dilakukan untuk memodifikasi kembali turbin tersebut hanya
untuk meningkatkan kenyamanan bagi pemakai, baik individu maupun kelompok. Terlebih lagi
dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, proses pemodifikasian turbin tersebut menjadi
lebih mudah dilakukan.
Dengan adanya berbagi macam turbin tersebut yang telah tersebar hingga dipelosok
Indonesia, maka kami berupaya untuk menulis sebuah makalah yang menyangkut permasalahan
tersebut yaitu Turbin Uap.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan turbin uap?
2. Apa saja klasifikasi dari turbin uap?
3. Apa saja komponen-komponen dari turbin uap?
4. Bagaimanakah prinsip kerja dari turbin uap?
1.3 Tujuan

TURBIN UAP

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :


1. Dapat mengidentifikasikan pengertian dari turbin uap
2. Mengklasifikasikan turbin uap
3. Menentukan komponen-komponen dari turbin uap
4. Mengetahui prinsip kerja dari turbin uap
1.4 Metode Penyusunan Makalah
Metode yang saya gunakan untuk memperoleh semua informasi dan data adalah metode
kajian pustaka, yang berarti mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber
media tertulis, seperti buku rujukan, artikel, juga media elektronik (artikel internet atau jurnal).

BAB II
TURBIN UAP

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Siklus Renkine setelah diciptakan langsung diterima sebagai standar untk pembangkit daya
yang menggunakan uap (steam). Siklus Renkine nyata yang digunakan dalam instalasi
pembangkit daya jauh lebih rumit dari pada siklus renkine ideal asli yang sederhana. Siklus ini
merupakan siklus yang paling banyak digunakan untuk pembangkit daya listrik sekarang ini.
Oleh karena itu, siklus renkine merupakan siklus uap cair maka paling baik siklus itu
digambarkan dengan diagram P-v dan T-s dengan garis yang menunjukan uap jenuh dan cair
jenuh. Fluida kerjanya adalah air (H2O).
Turbin uap merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi
energi kinetik dan selanjutnya diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran poros
turbin. Poros turbin, langsung atau dengan bantuan roda gigi reduksi dihubungkan dengan
mekanisme yang akan digerakkan. Tergantung pada jenis mekanisme yang digunakan , turbin
uap digunakan pada berbagai bidang seperti pada bidang industri, untuk pembangkit tenaga
listrik dan untuk transportasi. Pada bidang pembangkit tenaga listrik, turbin uap adalah salah satu
komponen dasar dalam pembangkit listrik tenaga uap. Dimana komponen utama dari sistem
tersebut yaitu : ketel, kondensor, pompa air ketel, dan turbin itu sendiri. Uap yang berfungsi
sebagai fluida kerja dihasilkan oleh ketel uap, yaitu suatu alay yang berfungsi untuk mengubah
air menjadi uap.

TURBIN UAP

Wp

WT

Q in
Q out

Siklus ideal yang terjadi didalam turbin adalah siklus Renkine ; Air pada siklus 1
dipompakan, kondisinya adalah isentropik s1 = s2 masuk ke boiler dengan tekanan yang sama
dengan tekanan di kondenser tetapi Boiler menyerap panas sedangkan kondenser melepaskan
panas, kemudian dari boiler masuk ke turbin dengan kondisi super panas h 3 = h4 dan keluaran
dari turbin berbentuk uap jenuh dimana laju aliran massa yang masuk ke turbin sama dengan laju
aliran massa keluar dari turbin, ini dapat digambarkan dengan menggunakan diagram
T-s berikut:

TURBIN UAP

3
T

Cp

2
4
1
s
Gambar.2. Diagram Temperatur (T) Entropi (S)

Menurut Hukum pertama Thermodinamika, kerja yang dihasilkan oleh suatu proses siklus
adalah sama dengan Jumlah Perpindahan Kalor pada fluida kerja selama proses siklus tersebut
berlangsung. Jadi untuk proses Siklus
1 2 2 3 3 4 1
Dengan rumus:
W = T dS
W = Kerja per satuan berat fluida kerja
Ds = Luas 1 2 - 2 2 3 4 - 1 pada diagaram ( T s )
Dalam kenyataan Siklus

sistem Turbin Uap menyimpang dari Siklus

Ideal (Siklus

Rankine) antara lain karena faktor tersebut dibawah ini :


1. Kerugian dalam pipa atau saluran fluida kerja, misalnya kerugian gesekan dan kerugian
kalor ke atmosfer disekitarnya .
2. Kerugian tekanan dalam ketel uap

TURBIN UAP

3. Kerugian energi didalam turbin karena adanya gesekan pada fluida kerja dan bagianbagian dari turbin.
B. KLASIFIKASI TURBIN UAP
Turbin Uap dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori yang berbeda berdasarkan
pada konstruksinya, prinsip kerjanya dan menurut proses penurunan tekanan uap sebagai berikut:
1. Berdasarkan Prinsip Kerjanya.
a. Turbin Impulse
Turbin impuls atau turbin tahapan impuls adalah turbin sederhana berrotor satu atau banyak
(gabungan) yang mempunyai sudu-sudu pada rotor itu. Sudu biasanya simetris dan
mempunyai sudut masuk dan sudut keluar.

Turbin satu tahap.

Turbin impuls gabungan.

Turbin impuls gabungan kecepatan.

Ciri-ciri dari turbin impuls antara lain:


-

Proses pengembangan uap / penurunan tekanan seluruhnya terjadi pada sudu diam /
nosel.

Akibat tekanan dalam turbin sama sehingga disebut dengan Tekanan Rata.

b. Turbin Reaksi
Turbin reaksi mempunyai tiga tahap, yaitu masing-masingnya terdiri dari baris sudu tetap
dan dua baris sudu gerak. Sudu bergerrak turbin reaksi dapat dibedakan dengan mudah dari
sudu impuls karena tidak simetris, karena berfungsi sebagai nossel bentuknya sama dengan
sudu tetap walaupun arahnya lengkungnya berlawanan.
Ciri-ciri turbin ini adalah :

TURBIN UAP

Penurunan tekanan uap sebagian terjadi di Nosel dan Sudu Gerak

Adanya perbedaan tekanan didalam turbin sehingga disebut Tekanan Bertingkat.

2. Berdasarkan Pada Tingkat Penurunan Tekanan Dalam Turbin.


a. Turbin Tunggal (Singgle Stage)
Dengan kecepatan satu tingkat atau lebih turbin ini cocok untuk daya kecil, misalnya
penggerak kompresoe, blower, dll.
b. Turbin Bertingkat (Aksi dan Reaksi)
Disini sudu-sudu turbin dibuat bertingkat, biasanya cocok untuk daya besar. Pada turbin
bertingkat terdapat deretan sudu 2 atau lebih. Sehingga turbin tersebut terjadi distribusi
kecepatan / tekanan.
3. Berdasarkan Proses Penurunan Tekanan Uap
a. Turbin Kondensasi
Tekanan keluar turbin kurang dari 1 atm dan dimasukkan kedalam kompresor.
b. Turbin Tekanan Lawan
Apabila tekanan sisi keluar turbin masih besar dari 1 atm sehingga masih dapat
dimanfaatkan untuk menggerakan turbin lain.
c. Turbin Ekstraksi
Didalam turbin ini sebagian uap dalam turbin diekstraksi untuk proses pemanasan lain
misalnya proses industri.

C. KOMPONEN-KOMPONEN TURBIN UAP


Secara umum komponen-komponen dari sebuah turbin uap adalah sebagai berikut :

TURBIN UAP

1.

CASSING
Adalah komponen yang berfungsi untuk menutup serta melindungi bagian-bagian utama
turbin.

2.

ROTOR
Komponen turbin yang berputar terdiri atas poros, sudu turbin, atau deretan sudu yang
disebut stasionary blade dan moving blade. Untuk turbin bertekanan tinggi atau ukuran
besar, khususnya unuk turbin jenis reaksi maka motor ini perlu di Balanceuntuk mengimbagi
gaya reaksi yang timbul secara aksial terhadap poros.

3.

SHAFT SEALS
Shaft seals merupakan salah satu bagian turbin terletak antara poros dengan casing yang
berfungsi untuk mencegah uap air keluar dari dalam turbin melewati sela-sela antara poros
dengan casing akibat perbedaan tekanan serta untuk mencegah udara agar tidak masuk ke
dalam turbin selama turbin beroperasi.

4.

TURBINE BEARINGS
Bearing / bantalan pada turbin uap memiliki fungsi sebagai berikut:
a.

Menahan agar komponen rotor diam.

b.

Menahan berat dari rotor.

c.

Menahan berbagai gaya tidak stabil dari uap air terhadap sudu turbin.

d.

Menahan ketidakseimbangan karena kerusakan sudu.

e.

Menahan gaya aksial pada beban listrik yang bervariasi

Jenis Bearing
TURBIN UAP

10

a.

Bearing Pendestal
Merupakan salah satu komponen turbin yang berfungsi sebagai bantalan untuk
menumpu poros rotor.

b.

Journal Bearing
adalah bagian turbin yang berfungsi untuk menahan gaya radial atau gaya tegak lurus
rotor.

c.

Thrust Bearing
Bagian turbin yang berfungsi untuk menahan atau menerima gaya aksial atau gaya
sejajar terhadap poros yang merupakan gerakan maju mundurnya poros rotor.

5.

MAIN OLI PUMP


Bagian turbin yang berfungsi sebagai pemompa oli dari tangki yang selanjutnya disalurkan
menuju bagian bagian yang berputar pada turbin .
Adapun fungsi dari Lube Oil adalah :

Untuk melumasi bagian bagian yang berputar, agar tidak aus. Hal ini juga
berpengaruh pada keawetan konstruksi turbin.

Untuk mendinginkan ( Oil Cooler ) bagian turbin yang telah panas dan masuk ke bagian
turbin dan akan menekan atau terdorong keluar secara sirkuler.

Untuk melapisi ( Oil Film ) bagian turbin yang bergerak secara rotasi.

Untuk membersihkan ( Oil Cleaner ) oli yang telah kotor. Kekotoran oli sebagai akibat
dari benda-benda yang berputar dari turbin akan terdorong ke luar secara sirkuler oleh
oli yang masuk.

6.

GLAND PACKING

TURBIN UAP

11

Bagian turbin yang berfungsi sebagai Penyekat untuk menahan apabila terjadi kebocoran
baik kebocoran Uap maupun kebocoran oli.
7.

LABIRINTH RING
Bagian turbin yang mempunyai fungsi sama dengan gland packing, yaitu menyekat apabila
terjadi kebocoran baik uap ataupun oli.

8.

IMPULS STAGE
Bagian turbin sudu turbin tingkat pertama, terdapat 116 sudu di dalamnya.

9.

STASIONARY BLADE
Sudu-sudu dalam turbin yang berfingsi untuk menerima dan mengarahkan kemana
selanjutnya steam yang masuk.

10.

MOVING BLADE
Beberapa sudu yang berfungsi menerima dan merubah Energi Steam yang masuk menjadi
Energi Kinetik yang akan memutar generator.

11.

TURBINE CONTROL VALVE


Katup yang bertugas mengatur jumlah steam yang masuk kedalam turbin sesuai dengan
jumlah Steam yang diperlukan sesuai dengan sistem control yang bergantung pada besar
beban listrik.

12.

TURBINE STOP VALVES


Katup yang bertugas meneruskan atau menghentikan aliran steam sebelum menuju ke turbin.
Disebut juga Emergency Stop Valve karena berfungsi untuk mengisolasi turbin dari supply
uap air pada keadaan darurat untuk menghindari kerusakan atau juga overspeed.

13.

REDUCING GEAR

TURBIN UAP

12

Salah satu bagian turbin yang biasanya hanya dipasang pada turbin-turbin dengan kapasitas
besar, berfungsi untuk menurunkan putaran poros rotor dari 5500 rpm menjadi 1500 rpm.
14.

BALANCE PISTON
Berfungsi untuk melawan gaya aksial (gaya reaksi dari sudu yang berputar menghasilkan
gaya aksial terhadap sisi belakang dari silinder pertama turbin) jumlah gaya 50%.

15.

Turning Device
Mekanisme yang berfungsi untuk memutar rotor dari turbin pada saat start awal atau setelah
shut down guna mencegah terjadinya distorsi/bending akibat proses pemanasan atau
pendinginan yang tidak seragam pada rotor.

D. PRINSIP KERJA TURBIN UAP


Secara singkat prinsip kerja turbin uap adalah sebagai berikut :
a) Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Didalam nosel energi panas dari uap dirubah
menjadi energi kinetis dan uap mengalami pengembangan.
Tekanan uap pada saat keluar dari nosel lebih kecil dari pada saat masuk ke dalam nosel,
akan tetapi sebaliknya kecepatan uap keluar nosel lebih besar dari pada saat masuk ke dalam
nosel.
Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu turbin yang berbentuk
lengkungan dan dipasang disekeliling roda turbin. Uap yang mengalir melalui celah-celah
antara sudu turbin itu dibelokkan kearah mengikuti lengkungan dari sudu turbin. Perubahan
kecepatan uap ini menimbulkan gaya yang mendorong dan kemudian memutar roda dan
poros turbin.

TURBIN UAP

13

b) Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu turbin berarti hanya sebagian
yang energi kinetis dari uap yang diambil oleh sudu-sudu turbin yang berjalan. Supaya
energi kinetis yang tersisa saat meninggalkan sudu turbin dimanfaatkan maka pada turbin
dipasang lebih dari satu baris sudu gerak. Sebelum memasuki baris kedua sudu gerak. Maka
antara baris pertama dan baris kedua sudu gerak dipasang satu baris sudu tetap ( guide
blade ) yang berguna untuk mengubah arah kecepatan uap, supaya uap dapat masuk ke baris
kedua sudu gerak dengan arah yang tepat.
c) Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang terakhir harus dapat dibuat sekecil
mungkin, agar energi kinetis yang tersedia dapat dimanfaatkan sebanyak mungkin. Dengan
demikian effisiensi turbin menjadi lebih tinggi karena kehilangan energi relatif kecil.

TURBIN UAP

14

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa turbin uap merupakan suatu
penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dan selanjutnya
diubah menjadi energi mekanis.
Turbin uap digunakan pada berbagai bidang seperti pada bidang industri, untuk pembangkit
tenaga listrik dan untuk transportasi.
Turbin uap dapat diklasifikaasikan menjadi berbagai macam yaitu menurut prinsip kerjanya,
menurut penurunan tekanan dalam turbin dan menurut penurunan tekanan uap.

B. SARAN
Makalah ini merupakan bagian dari media pembelajaran, maka dengan itu kepada semua
pihak bisa menggali ilmunya dengan mendalami makalah ini. Dan untuk penulis makalah
selanjutnya agar bisa lebih mengembangkan isi makalah agar lebih baik dari apa yang sudah
penulis tulis ini.

TURBIN UAP

15

DAFTAR PUSTAKA
http://indrianaptmuns.blogspot.co.id/2015/06/komponen-turbin-uap.html
Moran, Michael dan Howard N. Saphiro. 2004. Termodinamika Teknik. JAKARTA: Erlangga
https://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_uap
http://manung95.blogspot.co.id/2011/05/turbin-uap.html

TURBIN UAP

16

Anda mungkin juga menyukai