Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM PRESTASI MESIN

MESIN REFRIGASI

Di Susun Oleh:

Nama

: Yogi Pratama

Npm

: 333 111 0137

Kelompok

:A

Shift & Tanggal Percobaan


Asisten

: 1 & 28 Mei 2014

LABORATORIUM PRESTASI MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
CILEGON - BANTEN
2014

LEMBAR PENILAIAN PRAKTIKUM PRESTASI MESIN


MESIN REFRIGASI
NO

Tgl.Penyeraha Tgl.Pengambilan PARAF


n Laporan

Laporan

KETERANGA

NILA

ABSTRAK

Sistem refrigerasi telah memainkan peranan yang sangat penting saat


ini. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya penggunaan sistem ini baik di
industri maupun rumah tangga. Sebagai contoh adalah pada pemrosesan
maupun pengawetan makanan, penyerapan kalor dari bahan-bahan kimia,
pengkondisian udara dan sebagainya.

Pada sistem refrigerasi terdapat beberapa komponen utama yaitu


kompresor untuk menaikkan tekanan refrigeran, kondenser untuk
membuang panas dari refrigeran, alat ekspansi untuk menurunkan tekanan
refrigeran, dan evaporator untuk menyerap panas dari luar kedalam
refrigeran.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..............................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................iv
DAFTAR TABEL
....v
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Praktikum.........................................................
1.2 Tujuan .......................................................................................
1.3 Manfaat ...
1.4 Sistematika Penulisan................................................................
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan ..........................................................................
3.2 Prosedur Percobaan...................................................................
3.2 Diagram Alir..............................................................................
BAB IV PERHITUNGAN DATA
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
-Blangko Percobaan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya untuk Allah yang
memiliki apa yang ada di langit dan di bumi. Dialah yang mempunyai
segala ilmu dan karena limpahan kasih sayang, karunia, petunjuk, dan
bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Praktikum Prestasi
Mesin ini yang berjudul MESIN REFRIGASI. Sholawat serta salam
semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi besar kita sebagai umat
muslim Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat dan kita
sebagai pengikutnya hingga akhir zaman.
Laporan ini disusun sebagai hasil praktikum yang penulis
laksanakan di laboratorium Prestasi Mesin dan merupakan salah satu syarat
Akademis yang harus ditempuh di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Penulisan Laporan ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dari
pihak lain. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan
rasa terima kasih yang sangat dalam kepada pihak-pihak yang telah
membantu dan membimbing selama pelaksanaan dan penyelesaian
laporan ini.

Cilegon, Mei 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem refrigerasi telah memainkan peranan yang sangat penting saat
ini. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya penggunaan sistem ini baik di
industri maupun rumah tangga. Sebagai contoh adalah pada pemrosesan
maupun pengawetan makanan, penyerapan kalor dari bahan-bahan kimia,
pengkondisian udara dan sebagainya.
Pada sistem refrigerasi terdapat beberapa komponen utama yaitu
kompresor untuk menaikkan tekanan refrigeran, kondenser untuk
membuang panas dari refrigeran, alat ekspansi untuk menurunkan tekanan
refrigeran, dan evaporator untuk menyerap panas dari luar kedalam
refrigeran.
Desain komponen-komponen utama tersebut, sejak pertama kali
ditemukan telah mengalami berbagai macam perkembangan dengan tujuan
agar semakin baik performa kerja maupun efisiensinya. Salah satunya
adalah pada desain kondenser. Kondenser pada refrigerator lama berupa
pembuluh berleku-Iekuk (koil) yang dilengkapi dengan anyaman kawat
yang berfungsi sebagai fin. Kondenser tersebut terletak pada bagian
belakang refrigerator serta terbuka terhadap udara luar. Pada refrigerator
sekarang kondenser berupa koil pembuluh tanpa fin anyaman kawat. Letak
dari kondenser tersebut juga berbeda, yaitu pada sisi samping refrigerator,
didalam rongga yang tertutup oleh isolator (sterofoam) pada sisi dalamnya
(pembuluh tertanam separuh pada sterofoam tersebut) dan oleh pelat datar
pada sisi luar. Jadi udara luar hanya bersentuhan dengan pelat datar
tersebut.

1.2 Tujuan Praktikum


1. memahami siklus kerja dari sistem pendinginan
2. menentukan COP sistem pendinginan dari setiap percobaan
3. mengetahui pengaruh beban kalor lampu terhadap

kinerja

kompresor.
1.3 Manfaat
a. Sistematika Penulisan
Laporan kerja praktek ini terdiri dari 4 bab, bab-bab tersebut terdiri
dari:
Bab I

Pendahuluan

Bab ini terdiri dari judul, latar belakang Praktikum Mesin Refrigasi,
rumusan masalah, tujuan Praktikum ,serta sistematika penulisan penulisan
laporan.
Bab II LandasanTeori
Bab ini berisi tentang penjelasan merupakan landasan teori yang
dimana Sejarah dan Perkembangan Mesin Refrigasi, Pembagian dan JenisJenis Mesin Refrigasi, Pengertian Mesin Refrigasi, Prinsip Kerja Mesin
Refrigasi, Rumus Yang Digunakan.
Bab III Metodologi Penelitian
Bab ini umum berisi tentang penjelasan dari diagram alir percobaan,
prosedur pengujian, alat dan bahan yang digunakan.
Bab IV Pembahasan
Bab ini dikhususkan untuk menjelaskan dan memaparkan mekanisme
dari Perhitungan Data Percobaan, Tabel dan Grafik Hasil Perhitungan,
Tugas-Tugas.

Bab V Penutup
Penutup ini berisi tentang kesimpulan dari isi laporan ini serta saran
yang diberikan penulis beserta daftarpustaka ,lampiran, dan blangko
percobaan.

BAB II
LANDASAN TEORI
Sejarah Refrigrasi
Penemuan siklus refrigerasi dan perkembangan mesin refrigerasi
merintis jalan bagi pembuatan dan penggunaan mesin penyegar udara.
Komponen utama dari sistem refrigerasi adalah kompresor, kondesor, katup
expansi dan evaporator. Dalam hal tersebut kompresor berfungsi
mengalirkan dan menaikkan tekanan gas refrigeran, yang selanjutnya
dicairkan di dalam kondensor. Dari kondensor, refrigeran cair diuapkan
dengan menyemprotkannya, melalui katup expansi, ke dalam evaporator
yang bertekanan rendah. Refrigeran yang menguap didalam epvaporator
menyerap kalor dari udara yang ada di sekitarnya. Sebelum freon
merupakan refrigeran yang paling banyak dipergunakan pada waktu ini,
ammonia merupakan refrigeran yang paling populer.
Dalam tahun 1823, Cagniard de la Tour (Perancis) melakukan
penelitian tentang tingkat keadaan kritis dari gas eter. Setahun kemudian,
Humphrey Davy dan asistennya M. Faraday (Inggris), merupakan orang
pertama yang berhasil menemukan cara mencairkan gas ammonia. Prinsip
dasar siklus refrigerasi dikembangkan oleh N.L.S Carnot (Perancis) dalam
tahun

1824

dan

pada

tahun

itu

pulalahteori

termodinamikanya

dipublikasikan.
Boleh dikatakan bahwa instalasi pendinginan yang pertama dibuat
dan dipatenkan oleh seorang kebangsaan Amerika, yaitu Joseph Mc. Creaty,
dalam tahun 1897. Pada waktu itu, instalasi tersebut dinamai mesin pencuci
udara (air washer), yaitu suatu sistem pendinginan yang mempergunakan
percikan air, sedangkan Dr. Willis Haviland Carrier (Amerika Serikat,
1906) dapat dianggap sebagai orang pertama yang berhasil membuat alat
pengatur temperatur dan kelembaban udara, yaitu pada waktu ia berhasil

menyegarkan udara dari sebuah percetakan dengan menggunakan sistem


pencuci udara. Dalam hal tersebut ia mendinginkan dan menjenuhkan udara
sampai mencapai titik embunnya. Teori termodinamika yang dihasilkannya
itu dikemukakan pada suatu pertemuan dari The American Society of
Mechanical Engineers dalam tahun 1911.
Sampai beberapa tahun sesudah perang dunia kedua, instalasi
penyegar udara hanya dipergunakan untuk keperluan industri. Namun
setelah itu penggunaannya diperluas untuk memenuhi kebutuhan akan
kenyamanan dan kesegaran udara di hotel, kantor, tempat pertemuan,
gedung bioskop, di rumah dan sebagainya.
Pada tanggal 7 desember 1926, sebuah paten dikeluarkan bagi
baltzar carl von platen dan carl georg munters dari stockholm, swedia untuk
rancangan mesin pendingin (refrigerator) keduanya adalah mahasiswa royal
institute

of

technology,

stockhlom.

teknologi

tersebut

kemudian

dikomersilkan oleh produsen peranti rumah tangga electrolux dan meraih


sukses internasional.

Gambar 2.1.1 mesin pendingin rfrigator

sebelum mesin pendingin ditemukan, pengawetan dengan cara


penyimpanan pada suhu rendah dilakukan didalam sebuah rumah es.
pendinginan buatan pertama kali dipertunjukkan oleh william cullen dari
universitas glasgow, skotlandia, pada tahun 1748. penemu as oliver evans,
kemudian di juluki bapak mesin pendingin berkat temuan vaporcompression

refrigeration

pada

tahun

1805.

sejumlah rancangan lain masih kembangkan sebelum akhirnya


rancangan von platen dan munters yang dioperasikan dengan gas berhasil
menjadi mesin pendingin pertama yang praktis dan dapat di aplikasikan
secara komersil. mesin pendingin electrolux-servel memasuki pasar as
tahun 1826 dan sejak 1827 menjadi penjual tunggal di pasar as hingga
tahun 1950-an.
Jenis-Jenis Mesin Refrigasi
Pada dasarnya sistem refrigerasi dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem refrigerasi mekanik
Sistem refrigerasi ini menggunakan mesin-mesin penggerak atau dan
alat mekanik lain dalam menjalankan siklusnya. Yang termasuk dalam
sistem refrigerasi mekanik di antaranya adalah:
a. Siklus Kompresi Uap (SKU)
b. Refrigerasi siklus udara
c. Kriogenik/refrigerasi temperatur ultra rendah
d. Siklus sterling
2. Sistem refrigerasi non mekanik
Berbeda dengan sistem refrigerasi mekanik, sistem ini tidak
memerlukan mesin-mesin penggerak seperti kompresor dalam menjalankan

siklusnya.Yang termasuk dalam sistem refrigerasi non mekanik di


antaranya:
a. Refrigerasi termoelektrik
b. Refrigerasi siklus absorbsi
c. Refrigerasi steam jet
d. Refrigerasi magnetic dan Heat pipe
penerapan siklus-siklus refrigerasi hampir meliputi seluruh aspek
kehidupan kita sehari-hari.Industri refrigerasi dan tata udara telah
berkembang sangat pesat dan sangat variatif, demi memenuhi kebutuhan
pasar yang sangat bervariasi.
Pengertian Mesin Refrigasi
Refrigerasi merupakan suatu proses penarikan kalor dari suatu
benda/ruangan ke lingkungan sehingga temperatur benda/ruangan tersebut
lebih rendah dari temperatur lingkungannya. Kinerja mesin refrigerasi
kompresi uap ditentukan oleh beberapa parameter, diantaranya adalah
kapasitas pendinginan kapasitas pemanasan,daya kompresi, koefisien
kinerja dan faktor kinerja.Sesuai dengan konsep kekekalan energi, panas
tidak dapat dimusnahkan tetapi dapat dipindahkan.Sehingga refrigerasi
selalu berhubungan dengan proses-proses aliran panas dan perpindahan
panas.
Dari sekian banyak jenis-jenis sistem refigerasi, namun yang paling
umum

digunakan

adalah

refrigerasi

dengan

sistem

kompresi

uap.Komponen utama dari sebuah siklus kompresi uap adalah kompresor,


evaporator, kondensor dan katup expansi.

Gambar 2.3.1 Skema Siklus Kompresi Uap


Kompresor adalah suatu alat didalam mesin pendingin yang cara
kerjanya dinamis atau bergerak. Cara kerjanya yaitu menghisap sekaligus
memompa udara sehingga terjadilah sirkulasi (perputaran) udara yang
mengalir dari pipa-pipa mesin pendingin.
Kondensor adalah suatu jaringan pipa yang berfungsi sebagai
pengembun.Udara yang dipompakan dari kompresor aka mengalami
penekanan sehingga mengalir ke pipa kondensor. Udara yang berada dalam
pipa kondensor akan mengalami pengembunan dan menjadi zat cair akan
mengalirmenujupipaevaporator
Pipa Evaporator yaitu jaringan pipa yang berfungsi sebagai
penguapan. Zat cair yang berasal dari pipa kondensor masuk ke evaporator
lalu berubah wujud menjadi gas dingin karena mengalami penguapan.
Selanjutnya udara tersebutmampu menyerap kondisi panas yang ada dalam
ruangan mesin pendingin. Selanjutnya gas yang ada dalam evaporator akan
mengalir menuju kompresor karena terkena tenaga hisapan.Demikianlah
terus menerus sirkulasi udara dan perubahannya dalam rangkaian mesin
pendingin.
Pada siklus kompresi uap, di evaporator refrigeran akan menghisap
panas dari lingkungan sehingga panas tersebut akan menguapkan
refrigeran. Kemudian uap refrigeran akan dikompres oleh kompresor

hingga mencapai tekanan kondensor, dalam kondensor uap refrigeran


dikondensasikan dengan cara membuang panas dari uap refrigeran ke
lingkungannya. Kemudian refrigeran akan kembali di teruskan ke dalam
evaporator. Dalam diagram P-h siklus kompresi uap ideal dapat dilihat
dalam gambar berikut ini.

Gambar 2.3.2 Diagram P-h Siklus Kompresi Uap Ideal


Proses-proses yang terjadi pada siklus kompresi uap seperti pada
gambar 2.3.2 diatas adalah sebagai berikut:
a. Proses kompresi (1-2)
Proses ini dilakukan oleh kompresor dan berlangsung secara
isentropik adiabatik. Kondisi awal refrigeranpada saat masuk ke dalam
kompresor adalah uap jenuh bertekanan rendah, setelah mengalami
kompresi refrigeranakan menjadi uap bertekanan tinggi. Karena proses ini
berlangsung secara isentropik, maka temperatur ke luar kompresor pun
meningkat.
b. Proses kondensasi (2-3)
Proses ini berlangsung didalam kondensor. Refrigeran yang
bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi yang berasal dari kompresor
akan membuang kalor sehingga fasanya berubah menjadi cair. Hal ini

berarti bahwa di dalam kondensor terjadi pertukaran kalor antara refrigeran


dengan lingkungannya (udara), sehingga panas berpindah dari refrigeran ke
udara pendingin yang menyebabkan uap refrigeran mengembun menjadi
cair.

c. Proses expansi (3-4)


Proses expansi ini berlangsung secara isoentalpi. Hal ini berarti tidak
terjadi perubahan entalpi tetapi terjadi drop tekanan dan penurunan
temperatur.
d. Proses evaporasi (4-1)
Proses ini berlangsung secara isobar isothermal (tekanan konstan,
temperatur konstan) di dalam evaporator. Panas dari lingkungan akan
diserap oleh cairan refrigeran yang bertekanan rendah sehingga refrigeran
berubah fasa menjadi uap bertekanan rendah. Kondisi refrigeran saat masuk
evaporator sebenarnya adalah campuran cair dan uap, seperti pada titik 4
dari gambar 2.3.2 diatas.
Prinsip Kerja Mesin Refrigasi
Prinsip kerja mesin refrigerasi
mendapatkan

penguapan

diperlukan

adalah penguapan. Untuk


gas

(udara)

yang

mencapai

temperature tertentu (panas). Setelah udara tersebut panas diubah agar


kehilangan

panas,

sehingga

terjadi

penguapan.

Disaat

adanya

penguapan,maka timbullah suhu didalam temperatur rendah (dingin).


Pada mesin pendingin ada zat cair yang diuapkan sebagai bahan
pendingin. Zat cair yang diuapkan tersebut dinamakan zat pendingin,
istilah teknisnya

refrigerant (bahan pendingin). Refrigerant diproses

melalui penekanan-penekanan suhu, dipanaskan mencapai temperature


tertentu dan kemudian diuapkan dan kemudian menjadi dingin.

Pada umunya zat bahan pendingin ini disebut gas Freon. Freon adalah
nama perusahaan yang memproduksi gas pendingin, dan umumnya orang
menggunakan produk ini sehingga untuk memudahkan diistilahkan gas
Freon.
Gas Freon sendiri tidak berbahaya karena tidak bisa meledak
walaupun mendapatkan tekanan tinggi dan pemanasan yang cukup. Tidak
pula beracun, meskipun refrigerant bocor sehingga tidak membahayakan.
Rumus Yang Empiris Yang Digunakan
1) Besar massa jenis yang melewati saluran udara :
udara = o

Ps
293
x
101325 T

dimana :
udara : massa jenis udara pada kondisi yang bersangkutan(kg/m3)
o
: massa jenis udara pada kondisi standar ( 1atm, 200C),dan
Ps
T

besarnya = 1,22 kg/m3


:Tekanan statis udara kering dalam (N/m2)
: Temperatur mutlak udara kering/ TDB dalam (0K)

2) Untuk mencari jumlah energy yang diberikan udara kepada


evaporator
Qud evaporator = mud evaporator(hmevaporator-hkevaporator)
Dimana :
Qud evaporator = Jumlah energy yang diberikan udara di evaporator (kJ/s)
mud evaporator = Laju aliran massa udara di saluran udara evaporator
(kg/s)
hmevaporato = Entalpi udara kering masuk saluran udara evaporator
(kJ/s)
hkevaporator = Entalpi udara kering keluar saluran udara evaporator
(kJ/s)
3) Untuk mencari laju aliran massa udara dalam saluran
kondensor/evaporator :
mudara = udara Vr A
dimana :
mudara

= Laju aliran udara (kg/s)

Vr
A
udara

= kecepatan rata-rata udara dalam saluran udara (m/s)


= Luas penampang saluran (m2)
= Massa jenis udara (kg/m3)

4) Untuk mencari laju aliran massa fluida kerja pendingin dari balans
dan energy di evaporator:
mref =

Q ud evaporator
h 1h 4

Dimana :
Mref
Qud evaporator

= Laju aliran massa (kg/s)


= Jumlah energy yang diberikan udara di kondensor

(kJ/s)
h4
h1

= Entalpi refrigerant masuk evaporator (kJ/kg)


= Entalpi refrigerant keluar evaporator (kJ/kg)

5) Untuk mencari energy yang diserap oleh refrigeran di evaporator


Qevaporator = mref (h1-h4)
Dimana :
Qevaporator
= Jumlah energi yang diserap di evaporator (kJ/s)
h4
= Entalpi refrigerant masuk evaporator (kJ/kg)
h1
= Entalpi refrigerant keluar evaporator (kJ/kg)
Mref
= Laju aliran massa refrigeran (kg/s)
6) Untuk mencari jumlah energy yang dilepas refrigerant di kondensor
Qkondensor = mref (h2-h3)
Dimana :
Qkondensor
= Jumlah energi yang diserap di kondensor (kJ/s)
h2
= Entalpi refrigerant masuk kondensor (kJ/kg)
h3
= Entalpi refrigerant keluar kondensor (kJ/kg)
Mref
= Laju aliran massa refrigeran (kg/s)
7) Untuk mencari COP:
COP=

Q evaporator
Wkompresor

Dimana :
COP
Qevaporator
Wkompresor

= koefisien prestasi mesin pendingin


= Jumlah kalor yang diterima refrigeran(kJ/s)
= Kerja yang termanfaatkan di kompresor (watt)

8) Untuk mencari PF
PF=

Q kondensorr
Wkompresor

Dimana :
PF
Qkondensor
Wkompresor

= koefisien prestasi mesin pompa kalor


= Jumlah kalor yang dilepas (kJ/s)
= Kerja yang termanfaatkan di kompresor (watt)

9) Untuk mencari efisiensi kerja system kompresor ( kompresor +


motor listrik)
comp=

Dimana :
comp
mref
Wjala-jala
h1
h2

mref ( h2h 1)
W jala jala

= Efisiensi system kompresor (%)


=Laju aliran massa refrigeran
= Daya yang terbaca pada watt meter ( watt)
= Entalpi refrigerant masuk kompresor (kJ/kg)
= Entalpi refrigerant keluar kompresor (kJ/kg)

10)Untuk mencari kalor yang diberikan udara pada evaporator


Qud kondensor = mudara (hmkondensor- hkkondensor)
Dimana :
Qud kondensor
= Jumlah energy yang diberikan uadara di kondensor
(kJ/s)
mudara

= Laju aliran massa udara di saluran udara kondensor

(kg/s)
hmkondensor

= Entalpi udara kering masuk saluran udara kondensor

( kJ/kg)
hkkondensor

= Entalpi udara kering keluar saluran udara kondensor

( kJ/kg)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1

Alat dan Bahan


a. Velocity meter

b. Termometer basah dan kering

c. Lampu

d. Tang meter

e. Volt meter

3.2

Prosedur Percobaan

3.2.1. Pemeriksaan sebelum percobaan :

a. Pastikan semua switch pada posisi OFF sebelum di hubungkan pada


arus listrik
b. Beri sedikit air pada thermometer bola basah di evaporator dan
kondensor
3.2.2. Cara menjalankan Mesin :
c. Menghubungkan kabel pada sumber listrik
d. Ubah switch kondensor dan evaporator pada posisi ON
e. Tunggu hingga mesin dalam keadaan steady
3.3.3. Pengamatan yang Dilakukan :
f.
g.
h.
i.

Amati tekanan dan temperatur


Ukur kecepatan pada evaporator dan kondensor
Amati arus dan tegangan yang bekerja pada kompresor
Lakukan percobaan dengan memberi beban-beban lampu yang
berbeda beda.

3.1

Diagram Alir
Mulai

Siapkan Alat
dan Bahan

Amati
tekanan dan
temperatur
Ukur
kecepatan
udara
Amati arus
& tegangan

Masukan
Hasil
Percobaan

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir Percobaan.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1

Perhitungan data Percobaan


a. Menghitung laju aliran massa udara dalam saluran evaporator (m ud
)
Untuk percobaan I

evaporator

mud evaporator =

udara

. Vr . A

= 1,2 kg/m3 x 1,2 m/s x 0,1962 m2 = 0,28252 kg/s


Untuk percobaan II
mud evaporator =

udara

. Vr . A

= 1,2 kg/m3 x 1,3 m/s x 0,1962 m2 = 0,202176 kg/s


Untuk percobaan III
mud evaporator =

udara

. Vr . A

= 1,2 kg/m3 x 1,3 m/s x 0,1962 m2 = 0,202176 kg/s


b. Menghitung jumlah energi yang diberikan udara kepada evaporator
(Qudevaporator)
Nilai entalpi diperoleh dari tabel yang terlampir
Untukpercobaan I
Tmasuk evaporator = 28,5oC

Tkeluar evaporator= 17,5oC

Qud evaporator = mud evaporator (h1evaporator h4evaporator)


= 0,28252 kg/s (255,645 kJ/kg 258,4275 kJ/kg)
= -0,786 kJ/s

Untukpercobaan II
Tmasuk evaporator = 30,5oC
Tkeluar evaporator= 18,5oC
Qud evaporator = mud evaporator (h1evaporator h4evaporator)
= 0,202176 kg/s (255,935 kJ/kg 258,98625 kJ/kg)
= - 0,616 kJ/s
Untukpercobaan III
Tmasuk evaporator = 30,5oC

Tkeluar evaporator= 18oC

Qud evaporator = mud evaporator (h1evaporator h4evaporator)


= 0,202176 kg/s (255.935 kJ/kg 258,79kJ/kg)
= - 0,646 kJ/s
c. Menghitung laju aliran massa udara dalam saluran kondensor (mud
)
Untuk percobaan I

kondensor

mudkondensor =

udara

. Vr . A

= 1,2 kg/m3 x 1 m/s x 0,1962 m2 = 0,23544 kg/s


Untuk percobaan II
mudkondensor =

udara

. Vr . A

= 1,2 kg/m3 x 1 m/s x 0,1962 m2 = 0,23544 kg/s


Untuk percobaan III
mudkondensor =

udara

. Vr . A

= 1,2 kg/m3 x 1 m/s x 0,1962 m2 = 0,23544 kg/s


d. Menghitung jumlah energi yang diberikan udara kepada kondensor
(Qudkondensor)
Nilai entalpi diperoleh dari tabel yang terlampir
Untukpercobaan I
Tmasuk kondensor = 28oC

Tkeluar kondensor= 43,5oC

Qudkondensor= mud kondensor (h2kondensor h3kondensor)


= 0,23544 kg/s (261,259 kJ/kg 258,43 kJ/kg)
= 0,666 kJ/s
Untukpercobaan II
Tmasuk kondensor = 28oC

Tkeluar kondensor= 43,5oC

Qudkondensor= mud kondensor (h2kondensor h3kondensor)


= 0, 23544 kg/s (261,259 kJ/kg 258,43 kJ/kg)
= 0,666 kJ/s
Untukpercobaan III
Tmasuk kondensor = 28oC

Tkeluar kondensor= 43oC

Qudkondensor= mud kondensor (h2kondensor h3kondensor)


= 0,23544 kg/s (261,192 kJ/kg 258,43 kJ/kg)
= 0,6502 kJ/s
e. Menghitung laju aliran massa fluida kerja pendingin dari balans dan
energi di evaporator (mref) 3,196
Nilai entalpi diperoleh dari tabel yang terlampir
Untuk percobaan I
Tmasuk evaporator = 28,5oC

Q ud evaporator
mref= h1h 4

Tkeluar evaporator= 17,5oC

0,786 kJ /s
(255,645 kJ /kg 258,4275 kJ /kg)

= 0,282

Untuk percobaan II
Tmasuk evaporator = 30,5oC

Tkeluar evaporator= 18,5oC

Q ud evaporator
mref= h1h 4
0,616 kJ /s

= (255,935 kJ /kg 258,98625 kJ / kg) = 0,229 kg/s


Untuk percobaan III
Tmasuk evaporator = 30,5oC
mref=

Tkeluar evaporator= 18oC

Q ud evaporator
h1h 4
0,646 kJ /s

= (255. 9 35 kJ /kg 258,79 kJ / kg) = 0,226 kg/s

f. Menghitung jumlah energi yang diserap refrigeran di evaporator


(Qevaporator)
Nilai entalpi diperoleh dari tabel yang terlampir
Untuk percobaan I
Tmasuk evaporator = 28,5oC

Tkeluar evaporator= 17,5oC

Qevaporator= mref(h1 h4)


= 0,282 kg/s (255,79 kJ /kg258,98625 kJ /kg)
= 0,9013 kJ/s
Untuk percobaan II
Tmasuk evaporator = 30,5oC

Tkeluar evaporator= 18,5oC

Qevaporator= mref(h1 h4)


=0,229kg/s (255,935 kJ /kg 258,98625 kJ /kg)
= 0,698 kJ/s
Untuk percobaan III
Tmasuk evaporator = 30,5oC

Tkeluar evaporator= 18oC

Qevaporator= mref(h1 h4)


= 0,226 kg/s (255.935 kJ / kg 258,79 kJ /kg)
= 0,645 kJ/s
g. Menghitung jumlah energi yang dilepas refrigeran di kondensor
(Qkondensor)
Nilai entalpi diperoleh dari tabel yang terlampir
Untuk percobaan I
Tmasuk kondensor = 28oC

Tkeluar kondensor= 43,5oC

Qkondensor= mref(h3 h2)


= 0,282 kg/s (261,259 kJ/kg 258,43 kJ/kg)
= 0,806 kJ/s
Untuk percobaan II
Tmasuk kondensor = 28oC

Tkeluar kondensor= 43,5oC

Qkondensor= mref(h3 h2)


= 0,229 kg/s (261,259 kJ/kg 258,43 kJ/kg)

= 0,647 kJ/s
Untuk percobaan III
Tmasuk kondensor = 28oC

Tkeluar kondensor= 43oC

Qkondensor= mref(h3 h2)


= 0,226 kg/s (261,192 kJ/kg 258,43 kJ/kg)
= 0,624 kJ/s
h. Menghitung koefisien prestasi mesin pendingin (COP)
Untuk percobaan I
COP =

Qevaporator
W kompressor
0,9013 kJ / s
22 0 V x 2 , 2 A

9 01,3 watt
484 watt

= 1,862

Untuk percobaan II
COP =

Qevaporator
W kompressor
0,698 kJ /s
220 V x 2,6 A

698 watt
572watt

= 1,22

645 watt
550 watt

= 1,172

Untuk percobaan III


COP =

Qevaporator
W kompressor
0,645 kJ / s
220 V x 2,5 A

i. Menghitung efisiensi kerja sistem kerja kompressor (comp)


Untuk percobaan I
=
=

mref (h2h 1)
W jala jala

0,282 kg /s (258,43 kJ / kg255,79 kJ /kg)


220 V x 2,2 A

744,48 watt
484 watt

= 1,538 = 153,8 %

Untuk percobaan II
=

mref (h2h 1)
W jala jala

0,229 kg /s (258,43 kJ / kg255,935 kJ /kg)


220 V x 2,6 A

572,355 watt
572 watt

= 1,0006 = 100,06 %

Untuk percobaan III


=

mref (h2h 1)
W jala jala

0,226 kg /s (258,43 kJ / kg255.935 kJ /kg)


220V x 2,5 A

563,87 watt
550 watt

= 1,0252 = 102,52 %

DAFTAR PUSTAKA

http://sejarahkecildunia.blogspot.com/2012/04/sejarah-patenmesin-pendingin-atau.html
http://pendinginudara.blogspot.com/2010/03/sejarahperkembangan-sistem-penyegaran.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30916/4/Chapter%20II.pdf