Anda di halaman 1dari 46

BAB 21 STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM

INFORMASI AKUNTANSI
BAB 22 DESAIN, IMPLEMENTASI, dan OPERASI
SISTEM
DisusunOleh :

KELOMPOK 14
Cut Tira Tarmizi

1301103010047

Icha Wan Rna

1301103010109

Safitri Ridwan

1301103010129

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS


UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2016

BAB 21
STRATEGI PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
PENDAHULUAN
Pada bab ini Anda mempelajari tiga cara untuk mendapatkan sebuah informasi, yaitu:
1. Membeli perangkat lunak;
2. Mengembangkan perangkat lunak secara in-house; dan
3. Membayar sebuah perusahaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem
tersebut.
Dan Anda juga mempelajari tiga cara untuk meningkatkan proses pengembangan, yaitu:
1. Desain ulang proses bisnis;
2. Prototipe; dan
3. Alat rekayasa perangkat lunak dibantu dibantu komputer.

MEMBELI PERANGKAT LUNAK


Pada awal-awal ditemukannya komputer, jarang perusahaan yang dapat membeli
perangkat yang memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, sejalan dengan makin dewasanya
industri perangkat lunak, makin banyak perusahaan yang mulai membeli perangkat lunak.
Menurut Romney, Perangkat lunak kalengan (canned software) dijual ke para
pengguna dengan persyaratan yang sama. Sistem turnkey (turnkey system) adalah perangkat
lunak dan perangkat keras yang dijual dalam bentuk sebuah paket. Vendor memasang sistem
dan pengguna memutar kunci. Banyak sistem turnkey dibuat oleh vendor yang
berspesialisasi pada sebuah industri tertentu, seperti dokter, toko reparasi otomotif, restoran,
dan toko eceran.1
Menurut Saya, Perangkat lunak kalengan (cannedsoftware) adalah program yang
dibuat oleh perusahaan pengembang perangkat lunak dan dijual pada pasar terbuka untuk
1

Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-strategipengembangan.html?m=1

2.

http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/category/sistem-informasi-akuntansi/strategi-pengembangan-sia/

jangkauan luas pengguna dengan kebutuhan yang sama. Perusahaan menggabungkan


perangkat lunak dan perangkat keras, serta menjual keduanya sebagai satu paket disebut
sebagai sistem turnkey (turnkey system), karena vendor memasang keseluruhan sistem dan
pemakai hanya perlu terima jadi.
Menurut Romney, sebuah masalah utama dari perangkat lunak kalengan adalah bahwa
ia mungkin tidak memenuhi seluruh kebutuhan informasi sebuah perusahaan. Hal ini dapat
diatasi dengan memodifikasi perangkat lunak tersebut. Kelebihan membeli perangkat lunak
ialah kemudahan dalam ketersediaan perangkat lunak dan biaya yang lebih murah. Cara ini
termasuk cara terbaik untuk vendor ketika memodifikasi perangkat luna tersebut karena
dengan memodifikasi yang tidak diotorisasi mungkin tidak didukung oleh vendor dan
mungkin membuat program yang tak berkualitas.
Menurut Romney, Penyedia jasa aplikasi (application serice provider- ASP) ialah
yang mengirim perangkat lunak melalui Internet.
Menurut Saya, Dalam hal ini perusahaan dapat menyewa perangkat lunak dari ASP
tanpa harus membeli, memasang, dan mempertahankan perangkat lunak kalengan.
Keuntungan dari cara ini adalah mengurangi biaya perangkat lunak dan overhead
administrasi, pembaruan perangkat lunak secara otomatis, penyesuaian skala dengan
pertumbuhan bisnis, akses global ke informasi, akses ke personel ahli teknologi informasi
(TI), dan memungkinan perusahaan untuk fokuspada kompentensi keuangan inti bukan pada
masalah TI.
Menurut Romney, Perusahaan yang memberi perangkat lunak SIA mengikuti siklus hidup
pengembangan sistem (system development life cycle- SDLC) normal kecuali unuk hal
berikut:

Selama desain sistem konseptual, perusahaan menentukan apakah perangkat lunak


yang memenuhi persyaratan SIA tersedia dan apabila tersedia apakah membelinya

atau mebuatnya sendiri.


Beberapa desain fisik, implementasi, dan konversi dapat diabaikan. Sebagai contoh,
perusahaan biasanya tidak mendesai, menyandi, dan menguji modul program atau
mendokumentasikan program komputer.

Memilih Vendor

Menurut Romney, Memutuskan untuk membuat atau membeli perangkat lunak dapat
dilakukan secara terpisah dari keputusan untuk mendapatkan perangkat keras, perbaikan,
pemeliharaan, dan sumber daya SIA lainnya. Walaupun dapat dibeli secara terpisah dari
perangkat lunak, keputusan mengenai perangkat keras dan vendor mungkin bergantung pada
keputusan atas perangkat lunak.
Menurut Romney, Vendor dapat ditemukan berdasarkan masukan, menghadiri
konferensi, dalam majah industri, internet, atau mencari dari buku telepon. Ada beberapa
vendor berkembang sementara lainnya tidak lagi beroperasi. Selain itu, banyak perusahaan
yang menawarkan layanan tetapi memiliki sedikit pengalaman, modal yang tidak cukup, atau
menggunakan produk yang buruk, sehingga ketika vendor tidak lagi beroperasi mereka sering
kali meninggalkan perusahaan yang menggunakan produk mereka tanpa solusi dan bantuan.
Oleh karena itu, merupakan hal yang penting untuk selektif dalam memilih vendor.
Memperoleh Perangkat Keras dan Perangkat Lunak
Menurut Romney, Perusahaan yang membeli sistem yang besar atau kompleks akan
mengirimkan permintaan untuk proposal (request for proposal- RFP), yang mengundang para
vendor untuk mengusulkan sebuah sistem yang memenuhi kebutuhan perusahaan. Setiap
proposal dievaluasi dan diteliti secara mendalam untuk memverifikasi bahwa persyaratan
perusahaan dapat dipenuhi.
Menurut Romney, Penggunaan sebuah RFP penting untuk alasan-alasan berikut ini:
1.

Menghemat waktu. Informasi yang sama diberikan ke semua vendor, meniadakan


pengulangan tinjauan dan pertanyaan.

2.

Menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Semua respons diberikan dalam


format yang sama dan didasarkan pada informasi yang sama.

3.

Mengurangi kesalahan. Peluang mengabaikan taktor-faktor yang penting akan


berkurang.

4.

Menghindari dari potensi ketidaksesuaian. Kedua pihak memiliki perkiraan yang


sama dan informasi yang terkait telah dicatat.
Menurut Romney, Ketika RFP diminta berdasarkan pada spesifikasi perangkat keras

dan perangkat lunak tertentu, biaya total biasanya akan lebih rendah dan lebih sedikit waktu
yang dibutuhkan untuk persiapan vendor dan evaluasi perusahaan. Akan tetapi, hal ini tidak
memungkinkan vendor merekomendasikan teknologi altematif. Sebaliknya, RFP umum berisi
4

definisi masalah dan meminta sistem yang memenuhi tujuan kinerja dan persyaratan tertentu.
Hal ini memungkinkan perusahaan yang meminta proposal untuk menyerahkan masalah
teknis pada vendor. Kelemahan dari pendekatan ini adalah semakin besarnya kesulitan untuk
mengevaluasi proposal dan adanya potensi tawar-menawar yang lebih mahal biayanya.
Menurut Romney, Semakin banyak informasi yang diberikan perusahaan kepada
vendor, makin baik peluang perusahaan untuk menerima sistem yang dapat memenuhi
persyaratan perusahaan. Para vendor membutuhkan spesifikasi terinci atas SIA yang baru,
termasuk aplikasi input dan output, file serta database yang dibutuhkan, frekuensi dan metode
untuk pembaruan file dan permintaan, serta persyaratan unik lainnya. Merupakan hal yang
penting untuk membedakan antara persyaratan yang wajib dengan fitur-fitur yang diinginkan.

Mengevaluasi Proposal dan Memilih Sebuah Sistem


Menurut Romney, Proposal yang kehilangan informasi yang penting, akan gagal
untuk memenuhi persyaratan minimum atau tidak jelas sehingga harus dieliminasi. Proposal
yang dapat melalui pemeriksaan awal dicocokkan dengan persyaratan sistem untuk
menetapkan apakah (1) proposal tersebut memenuhi semua persyaratan wajib, dan (2) berapa
banyak persyaratan yang diinginkan dapat dipenuhi.Vendor yang paling banyak memenuhi
kriteria, dapat diundang untuk mendemonstrasikan kinerja sistem serta memvalidasi hal-hal
yang dinyatakan oleh vendor tersebut. Tabel 2-1 menyajikan kriteria yang dapat digunakan
untuk mengevaluasi perangkat keras, perangkat lunak, dan para vendor.
TABEL 2-1 Kriteria Evaluasi Hardware, Software dan Vendor
Evaluasi

Apakah biaya hardware wajar, sesuai kemampuan dan fiturnya ?

Hardware

Dapatkah hardware menjalankan software yang diinginkan ?


Apakah kecepatan pemrosesan CPU dan kemampuannya untuk
penggunaan yang direncanakan ?
Apakah kemampuan penyimpanan sekunder memadai ?
Apakah kecepatan dan kemampuan input dan output memadai ?
Apakah sistem memiliki kemampuan komunikasi yang memadai ?
Apakah sistem dapat ditingkatkan ?
Apakah hardware didasarkan pada tekhnologi terbaru, atau teknologi
lama atau yang akan segera ketinggalan zaman ?
5

Apakah hardware tersedia saat ini ? Jika tidak, kapan ?


Apakah sistem yang dipertimbangkan sesuai dengan hardware,
software, dan periferal yang ada saat ini ?
Bagaimana evaluasi kinerja sistem jika dibandingkan dengan
pesaingnya ?
Bagaimana ketersediaan dan biaya dukungan serta pemeliharaannya ?
Evaluasi

Apakah ada pengaturan pendanaan ?


Apakah software memenuhi semua spesifikasi wajib ?

software

Seberapa baik software tersebut memenuhi spesifikasi yang diinginkan?


Akankah perubahan program dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan ?
Apakah software berisi pengendalian yang memadai ?
Apakah kinerja (kecepatan, akurasi, keandalan) memadai ?
Berapa banyak perusahaan lain yang menggunakan software tersebut ?
Apakah pemakai lainnya puas dengan software tersebut ?
Apakah software tersebut didokumentasikan dengan dengan baik ?
Apakah software tersebut sesuai dengan software perusahaan yang ada
saat ini ?
Apakah software tersebut mudah digunakan oleh pemakai ?
Dapatkah software tersebut didemontrasikan dan diuji ?
Apakah software tersebut memiliki jaminan yang memadai ?
Apakah software tersebut fleksibel dan mudah dipelihara ?
Apakah permintaan online atau file serta catatan tersedia ?

Evaluasi Vendor

Akankah vendor terus memperbarui software tersebut ?


Seberapa lama vendor telah ada dalam bisnis tersebut ?
Seberapa besar vendor tersebut ?
Apakah vendor secara keuangan stabil dan aman ?
Seberapa banyak pengalaman yang dimiliki vendor dengan hardware
dan software tersebut ?
Seberapa baik vendor menjamin produk tersebut ? Seberapa baik
garansinya?
Apakah vendor secara rutin memperbarui produknya ?
Apakah vendor memberikan pendanaan ?
Akankah vendor memasukkan janji-janji dalam kontrak ?
6

Akankah vendor memasok daftar pelanggan sebagai referensi ?


Apakah vendor memiliki reputasi dalam hal keandalan dan menjadi
tempat bergantung ?
Apakah vendor memberikan dukungan dan pemeliharaan atas hardware
dan software ?
Apakah vendor memberikan dukungan untuk implementasi dan
pemasangan ?
Apakah vendor memiliki personel yang berkualitas bagus, responsif,
dan berpengalaman ?
Apakah vendor memberikan pelatihan ?
Seberapa responsif dan tepat waktu dukungan dari vendor ?
Sumber : http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-strategi-pengembangan.html
Menurut Romney, Salah satu cara untuk membandingkan kinerja sistem ialah
menggunakan masalah benchmark (benchmark problem). Masalah benchmark adalah
pekerjaan pemrosesan data dengan kegiatan input, pemrosesan, dan output umum yang akan
diproses oleh SIA yang baru. Waktu pemrosesan akan dihitung dan dibandingkan, dan SIA
dengan waktu terendah akan dinilai paling efisien.
Menurut Romney, Pendekatan lainnya yaitu dengan penskoran poin (point scoring).
Penskoran poin ialah memberikan sebuah bobot untuk setiap kriteria evaluasi berdasarkan
pentingnya. Setiap kriteria, para vendor akan diberikan nilai untuk setiap kriteria yang
didasarkan pada seberapa baik proposalnya sesuai dengan standar dan nilai total bobot akan
menjadi dasar untuk perbandingan dan membedakan berbagai sistem. Bedasarkan Tabel 21-2,
vendor 3 menawarkan sistem yang terbaik karena sistemnya mendapat nilai 190 poin lebih
daripada vendor 2.

TABEL 21-2 Evaluasi Penolakan Poin Proposal Vendor


Kriteria
Kompatibilitas hardware

Bobot
60

Vendor 1
Sko
Skor
r
Bobot
6

360

Vendor 2
Skor
Skor
Bobot
7

420

Vendor 3
Sko
Skor
r
Bobot
8

480

Kecepatan hardware

30

180

10

300

150

Perluasan memori

60

300

420

480

Arus hardware

30

270

270

180

Kompatibilitas software

90

630

630

810

Kemampuan online inquiry

40

360

10

400

320

Pengendalian

50

350

300

450

Referensi positif

40

10

400

320

240

Dokumentasi

30

270

240

210

Mudah dirawat, diperbarui dengan teratur

50

350

400

450

Kemampuan jaringan

50

400

350

400

Dukungan vendor

70

420

630

10

700

4.290

Total

4.680

4.870

Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13


Menurut Romney, Penentuan biaya persyaratan (requirement costing) memperkirakan
biaya untuk membeli atau mengembangkan berbagai fitur yang tidak tersedia. Total biaya
SIA adalah biaya sistem dengan semua fitur yang dibutuhkan dan memberikan dasar yang
wajar untuk perbandingan.
Menurut Romney, Baik penilaian poin maupun perhitungan biaya persyaratan tidak
seluruhnya objektif, pilihan akhir di antara berbagai proposal vendor tampaknya bukan
keputusan mudah. Dalam penilaian poin, bobot dan poin-poin diberikan secara subjektif dan
perkiraan nilai uang dari biaya serta manfaat tidak dimasukkan. Perhitungan biaya
persyaratan mengabaikan faktor tidak berwujud seperti keandalan dan dukungan dari vendor.
Menurut Romney, Pada saat SIA yang terbaik telah diidentifikasi, perangkat
lunaktersebut harus seluruhnya diuji, pemakai lain akan dihubungi untuk melihat kepuasan
mereka, personil vendor akan dievaluasi, dan rincian proposal akan dikonfirmasikan untuk
memverifikasi bahwa SIA yang tampaknya merupakan yang terbaik menurut catatan memang
benar-benar yang terbaik dalam praktiknya. Pelajaran yang didapat oleh Geophysical System
Corporation dari proses pemilihan vendornya menekankan pentingnya evaluasi yang
menyeluruh.

PENGEMBANGAN OLEH DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI IN-HOUSE

Menurut Romney, Banyak organisasi yang mengembangkan perangkat lunak yang


dibuat khusus (custom software) karena kebutuhan perusahaan unik atau ukuran perusahaan
dan kerumitannya membutuhkan perangkat lunakkhusus.Halangan dalam membuat perangkat
lunakkhusus ialah memakan banyak waktu dan sumber daya.
Menurut Romney, Perangkat lunak khusus biasanya dikembangkan dan ditulis sendiri
atau melibatkan perusahaan luar yang dibayar untuk mengembangkan perangkat lunakatau
merakit perangkat lunakdari persediaan modul program. Ketika mengontrak organisasi luar,
perusahaan harus mempertahankan pengendalian atas proses pengembangan, dengan
memperhatikan hal-hal berikut :

Dengan selektif memilih pengembang yang harus memiliki pengalaman dalam


industri perusahaan dan pemahaman yang baik tentang bagaimana perusahaan

melakukan bisnisnya.
Menandatangani kontrak yang menempatkan tanggung jawab untuk memenuhi
persyaratan dari perusahaan ke pengembang dan memungkinkan menghentikan

proyek jika kondisi-kondisi utama tertentu tidak dipenuhi.


Merencanakan proyek harus secara terinci dan awasi setiap langkah dalam proses

pengembangan.
Menjaga komunikasi yang efektif.
Kendalikan semua biaya dan minimalkan arus kas hingga proyek tersebut diterima.
Menurut Romney, Tidak terdapat jawaban yang benar atas keputusan membuat atau

membeli. Perusahaan yang berbeda memiliki kesimpulan yang berbeda. Contohnya, Gillette
dahulu mengembangkan perangkat lunak-nya sendiri, tetapi akhir-akhir ini memutuskan
untuk berpindah dari sistem kepemilikan ke perangkat lunak jadi kapan saja memungkinkan.
Alasannya adalah perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif yang lebih besar dari
memutuskan bagaimana perangkat lunak harus digunakan daripada menetapkan perangkat
lunak apayang harus digunakan dan kemudian membuatnya. Apabila perangkat lunak
kalengan tidak memenuhi semua kebutuhan Gillette, perusahaan akan mengubahnya dengan
menggunakan alat pengembang berteknologi tinggi.
Menurut Romney, Sebaliknya Pepsi, telah berpindah dari arah yang berbeda. Pepsi
dahulu membeli sebagian besar dari perangkat lunak mainframe utamanya tetapi setelah
berpindah ke arsitektur klien/server, Pepsi tidak dapat menemukan perangkat lunak yang
cukup canggih untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Walaupun Pepsi masih membeli
9

perangkat lunak jika membutuhkannya, perusahaan tersebut telah membuat sendiri sebagian
besar dari perangkat lunak baru yang dipasangnya.

Perangkat Lunak yang Dikembangkan Pengguna Akhir


Menurut Romney, Komputasi pengguna akhir (End-user computing- EUC) adalah
pengembangan, penggunaan, dan pengendalian aktif atas sistem informasi berbasis komputer
oleh para pemakai. Dengan kata lain, EUCadalah orang yang menggunakan TI untuk
memenuhi kebutuhan informasinya sendiri daripada bergantung pada ahli-ahli sistem.
Contohnya, lembaga penyimpanan dan pinjaman di California menginginkan sebuah sistem
yang dapat menelusuri persyaratan jaminan kredit. Departemen sistem informasinya
mengatakan bahwa sistem tersebut akan membutuhkan waktu pengembangan selama 18
bulan. Daripada menunggu, bagian kredit menggunakan PC dan program database untuk
mengembangkan program fungsional dalam sehari. Meningkatkan program membutuhkan
waktu beberapa hari lebih lama. Tidak hanya bagian kredit mempersingkat waktu
pengembangan dari 18 bulan ke beberapa hari, tetapi bagian tersebut mendapatkan informasi
yang dibutuhkannya karena para pemakai mengembangkan sistem tersebut sendiri.
Menurut Romney, Berikut ini adalah contoh-contoh yang perkembangan oleh pemakai akhir
yang tepat:

Menarik informasi dari database perusahaan untuk menghasilkan laporan sederhana

atau untuk menjawab permintaan yang tidak rutin.


Melakukan sensitivitas bagaimana-jika atau analisis statistik.
Mengembangkan aplikasi dengan menggunakan perangkat

spreadsheets atau sistem database.


Mempersiapkan jadwal, seperti jadwal depresiasi dan amortisasi pinjaman.

lunak,

seperti

Menurut Romney, Perkembangan oleh pemakai akhir tidaklah tepat bagi sistem yang
kompleks, seperti sistem yang digunakan untuk memproses transaksi dalam jumlah besar atau
untuk memperbarui catatan database. Oleh karena itu, sistem tersebut tidak digunakan untuk
pemrosesan penggajian, piutang dan utang, buku besar umum, atau persediaan.
Menurut Romney, Ketika pemakai akhir mulai memenuhi sendiri kebutuhan awal
mereka, ada dua hal yang terjadi. Pertama, para pemakai menyadari komputer dapat
10

digunakan untuk memenuhi lebih banyak lagi kebutuhan informasi. Kedua, peningkatan
akses ke data membuat banyak penggunaan serta kebutuhan baru informasi. Akibatnya ialah
telah terjadi pertumbuhan pesat dalam EUC.
Menurut Saya, Pertumbuhan dalam EUC telah secara signifikan mengubah peran para
pegawai bagian sistem informasi. Mereka tetap mengembangkan dan memelihara sistem
pemrosesan transaksi dan database keseluruhan perusahaan yang merupakan sumber bagi
para pemakai akhir untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka.Sebagai tambahan,
pegawai memberi para pemakai saran teknis dan dukungan operasional, serta membuat
informasi tersedia sebanyak mungkin bagi para pemakai akhir. Walaupun hal ini telah
mengakibatkan tambahan pekerjaan bagi para pegawai bagian sistem, kondisi ini
diseimbangkan dengan penurunan permintaan atas layanan tambahan yang harus dilakukan
para pegawai tersebut.
Menurut Romney, Apabila trend EUC berlanjut, hal ini akan mewakili 75% hingga
95% semua pemrosesan informasi pada akhir dekade berikutnya.
Keuntungan dan Kerugian Komputasi Pengguna Akhir
Menurut Romney, EUC menawarkan keuntungan sebagai berikut:

Penciptaan, pengendalian, dan implementasi pengguna. Para pemakai mengendalikan


proses pengembangan dan memutuskan sistem apa yang harus dibuat dan

diimplementasikan.
Sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna. Sistem yang dikembangkan oleh para

pemakai lebih dapat memenuhi kebutuhan para pemakai.


Ketepatan waktu. Sistem dikembangkan ketika dibutuhkan.
Membebaskan sumber data sistem. Banyaknya kebutuhan informasi yang dapat
dicapai para pengguna, maka lebih banyak waktu yang dapat dimanfaatkan sehingga

sumber data sistem dapat bebas untuk tugas lainnya.


Kefleksibilitasan dan kemudahan penggunaan.Sebagian besar perangkat lunak enduser computing mudah untuk dipahami dan digunakan. Para pemakai dapat mengubah
informasi yang mereka hasilkan atau memodifikasi aplikasi mereka kapan saja
kebutuhan mereka berubah. Jika menggunakan komputer laptop, pekerjaan dapat
diselesaikan di rumah di pesawat, atau hampir di semua tempat.

Menurut Romney, Adapun kerugian dari EUC ialah sebagai berikut:


11

Kesalahan logika dan pengembangan. Oleh karena para pemakai akhir memiliki
sedikit pengalaman dalam pengembangan sistem, mereka cenderung melakukan
kesalahan dan kurang dapat mengenali kesalahan jika terjadi kesalahan. Pemakai yang
melakukan pengembangan juga dapat mengatasi masalah yang salah, menggunakan
perangkat lunak yang salah, atau menggunakan informasi yang tidak lengkap atau
kedaluwarsa. Sering kali kesalahan tersebut disebabkan oleh kesalahan logika atau

penggunaan yang salah atas rumus atau perintah dalam perangkat lunak.
Aplikasi yang diuji dengan tidak layak. Para pemakai cenderung tidak melakukan uji
yang lengkap atas aplikasi mereka, baik karena mereka tidak menyadari perlunya
melakukan hal tersebut atau karena kesulitan atau waktu yang dibutuhkan untuk

melakukan hal tersebut.


Sistem yang tidak efisien. Kebanyakan pemakai akhir bukanlah programmer dan tidak
terlatih dalam pengembangan sistem. Walaupun sistem yang mereka kembangkan

mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan mereka, sistem tersebut tidak selalu efisien.
Sistem yang dikendalikan dan didokumentasikan dengan buruk. Banyak pemakai
akhir tidak mengimplementasikan pengendalian untuk melindungi sistem mereka.
Sistem yang dibuat oleh pemakai sering kali didokumentasikan dengan kurang baik
karena pemakai tersebut menganggap tugas tersebut membosankan atau tidak penting.
Para pemakai tidak menyadari bahwa tanpa dokumentasi, orang lain tidak dapat

memahami bagaimana sistem bekerja.


Sistem yang tidak kompatibel. Beberapa perusahaan menambah perlengkapan
pemakai akhir tanpa mempertimbangkan implikasi teknologi. Akibatnya perusahaan
memiliki berbagai hardware dan perangkat lunak yang sulit ditangani atau dibentuk

jaringannya.
Duplikasi sistem dan data; sumber daya yang terbuang. Apabila pemakai akhir tidak
menyadari kebutuhan informasi pemakai lain yang hampir sama, duplikasi sistem
akan terjadi. Para pemakai yang tidak berpengalaman akan mencoba untuk mencapai
lebih daripada yang dapat mereka capai, yang berakhir dengan pemborosan waktu dan

sumber daya.
Peningkatan biaya. Sebuah pembelian PC tidaklah mahal, tetapi membeli PC untuk
ratusan bahkan ribuan pekerja adalah mahal. Memperbarui hardware dan perangkat
lunak setiap beberapa tahun juga mahal. End-user computing juga memiliki biaya
peluang yang tinggi jika penerapannya mendistorsi perhatian pemakai dari pekerjaan
utamanya. Lagipula, hal tersebut meningkatkan waktu dan permintaan data pada
sistem informasi perusahaan.
12

Menurut Saya, Keseimbangan yang tepat antara memaksimalkan manfaat dan


meminimalkan risiko sistem buatan pemakai akhir dapat dicapai dengan cara menyediakan
analis sistem sebagai penasihat dan mensyaratkan sistem yang dibuat oleh pemakai untuk
ditinjau serta didokumentasikan sebelum digunakan.

Mengelola dan Mengendalikan Komputasi Pengguna Akhir


Menurut Romney, Organisasi menggunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk
mengelola dan mengendalikan EUC. Memberikan sistem pengendalian departemen atas EUC
akan menghambat pertumbuhan EUC, membuat organisasi tidak mendapatkan sebagian besar
dari manfaatnya, dan bukan merupakan kepentingan terbaik jangka panjang dalam
perusahaan. Akan tetapi, jika tidak terdapat pengendalian atas pemakai akhir, seperti
alat EUC apa yang dibeli atau bagaimana alat tersebut digunakan, maka kekacauan dapat
dengan mudah terjadi. Hal tersebut juga sulit untuk dapat mendukung sistem. Langkah
terbaik adalah memberikan petunjuk dan standar yang cukup agar dapat secara memadai
mengendalikan sistem tetapi tetap memungkinkan pemakai mendapatkan fleksibilitas yang
mereka butuhkan.
Menurut Romney, Help desk dapat mendorong, mendukung, mengkoordinasikan, dan
mengendalikan berbagai aktivitas pemakai akhir. Keenam puluh analis dan teknisi help
desk di Schering-Plough menangani lebih dari 9.000 kontak dalam sebulan. Analis garis
depan menggunakan perangkat lunak sistem canggih untuk secara cepat menemukan jawaban
atas pertanyaan bagi mereka dan kemudian memberikan saran tertulis. Teknisi garis kedua
menangani permintaan yang lebih rumit. Perusahaan lainnya menggunakan perangkat lunak
multimedia dengan animasi atau video untuk membantu para pegawai di garis depan
membimbing para pengontak melalui sebuah proses yang kompleks.
Kewajiban help desk termasuk hal-hal berikut ini:

Memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah.


Bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan.
Melatih para pemakai akhir tentang bagaimana menggunakan hardware atau software

tertentu, dan menyediakan pemeliharaan dan dukungan yang memadai.


Mengevaluasi produk hardware dan produk software pemakai akhir yang baru.
Membantu pengembangan aplikasi.

13

Mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai standar untuk (1) pembelian


hardware dan software untuk memastikan kesesuaian; (2) mendokumentasikan dan
menguji aplikasi; dan (3) mengendalikan masalah-masalah keamanan seperti

penipuan, pembajakan software, dan virus.


Mengendalikan data perusahaan agar (1) para pemakai akhir yang sah dapat
mengakses dan berbagi data; (2) data tidak diduplikasi; dan (3) akses ke data yang
rahasia dibatasi.

Sumber: http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/category/sistem-informasiakuntansi/strategi-pengembangan-sia/

MENGALIHDAYAKAN SISTEM
Menurut Romney, Pengalihdayaan (outsourching) adalah memperkerjakan sebuah
perusahaan luar untuk menangani seluruh atau sebagian aktivitas pengolahan data
organisasi.Di dalam perjanjian outsource mainframe, penyedia layanan membeli semua
komputer klien dan mempekerjakan semua atau sebagian besar pegawai klien. Penyedia
layanan tersebut kemudian mengoperasikan dan mengelola keseluruhan sistem di lokasi
klien, atau memindahkan sistem tersebut ke komputer penyedia layanan. Banyak kontrak
outsourcing atas mainframe berjangka waktu 10 tahun atau lebih dan berbiaya dari ratusan
ribu hingga jutaan dolar setahun.
Menurut

Romney,

Dalam

perjanjian outsourcing

klien/server

atau

PC,

organisasi meng-outsource layanan tertentu, bagian dari bisnisnya, fungsi tertentu, atau
dukungan PC. Sebagian besar dari perusahaan yang tercantum dalam Fortune 500 mengoutsource 10 persen hingga 80 persen fungsi pendukung PC mereka.Contohnya, Taco
Bell meng-outsourcepelayanan help desk PC perusahaan tersebut. Royal Dutch Shell,
perusahaan minyak internasional, memiliki 80.000 PC di seluruh dunia dan mengoutsource sebagian besar dari pemasangan, pemeliharaan, pelatihan, help desk, dan dukungan
teknisnya.
Menurut Romney, Outsourcing awalnya digunakan untuk menstandarkan aplikasi
seperti penggajian, akuntansi, dan pembelian atau oleh perusahaan yang berjuang untuk
bertahan hidup dan menginginkan pemasukan kas yang cepat dari penjualan hardware-nya.
Akan tetapi, pada tahun 1989, Eastman Kodak mengejutkan dunia bisnis dengan mengontrak
14

tiga perusahaan yang berbeda untuk mengoperasikan sistem komputernya.Kodak meng-outsource operasi pemrosesan datanya dan menjual mainframe perusahaan itu ke IBM.
Perusahaan tersebut meng-outsource fungsi telekomunikasinya ke DEC dan operasi PCnya ke
Businessland. Ketika kinerja DEC dan Entek mulai turun, Kodak membuka layanan yang
lowong tersebut untuk penawaran baru. Kodak terus melakukan perencanaan dan
pengembangan strategis sistem informasinya, tetapi tanggung jawab implementasi serta
operasi menjadi milik pihak pemberi layanan.Hasilnya sangatlah dramatis. Pengeluaran
modal untuk komputer turun hingga 90 persen sementara biaya operasi turun antara 10%
hingga 20%. Kodak memperkirakan penghematan tahunan dari sistem informasinya
mencapai sekitar $130 juta selama periode 10 tahun perjanjiannya. Beberapa kemudian,
Xerox menandatangani perjanjian outsourcing terbesar dalam sejarah: kontrak berjangka
waktu 10 tahun senilai $3,2 miliar dengan EDS untuk meng-outsource pengelolaan
komputasi, telekomunikasi, dan perangkat lunak di 19 negara.
Menurut Romney, Keberhasilan Kodak dan Xerox memotivasi perusahaan lainnya
untuk meng-outsourcesistem informasi mereka. Contohnya, 15 dari 25 perusahaan tingkat
atas dalam Fortune 500 meng-outsourcebeberapa atau semua sistem informasi mereka.
Perusahaan-perusahaan kini menghabiskan lebih dari $100 miliar setahun untuk mengoutsource fungsi-fungsi TI mereka.

Keuntungan dan Kerugian Pengalihdayaan


Menurut Romney, Keuntungan signifikan atas pengalihdayaan yaitu:

Sebuah solusi bisnis.Outsourcing adalah pendekatan yang strategis dan ekonomis


yang dapat dilakukan karena memungkinkan perusahaan berkonsentrasi pada
kompetensi inti mereka.Kodak yakin untuk meinfokuskan usahanya dalam hal yang
terbaik yang dapat mereka lakukan-menjual film dan kamera-dan membiarkan
pemrosesan data ke perusahaan komputer yang lebih berkualifikasi. Kodak
menganggap pihak penyedia layanan sebagai mitra dan bekerja sama secara dekat

dengan mereka untuk memenuhi tujuan pemrosesan data strategis dan operasionalnya.
Pemanfaatan aset. Organisasi dapat meningkatkan posisi kas mereka dan mengurangi
biaya tahunan mereka dengan menjual aset tersebut kepada pihak pemberi layanan.
15

Contohnya, Health Dimensions, sebuah perusahaan pengelola rumah sakit, mengoutsource fungsi pemrosesan data dari empat rumah sakit mereka agar perusahaan
tersebut dapat menggunakan sumber daya keuangannya yang terbatas untuk

pembelian yang dapat menghasilkan pendapatan.


Akses pada keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih baik.Del Monte Foods
berpaling ke outsourcing karena biaya dan waktu yang dilibatkan untuk tetap

mengejar teknologi baru makin meningkat secara signifikan.


Biaya yang lebih rendah. Outsourcing dapat menurunkan biaya sistem infromasi
sebesar 30%. Pihak pemberi layanan memberikan beberapa dari penghematan yang
dicapai dari penstandaran aplikasi pemakai, membeli hardware dalam harga grosir,
memisahkan biaya pengembangan dan pemeliharaan antarproyek, serta beroperasi
dalam volume yang lebih tinggi.Continental Bank akan menghemat $100 juta selama
kontrak berjangka waktu 10 tahun outsourcing-nya. Akan tetapi, perusahaan seperti
Occidental Petroleum dan USX telah menolak outsourcing karena dianggap lebih

mahal daripada pengembangan dan operasi SIA secara internal.


Lebih sedikit waktu pengembangan. Para ahli dalam bidang industri yang
berpengalaman sering kali mengembangkan dan mengimplementasikan sebuah sistem
yang lebih cepat serta lebih efisien daripada staf dalam perusahaan. Pihak-pihak yang
menyediakan fasilitas outsourcing juga dapat membantu perusahaan memangkas

banyak kebijakan politis internal di sekitar pengembangan sistem.


Eliminasi penggunaan maksimal dan rendah (peak-and-valley). Banyak perusahaan
memiliki bisnis musiman yang membutuhkan banyak komputer selama suatu bagian
dari tahun tetapi membutuhkan sangat sedikit komputer untuk tahun yang tersisa.
Contohnya, dari Januari hingga Maret, W. Atlee Burpee memproses pesanan melalui
surat dan permintaan pembelian grosir atas benih dan produk berkebun mereka.
Selama periode ini, mainframe IBM mereka beroperasi dalam 80% kapasitasnya,
tetapi berfungsi hanya sebanyak 20% pada sisa waktu tahun tersebut. Para personel
sistem kurang banyak digunakan dalam sebagian besar waktu. Burpee berpaling
ke outsourcing dan kini membayar Computer Science Corporation sesuai dengan
seberapa banyak penggunaan sistem. Oleh karena melakukan hal ini, Burpee

menghemat hingga setengah dari biaya pemrosesannya.


Memfasilitasi perampingan. Perusahaan yang mengecilkan ukurannya sering kali
memiliki fungsi SIA besar yang tidak diperlukannya lagi.General Dynamics
mengecilkan ukurannya secara dramatis karena berkurangnya pengeluaran untuk
industri pertahanan. Perusahaan tersebut menandatangani kontrak outsourcing senilai
16

$3 miliar dengan jangka waktu 10 tahun walaupun fungsi sistem informasinya dinilai
sebagai nomor satu dalam industri pesawat terbang. Perusahaan tersebut menjual
pusat datanya ke Computer Sciences Corporation (CSC) senilai $200 juta dan
mentransfer 2.600 pegawainya ke CSC.
Menurut Romney, Kekurangan dalam melakukan pengalihdayaan ialah sebagai berikut:

Ketidakfleksibilitasan (inflexibility).Banyak kontrak outsourcing ditandatangani untuk


10 tahun. Jika selama periode waktu tersebut muncul masalah, jika perusahaan merasa
tidak puas, atau jika perusahaan melakukan perubahan struktural, kontrak tersebut
sulit atau terlalu mahal untuk diputuskan. Sebelum melakukan merger, Integra
Financial dan Equimark memiliki kontrak dengan penyedia layanan yang berbeda.

Setelah merger, salah satu kontrak harus ditiadakan, dengan biaya $4,5 juta.
Hilangnya pengendalian (lost of control). Perusahaan memiliki risiko kehilangan
kendali atas sistem dan data perusahaan.Demi alasan ini, perjanjian outsourcing Ford
dengan Computer Sciences Corporation tidak mengizinkan CSC mengambil produsen

mobil lainnya sebagai klien.


Mengurangi keuntungan kompetitif (reduced competitive advantage). Perusahaan
dapat kehilangan pemahaman mendasar atas kebutuhan informasi mereka sendiri dan
bagaimana sistem tersebut dapat memberi keunggulan kompetitif.Para penyedia
layanan tidak dapat diharapkan untuk menjadi bersemangat seperti para kliennya
untuk mencoba memenuhi tantangan persaingan industri tertentu.Akan tetapi,
perusahaan dapat dianggap standar (penggajian, pengeluaran kas, dsb) dan

menyesuaikan agar memberikan keunggulan kompetitif.


Sistem
yang
terkunci
(locked-in
system).

Begitu

perusahaan

melakukan outsourcing atas sistemnya dan menjual pusat pemrosesan datanya,


merupakan hal yang sulit dan mahal untuk membalikkan proses tersebut. Jika
perusahaan tidak dapat membeli kembali fasilitas pemrosesan data tersebut, maka
akan harus membeli perlengkapan baru dan mempekerjakan pegawai pemroses data
yang baru, sering kali dengan biaya yang besar. Blue Cross di California memutuskan
bahwa kinerja pemberi layanannya, EDS, begitu jelek hingga ingin mengakhiri
perjanjiannya. Akan tetapi, ketika Blue Cross mulai mengawali perubahan tersebut,
perusahaan tersebut menyadari bahwa perusahaan tidak mengetahui apa-apa tentang
sistem tersebut dan tidak mampu memberhentikan EDS. Sebaliknya, LSI Logic,
sebuah produsen chip, menghentikan perjanjiannya dengan IBM dan mengoperasikan
17

kembali sistemnya secara internal dengan biaya dan personel yang mahal ketika

memasang sistem enterprise resource planning (ERP).


Tujuan yang tak terpenuhi (unfulfilled goal). Kritik menunjukkan bahwa banyak
tujuan dan manfaat outsourcing tidak pernah terwujud. Paling tidak sebuah penelitian
menunjukkan beberapa manfaat yang dapat diklaim, seperti peningkatan efisiensi,
adalah mitos belaka. Perusahaan USF&G membatalkan kontrak senilai $100 juta
dengan Cigna Information Services setelah 18 bulan, karena Cigna tidak dapat
mengimplementasikap perubahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem tersebut

bekerja dengan baik.


Layanan yang buruk (poor service). Beberapa perusahaan mengeluh menerima
layanan yang kurang baik dari perusahaan pemberi layanan mereka, Keluhan yang
umum adalah responsivitas terhadap perubahan kondisi bisnis lambat atau tidak ada

dan perpindahan ke teknologi baru direncanakan dengan kurang baik.


Peningkatan risiko. Proses bisnis outsourching dapat mengarahkan perusahaan pada
risiko operasional, keuangan, teknologi, strategi, personel, hukum, dan peraturan yang
signifikan.

MANAJEMAN PROSES BISNIS2


Manajemen proses bisnis adalah sebuah peningkatan proses bisnis yang lebih
bertahap dan berkelanjutan yang didukung dan dimungkinkan oleh teknologi, sebagai
hasilnya BPM adalah sebuah cara yang tepat untuk memperkenalkan baik kemampuan
perubahan manusia maupun teknologi ke sebuah organisasi dan sebuah pendekatan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi (inovasi, fleksibilitas, dan integrasi) dengan teknologi
melalui pembangunan otomatisasi proses dan ketangkasan untuk mengelola perubahan.
BPM membantu perusahaan dalam mengawasi dan mengontrol seluruh elemen pada
proses bisnis, seperti karyawan, pelanggan, pemasok, dan workflow. BPM meningkatkan
kualitas proses bisnis melalui penyediaan mekanisme feedback yang lebih baik. Review yang
berkesinambungan dan real-time akan membantu perusahaan dalam mengidentifikasi
masalah dan kemudian mengatasinya secara lebih cepat sebelum masalah tersebut
berkembang menjadi lebih besar.
Beberapa prinsip prinsip penting yang mendasari BPM adalah sebagai berikut:
2http://pertamina-pdsi.com/ArtikelPost.aspx?id=365666e9-8b14-4294-992f-7f3fa3938c35
18

Proses bisnis dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Proses inovatif yang


membantu bisnis merespons konsumen, pasar, dan peraturan yang berubah lebih cepat
daripada kompetitor menciptakan keuntungan kompetitif. Desain proses bisnis yang

tepat akan penting untuk keberhasilan sebuah organisasi.


Proses bisnis harus dikelola dari ujung ke ujung. Manajemen proses bisnis
memandanng proses bisnis sebagai aset keorganisasian strategis yang harus dipahami,

dikelola, dan ditingkatkan.


Proses bisnis haruslah cekatan. Organisasi harus secara berkelanjutan meningkatkan
dan mengatur proses bisnisnya agar dapat bersaing. Hal ini memerlukan fleksibilitas

dan teknologi otomatisasi proses bisnis yang mendukung modifikasi cepat.


Proses bisnis haruslah selaras dengan strategi dan kebutuhan keorganisasian. Untuk
menjadi efektif dan efisien, sebuah perusahaan harus menyelaraskan proses bisnis
dengan strategi bisnisnya.
Sistem Manajemen Proses Bisnis, mengotomatiskan dan memfasilitasi peningkatan

proses

bisnis.

Sistem

tersebut

dapat

meningkatkan

komunikasi

dan

kolaborasi,

mengotomatiskan aktivitas, dan berintegrasi dengan sistem lain serta dengan rekan lain dalam
rangkaian nilai. Beberapa orang mengklaim bahwa BPMS adalah penghubung antara TI dan
bisnis. Banyak perusahaan diseluruh dunia berhasil mengimplementasikan proses berbasis
BPMS.
Seperti sistem enterprise resource planning (ERP), BPMS adalah sistem seluruh
perusahaan yang mendukung aktivitas korporasi. Meski demikian, sistem ERP adalah
berfokus pada proses. Sebagian produsen sistem ERP sekarang mengintegrasikan BPM ke
dalam sistem mereka. Beberapa mendefinisikan BPM System atau Suite (BPMS) sebagai
seluruh BPM. Lainnya berhubungan konsep penting informasi bergerak antara paket
perangkat lunak perusahaan dan langsung berpikir Service Oriented Architecture
(SOA) . Yang lain membatasi definisi modeling.
Ada empat komponen penting dari BPMS, yaitu:
1

Proses Engine platform yang kuat untuk pemodelan dan melaksanakan proses

aplikasi berbasis, termasuk aturan bisnis.


Business Analytics memungkinkan para manajer untuk mengidentifikasi masalah

bisnis, tren, dan peluang dengan laporan dan dashboard dan bereaksi sesuai.
Content Management menyediakan sistem untuk menyimpan dan mengamankan
dokumen elektronik, gambar, dan file lainnya.
19

Kolaborasi Tools menghilangkan hambatan komunikasi intra dan antar departemen


melalui forum diskusi, ruang kerja yang dinamis, dan papan pesan.

Pengendalian Internal dalam Sebuah Sistem Manajemen Proses Bisnis3


Pengendalian Internal itu meliputi struktur organisasi dan semua cara-cara serta alat-alat yang
dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga
keamanan

harta

milik

perusahaan,

memeriksa

ketelitian

dan

kebenaran

data

akuntansi,memajukan efisiensi di dalam usaha, dan membantu mendorong dipatuhinya


kebijakan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Definisi di atas menunjukkan bahwa suatu system pengendalian internal yang baik itu akan
berguna untuk :

Menjaga keamanan harta milik suatu organisasi


Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
Memajukan efisieni dalam operasi.
Membantu menjaga agar tidak ada yang menyimpang dari kebijakan manajemen yang
telah ditetapkan lebih dahulu.

Suatu sistem pengawasan internal yang memuaskan harus meliputi :

Suatu

fungsional secara tepat.


Suatu sistem wewenang dan prosedur pembukuan yang baik, yang berguna untuk

struktur

organisasi

yang

memisahkan

tanggungjawab-tanggungjawab

melakukan pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik, hutang-hutang,

pemdapatan-pendapatan dan biaya-biaya.


Praktek-praktek yang sehat harus dijalankan di dalam melakukan tugas-tugas dan

fungis-fungsi setiap bagian dalam organisasi.


Suatu tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengant anggung jawabnya

Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting :

http://pertamina-pdsi.com/ArtikelPost.aspx?id=365666e9-8b14-4294-992f7f3fa3938c35https://abdulkamil126.wordpress.com/2013/04/24/bisnis-proses-manajemen//

20

Preventive control, pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu

masalah sebelum masalah muncul.


Detective control, pengendalian untuk pemeriksaan, dibutuhkan untuk mengungkap

masalah begitu masalah tersebut muncul.


Corrective control, pengendalian korektif. Memecahkan masalah yang ditemukan oleh
pengendalian untuk pemeriksaan.

PROTOTYPING4
Prototyping adalah sebuah pendekatan desain sistem yang berada dalam suatu model
kerja disederhanakan yang tengah dikembangkan dari aplikasi baru melalui proses interaksi
dan

berulang-ulang

yang

biasa

digunakan

ahli

sistem

informasi

dan

ahli

bisnis. Prototyping disebut juga desain aplikasi cepat (rapid application design/RAD) karena
menyederhanakan dan mempercepat desain sistem (O'Brien, 2005).
Sebagian user kesulitan mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan aplikasi
yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesulitan ini yang perlu diselesaikan oleh analis dengan
memahami kebutuhan user dan menerjemahkannya ke dalam bentuk model (prototipe).
Model ini selanjutnya diperbaiki secara terus menerus sampai sesuai dengan kebutuhan user.

Kapan Menggunakan Prototyping5


Pototyping sesuai ketika ada tingkat ketidakpastian yang tinggi, tidak jelas pertanyaan apa
yang ditanyakan, SIA tidak dapat dengan jelas divisualisasikan, atau ada kemungkinan tinggi
untuk gagal. Tabel dibawah akan menjelaskan tentang kondisi-kondisi yang membuat
prototyping menjadi sebuah metodologi desain.
TABEL 21-3 Kondisi yang Mendorong Penggunaan Prototyping
Kebutuhan pengguna tidak dipahami, berubah secara pesat, atau berubah saat sistem
digunakan.
Persyaratan sistem sulit dijelaskan.
4http://abhique.blogspot.co.id/2012/11/metode-prototyping-dalam-pengembangan.html
5http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-strategi-pengembangan.html?m=1
21

Input dan output sistem susah dijelaskan.


Tugas yang untuk dijalankan tidak tersusun dengan baik.
Para pendesain tidak pasti mengenai jenis teknologi yang digunakan.
Sistem tersebut krusial dan dibutuhkan dengan cepat.
Risiko yang diasosiasikan dengan mengembangkan sistem yang salah tinggi.
Reaksi pengguna terutama merupakan pertimbangan pengembangan yang penting.
Banyak strategi desain harus diuji.
Staf desain hanya memiliki sedikit pengalaman dalam mengembangkan sistem atau aplikasi
tersebut.
Sistem tersebut akan jarang digunakan (efisiensi pemrosesan bukan merupakan perhatian
umum).
Sumber: http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-strategi-pengembangan.html?m=1
Kondisi yang Mendukung Penggunaan Prototyping
1. Para pemakai kurang pemahamannya atas kebutuhan mereka, atau kebutuhan mereka
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

berubah dengan cepat.


Persyaratan sistem sulit ditetapkan.
Input dan output sistem belum diketahui.
Tugas yang harus dilakukan tidak terstruktur dan semi terstruktur.
Para pendesaian tidak pasti akan apa yang digunakan.
Sistem yang dikembangkan sangatlah penting dan sangat dibutuhkan.
Resiko yang berkaitan dengan pengembangan sistem yang salah tinggi.
Reaksi para pemakai atas sistem yang baru adalah pertimbangan penting dalam

pengembangan.
9. Banyak strategi desain yang harus diuji.
10. Pegawai pengembangan memiliki pengalaman dengan alat protipe lainnya.
11. Pegawai pengembangan memiliki pengalaman dengan alat protipe lainnya.
12. Pegawai pengembangan memiliki sedikit pengalaman dalam mengembangkan sistem
atau aplikasi yang dipertimbangkan.
13. Sistem akan jarang digunakan ( dan karenanya efisiensi pemrosesan bukanlah hal
utama).
Keuntungan Prototyping6
Keuntungan dari prototyping yaitu sebagai berikut:
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.
2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.
6http://abhique.blogspot.co.id/2012/11/metode-prototyping-dalam-pengembangan.html
22

4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem. Prototyping seringnya


berfungsi setelah beberapa hari atau minggu, mengizinkan para pengguna untuk
segera mengevaluasi sistem tersebut.
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang
diharapkannya.
6. Defenisi yang lebih baik atas kebutuhan pengguna. Prototyping secara umum
memerlukan keterlibatan intensif dari para pengguna akhir, menghasilkan kebutuhan
pengguna yang didefenisikan dengan baik atau adanya komunikasi yang baik antara
pengembang dan pelanggan.
7. Keterlibatan dan kepuasan pengguna yang lebih tinggi. Pengembang dapat bekerja
lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu persyaratan
pengguna terpenuhi, ada lebih sedikit risiko bahwa SIA tidak akan digunakan.
Keterlibatan pengguna secara dini membantu membantu sebuah iklim penerimaan
dibandingkan keraguan dan kritik.
8. Lebih sedikit kesalahan. Para pengguna menguji tiap versi prototipe, sehingga
kesalahan dideteksi dan dieleminasi dengan segera. Hal tersebut untuk lebih
menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
9. Lebih banyak peluang bagi perubahan. Para pengguna dapat menyarankan perubahan
sistem tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan. Penerapan menjadi lebih mudah
karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kerugian Prototyping
Prototyping memiliki kerugian sebagai berikut:
1. Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas
perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam
jangka waktu yang lama.
2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan
algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.
3. Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik
perancangan yang baik.
4. Waktu pengguna yang yang signifikan. Para pengguna harus meluangkan waktu yang
signifikan untuk bekerja dengan prototipe dan memberikan umpan balik. Ini mungkin
memerlukan lebih banyak keterlibatan dan komitmen daripada yang para pengguna
ingin berikan.
5. Penggunaan yang kurang efisien atas sumber daya sistem pengembangan prototipe
tidak selalu mencapai efisiensi sumber daya, terkadang menghasilkan kinerja dan
23

keterandalan yang uruk serta terkadang menghasilkan biaya pemeliharaan dan


dukungan yang tinggi.
6. Pengujian dan dokumentasi yang tidak cukup. Para pengembang mungkin
mempersingkat pengujian dan dokumentasi karena para pengguna menguji prototipe
selama pengembangan.
7. Reaksi perilaku yang negatif. Ini bisa terjadi ketika permintaan untuk peningkatan
tidak dilakukan, ada terlalu banyak perulangan atau sebuah prototipe yang
diinvestasikan para pengguna dibuang.
8. Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas
perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam
jangka waktu yang lama.
9. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan
algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.
10. Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik
perancangan yang baik.

REKAYASA PERANGKAT LUNAK DIBANTU KOMPUTER7


Rekayasa Perangkat Lunak Dibantu Komputer (computer aided software engineeringCASE) adalah sebuah paket alat-alat terintegrasi yang digunakan oleh para pendesain ahli
untuk membantu merencanakan, menganalisis, mendesain, memprogram, dan memelihara
sebuah sistem informasi atau penggunaan metode dengan bantuan komputer untuk mengatur
dan mengendalikan pengembangan perangkat lunak, terutama pada besar, proyek-proyek
yang kompleks yang melibatkan banyak komponen perangkat lunak dan orang-orang.
Perangkat lunak CASE secara khusus memiliki peralatan (tool) untuk perencanaan strategis,
manajemen proyek dan sistem, desain database, tata letak penyaringan dan laporan, serta
penghasil kode otomatis. Banyak perusahaan menggunakan alat CASE. Sistem informasi
pelanggan senilai $86 juta milik Florida Power dibuat menggunakan CASE milik Accenture.
Menggunakan CASE memungkinkan desainer, penulis kode, penguji, perencana, dan
manajer untuk berbagi pandangan umum dari mana proyek berdiri pada setiap tahap
pembangunan. KASUS membantu memastikan disiplin, proses check-menunjuk. Sebuah alat
CASE dapat menggambarkan kemajuan (atau kurangnya itu) secara grafis. Hal ini juga dapat
berfungsi sebagai repositori untuk atau dihubungkan dengan dokumen dan Program
7http://hellobeautifulthings.blogspot.co.id/2013/12/definisi-case-computer-aided-software.html
24

perpustakaan yang berisi rencana proyek bisnis, persyaratan desain, spesifikasi desain,
spesifikasi kode rinci, unit kode, kasus uji dan hasil, dan pemasaran dan rencana layanan.
CASE berasal dari tahun 1970-an ketika perusahaan komputer mulai meminjam ide
dari proses manufaktur hardware dan menerapkannya pada pengembangan perangkat lunak
(yang umumnya telah dipandang sebagai sebuah proses kurang disiplin). Beberapa alat CASE
mendukung konsep pemrograman terstruktur dan metode pengembangan terorganisir serupa.
Baru-baru ini, CASE tools harus mencakup atau mengakomodasi tool pemrograman visual
dan pemrograman berorientasi obyek. Dalam perusahaan, alat CASE dapat menjadi bagian
dari spektrum proses yang dirancang untuk memastikan kualitas dalam apa yang
dikembangkan. (Banyak perusahaan memiliki proses mereka diaudit dan disertifikasi sebagai
kesesuaian dengan standar ISO 9000).
Keuntungan dan Kerugian Teknologi CASE8
Keuntungan :
1. Perbaikan produktivitas.
2. Perbaikan kualitas program.
3. Penghematan biaya.
4. Perbaikan prosedur pengendalian.
5. Penyederhanaan dokumentasi.

Kerugian :
1. Tidak kompatibel. Beberapa alat CASE tidak berinteraksi secara efektif dengan
sistem yang lain.
2. Biaya. Harga tekhnologi CASE (Mahal).
3. Harapan yang tidak terpenuhi.

Alat-alat CASE menyediakan sejumlah keuntungan penting:

Peningkatan produktivitas, dapat menghasilkan kode bebas-bug dari spesifikasi sistem


dan dapat mengotomatiskan tugas-tugas yang berulang.

8http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-strategi-pengembangan.html?m=1
25

Peningkatan kualitas program, alat-alat CASE sederhananya menerapkan standarstandar pengembangan terstruktur, mengecek ketepatan internal desain, dan

mendeteksi inkonsistensi.
Penghematan biaya, Lebih dari 90% kode dihasilkan secara langsung dari spesifikasi

desain.
Dokumentasi yang disederhanakan, CASE secara otomatis mendokumentasi sistem
sebagai ke,ajuan pengembangan.

Beberapa masalah yang lebih serius dengan teknologi CASE meliputi:

Inkompatibilitas, beberapa alat CASE tidak berinteraksi secara efektif dengan sistem

lain.
Biaya, teknologi CASE mahal, diluar jangkauan banyak perusahaan kecil.
Espektasi yang tidak terpenuhi, sebuah survei Deloitte & Touche mengindikasikan
bahwa hanya 37% CIO yang menggunakan CASE yakin bahwa mereka mencapai
manfaat yang diharapkan.

26

BAB 22
DESAIN, IMPLEMENTASI, DAN OPERASI SISTEM
PENDAHULUAN9
Pada bab ini kita akan mendiskusikan keempat langkah siklus hidup pengembangan sistem
lainnya yaitu analisis sistem, desain sistem konseptual, desain sistem fisik, implementasi dan
konversi sistem, serta operasi dan pemeliharaan.

DESAIN SISTEM KONSEPTUAL


Pengembang dalam menciptakan sebuah rerangka umum untuk mengimplementasikan
persyaratan pengguna dan mengatasi masalah-masalah yang diidentifikasikan dalam fase
analisis.
Langkah-langkah desain konseptual:
Mengevaluasi alternatif desain
Standar-standar berikut harusnya digunakan untuk mengevaluasi alternatif desain:
Seberapa baik ia memenuhi sasaran keorganisasian dan sistem.
Seberapa baik ia memenuhi kebutuhan pengguna.
Apakah layak secara ekonomis.
Bagaimana bobot keuntungan dibandingkan kerugian.
Tabel Pertimbangan dan Alternatif Desain
Pertimbangan
Konfigurasi

Alternatif Desain
Saluran Poin ke poin, multidrop, atau berbagi saluran

Komunikasi
Saluran Komunikasi

Saluran

telepon,

Kabel

koaksial,

fiber,

optic,

gelombang mikromav atau satelit.


Jaringan komunikasi

Terpusat, desentralisasi, tersebar, atau wilayah local.

Media penyimpanan data

Tape, disk, disket, hard drive, CD, atau kertas

9http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-operasi.html?m=1

27

Struktur Menyimpan data

File atau database

Organisasi dan akses file

Akses acak, berurutanm atau berurutan dengan indeks.

Media Input

Pengetikan, OCR, MICR, POS, EDI, atau kertas

Format Input

Dokumen sumber, Dokumen turn around, otomatisasi


data sumber, atau layer.

Operasi

Dilakukan sendiri, atau melakukan outsourcing

Frekuensi Output

Terus menerus, per jam, per hari, per minggu, atau per
bulan.

Media Output

Kertas, layar, suara, disket, CD, atau microfilm

Penjadwalan Output

Waktu atau permintaan yang telah ditentukan

Format Output

Naratif, tabel, komunikasi, atau file elektronik grafik

Cetakan output

Formulir tercetak, dokumen turnaround, atau formulir


yang dihasilkan oleh system.

Jenis Pemrosesan

Manual, bacth, raeal-time.

Prosesor

PC, computer mini, atau mainframe

Perolehan software

Massal, khusus, atau diubah

Pemrosesan transaksi

Batch atau on-line

Frekuensi pembaruan

Terus menerus, per jam, per hari, per minggu, atau per
bulan.

Sumber

http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-

operasi.html?m=1

Menyiapkan spesifikasi desain


Setelah sebuah alternatif desain dipilih, spesifikasi desain konseptual dibuat untuk
elemen-elemen sebagai berikut:
Output. Oleh karena sistem didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi
para pemakai, spesifikasi output harus disiapkan terlebih dahulu, misal :

28

Seberapa sering laporan tersebut harus dibuat.

Apa seharusnya isi laporan

Bagaimana bentuk laporan tersebut.

Apakah pemakai membutuhkan output, laporan tercetak, atau tampilan


(atau keduanya).
Penyimpanan data. Keputusan penyimpanan data termasuk elemen data apa
yang harus disimpan untuk menghasilkan laporan penjualan, bagaimana data

harus disimpan, dan apa jenis file atau database seperti apa yang digunakan.
Input. Pertimbangan desain input termasuk data penjualan, lokasi dan jumlah
penjualan, mana yang dimasukkan, serta dimana, kapan, dan bagaimana

mengumpulkan data.
Prosedur pemrosesan dan operasi. Urutan proses yang harus dilakukan
membuat laporan desain konseptual sistem pada akhir tahap desain
konseptual, tim proyek pengembangan membuat dan memberikan laporan
desain konseptual sistem. Tujuan dari laporan ini adalah untuk :
1 Memberi petunjuk pada aktivitas desain sistem
2 Mengkomunikasikan bagaimana kebutuhan pihak manajemn dan para
pemakai akan dipenuhi.
3 Membantu komite pelaksana menilai kelayakan sistem.

FIGUR 22-1 Aktivitas Desain Sistem Konseptual


Analisis
Sistem

Mengevalu
asi
Alternatif
Desain

Menyiapkan
Spesifikasi
Desain

Menyiapkan
Laporan
desain
Sistem

29

Desain Fisik

Implementa
si dan
Konversi
Operasi
Sumber : Romney, B Marshall. 2014. dan
Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 Bab 22 Hal. 796
Keterangan Gambar :
Pemelihara

Bagan diatas menjelaskan mengenai bagaiman aktivitas desain sistem konseptual


dimulai hinggal dapat dioperasikan dan dapat dipelihara.

DESAIN SISTEM FISIK


Sistem desain fisik merupakan penejelasan secara luas dari konseptual desain
mengenai kebutuhan para pengguna sistem informasi yang dijelaskan secara terperinci
tentang bagaimana menggunakan dan menilai suatu program komputer.
Persyaratan deain konseptual SIA yang luas dan berorientasi pengguna dijelaskan ke
dalam spesifikasi mendetail yang digunakan untuk coding dan menguji program komputer.
Langkah-langkah, dalam desain fisik sistem :
1
Desain Output
2

Desain file dan database

Desain input

Desain Program Komputer

Desain Prosedur

Desain Pengendalian

FIGUR 22-2 Aktivitas desain Sistem Fisik


Analisis
Sistem
Desain
Sistem
Konseptu
al
Desain Sistem Fisik
30

Desain
Output

Desain
File dan
Databas
e

Desain
Input

Desain
Progra
m

Desain
prosed
ur

Desain
Pengend
alian

Implementa
si dan
Konversi
Operasi
dan
Pemelihara

Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13


Keterangan Gambar:
Gambar bagan diatas menunjukkan bagaimana aktivitas desain fisik berjalan,
pertama menganalisis sistem, kemudian mendesain sistem konseptualnya, lalu kemudian
melakukan langkah-langkah dalam mendesain sistem fisik dimulai dari desain output, file dan
database, input, program, prosedur, dan pengendalian dari langkah-langkah tersebut
menghasilkan implementasi dan konveksi dan aktivitas terakhir Pengoperasian dan
pemeliharaan.
Desain output
Desain output yaitu untuk menentukan sifat, format, isi, dan waktu pelaporan, dokumen, serta
tampilan layar.
Output biasanya sesuai ke dalam salah satu empat kategori berikut.
Laporan terjadwal, memiliki sebuah isi dan format yang telah ditentukan

sebelumnya dan disiapkan secara teratur.


Laporan analisis bertujuan khusus, tidak memiliki isi atau format yang telah
dispesifikasikan sebelumnya serta tidak disiapkan pada jadwal teratur. Laporan
disiapkan

sebagai

tanggapan

terhadap

permintaan

manajemen

untuk

mengevaluasi sebuah isu, misalnya manakah dari tiga produk baru yang akan

menyediakan laba tertinggi.


Laporan pengecualian yang dipacu, memiliki isi dan format yang telah
dispesifikasikan sebelumnya namun disiapkan hanya sebagai tanggapan terhadap
kondisi yang tidak normal. Ketidakhadiran yang berlebihan, banyaknya biaya,
31

habisnya persediaan, dan situasi-situasi yang memerlukan tindakan perbaikan

segera memicu laporan tersebut.


Laporan permintaan, memiliki isi dan format yang telah dispesifikasikan
sebelumnya namun disiapkan hanya berdasarkan permintaan. Baik laporan
pengecualian yang dipicu maupun laporan permintaan dapat digunakan secara
efektif untuk memfasilitasi proses manajemen.

TABEL 22-2 Pertimbangan Desain Output


PERTIMBANGAN KEKHAWATIRAN
Penggunaan
Siapa pengguna outputnya nanti, serta kapan dan

mengapa

dibutuhkannya oleh pengguna penggunanya dan keputusan yang


bagaimana nantinya akan dibuat oleh mereka berdasarkan output
tersebut.
Apakah harus output yang digunakan berupa kertas, respons suara,

Media

disket, e-mail, microfilm, atau penggabungan dari beberapa jenis


tersebut
Format manakah yang akan dipilih antara naratif, tabel, atau grafis untuk

Format

mengungkapkan

dengan

jelas

dan

baik

informasi

yang

akan

disampaikan.
Cetakan Sebelumnya Apakah output yang akan digunakan nantinya menggunakan format
Lokasi
Akses

cetakan yang sebelumnya? Apakah harus turnaround document dikirim?


Kemanakah seharusnya output SIA tersebut akan dikirim?
Siapakah yang memiliki peran penting dalam mengakses output salinan,

Rincian / Detail

cetak atau layar komputer?


Apakah harus output yang panjang selalu didahului dari rangkuman dan
daftar isi? Dan apakah judul dan keterangan pada gambar dan mengatur
tanggal akan menekankan bagian bagian yang penting? Haruskah
setiap informasi informasi yang terperinci ditempatkan di dalam

sebuah lampiran?
Ketepatan waktu
Sesering apakah seharusnya output tersebut akan dihasilkan?
Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 & http://akutansiakuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-operasi.html?m=1
Desain File dan Database
Desain file dan database merupakan hal yang penting bahwa berbagai divisi atau
departemen dari sebuah perusahaan menyimpan data dalam format yang sesuai. Ha ini
membantu perusahaan terhindar dari masalah.

32

Pertimbangan pertimbangan penting mengenai desain file dan database akan dirangkum
dengan lengkap dalam Tabel 22-3 berikut ini.
TABEL 22-3 Pertimbangan Desain File dan Database
PERTIMBANGAN
KEKHAWATIRAN
Media
Apakah data yang di simpan harus di dalam hard disk, disk drive,
Pengaturan dan akses

kertas, disket, CD, atau tape?


Apakah metode yang digunakan harus menggunakan metode

Pemeliharaan

berurutan, berurutan dengan indeks, atau akses secara acak?


Prosedur apakah yang akan dibutuhkan dalam hal perawatan data

Jenis pemrosesan

yang dilakukan secara efektif?


Pemrosesan yang bagaimanakah yang harus digunakan, apakah

Ukuran

menggunakan pemrosesan manual, real time atau batch?


Sebanyak apakah catatan didalam database akan disimpan, dan
sebesar apa catatan itu jadinya, serta seberapa cepatkah pertumbuhan

Tingkat aktivitas

yang terjadi dari jumlah perkiraan catatan tersebut?


Berapakah jumlah persentase yang akan ditambah atau yang akan di
hapuskan dari catatan setiap tahunnya? Dan berapakah persentase

dari catatan yang akan diperbarui?


Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 & http://akutansiakuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-operasi.html?m=1
Desain Input
Pada

saat

melakukan

evaluasi

desain

input,

para

tim

pendesain

harus

mempertimbangkan berbagai jenis input, data dan metode input yang optimal. Pertimbangan
dalam desain input akan dijelaskan pada Tabel 22-4.
TABEL 22-4 Pertimbangan Desain Input
PERTIMBANGAN
KEKHAWATIRAN
Media
Apakah harus data -data SIA tersebut dimasukkan dengan
menggunakan sebuah keyboard, OCR, MICR, terminal POS,
Sumber

kode batang, tabel RFID, EDI, atau dengan input suara?


Berasal dari manakah data seperti komputer, pelanggan, lokasi
yang jauh, dan lain-lain. Serta bagaimanakah hal hal tersebut

Format

dapat mempengaruhi entri data?


Format yang seperti apa (dokumen, sumber, atau turnaround
document, layar, otomatisasi data sumber) yang mengumpulkan
data secara efisien dengan adanya usaha dan biaya yang
33

Jenis
Volume
Personel

diperlukan adalah paling sedikit?


Bagaimanakah bentuk sifat data SIA tersebut?
Seberapa banyakkah data yang nantinya perlu dimasukkan?
Seperti apakah kemampuan, fungsi, dan keahlian operator pada

Frekuensi
Biaya

saat mengentri data? Apakah pelatihan tambahan itu diperlukan?


Sesering apakah dimasukkannya data data SIA itu?
Bagaimana caranya untuk meminimalkan biaya yang
dikeluarkan tanpa memberikan dampak atau pengaruh yang

Deteksi

dan

kesalahan

buruk terhadap efisiensi dan ketepatan?


perbaikan Kesalahan yang bgaimanakah yang mungkin akan terjadi, dan
bagaimana pula kesalahan kesalahan tersebut dapat dideteksi

serta kesalahan kesalahan yang terjadi dapat di perbaiki?


Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 & http://akutansiakuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-operasi.html?m=1
Desain Formulir
Beberapa dari sistem informasi yang mengumpulkan data inputnya dalam bentuk
kertas yang kemudian data tersebut berpindah ke dalam media komputer. Meskipunsistem
yang berpindah semakin banyak ari dokumen kertas ke teknik otomatisasi sumber data, desain
formulir masih merupakan hal yang paling penting. Prinsip-prinsip dari desain formulir dapat
dilihat pada Tabel 22-5 berikut ini.
TABEL 22-5 Prinsip-Prinsip Desain Formulir yang Baik
Pertimbangan Umum

Apakah data yang telah dicetak sebelumnya akan digunakan hingga menuju ke batas

maksimum yang memungkinkan?


Apakah bobot dari kertas dan kualitas dari kertas sudah sesuai untuk pengguna yang

telah direncanakan?
Apakah jenis huruf tebal, garis double tipis, dan arsiran telah digunakan dengan benar
untuk menekankan bagian-bagian yang menunjukan perbedaan dalam sebuah

formulir?
Apakah ukuran dari formulir tersebut memiliki ukuran yang standar?
Apakah ukuran dari formulir tersebut sudah konsisten dengan kebutuhan untuk

persyaratan pengisian, penyimpanan, penyatuan dokumen dan pengiriman?


Apabila formulir twrsebut dikirimkan ke pihak luar, apakah alamat ditulis dengan
lengkap sehingga formulir dapat digunakan menggunakan amplop yang transparan di

bagian alamat?
Apakah salinan dari formulir tersebut dicetak dengan warna yang berbeda-beda untuk
34

memfasilitasi penyebaran yang memadai?


Apakah petunjuk-petunjuk yang di berikan sudah benar dalam penjelasan mengenai

bagaimana cara melengkapi formulir tersebut?


Pendahuluan

Apakah nama formulir yang tercantum dibagian atas dan telah muncul menggunakan

huruf tebal?
Apakah nomor dari masing-masing formulir sudah disusun secarat berurut?
Apakah didalam formulir sudah tercetak nama beserta alamat dari perusahaan sebelum

formulir tersebut dikirimkan kepada pihak eksternal?


Isi Utama

Apakah informasi yang logikanya memiliki hubungan satu sama lain (seperti, nama

pelanggan dan alamatnya) akan dikelompokkan secara bersama?


Apakah tersedia cukup ruang untuk mencatat setiap bagian-bagian dari data tersebut?
Apakah penyusunan dari setiap data sudah konsisten dengan urutan dari bagian data

yang telah di peroleh?


Apakah penjelasan yang diberikan mengenai standar telah tercetak hingga kode atau
tanda cek tersebut dapat digunakan untuk mengganti pemakai menuliskan entri

datanya?
Kesimpulan

Apakah tersedia cukup ruang jeda untuk dapat mencatat disposisi akhir dari formulir

tersebut?
Apakah tersedia cukup ruang jeda untuk tanda tangan guna memastikan persetujuan

akhir dari transaksi yang dilakukan?


Apakah tersedia cukup ruang jeda untuk mencatat tanggal disposisi akhir atau

persetujuan akhir dari sebuah transaksi?


Apakah tersedia cukup ruang jeda untuk menentukan total nilai uang maupun dolar

atau numerik?
Apakah salinan dari setiap formulir yang disebarkan dilakukan dengan jelas?
Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 & http://akutansiakuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-operasi.html?m=1

Desain Layar Komputer10

10http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-implementasi-2.html?m=1
35

Komputer adalah tempat yang paling efisien untuk menyimpan data secara langsung daripada
harus memasukkan atau menyimpan data di dalam kertas untuk entri lanjutan. Layar
komputer merupakan cara yang paling efektif jika prosedur-prosedur berikut ini dilakukan:

Mengatur layar, agar data yang dimasukkan nanti bisa cepat, tepat bdan lengkap.
Dapat meminimalkan input data dengan memuat data dari sistem sebanyak-banyak
mungkin (misalnya, dengan cara yang praktis kita memasukkan nomor pelanggan
maka secara otomatis sistem dapat menunjukkan nama, alamat dan informasi penting

lainnya mengenai pelanggan tersebut).


Memasukkan data dengan urutan yang sama sesuai dengan apa yang telah ditampilkan
dalam formulir kertas yang kegunaannya untuk mengumpulkan maupun menyimpan

data tersebut.
Melengkapi layar dari kiri ke kanan dan dari bawah keatas
Mengelompokkan data-data terkait dengan cara logis yang saling berhubungan pada
saat yang bersamaan. Lengkapilah layar dari kiri menuju ke kanan dan dari atas

menuju ke bawah.
Mendesain layar, agar para pemakai dapat melompat dari satu lokasi entri data ke
lokasi yang lainnya dengan menggunakan satu tombol atau kunci tunggal ataupun

secara langsung pindah ke lokasi layar.


Kekeliruan diperbaiki secara mudah tanpa dipersulit. Hal yang paling mendasar adalah
kejelasan dan keeksplisitan yang konsisten dari pesan kesalahan di seluruh layar.

Harusnya disediakan sebuah fitur bantuan untuk menyediakan bantuan online.


Membatasi jumlah data atau nomor pada layar untuk menghindar dari kekacauan
dalam jumlah pemilihan menu dalam sebuah layar.

Desain Program
Pengembangan program merupakan salah satu aktivitas yang paling banyak memakan
waktu pada keseluruhan aktivitas SDLC. Langkah pertama adalah fase analisis sistem dari
bagian, langkah kedua yang dimulai dari mendesain sistem konseptual dan kemungkinan akan
berlanjut desain fisik, langkah ketiga dan keempat akan dilakukan selama mendesain sistem
kemudian diselesaikan selama implementasi sistem, langkah kelima dan keenam akan dimulai
dari mendesain sistem, tetapi sebagian besar dari pekerjaan dilakukan selama implementasi
sistem, langkah ketujuh adalah dilakukannya selama terlaksananya implementasi dan konversi
sistem, langkah kedelapan adalah bagian dari pelaksanaan operasi dan pemeliharaan.
Berikut adalah delapan langkah dalam mengembangkan software:
1 Menetapkan kebutuhan pemakai.

36

Membuat dan mengembangkan sebuah rencana, serta mendokumentasikan rencana

3
4

tersebut.
Membuat perintah-perintah program (kode).
Menguji program, Debugging adalah proses dimana kita dapat menemukkan dan

meniadakan atau menghilangkan kesalahan pada program.


Mendokumentasikan program, dalam dokumentasi telah menjelaskan bagaimana suatu

program bekerja serta kegunaannya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan.


Melatih para pemakai program, para pemakai program sering kali dilatih dengan
menggunakan dokumentasi program agar dapat dengan mudah menggunakan program

yang tersedia.
Memasang sistem, semua komponen-komponen sistem dikombinasikan termasuk
program dan juga perangkat keras, kemudian perusahaan juga mulai menggunakan

sistem yang dibutuhkan tersebut.


Mengubah dan menggunakan sistem, didalam mengubah dan menggunakan sistem
diperlukan pemeliharaan program. Pemeliharaan program adalah faktor-faktor yang
memerlukan program yang ada untuk diperbaiki.faktor-faktor tersebut meliputi:
a Permintaan atas laporan baru atau laporan yang memerlukan perbaikan
b Perubahan dalam input
c Isi dari file
d Nilai (misalnya tarif pajak)
e Mendeteksi kesalahan
f Konversi ke perangkat keras yang baru

Desain Prosedur dan Pengendalian


Desain Prosedur
Dalam berinteraksi semua orang membutuhkan prosedur agar dapat menjawab
pertanyaan bagaimana, siapa, kapan, apa, mengapa, dan dimana mengenai keterkaitannya
dengan aktivitas-aktivitas yang terjadi. Desain prosedur meliputi tentang pembuatan input,
pemrosesan transaksi, mendeteksi kesalahan lalu melakukan perbaikan, pengendalian,
rekonsiliasi saldo, akses database, pembuatan output dan distribusi, serta perintah dari
operator komputer. Pelatihan produksi dan dokumentasi yang dilakukan dapat berupa seperti
buku petunjuk sistem, bahan untuk latihan atau layar bantuan online.
Desain Pengendalian
Didalam desain pengendalian ini ditekankan bahwa input, pemrosesan, dan fungsi
database yang tidak dapat dikendalikan dengan benar nantinya akan memberi hasil informasi
yang tidak akurat kebenarannya dan bernilai rendah. Didalam SIA harus dibangun
pengendalian agar memastikan keefektivitasannya, keefisiensinya, dan juga ketepatannya.
Pengendalian yang penting dapat diperhatikan pada Tabel 22-6
37

Didalam laporan desain sistem fisik terangkum apa yang akan dicapai dan akan
dijadikan sebagai dasar bagi keputusan manajemen baik atau tidaknya dalam memproses fase
implementasi. Pada Tabel 22-7 akan ditunjukkan contoh daftar isi untuk laporan keuangan
dalam sebuah perusahaan.
TABEL 22-6 Pertimbangan Desain Pengendalian11
PERTIMBANGAN
Validitas

KEKHAWATIRAN
Apakah interaksi sistem yang terjadi sudah valid (contohnya,
semua pengeluaran kas apakah dibuat untuk vendor yang

Otorisasi

sah)?
Apakah

aktivitas-aktivitas

dari

input,

pemrosesan,

penyimpanan, dan output sudah diotorisasi oleh manajer


Ketepatan

yang sesuai?
Apakah input telah di verifikasi agar dapat memastikan
ketepatan? Apakah sudah secara tepat data yang telah di

Keamanan

proses dan yang sudah disimpan tersebut?


Apakah sistem-sistem tersebut sudah terlindungi dari:
a

akses fisik dan logika tidak sah untuk mencegah


penggunaan

yang

tidak

benar,

perubahan,

penghancuran, atau pengungkapan informasi yang

Pengendalian numerik

tidak layak dan software, serta


b pencurian sumber daya sistem ?
Apakah dokumen sudah diberi nomor yang tercetak dan
berurut sebelumnya agar dapat mencegah kesalahan atau
ketidaksengajaan

Ketersediaan

kesalahan

penggunaan

dan

untuk

mendeteksi kapan dokumen hilang atau dicuri ?


Apakah sistem sudah tersedia untuk dijalankan dan
digunakan

pada

waktu

yang telah

ditetapkan

dalam

kesepakatan atau persetujuan tingkat layanan ?


Dapatkah para pemakai memasukkan, memperbarui, dan
mengambil data selama kurun waktu yang telah disepakati
Kemampuan pemeliharaan

bersama?
Dapatkah sistem tersebut diubah tanpa mempengaruhi
ketersediaan sistem, keamanan, dan integritasnya ?
Apakah

hanya

perubahan

yang

sah,

teruji,

dan

11http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-operasi3.html?m=1
38

terdokumentasi saja yang harus dilakukan pada sistem dan


data terkait ?
Apakah ketersediaan sumber daya untuk mengelola,
menjadwalkan,

mendokumentasikan,

dan

mengkomunikasikan perubahan terhadap manajemen dan


para pemakai yang sah?
Apakah pengelolaan data yang dilakukan sudah lengkap,

Integritas

akurat, tepat waktu, dan sah ?


Apakah pemrosesan data ysng bebas dari manipulasi sistem
yang tidak sah atau tidak sengaja ?
Dapatkah data transaksi tersebut ditelusuri dari dokumen

Jejak audit

sumber hingga ke output yang terakhir (dan sebaliknya)?


Sumber : http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-implementasi-2.html?m=1

TABEL 22-7 Contoh Daftar Isi Laporan Keuangan


LAPORAN DESAIN SISTEM LAPORAN DESAIN SISTEM
KONSEPTUAL
FISIK
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
I Ringkasan Eksekutif atas IRingkasan Eksekutif
Desain
Konseptual
II GambaranUmum,
Tujuan
Ringkasan

Sistem
Sistem Fisik
II Gambaran
Umum,

dan
Sampai Saat Ini.
IIIRekomendasi Utama
Temuan
Desain Fisik.

direkomendasikan
Gambaran Umum Desain

PASCA IMPLEMENTASI
DAFTAR ISI
Desain Ringkasan Eksekutif atas
Tinjauan

Pasca

Tujuan

implementasi
Proyek dan Ringkasan Temuan
II Ikhtisar

Proyek

sampai saat ini


III Desain Konseptual yang

LAPORAN TINJAUAN

Pengembangan
Untuk
III Evaluasi Pengembangan
a Tingkatan
untuk
memenuhi

a. Desain Output
b. Desain Input
c. Desain Database

Proyek

sistem
Analisi

tujuan
biaya

dan

manfaat sesungguhnya

39

yang direko-mendasikan.
Tujuan yang akan dicapai

oleh desain tersebut.


Dampak Desain Terhadap
Sistem

Informasi

dan

(Pemrosesan)
c

Software
f.

d
e

dan keuntung-an Desain.


Proses dan Prosedur audit,

Desain Pengendalian

diperkirakan

pengendali-an

dan

pengamanan
Persyaratan hardware dan

dan

lainnya.
Arus
pemrosesan
Hubungan

proyek
V Rekomendasi
a Rekomendasi

untuk

meningkatkan

sistem

baru
Rekomendasi

untuk

meningkatkan

proses

IV

Asumsi

Masalah

V
VI

yang tidak Terselesaikan.


Kesimpulan
Lampiran Glosarium

software, dan sumber daya


g

versus harapan
Raksi dan kepuasan

pengguna
Evaluasi tim pengembangan

e. Desain Hardware
g. Desaian Prosedur

organisasi.
Biaya yang

d. Desain

pengembangan sistem
VI Ringkasan

program,

Database, Input, dan output.


Deskripsi
Komponen
Sistem (Program, Database,

Input dan Output)


IV Asumsi dan Masalah yang tidak
Terselesaiksn
V Kesimpulan
VI Lampiran Glosarium
Sumber: Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 Bab 22
&

http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-

operasi3.html?m=1

IMPLEMENTASI SISTEM
Implementasi sistem merupakan proses dimana harus memasang perangkat keras dan
perangkat lunak, hingga SIA dapat menyala dan dapat dijalankan, proses implementasi akan
di tunjukkan pada figur 22-3. Proses ini umumnya terdiri dari :
1

Pengembangan rencana

Pengembangan dan pengujian software


40

Mempersiapkan lokasi

Memasang dan menguji hardware

Memilih dan melatih personel

Mengembangkan dokumentasi

Menguji sistem

Perencanaan Implementasi dan Persiapan Situs


Rencana implementasi Terdiri dari pekerjaan implementasi, perkiraan tanggal penyelesaian,
perkiraan biaya, dan orang atau orang-orang yang bertanggung jawab untuk masing-masing
pekerjaan .rencana tersebut menyatakan kapan proyek tersebut seharusnya diselesaikan dan
kapan SIA dijalankan.
Perubahan SIA bisa membutuhkan penyesuaian pada struktur organisasi perusahaan
yang ada sekarang ini. Persiapan situs merupakan proses yang panjang dan harus dimulai
dengan baik pada awal tanggal pemasangannya. Sebuah PC atau computer kecil lainnya,
membutuhkan sedikit persiapan lokasi. Sistem yang besar dapat membutuhkan perubahan
yang besar seperti penambahan stop kontak listrik, fasilitas komunikasi data, peninggian
lantai, pengendalian kelembaban, penerangan khusus, dan AC, alat-alat keamanan seperti
pelindung api dan tenaga listrik darurat. Ruang dibutuhkan untuk perlatan, penyimpanan, dan
kantor. Persiapan lokasi adalah proses yang lama dan harus dimulai dengan baik di muka
sebelum tanggal pemasangan sistem.

FIGUR 22-3 Aktivitas Implementasi Sistem12


Analisis
Sistem

Desain
Konseptu
al

Desain
Fisik
12 Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi
Akuntansi Edisi 13 Bab 22http://akutansiakuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-dan-operasi3.html?m=1

Perencan
aan
Implemen

Persiapan
Pemilihan
Situs,
dan
Memasang,
dan
Menguji
Melatih

41
Melengka
Menguji
Sistem
pi
Dokumen

Konversi

Implementasi dan Konversi sistem

Operasi
dan
Pemelihar

Sumber : Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 Bab 22
Keterangan Gambar : Gambar diatas menunjukkan bagaimana aktivitas dari implementasi
sitem dari menganalisis, mendesain, dan mengikuti proses implementasi hingga SIA dapat di
jalankan atau dapat dioperasikan.
Memilih dan Melatih Personel
Pegawai dapat dipekerjakan dari luar perusahaan atau dipindahkan secara internal.
Mempekerjakan pegawai dari dalam perusahaan adalah alternative yang paling murah dan
lebih

efektif,

karena

para

pegawai

telah

memahami

bisnis

dan

operasi

perusahaan. Memindahkan para pegawai yang digantikan sebagai akibat dari sistem yang
baru dapat meningkatkan loyalitas serta moral pegawai.
Disaat para pengguna tidak cukup untuk dilatih, perusahaan tidak akan dapat
memperoleh manfaat dan pengembalian atas investasi yang telah diharapkan. Para pegawai
harusnya dilatih mengenai perangkat keras, perangkat lunak, dan segala kebijakan maupun
prosedur baru. Sebelum pengujian konversi sistem pelatihan harus sudah dijadwalkan terlebih
dahulu.

42

Banyak pemilihan untuk penyediakan pelatihan, diantaranya seperti pelatihan vendor,


manual belajar sendiri, intruksi bantuan komputer, presentase video, bermain dalam peran,
studi kasus, dan bereksperimen dengan sistem tersebut dibawah pengawasan dari pemandu
atau yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing.
Melengkapi Dokumentasi
Terdapat tiga jenis dokumentasi harus dibuat untuk sistem yang baru :
1

Dokumentasi pengembangan (development implementation) menjelaskan mengenai


SIA yang baru. Hal ini mencakup deskripsi sistem, salinan output, input, dan tata
letak file serta database, bagian lir program, hasil uji, dan formulir penerimaan

pemakai.
Dokumentasi operasi (operations dokumentations) mencakup jadwal operasi, file
serta database yang diakses, dan persyaratan perlengkapan, keamanan, dan

penyimpanan file.
Dokumentasi Pemakai (user documentations) mengajarkan para pemakai cara
mengoperasikan SIA tersebut. Hal ini mencakup buku petunjuk prosedur dan bahan
pelatihan.
Pengujian sistem yang tidak memadai adalah salah satu alasan dalam kegagalan

sistem. Dokumen dan laporan, input dari pemakai, prosedur operasi dan pengendalian,
prosedur pemrosesan, dan program computer, kesemuanya harus diuji coba jalannya dalam
lingkungan yang sesungguhnya.
Terdapat tiga bentuk pengujian:
1

Peninjauan langsung atau walk-through adalah tinjauan pertahap atas logika prosedur
atau program. Tim pengembangan dan para pemakai sistem melakukan peninjauan
langsung di awal desain sistem. Fokusnya adallah pada input, file, output, dan arus
data dari organisasi. Peninjauan langsung selanjutnya yang dilakukan oleh

programmer, menangani aspek logika, dan struktur kode program.


Uji pengolahan data, semua transaksi valid dan semua kondisi kesalahan yang
kemungkinan akan terjadi yang akan dijalankan untuk dapat menentukan apakah
sebuah program di operasi seperti yang didesain, maka transaksi yang valid di tangani

dengan layak serta apabila ada kesalahan dapat dideteksi dengan tepat.
Uji penerimaan menggunkan beberapa salinan dari transaksi dan catatan file yang
sesungguhnya, bukan menggunkan salinan buatan.

KONVERSI SISTEM
43

Konversi adalah proses perubahan dari SIA yang lama ke yang baru. Banyak elemen
yang harus dikonversi : Hardware, Software, File Data, dan prosedur. Prosesnya selesai
ketika SIA yang baru telah menjadi bagian yang rutin dan berjalan pada sistem. Ada empat
pendekatan konversi yang digunakan:
Konversi Langsung, segera menghentikan SIA yang lama ketika SIA yang baru
diperkenalkan. Pendekatan ini tidak mahal, tetapi tidak menyediakan cadangan SIA. Jika
sistem tidak melalui pengembangan dan pengujian secara sangat teliti, maka konversi
langsung dapat mengakibatkan resiko kesalahan yang tinggi.
Konversi Paralel, menjalankan sistem yang lama dan yang baru secara simultan selama
periode waktu tertentu. Pemrosesan paralel melindungi perusahaan dari kesalahan, tetapi
biayanya mahal dan menyusahkan pegawai karena harus memproses semua transaksi dua
kali. Akan tetapi, karena perusahaan sering mengalami kegagalan saat melakukan konversi,
pemrosesan paralel menjadi lebih popular dan sering dilakukan.
Konversi bertahap (phase-in) secara bertahap mengganti elemen SIA yang lama dengan
yang baru. Perubahan bertahap ini berarti bahwa sumber daya pemrosesan data dapat
diperoleh dari waktu ke waktu. Kerugiannya adalah biaya pembuatan interface sementara
antara SIA yang lama dengan yang baru dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat
perubahan secara bertahap.
Perubahan Perintis (pilot) mengimplementasikan suatu sistem hanya pada satu bagian dari
organisasi, seperti lokasi cabang. Ketika masalah dengan sistem terselesaikan, sistem yang
baru dapat diimplementasikan di lokasi yang lain. Pendekatan ini melokalisir masalah
konversi dan memberikan pelatihan dilingkungan yang nyata. Kerugiannya adalah waktu
konversi yang lama dan perlunya interface antara sistem yang lama dengan yang baru yang
tetap ada hingga seluruh lokasi telah dikonversi.
Konversi data dapat memakan banyak waktu, melelahkan, dan mahal. File data
mungkin perlu dimodifikasi dalam tiga cara :
a. File dapat dipindahkan ke tempat penyimpanan yang berbeda misalnya dari tape ke disk.
b. Isi data dapat diubah. Misalnya field dan catatan dapat ditambah atau dihapus.
c. Format database dan file dapat diubah.

44

OPERASI DAN PEMELIHARAAN


Langkah akhir dalam SDLC adalah mengoperasikan dan juga mempertahankan sistem
yang baru. Peninjaun pasca implementasi harus dilakukan pada SIA yang baru dipasang agar
memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuan yang direncanakan. Pertimbangan
tinjauan yang penting akan ditunjukkan pada Tabel 22-8 di bawah.
Semua masalah yang ditemukan pada saat peninjauan harus disampaikan ke pihak
manajemen dan penyesuaian harus dilakukan. Ketika peninjauan telah selesai, laporan
peninjauan pasca implementasi akan disiapkan. Penerimaan pemakai terhadap laporan
peninjauan pasca implementasi adalah aktivitas akhir dalam proses pengembangan
sistem. Pengendalian SIA diberikan ke departemen pemrosesan data. Akan tetapi, pekerjaan
terhadap sistem yang baru tidak berakhir. Riset menunjukkan bahwa sepanjang hidup sistem,
hanya 30 persen pekerjaan yang terjadi selama pengembangan. Sisanya yang 70 persen
digunakan untuk mempertahankan sistem. Kebanyakan biaya pemeliharaan berhubungan
dengan modifiasi software dan pembaruan.
TABEL 22-8 Faktor-faktor yang perlu diketahui selama peninjauan pasca
implementasi
Faktor
Maksud dan Tujuan

Pertanyaan
Apakah sistem membantu organisasi dalam untuk memenuhi maksud

Kepuasan

tujuan, sasaran dan keseluruhan misinya?


Apakah para pemakai merasa puas dengan sistem tersebut ? Apa

Keuntungan

yang mereka perlu diubah atau diperbaiki ?


Bagaimaan pemakai mendapatkan keuntungan

Biaya
Keandalan

ini ? Apakah keuntungan yang diharapkan, tercapai ?


Apakah biaya actual sesuai dengan biaya yang diperkirakan ?
Apakah sistem andal? Apakah sistem gagal, dan, jika ya apa yang

Keakuratan
Ketepatan Waktu
Kompabilitas

menyebabkan kegagalan tersebut ?


Apakah sistem memproduksi data yang akuarat dan lengkap ?
Apakah sistem memproduksi informasi secara tepat waktu ?
Apakah hardware, software, data, dan prosedur kompatibel dengan

Pengendalian dan

sistem yang ada ?


Apakah sistem melindungi terhadap kesalahan yang tidak disenagaja,

Pengamanan
Kesalahan

penipuan dan ganngguan yang tidak sah ?


Apakah sistem melindungi terhadap keslahan, apakah prosedur

Pelatihan

tersebut memadai ?
Apakah personel sistem dan pemakai dilatih secara memadai untuk

Komunikasi

mendukung dan menggunakan sistem tersebut ?


Apakah sistem komunikasi memadai

dari

sistem

45

Perubahan

Apakah perubahan organisasional yang disebabkan oleh sistem

organisaionl
berguna atau berbahaya? Jika berbahaya , bagaimana mengatasinya ?
Dokumentasi
Apakah dokumentasi sistem lengkap dan akurat ?
Sumber : Sumber : Romney, B Marshall. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13 &
http://akutansi-akuntansi.blogspot.co.id/2012/03/dsia-desain-implementasi-danoperasi3.html?m=1

Pemilihan
dan
Melatih

Operasi
dan
Pemelihar

46