Anda di halaman 1dari 11

PATOFISIOLOGI

HIPERTENSI EMERGENCY

KELAINAN ENDOKRIN
KEHAMILAN
OBAT-OBATAN
KELAINAN GINJAL
ESSENTIAL HYPERTENSION

HIHIPERTENSI BERAT

KERUSAKAN
ENDOTHEL

PENINGKATAN
RESISTENSI VASKULER
YG MENDADAK

PERMEABILTIAS
ENDOTEL
MENINGKAT

NATRIURESIS SPONTAN

HYPOVOLEMIA
VASKULAR

SISTEM RAA
TERAKTIVASI

DEPOSIT MATERI
FIBRINOID

PENINGKATAN
TEKANAN DARAH

NECROSIS FIBRINOID
HYPOPERFUSI
JARINGAN, ISCHEMIK,
KERUSAKAN ORGAN
TARGET

Manifestasi Klinis
Gejala Klinis yang umumnya dikeluhkan
pasien berupa sakit kepala dan nyeri
tengkuk, seperti pada kenaikan tensi
lain. Namun gejala hipertensi emergensi
dapat berupa.
Nyeri dada atau sesak napas.
Penglihatan kabur.
Sakit kepala yang hebat.
Gangguan kesadaran, ansietas.
Gangguan ginjal (Oliguria).

Diagnosis.
Diagnosa krisis hipertensi harus ditegakkan sedini mungkin,
karena hasil terapi tergantung kepada tindakan yang cepat
dan tepat.

Anamnesis:
Riwayat hipertensi : berapa lama dan beratnya.
Obat anti hipertensi yang digunakan dan keteraturan
pengobatan.
Usia : sering pada usia 40 60 tahun.
Gejala sistem saraf ( sakit kepala, hoyong, perubahan
mental, ansietas ).
Gejala sistem ginjal ( gross hematuri, jumlah urine
berkurang ).
Gejala sistem kardiovascular ( adanya payah jantung,
kongestif dan oedem paru, nyeri dada atau sesak napas ).
Riwayat kehamilan : tanda eklampsia4

Pemeriksaan:
Tekanan darah: Sistolik > 180mmHg, dan tekanan diastolic >
110mmHg.
Funduskopi: Spasme arteri segmental atau difus, edema
retina, pendarahan retina, eksudat, atau pembesaran vena.
Pemeriksaan neurologis: Sakit kepala, bingung, gangguan
penglihatan, kejang, koma.
Pemeriksaan cairan tubuh: Oligouria ( Menandakan
gangguan ginjal akut)
Pemeriksaan denyut nadi perifer.

Pemeriksaan penunjang:
Darah : rutin, BUN, creatirine, elektrolit, KGD.
Urinlisa dan kultur urine.
EKG : 12 Lead: melihat tanda iskemi.
Foto thorax.

TEORI

KASUS

Epidemiologi
Hipertensi emergensi umumnya terjadi pada pasien hipertensi

Riwayat hipertensi dijumpai +/- tahun terakhir.Os mengaku

yang tidak rutin mengkonsumsi Obat antihipertensi.

tidak minum obat dengan teratur selama ini.

Manifestasi Klinis

Nyeri dada atau sesak napas.

Penglihatan kabur

Sakit kepala hebat

Gangguan kesadaran, ansietas

Gangguan ginjal (Oliguria)

Os mengeluh sesak nafas timbul jika beraktivitas ringan


yang membaik dengan istirahat.

Os juga mengeluhkan sakit kepala yang timbul tanpa


menentu.

Diagnosa

Tekanan sistolik pasien: 200mmHg sebelum masuk IGD, disertai

1.

Tekanan darah: Sistolik > 180mmHg, dan tekanan diastolic

nyeri kepala, sesak napas.

> 110mmHg disertai gangguang satu target organ.

Serum creatinin meningkat : 1.24

2.

Pemeriksaan urin menunjukkan positif poteinuri,


hematuria, atau silinder jika ada gangguan ginjal. Disertai
peningkatan ureum, creatinin serum.

Terapi

Sodium nitroprusside merupakan drug of choice

Labetalol, Diazoxide bolus intravena. Phentolamine,


Nitroglycerine

NTG 10g/menit

Tanggal

1/09/2015 Sesak nafas , Sens


:
Compos sakit kepala
Mentis
TD : 220/140 mmHg
Puls : 120x/i
RR : 30 x/i
Temp : 36,20C
Pemeriksaan fisik :
Kepala : anemis -/-,
ikterus -/Leher : TVJ R+2
cmH2O
Thoraks : cor: S1
S2: N murmur: (-),
gallop (-)
Pulmo:
Sp : Vesikuler
St
: Ronki basah
basal (+/+)
Abdomen:
soepel,
BU
(+)
normal,
Hasil Laboratorium
H/L/R : ttb
Kimia klinik
Kimia Klinik
Ekstremitas: akral
Ginjal
KGD sewaktu : 225 mg/dL ()
hangat, oedem (-/-)
Ureum
: 26.50 mg/dL
Darah Lengkap
Kreatinin
: 1,24 mg/dL
Hemoglobin : 13.80 g/dL
Elektrolit
Eritrosit
: 4.59x 106/mm3
Natrium
: 137 mEq/L
Leukosit
: 13.87x 103/mm3
Kalium
: 3,4 mEq/L
Hematokrit : 41.90%
Klorida
: 98 mEq/L
Trombosit
: 253x 103/mm3
Enzim jantung
CK-MB
:25 U/L

A
ADHF wet
and warm
ec HT
emergensi

P
-

Bed rest
O2
10
L/I
nasal canul
Inj Furosemid
20 mg/8 jam
NTG
start
10ug/i
dan
diuptitrasi
dengan
target
MAP
turun <25%.
amlodipin
1x40mg
captopril
3x25mg

Pantau TD
menunggu
hasil
pemeriksa
an
lab
rutin

EKG Serial 01September 2015


Interpretasi hasil EKG :
SR, QRS Rate : 100x/i, normoaxis, P wave : normal, PR
interval : 0,16s, QRS duration : 0,08s, ST depresi di V5-V6, T
inversi di V5-V6,I,aVL,Q patologis V1 , V2 ,V3 , LVH (+), VES
(-)
Kesan hasil EKG : SR + LVH+ OMI anteroseptal+ Iskemik
lateral

Tanggal
;

2/9/2015

Sesak nafas
(+),menurun

Sens : Compos
Mentis
TD : 160/90 mmHg
Puls : 96 x/i
RR : 24 x/i
Temp : 35,8oC
Pemeriksaan fisik :
Kepala : anemis -/-,
ikterus -/Leher : TVJ R+2
cmH2O
Thoraks : cor: S1
S2: N murmur: (-),
gallop (-)
Pulmo:
Sp : Vesikuler
St : ronki basah
basal (+/+)
Abdomen: soepel,
BU (+) normal,
H/L/R : ttb
Ekstremitas: akral
hangat, oedem (-/-)

CHF fc IV ec CAD
ec HHD + Post HT
Emergensi +
Stress
hiperglikemia dd/
dm tipe 2 + AKI
(cr: 1.24)

Hasil Lab
KGD Puasa :135mg/dl
KGD 2jam pp:166mg/dl
HbA1c
:6.7%
Hasil Foto Thorax
CTR 60%, Aorta elongasi,segmen pulmonal normal,Pinggang
jantung mendatar,Apeks downwards,Kongesti (+),Infiltrat
(-),Sinus kostofrenikus kanan dan kiri tumpul
Kesimpulan Radiologis: Mild kardiomegali + pulmonary edema

p
- Bed rest
- O2 2-4L/I
nasal canul
- Diet
jantung
1700kkal
- IVFD Nacl
0.9%
10gtt/i
- Drip NTG
20U/i
- Captopril
3x25mg
- Amlodipin
1x10mg
- Inj.Furose
mide
20mg/6jam

Quick
look
Echo
KGD N/
2 Jam
PP
Konsul
endokr
in

Jawaban konsul endokrin


Riwayat DM (-),Keluarga DM (-),Gejala klasik DM (-),BB
naik 1kg(dari 68kg menjadi 69kg),kaki kebas (-).
A :CHF fc IV ec CAD ec HHD+HT ST I + AKI st RISK
P : Terapi sesuai terapi kardiologi
:Konsul ulang div Endokrin

Tangga
l
03/9/20
15

Sesak nafas Sens : Compos Mentis


(+),menurun TD : 120/80 mmHg
Puls : 95 x/i
RR : 20 x/i
Temp : 36,5oC
Pemeriksaan fisik :
Kepala
:
anemis
-/-,
ikterus -/Leher : TVJ R+2 cmH2O
Thoraks : cor: S1 S2: N
murmur: (-), gallop (-)
Pulmo:
Sp : Vesikuler
St : Ronki basah basal
(+/+)
Abdomen:
soepel, BU
(+) normal, H/L/R : ttb
Ekstremitas:
akral
hangat, oedem (-/-)
UOP:+/- 1250cc/24jam

Jawaban Konsul:
RPT DM(-),KGD N :135/ 2jam PP : 166
Th/ Diet DM 1500 kkcl
-cek ulang GD P/2PP

A
CHF fc III ec CAD
ec HHD + Post
ADHF
ec
HT
Emergensi
+
Stress
hiperglikemia dd/
dm tipe 2 + AKI

P
-

Bed rest
O2 2-4L/I nasal
canul
Diet
jantung
1700kkal
IVFD Nacl 0.9%
10gtt/i
Drip NTG 20/I
(tap off)
Captopril 3x25mg
Amlodipin
1x10mg
Drips Furosemide
10mg/jam

Cek
ulan
g
RFT,
Elekt
rolit
Kons
ul
endo
krin

Tangg
al
4/7/20
15

Sesak
nafas
(+),men
urun
Batuk(+)

Sens
:
Compos
Mentis
TD
:
165/100mmHg
Pols : 105 x/i
RR : 23 x/i
Temp : 35.8oC
Pemeriksaan fisik :
Kepala : anemis
-/-, ikterus -/Leher : TVJ R+2
cmH2O
Thoraks : cor: S1
S2: N murmur: (-),
gallop (-)
Pulmo:
Sp : Vesikuler
St : Ronki basah
basal (+/+)
Abdomen: soepel,
BU
(+)
normal,
H/L/R : ttb
Ekstremitas: akral
hangat,
oedem
(-/-)

CHF fc III ec CAD


ec HHD + Post
ADHF ec HT
Emergensi +
Stress
hiperglikemia dd/
dm tipe 2 + AKI

- Bed rest
Cek
- O2
2-4L/I
nasal
RFT,elektrol
canul
it
- Diet
jantung
1700kkal
- Drip
NTG
20/I
( off)
- Captopril 3x25mg
- Amlodipin 1x10mg
- Furosemide
1amp/6jam
- Aspilet 1x80mg
- Laxadyn syr 1Xci
- Simvastin
1x20mg(malam
- Codein 3x10mg

Hasil Laboratorium
Kimia Klinik
Metabolisme Karbohidrat
KGD puasa : 120mg/dL ()
KGD 2jam PP : 204 mg/dL()
Ginjal
Ureum
: 44,7 mg/dL
Kreatinin
: 1,62 mg/dL
Elektrolit
Natrium
: 139 mEq/L
Kalium
: 3,6 mEq/L
Klorida
: 94 mEq/L

URINALISIS
Warna
: Kuning Jernih
Glukosa
: Negatif
Billirubin
: Negatif
Keton
: Positif
Berat Jenis
: 1.015
pH
: 5.0
Protein
: Negatif
Urobilinogen : Negatif
Nitrit
: Negatif
Leukosit
: Negatif
Darah
: Negatif
Sedimen Urine
Eritrosit
: 0-1
Leukosit
: 0-1
Epitel
: 0-1
Cast
: Negatif
Kristal
: Negatif