Anda di halaman 1dari 10

BAB III

STUDI KASUS
3.1 Kasus
Seorang laki-laki berusia 55 tahun klien mengeluh susah BAB dan sering BAK
di malam hari kurang lebih 2 minggu yang lalu, kemudian klien pergi ke RS.
Dr.Soetomo. Klien di diagnosa BPH sehingga harus dilakukan tindakan operasi.
Setelah dilakukan operasi klien masih harus dirawat inap selama 2 hari. Setelah
keadaan klien baik klien diperbolehkan pulang. Ketika sudah 1 minggu post op klien
mengeluh sakit waktu BAK. Pada saat dikaji, Klien mengatakan nyeri pada luka
operasi, klien tampak menyeringai, nyeri terasa sepereti terbakar, nyeri menjalar
sekitar perut, Nyeri di rasakan bertambah bila badan digerakan dan nyeri berkurang
bila badan diam. Skala nyeri klien 3 dari 5 intensitas nyerinya kurang lebih 10 menit.
Hasil Pemeriksaan Fisik TD : 120/80 mmHg HR

: 82 x/ menit RR: 18 x/menit

S: 36,8 C Kesadaran : Compos mentis GCS: 15 (E4, M6, V5), akral teraba hangat,
palpasi pada abdomen pada kuadran kiri teraba feses.
I.

Pengkajian
Identitas klien
Nama

: Tn. A

Umur

: 55 Tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Status Perkawinan

: Menikah

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: Wiraswasta

Agama

: Islam

No Medrek

: 246xxx

Tanggal masuk

: 2 Mei 2016

Tanggal pengkajian

: 7 Mei 2016

Diagnosa medis

: BPH

20

II.

Riwayat Penyakit Sekarang


a. Keluhan Utama
Nyeri di daerah luka operasi
P : adanya luka insisi (post-operasi)
Q : terasa seperti terbakar
R : di area luka post-operasi
S : skala 8 dalam rentang 1-10
T : meningkat saat melakukan aktivitas
b. Riwayat penyakit sekarang
Kurang lebih 2 minggu yang lalu klien mengeluh susah BAB dan sering BAK
di malam hari lalu klien pergi ke RS. Dr.Soetomo. Klien di diagnosa BPH
sehingga harus dilakukan tindakan operasi. Setelah dilakukan operasi klien
masih harus dirawat inap selama 2 hari. Setelah keadaan klien baik klien
diperbolehkan pulang. Ketika sudah 1 minggu post op klien mengeluh sakit
waktu BAK. Pada saat dikaji, Klien mengatakan nyeri pada luka operasi,
klien tampak menyeringai, nyeri terasa sepereti terbakar, nyeri menjalar
sekitar perut, Nyeri di rasakan bertambah bila badan digerakan dan nyeri
berkurang bila badan diam. Skala nyeri klien 3 dari 5 intensitas nyerinya
kurang lebih 10 menit.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien tidak mempunyai penyakit yang memberatkan dengan penyakitnya
sekarang.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga ada yang pernah mengalami / mempunyai penyakit yang sama
dengan klien yaitu ayah klien, dan tidak mempunyai penyakit yang sifatnya
genetik dan penyakit menular.

III.

Pemeriksaan Fisik
a.

Keadaan umum
TD : 120/80 mmHg
HR : 82 x/ menit
RR : 18 x/menit
S

: 36,8 C

Kesadaran

: Compos mentis

21

GCs : 15 (E4, M6, V5)


b.

Body System

1. B1 (Breathing
Pergerakan dada simetris, tidak ada suara napas tambahan, RR: 18x/menit
2. B2 (Blood)
Akral hangat, TD: 120/80 mmHg, Suhu: 36,8 C, Nadi: 82 x/ menit
3. B3 (Brain)
Klien tampak gelisah, kesadaran composmentis, GCS 456
4. B4 (Bladder)
Sakit saat BAK, nokturia, buli-buli tersa penuh,

minum air mineral

1500cc/hari, terapi cairan RL 1500cc/hari, produksi urin 3000cc/hari, urine


warna kuning keruh terpasang kateter.
5. B5 (Bowel)
Adanya luka bekas operasi pada abdomen, konstipasi, palpasi kuadran kiri
teraba feses, belum BAB selama 5 hari, nafsu makan menurun 3x/hari
setengah porsi, mual muntah, bising usus 6x/menit,
6. B6 (Bone)
Akral hangat, CRT <2 detik
IV.

Data Penunjang
Pemeriksaan Urine Lengkap pada tanggal 4 Mei 2016

Warna

Pcl : Asam dengan PH 6

Berat jenis : 1020

Protein : Negatif

Reduksi : Negatif

Keton : Positif

Urobilin : Positif / Normal

Bilirubin : Negatif

Sedimen : Leko / LPB : 0-2

: kuning keruh

Eri / LPB : Banyak


Cash / LPK : Negatif
Epc / Lpk : Beberapa mikro

22

Krist : sedikit amorphe uraten

Mikroorganisme : negatif

Ureum darah : 34,7

Kreatinin : 1,22

Asam urat : 6,4

V.

Analisa Data

No.
1.

Data

Etiologi
Prosedur pembedahan

DS :

Masalah
Nyeri akut

Klien mengatakan nyeri


di daerah luka operasi
DO :

Terputusnya

kontinuitas

jaringan

Ada Luka Operasi


Terpasang drainase

Mengeluarkan

Ekspresi

(bradikinin, serotonin, histamin,

wajah

mediator

kimia

prostaglandin)

menyeringai
Klien tampah gelisah
Skala nyeri 8 (1-10)
Intensitas 10 menit

Merangsang reseptor nyeri


Hipotalamus
Talamus
Cortex serebri

2.

Persepsi nyeri
Post operasi

DS
Klien mengatakan selama
di

rawat klien

belum

pola
Takut untuk bergerak

BAB selama 5 hari.


DO
Palpasi pada kuadran kiri

Gangguan
elimeiasi
BAB:

Mobilisasi peristaltik usus kurang Konstipasi


Absorbsi air berlebih di usus

bawah teraba feses keras.

23

Feses keras
Konstipasi
3.

DS
Klien

Prosedur invasif : kateter, irigasi Intoleransi


takut

bila

mau kandung kemih, insisi bedah, aktivitas

bergerak

infus

DO
Ada luka operasi

Takut karena situasi

Terpasang kateter
Terpasang

selang

draainase,

selang

irigasi kandung kemih,

Mobilisasi kurang
ADL di bantu

infus
Mobilisasi kurang
ADL di bantu
4.

DO

Prosedur pembedahan

Ada luka operasi di


abdomen
Luka/lubang drainase

Resiko
terjadinya

Adanya luka terbuka, Post Op, infeksi


Lubang irigasi, lubang drainage.

Luka/lubang irigasi
Pemasangan kateter

Kontinuitas jaringan rusak


Mikroorganisme mudah masuk

Resiko infeksi
VI.

Diagnosa Keperawatan yang muncul


1.

Nyeri akut berhubungan dengan post tindakan operasi

2.

Konstipasi berhubungan dengan fungsi:kelemahan otot abdominal, aktivitas


fisik tidak mencukupi

24

3.

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keterbatasan dalam aktivitas

4.

Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan adanya luka terbuka (prosedur


invasif ) .

25

VII.

Intervensi Keperawatan

No.

Diagnosa
Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Intervensi


Hasil

Nyeri
akut NOC
berhubungan dengan
post tindakan operasi Pain level
Pain control
Comfort level
Dengan
kriteria hasil :
1. Mampu mengontrol
nyeri
(tahu
penyebab
nyeri,
mampu
menggunakan
tehnik
nonfarmakologi
untuk mengurangi
nyeri,
mencari
bantuan)
2. Melaporkan bahwa
nyeri
berkurang
dengan
menggunakan
manajemen nyeri

2.

Konstipasi

NOC:

berhubungan dengan

fungsi:kelemahan
otot

NIC
Pain management
1. Lakukan
pengkajian
nyeri
secara
komprehensif termasuk
lokasi,
karakteristik,
durasi,
frekuensi,
kualitas
dan
faktor
presipitasi
2. Observasi
reaksi
nonverbal
dari
ketidaknyamanan
3. Kurangi
faktor
presipitasi nyeri
4. Pilih
dan
lakukan
penanganan
nyeri
(farmakologi,
non
farmakologi dan inter
personal)
5. Ajarkan teknik distraksi
nyeri.
6. Kolaborasi:
Kolaborasikan dengan
dokter
pemberian
analgesik
NIC :

Bowl

Manajemen konstipasi
-

Elimination

abdominal, Hidration

Aktivitas fisik tidak Setelah


mencukupi

tindakan

faktor-

faktor
konstipasi

keperawatan
-

pasien teratasi dengan


BAB

batas normal

dalam

Monitor

tanda-tanda

ruptur bowel/peritonitis
-

kriteria hasil:

yang

menyebabkan

dilakukan

selama . konstipasi

Pola

Identifikasi

Jelaskan penyebab dan


rasionalisasi

tindakan

pada pasien
26

Feses lunak
Cairan

dan

serat

dokter

adekuat

tentang

peningkatan

Aktivitas adekuat
Hidrasi adekuat

Konsultasikan dengan
dan

penurunan bising usus


-

Kolaburasi
tanda

jika

dan

ada
gejala

konstipasi

yang

menetap
-

Jelaskan pada pasien


manfaat
dan

diet

serat)

(cairan
terhadap

eliminasi
-

Jelaskan

pada

klien

konsekuensi
menggunakan laxative
dalam

waktu

yang

lama
-

Kolaburasi dengan ahli


gizi diet tinggi serat
dan cairan

Dorong

peningkatan

aktivitas yang optimal


-

Sediakan privacy dan


keamanan selama BAB

3.

Intoleransi aktivitas
NOC:
Berhubungan dengan Activity tolerance
keterbatasan aktivitas Kriteria Hasil :
1. Berpartisipasi dalam
aktivitas fisik tanpa
disertai peningkatan
tekanan darah, nadi
dan RR
2. Mampu melakukan
aktivitas sehari hari
(ADLs)
secara
mandiri
3. Tanda-tanda
vital

1.

2.
3.
4.

Berpartisipasi
dalam
aktivitas fisik tanpa
disertai
peningkatan
tekanan darah, nadi dan
RR
Mampu
melakukan
aktivitas sehari hari
(ADLs) secara mandiri
Keseimbangan aktivitas
dan istirahat NIC :
Observasi
adanya
pembatasan klien dalam
melakukan aktivitas
27

4.
5.
6.
7.
8.
9.

normal
Energy psikomotor
Level kelemahan
Mampu berpindah
dengan atau tanpa
bantuan alat
Status
kardiopulmonary
adekuat
Sirkulasi status baik
Status
respirasi
pertukaran gas dan
ventilasi adekuat

5.
6.
7.

8.

9.
10.

11.

12.

13.

14.

15.
4.

Resiko
infeksi NOC:
berhubungan dengan Risk control
prosedur invasif
Kriteria Hasil :
1. Klien bebas

Kaji adanya faktor yang


menyebabkan kelelahan
Monitor nutrisi dan
sumber energi yang
adekuat
Monitor pasien akan
adanya kelelahan fisik
dan
emosi
secara
berlebihan
Monitor
respon
kardivaskuler terhadap
aktivitas
(takikardi,
disritmia, sesak nafas,
diaporesis,
pucat,
perubahan
hemodinamik)
Monitor pola tidur dan
lamanya tidur/istirahat
pasien
Kolaborasikan dengan
Tenaga
Rehabilitasi
Medik
dalam
merencanakan progran
terapi yang tepat.
Bantu
klien
untuk
mengidentifikasi
aktivitas yang mampu
dilakukan
Bantu untuk memilih
aktivitas konsisten yang
sesuai
dengan
kemampuan
fisik,
psikologi dan sosial
Bantu
untuk
mengidentifikasi
dan
mendapatkan sumber
yang diperlukan untuk
aktivitas
yang
diinginkan
Bantu
untuk
mendpatkan
alat
bantuan aktivitas seperti
kursi roda, krek
Bantu
klien
untuk
membuat jadwal latihan
diwaktu luang

NIC
1. Bersihkan
lingkungan
setelah dipakai pasien
dari
lain

28

2.

3.

4.
5.

tanda dan gejala


resiko infeksi
Mendeskripsikan
proses
penularan
penyakit , faktor
yang mempengaruhi
penularan
serta
penatalaksanaanya
Menunjukkan
kemampuan untuk
mencegah timbulnya
infeksi
Jumlah
leukosit
dalam batas normal
Menunjukkan
perilaku hidup sehat

2. Pertahankan
teknik
isolasi
3. Batasi pengunjung bila
perlu
4. Intruksikan
kepada
pengunjung
untuk
mencuci tangan setelah
berkunjung
dan
meninggalkan pasien
5. Cuci
tangan
setiap
sebelum dan sesudah
tindakan keperawatan
6. Monitor tanda dan gejala
infeksi sistemik dan
lokal
7. Monitor
hitung
granulosit, WBC
8. Monitor
kerentanan
terhadap infeksi

29

Anda mungkin juga menyukai