Anda di halaman 1dari 19

SUDDEN CARDIAC ARREST

Oleh : Veranika Antonia, S.Ked


Pembimbing: dr. Achmad Marwan,
Sp.An, M.Kes

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Supraventrikular takikardi (SVT) adalah detak
jantung yang cepat dan reguler berkisar antara
150-250 denyut per menit.

Decompensasi Cordis

Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk


mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Penyebab

Kerusakan langsung pada


jantung (berkurang
kemampuan berkontraksi),
infark myocarditis,
myocarial fibrosis,
aneurysma ventricular

Ventricular overload
terlalu banyak pengisian
dari ventricle

Cardiac Arrest
Cardiac arrest adalah ketidaksanggupan
curah jantung untuk memberi kebutuhan
oksigen ke otak dan organ vital lainnya
secara mendadak dan dapat kembali
normal jika dilakukan tindakan yang
tepat atau akan menyebabkan
kematian atau kerusakan otak.

Penyebab
Sumbatan jalan nafas
Sebab-sebab henti nafas:

Depresi pernafasan

Penyakit kardiovaskular

Kekurangan oksigen akut

Sebab-sebab henti
jantung

Kelebihan dosis obat

Hipokalemia atau hiperkalemia

Indikasi
1. Tanda-tanda henti jantung:
a. Hilangnya kesadaran dalam waktu 10-20 detik
setelah henti jantung
b. Henti nafas yang muncul setelah 15-20 detik henti
jantung
c. Terlihat seperti mati, yang ditandai warna kulit pucat
sampai kelabu
d. Pupil dilatasi dalam waktu 45 detik setelah henti
jantung

2. Tanda-tanda henti nafas


a. Aliran udara di hidung atau mulut tidak dapat
didengar atau dirasakan
b. Adanya kesulitan inflasi paru dalam usaha
memberikan ventilasi buatan
c. Bisa disertai bunyi nafas tambahan
d. Dapat disertai retraksi

5H5T
H: Hypoxia (hipoksia), hypovolemia (hipovolemik), hydrogen ion/asidosis (asidosis),
hypo-/hyperkalemia, hypothermia
T: Toxins (racun), tamponade jantung, tension pneumothorax, thrombosis pulmonary,
thrombosis coronary

BAB III
KASUS &PEMBAHASAN
Kasus:
Laki-laki usia 78 tahun BB 56 Kg dengan
decomp + riwayat aritmia SVT, cardiac arrest di
rumah. dr muda datang sebagai team code blue
118. Rencana resusitasi dan transportasinya
sampai ke ruang instalansi IGD.

Fase I: Tunjangan Hidup Dasar (Basic Life


Support)
C (circulation) : mengadakan sirkulasi buatan
dengan kompresi jantung paru (KJP)
A (airway) : menjaga jalan nafas tetap terbuka.
B (breathing) : ventilasi paru dan oksigenisasi
yang adekuat.

Fase II: Tunjangan Hidup Lanjutan (Advance


Life Support)
D (drugs): pemberian obat-obatan termasuk
cairan.
E (EKG): diagnosis elektrokardiografis
secepat mungkin setelah dimulai KJP
F (fibrillation treatment): tindakan untuk
mengatasi fibrilasi ventrikel.

Fase III: Tunjangan Hidup Terus-menerus


(Prolonged Life Support)
G (Gauge) : pengukuran dan pemeriksaan untuk
monitoring penderita secara terus menerus,
dinilai, dicari penyebabnya dan kemudian
mengobatinya.
H (Head) : tindakan resusitasi untuk
menyelamatkan otak dan sistim saraf dari
kerusakan lebih lanjut akibat terjadinya henti
jantung.
I (Intensive Care) : perawatan intensif di ICU

Amankan lokasi kejadian

Korban tidak menunjukkan reaksi.


Teriaklah untuk mendapatkan pertolongan terdekat.
Aktifkan sistem tanggapan darurat melalui perangkat
bergerak (jika tersedia).
Ambil AED dan peralatan gawat darurat (atau minta
seseorang untuk melakukannya).

Pantau hingga tenaga


medis terlatih tiba.

Bernapas
normal, ada
denyut

Perhatikan apakah nafas


terhenti atau tersengal dan
periksa denyut (secara
bersamaan). Apakah denyut
benar-benar terasa
dalam 10 detik?

Nafas terhenti atau


tersengal, tidak
ada denyut

Bernapas tidak
normal, ada
denyut

-------------------------------------------------------------------------------CPR
Mulai siklus 30 kompresi dan 2 nafas buatan.
Gunakan AED segera setelah tersedia.

Siapkan nafas buatan:


1 nafas buatan setiap 5-6 detik atau
sekitar 10-12 nafas buatan per menit.
Aktifkan sistem tanggapan darurat
(jika belum dilakukan) setelah 2 menit
Terus berikan nafas buatan: periksa
denyut kurang lebih setiap 2 menit.
Jika tidak ada denyut, mulai CPR
Jika kemungkinan terjadi overdosis
opioid, berikan nalokson sesuai
protokol jika berlaku.
Pada saat ini, dalam semua skenario,
sistem tanggapan darurat atau
cadangan telah diaktifkan, serta AED
dan peralatan gawat darurat telah
tersedia atau seseorang telah
menyediakannya.

AED tersedia

Periksa ritme detak jantung.


Ritme dapat dikejut?
Terapkan 1 kejut. Segera lanjutkan
dengan CPR kurang lebih selama
2 menit (hingga AED membolehkan
pemeriksaan ritme). Lanjutkan hingga
tenaga ALS mengambil alih atau korban
mulai bergerak.

Segera lanjutkan dengan CPR kurang


lebih selama 2 menit (hingga AED
membolehkan pemeriksaan ritme).
Lanjutkan hingga tenaga ALS mengambil
alih atau korban mulai bergerak.

Adult cardiac arrest


Shout for Help/Activate Emergency Response
Start CPR
Give oxygen
Attach monitor/defibrilator
Yes

No
Rhythm
shockable?

9
Asystole/PEA

VF/pVT

Shock

4
CPR 2 min
IV/IO access
Rhythm
shockable?

No

10
CPR 2 min
IV/IO access
Epinephrine every 3-5 min
Consider advanced airway,
capnography

Yes
5

Shock

6
CPR 2 min
Epinephrine every 3-5 min
consider advanced airway, capnography

Rhythm
shockable?
11

Rhythm
shockable?

Yes

No

No
CPR 2 min
Treat reversible causes

Yes
7

Shock

No

Rhythm
shockable?

Yes

12

8
CPR 2 min
Amiodarone
Treat reversible causes

If no signs of return of spontaneous


circulation (ROSC), goto 10 or 11
if ROSC, go to Post-Cardiac Arrest Care

Go to 5 or 7

Transport Pasien
Pastikan pasien stabil dengan intubasi
berikan O2 monitor (nadi, TD, RR, Spo2)
berikan IVFD, siapkan obat vasopressor, dan
kateter sudah terpasang.

Kesimpulan
Cardiac arrest adalah hilangnya fungsi
jantung secara tiba-tiba dan mendadak.
Diperlukan RJP secepatnya agar keadaan
pasien bisa tertolong karena penderita masih
memiliki harapan untuk mendapatkan kembali
sirkulasi darah spontan atau yang disebut
sebagai return of spontan circulation (ROSC).