Anda di halaman 1dari 42

Anatomi Fisiologi

Sistem Saraf

Dalia Novitasari S.Kep Ners.,M.Kep

Sel Sel Syaraf


1. SEL NEUROGLIA

Astrosites , ber fungsi :

Memberi makanan,
Menyimpan informasi,
Mempertahankan electic potential neutral
Melindungi blood brain barrier yang mengelilingi kapiler
sistem saraf pusat

Oligodendroglia, sel ini membentuk selubung mielin


yang melingkari akson
Mikroglia berfungsi mengangkat mikroba dan sel
debris dari sistem syaraf pusat (proses pagositosis)
Sel epidermal membatasi sistem ventrikel fleksus
koroid dan kanalis sentralis dari medula spinalis

2. SEL NEURON menghantarkan rangsangan dan


bereaksi terhadap rangsangan.

Neuron (Badan Sel)


Badan neutron dikelilingi oleh membran sel yang
berisi sitoplasma.
Badan sel terdapat :
nukleus yang mengandung DNA (deoxyribonucleic
acid) dan
Nukleolus yang mengandung RNA (ribonucleic
acid)
Mitokondria memberi energi pada sel
Badan golgi menyimpan bahan sekresi,
mensintesa KH, membentuk bahan digestif
retikulum endoplasma sistem transportasi dalam
sel.

Neuron ( Akson dan Dendrit)


Struktur dendrit mengandung badan nissel (tersusun
dari retikulum endoplasma dan ribosom) , banyak
cabang dan jangkauannya pendek
Akson merupakan tangan lain, jangkauannya panjang,
bercabang pada bagian akhir dan kurang mengandung
badan nissel.
Pembungkus mielin insulator untuk konduksi
rangsang
Di sekitar sarung mielin pada lapisan luar disebut
neurolemma regenerasi akson
Segmen dari sarung mielin diputus dengan ruang node
of ranvier
Unipolar neuton yang mengandung 1 akson
Bipolar neuton mengandung 1 akson dan 1/lebih
dendrit

KOMPONEN SEL SYARAF (Neuron)

Serabut saraf dalam medula mempunyai kemampuan


sebagai penghantar (konduktivitas) dan dapat
dirangsang (eksitabilitas) memberikan reaksi
terhadap rangsangan dari sumber luar
(mekanik,elektrik, kimiawi dan fisik) impuls
dihantarkan melalui dendrit sel akson proses
dalil penghantaran maju
Impuls motorik dibangkitkan dalam salah satu sel
piramidal daerah motorik dalam korteks
melintasi akson mengait dendrit sel saraf motorik
kornu anterior sumsum tulang belakang impuls
merambat dihantar dengan tujuan akhir dalam otot
Impuls sensorik diterima ujung ujung saraf dalam
kulit melintasi serabut saraf (dendron) sel
sensorik dalam ganglion akar posterior melalui
akson masuk sumsum tulang belakang naik ke
nukleus dalam medula oblongata dikirim ke otak

Potensial Membran Istirahat


Adalah suatu keadaan dimana neuron istirahat dan
tidak mengantarkan rangsangan.
Muatan listrik positif keluar dari membran sel
karena ion Na lebih besar dan ion Clorida pada
ruang interstisial
Dalam sel terdapat muatan negatif ion kalium dan
bahan protein organik.

SUSUNAN SARAF
Susunan Saraf
Pusat /
serebrospinalis

Susunan Saraf
otonom

Otak
Sumsum tulang
belakang
Urat urat saraf
Urat saraf
tepi/perifer

Susunan
saraf
simpatis
Susunan
saraf
parasimpatis

3 Jenis batang batang saraf


serebrospinalis
Saraf motorik/eferen menghantarkan impuls dari
otak dan sumsum tulang belakang ke saraf
tepi/perifer
Saraf sensorik/aferen membawa impuls dari
perifer menuju otak
Batang saraf campuran mengandung saraf
motorik maupun sensorik menghantarkan impuls
ke dua jurusan

SISTEM SARAF PUSAT


OTAK
1.Serebrum
korteks serebrum
basal ganglia
2.Dienceplalon
talamus
hipolamus
hipofisa
3. Batang otak
- Mid Brain
- Pons
- Medulla oblongata
4. Serebelum

MEDULA SPINALIS
- Cervikal
- Thorakal
- Lumbal
- Sakral

Lapisan otak

Lapisan Otak
Otak dan sumsum tulang belakang diselimuti
meningen cairan serebrospinalis
Meningen terdiri dari 3 lapisan yaitu:
Piamater
Araknoid
Duramater

SEREBRUM
Area substansia
grisea dan Alba
Fungsi Higher
brain
Hemisfer
Corpus callosuminterkoneksi
Lateralisasi
Cerebral
Otak kiri- bahasa
Otak kanan
kemampuan
khsusus

BATANG OTAK (MID BRAIN)


Dibagi menjadi area putih dan kelabu (subs. Grisea
dan alba) yang mirip dengan medula spinalis
11 dari 12 nervus kranial berasal dari batang otak
Nuclei (badan sel neuron) di batang otak
mempengaruhi proses-proses dasar utama seperti :
- arousal dan tidur
- tonus otot
- refleks regang
- koordinasi pernapasan
- kord tekanan darah
- modulasi nyeri

BAGIAN BATANG OTAK


Medulla oblongata terdiri atas subs. Kelabu dan
Medula
Oblongata
putih
Subs. Putih terdiri atas traktus asenden
somatosensorik yang membawa informasi ke
otak dan traktus desenden membawa
informasi dari otak ke medula spinalis.
Subs. Kelabu terdiri atas nuclei yang
mengontrol fungsi-fungsi involunter seperti
tekanan darah, pernapasan, menelan dan
muntah.
Pons
Merupakan tonjolan berbentuk bulbus pada area
ventral batang otak, diatas medula dan dibawah
mid brain. Fungsi utama sebagai station relay
untuk transfer informasi antara serebelum dengan
serebrum
Mid
Mrp Area kecil antara batang otak dan
Brain
diencephalon.
Fungsi utama untuk pergerakan mata, merelay
sinyal-sinyal untuk pendengaran dan refleks
visual

DIENSEPHALON
TALAMUS

HIPOTALAMUS

Terletak antara batang otak dan serebrum, terdiri


atas talamus, hipotalamus, hipofisa dan pineal.
* menerima persarafan dari sensorik dan traktus
optikus, telinga dan medula spinalis, dan
informasi motorik dari serebelum.
* memproyeksikan serat-serat saraf ke
serebelum dimana informasi akan diproses
* disebut station relay karena hampir semua
informasi akan diproses disini.
* Merupakan pusat homeostasis dan pusat
berbagai kontrol perilaku seperti lapar dan haus.
* Output dari hipotalamus mempengaruhi fungsifungsi otonom
* Mendapat input dari berbagai sumber seperti
korteks serebri, formatio retikularis dan reseptor
sensorik.

SEREBRUM
Merupakan bagian terbesar dari otak, dan mengisi
hampir seluruh rongga kranial.
* terdiri atas dua hemisfer yang dihubungkan oleh
corpus callosum.
* mempunyai empat lobus yang dibagi berdasarkan
bagian kranial yang melindunginya
:frontal,parietal,oksipital dan temporal.
* memiliki sulkus (cekungan) yang membentuk girus
(tonjolan).
* permukaan luar setebal bbrp mm, membentuk gray
mater yang disebur korteks serebri.
* Neuron-neuron korteks tersusun secara anatomi
menjadi kolom-kolom dan lapisan horizontal atau
lamina, sebagai area fungsi otak tertinggi (fungsi
kognitif).

LATERALISASI SEREBRAL

SEREBRUM
Basal
Nuclei

Mrp Grey mater (subt kelabu) lain yg


terdapat pada basal nuclei dan sistem
limbik. Basal nuclei (gangglia basal)
berfungsi untuk kontrol pergerakan.

Sistem
Limbik

* Mewakili area yang paling primitif di


otak yang berfungsi sebagai penghubung
antara fungsi kognitif yang lebih tinggi
seperti penalaran dengan respon takut.
* White mater di area interior,dan ganglia
saraf memungkinkan komunikasi dan
transfer informasi antar hemisfer melalui
corpus callosum.

SISTEM LIMBIK

Merupakan struktur yang mengacu


pd sebuah bentuk cincin interkoneksi
yg terdiri atas struktur-struktur:
otak depan (mengelilingi batang otak
batang otak ( dihubungkan oleh jalurjalur yang rumit), yaitu :
lobus2 korteks serebri,
basal nuclei,
talamus dan hipotalamus.

Berfungsi mengontrol ekspresi


emosi, pola perilaku sosioseksual
dan fungsi hidup dasar (perilaku
makan, berhubungan dg
perubahan somatik dan otonom
tubuh (Perilaku instingtif)

KORTEKS SEREBRI
Sebagai pusat integrasi untuk sistem informasi
sensorik dan untuk berbagai output motorik.
Mempunyai luas permukaan 2,2 m, Terdiri atas 6
lapisan, 1-10 milyard neuron dan sel glia, terbagi atas
50 area (mnrt Brodmann)

Area
sensorik

Mempunyai luas permukaan 2,2 m, Terdiri atas 6


lapisan, 1-10 milyard neuron dan sel glia, terbagi atas
50 area (mnrt Brodmann)

Area
motorik

- menerima input sensorik dan menterjemahkan


menjadi
persepsi
- mengarahkan gerakan gerakan pada otot skelet

Area
Asosiasi

- mengintegrasikan informasi dari berbagai area


sensorik dan
Fungsi lateralisasi serebral mengacu
pada dominansi serebri : dominan kiri/ kanan.
- Koneksi saraf pada korteks menggambarkan derajat
plastisitas atau kemampuan untuk mengubah
koneksi neuron yang rusak/tidak terpakai.

Medula Spinalis terdiri dari :

SYARAF-SYARAF KRANIAL

SISTEM SYARAF OTONOM

PUSAT KONTROL
SYARAF OTONOM
Hypothalamus
Keseimbangan cairan
suhu
Rasa lapar

Pons
Pernapasan
Jantung
Vasokonstriksi

Medulla Oblongata
Pernapasan

KESEIMBANGAN HOMEOSTATIK

JALUR OTONOM

NEURON2 EFEREN OTONOM

1. SSP
2. Neuron
preganglion
3. Ganglion
4. Neuron
Posganglion
5. Jaringan target
(efektor)

Percabangan syaraf Otonom:


Simpatis dan Parasimpatis berfungsi:

Mengatur fungsi kelenjar, otot polos, &


otot jantung.
Bekerja sama dengan sistem endokrin
untuk mengatur homeostasis tubuh.
Diatur oleh kerja hypothalamus, pons &
medulla oblongata
Memiliki jalur (jaras) dengan dua neuron
dan satu ganglion.
Mempunyai tonjolan untuk penglepasan
Neurotransmiter
Mempunyai reseptor yang berbeda: tonik
& regulasi yang bersifat antagonistik.

SIMPATIS DAN PARASIMPATIS


Neurotransmitter
Reseptor

JALUR SISTEM SYARAF OTONOM

KERJA SYARAF PARASIMPATIS


Menimbulkankan Konstriksi pada:
Pupil
Bronkiolus

Memperlambat kerja jantung


Menstimulasi:

Proses Pencernaan (Digesti)


Penglepasan Insulin
Proses berkemih (Urinasi)
Terjadinya Ereksi

JALUR- JALUR EFEREN

The Pain Pathway

Dorsal Root
Ganglion

Dorsal
Horn

Brain

Pain Perception

Spinal Cord
Nociceptor

Gottschalk A et al. Am Fam Physician. 2001;63:1979-84.


Fields HL et al. Harrisons Principles of Internal Medicine. 1998:53-8.

Stage of Nociception
1.

Transduction

Rangsangan / stimulus yang membahayakan memicu


pelepasan mediator biokimia (histamin, bradikinin,
prostaglandin dan substansi P)
Mediator ini kemudian mensensitisasi nosiseptor

Transmission

Stimulasi oleh reseptor ditransmisikan berupa impuls


nyeri dari SSP ke medula spinalis ke batang otak dan
talamus melalui jalur spinotalamikus dan sinyal
diteruskan ke korteks sensorik somatik nyeri
dipersepsikan

Modulation

Neuron di batang otak mengirimkan sinyal kembali ke


tanduk dorsal medula spinalis yang terkonduksi
dengan nosiseptor impuls supresif melepaskan
substansi (opoid,serotonin, norepineprin)
menghambat impuls asenden yang membahayakan di
bagian dorsal medula spinalis.

Perception

Persepsi nyeri terjadi di struktur korteks

Perjalanan Nyeri
Nyeri dirasakan oleh nociceptor pada tubuh bagian perifer
seperti kulit/viscera.
Nyeri pada kulit ditransmisikan melalui serabut aferen kecil
delta A dan serabut syaraf ke spinal cord.
Serabut delta A mentransmisikan impuls dengan cepat
sensasi nyeri tajam nyeri akut
Serabut C mentransmisikan impuls secara lambat struktur
tubuh bagian dalam (otot dan viscera) rasa seperti terbakar
dan menyebar nyeri kronis
Neuron berikutnya mentransmisi/ mengirim impuls dari neuron
aferen melalui dorsal horn ke spinal cord, dimana sinaps
terdapat dalam substansia gelatinosa impuls tersebut
melewati anterior dan lateral traktus spinothalamik
Impuls asenden pada spinothalamik anterior dan lateral
melewati medula dan batang otak ke talamus
Di talamus dan cortex cerebri impuls nyeri dilokalisir
diinterpretasi respon diformulasikan nyeri

Type type Stimulus Nyeri


Tipe stimulus

Fisiologi dasar

Mekanikal
Trauma jaringan tubuh /
pembedahan

Kerusakan jaringan, iritasi pada reseptor


nyeri, inflamasi

Perubahan dalam jaringan


tubuh/odema

Tekanan pada reseptor nyeri

Sumbatan pada saluran tubuh

Distensi lumen pada saluran

Tumor

Tekanan pada reseptor nyeri, iritasi syaraf


tepi

Spasme otot

Stimulasi nyeri

Thermal
Panas atau dingin yang
berlebihan (terbakar)

Jaringan rusak, stimulasi thermosensitif


reseptor nyeri

Kimia
Ischemi jaringan

Stimulasi reseptor nyeri akibat


terkumpulnya asam laktat dan kimia lain
(bradikinin dalam jaringan

Spasme otot

Akibat stimulasi mekanik menyebabkan


iskemi jaringan

The Somatosensory System


Somatosensory cortex
Frontal cortex

Thalamus
Hypothalamus

Descending pathway
Periaqueductal
gray matter

Ascending tracts
Midbrain

Medulla

Dorsal horn area

Spinal cord

Noxious stimuli activate receptors in periphery

The Pain Response


Tissue Damage

Transmisi stimulus
nyeri ke batang otak

Mengaktifkan
sistem syaraf
perifer

Mengaktifkan sistem
syaraf pusat melalui
Spinal Cord /medula
spinalis

Nyeri
dipersepsikan
Samad TA et al. Nature. 2001;410:471-5.