Anda di halaman 1dari 7

Nama : Joffrey Itaar; Joice Salu; Junarto Butarbutar; Kaida Setyarini; Karolin

TUGAS FARMAKOLOGI- Mei 2014


PENDAHULUAN DAN SSO
Jawaban harus tepat, jelas, singkat dan langsung di kertas ini
1.

Farmakologi adalah ilmu tentang berbagai hal yang terkait dengan obat serta efeknya
terhadap manusia, mencakup pengetahuan sejarah penemuan obat, sumber, komposisi,
farmakokinetik, maupun farmakodinamik suatu obat.

2.

Toleransi adalah menurunnya efek obat karena pemberian yang terus-menerus sehingga
dosis obat harus ditingkatkan agar memperoleh efek yang sama.
Takifilaksis adalah toleransi yang timbul dengan cepat (toleransi akut)
Idiosinkrasi adalah efek obat yang lain dari biasa, ringan atau berat tergantung
dosis. Disebut juga metareaksi.
Farmakokinetik adalah bagian dari farmakologi yang mempelajari perjalanan obat didalam
tubuh, mulai dari absorpsi, distribusi, metabolisme (biotransferasi),dan ekskresi.
Farmakodinamik merupakan bagian dari farmakologi yang mempelajari efek obat pada
organ tubuh, baik pengaruhnya secara fisiologik maupun biokimia.

3.

Sebutkan cara-cara pemberian obat


- Oral
- Transdermal
- Subkutan

:
- Sublingual
- Vaginal
- Intradermal

- Rektal
- Intranasal
- Intramuskular

- Topikal
- Intratekal
- Inhalasi

4.

Farmakokinetik mempelajari : A. Absorpsi


B. Distribusi
C. Metabolisme/biotransformasi D. Ekskresi

5.

Metabolisme adalah proses perubahan struktur kimia obat dalam tubuh manusia sehingga
obat
menjadi polar, larut dalam air, dan inaktif sehingga dapat diekskresi. Disebut juga sebagai
proses biotransformasi

6.

Sebutkan reaksi biokimia yang terjadi pada obat dalam proses biotransformasi :
Fase I : - reaksi oksidasi
- reduksi
- hidrolisis
Fase II : - reaksi sintetik
- glukoronidasi

7.

Sebutkan enzim-enzim yang berperan dalam biotransformasi:


- Enzim mono oksigenase
- glukoronil transferase

8.

Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi obat :


- Sifat fisikokimia obat
- Aliran darah
- Ikatan obat dengan
- Sawar/barrier (misalnya: sawarah darah otak)

9.

Nama : Joffrey Itaar; Joice Salu; Junarto Butarbutar; Kaida Setyarini; Karolin
Sebutkan alat ekskresi obat. Alat ekskresi obat dapat melalui saluran kencing (urethra), paruparu, kulit (melalui keringat), air mata, air liur, dan ASI.

10.

Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekskresi : filtrasi diglomerulus, sekresi aktif


ditubulus proksimal, dan reabsorpsi pasif di tubulus distal.

11.

Apa yang dimaksud dengan bioavailabilitas :


Adalah % obat yang mencapai sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh atau aktif terhadap
dosis yang diberikan serta kecepatannya.
Bioavailabilitas dipengaruhi : (5) Kelarutan obat
(7) Stabilitas kimia

12.

(6) Sifat kimia obat


(8) Adanya metabolism lintas
pertama

Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi bioavailabilitas dilihat dari :


a. Obatnya : bila partikel obat tersebut halus, serta kelarutan obat tinggi maka
penyerapannya lebih baik. Obat yang hidrofilik akan sulit diabsorpsi sedangkan obat yang
lipofilik lebih mudah.
b. Penderita : pemberian obat secara oral akan diabsorpsi di saluran cerna melalui dinding
usus halus kemudian masuk peredaran darah dan masuk ke hati melalui vena porta. Di hati
akan terjadi metabolism lintas pertama sehingga bioavailabilitas obat tidak 100%.

13.

Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan kadar obat dalam plasma menjadi tinggal
separuhnya (direduksi menjadi 50%)
Waktu paruh digunakan untuk menentukan interval dan dosis terapi pada banyak obat

14.

Apa yang dimaksud dengan reseptor obat : merupakan tempat kerja obat pada sel dan
biasanya berupa komponen makromolekul fungsional yang dapat berinteraksi dengan obat
secara spesifik.

15.

Sebutkan obat yang kerjanya tidak diperantarai reseptor :


- Berdasarkan sifat osmotik (contoh: obat-obat diuretik osmotik)
- Berdasarkan sifat asam-basa (antasid, ammonium klorida, natrium bikarbonat, &
antiseptik)
- Zat perusak non spesifik (banyak untuk antiseptic dan desinfektan)
- Anastetik umum yang mudah menguap ( eter, halotan, & enfluran)

16.

Jelaskan mengenai antagonisme : yaitu efek yang timbul berupa penghambatan (blockade) dari zat
endogen tubuh . Secara farmakodinamik ada 2 jenis antagonism yaitu :
a. antagonis fisiologik yaitu melalui sistem fisiologik yang sama, tetapi memilki reseptor
yang berbeda. Misalnya reaksi anafilaksis karena histamine dapat diantagonisir dengan
adrenalin.
b. antagonis kompetitif yaitu antagonis yang mengikat reseptor ditempat ikatan agonis,
dapat digeser bila kadar agonis tinggi. Contoh: histamine & antihistamin.

17.

Apa yang dimaksud dengan first-pass effect : eliminasi obat oleh enzim di dinding usus dan
atau hati pada lintas pertama pemberian oral

18.

Sebutkan hal-hal istimewa pada pemberian obat secara intravena


Tidak mengalamai absorbsi kadar darah diperoleh langsung cepat dan tepat

19.
20.

Nama : Joffrey Itaar; Joice Salu; Junarto Butarbutar; Kaida Setyarini; Karolin
Apa yang dimaksud dengan margin of safety ?
hubungan antara dosis terapi dan dosis obat yang menimbulkan efek toksik
Apa yang dimaksud dengan indeks terapeutik ?
Bagaimana hubungannya dengan batas aman ?
Indeks antara dosis terapi dan dosis obat yang menimbulkan efek toksik
Semakin besar indeks terapi maka semakin besar batas aman obat (obat ideal)

Obat-obat otonom
Mei 2014
1.

Fungsi saraf :
Mengoordinasi dan mengorganisasi fungsi system tubuh mentransmisi impuls
Menyalurkan impuls ke organ efektor

5.

Bagaimana efek Ach terhadap :


Lambung peningkatan as.lambung dan enzim pencernaan
penis ejakulasi
mata kontraksi otot iris dan siliary
ganglion denyut jantung menurun
kelenjar stimulasi sekresi
kandung kemih kontraksi otot detrusor, trigone dan sphincter relaksasi

6.

Efek prostigmin / DFP terhadap mata adalah : lingkari yang benar lebih dari 1 )
a. miosis b. daya akomodasi menurun c. midriasis d. daya akomodasi meningkat

7.

Farmakodinamik prostigmin :
a. miosis
b. meningkatkan peristalsis
d. efeknya dapat diatasi dengan atropin

c. meningkatkan kontraksi lambung

8.

Indikasi prostigmin : a. dasar pengobatan meteorismus c. meningkatkan peristaltic usus


b. penggunaan pasca bedah
d. atonia otot polos sal.cerna dan
kandung kemih

9.

Sebutkan efek farmakodinamik antikolinesterase pada sambungan saraf otot :


Memperlihatkan efek nikotinik pada otot rangka, otot rangka terangsang, tremor, fibrilasi
otot, kejang dalam keadaan keracunan

10.

Insektisida organofosfat termasuk golongan : antikolinesterase

Nama : Joffrey Itaar; Joice Salu; Junarto Butarbutar; Kaida Setyarini; Karolin
Tanda-tanda keracunan : mata hiperemis dan miosis, bronkokonstriksi, laringuspasme,
peristaltic usus : muntah dan diare, otot: tremor, fibrilasi otot, kejang pengeluaran sekresi,
bersin, sekresi saliva berebihan.
11.

Terapi intoksikasi atropine : Fisostigmin


Efek samping atropin : mulut kering, penglihatan kabur, takikardia, konstipasi, SSP: gelisah,
bingung, halusinasi, delirium

12.

Alkaloid beladona mengandung


atropine dan skopolamin
Gejala intoksikasi pusing, mulut kering, tidak dapat menelan, sukar berbicara, saliva
kurang, midriasis (fotofobia), kulit panas, kering, suhu badan meningkat, TD meningkat,
perut kembung, bising usus hilang, sulit berkemih (ISK), SSP: bingung, otot tidak
terkendali, mengigau.

13.

Metoklopramid termasuk golongan : adrenergic non katekolamin


efek farmakodinamiknya : memperpendek waktu pengosongan lambung
indikasi : pasien dengan gejala gastropharesis, pasien kemoterapi, pasien yang mual dan
muntah yang hebat.

18.

Adrenergik / simpatomimetik : prototip adrenalin


farmakodinamiknya : perangsang SSP
ionotropik, kronotroprik, dromotropik,
automatisitas. Midriasis, tekanan intraokuler menurun, alpha 1
vasokontriksi visceral, beta 1 vasodilatasi otot rangka
efek sampingnya:

gelisah, nyeri kepala berdenyut, tremor, palpitasi, aritmia ventrikel,


angina pectoris

indikasinya : reaksi anafilaksis, merangsang jantung pada pasien henti jantung asma
memperpanjang masa anestetik local, menghentikan perdarahan kapiler
kontraindikasi pada pasien beta bloker non selektif karena kerja yang tidak terimbangi pada
reseptor alpha, pembuluh darah menyebabkan hipertensi berat dan
pendarahan otak.
19.

Obat adrenergik lain efedrin


penilpropanolamin
fenilefrin
dopamine
dobutamin

20

indikasinya utamanya
naiknya TD, asma bronchial
naiknya TD, dekongestan
.
.
.

amfetamin menunda kelelahan,


salbutamol bronkodilator
terbutalin
.
Isoproterenol

Antiadrenergik / simpatolitik : alfa beta bloker


Yang termasuk :
alfa 1 bloker : prazosin
indikasinya :

doksazosin

hipertensi, penyakit vascular perifer


menghambat otot polos prostat

efek samping: hipotensi postural

tamsulozin

alfuaozin

kontrol TD, hipertrofi prostat


menghambat otot polos prostat

hipotensi ortostatik hipotensi

hipotensi

Nama : Joffrey Itaar; Joice Salu; Junarto Butarbutar; Kaida Setyarini; Karolin

1.

Yang termasuk bloker :

nadolol
atenolol

blokade beta-1 menimbulkan :

penurunan denyut jantung dan autositas sel jantung

blokade beta-2 menimbulkan :

bronkodilatasi, menghambat tremor, relaksasi uterus,


penurunan kadar K+ plasma, menghambat vasodilatasi

efek samping :
indikasi :
B.

propanolol
timolol
acebutolol
pindolol

gagal jantung, bronkospasme, gangguan sirkulasi perifer, bradiaritmia,


gejala putus obat

hipertensi, angina pectoris, aritmia, infark miokard, gagal jantung sistemik,


glaucoma

SSO
Kerja sistem saraf simpatis terhadap :
pembuluh darah kulit menimbulkan efek
vasokonstriksi; jantung peningkatan denyut jantung;
saluran cerna penurunan kontraksi;
mata pupil melebar
Kerja parasimpatis terhadap: pupil miosis; genital pria ereksi kuat;
saluran cerna
menjadi aktif dengan mempermudah pengosongan lambung dan kandung kemih;
bronchus/trachea kontraksi
Proses sintesis NE :

tirosin Dopa dopamin NE

.
Pirenzepin bekerja pada reseptor M1
indikasinya Ulkus Peptikum
Suksinilkolin termasuk golongan : penghambat transmisi neuromuskular
dianjurkan dalam anastesi

indikasinya:

Sebutkan urutan terjadinya paralysis otot setelah pemberian d-tubokurarindw21


d-tubokukarin menduduki reseptor nikotinik otot (Nm) menghalangi interaksi dengan
Ach depolarisasinya menurun tidak melewati ambang rangsangan tidak menghasilkan
potensial aksi otot dan kontaksi otot tidak terjadi paralisis
Pilokarpin termasuk golongan obat kolinergik
indikasinya : glaukoma (tetes
mata), diaforetik dan peningkatan saliva pada xerostomia
Sebutkan obat-obat kolinergik yang digunakan untuk glaukoma : pilokarpin, karbakol, timolol,
propanolol
Obat

reseptor

indikasi utama

propranolol

1, 2

hipertensi,angina pectoris,aritmia

Timolol

1, 2

Metoprolol
Labetalol
Fentolamin

2
1, 1, 2
1, 2

hipertensi,pasca infrak miokar,


glaukoma
hipertensi, angina pectoris
hipertensi
diagnosis feokromositoma

E.S
Mual,muntah,
diare
IM akut
hipotensi berat

Prazosin

Nama : Joffrey Itaar; Joice Salu; Junarto Butarbutar; Kaida Setyarini; Karolin
1
hipertensi
hipotensi
ortostatik

Dantrolen termasuk golongan penghambat excitation-contraction coupling


: mengurangi spasme otot akibat kerusakan otak atau medulla spinalis.
Sebutkan beta-bloker yang selektif

indikasi

atenolol, bisoprolol, asebutolol.

Sebutkan beta-bloker yang tergolong partial-agonis / intrinsic simpathomimetic activity (ISA)


Pindolol, alprenolol, oksprenolol, karteolol.
Sebutkan beta-bloker yang digunakan untuk glaucoma timolol, kerteolol, betaksolol,
levobunolol, metipranolol, leobetaksolol.
Sebutkan obat-obat yang digunakan untuk miastenia gravis prostigmin (neostigmin),
piridostigmin.
1. A.
2. D.

Reseptor obat sebagian besar terletak di :


a. membran sel b. nukleolus
c. nukleus sel

d. mitokondria

e. semua benar

Cara pemberian obat di bawah ini dapat menghindari proses absorpsi :


a. subkutan
b. intramuskular c. sublingual
d. intravena
e. per rektal

3. E. Respons penderita terhadap obat dipengaruhi oleh keadaan di bawah ini, KECUALI
a. penyakit hati
b. penyakit ginjal
c. faktor genetik
d. interaksi
e. efek samping
4. E. Obat tersebut di bawah ini tidak bekerja melalui reseptor :
a. propranolol
b. atropin
c. morfin
d. antihistamin
5. C.
6. A.

e. antasid

Pada pemberian oral, absorpsi terutama terjadi di :


a. mulut
b. lambung
c. usus halus
d. usus besar

e. kolon

Takifilaksis mirip dengan :


a. toleransi
b. idiosinkrasi

e. adiksi

c. habituasi

d. hipersensitivitas

7. A.

Obat yang digunakan untuk mengatasi keracunan antikolinesterase ialah :


a. atropin
b. fisostigmin
c. adrenalin
d. edrofonium
e. kortison

8. A.

Kontraindikasi penggunaan obat-obat antikolinergik :


a. glaukoma b. hiperperistaltik usus
c. bradikardia

9. C.

d. ulkus peptik

Obat tersebut di bawah ini termasuk golongan adrenergik, KECUALI :


a. terbutalin
b. salbutamol
c. skopolamin
d. fenilefrin

10. E. Simpotomimetik yang lazim digunakan untuk kongesti hidung adalah :


a. epinefrin
b. adrenalin
c. terbutalin
d. amfetamin
11. B. Yang tidak termasuk efek adrenergik :
a. vasokonstriksi pembuluh darah mukosa
b. peningkatan kadar gula darah
12. E. Propranolol dikontraindikasikan pada :
a. angina pektoris
b. hipertensi
c. migren

c. bronkodilatasi
d. bronkodilatasi
d. takiaritmia

e. parkinson
e. amfetamin
e. fenilefrin
d. midriasis

e. asma bronkial

Nama : Joffrey Itaar; Joice Salu; Junarto Butarbutar; Kaida Setyarini; Karolin
13. C. Pengaruh hambatan atropin sangat kecil pada kelenjar :
a. saliva
b. air mata
c. pankreas
d. bronkus

e. keringat

14. B. Proses biotransformasi obat :


1. secara umum mengubah obat menjadi bentuk yang lebih hidrofilik
2. terutama berlangsung di hati
3. mengubah obat dari bentuk non ion menjadi bentuk ion
4. selalu mengubah obat dari bentuk aktif menjadi bentuk inaktif
15. D. Pernyataan di bwah ini benar mengenai obat :
1. semua bekerja lewat reseptor
2. semua obat harus mengalami absorpsi sebelum didistribusi
3. semua obat dibuat tidak toksik
4. dapat mengubah fungsi organ secara kualitatif
16. A. Absorpsi obat tergantung pada :
1. luas permukaan
2. konsentrasi obat

3. sirkulasi

17. C. Reaksi biokimia di bawah ini termasuk fase I :


1. oksidasi
2. hidrolisis
3. reduksi

4. umur penderita
4. asetilasi

18. B. Yang tersebut di bawah ini merupakan sifat-sifat saraf otonom


1. sinaps dalam ganglion yang letaknya diluar SSP
3. tidak menginervasi otot rangka
2. tidak membentuk pleksus diluar SSP
4. tidak mempunyai sarung mielin
19. A. Efek samping yang mungkin timbul pada penggunaan penghambat beta :
1. bradiaritmia
2. gagal jantung
3. bronkospasme
4. glaukoma
20-22

Cocokkanlah istilah dengan pernyataan di bawah ini :


a. farmakokinetik
b. hiperreaktif
c. toleransi

d. adiksi

e. farmasi

20. E.
21. C.
22. B.

mempelajari cara membuat, menyimpan, formulasi dan menyediakan obat


untuk mendapatkan efek yang sama untuk beberapa waktu, dosis obat harus ditingkatkan
individu yang memberikan respons dapa dosis yang lebih kecil dari dosis lazim

23-24

Hubungkanlah neurotransmitor di bawah ini dengan tempat kerjanya


a. asetilkolin b. adrenalin
c. serotonin
d. dopamin

23. E.
24. A.
33-35.

ganglion simpatis
ganglion parasimpatis

30. D. ujung saraf adrenergik


31. A. ujung saraf kolinergik

Hubungkanlah obat di bawah ini dengan cara kerjanya :


a. atropin
b. prostigmin
c. propranolol

25. B. meningkatkan penglepasan norepinefrin


26. C. menghambat reseptor adrenergik
27. A. menghambat reseptor kolinergik

e. norepinefrin

d. efedrin

e. reserpin