Anda di halaman 1dari 27

TUGAS ALAT BERAT

DUMP TRUCK NON JALAN RAYA HM 300-3


MATA KULIAH PTM & ALAT BERAT

DISUSUN OLEH:
M. RIZKY ZAKARIA (3113120015)
PENGAJAR:
KUSOMO DS.
PROGRAM STUDI TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
DEPOK
2016

KATA PENGATAR

Puji syukur panjatkan ke Hadirat Allah SWT yang telah memberikan


kekuatan dan kesempatan sehingga Makalah Alat Berat dengan tema Dump
truck ini dapat diwujudkan.
Makalah ini merupakan tugas yang diberikan dosen, dalam rangka
memenuhi standar pembelajaran mata kuliah alat berat & PTM. Selain sebagai
tugas yang diberikan kepada kami, makalah ini juga bertujuan sebagai sarana
pembelajaran kami diluar jam kuliah yang diberikan.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat menjadi tambahan referensi bagi
kami sebagai mahasiswa dalam memahami materi alat berat & PTM.

Depok, Mei 2016

Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar...................................................................................................1
Daftar isi.............................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................3
1.1Umum............................................................................................................3
1.2 Truk..............................................................................................................3
1.3 Manfaat.........................................................................................................3
BAB II DASAR TEORI.....................................................................................5
2.1Klasifikasi Truk.............................................................................................5
2.2Metode Pembongkaran..................................................................................5
2.3Kapasitas Truk..............................................................................................8
2.4 K3.................................................................................................................9
BAB III PEMBAHASAN................................................................................14
BAB IV ANALISA PRODUKTIVITAS KERJA DAN WAKTU..................20
BAB V KESIMPULAN...................................................................................28

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Umum
Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meningkatnya
kebutuhan hidup manusia maka diperlukan sejumlah fasilitas-fasilitas baru
yang lebih memadai. Oleh karena itu semakin banyak pula pembangunan
fasilitas tersebut dan sarana serta prasarana untuk menunjang kebutuhan
tersebut. Dalam dunia konstruksi, alat-alat berat dugunakan untuk membantu
manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan.
Saat ini alat berat berat merupakan factor penting dalam di dalam proyek
terutama proyek-proyek konstruksi dengan skala yang besar. Tujuan
penggunaan alat-alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam
mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai
dengan lebih mudah pada waktu yang relative lebih singkat.
Salah satu alat berat yang dibutuhkan adalah truk. Truk termasuk dalam
pengangkutan material horizontal karena material yang diangkutnya hanya
dipindahkan secara horizontal dari satu tempat ke tempat lainnya. Umumnya
alat ini dipakai untuk pengangkutan material lepas ( loose material ) dengan
jarak tempuh yang relatif jauh. Truk memerlukan alat lain yang membantu
memuat material ke dalamnya.
1.2. Tujuan
1.

Mengetahui fungsi dari truk

2.

Mengetahui produktifitas truk

1.3. Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca pada umumnya. Manfaat yang didapat bagi penulis
antara lain mengetahui jenis alat yang dapat digunakan pada pekerjaan
pengangkutan material dan memahami perhitungan produktifitas alat tersebut.
Sedangkan manfaat yang didapat bagi pembaca yaitu dapat memanfaatkan

hasil makalah ini sebagai bahan perbandingan dengan kondisi nyata


dilapangan untuk pertimbangan dalam memanfaatkan alat berat dengan lebih
efisien.

BAB II
DASAR TEORI
Truk adalah alat pengangkut yang dapat berkecepatan tinggi ketika melaju
di jalan raya dan juga mempunyai kapasitas yang besar dengan biaya per unit
volume rendah. Truk juga mempunyai tingkat fleksibilitas tinggi dalam kapasitas
angkut, karena jumlah truk dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Namun
truk juga memiliki kekurangan dibanding alat berat lain karena truk memerlukan
alat berat lain untuk pemuatan material ke dalamnya. Dalam pemilihan ukuran
dan konfigurasi truk ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu material yang
akan diangkut dan excavator atau loader pemuat.
2.1 Klasifikasi Truk
Truk diklasifikasikan berdasarkan faktor berikut :
1.

Ukuran, tipe mesin dan bahan bakar

2.

Jumlah roda, as dan cara penyetiran

3.

Metode pembongkaran muatan

4.

Kapasitas

5.

Sistem pembongkaran
Truk juga dapat dibedakan atas truk jalan raya dan truk non jalan raya.

Untuk truk jalan raya, dapat beroperasi bebas di jalan raya tanpa memerlukan ijin
khusus untuk pengoperasiannya. Sedangkan truk non jalan raya hanya dapat
dioperasikan dilokasi proyek. Untuk operasi dari pool ke proyek diperlukan ijin
khusus dan biasanya lintasan trayek truk ini hanya disekitar lokasi proyek.

2.2 Metode Pembongkaran


Berdasarkan metode pembongkarannya maka terdapat tiga jenis truk
yaitu rear dump, bottom dump, side dump.

a. Rear Dump
Dari semua jenis truk maka rear dump truck adalah alat yang paling
sering dipakai. Cara kerja pembongkaran alat tipe ini adalah material
dibongkar dengan cara menaikkan bak bagian depan dengan sistem
hidrolis. Rear dump truck dipakai untuk mengangkut berbagai jenis
material. Akan tetapi material lepas seperti tanah dan pasir kering
merupakan material yang umum diangkut oleh dump truck. Sedangkan
material seperti batuan dapat merusak truk yang dipakai, oleh karena
itu, pemuatan material harus dilakukan secara hati-hati atau bak dilapisi
dengan bahan yang tidak mudah rusak. Ukuran bak truk jenis ini
berkisar antara 25 sampai 250 ton.

Gambar 2.1 Rear Dump

b. Side Dump
Side dump truck mengeluarkan material yang diangkutya dengan
menaikkan salah satu sisi bak ke samping. Saat pembongkaran material
harus memperhatikan distribusi material dalam bak. Kelebihan material
pada salah satu sisi dapat menyebabkan terjadinya jungkir pada saat
pembongkaran material. Pemakaian truk jenis ini sangat tepat untuk

kondisi dimana pembongkaran muatan dilakukan pada tempat yang


sempit dan panjang.

Gambar 2.2 Side Dump


c. Bottom Dump
Umumnya bottom dump truck adalah semitrailer. Material yang
diangkutnya dikeluarkan melalui bagian bawah bak yang dapat dibuka
ditengah-tengahnya. Pintu bak adalah sisi bagian bawah memanjang
dari depan ke belakang. Pintu tersebut digerakkan secara hidrolis.
Material yang diangkut truk jenis ini umumnya seperti pasir, kerikil,
batuan sedimen, lempung keras dan lain-lain. Pembongkaran material
dilakukan saat kendaraan bergerak. Kelandaian permukaan dimana alat
tersebut digunakan sebaiknya kurang dari 5% karena bentuk dari alat
tersebut tidak memungkinkan untuk daerah yang terjal.

Gambar 2.3 Bottom Dump


2.3 Kapasitas Truk
Volume material yang diangkut harus sesuai dengan kapasitas truk.
Jika pengangkutan material oleh truk dilaksanakan melampaui batas
kapasitasnya maka hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi, seperti :
1. Konsumsi bahan bakar bertambah
2. Umur ban berkurang
3. Kerusakan pada bak
4. Mengurangi produktifitas
Kapasitas dari bak penampung truk terdiri dari struck capacity
( kapasitas peres ) dan heaped capacity ( kapasitas munjung ). Struck
capacity adalah kapasitas alat dimana muatan mencapai ketinggian dari
bak penampung. Sedangkan heaped capacity adalah kondisi dimana
muatan mencapai ketinggian lebih dari ketinggian bak.
Besarnya kapasitas truk tergantung pada waktu yang dibutuhkan untuk
memuat material ke dalam truk terhadap waktu angkut truk. Pada
umumnya, besarnya kapasitas truk yang dipilih adalah empat sampai lima
kali kapsitas alat gali yang memasukkan material ke dalam truk. Akan
tetapi penggunaan truk yang terlalu besar sangat tidak ekonomis kecuali
jika volume material yang akan diangkut sangat besar.

Kapasitas dan ukuran truk sangat bervariasi. Oleh karena itu


pemilihan ukuran truk sangat penting karena akan memberikan beberapa
keuntungan dan kerugian.
1. Kelebihan truk kecil terhadap truk besar :
-

Bergerak lebih leluasa dan kecepatan lebih tinggi


-

Kerugian dalam produktifitas akan lebih kecil jika salah satu truk
tidak dapat beroperasi

Kemudahan dalam memperhitungkan jumlah truk untuk setiap alat


pemuat

2. Kerugian truk kecil terhadap truk besar :


-

Kesulitan bagi alat pemuat dalam memasukkan material

Jumlah truk yang banyak maka waktu antrean akan besar

Meningkatkan investasi karena jumlah truk yang banyak

Memerlukan pengendara dalam jumlah banyak

3. Keuntungan truk besar terhadap truk kecil :


-

Jumlah truk yang sedikit menyebabkan investasi berkurang

Memudahkan alat pemuat saat memasukkan material

Waktu antrean akan berkurang

4. Kerugian truk besar terhadap truk kecil :


-

Bila alat pemuat kecil maka akan memperbesar waktu muat


-

Beban yang besar dari truk dan muatannya akan mempercepat


kerusakan jalan

Jumlah truk yang seimbang dengan alat pemuat akan sulit didapat
-

Larangan pengangkutan di jalan raya dapat diberlakukan pada truk


besar

2.4 K3
Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah usaha atau tindakan yang
dilakukan oleh manusia untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan aman
tanpa mengurangi produktivitas dalam suatu pekerjaan yang berkaitan
dengan manusia, peralatan/barang dan lingkungan.

Manfaat Kesehatan dan Keselamatan Kerja :

Menjauhkan bahaya kecelakaan dan kerugian

Menjamin hasil dan mutu kerja yang baik

Memberikan keuntungan bagi perusahaan, diri sendiri, keluarga

dan masyarakat

Dapat menunjang produktivitas

Hal-hal yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja :


a)

Kondisi tidak aman

Medan kerja
Licin, hujan, berkabut, terjal, miring, gambut dan lain-lain

Peralatan
Peralatan tidak dalam keadaan laik operasi atau peralatan
yang tidak tepat guna

Alat keselamatan kerja / pelindung diri


Tidak ada kerangka pengaman di unit peralatan dan atau
tidak memakai alat pelindung diri

10

b)

Tindakan tidak aman

Cara kerja yang salah

Menggunakan alat/ peralatan yang tidak tepat

Melakukan gerakan yang membahayakan

Tidak menggunakan alat keselamatan kerja/ perlindungan


diri

c)

Bekerja sambil bercanda/ main-main

Tidak disiplin

Diluar kemampuan manusia

Nasib / musibah

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang operator :

Bacalah dengan seksama segala perintah keselamatan didalam


buku manual maupun yang terpasang pada peralatan.

Gantilah dengan segera apabila tanda keselamatan hilang atau


rusak.

Pelajarilah dengan seksama cara mengoperasikan peralatan dengan


benar dan aman serta hanya dibenarkan kepada mereka yang
terlatih.

Jaga dan rawatlah perawatan anda dalam kondisi siap pakai dan
jangan sekali-kali merubah mesin, merusak kegunaan atau
keselamatan karena berdampak terhadap umur pemakaian.

Jangan berani mengambil resiko jika anda tidak yakin dalam


bertindak.

Alat pengaman / pelindung diri standar bagi seorang operator :

Helmet

Sepatu pengaman

Kaca mata pengaman, Goggles / pelindung muka

Sarung tangan

11

Pelindung telinga

Masker / respirator

Pakaian kerja ( bahan katun )

Kecelakaan dapat dicegah / dikurangi dengan cara :

Kesadaran tentang pentingnya keselamatan kerja

Pengawasan ( atasan, sesama teman )

Disiplin kerja

Pendidikan dan pelatihan

Peraturan dan sanksi bila dilanggar

Ketelitian kerja

Memakai alat keselamatan kerja

Waspada terhadap hal-hal timbulnya kecelakaan

Penghargaan bagi yang bebas kecelakaan

BAB III
PEMBAHASAN

12

1. Truk Non Jalan Raya HM 300-3


Truk jenis ini direkayasa untuk meningkatkan kinerja dan dirancang
untuk kenyamanan, serta dibangun untuk tahan lama.

Spesifikasi
Mesin
Model Engine

Komatsu SAA6D125E-6

Daya Gross - SAE J1995

332 hp

Daya Netto - SAE J1349

324 hp

Type

Water-cooled, 4cycle

Number of cylinder
6
Diameter (Bore)

4.92

Panjang Langkah (Stroke)

5.91

Maximum torque

1680 Nm

Fuel system

Direct injection

Governor

Elecrtonically controlled

Lubrication system

method

Gear

pump,

force

lubrication
Filter

Full-flow type

13

Transmission
Torque
converter

3-elements, 1-stage, 2-phase

Transmission

Full-automatic, counter-shaft type

Speed range

6 speeds forward and 2 reverse

Lockup clutch

Wet, single-disc clutch

Forward

Torque converter drive in 1st gear,


direct drive in 1st lockup and all
higher gears

Reverse

Torque converter drive and direct


drive in all gear

Shift control

Electronic shift control with


automatic clutch modulation in all
gear

Maximum travel
speed

36.4 mph

58.6 km/h

Axles
full time all wheel drive
Final drive type

Planetary gear

Ratios:
Differential

3.154

Planetary

4.667

Suspension system
Front
Rear
suspension system

Hydro-pneumatic suspension
Combined hydro-pneumatiandrubber

14

Steering system
Type

Articulated type, fully hydraulic power steering

Supplementary steering

Automatically actuated, electrically powered

Articulation angle

45 each direction

Body Capacity:
Struck16.9

17.5 yd

13.4 m

Heaped(2:1, SAE)

22.4 yd

17.1 m

Payload

30.9
U.S. tons

28.0 metric tons

184,925
psi

130 kg/mm

Material - high
strength steel

tensile

Material thickness:
Bottom

0.55"

14 mm

Front

0.31"

8 mm

Sides

0.47"

12 mm

Target area - (inside


length x width)

17'3" x 8'10"

5250 mm
2685 mm

Exhaust heating
(optional)

Heating
Weight
Empty weight

54,917 lbs

24,910 kg

Gross vehicle weight

116,823 lbs

52,990 kg

Weight distribution:

15

Empty:
Front axle

57.0%

Center axle

23.0%

Rear axles

20.0%

Loaded:
Front axle

29.0%

Center axle

36.5%

Rear axles

34.5%

Service refill capacities


fuel tank

102.6
U.S. gal

388.3
L

Engine oil

9.2 U.S.
gal

35 L

torque converter, transmission


and retarder cooling

25.9 U.S.
gal

98 L

Differentials (total)

18.9 U.S.
gal

71.5 L

Final drives (total)

6.1 U.S.
gal

23 L

Hydraulic system

27.2 U.S.
gal

103 L

Suspension (total)

2.7 U.S.
gal

10.4 L

16

Benefit and Features


Power Train- Engine
Engine Komatsu SAA6D125E-6 dibuat untuk menghasilkan tenaga, keandalan
dan efisiensi guna mencapai kinerja yang unggul pada aplikasi yang terberat. dan
efisiensi guna mendapatkan kinerja yang unggul pada aplikasi yang paling berat.
Power Train - Transmisi
Komatsu SAA6D125E-6 menghasilkan tenaga lebih besar ke permukaan tanah
untuk menghasilkan produktivitas lebih besar dan biaya pengoperasian lebih
rendah.
Integrasi Engine/Power Train
Secara elektronik menggabungkan komponen-komponen power train yang kritikal
untuk bekerja secara lebih cerdas guna mengoptimalkan kinerja truk secara
keseluruhan.
Sistem Pengereman
Pengereman yang handal dengan kontrol yang unggul memberikan rasa percaya
diri kepada operator untuk memusatkan perhatian pada produksi.
Ruang Operator
Dirancang secara ergonomis untuk kenyamanan operator, kontrol yang unggul dan
produktivitas yang tinggi.
Sistem Badan Truk
Dirancang dan dibangun oleh komatsu untuk menghasilkan kinerja dan keandalan
yang kokoh di aplikasi pengangkutan yang paling berat.

17

Sistem yang Telah Ditepatkan


Sistem pemuatan/pengangkutan yang efisien dimulai dengan kesesuaian yang
ideal.
Kemudahan Servis
Lebih sedikit waktu perawatan berarti lebih banyak waktu di jalan angkut.
Sistem Bak Truk
Dirancang dan dibangun oleh Komatsu untuk menghasilkan kinerja dan
kehandalan yang kuat dalam aplikasi pengangkutan paling berat.
Keselamatan
Alat berat Komatsu serta sistemnya dirancang dengan menempatkan keselamatan
sebagai prioritas pertama.

18

BAB IV
ANALISA PRODUKTIVITAS KERJA DAN WAKTU
Produktivitas suatu alat selalu tergantung dari waktu siklus. Waktu siklus
truk terdiri dari waktu pemuatan, waktu pengangkutan, waktu pembongkaran
muatan, waktu perjalanan kembali, dan waktu antre.

Returning

Dumping

Gambar 4.1 Waktu Siklus Truk


Spot & Delay
Houling

1. Waktu muat, tergantung pada :


-

Ukuran dan jenis alat pemuat

- Jenis dan kondisi material yang dimuat


Loading time
- Kapasitas truk
-

Kemampuan operator alat pemuat dan alat angkut

19

2. Waktu pengangkutan, tergantung pada :


-

Jarak tempuh truk

Kondisi jalan yang dilalui

3. Waktu pembongkaran muatan, tergantung :


-

Jenis dan kondisi material

Cara pembongkaran

Jenis truk

4. Waktu kembali juga dipengaruhi hal-hal yang sama seperti waktu


pengangkutan
5. Waktu antre, tergantung pada :
-

Jenis truk alat pemuat

Posisi alat pemuat

Kemampuan truk untuk berputar

Rumus yang dipakai untuk menghitung produktivitas truk adalah :


60
Q = C x Cm x

E
Dimana :
Q

= Produksi nyata (Lm / jam)

= Ct x fm

= Kapasitas riil truk (ton, M3)

Ct

= KApasitas teoritis (ton, M3)

Fm

= Faktor muat/ kepenuhan

Cm

= waktu siklus

= Faktor koreksi

C = n x (q1 x k
)
Dimana :
n

= jumlah siklus pengisian

q1

= kapasitas bucket (M3, cuyd)

20

= faktor bucket

Rumus yang dipakai untuk menghitung waktu siklus truk :


CM = (n x cms) + D + t1 +
D + t2
Dimana :
Cms = waktu siklus backhoe/ loader (menit)
D

= jarak angkut (m)

V1

= kecepatan angkut (m / menit)

t1

= waktu penumpahan (tabel v.5.4)

V2

= kecepatan kembali (m / menit)

t2

= Spot and dellay ( tabel V.5.5)

Rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah truk dan produksi armada :
M = cm

P = C x 60 x E x

nx

cms :
Dimana
M

= jumlah truk

= produksi armada (truk)

Contoh soal
Panjang Jalan
Lebar jalan
Lebar galian
Galian sepanjang

=
=
=
=

16
24
1,8
16

km
m
m
km

16000 m

a. Pengangkutan tanah hasil galian yang tidak diangkut oleh wheel loader
1/3 dari volume galian
b. Rute dan jarak angkut, untuk isi dan kosong adalah sama.

21

400 m
250 m
200 m

Gr 10%

Kondisi Jalan dengan permukaan cekung, tidak basah dan tidak terpelihara.
t

= 1.6 t/m3

Efesiensi Kerja

= 0.83

Terdapat pembatasan kecepatan dengan alasan K3, yaitu :


a. Kondisi Datar
Kecepatan Isi

= 40 km/jam

Kecepatan Kosong

= 60 Km/jam

b. Kondisi Menanjak
Kecepatan Isi

= 20 Km/jam

Kecepatan Kosong

= 40 Km/jam

c. Kondisi Menurun
Kecepatan Isi

= 20 Km/jam

Kecepatan Kosong

= 40 Km/jam

Data Alat Berat Wheel Loader


Kapasitas Bucket = 2.2 lm3
Data Dump Truck DH 325-110 HP
Berat Kosong

= 27.1 ton

Beras DT+isi

= 52.2 ton

Dumping

= Favorable

22

Spot and Delay

= Favorable

BP&O Dump Truck

= Rp.2.600.000/hari

Produktifitas alat dalam 1 jam


a. Waktu loading
Kapasitas Dump Truck

= Berat DT dan Isi Berat Dt Kosong


= 52.2 27.1 = 25.1 Ton

Kapasitas Dump Truck

= (Kapasitas DT x 1.25) / (1.6 ton/m3)


= (25.1 x 1.25)/1.6 = 19.6 lm3

n=

Kapasitas Dump Truck


Kapasitas Wheel Loader

n=

19.6 lm 3
2.2lm 3

n = 9 kali
Waktu Loading
= n x CTloader , dimana CTloader = 0.5
= 4.4 menit

b. Waktu Buang dan Waktu Kembali


RR = 50 70 kg/ton diambil 60 kg/ton
RR = 2%

GR = 10%
c. Waktu Dumping

23

t1 (menit) = 0.6 Favorable


d. Waktu Spot and Delay
t2 (menit) = 0.15 Favorable

Waktu Total = a + b + c + d
= CTD = 4.4 + 11.9 + 0.6 + 0.15
= 17 menit

Jumlah Armada DT
m=

CTdt
n x CTloader

CTDT

= 17 menit

CTloader

= 0.5 menit

= 9 kali

m=

17
9 x 0.5

= 3.9 = 5 Armada Dump Truck

Produktifitas DT
C = n x qloader x k
= 9 x 2.2 = 19.6 lm3
Q =

60 x C x E
CTd

Q =

60 x 19.6 x 0.83
17

Qtotal

= 57.18 lm3/jam

= Q1 alat x Jumlah Armada

= 57.18 x 5 = 285.901 lm3/jam

Durasi Pekerjaan
Volume Angkut

= 1/3 x (16000 m x 24 m x 1.8 m x 1.25) (volume loose)

24

= 288.000 lm3
Durasi

=
=

Volume Angkut
Produktifitas

288.000 lm 3/ jam
285.9 lm 3/ jam

= 1007 jam = 144 Hari


Dengan1 Wheel Loader dan 5 Dump Truck

Biaya Pelaksanaan & Operasi


BP & O Dump Truck

= Rp. 2.600.000,-/hari

BP & O Wheel Loader

= Rp. 425.000/jam

Biaya DT

= Jumlah DT & BP & O x Durasi


= 5 x Rp.2.600.000 x 144
= Rp.1.872.000.000,-

Biaya WL

= Jumlah WL x BP & O x Durasi


= 1 x Rp.425.000,- x 144
= Rp. 61.200.000,-

Biaya Total

= Rp.1.872.000.000,- + Rp.61.200.000,= Rp.1.933.200.000,-

Harga Satuan Pekerjaan


Profit

= 10 %
= Rp.193.320.000,-

Pajak

= 10%
= Rp.193.320.000,-

HSP

Rp. 2.319 .840 .000,

288000

25

= Rp. 8055 /lm3


BAB V
KESIMPULAN

Produktivitas dump truck tergantung dari waktu siklus dump truck itu
sendiri.

Jumlah truk yang digunakan dalam suatu proyek dapat disesuaikan dari
produktivitas truk itu sendiri.

Truk memiliki tingkat fleksibilitas tinggi dalam kapasitas angkut,


karena jumlah truk dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

Kondisi jalan yang dilalui dan kondisi tanah proyek mempengaruhi


pemilihan jenis dump truck yang digunakan.

26