Anda di halaman 1dari 18

TUGAS REFERAT

ABSES SEPTUM NASI

Oleh :
Ayu Miftakhun Nikmah
H1A010010
Pembimbing :
dr. Markus Rambu, Sp.THT-KL

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA


BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG
TENGGOROKAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MATARAM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM
2016

Pendahuluan

Hidung merupakan organ penting, merupakan salah satu


organ pelindung tubuh terpenting terhadap lingkungan.
Hidung memiliki kavum nasi yang mempunyai 4 buah
dinding, yaitu dinding medial, lateral, inferior, dan
superior. Dinding medial hidung adalah septum nasi.

Abses septum nasi merupakan suatu kumpulan pus


yang terdapat di antara kartilago atau tulang septum
dengan mukoperikondrium atau mukoperiosteum 1

Abses septum dapat berakibat serius pada hidung oleh


karena menyebabkan nekrosis kartilago septum
yang kemudian menjadi destruksi tulang hidung
dan lambat laun menjadi hidung pelana.

Komplikasi yang sangat berbahaya berupa infeksi


intrakranial sehingga setiap abses septum nasi harus
dianggap sebagai kasus emergensi yang memerlukan
penanganan yang tepat dan segera.3

Anatomi Septum Nasi


Septum

nasi membagi cavitas nasi menjadi

dua rongga kiri dan kanan. Septum nasi


terdiri

dari

dua

bagian,

yaitu

tulang

posterior dan tulang rawan bagian anterior.


Septum

dorsum

berfungsi
nasal

mendukung

sebagai
puncak

penopang

pendukung
hidung,

berbentuk

bagian kaudal dan dorsal septum.3, 4

dan
L

di

Anatomi septum nasi

Anatomi septum
Perdarahan
Bagian anterosuperior septum nasi dan dinding
lateral memperoleh perdarahan dari arteri
ethmoidalis anterior dan posterior, sedangkan
bagian posteroinferior septum nasi memperoleh
dari arteri sfenopalatina dan arteri maksilaris
interna.
Persafaran
Bagian anterosuperior hidung bagian dalam
dipersarafi oleh n.etmoidalis anterior dan posterior,
sedangkan cabang dari n. maksilaris dan ganglion
pterigopalatina mempersarafi bagian posterior dan
sensasi pada bagian anteroinferior septum nasi dan
dinding lateral.

Definisi abses septum nasi


Abses

septum nasi didefinisikan sebagai pus


atau nanah yang terkumpul antara tulang
rawan
septum
nasi
dengan
mukoperikondrium atau tulang septum
dengan
mukoperiosteum
yang
melapisinya.1,2

Etiologi
Penyebab paling sering dari abses septum adalah
trauma (75%) seringkali didahului oleh
hematoma septum yang kemudian terinfeksi
kuman dan menjadi abses
Trauma akibat tindakan operasi septomeatoplasti
penyebaran infeksi dari sinusitis etmoid, sinusitis
spenoid, infeksi gigi, vestibulitis dan furunkulosis
Juga ditemukan pada pasien dengan status
imunologi yang rendah
Staphylococcus aureus adalah organisme yang
paling sering didapat dari hasil kultur pada abses
septum. Kadang-kadang ditemukan Streptococcus
pneumoniae,
Streptococcus

hemolyticus,
Haemophilus influenzae dan organisme anaerob.6, 7

Patofisiologi
Trauma pada hidung yang menyebabkan pembuluh
darah
di mukoperitoneum robek

Darah berkumpul di ruang antara tulang rawan dan


mukoperikondriumtulang rawan mengalami penekanan,
menjadi iskemik dan nekrosis dan destruksi

Darah yang terkumpul


merupakan media untuk
pertumbuhan bakteri

Terbentuk abses

Diagnosis
Anamnesis : obstruksi nasi, rasa nyeri pada
hidung, demam dan menggigil serta nyeri
kepala di bagian frontal, riwayat trauma,
riwayat infeksi, atau riwayat operasi
2. Pemeriksaan fisik : eritema, edema dan nyeri
pada palpasi, kulit disekitar hidung dapat
berwarna merah dan membengkak
3. Diagnosis pasti adalah dengan melakukan
aspirasi, dan dijumpai adanya nanah.
1.

Pemeriksaan CT scan pada


kavum nasi yang
memperlihatkan pengumpulan
cairan yang berdinding tipis dan
seperti kista yang melibatkan
septum nasi kartilago (tanda
panah besar). Perhatikan
pembengkakan pada jaringan
nasi di sekitarnya (panah kecil)

Pemeriksaan CT scan
korona sinus paranasal
yang memperlihatkan
adanya abses nasi

Tatalaksana
Abses

septum harus segera diobati dan


pilihan pengobatan adalah drainase serta
terapi antibiotik yang tepat.
1.

2.

3.
4.

Insisi yang luas dilakukan pada abses dan dibuat


drainase untuk mengeluarkan darah atau pus
serta serpihan kartilago
Dilakukan pemasangan tampon anterior untuk
menekan
permukaan
periosteum
dan
perikondrium.
Drain dipasang 2-3 hari untuk jalan keluar pus
serta serpihan kartilago yang nekrosis.
Antibiotik sistemik diberikan segera setelah
diagnosa ditegakkan dan dapat dilanjutkan
sampai 10 hari.6

Komplikasi

Keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan


destruksi tulang rawan dan tulang hidung sehingga
terjadi
deformitas
yang
berupa
hidung
pelana,retraksi kolumella,dan pelebaran dasar
hidung. 4

Komplikasi lainnya yaitu berupa penjalaran infeksi


ke organ-organ di sekitar hidung dapat juga melalui
saluran limfe dan selubung saraf olfaktorius
sehingga terjadi infeksi ke orbita dan sinus
paranasal

Abses septum nasi dapat juga menimbulkan


komplikasi yang berat dan berbahaya bila terjadi
penjalaran infeksi ke intrakranial berupa
meningitis,
abses
otak
dan
empiema
subaraknoid.4

Prognosis
prognosis

ditentukan oleh cepat lambatnya


terdiagnosis.
Keterlambatan
diagnosis
dapat menyebabkan dekstruksi tulang
rawan dan tulang hidung sehingga terjadi
deformitas. Nekrosis pada setiap komponen
septum nasi dapat menyebabkan terjadinya
perforasi septum nasi.2,8

Kesimpulan
1.

Abses
septum
nasi
didefinisikan
sebagai
terkumpulnya nanah diantara kartilago atau septum
tulang.

2.

Kebanyakan abses septum disebabkan oleh trauma.


Abses septum seringkali didahului oleh hematoma
septum yang kemudian terinfeksi kuman dan
menjadi abses.

3.

Gejala yang paling sering muncul adalah obstruksi


nasal bilateral. Gejala yang lain adalah nyeri nasal,
malaise, demam, dan nyeri kepala.

4.

Terapinya, dilakukan insisi dan drainase nanah serta


diberikan antibiotik dosis tinggi. Untuk nyeri dan
demamnya diberikan obat analgetika.

TERIMAKASIH