Anda di halaman 1dari 74

REFERAT APPENDISITIS

Pembimbing
dr. Hendry Boyke Sitompul, Sp. B
Di susun oleh
Yolanda Theresia Sanjaya (406147038)
KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU BEDAH
RUMAH SAKIT PELABUHAN JAKARTA
PERIODE 2 FEBRUARI 10 APRIL 2015
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA

EMBRIOLOGI APPENDIKS

ANATOMI APPENDIKS

ANATOMI APPENDIKS

ANATOMI APPENDIKS

ANATOMI APPENDIKS

HISTOLOGI APPENDIKS

Menghasilkan lendir 1 2 ml/hari.


Mensekresikan IgA.
Komponen dari sistem GALT.
Pengangkatan appendiks tidak memperngaruhi
sistem imun.

Insiden di negara maju lebih tinggi daripada


negara berkembang.
Beberapa tahun terakhir, insiden menurun
bermakna.
Disebabkan meningkatnya penggunaan makanan
berserat dalam menu sehari-hari.
Insiden tertinggi pada kelompok umur 20 30
tahun.
Insiden laki-laki dan perempuan sebanding.

Faktor sumbatan (90%)


60%

hiperplasia

submukosa.
35% stasis fekalith.
4% benda asing.
1% sebab lainnya.

jaringan

limfoid

Faktor bakteri
Infeksi enterogen
Faktor fekalith meperberat infeksi
Bakteri yang menyebabkan perforasi adalah
o Anaerob 96%
o Aerob <10%
Faktor parasit
Faktor ras / diet

Bakteri aerob
Escherichia coli
Viridans streptococci
Pseudomonas aeruginosa
Enterococcus

Bakteri anaerob
Bacteroides fragilis
Peptostreptococcus micros
Bilophila sp.
Lactobacillus sp.

Appendisitis akut ringan (Cataral Appendicitis)


Appendisitis

akut

purulent

(Supurative

gangrenosa

(Gangrenous

Appendicitis)
Appendisitis

akut

Appendicitis)
Appendisitis infiltrat (Phlegmonous Appendicitis)
Appendisitis abses (Abces Appendicitis)
Appendisitis perforasi (Perforated Appendicitis)
Appendisitis kronis (Chronic Appendicitis)

Nyeri mulai muncul di epigastrium / regio


umbilikus (nyeri somatik)
Nyeri pindah ke kanan perut kanan bawah (nyeri
viceral)
Mual dan muntah
Anoreksia
Demam

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Inspeksi
Auskultasi
Palpasi
Perkusi

Mc. Burneys sign


Blumbergs sign

Rovsings sign

Psoass sign

Dasar anatomi terjadinya Psoass sign

Obturators sign

Dasar anatomi terjadinya Obturators sign

Kochers sign
Sitkovskiys sign
Bartomier-Michelsons sign
Dunphys sign
Hip flexion

Laboratorium
Pemeriksaan urin
Pemeriksaan laboratorium lain
CRP

Radiologi
Foto polos abdomen
o Air fluid level
USG
o Target sign
CT-Scan
Apendikogram
o Non-filling

Skor Alvarado
Gejala Klinik

Gejala
Tanda
Lab
Total poin

Adanya migrasi
nyeri
Anoreksia
Mual / muntah
Nyeri di RLQ
Nyeri lepas
Febris
Leukositosis
Shift to the left

Nilai

1
1
1
2
1
1
2
1
10

Interpretasi dari Modified Alvarado Score


1 4 : bukan appendisitis akut
5 7 : kemungkinan appendisitis akut
8 10 : appendisitis akut
Penanganan berdasarkan score Alvarado
1 4 : observasi
5 7 : antibiotik
8 10 : operasi

Gastroenteritis
Intususepsi
Infark omentum
Crohns disease
PID
KET
Kista ovarium terpuntir

Indikasi appendiktomi
Appendisitis akut
Appndisitis kronik
jk

Appendisitis infiltrat dalam stadium tenang


Appendisitis perforata

Apendikular infiltrat
Apendikular abses
Perforasi
jk

Peritonitis

Durante operasi
Perdarahan intraperitoneal
Robekan sekum / bagian usus lain
Post operasi
Perdarahan
jk

Infeksi
Ileus paralitik
Fistel usus
Abses intraperitoneal
Hernia

Mobilisasi secepatnya
jk

Observasi intake

Mortalitas 0,1% appendiks akut tidak pecah


Mortalitas 15% jika pecah pada orang tua
jk