Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MATA KULIAH

TEORI KEPRIBADIAN
Dosen Pengampu
Reni Tri Herdiani M.Pd

TEORI KOGNITIF MENURUT GEORGE A. KELLY


Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah teori kepribadian
Oleh :
1. Eka Nur Afriliati (1115500026)
2. Putri Dian Kamelia (1115500066)
3. Fauzi Immanudin (1115500031)

PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2016

Teori kognitif George A. Kelly

A. Pribadi George A. Kelly


Teori kepribadian ini menekankan pada cara-cara dalam mengkontruksi yaitu
mempersepsi menafsirkan, mengurai dan menafsirkan peristiwa di sekitar mereka.
George A. Kelly lahir tahun 1905 di Perth,Kansas. Dia adalah anak tunggal dari
keluarga yang taat agama karena ayahnya adalah seorang pemuka agama. Dia belajar
di bidang sosiologi dan perburuan pada tahun 1930 di university of Edinburgh,
Scotland . selain itu dia juga mendalami bidang oratory, public speaking, dramatic
serta pemerintahan. Awal ketetarikan pada psikologi setelah membaca artikelnya
Freud. Kemudian mempelajari psikologi selama 9 bulan dan berhasil meraih gelar
doctoral dari universitas IOWA. 12 tahun mendalami bidang pendidikan dan
mengembangkan konseling klinis di Kansas barat. Setahun mengabdi di university of
mayland lalu pindah dan menggantikan Carl Rogers di Ohio State University sebagai
kepala pelatihan klinis. Mendapatakan strata 1 di Friends University Kansas dan Park
College di Missouri. Pasca sarjananya di university Of Kansas, university of
Minnesota dan University of Edinburgh. Dia mendapat gelar Ph.D di state university
IOWA tahun 1931 kemudian menjadi direktur psikologi klinis di Ohio state university
da Bradeis university. Dia mengembangkan klinik berjalan di Kansas dan menjadi
psikolog terbang selama perang dunia II. Dia meninggal pada tahun 1967.
a. Pandangan tentang manusia
1. Manusia adalah scientist yang mencoba untuk memprediksi dan mengontrol
fenomena atau tingkah laku.
2. Manusia itu bebas (free) tetapi juga terkungkung (determined). Sistem kontruk
individu di lengkapi dengan kebebasan untuk mengambil keputusan (freedom of
decision) dan keterbatasan bertindak (limitation of action), sebab dia tidak dapat
membuat pilihan di luar alternatif-alternatif yang di tetapkan.
b. Pandangan Kelly terhadap ilmu kepribadian
Kelly mendasarkan teori kepribadiannya pada pandangan tentang ilmu pengetahuan
dan karakteristik penyelidikan ilmiah yang eksplisit. Pandangan Kelly (dan banyak
ilmuan sains kontemporer dan filsuf sains seperti Proctor dan Capaldi, 2001 dalam
pervi 2010) adalah benar versus salah bukanlah pertanyaan yang tepat tentang teori

ilmiah. Masalahnya adalah semua teori yang kompeks dan terformulasi dengan baik
cenderung seakan-akan itu benarpada satu sisi tetapi tidak pada sisi yang lain.
Gagasan menilai teori berdasarkan kegunaan dalam membuat prediksi memiliki
implikasi signifikan. Teori yang berbeda biasanya memungkinkan orang utuk
membuat tipe prediksi yang berbeda. Dengan demikian tiap teori yang berbeda
memiliki kegunaan yang berbeda. Kelly menyebutkan Constructive Alternativs
( alternativisme kontrukstif) : kontruk ilmiah alternative yang dapat memberikan
pandangan yang berguna tentang dunia. Menurut pandangan ini, tidak ada realitas
objektif atau kebenaran absolut yang harus diungkap. Demikian terdapat upaya untuk
menginterprestasikan peristiwa dengan tujuan untuk menginterprestasikan fenomena
untuk memahaminya akan selalu ada pilihan konstruksi alternative. Dalam pandangan
Kelly upaya sains kepribadian tidak berkaitan dengan pengungkapan kebenaran seprti
apa yang di isyaratkan oleh freud, mengungkap suatu dalam pikiran yang sebelumnya
terpendam. Sains kepribadian merupakan upaya untuk memperbanyak sistem kontruk
ilmiah yang berguna dalam memprediksi peristiwa.
Menurut Kelly suasana hati invitasional inilah yang memunginkan kebebasan
mengembangkan hipotesis kreatif. Sebuah teori memiliki Range Of Convenience
(rentang kenyamanan) yang mengindikasikan batasan fenomena yang dapat di
tanggung oleh teori tersebut dan Focus Of Convenience (fokus kenyamanan)
mengindikasikan titik dalam ikatan tersebut tempat di mana teori tersebut bekerja
baik.
Komponen dari pandangan Kelly tentang sains :
1. Tidak ada realitas objektif dan tidak ada fakta. Teori yang berbeda memiliki
konstruksi fenomena yang berbeda. Teori ini juga memiliki rentang kegunaan
yang berbeda dan focusmanfaat yang berbeda.
2. Teori-teori harusnya memicu riset. Akan tetapi penekanan ekstrem pada
pengukuran dapat membatasi dan menimbulkan pandangan konsep sebagai
sesuatu bukan ada respentasi.
3. Metode klinis itu berguna karena menghasilkan ide baru dan fokus pada persoalan
penting
4. Teori kepribadian yang baikharus bisa membantu kita utuk memecahkan masalah
manusia dan masyarakat.
5. Teori di desain untuk di modifikasi dan di tinggalkan.

B. Struktur kepribadian
Teori kepribadian Kelly memiliki dasar terkait dengan pikiran individu(kognitif)
teorinya menekankan pada pedekatan idiographic dan orientasinya yang telelogis.
Teori Kelly hampir mirip dengan teori Adler bahwa manusia tidak di atur oleh realita
akan tetapi membuat tujuannya sendiri berdasarkan cara individu memaknai
peristiwa.
Struktur kepribadian manusia adalah sistem konstruknya. Konstruk merupakan
cara menafsirkan dunia atau lingkungan. Konstruk merupakan konsep yang di
gunakan individu dalam menafsirkan, mengkategorisasikan dan mempetakan tingkah
laku. Suatu hal penting yang perlu di catat dari Kelly adalah bahwa dia memandang
semua konstruk di kotomus masing-masing mempunyai persamaan dan perbedaan.
Dalam mengkonstruksi peristiwa dapat di gunakan konstruk dari segi kualitas dan
kuantitasnya. Kelly mengukuhkan bahwa konstruk itu tersusun dari dari dua kutub
atau kombinasi :persamaan perbedaan.hal ini menunjukan kita tidak dapat memahami
hakikat konstruk seorang apabila dia hanya menggunakan kutub persamaan atau
perbedaan saja. Kita tidak akan tahu konstruk seseorang sehingga memahami
peristiwa-peristiwa yang menyertainya dan pandangan dia tentang peristiwa
itu,apakah dia memandang peristiwa itu bertentangan dengan konstruk yang telah di
milikinya. Ada dua tipe konstruk yang di gunakan oleh Kelly untuk membahas
elemen yang di gunakan manusia sebagi sadar atau bawah sadar yaitu :
1. Konstruk verbal yang di ekspresikan dengan kata.
2. Konstruk preverbal yang di gunakan ketika orang sudah tidak memiliki kata untuk
mengekspresikannya.
Setiap konstruk dalam sistem pada diri kita juga memiliki rentang kenyamanan dan
fokus kenyamanan yaitu sebagai berikut :
1. Rentang kenyamanan adalah semua peristiwa dimana pengguna mersa
konstruknya berguna.
2. Fokus kenyamanan adalah semua peristiwa di mana aplikasi dari konstruk
tersebut bermanfaat secara penuh.
Konstruk dapat di kategorikan dalam berbagai variasi yaitu sebagai berikut :
1. Core (inti) konstruk dasar dari fungsi individu
2. Peripheral (pinggir, luar) konstruk yang dapat di ubah tanpa modifikasi mendasar,
serius dari konstruk inti

3. Permeable (dapat di tembus) konstruk yang terbuka dapat menerima elemenelemen baru.
4. Impermeable (tidak dapat tembus atau tertutup) konstruk yang menolak elemenelemen baru.
5. Tight ( rapat atau erat) konstruk yang tidak merubah-ubah prediksi.
6. Loose (longgar) konstruk di mana individu mengharapkan suatu hal dalam satu
waktu dan hal yang berbeda dalam kondisi yang sama.
7. Verbal konstruk yang mempunyai simbol kata yang konsisten atau tetap.
8. Preverbal konstruk di mana individu belum mempunyai simbol kata yang
konsisten. Konstruk ini di alami atau di belajari individu sebelum perkembangan
(masa bayi atau kanak-kanak awal).
Konstruk di gunakan individu untuk menafsirkan dan mengantisipasi peristiwaperistiwa yang terorganisasi sebagai sebagian dari sistem. Konstruk-konstruk dalam
sistem di atur dalam kelompok-kelompok untuk menurngi ketidakcocokan dan
ketidaksenjangan. Konstruk-konstruk dalam sistem tersusun secara hirarki yaitu
superordinate (termasuk konstruk bimbingan dan konseling karir lain yang berbeda
dalam konteksnya) dan subordinate (satu konstruk yang di masukan ke dalam konteks
bimbingan dan konseling karir superordinate). Teori konstruk menekankn keterkaitan
antara bagian-bagian fungsi individu yaitu adanya penafsiran tigkah laku. Seorang
menggunakan konstruk untuk manafsirkan lingkungannya dan mengatisipasi
(menghipotesis) peristiwa-peristiwa yang mungkin di alaminya. Sehubungan dengan
hal di atas apabila ingin mengetahui pribadi seseorang maka prlu di ketahui
bagaimana di menggunakan konstruk di lingkungannya. Untuk mengetahui konstruk
atau pemikiran seseorang Kelly menyarankan ask him; he my tell you
Tipe struktur kepribadian menurut Kelly yang di sebut corollary :
1. Construction corollary : manusia mengantisipasi masalah dengn membentuk
replikasi (pada peristiwa yang temanya sama)
2. Individuality corollary : manusia berbeda-beda dalam membuat konstruk atas
peristiwa yang sama (tergantung interpretasi masing-masing).
3. Organization corollary ; manusia cenderung untuk mengatur konstruk
individualnya berdasarkan pandanganya terhadap hubungan antar konstruk itu
(hirarki).
4. Dichotomy corollary : sistem konstruk manusia terdiri atas jumlah konstruk
dikotomis atau bipolar.

5. Choice corollary : manusia memilih sendiri alternative dari konstruk di kotomis


tersebut berdasarkan keinginan untuk memperjelas atau memperuas sistem
konstruknya (security/adventure)
6. Range corollary : suatu konstruk hanya bisa di gunakan untuk mengantisipasi
peristiwa tertentu saja (ada yang dapat di gunakan dalam berbagai situasi atau
orang ada juga yang hanya dapat di gunakan dalam situasi tertentu)
7. Experience corollary : sistem konstruksi manusia manusia berubah sebagai hasil
dari pengalaman manusia yang berubah.
C. Proses (dinamika) kepribadian
Dalam proses memandang tingkah laku manusia Kelly tidak mendasarkan kepada
teori tradisional tentang motivasi. Kelly tidak mengkonstruk tingkah laku (behavior)
dalam istilah-istilah motivasi, drives, dan needs. Istilah-istilah itu menggambarkan
bahwa manusia itu kaku padahal manusia itu pada dasarnya adalah aktif, organisme
hidup dan berjuang.
Dalam hal ini Kelly merumuskan suatu postulat atau asumsi bahwa proses seseorang
itu secara psikologis di jembatani oleh cara dia mengatisipasi peristiwa.
Postulat tersebut mengimplikasikan bahwa :
1. Individu mencari atau menyusun prediksi
2. Individu mengatisipasi peristiwa.
3. Individu mengapai masa depan melalui jendela masa kini.
Dalam pengalaman sehari-hari individu mengobservasi peristiwa-peristiwa itu
dari segi kesamaan dan perbedaanya kemudian mengembangkan menjadi konstruk.
Kelly berpendapat bahwa yang menyebabkan individu berperilaku yaitu individu
memilih alternative bagi dirinya dalam konstruk yang di kotomus (similar-kontras)
dengan mengatisipasi kemungkinan yang lebih besar untuk memperluas atau
mempersempit (membatasi) sistem konstruknya.
Individu memilih tingkah laku tertentu karena dia percaya bahwa hal itu
merupakan kesempatan yang paling baik untuk mengantisipasi masa depan. Kelly
mengajukan suatu model : C P - C cycle (Circumspection-Premition-Control
Cycle). Dalam model ini individu pertama-tama mengkonstruk lingkungannya
dengan berhati-hati yaitu individu memulai kegiatannya dengan mempertimbangkan
sejumlah konstruk yang berbeda dalam kaitannya dengan situasi yang di persepsinya.
Kemudian individu memilih di antara konstruk yang sesuai. Dalam fase ini individu
mempersempit konstruk-konstruk alternative hingga sampai kepada satu konstruk
yang sangat relevan dengan dengan situasi. Dalam fase ini pula kondisi-kondisi di

pertimbangkan untuk pilihan terakhir (bertindak). Pilihan terakhir di proses di buat


pada fase control ini pilihan ini di buat di dasarkan pada estimasi bahwa konstruk
alternative itu lebih cocok untuk memperluas dan mendefinisikan sistem konstruk.jika
pilihan akhir itu tidak konsisten dengan sistem konstruknya maka di ganti dengan
yang lain. Jika konsisten maka prediksi dapat di ajukandan konstruk dapat di sahkan.
Setelah itu individu harus menngembangkan konstruk baru atau menghilangkan
konstruk lama dan memasukan prediksi pada peristiwa yang terjadi. Gangguan
psikologis pada masa kini tidak di pengaruhi oleh pengalaman masa kecil atau
kejadian di masa depan karena sistem konstru ada di masa kini. Orang tidak sehat
memiliki sistem konstruksi yang kompleks namun konstruksi tersebut sering gagal.
Kegagalan ini bisa berupa terlalu tidak dapat di tembus akan menyebabkan seorang
menjadi pribadi yang kaku dan tidak mampu menerima pengalaman baru sehingga
gagal menyesuaikan dengan dunia nyata. Terlalu fleksibel

akan menyebabkan

seorang menjadi pribadi yang tidak konsisten, disorganisasi, mudah di pengaruhi oleh
kegiatan sehari-hari yang tidak di harapkan.
Kelly mengidentifikasi gangguan manusia dalam empat elemen yaitu sebagai berikut
:
1. Ancaman (Threat) : individu merasa terancam apabila dia merasakan perubahan
komprehensif yang signifikan pada sistem konstruknya, sehingga tidak jarang dia
memiliki persepsi bahwa konstruk dasarnya dapat di jatuhkan tergantikan oleh
konstruk personal baru, persepsi tersebut yang akhirnya menjadi ancaman.
2. Ketakuan (Fear) : muncul ketika individu mendapati konstruk baru pada sistem
konstruknya.
3. Kecemasan (Anxiety) : suatu pengenalan bahwa peristiwa yang di kofrontasikan
kepada individu terletak di luar daerah sistem konstruknya.
Seorang merasa terancam manakala dia merasa tejadi goncangan dalam sistem
konstruknya. Rasa cemas dan ancaman merupakan kesadaran yang kritis bagi
organisme. Individu senantiasa berusaha melindungi dirinya dari kecemasan dengan
berbagi cara. Konsep anxienty dan treat merupakan dimensi baru pandangan Kelly
tentang manusia. Dinamika berfungsinya konsep-konsep tersebut dapat di lihat dari
saling mempengaruhinya di antara keinginan (wish) individu untuk memperoleh
sistem konstrukya dengan keinginan untuk menghindari ancaman yang merusak

sistem konstruknya. Terdapat dua kemungkinan respon individu terhadap anxiety


yaitu
1. Submerge (meredamkan) satu ujung dari dimensi konstruk agar dapat
mempersepsi peristiwa secara familier dan nyaman.
2. Suspend menghentikan atau menunda elemen-elemen yang tidak baik bagi
konstruk.
Respon yang terakhir ini di pandang sama dengan konsep psikoanalitik yaitu
represi. Demikian individu dalam menghadapi anxiety dia mungkin bertindak dengan
cara yang akan membuat konstruknya atau sebagian konstruknya tidak tersedia untuk
verbalisasi.
Sebagai kesimpulan dari pandangan Kelly tentang proses perilaku individu yaitu
sebagai berikut :
1. Perilaku individu tidak di latarbelakangi oleh kekuatan motivasi.
2. Manusia berperiaku seperti scientist dalam mengkonstruk peristiwa, membuat
prediksi, dan mencari perluasan sistem konstruknya. Tetapi kadang-kadang tidak
seperti scientist, individu merasa begitu cemas karena ketidakpahamannya dan
merasa begitu terancam karena ketidak familiarannya akan peristiwa yang di
hadapinya. Individu berperilaku seperti scientist yang baik maka dia akan mampu
memiliki suasana hati yang nyaman dan membuka sistem konstruk pada peristiwa
yang beragam, yang mengatur hidupnya.
D. Perkembangan kepribadian
Berdasarkan pengamatan sechrest (1963) Kelly tidak pernah menemukakan secara
eksplisit tentang sistem konstruknya yang asli. Kelly menyatakan bahwa konstrukkonstruk itu berasal dari usaha mengkonstruksi jawaban atas peristiwa apa yang
terjadi. Dia telang mengkolaborasikan berbagai jenis peristiwa sehingga terjadinya
konstruk yang berbeda seperti konstruk permeable da impermeable, sistem konstruk
sederhana dan sistem konstruk rumit. Kelly berasumsi bahwa perkembangan
seseorang berkaitan dengan usaha untuk memaksimalkan pemahaman dia terhadap
dunia melalui definisi berkelanjutan dan penjabaran dari sistem konstruknya. Dia
menolak padangan mechanistic learning individu tidak pasif dalam bereaksi dengan
lingkungan, sebaiknya mereka secara aktif, unik, sitematis, menafsirkan dan

menggunakan konstruksi untuk mengantisipasi peristiwa. Mereka menggunakan


pengalaman

sebelumnya

untuk

membuat

hipotesis

tentang

kemungkinan-

kemungkinan yang akan datang. Masalah faktor yang menentukan isi konstruk dan
komplektifitas sistem konstruk adalah suatu hal yang sangat penting. Hal ini erutama
karena adanya relevansinya dengan bidang pendidikan yaitu pendidikan akan mampu
mengembangkan sisem konstruknya yang kompleks, fleksibel dan adaptif.
E. Psyhopathology
Kelly mengemukakan teori psypathology mempunyai konsep-konsep yaitu sebagi
berikut :
1. Aggression : melibatkan elaborasi yang aktif bidang persepsi seseorang. Agresi
memiliki dua kutub yang ekstrim yaitu kutub inisiatif (penuh daya) dan kutub
yang kaku (inertia)
2. Hostility : melibatkan usaha berkesinambungan untuk memaksakan bukti-bukti
yang valid dari yang lain.
3. Guilt : kesadaran mengusir pribadi dari struktur inti. Guilt tidak melibatkan
kejahatan dan superego. Guilt merupakan pembuangan psikologis (pengasingan
psikis) dari struktur inti not morally wrong.
Kelly mendefinisikan psychopathology sebagai gangguan fungsi dalam
menggunakan sistem konstruk terhadap peristiwa. Gangguan dapat di artikan sebagai
konstruk pribadi yang di gunakan secara berulang-ulang karena perasaan dendam
yang tidak valid. Gangguan psikologis merupakan gangguan yang melibatkan anxiety
dan usaha individu di ulang untuk membangun kembali perasaan sehingga mampu
mengantisipasi peristiwa-peristiwa. Kelly berpendapat bahwa ada perasaan yang
menggangu komunikasi yaitu gangguan yang melibatkan anxiety. Seperti orang
neoretic yaitu orang-orang yang sangat binggung menemukan cara-cara baru dalam
mengkonstruk peristiwa yang kecil dan terkadang juga di atas peristiwa yang besar,
akan tetapi dia selalu mengusir anxiety. Orang normal juga mengalami anxiety juga,
tetapi dia memuka dirinya untuk mengurangi kebingungan dalam hubungannya
dengan revisi sistem konstruknya yang terus menerus. Dia menghindari kegagalan
dalam kekacauan anxiety dengan mempercayakan kepada superordinate dan
permeable dari sistem konstruknya.
Psychopathologi merupakan respon yang tidak sehat terhadap anxiety. Berikut bentuk
respon-respon itu :

1. Construction (menegangkan) : cenderung di temukan pada orang yang mengalami


depresi, orang yang terbatas interesnya, sempit atensinya tehadap hal-hal yang
kecil, orang yang sempit persepsinya untuk mengurangi hal yang berlawanan.
2. Dilation (memperlebar) : memperlebar persepsinya. Sering di temukan pada
perilaku orang yang mengalami manic ( kegemaran berlebihan) atau a flight ideas,
excessiveve motor activitaty.
3. Excessively Impermeable (inflexible) : kaku, sempit cara berpikirnya, menolak
rangsang dari orang lain yang bersifat kompulsif.
F. Implikasi Teori kepribadian Kelly Terhadap Bimbingan dan Konseling
Proses perubahan yang konstruktif di diskusikan oleh Kelly dengan maksud
sebagai upaya mengembangkan sistem konstruk yag lebih baik. Upaya itu dapat
dilakukan melalui bimbingan dan konseling yaitu poses bantuan klien dalam
mengembangkan prediksinya. Dalam bimbingan dan konseling klien di latih untuk
menjadi scientist yang baik. Dengan demikian bimbingan dan konseling dapat di
artikan sebagai suatu proses merekonstruksi sistem konstruk.
Menurut Kelly ada tiga kondisi yang mendukung bagi penmbentukan konstruk yaitu
sebagi berikut :
1. Atmosphere of experimentation : dalam bimbingan dan konseling di ciptakan
suasana nyaman dan adanya penerimaan atas hipotesa yang di ajukan. Dalam
terapi konstruk di kembangkan eksperimen di lakukan dan hipotesa di perbaiki
berdasarkan bukti-bukti yang empiris.
2. Provision of new elements : untuk erjadinya perubahan yang konstruktif
memerluka elemen-elemen baru yang relative tidak terikat kepada konstruk yag
lama. Elemen-elemen baru dapat di kenalakan kepada klien di ruangan bimbingan
dan konseling sebagai lingkunagn yang terlindngi. Konselor sendiri juga dapat
menampilkan elemen baru dalam berhubungan dengan klien, sehingga klien
dapat mengembangkan kontruk yang baru.
3. Validating data available : Memberikan kesempatan kepada klien untuk menguji
keabsahan data, sehingga dia mampu membentuk ataupun mengubah konstruknya
lebih konstruktif.
Dalam hubungan dengan penciptaan kondisis yang kondusif untuk terjadinya
perubahan dalam diri klien, Kelly mengembangkan teknik terapeutik khusus yaitu
fixed role therapy. Dalam teknik ini secara psikologis manusia adalah apa yang dia

tampakan, dan bahwa manusia itu adalah apa yang dia lakukan. Dengan teknik ini
klien di dorong untuk menampakan dirinya dalam cara-cara yang baru, berperilaku
yang baru, dan mengkonstruk dirinya dengan cara yang baru sehingga dia menjadi
manusia yang baru.

G. Kekurangan dan kelebihan teori George A. Kelly


Setiap teori pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah
kelebihan dan kekurangan teori kepribadian menurut George A. Kelly
1. Kelebihan :
a. Teori ini memberikan konstribusi besar dengan memunculkan nilai penting sistem
b.
c.
2.
a.
b.

kognisi dan kontruk kepribadian.


Pedekatan kepribadian yang menangkap keunikan individu secara umum.
Mengembagkan teknik penilaian baru ,menarik, dan eleven secara teori.
Kelemahan
Teori ini mengabaikan beberapa bidang penting seperti emosi dan motivasi.
Teori ini masihberada di luar riset utama berkaitan dengan psikologi kognitif

kepribadian.
c. Teori ini rendah sebagai pengarah tindakan karena Kelly sangat bergantung
kepada logika umum dalam praktek terapinya.

Daftar Pustaka

Yusuf ,Syamsy dan Nurihsan,A.Juntika.Teori Kepribadian, :PT. Remaja Rosdakarya.2008.


Feist, jess & feist,GJ.2010.Teori Kepribadian.Jakarta:Salemba Humanika

https://www.scribd.com/doc/234669745
Koswara,E.Teori-Teori Kepribadian.Bandung:PT. Eresco.1991