Anda di halaman 1dari 24

BAB 21

STRATEGI PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

PENDAHULUAN
Pada bab ini Anda mempelajari tiga cara untuk mendapatkan sebuah informasi, yaitu:
1. Membeli perangkat lunak;
2. Mengembangkan perangkat lunak secara in-house; dan
3. Membayar sebuah perusahaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem
tersebut.
Dan Anda juga mempelajari tiga cara untuk meningkatkan proses pengembangan, yaitu:
1. Desain ulang proses bisnis;
2. Prototipe; dan
3. Alat rekayasa perangkat lunak dibantu dibantu komputer.

MEMBELI PERANGKAT LUNAK


Pada awal-awal ditemukannya komputer, jarang perusahaan yang dapat membeli
perangkat yang memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, sejalan dengan makin dewasanya
industri perangkat lunak, makin banyak perusahaan yang mulai membeli software.
Perangkat lunak kalengan (canned software) adalah program yang dibuat oleh
perusahaan pengembang software dan dijual pada pasar terbuka untuk jangkauan luas
pengguna dengan kebutuhan yang sama. Perusahaan menggabungkan software dan hardware,
serta menjual keduanya sebagai satu paket disebut sebagai sistem turnkey / terima
jadi (turnkey system), karena vendor memasang keseluruhan sistem dan pemakai hanya perlu
terima jadi. Banyak sistem turnkey yang dibuat oleh vendor berspesialisasi pada sebuah
industri tertentu, seperti dokter, toko reparasi otmotif, restoran, dan toko eceran. Masalah
utama dari perangkat lunak kalengan adalah seringkali software tersebut tidak memenuhi
seluruh kebutuhan informasi sebuah perusahaan. Hal ini dapat diatasi dengan memodifikasi

perangkat lunak tersebut. Kelebihan membeli software ialah kemudahan dalam ketersediaan
software dan biaya yang lebih murah.
Penyedia jasa aplikasi (application serice provider- ASP) adalah perusahaan yang
menyediakan Web-based software pada komputer mereka dan mengirim software ke klien
melalui internet. Dalam hal ini, perusahaan dapat menyewa perangkat lunak dari ASP tanpa
harus membeli, memasang, dan mempertahankan software massal. Keuntungan dari cara ini
adalah mengurangi biaya software dan overhead administrasi, pembaruan software secara
otomatis, penyesuaian skala dengan pertumbuhan bisnis, akses global ke informasi, akses ke
personel ahli teknologi informasi (TI), dan memungkinan perusahaan untuk

fokuspada

kompentensi keuangan inti bukan pada masalah TI.


Perusahaan yang memberi perangkat lunak SIA mengikuti siklus hidup pengembangan sistem
(system development life cycle- SDLC) normal kecuali unuk hal berikut:

Selama desain sistem konseptual, perusahaan menentukan apakah perangkat lunak


yang memenuhi persyaratan SIA tersedia dan apabila tersedia apakah membelinya

atau mebuatnya sendiri.


Beberapa desain fisik, implementasi, dan konversi dapat diabaikan. Sebagai contoh,
perusahaan biasanya tidak mendesai, menyandi, dan menguji modul program atau
mendokumentasikan program komputer.

Memilih Vendor
Memutuskan untuk membuat atau membeli perangkat lunak dapat dilakukan secara
terpisah dari keputusan untuk mendapatkan perangkat keras, perbaikan, pemeliharaan, dan
sumber daya SIA lainnya. Walaupun dapat dibeli secara terpisah dari perangkat lunak,
keputusan mengenai perangkat keras dan vendor mungkin bergantung pada keputusan atas
software.
Vendor dapat ditemukan berdasarkanmasukan, menghadiri konferensi, dalam majah
industri, internet, atau mencari dari buku telepon. Ada beberapa vendor berkembang
sementara lainnya tidak lagi beroperasi. Selain itu, banyak perusahaan yang menawarkan
layanan tetapi memiliki sedikit pengalaman, modal yang tidak cukup, atau menggunakan
produk yang buruk, sehingga ketika vendor tidak lagi beroperasi mereka sering kali

meninggalkan perusahaan yang menggunakan produk mereka tanpa solusi dan bantuan. Oleh
karena itu, merupakan hal yang penting untuk selektif dalam memilih vendor.

Memperoleh Perangkat Keras dan Perangkat Lunak


Perusahaan yang membeli sistem yang besar atau rumit, akan mengirimkan permintaan
untuk proposal (request for proposal- RFP), yang mengundang para vendor untuk
mengusulkan sebuah sistem yang memenuhi kebutuhan perusahaan. Setiap proposal
dievaluasi dan diteliti secara mendalam untuk memverifikasi bahwa persyaratan perusahaan
dapat dipenuhi.
Penggunaan sebuah RFP penting untuk alasan-alasan berikut ini:
1.

Menghemat waktu. Informasi yang sama diberikan ke semua vendor, meniadakan


pengulangan tinjauan dan pertanyaan.

2.

Menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Semua respons diberikan dalam


format yang sama dan didasarkan pada informasi yang sama.

3.

Mengurangi kesalahan. Peluang mengabaikan taktor-faktor yang penting akan


berkurang.

4.

Menghindari dari potensi ketidaksesuaian. Kedua pihak memiliki perkiraan yang


sama dan informasi yang terkait telah dicatat.
Ketika RFP diminta berdasarkan pada spesifikasi hardware dan software tertentu, biaya

total biasanya akan lebih rendah dan lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk persiapan
vendor dan evaluasi perusahaan. Akan tetapi, hal ini tidak memungkinkan vendor
merekomendasikan teknologi altematif. Sebaliknya, RFP umum berisi definisi masalah dan
meminta sistem yang memenuhi tujuan kinerja dan persyaratan tertentu. Hal ini
memungkinkan perusahaan yang meminta proposal untuk menyerahkan masalah teknis pada
vendor. Kelemahan dari pendekatan ini adalah semakin besarnya kesulitan untuk
mengevaluasi proposal dan adanya potensi tawar-menawar yang lebih mahal biayanya.
Secara umum, makin banyak informasi yang diberikan perusahaan kepada vendor,
makin baik peluang perusahaan untuk menerima sistem yang dapat memenuhi persyaratan
perusahaan. Para vendor membutuhkan spesifikasi terinci atas SIA yang baru, termasuk
aplikasi input dan output, file serta database yang dibutuhkan, frekuensi dan metode untuk

pembaruan file dan permintaan, serta persyaratan unik lainnya. Merupakan hal yang penting
untuk membedakan antara persyaratan yang wajib dengan fitur-fitur yang diinginkan.

Mengevaluasi Proposal dan Memilih Sebuah Sistem


Proposal yang kehilangan informasi yang penting, akan gagal untuk memenuhi
persyaratan minimum atau tidak jelas sehingga harus dieliminasi. Proposal yang dapat
melalui pemeriksaan awal dicocokkan dengan persyaratan sistem untuk menetapkan apakah
(1) proposal tersebut memenuhi semua persyaratan wajib, dan (2) berapa banyak persyaratan
yang diinginkan dapat dipenuhi.Vendor yang paling banyak memenuhi kriteria, dapat
diundang untuk mendemonstrasikan kinerja sistem serta memvalidasi hal-hal yang
dinyatakan oleh vendor tersebut. Tabel 2-1 menyajikan kriteria yang dapat digunakan untuk
mengevaluasi hardware, software, dan para vendor.
TABEL 2-1 Kriteria Evaluasi Hardware, Software, dan Vendor
Evaluasi

Apakah biaya hardware wajar, sesuai kemampuan dan fiturnya ?

Hardware

Dapatkah hardware menjalankan software yang diinginkan ?


Apakah kecepatan pemrosesan CPU dan kemampuannya untuk
penggunaan yang direncanakan ?
Apakah kemampuan penyimpanan sekunder memadai ?
Apakah kecepatan dan kemampuan input dan output memadai ?
Apakah sistem memiliki kemampuan komunikasi yang memadai ?
Apakah sistem dapat ditingkatkan ?
Apakah hardware didasarkan pada tekhnologi terbaru, atau teknologi
lama atau yang akan segera ketinggalan zaman ?
Apakah hardware tersedia saat ini ? Jika tidak, kapan ?
Apakah sistem yang dipertimbangkan sesuai dengan hardware,
software, dan periferal yang ada saat ini ?
Bagaimana evaluasi kinerja sistem jika dibandingkan dengan
pesaingnya ?
Bagaimana ketersediaan dan biaya dukungan serta pemeliharaannya ?

Evaluasi

Apakah ada pengaturan pendanaan ?


Apakah software memenuhi semua spesifikasi wajib ?

software

Seberapa baik software tersebut memenuhi spesifikasi yang diinginkan?

Akankah perubahan program dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan


perusahaan ?
Apakah software berisi pengendalian yang memadai ?
Apakah kinerja (kecepatan, akurasi, keandalan) memadai ?
Berapa banyak perusahaan lain yang menggunakan software tersebut ?
Apakah pemakai lainnya puas dengan software tersebut ?
Apakah software tersebut didokumentasikan dengan dengan baik ?
Apakah software tersebut sesuai dengan software perusahaan yang ada
saat ini ?
Apakah software tersebut mudah digunakan oleh pemakai ?
Dapatkah software tersebut didemontrasikan dan diuji ?
Apakah software tersebut memiliki jaminan yang memadai ?
Apakah software tersebut fleksibel dan mudah dipelihara ?
Apakah permintaan online atau file serta catatan tersedia ?
Evaluasi Vendor

Akankah vendor terus memperbarui software tersebut ?


Seberapa lama vendor telah ada dalam bisnis tersebut ?
Seberapa besar vendor tersebut ?
Apakah vendor secara keuangan stabil dan aman ?
Seberapa banyak pengalaman yang dimiliki vendor dengan hardware
dan software tersebut ?
Seberapa baik vendor menjamin produk tersebut ? Seberapa baik
garansinya?
Apakah vendor secara rutin memperbarui produknya ?
Apakah vendor memberikan pendanaan ?
Akankah vendor memasukkan janji-janji dalam kontrak ?
Akankah vendor memasok daftar pelanggan sebagai referensi ?
Apakah vendor memiliki reputasi dalam hal keandalan dan menjadi
tempat bergantung ?
Apakah vendor memberikan dukungan dan pemeliharaan atas hardware
dan software ?
Apakah vendor memberikan dukungan untuk implementasi dan
pemasangan ?
Apakah vendor memiliki personel yang berkualitas bagus, responsif,
dan berpengalaman ?

Apakah vendor memberikan pelatihan ?


Seberapa responsif dan tepat waktu dukungan dari vendor ?
Salah satu cara untuk membandingkan kinerja sistem ialah menggunakan masalah
benchmark (benchmark problem). Masalah benchmark adalah pekerjaan pemrosesan data
dengan kegiatan input, pemrosesan, dan output umum yang akan diproses oleh SIA yang
baru. Waktu pemrosesan akan dihitung dan dibandingkan, dan SIA dengan waktu terendah
akan dinilai paling efisien.
Pendekatan lainnya yaitu dengan penskoran poin (point scoring). Penskoran poin
ialah memberikan sebuah bobot untuk setiap kriteria evaluasi berdasarkan pentingnya. Setiap
kriteria, para vendor akan diberikan nilai untuk setiap kriteria yang didasarkan pada seberapa
baik proposalnya sesuai dengan standar dan nilai total bobot akan menjadi dasar untuk
perbandingan dan membedakan berbagai sistem. Bedasarkan Tabel 21-2, vendor 3
menawarkan sistem yang terbaik karena sistemnya mendapat nilai 190 poin lebih daripada
vendor 2.
TABEL 21-2 Evaluasi Penolakan Poin Proposal Vendor
Kriteria

Bobot

Vendor 1
Sko
Skor
r
Bobot

Vendor 2
Skor
Skor
Bobot

Vendor 3
Sko
Skor
r
Bobot

Kompatibilitas hardware

60

360

420

480

Kecepatan hardware

30

180

10

300

150

Perluasan memori

60

300

420

480

Arus hardware

30

270

270

180

Kompatibilitas software

90

630

630

810

Kemampuan online inquiry

40

360

10

400

320

Pengendalian

50

350

300

450

Referensi positif

40

10

400

320

240

Dokumentasi
Mudah dirawat, diperbarui dengan
teratur

30

270

240

210

50

350

400

450

Kemampuan jaringan

50

400

350

400

Dukungan vendor

70

420

630

10

700

Total

4.290

4.680

4.870

Penentuan biaya persyaratan (requirement costing) memperkirakan biaya untuk


membeli atau mengembangkan berbagai fitur yang tidak tersedia. Total biaya SIA adalah

biaya sistem dengan semua fitur yang dibutuhkan dan memberikan dasar yang wajar untuk
perbandingan.
Baik penilaian poin maupun perhitungan biaya persyaratan tidak seluruhnya objektif,
pilihan akhir di antara berbagai proposal vendor tampaknya bukan keputusan mudah. Dalam
penilaian poin, bobot dan poin-poin diberikan secara subjektif dan perkiraan nilai uang dari
biaya serta manfaat tidak dimasukkan. Perhitungan biaya persyaratan mengabaikan faktor
tidak berwujud seperti keandalan dan dukungan dari vendor.
Pada saat SIA yang terbaik telah diidentifikasi, software tersebut harus seluruhnya
diuji, pemakai lain akan dihubungi untuk melihat kepuasan mereka, personil vendor akan
dievaluasi, dan rincian proposal akan dikonfirmasikan untuk memverifikasi bahwa SIA yang
tampaknya merupakan yang terbaik menurut catatan memang benar-benar yang terbaik dalam
praktiknya. Pelajaran yang didapat oleh Geophysical System Corporation dari proses
pemilihan vendornya menekankan pentingnya evaluasi yang menyeluruh.

PENGEMBANGAN OLEH DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI IN-HOUSE


Banyak organisasi yang mengembangkan perangkat lunak yang dibuat khusus
(custom software) karena kebutuhan perusahaan unik atau ukuran perusahaan dan
kerumitannya membutuhkan software khusus.Halangan dalam membuat software khusus
ialah memakan banyak waktu dan sumber daya.
Software khusus biasanya dikembangkan dan ditulis sendiri atau melibatkan
perusahaan luar yang dibayar untuk mengembangkan software atau merakit software dari
persediaan

modul

program.Ketika

mengontrak

organisasi

luar,

perusahaan

harus

mempertahankan pengendalian atas proses pengembangan, dengan memperhatikan hal-hal


berikut :

Dengan selektif memilih pengembang yang harus memiliki pengalaman dalam


industri perusahaan dan pemahaman yang baik tentang bagaimana perusahaan

melakukan bisnisnya.
Menandatangani kontrak yang menempatkan tanggung jawab untuk memenuhi
persyaratan dari perusahaan ke pengembang dan memungkinkan menghentikan
proyek jika kondisi-kondisi utama tertentu tidak dipenuhi.

Merencanakan proyek harus secara terinci dan awasi setiap langkah dalam proses

pengembangan.
Menjaga komunikasi yang efektif.
Kendalikan semua biaya dan minimalkan arus kas hingga proyek tersebut diterima.
Tidak terdapat jawaban yang benar atas keputusan membuat atau membeli.

Perusahaan yang berbeda memiliki kesimpulan yang berbeda.Contohnya, Gillette dahulu


mengembangkan software-nya sendiri, tetapi akhir-akhir ini memutuskan untuk berpindah
dari sistem kepemilikan ke software jadi kapan saja memungkinkan.Alasannya adalah
perusahaan

mendapatkan

keunggulan

kompetitif

yang

lebih

besar

dari

memutuskan bagaimana software harus digunakan daripada menetapkan software apayang


harus digunakan dan kemudian membuatnya. Apabila perangkat lunak kalengan tidak
memenuhi semua kebutuhan Gillette, perusahaan akan mengubahnya dengan menggunakan
alat pengembang berteknologi tinggi.
Sebaliknya, Pepsi, telah berpindah dari arah yang berbeda. Pepsi dahulu membeli
sebagian besar dari software mainframe utamanya tetapi setelah berpindah ke arsitektur
klien/server, Pepsi tidak dapat menemukan software yang cukup canggih untuk dapat
memenuhi kebutuhannya. Walaupun Pepsi masih membeli software jika membutuhkannya,
perusahaan tersebut telah membuat sendiri sebagian besar dari software baru yang
dipasangnya.

Perangkat Lunak yang Dikembangkan Pengguna Akhir


Komputasi pengguna akhir (End-user computing- EUC) adalah pengembangan,
penggunaan, dan pengendalian aktif atas sistem informasi berbasis komputer oleh para
pemakai. Dengan kata lain, EUCadalah orang yang menggunakan TI untuk memenuhi
kebutuhan informasinya sendiri daripada bergantung pada ahli-ahli sistem. Contohnya,
lembaga penyimpanan dan pinjaman di California menginginkan sebuah sistem yang dapat
menelusuri persyaratan jaminan kredit. Departemen sistem informasinya mengatakan bahwa
sistem tersebut akan membutuhkan waktu pengembangan selama 18 bulan. Daripada
menunggu, bagian kredit menggunakan PC dan program database untuk mengembangkan
program fungsional dalam sehari. Meningkatkan program membutuhkan waktu beberapa hari
lebih lama.Tidak hanya bagian kredit mempersingkat waktu pengembangan dari 18 bulan ke

beberapa hari, tetapi bagian tersebut mendapatkan informasi yang dibutuhkannya karena para
pemakai mengembangkan sistem tersebut sendiri.
Berikut ini adalah contoh-contoh yang perkembangan oleh pemakai akhir yang tepat:

Menarik informasi dari database perusahaan untuk menghasilkan laporan sederhana

atau untuk menjawab permintaan yang tidak rutin.


Melakukan sensitivitas bagaimana-jika atau analisis statistik.
Mengembangkan aplikasi dengan menggunakan software, seperti spreadsheets atau

sistem database.
Mempersiapkan jadwal, seperti jadwal depresiasi dan amortisasi pinjaman.
Perkembangan oleh pemakai akhir tidaklah tepat bagi sistem yang kompleks, seperti

sistem yang digunakan untuk memproses transaksi dalam jumlah besar atau untuk
memperbarui catatan database. Oleh karena itu, sistem tersebut tidak digunakan untuk
pemrosesan penggajian, piutang dan utang, buku besar umum, atau persediaan.
Ketika pemakai akhir mulai memenuhi sendiri kebutuhan awal mereka, ada dua hal
yang terjadi.Pertama, para pemakai menyadari komputer dapat digunakan untuk memenuhi
lebih banyak lagi kebutuhan informasi.Kedua, peningkatan akses ke data membuat banyak
penggunaan serta kebutuhan baru informasi. Akibatnya ialah telah terjadi pertumbuhan pesat
dalam EUC.
Pertumbuhan dalam EUC telah secara signifikan mengubah peran para pegawai
bagian sistem informasi. Mereka tetap mengembangkan dan memelihara sistem pemrosesan
transaksi dan database keseluruhan perusahaan yang merupakan sumber bagi para pemakai
akhir untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka.
Sebagai tambahan, pegawai memberi para pemakai saran teknis dan dukungan
operasional, serta membuat informasi tersedia sebanyak mungkin bagi para pemakai akhir.
Walaupun hal ini telah mengakibatkan tambahan pekerjaan bagi para pegawai bagian sistem,
kondisi ini diseimbangkan dengan penurunan permintaan atas layanan tambahan yang harus
dilakukan para pegawai tersebut. Apabila trend EUC berlanjut, hal ini akan mewakili 75%
hingga 95% semua pemrosesan informasi pada akhir dekade berikutnya.

Keuntungan dan Kerugian Komputasi Pengguna Akhir

EUC menawarkan keuntungan sebagai berikut:

Penciptaan, pengendalian, dan implementasi pengguna. Para pemakai mengendalikan


proses pengembangan dan memutuskan sistem apa yang harus dibuat dan

diimplementasikan.
Sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna. Sistem yang dikembangkan oleh para

pemakai lebih dapat memenuhi kebutuhan para pemakai.


Ketepatan waktu. Sistem dikembangkan ketika dibutuhkan.
Membebaskan sumber data sistem. Banyaknya kebutuhan informasi yang dapat
dicapai para pengguna, maka lebih banyak waktu yang dapat dimanfaatkan sehingga

sumber data sistem dapat bebas untuk tugas lainnya.


Kefleksibilitasan dan kemudahan penggunaan.Sebagian besar software end-user
computing mudah untuk dipahami dan digunakan. Para pemakai dapat mengubah
informasi yang mereka hasilkan atau memodifikasi aplikasi mereka kapan saja
kebutuhan mereka berubah. Jika menggunakan komputer laptop, pekerjaan dapat
diselesaikan di rumah di pesawat, atau hampir di semua tempat.

Adapun kerugian dari EUC ialah sebagai berikut:

Kesalahan logika dan pengembangan. Oleh karena para pemakai akhir memiliki
sedikit pengalaman dalam pengembangan sistem, mereka cenderung melakukan
kesalahan dan kurang dapat mengenali kesalahan jika terjadi kesalahan. Pemakai yang
melakukan pengembangan juga dapat mengatasi masalah yang salah, menggunakan
software yang salah, atau menggunakan informasi yang tidak lengkap atau
kedaluwarsa. Sering kali kesalahan tersebut disebabkan oleh kesalahan logika atau

penggunaan yang salah atas rumus atau perintah dalam software.


Aplikasi yang diuji dengan tidak layak. Para pemakai cenderung tidak melakukan uji
yang lengkap atas aplikasi mereka, baik karena mereka tidak menyadari perlunya
melakukan hal tersebut atau karena kesulitan atau waktu yang dibutuhkan untuk

melakukan hal tersebut.


Sistem yang tidak efisien. Kebanyakan pemakai akhir bukanlah programmer dan tidak
terlatih dalam pengembangan sistem. Walaupun sistem yang mereka kembangkan

mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan mereka, sistem tersebut tidak selalu efisien.
Sistem yang dikendalikan dan didokumentasikan dengan buruk. Banyak pemakai
akhir tidak mengimplementasikan pengendalian untuk melindungi sistem mereka.
Sistem yang dibuat oleh pemakai sering kali didokumentasikan dengan kurang baik
karena pemakai tersebut menganggap tugas tersebut membosankan atau tidak penting.

Para pemakai tidak menyadari bahwa tanpa dokumentasi, orang lain tidak dapat

memahami bagaimana sistem bekerja.


Sistem yang tidak kompatibel. Beberapa perusahaan menambah perlengkapan
pemakai akhir tanpa mempertimbangkan implikasi teknologi. Akibatnya perusahaan
memiliki berbagai hardware dan software yang sulit ditangani atau dibentuk

jaringannya.
Duplikasi sistem dan data; sumber daya yang terbuang. Apabila pemakai akhir tidak
menyadari kebutuhan informasi pemakai lain yang hampir sama, duplikasi sistem
akan terjadi. Para pemakai yang tidak berpengalaman akan mencoba untuk mencapai
lebih daripada yang dapat mereka capai, yang berakhir dengan pemborosan waktu dan

sumber daya.
Peningkatan biaya. Sebuah pembelian PC tidaklah mahal, tetapi membeli PC untuk
ratusan bahkan ribuan pekerja adalah mahal. Memperbarui hardware dan software
setiap beberapa tahun juga mahal. End-user computing juga memiliki biaya peluang
yang tinggi jika penerapannya mendistorsi perhatian pemakai dari pekerjaan
utamanya. Lagipula, hal tersebut meningkatkan waktu dan permintaan data pada
sistem informasi perusahaan.
Keseimbangan yang tepat antara memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko

sistem buatan pemakai akhir dapat dicapai dengan cara menyediakan analis sistem sebagai
penasihat dan mensyaratkan sistem yang dibuat oleh pemakai untuk ditinjau serta
didokumentasikan sebelum digunakan.

Mengelola dan Mengendalikan Komputasi Pengguna Akhir


Organisasi menggunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk mengelola dan
mengendalikan EUC. Memberikan sistem pengendalian departemen atas EUC akan
menghambat pertumbuhan EUC, membuat organisasi tidak mendapatkan sebagian besar dari
manfaatnya,

dan

bukan

merupakan

kepentingan

terbaik

jangka

panjang

dalam

perusahaan,Akan tetapi, jika tidak terdapat pengendalian atas pemakai akhir, seperti alat EUC
apa yang dibeli atau bagaimana alat tersebut digunakan, maka kekacauan dapat dengan
mudah terjadi.Hal tersebut juga sulit untuk dapat mendukung sistem. Langkah terbaik adalah
memberikan petunjuk dan standar yang cukup agar dapat secara memadai mengendalikan
sistem tetapi tetap memungkinkan pemakai mendapatkan fleksibilitas yang mereka butuhkan.

Help desk dapat mendorong, mendukung, mengkoordinasikan, dan mengendalikan


berbagai aktivitas pemakai akhir. Keenam puluh analis dan teknisi help desk di ScheringPlough menangani lebih dari 9.000 kontak dalam sebulan. Analis garis depan menggunakan
software sistem canggih untuk secara cepat menemukan jawaban atas pertanyaan bagi
mereka dan kemudian memberikan saran tertulis. Teknisi garis kedua menangani permintaan
yang lebih rumit. Perusahaan lainnya menggunakan software multimedia dengan animasi
atau video untuk membantu para pegawai di garis depan membimbing para pengontak
melalui sebuah proses yang kompleks.
Kewajiban help desk termasuk hal-hal berikut ini:

Memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah.


Bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan.
Melatih para pemakai akhir tentang bagaimana menggunakan hardware atau software

tertentu, dan menyediakan pemeliharaan dan dukungan yang memadai.


Mengevaluasi produk hardware dan produk software pemakai akhir yang baru.
Membantu pengembangan aplikasi.
Mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai standar untuk (1) pembelian
hardware dan software untuk memastikan kesesuaian; (2) mendokumentasikan dan
menguji aplikasi; dan (3) mengendalikan masalah-masalah keamanan seperti

penipuan, pembajakan software, dan virus.


Mengendalikan data perusahaan agar (1) para pemakai akhir yang sah dapat
mengakses dan berbagi data; (2) data tidak diduplikasi; dan (3) akses ke data yang
rahasia dibatasi.

MENGALIHDAYAKAN SISTEM
Pengalihdayaan (outsourching) adalah mengontrak perusahaan luar untuk menangani
semua bagian dari data aktivitas pemrosesan organisasi.Di dalam perjanjian outsource
mainframe, penyedia layanan membeli semua komputer klien dan mempekerjakan semua
atau sebagian besar pegawai klien. Penyedia layanan tersebut kemudian mengoperasikan dan
mengelola keseluruhan sistem di lokasi klien, atau memindahkan sistem tersebut ke komputer
penyedia layanan. Banyak kontrakoutsourcing atas mainframe berjangka waktu 10 tahun atau
lebih dan berbiaya dari ratusan ribu hingga jutaan dolar setahun.

Dalam

perjanjian outsourcing klien/server

atau

PC,

organisasi meng-

outsource layanan tertentu, bagian dari bisnisnya, fungsi tertentu, atau dukungan PC.
Sebagian besar dari perusahaan yang tercantum dalam Fortune 500 meng-outsource 10 persen
hingga

80

persen

fungsi

pendukung

PC

mereka.Contohnya,

Taco

Bell meng-

outsourcepelayanan help desk PC perusahaan tersebut. Royal Dutch Shell, perusahaan


minyak internasional, memiliki 80.000 PC di seluruh dunia dan meng-outsource sebagian
besar dari pemasangan, pemeliharaan, pelatihan, help desk, dan dukungan teknisnya.
Outsourcing awalnya digunakan untuk menstandarkan aplikasi seperti penggajian,
akuntansi, dan pembelian atau oleh perusahaan yang berjuang untuk bertahan hidup dan
menginginkan pemasukan kas yang cepat dari penjualan hardware-nya. Akan tetapi, pada
tahun 1989, Eastman Kodak mengejutkan dunia bisnis dengan mengontrak tiga perusahaan
yang berbeda untuk mengoperasikan sistem komputernya.Kodak meng-outsource operasi
pemrosesan

datanya

dan

menjual mainframe perusahaan

itu

ke

IBM.

Perusahaan

tersebut meng-outsource fungsi telekomunikasinya ke DEC dan operasi PCnya ke


Businessland. Ketika kinerja DEC dan Entek mulai turun, Kodak membuka layanan yang
lowong tersebut untuk penawaran baru. Kodak terus melakukan perencanaan dan
pengembangan strategis sistem informasinya, tetapi tanggung jawab implementasi serta
operasi menjadi milik pihak pemberi layanan.Hasilnya sangatlah dramatis. Pengeluaran
modal untuk komputer turun hingga 90 persen sementara biaya operasi turun antara 10%
hingga 20%. Kodak memperkirakan penghematan tahunan dari sistem informasinya
mencapai sekitar $130 juta selama periode 10 tahun perjanjiannya. Beberapa kemudian,
Xerox menandatangani perjanjian outsourcing terbesar dalam sejarah: kontrak berjangka
waktu 10 tahun senilai $3,2 miliar dengan EDS untuk meng-outsource pengelolaan
komputasi, telekomunikasi, dan software di 19 negara.
Keberhasilan Kodak dan Xerox memotivasi perusahaan lainnya untuk mengoutsourcesistem informasi mereka. Contohnya, 15 dari 25 perusahaan tingkat atas dalam
Fortune 500 meng-outsourcebeberapa atau semua sistem informasi mereka. Perusahaanperusahaan kini menghabiskan lebih dari $100 miliar setahun untuk meng-outsource fungsifungsi TI mereka.

Keuntungan dan Kerugian Pengalihdayaan


Keuntungan signifikan atas pengalihdayaan yaitu:

Sebuah solusi untuk bisnis.Outsourcing adalah pendekatan yang strategis dan


ekonomis yang dapat dilakukan karena memungkinkan perusahaan berkonsentrasi
pada kompetensi inti mereka.Kodak yakin untuk meinfokuskan usahanya dalam hal
yang terbaik yang dapat mereka lakukan-menjual film dan kamera-dan membiarkan
pemrosesan data ke perusahaan komputer yang lebih berkualifikasi. Kodak
menganggap pihak penyedia layanan sebagai mitra dan bekerja sama secara dekat

dengan mereka untuk memenuhi tujuan pemrosesan data strategis dan operasionalnya.
Pemanfaatan aset. Organisasi dapat meningkatkan posisi kas mereka dan mengurangi
biaya tahunan mereka dengan menjual aset tersebut kepada pihak pemberi layanan.
Contohnya, Health Dimensions, sebuah perusahaan pengelola rumah sakit, mengoutsource fungsi pemrosesan data dari empat rumah sakit mereka agar perusahaan
tersebut dapat menggunakan sumber daya keuangannya yang terbatas untuk

pembelian yang dapat menghasilkan pendapatan.


Akses pada keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih baik.Del Monte Foods
berpaling ke outsourcing karena biaya dan waktu yang dilibatkan untuk tetap

mengejar teknologi baru makin meningkat secara signifikan.


Biaya yang lebih rendah. Outsourcing dapat menurunkan biaya sistem infromasi
sebesar 30%. Pihak pemberi layanan memberikan beberapa dari penghematan yang
dicapai dari penstandaran aplikasi pemakai, membeli hardware dalam harga grosir,
memisahkan biaya pengembangan dan pemeliharaan antarproyek, serta beroperasi
dalam volume yang lebih tinggi.Continental Bank akan menghemat $100 juta selama
kontrak berjangka waktu 10 tahun outsourcing-nya. Akan tetapi, perusahaan seperti
Occidental Petroleum dan USX telah menolak outsourcing karena dianggap lebih

mahal daripada pengembangan dan operasi SIA secara internal.


Lebih sedikit waktu pengembangan. Para ahli dalam bidang industri yang
berpengalaman sering kali mengembangkan dan mengimplementasikan sebuah sistem
yang lebih cepat serta lebih efisien daripada staf dalam perusahaan. Pihak-pihak yang
menyediakan fasilitas outsourcing juga dapat membantu perusahaan memangkas

banyak kebijakan politis internal di sekitar pengembangan sistem.


Eliminasi penggunaan maksimal dan rendah (peak-and-valley). Banyak perusahaan
memiliki bisnis musiman yang membutuhkan banyak komputer selama suatu bagian
dari tahun tetapi membutuhkan sangat sedikit komputer untuk tahun yang tersisa.
Contohnya, dari Januari hingga Maret, W. Atlee Burpee memproses pesanan melalui
surat dan permintaan pembelian grosir atas benih dan produk berkebun mereka.
Selama periode ini, mainframe IBM mereka beroperasi dalam 80% kapasitasnya,

tetapi berfungsi hanya sebanyak 20% pada sisa waktu tahun tersebut. Para personel
sistem kurang banyak digunakan dalam sebagian besar waktu. Burpee berpaling
ke outsourcing dan kini membayar Computer Science Corporation sesuai dengan
seberapa banyak penggunaan sistem. Oleh karena melakukan hal ini, Burpee

menghemat hingga setengah dari biaya pemrosesannya.


Memfasilitasi perampingan. Perusahaan yang mengecilkan ukurannya sering kali
memiliki fungsi SIA besar yang tidak diperlukannya lagi.General Dynamics
mengecilkan ukurannya secara dramatis karena berkurangnya pengeluaran untuk
industri pertahanan. Perusahaan tersebut menandatangani kontrak outsourcing senilai
$3 miliar dengan jangka waktu 10 tahun walaupun fungsi sistem informasinya dinilai
sebagai nomor satu dalam industri pesawat terbang. Perusahaan tersebut menjual
pusat datanya ke Computer Sciences Corporation (CSC) senilai $200 juta dan
mentransfer 2.600 pegawainya ke CSC.

Kekurangan dalam melakukan pengalihdayaan ialah sebagai berikut:

Ketidakfleksibilitasan (inflexibility).Banyak kontrak outsourcing ditandatangani untuk


10 tahun. Jika selama periode waktu tersebut muncul masalah, jika perusahaan merasa
tidak puas, atau jika perusahaan melakukan perubahan struktural, kontrak tersebut
sulit atau terlalu mahal untuk diputuskan. Sebelum melakukan merger, Integra
Financial dan Equimark memiliki kontrak dengan penyedia layanan yang berbeda.

Setelah merger, salah satu kontrak harus ditiadakan, dengan biaya $4,5 juta.
Hilangnya pengendalian (lost of control). Perusahaan memiliki risiko kehilangan
kendali atas sistem dan data perusahaan.Demi alasan ini, perjanjian outsourcing Ford
dengan Computer Sciences Corporation tidak mengizinkan CSC mengambil produsen

mobil lainnya sebagai klien.


Mengurangi keuntungan kompetitif (reduced competitive advantage). Perusahaan
dapat kehilangan pemahaman mendasar atas kebutuhan informasi mereka sendiri dan
bagaimana sistem tersebut dapat memberi keunggulan kompetitif.Para penyedia
layanan tidak dapat diharapkan untuk menjadi bersemangat seperti para kliennya
untuk mencoba memenuhi tantangan persaingan industri tertentu.Akan tetapi,
perusahaan dapat dianggap standar (penggajian, pengeluaran kas, dsb) dan

menyesuaikan agar memberikan keunggulan kompetitif.


Sistem
yang
terkunci
(locked-in
system).

Begitu

perusahaan

melakukan outsourcing atas sistemnya dan menjual pusat pemrosesan datanya,

merupakan hal yang sulit dan mahal untuk membalikkan proses tersebut. Jika
perusahaan tidak dapat membeli kembali fasilitas pemrosesan data tersebut, maka
akan harus membeli perlengkapan baru dan mempekerjakan pegawai pemroses data
yang baru, sering kali dengan biaya yang besar. Blue Cross di California memutuskan
bahwa kinerja pemberi layanannya, EDS, begitu jelek hingga ingin mengakhiri
perjanjiannya. Akan tetapi, ketika Blue Cross mulai mengawali perubahan tersebut,
perusahaan tersebut menyadari bahwa perusahaan tidak mengetahui apa-apa tentang
sistem tersebut dan tidak mampu memberhentikan EDS. Sebaliknya, LSI Logic,
sebuah produsen chip, menghentikan perjanjiannya dengan IBM dan mengoperasikan
kembali sistemnya secara internal dengan biaya dan personel yang mahal ketika

memasang sistem enterprise resource planning (ERP).


Tujuan yang tak terpenuhi (unfulfilled goal). Kritik menunjukkan bahwa banyak
tujuan dan manfaat outsourcing tidak pernah terwujud. Paling tidak sebuah penelitian
menunjukkan beberapa manfaat yang dapat diklaim, seperti peningkatan efisiensi,
adalah mitos belaka. Perusahaan USF&G membatalkan kontrak senilai $100 juta
dengan Cigna Information Services setelah 18 bulan, karena Cigna tidak dapat
mengimplementasikap perubahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem tersebut

bekerja dengan baik.


Layanan yang buruk (poor service). Beberapa perusahaan mengeluh menerima
layanan yang kurang baik dari perusahaan pemberi layanan mereka, Keluhan yang
umum adalah responsivitas terhadap perubahan kondisi bisnis lambat atau tidak ada

dan perpindahan ke teknologi baru direncanakan dengan kurang baik.


Peningkatan risiko. Proses bisnis outsourching dapat mengarahkan perusahaan pada
risiko operasional, keuangan, teknologi, strategi, personel, hukum, dan peraturan yang
signifikan.

MANAJEMAN PROSES BISNIS


Manajemen proses bisnis adalah sebuah peningkatan proses bisnis yang lebih
bertahap dan berkelanjutan yang didukung dan dimungkinkan oleh teknologi, sebagai
hasilnya BPM adalah sebuah cara yang tepat untuk memperkenalkan baik kemampuan
perubahan manusia maupun teknologi ke sebuah organisasi dan sebuah pendekatan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi (inovasi, fleksibilitas, dan integrasi) dengan teknologi
melalui pembangunan otomatisasi proses dan ketangkasan untuk mengelola perubahan.

BPM membantu perusahaan dalam mengawasi dan mengontrol seluruh elemen pada
proses bisnis, seperti karyawan, pelanggan, pemasok, dan workflow. BPM meningkatkan
kualitas proses bisnis melalui penyediaan mekanisme feedback yang lebih baik. Review yang
berkesinambungan dan real-time akan membantu perusahaan dalam mengidentifikasi
masalah dan kemudian mengatasinya secara lebih cepat sebelum masalah tersebut
berkembang menjadi lebih besar.
Beberapa prinsip prinsip penting yang mendasari BPM adalah sebagai berikut:

Proses bisnis dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Proses inovatif yang


membantu bisnis merespons konsumen, pasar, dan peraturan yang berubah lebih cepat
daripada kompetitor menciptakan keuntungan kompetitif. Desain proses bisnis yang

tepat akan penting untuk keberhasilan sebuah organisasi.


Proses bisnis harus dikelola dari ujung ke ujung. Manajemen proses bisnis
memandanng proses bisnis sebagai aset keorganisasian strategis yang harus dipahami,

dikelola, dan ditingkatkan.


Proses bisnis haruslah cekatan. Organisasi harus secara berkelanjutan meningkatkan
dan mengatur proses bisnisnya agar dapat bersaing. Hal ini memerlukan fleksibilitas

dan teknologi otomatisasi proses bisnis yang mendukung modifikasi cepat.


Proses bisnis haruslah selaras dengan strategi dan kebutuhan keorganisasian. Untuk
menjadi efektif dan efisien, sebuah perusahaan harus menyelaraskan proses bisnis
dengan strategi bisnisnya.
Sistem Manajemen Proses Bisnis, mengotomtiskan dan memfasilitasi peningkatan

proses

bisnis.

Sistem

tersebut

dapat

meningkatkan

komunikasi

dan

kolaborasi,

mengotomatiskan aktivitas, dan berintegrasi dengan sistem lain serta dengan rekan lain dalam
rangkaian nilai. Beberapa orang mengklaim bahwa BPMS adalah penghubung antara TI dan
bisnis. Banyak perusahaan diseluruh dunia berhasil mengimplementasikan proses berbasis
BPMS.
Seperti sistem enterprise resource planning (ERP), BPMS adalah sistem seluruh
perusahaan yang mendukung aktivitas korporasi. Meski demikian, sistem ERP adalah
berfokus pada proses. Sebagian produsen sistem ERP sekarang mengintegrasikan BPM ke
dalam sistem mereka. Beberapa mendefinisikan BPM System atau Suite (BPMS) sebagai
seluruh BPM. Lainnya berhubungan konsep penting informasi bergerak antara paket

perangkat

lunak

perusahaan

dan

langsung

berpikir Service

Oriented Architecture

(SOA) . Yang lain membatasi definisi modeling.


Ada empat komponen penting dari BPMS, yaitu:
1

Proses Engine platform yang kuat untuk pemodelan dan melaksanakan proses

aplikasi berbasis, termasuk aturan bisnis.


Business Analytics memungkinkan para manajer untuk mengidentifikasi masalah

bisnis, tren, dan peluang dengan laporan dan dashboard dan bereaksi sesuai.
Content Management menyediakan sistem untuk menyimpan dan mengamankan

dokumen elektronik, gambar, dan file lainnya.


Kolaborasi Tools menghilangkan hambatan komunikasi intra dan antar departemen
melalui forum diskusi, ruang kerja yang dinamis, dan papan pesan.

Pengendalian Internal dalam Sebuah Sistem Manajemen Proses Bisnis


Pengendalian Internal itu meliputi struktur organisasi dan semua cara-cara serta alatalat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga
keamanan

harta

milik

perusahaan,

memeriksa

ketelitian

dan

kebenaran

data

akuntansi,memajukan efisiensi di dalam usaha, dan membantu mendorong dipatuhinya


kebijakan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Definisi di atas menunjukkan bahwa suatu system pengendalian internal yang baik itu akan
berguna untuk :

Menjaga keamanan harta milik suatu organisasi


Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
Memajukan efisieni dalam operasi.
Membantu menjaga agar tidak ada yang menyimpang dari kebijakan manajemen yang
telah ditetapkan lebih dahulu.

Suatu sistem pengawasan internal yang memuaskan harus meliputi :

Suatu

fungsional secara tepat.


Suatu sistem wewenang dan prosedur pembukuan yang baik, yang berguna untuk

struktur

organisasi

yang

memisahkan

tanggungjawab-tanggungjawab

melakukan pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik, hutang-hutang,


pemdapatan-pendapatan dan biaya-biaya.

Praktek-praktek yang sehat harus dijalankan di dalam melakukan tugas-tugas dan

fungis-fungsi setiap bagian dalam organisasi.


Suatu tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengant anggung jawabnya

Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting :

Preventive control, pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu

masalah sebelum masalah muncul.


Detective control, pengendalian untuk pemeriksaan, dibutuhkan untuk mengungkap

masalah begitu masalah tersebut muncul.


Corrective control, pengendalian korektif. Memecahkan masalah yang ditemukan oleh
pengendalian untuk pemeriksaan.

PROTOTYPING
Prototyping adalah sebuah pendekatan desain sistem yang berada dalam suatu model
kerja disederhanakan yang tengah dikembangkan dari aplikasi baru melalui proses interaksi
dan

berulang-ulang

yang

biasa

digunakan

ahli

sistem

informasi

dan

ahli

bisnis. Prototyping disebut juga desain aplikasi cepat (rapid application design/RAD) karena
menyederhanakan dan mempercepat desain sistem (O'Brien, 2005).
Sebagian user kesulitan mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan aplikasi
yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesulitan ini yang perlu diselesaikan oleh analis dengan
memahami kebutuhan user dan menerjemahkannya ke dalam bentuk model (prototipe).
Model ini selanjutnya diperbaiki secara terus menerus sampai sesuai dengan kebutuhan user.

Kapan Menggunakan Prototyping


Pototyping sesuai ketika ada tingkat ketidakpastian yang tinggi, tidak jelas pertanyaan apa
yang ditanyakan, SIA tidak dapat dengan jelas divisualisasikan, atau ada kemungkinan tinggi
untuk gagal. Tabel dibawah akan menjelaskan tentang kondisi-kondisi yang membuat
prototyping menjadi sebuah metodologi desain.
TABEL 21-3 Kondisi yang Mendorong Penggunaan Prototyping
Kebutuhan pengguna tidak dipahami, berubah secara pesat, atau berubah saat sistem

digunakan.
Persyaratan sistem sulit dijelaskan.
Input dan output sistem susah dijelaskan.
Tugas yang untuk dijalankan tidak tersusun dengan baik.
Para pendesain tidak pasti mengenai jenis teknologi yang digunakan.
Sistem tersebut krusial dan dibutuhkan dengan cepat.
Risiko yang diasosiasikan dengan mengembangkan sistem yang salah tinggi.
Reaksi pengguna terutama merupakan pertimbangan pengembangan yang penting.
Banyak strategi desain harus diuji.
Staf desain hanya memiliki sedikit pengalaman dalam mengembangkan sistem atau aplikasi
tersebut.
Sistem tersebut akan jarang digunakan (efisiensi pemrosesan bukan merupakan perhatian
umum).

Kondisi yang mendukung penggunaan protipe


1. Para pemakai kurang pemahamannya atas kebutuhan mereka, atau kebutuhan mereka
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

berubah dengan cepat.


Persyaratan sistem sulit ditetapkan.
Input dan output sistem belum diketahui.
Tugas yang harus dilakukan tidak terstruktur dan semi terstruktur.
Para pendesaian tidak pasti akan apa yang digunakan.
Sistem yang dikembangkan sangatlah penting dan sangat dibutuhkan.
Resiko yang berkaitan dengan pengembangan sistem yang salah tinggi.
Reaksi para pemakai atas sistem yang baru adalah pertimbangan penting dalam

pengembangan.
9. Banyak strategi desain yang harus diuji.
10. Pegawai pengembangan memiliki pengalaman dengan alat protipe lainnya.
11. Pegawai pengembangan memiliki pengalaman dengan alat protipe lainnya.
12. Pegawai pengembangan memiliki sedikit pengalaman dalam mengembangkan sistem
atau aplikasi yang dipertimbangkan.
13. Sistem akan jarang digunakan ( dan karenanya efisiensi pemrosesan bukanlah hal
utama)

Keuntungan Prototyping
Keuntungan dari prototyping yaitu sebagai berikut:

1.
2.
3.
4.

Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.


Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.
Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem. Prototyping seringnya
berfungsi setelah beberapa hari atau minggu, mengizinkan para pengguna untuk

segera mengevaluasi sistem tersebut.


5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang
diharapkannya.
6. Defenisi yang lebih baik atas kebutuhan pengguna. Prototyping secara umum
memerlukan keterlibatan intensif dari para pengguna akhir, menghasilkan kebutuhan
pengguna yang didefenisikan dengan baik atau adanya komunikasi yang baik antara
pengembang dan pelanggan.
7. Keterlibatan dan kepuasan pengguna yang lebih tinggi. Pengembang dapat bekerja
lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu persyaratan
pengguna terpenuhi, ada lebih sedikit risiko bahwa SIA tidak akan digunakan.
Keterlibatan pengguna secara dini membantu membantu sebuah iklim penerimaan
dibandingkan keraguan dan kritik.
8. Lebih sedikit kesalahan. Para pengguna menguji tiap versi prototipe, sehingga
kesalahan dideteksi dan dieleminasi dengan segera. Hal tersebut untuk lebih
menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
9. Lebih banyak peluang bagi perubahan. Para pengguna dapat menyarankan perubahan
sistem tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan. Penerapan menjadi lebih mudah
karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

Kerugian Prototyping
Prototyping memiliki kerugian sebagai berikut:
1. Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas
perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam
jangka waktu yang lama.
2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan
algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.
3. Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik
perancangan yang baik.
4. Waktu pengguna yang yang signifikan. Para pengguna harus meluangkan waktu yang
signifikan untuk bekerja dengan prototipe dan memberikan umpan balik. Ini mungkin

memerlukan lebih banyak keterlibatan dan komitmen daripada yang para pengguna
ingin berikan.
5. Penggunaan yang kurang efisien atas sumber daya sistem pengembangan prototipe
tidak selalu mencapai efisiensi sumber daya, terkadang menghasilkan kinerja dan
keterandalan yang uruk serta terkadang menghasilkan biaya pemeliharaan dan
dukungan yang tinggi.
6. Pengujian dan dokumentasi yang tidak cukup. Para pengembang mungkin
mempersingkat pengujian dan dokumentasi karena para pengguna menguji prototipe
selama pengembangan.
7. Reaksi perilaku yang negatif. Ini bisa terjadi ketika permintaan untuk peningkatan
tidak dilakukan, ada terlalu banyak perulangan atau sebuah prototipe yang
diinvestasikan para pengguna dibuang.
8. Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas
perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam
jangka waktu yang lama.
9. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan
algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.
10. Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik
perancangan yang baik.

REKAYASA PERANGKAT LUNAK DIBANTU KOMPUTER


Rekayasa Perangkat Lunak Dibantu Komputer (computer aided software engineeringCASE) adalah sebuah paket alat-alat terintegrasi yang digunakan oleh para pendesain ahli
untuk membantu merencanakan, menganalisis, mendesain, memprogram, dan memelihara
sebuah sistem informasi atau penggunaan metode dengan bantuan komputer untuk mengatur
dan mengendalikan pengembangan perangkat lunak, terutama pada besar, proyek-proyek
yang kompleks yang melibatkan banyak komponen perangkat lunak dan orang-orang.
Perangkat lunak CASE secara khusus memiliki peralatan (tool) untuk perencanaan strategis,
manajemen proyek dan sistem, desain database, tata letak penyaringan dan laporan, serta
penghasil kode otomatis. Banyak perusahaan menggunakan alat CASE. Sistem informasi
pelanggan senilai $86 juta milik Florida Power dibuat menggunakan CASE milik Accenture.
Menggunakan CASE memungkinkan desainer, penulis kode, penguji, perencana, dan
manajer untuk berbagi pandangan umum dari mana proyek berdiri pada setiap tahap
pembangunan. KASUS membantu memastikan disiplin, proses check-menunjuk. Sebuah alat

CASE dapat menggambarkan kemajuan (atau kurangnya itu) secara grafis. Hal ini juga dapat
berfungsi sebagai repositori untuk atau dihubungkan dengan dokumen dan Program
perpustakaan yang berisi rencana proyek bisnis, persyaratan desain, spesifikasi desain,
spesifikasi kode rinci, unit kode, kasus uji dan hasil, dan pemasaran dan rencana layanan.
CASE berasal dari tahun 1970-an ketika perusahaan komputer mulai meminjam ide
dari proses manufaktur hardware dan menerapkannya pada pengembangan perangkat lunak
(yang umumnya telah dipandang sebagai sebuah proses kurang disiplin). Beberapa alat CASE
mendukung konsep pemrograman terstruktur dan metode pengembangan terorganisir serupa.
Baru-baru ini, CASE tools harus mencakup atau mengakomodasi tool pemrograman visual
dan pemrograman berorientasi obyek. Dalam perusahaan, alat CASE dapat menjadi bagian
dari spektrum proses yang dirancang untuk memastikan kualitas dalam apa yang
dikembangkan. (Banyak perusahaan memiliki proses mereka diaudit dan disertifikasi sebagai
kesesuaian dengan standar ISO 9000.)
Keuntungan dan Kerugian Teknologi CASE
Keuntungan :
1. Perbaikan produktivitas.
2. Perbaikan kualitas program.
3. Penghematan biaya.
4. Perbaikan prosedur pengendalian.
5. Penyederhanaan dokumentasi.

Kerugian :
1. Tidak kompatibel. Beberapa alat CASE tidak berinteraksi secara efektif dengan
sistem yang lain.
2. Biaya. Harga tekhnologi CASE (Mahal).
3. Harapan yang tidak terpenuhi.

Alat-alat CASE menyediakan sejumlah keuntungan penting:

Peningkatan produktivitas, dapat menghasilkan kode bebas-bug dari spesifikasi sistem


dan dapat mengotomatiskan tugas-tugas yang berulang.

Peningkatan kualitas program, alat-alat CASE sederhananya menerapkan standarstandar pengembangan terstruktur, mengecek ketepatan internal desain, dan

mendeteksi inkonsistensi.
Penghematan biaya, Lebih dari 90% kode dihasilkan secara langsung dari spesifikasi

desain.
Dokumentasi yang disederhanakan, CASE secara otomatis mendokumentasi sistem
sebagai ke,ajuan pengembangan.

Beberapa masalah yang lebih serius dengan teknologi CASE meliputi:

Inkompatibilitas, beberapa alat CASE tidak berinteraksi secara efektif dengan sistem

lain.
Biaya, teknologi CASE mahal, diluar jangkauan banyak perusahaan kecil.
Espektasi yang tidak terpenuhi, sebuah survei Deloitte & Touche mengindikasikan

bahwa hanya 37% CIO yang menggunakan CASE yakin bahwa mereka mencapai
manfaat yang diharapkan.