Anda di halaman 1dari 16

EPIDEMIOLOGI

KLINIK
dr. Djaka Handaja MPH

EPIDEMIOLOGI KLINIK

Epidemiologi Klinik

adalah Penerapan prinsip


prinsip dan metode
metode epidemiologi ke
dalam praktek kedokteran
klinik.

Epidemiologi klinik masih merupakan

sebuah istilah yang KONTRADIKTIF yaitu

TUJUAN
Epidemiologi klinik bertujuan membantu klinisi untuk

membuat keputusan klinis dengan lebih baik untuk


pelayanan
pasien,menyangkutdiagnosis,kausa,prognosis,
terapi,maupun pencegahan
Ahli- ahli Epidemiology Clinic :
1972 Profesor ArchieCochrane
1981 Dr.David Sackett
1982 Robert Fletcher
1990 Dr Gordon Guyatt
1991 Brian Haynes

Epidemiologi klinik - EBM


EBM ( EVIDENCE BASED- MEDICINE )
Sesungguhnya merupakan istilah baru
penerrapanepidemiologi klinik dalam pelayanan pasien.
Sedangkan Epidemiologi klinik adalah penerapan prinsip
Epidemiologi populasi untuk pelayanan klinis pasien.
Epidemiologi klinik adalah perkawi nan antara konsep
kwantitatif yang di gunakan ahli Epidemiologi untuk
mempelajari penyakit pada populasi dan pengambilan
keputusan pada individu yang merupakan kegiatan
sehari hari kedokteran klinis ( LAST 1988 )
Epidemiologi klinis merupakan ilmu yang berasal dari dua
disiplin induk kedokteran klinis ( Clinical Medicine ) dan
Epidemiologi .
Fletcher 2005.
4

Bukti klinis
terbaik
Yang tersedia

Ketrampilan
klinis

Keadaa
n
pasien
yg
lebih
baik

Nilai nilai
dan
Expektasi
pasien

Sackett at al.2000

Beberapa Dokter berargumen mereka telah

menggunakan BUKTI dalam membuat keputusan.Apakah


bukti merupakan bukti yg baik ? Bukti yg hanya
berdasarkan pengalaman keberhasilan terapi dari pasien
sebelumnya,nasehat senior/kolega,pendapat pakar,bukti
itu merupakan INFORMASI BIAS (Sackett dan
Rossenberg 1995,Montori dan Guyatt 2008).Pendekatan
baru dg EBM membuat Klinisi INDEPENDEN dalam
membuat keputusan klinik(Hollingwort dan Jarvikn2007)
EBM mengajarkan bahwa pengambilan keputusan yg
lebih baik tentang terapi bukan berbasis opini
( Oponion- Based Decition Making OBDM) atau
kebijaksanaan konvesional ( Convensional Wishdom )
yang tidak berbasis bukti melaikan berbasis bukti
( Evidencial Based Decition Making ,EBDM )yaitu bukti
evektifitas entervensi medis dari kajian sistematis
(sistematik review) atau Randomised controled Trial
( RCT )dengan double blinding dan
Concealment,dengan ukuran sample besar
Sackett dan Rosenberg 1995 , Gray 2001 ,Guyatt et all,2004
6

OBDM= Opinion
Based Decision Making
,conventional wisdom

EDBM= Evidence
Based Decision
Making

Tekanan lingkungan
untuk
Pelayanan medis yg

Hal hal yang dipelajari dalam


epidemiologi klinik mencakup antara
lain :
Definisi definisi tentang Normalitas

dan Abnormalitas,
Akurasi uji uji diagnostic,
Riwayat penyakit dan prognosis
penyakit,
Efektifitas pengobatan,
Tindakan pencegahan dalam praktek
kedokteran klinis.

NORMALITAS & ABNORMALITAS


Normal adalah suatu keadaan

yang pada umumnya terjadi


(Normal adalah Umum)
Abnormalitas berassosiasi dengan

penyakit,
Abnormal sebagai keadaan yang

dapat diobati.
9

Uji Diagnostik
Tujuan dari melakukan uji diagnostic

adalah Untuk membantu


memastikan diagnosis diagnosis
yang paling memungkinkan.
Dalam pengertian ini, maka

seharusnya diagnosis itu merupakan


sebuah proses ilmiah.
Oleh karena itu, dalam setiap uji

diagnostic seharusnya dilakukan


dengan prosedur prosedur ilmiah
10

PENYAKIT
Ada

Positif
HASIL UJI
DIAGNOSTI
K

(a)
Positf
Sebenarn
ya
(True
Positif)

Tidak ada
(b)
Positif Palsu
(False Positif)

Jumla
h

a+b

(c)
(d)
Negatif
ositif (a) : banyaknya
penyakit dg hasil tes
Negati kasus yg menderita
Negatif
Palsu
c+
d Ne
Negatif (d) : banyaknya
yg
tidak sakit
dg hasil test
yang
Sebenarnya
ve kasus(False
(True
) : banyaknya kasus
yg Negatif)
sebenarnya tidak
False Positifb (
negative)
sakit tetapi hasil
b+d test positif.
): banyaknya kasus yg sebenarnyaa+b+c
False Negatif
c (
Jumlah
a+c
b+d
menderita
penyakit
tetapi hasil
a+c
+d
test
Negatif.
Sensitivitasa(
) : Probabilitas hasil Uji Positif pada Orang
a + c Penyakit.
yg MENDERITA
d
b+

Spesifisitas (

) : Probabilitas hasil Uji Negatif pd Orang yg


11

RIWAYAT PENYAKIT
menunjuk kepada tahap tahap sebuah penyakit

1. Mulai timbulnya patologi penyakit,


2. Tahap presimtomatis dari timbulnya

perubahan perubahan patologis


dengan munculnya gejala gejala atau
tanda tanda.
3. Tahap sebuah Penyakit ; yang secara

klinik benar benar nyata dan mungkin


dapat mengalami perkembangan yang
buruk bahkan menyebabkan kematian
12

PROGNOSIS
Prognosis : Merupakan prediksi tentang

kelangsungan sebuah penyakit yang


mencerminkan sebagai probabilitas akan
perkembangannya pada masa/tahap selanjutnya.
Prognosis dalam pengertian Mortalitas diukur

sebagai tingkat Fatalitas Kasus (Case Fatality


Rate) atau Probabilitas Kelangsungan Hidup.
Sedangkan Metode yang digunakan untuk

Mengukur Prognosis adalah Analisis Survival


(Survival Analysis).
13

EFEKTIFITAS PENGOBATAN
KEPATUHAN & KETAATAN adalah : Suatu

kedaan sejauh mana penderita itu


menjalankan nasehat nasehat medis
secara baik.
Metode yang paling sesuai untuk

mengetahui Efikasi dan Efektifitas adalah


Uji Coba Klinik Acak Terkendali
(Randomized Controlled Trial)
14

PENCEGAHAN DI DALAM PRAKTEK KLINIK


1.

Pencegahan Primordial
Menciptakan prakondisi dimana
masyarakat merasa bahwa merokok itu
merupakan status kebiasaan yang tidak
baik dan masyarakat mampu bersikap
positif untuk tidak merokok.

2.

Pencegahan Primer
Promosi Kesehatan Masyarakat :
Pencegahan Khusus :

3.

Pencegahan Sekunder
Diagnosis Dini : Screening.
Pengobatan : Kemotherapi / Pembedahan.

4.

Pencegahan Tersier.
Rehabilitasi
15

Terimakasih

16