Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KONSEP KONSELING

DAN PSIKOTERAPI

Makalah ini di susun untuk memenuhi mata kuliah Teori-teori Konseling


Dosen pengampu
Hastin Budisiwi,S.Psi. M.Pd
Disusun Oleh :
Filia Ulwana (1115500033)
Handi Adi Damara (1115500036)
Intan Fajarsari (1115500041)
Malikhatun Khasanah (1115500048)

PROGAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melancarkan dalam penyelesaian tugas
makalah yang berjudul KONSEP KONSELING DAN PSIKOTERAPI sampai pada akhirnya
penulis mampu menyelesaikannya dengan semaksimal mungkin. Yang pertama-tama kami
sangat berterimakasih dengan orang-orang yang juga telah berperan di dalam penyelesaian
tugas makalah ini, di antaranya adalah :
1. Ibu Hastin Budisiwi,M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Teori Konseling
yang telah membantu melengkapi isi dari pembahasan makalah ini.
2. Ibu dan bapak kami, selaku orang tua kami yang sudah membiayai sampai bisa
menyelesaikan tugas makalah ini.
3. Pihak-pihak yang secara langsung atau tidak langsung telah membantu kami dalam
menyelesaikan makalah ini.

Tegal,4 Mei 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada saat ini di Indonesia ada banyak individu mengalami kesulitan untuk memecahkan
masalah-masalah yang rumit. Oleh karena itu mereka sangat membutuhkan bantuan
agar dapat lebih memahami dan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yang
mereka hadapi. Sehingga akan muncul ide-ide pemecahan masalah yang pada akhirnya
akan sedikit membantu individu-individu dalam proses penyelesaian masalah yang ia
hadapi melalui informasi-informasi yang di butuhkan mengenai masalah tersebut.
Di dalam dunia Psikologi, sangatlah tidak asing dengan istilah konseling dan
psikoterapi sebagai proses pembicaraan dalam menyelesaikan masalah bagi individu
yang membutuhkannya. Konseling memiliki hubungan yang sangat erat dengan
psikoterapi, dimana konseling merupakan proses pemberian bantuan kepada individu
(klien ) yang memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah secara pribadi dan bersifat
rahasia yang dilakukan oleh seorang konselor menggunakan tahap-tahap yang sesuai
dengan kebutuhan klien tersebut. Sedangkan psikoterapi merupakan pengobatan
menggunakan cara-cara psikologik, di lakukan oleh seseorang yang sudah terlatih
khusus yang bertujuan untuk menghilangkan, mengubah seseorang yang menderita
penyakit fisik maunpun mental. Dengan demikian pada dasarnya konseling dan
psikoterapi tentu memiliki hubungan yang sangat erat dimana sebuah aktivitas
pemberian bantuan kepada individu (klien) dari seorang ahli (psikologis). Tetapi
mempunyai karakteristik yang berbeda dalam menangani masalah-masalah individu.
2. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan konsep konseling dan psikoterapi ?
2. Bagaimana hubungan antara konseling dan psikoterapi ?
3. Bagaimana persamaan dan perbedaan antara konseling dan psikoterapi ?
3. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang definisi konseling dan psikoterapi secara lebih luas .
2. Untuk mengetahui hubungan antar konseling dan psikoterapi secara lebih dalam .
3. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara konseling dan psikoterapi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KONSEP KONSELING DAN PSIKOTERAPI

A. Definisi Konseling
Secara etimologi konseling berasal dari bahasa latin yaitu consilium yang artinya
yaitu dengan atau bersama yang di rangkai dengan menerima atau memahami
sedangkan dalam bahasa anglo saxon konseling berasal dari kata sellan yang artinya
menyerahkan atau menyampaikan. Ada beberapa ahli yang mengartikan tentang definisi
dari konseling di antaranya adalah :
a. Menurut Robert L.Gibson&Marianne H.Mitchell (2010)
Konseling adalah hubungan yang berrupa bantuan satu-satu yang berfokus kepada
pertumbuhan dan penyesuaian pribadi, dan memenuhi kebutuhan akan penyelesaianproblem dan kebutuhan pengambilan keputusan.
b. Menurut Edwin C.Lewis (1970)
Konseling adalah suatu proses dimana orang yang bermasalah (klien ) dibantu secara
pribadi untuk merasa dan berperilaku yang lebih memuaskan melalui interaksi dengan
seseorang yang tidak terlibat (konselor ) yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi
yang

merangsang

klien

untuk

mengembangkan

perilaku-perilaku

yang

memungkinkannya berhubungan secara lebih efektif dengan dirinya dan lingkungannya.


c. Menurut winkel (2005)
Konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha
membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil
tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.
d. Menurut Mc. Daniel (1956)
Suatu pertemuan langsung dengan individu yang di tujukan pada pemberian bantuan
kepada klien untuk dapat menyesuaikan diri secara lebih efektif dengan diri sendiri dan
lingkungan.
e. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105)
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara
konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu
masalah (klien ) yang bermuara pada teratasinya masalah yang di hadapi oleh klien.
f. Menurut Tobelrt (dalam Prayitno 2004 : 101 )
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang
dimana konselor melalui hubungan tersebut dengan kemampuan-kemampuan khusus
yang di milikinya, menyediakan situasi belajar.
g. Menurut Pietrofesa,Leonard dan hoose (1978) yang di kutip oleh Mappiare (2004)
Konseling merupakan suatu proses dengan adanya seseorang yang dipersiapkan secara
profesional untuk membantu orang lain dalam pemahaman diri pembuatan keputusan dan
pemecahan masalah dari hati ke hati antar manusia dan hasilnya tergantung pada kualitan
hubungan.
h. Menurut Hastin Budisiwi. S.Psi , M.Pd

Konseling merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli
(konselor) kepada yang memiliki masalah (klien) melalui tatap muka dengan
menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu.
i. Menurut Dr.Fenti Hikmawati ,M.Si
Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan,tetapi merupakan teknik
inti/kunci yang bersikap mendasari perbuatan,pemikiran,pandangan dan perasaan dll.
j. Menurut Prof. Bimo Walgito
Konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada individu untuk memecahkan
masalah kehidupannya dengan cara wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan
keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
Jadi kesimpulan dari definisi konseling di atas, penulis mengartikan bahwa konseling
merupakan Proses pemberian bantuan kepada individu (klien) yang memiliki tujuan
untuk menyelesaikan masalah secara pribadi dan bersifat rahasia yang dilakukan oleh
seorang konselor menggunakan tahap-tahap yang sesuai dengan kebutuhan klien
tersebut.
B. Tahap-tahap Konseling
Konseling baru akan di laksanakan setelah melakukan proses pengumpulan data atau
informasi mengenai permasalahan yang akan dibahas, yang diambil dari berbagai sumber
wawancara, interview yang dilakukan oleh konselor atau orang lain yang terlatih dan
ditugaskan oleh lembaga konseling. Lalu proses konseling akan di lakukan dengan
menggunakan beberapa tahap agar supaya konseling menjadi efektif dan efisien. Tahapan
yang dilakukan dalam melakukan proses konseling yang pertama adalah :
1. Tahap Analisis
Tahap analisis yaitu pengumpulan data mengenai klien. Dimana konselor dan
klien memiliki informasi yang mampu menyesuaikan diri. Tahap analisis dapat di
lakukan menggunakan alat, seperti : catatan kumulatif, catatan enekdot, wawancara,
tes psikologi, dan studi kasus. Selain mengumpulkan data obyektif, konselor juga
harus

memperhatikan

keinginan

dan

sikap

klien

dengan

cara

memandang/memperhatikan permasalahannya.
2. Tahap Diagnosis
Tahap diagnosis ini merupakan sebuah upaya untuk menemukan faktor-faktor
penyebab atau yang menjadi seluk beluk timbulnya permasalahan klien. Dalam
proses kegiatan yang di alaminya, bisa dilihat dari segi input, proses ataupun
outputnya.
3. Tahap Prognosis
Tahap prognosis merupakan langkah untuk memperkirakan apakah masalahmasalah yang di alami individu (klien) masih bisa diatasi serta mampu untuk
ditelusuri jalan keluar dari permasalahan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan

cara mengintegrasi atau menginterpretasikan hasil dari langkah-langkah sebelumnya


(diagnosis & prognosis ). Proses pengambilan keputusan sebaiknya dilaksanakan
konfesensi kasus terlebih dahulu dengan melibatkan pihak-pihak yang terdekat
untuk dimintai informasi mengenai kasus-kasus atau masalah yang dihadapi oleh
klien.
4. Tahap Konseling
Tahap konseling merupakan proses pemberian bantuan kepada individu (klien )
yang memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah secara pribadi untuk
menyesuaikan dan mengoptimalkan diri sesuai dengan kemampuannya.
5. Tindak lanjut
Tindak lanjut merupakan sebuah cara yang ditempuh untuk mengevaluasi hasil
pemecahan masalah dimana klien akan mengambil saran yang baik bagi dirinya dan
akan memilih untuk mengambil keputusan.
C. Tujuan Konseling
Proses konseling memiliki berbagai macam tujuan yang menimbulkan banyak
manfaat positif

bagi individu yang

melakukannya, selain bertujuan untuk

menyelesaikan masalah, proses konseling juga memiliki banyak tujuan lain yaitu :
1. Untuk memperbaiki sikap
2. Untuk merorganisasi kepribadian
3. Menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan masyarakat.
4. Untuk menghapus perilaku maladaptif
5. Untuk meredakan kecemasan
6. Untuk mencegah masalah
D. Definisi psikoterapi
Secara etimologis psikoterapi berasal dari bahasa yunani dan berasal dari kata
pshyche yang artinya jiwa dan therapy berarti merawat dan mengasuh. Psikoterapi
didefinisikan sebagai perawatan yang secara umum mempergunakan intervensi psikis
dengan pendekatan psikologis terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau
hambatan kepribadian. Pengertian psikoterapi secara meluas yang disampaikan oleh
beberapa pendapat para ahli di antaranya adalah :
1. Lewis R.Worberg M.D.
Psikoterapi adalah perasaan dengan menggunakan alat-alat psikologi terhadap
permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana seorang ahli secara
sengaja menciptakan hubungan profesional dengan pasien yang bertujuan untuk
menghilangkan, mengubah atau menurunkan gejala-gejala yang ada.
2. C.P. Chaplin
Psikoterapi adalah proses penyembuhan lewat keyakinan agama dan diskusi
personal dengan para guru ataupun kerabat.
3. Warson dan Morse

Psikoterapi adalah bentuk khusus dari interaksi antara dua orang yaitu pasien dan
terapis dimana ia memiliki kelebihan khusus.
4. Whitaker dan Malone (1953)
Psikoterapi adalah semua upaya untuk mempercepat pertumbuhan manusia
sebagai pribadi yang bersih.
5. Oxford English Dictionary
Psychotherapy tidak tercantum, tetapi ada perkataan psychotherapeutic"
yang diartikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan mempergunakan
teknis

psikologis

untuk

melakukan

intervensi

psikis.

Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa psikoterapi merupakan pengobatan


menggunakan cara-cara psikologik, dilakukan oleh seseorang yang sudah terlatih
khusus yang bertujuan untuk menghilangkan, mengubah seseorang yang menderita
penyakit fisik maunpun gangguan jiwa.
E. Tahap-tahap Psikoterapi
Dalam melakukan proses psikoterapi, ada beberapa tahap yang harus di lalui diantaranya
adalah :
1. Wawancara
Terapis akan mengetahui keluhan atau permasalahan klien. Dalam tahap ini perlu
dikemukakan aturan-aturan apa saja yang perlu diketahui oleh klien.
2. Proses Terapi
Tahap kedua dari psikoterapi adalah proses terapi. Supaya terjadi komunikasi yang
mengalir dengan baik perlu dilakukan hal-hal sbb:
a. Mengkaji pengalaman klien
b. Menggali pengalaman masa lalu
c. Mengkaji hubungan antara terapis dank lien saat ini dan di sini
d. Melakukan pengenalan, jenjelasan, dan pengartian perasaan dan arti-arti pribadi
pengalaman klien
3. Tindakan Psikoterapi
Tahap ini dilakukan pada saat menjelang terapi berakhir. Hal-hal yang perlu dilakukan
terapis dan klien, yaitu Terapis mengkaji bersama klien tentang apa yang telah dipelajari klien
selama terapi berlangsung.
4.

Mengakhiri Terapi
Terapi dapat diakhiri kalau tujuan telah tercapai. Atau apabila klien tidak melanjutkan

terapi. Demikian juga terapis dapat mengakhiri terapi kalau ia tidak dapat lagi menolong
kliennya, ia mungkin dirujuk. Klien harus diberitahu beberapa waktu sebelum pengakhiran
terapi, hal ini penting karena klien akan menghadapi lingkungannya nanti sendiri tanpa

bantuan terapis. Ketergantungannya kepada terapis selama ini sedikit-sedikit harus


dihilangkan dengan menumbuhkan kemandirian klien.
F. Tujuan Psikoterapi
a. Memperkuat motivasi untuk melakukan hal-hal yang benar.
Tujuan ini biasanya dilakukan melalui terapi yang sifatnya direktif (memimpin) dan
suportif (memberikan dukungan dan semangat). Persuasi (ajakan) dengan cara diberi
nasehat sederhana sampai pada hypnosis (keadaan seperti tidur karena sugesti) digunakan
untuk menolong orang bertindak dengan cara yang tepat.
b. Mengurangi tekanan emosi melalui kesempatan untuk mengekspresikan perasaan yang
mendalam.
c. Membantu klien mengembangkan potensinya.
d. Klien diharapkan dapat mengembangkan potensinya. Ia akan mampu melepaskan diri
dari fiksasi (perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan) yang
dialaminya. Klien akan menemukan bahwa dirinya mampu untuk berkembang ke arah
yang lebih positif.
e. Mengubah kebiasaan.
f.
Mengubah struktur kognitif individu. Menggambarkan tentang dirinya sendiri
maupun dunia sekitarnya. Masalah muncul biasanya terjadi kesenjangan antara
struktur kognitif individu dengan kenyataan yang dihadapinya. Jadi, Struktur kognisi
(kegiatan atau proses untuk memperoleh pengetahuan) perlu diubah untuk
menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
2.2 HUBUNGAN ANTARA KONSELING DENGAN PSIKOTERAPI
Konseling dan Psikoterapi memiliki hubungan yang sangat erat karena memiliki
tujuan yang sama yaitu untuk membantu pengenyelesaikan permasalahan klien. Konseling
disajikan dengan berbagai macam label. Dimana ia memiliki koleksi produk yang saling
bersaing dan menawarkan jasa yang sama atau lebih kepada para klien. Psikoterapi dapat
menjadi sebuah proses yang panjang.
Masih terdapat banyak perdebatan antara konseling dan psikoterapi, psikoterapi
mempresentasikan versi lebih dalam, lebih mendasar, atau melibatkan proses perubahan
terhadap pasien yang lebih sakit. Berikut merupakan sebuah hubungan antara Konseling
dan Psikoterapi :
1.

Konseling

dan

Psikoterapi

merupakan

suatu

usaha

profesional

untuk

membantu/memberikan layanan pada individu-individu mengenai permasalahan yang


2.

bersifat psikologis.
Konseling dan Psikoterapi bertujuan memberikan bantuan kepada klien untuk suatu
perubahan tingkah, kesehatan mental positif, pemecahan masalah, keefektifan pribadi,
dan pembuatan keputusan.

3.

Konseling dan psikoterapi membantu dan memberikan perubahan, perbaikan kepada


klien (yaitu, eksplorasi-diri, pemahaman-diri, dan perubahan tindakan/perilaku) agar

4.

klien dapat sehat dan normal dalam menjalani hidup dan kehidupannya.
Konseling dan psikoterapi merupakan bantuan yang diberikan dengan mencoba

5.

menghilangkan tingkah laku merusak diri pada klien.


Psikoterapi maupun konseling memberikan penekanan pentingnya perkembangan dalam

pembuatan keputusan dan ketrampilan dalam pembuatan rencana oleh klien.


6. Pentingnya saling-hubungan antara klien dan psikoterapis ataupun konselor disepakati
sebagai suatu bagian integral dalam proses psikoterapi maupun konseling. Jadi, inti dari
konseling dan psikoterapi adalah bantuan kepada klien melalui hubungan yang bersifat
positif dan membangun.
2.3 PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA KONSELING DAN PSIKOTERAPI
Konseling mempunyai banyak persamaan dan perbedaan yang sangat akurat. Diantaranya
adalah :
a. Persamaan Psikoterapi dan Konseling
Persamaan antara konseling dan psikoterapi adalah membantu dan memberikan perubahan,
perbaikan

kepada

klien

(yaitu,

eksplorasi-diri,

pemahaman

diri,

dan

perubahan

tindakan/perilaku) agar klien dapat sehat dan normal dalam menjalani hidup dan
kehidupannya. Keduanya juga merupakan bantuan yang diberikan dengan mencoba
menghilangkan tingkah laku merusak diri pada klien.
b. Perbedaan
Perbedaan antara konseling dan psikoterapi adalah:

Konseling
1. Berpusat pandang masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
2. Klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan antara konselor dan klien itu
sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan usaha untuk tujuantujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
3. Konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya, tetapi

tidak

akan

memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat pada


pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
4. Konselor bekerja dengan individu yang normal yang sedang mengalami
masalah.

Psikoterapi

1. Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat masa kini individu,


2. Klien dianggap sakit mental.
3. Klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan
pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuantujuan,
4. Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang
ditolongnya.
5. Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah
yang telah diresepkan,
6. Terapi bekerja dengan dunia dalam dari kehidupan individu yang sedang
mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang peranannya.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Konseling merupakan Proses pemberian bantuan kepada individu (Klien ) yang memiliki
tujuan untuk menyelesaikan masalah secara pribadi dan bersifat rahasia yang dilakukan oleh
seorang konselor menggunakan tahap-tahap yang sesuai dengan kebutuhan Klien tersebut
sedangkan psikoterapi merupakan perawatan yang secara umum mempergunakan intervensi
psikis dengan pendekatan psikologis terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau
hambatan kepribadian.
Konseling dan Psikoterapi memiliki hubungan yang sangat erat karena memiliki tujuan yang
sama yaitu untuk membantu pengelesaikan permasalahan klien.

DAFTAR PUSTAKA
Dr. Fenti Hikmawati, Msi.2014.Bimbingan dan Konseling.Jakarta:Rajawali Pers
Prof. Dr. Bimo Walgito.2010.Bimbingan&Konseling (Studi&Karier).Yogyakarta: CV. ANDI
OFFSET
Robert L.Gibson & Marianne H.Mitchell. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta.2010.
PustakaBelajarcelebantimurUHIII/548.
Karunia Tri Utami.2013. Perbedaan Psikologi konseling dengan Psikoterapi.
http://karunia.triutami.blogspot.com/2013/04
Sani.
2012.
Perbedaan Bimbingan, Konseling, dan Psikoterapi.
http://counseling4human.blogspot.com /2012/07/perbedaanbimbingankonselingdan.html.
30November2013.
Aprilia Maharani. 2013.
Perbedaan Psikoterapi dengan Konseling.
http://cikucikulucu.blogspot.com /2013/05/perbedaanpsikoterapidengankonseling.html.30
November2013.
Meita.2013.PerbedaanantaraKonselingdenganPsikoterapi.http://meitadwi.blogspot.com
/2013/03/perbedaanantarakonselingdengan.html.30November2013.
Hayidra Lutamian. 2014. Proses-proses Konseling. http://hayidramlutamian.blogspot.com /
2014/09/makalah-proses-konseling.html
Rahmawati Fajrin. 2014. Makalah Proses Psikoterapi. http://rahmawati-fajrin.blogspot.com /
2014/03/bab-i-pendahuluan.html
Definisi Konseling dan Psikoterapi. http://bukunnq.wordpress.com
Devita. 2014. Definisi Psikoterapi. http://devitadevita.blogspot.com /2014/04/definisipsikoterapi.html.
Hubungan antara konseling dengan Psikoterapi.
2014/10/hubungan-antara-konseling-dan-psikoterapi.html.

http://ppbun.blogspot.com