Anda di halaman 1dari 7

CARA MENGHITUNG & MENGENAL PENDINGIN UDARA

CARA MENGHITUNG & MENGENAL PENDINGIN UDARA


Ada satu cara sederhana untuk menghitung besarnya kapasitas pendinginan AC (dalam satuan
Btu/hr atau pk) yang dibutuhkan untuk mengkondisikan suatu ruangan. Langkah pertama adalah
menghitung luasan ruang yang akan dipasangi AC. Selanjutnya kalikan dengan standar panas
dalam ruangan seluas 1 meter persegi, 500 Btu/hr. Misal, ruangan berukuran 34 meter. Untuk
menghitung AC yang dibutuhkan: luas ruangan (34 m2)x500 Btu/hr=6.000 Btu/hr.
Biasanya satuan daya AC yang dikenal di pasaran adalah pk. Untuk mengetahuinya, konversikan
saja hitungan tadi ke dalam satuan pk. Untuk mengetahuinya konversikan saja hitungan tadi ke
dalam satuan pk. Caranya, 1/2 pk setara dengan 5.000 Btu/hr, 3/4 pk setara 7.000 Btu/hr, 1 pk
setara 9.000 Btu/hr, 1,5 pk setara 12.000 Btu/hr, 2 pk setara 18.000 Btu/hr dan 2,5 pk setara
dengan 24.000 Btu/hr.
Yang perlu diperhatikan, kapasitas AC harus lebih tinggi dari panas ruangan yang harus
ditangani. Misal hasil hitungan diperoleh kebutuhan 6.000 Btu/hr, berarti kapasitas AC yang
dibutuhkan 7.000 Btu/hr atau setara 3/4 pk.
Aku punya ruangan untuk produksi komponen. Di ruangan itu ada sekitar 7 mesin produksi
dengan luasan sbb:
1. Panjang : 30 meter
2. Lebar : 6 meter
3. Tinggi : 4 meter
Dengan kondisi seperti itu kira2 berapa unit AC yg d butuhkan? berapa PK masing2?
Atas jawabannya saya ucapkan banyak2 terima kasih.
Berikut jawaban kami tentang pertanyaan bapak tentang kebutuhan AC ruangan bapak yang
berukuran:
1. Panjang : 30 meter (= 98.4 feet)
2. Lebar : 6 meter (= 19.68 feet)
3. Tinggi : 4 meter (= 13.12 feet)
Perhitungan kebutuhan AC dalam satuan BTU adalah =
(98.419.6813.12xIxE)/60
dimana I memiliki nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit
dengan ruang lain).
Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
E memiliki nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika dinding
terpanjang menghadap timur;
Nilai 18 jika dinding terpanjang menghadap selatan; dan nilai 20 jika dinding terpanjang
menghadap barat.
Karena kami tidak mengetahui infiormasi tentang kondisi ruangan bapak (apakah berada di
lantai bawah/atas, dan kearah mana dinding terpanjangnya menghadap), maka kami
mengasumsikan bahwa ruangan berada di lantai bawah (nilai I = 10), dan dinding

terpanjang menghadap selatan (nilai E = 18). Sehingga hasil perhitungannya adalah :


(98.419.6813.12x10x18)/60 = 76221,11 BTU (nilai ini setara dengan 9 PK)
Jadi kebutuhan pengkondisi udara di ruangan adalah 9 PK (dengan asumsi seperti yang
kami buat, namun jika kondisi di lapangan berbeda dengan asumsi kami bahwa ternyata
ruangan Bapak tidak berada di lantai bawah dan dinding terpanjang tidak menghadap
selatan, maka tinggal mengganti nilai I dan E nya)
Catatan:
Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC PK = 5.000 BTU/h
AC PK = 7.000 BTU/h
AC 1 PK = 9.000 BTU/h
AC 1 PK = 12.000 BTU/h
AC 2 PK = 18.000 BTU/h
Demikian yang bisa kami sampaikan , mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.
mungkin bisa digunakan rumus ini untuk yg advance
=========
(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU
W = Panjang Ruang (dalam feet)
H = Tinggi Ruang (dalam feet)
I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain).
Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
L = Lebar Ruang (dalam feet)
E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur;
Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.
1 Meter = 3,28 Feet
Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC PK = 5.000 BTU/h
AC PK = 7.000 BTU/h
AC 1 PK = 9.000 BTU/h
AC 1 PK = 12.000 BTU/h
AC 2 PK = 18.000 BTU/h
Contoh Hitungan:
Ruang berukuran 9m x 4m atau (29 kaki x 13 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak
berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (29 x 13 x 18 x 10 x 17) /
60 = 19.227 BTU alias cukup dengan AC 2 PK.

Engineering
Pengenalan Jenis & Prinsip Kerja Ac Sentral
AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat dan
di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan
ukuran ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara / ducting ac.
Ducting ACSecara garis besar, Sistem AC Central terbagi atas beberapa komponen yaitu :

Chiller / Condensing Unit / Outdoor AC

AHU (Air Handling Unit)

Ducting AC / saluran ac

Cooling Tower

Pompa Sirkulasi

Ada dua sistem AC Central yang ada di pasaran saat ini yaitu :

Sistem Air dan Sistem Freon.


Pada sistem air, media pembawa dingin yang berjalan dalam pipa distribusi adalah air / water.
Sedangkan pada sistem freon, media yang dipakai untuk membawa dingin adalah freon.
Sistem air memiliki kelebihan dapat digunakan dalam skala yang besar / gedung bertingkat atau
mall yang berukuran besar.
Sedangkan Sistem freon hanya dapat dipakai dalam sistem yang tidak terlalu besar / jauh
jaraknya antara unit indoor dan outdoor.
Sistem Freon
Pada sistem freon, unit AC Central yang dikenal biasa disebut dengan Split Duct. Prinsip
kerjanya hampir sama dengan sistem ac split biasa, akan tetapi lubang udaranya menggunakan
sistem ducting / pipa dan pada tiap-tiap keluaran udaranya menggunakan diffuser. Untuk
mengatur besar kecilnya udara yang keluar digunakan damper.
Split Duct
Sistem ini cocok digunakan untuk keperluan :

Mini market

klinik

sekolah / universitas

ruangan kantor

dll.

Kelebihan daripada sistem ac central split duct ini adalah pendistribusian dinginnya merata pada
setiap ruangan dan komponen yang dipakai tidak terlalu banyak karena hanya menggunakan unit
indoor, condensing unit / outdoor ac, dan ducting ac / saluran ac.

Sistem Air
Sistem AC Central dengan menggunakan air adalah sebuah sistem ac central yang menggunakan
media air sebagai pembawa dinginnya.
Biasanya pada skala kecil, unit indoor yang digunakannya adalah fan coil unit. Sedangkan pada
skala yang besar biasanya menggunakan AHU / Air Handling Unit.
Untuk mendinginkan air yang akan di distribusikan, maka digunakan Chiller. Chiller bertugas
memindahkan panas yang di dapat dari sirkulasi di dalam ruangan ke sistem sirkulasi luar
gedung. Lalu air yang panas itu kemudian di dinginkan dengan menggunakan cooling tower.
Sistem AC Central yang menggunakan air ini biasanya lebih cocok digunakan pada :

Gedung bertingkat

Mall yang besar

Stadium

Pabrik

Bandara udara

Terminal kereta

dll.

Kelebihan dari sistem AC Central yang menggunakan media air ini adalah kemampuannya
membawa kalor dari satu titik ke titik yang lain lebih tahan lama ketimbang menggunakan sistem
freon.
Pendingin ( Chiller )
Pada unit pendingin atau chiller yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri dari
kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Pada chiller biasanya tipe kondensornya
adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang
kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada cooling tower.
Pada komponen evaporator, jika sistemnya indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak
langsung udara melainkan air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami
pendinginan pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil
pendingin.
Chiller AC Central
AHU (Air Handling Unit )

Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menyedot udara dari
ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air)
dengan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk
menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang telah
mengalami penurunan temperature didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati
saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun
bisa terjangkau.
Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya maka setiap AHU akan
memiliki :
1. Filter merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga
diharapkan udara yang dihasilkan lebih bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.
2. Centrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan
udara melewati ducting menuju ruangan-ruangan.
3. Koil pendingin, merupakan komponen yang berfungsi menurunkan temperatur udara.
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem
AC sentral tidak hidup maka semua ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika
temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil
pendingin pada komponen AHU.
Air Handling Unit
3. Cooling Tower
Salah satu komponen utama pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling
tower atau menara pendingin. Fungsi utamanya sebagai alat untuk mendinginkan air
panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa
menggunakan fan/kipas.Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan banyak
nozzle,fan/blower,bakpenampung,casing, ds.
Proses yang terjadi pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral dengan system
kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi. Proses ini terjadi
dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir
dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Kondensor
pada chiller biasanya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses
pendinginan refrigeran. Secara umum bentuk konstruksinya berupa shell & tube dimana air
mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada
di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap refrigeran superheat berubah fasa
menjadi cair yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi, sementara air yang
keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses
pendinginan kondensor maka tentu saja temperaturnya harus diturunkan kembali atau
didinginkan pada cooling tower. Langkah pertama adalah memompa air panas tersebut menuju
cooling tower melewati system pemipaan yang pada ujungnya memiliki banyak nozzle untuk
tahap spraying atau semburan. Air panas yang keluar dari nozzle secara langsung sementara itu
udara atmosfer dialirkan melalui atau berlawanan dengan arah jatuhnya air panas karena
pengaruh.fan/blower yang terpasang pada cooling tower. Untuk mengungkapkan 1 kg air

diperlukan kira-kira 600 kcl dengan mengeluarkan kalor laten, dengan mengungkapkan sebagian
dari air maka bagian besar dari air pendingin dapat didinginkan, jdi misalnya 1 % dari air dapat
di uapkan , air dapat diturunkan temperaturnya sebanyak 6o Cdengan menara pendingin. Sistem
ini sangat efektif dalam proses pendinginan air karena suhu kondensasinya sangat rendah
mendekati suhu wet-bulb udara. Air yang sudah mengalami penurunan temperature ditampung
dalam bak/basin untuk kemudian dipompa kembali menuju kondensor yang berada di dalam
chiller. Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke sumber air
terdekat untuk menambah kapasitas air pendingin jika terjadi kehilangan air ketika proses
evaporative cooling tersebut.
Prestasi menara pendingin biasanya dinyatakan dalam range dan approach, dimana range
adalah penurunan suhu air yang melewati cooling tower dan approach adalah selisih antara udara
suhu udara wet-bulb dan suhu air yang keluar. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower
berlangsung dari air ke udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu
perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang
rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system
refrigerasi pada skala besar seperti chiller. Salah satu kekurangannya adalah bahwa sistem ini
tidak praktis karena jarak yang jauh antara chiller dan cooling tower sehingga memerlukan
system pemipaan yang relative panjang. Selain itu juga biaya perawatan cooling tower cukup
tinggi dibandingkan system lainnya.
Persyaratan Bagi Menara Pendingin ( Cooling Tower )
Kondisi nominal dari menara pendingin
Kapasitas menara pendingin 1 ton refrigrasi di standarisasikan menurut The Jap Anese Cooling
tower Industry Association, sebagai berikut :
1 ton refrigrasi 390 kcal/jam pada kondisi :
temperature bola basah 27o C
temperature air masuk 37o C
temperature air keluar 32o C
Vlomue aliran air 13 liter/menit.
Harga standartersebut diatas menentukan prestasi menara pendingin.

Cooling Tower
Fan Coil Unit

Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ac Sentral


Kelebihan :
1. Kebisingan dan getaran mesin pendingin hamper tidak mempengaruhi ruangan
2. Perbaikan dan pemeliharaan lebih mudah
3. Seluruh beban pendingin semua ruangan dalam bangunan dapat dilayani oleh satu system
( unit ) saja.
4. Kelembapan udara dapat diatur
Kekurangan :
1. Harga mula cukup tinggi
2. Biaya operasional yang cukup mahal
3. Unit sentral tidak dapat dipakai untuk rumah sakit, karena kuman- kuman dari ruangan untuk
penderita penyakit menular ( melalui saluran udara balik ) dapat disebarkan ke ruangan
ruangan lain.
4. Jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup
Jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di
koil pendingin pada komponen AHU

PERENCANAAN COOLING OTWER PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA WATER CHILLER DI PT. GUDANG
GARAM

Anda mungkin juga menyukai