Anda di halaman 1dari 8

Permasalahan dan Penyelesaiannya Berdasarkan Konsep

dalam IKM

Konsep H.L.Bloom

GENETI
K

LINGKUNGAN

HEALTH
STATUS

PELAYANAN
KESEHATAN

PERILAKU

Konsep H.L. Bloom mengaitkan 4 faktor utama dalam Health Status atau status
kesehatan seseorang. Faktor genetik mempengaruhi faktor lingkungan dan
pelayanan kesehatan, dan juga dapat dipengaruhi oleh status kesehatan seseorang.
Sedangkan perilaku mempengaruhi faktor lingkungan dan juga pelayanan
kesehatan, sementara faktor genetic, lingkungan, pelayanan kesehatan dan
perilaku mempengaruhi terbentuknya status kesehatan seseorang.

Konsep Sistem
INPUT

PROSES

OUTPU
T

OUTCAME

FEEDBACK

Konsep sistem dimulai dengan input (masukan) yang kemudian diproses


(pengelolaan dan fungsi manajemen) dan akan dikeluarkan berupa output
(keluaran) yang dapat diteruskan menjadi outcame (dampak). Output dapat
memberikan timbal balik (feedback) kepada input dan seterusnya.

1. Tingkat Kematian Ibu Hamil dan Bayi


Konsep H.L. Bloom :
Berdasarkan survei yang dilakukan beberapa tahun belakangan ini,
angka kematian ibu hamil maupun angka kematian bayi meningkat
drastis. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut konsep
H.L. Bloom, faktor-faktor tersebut dapat terbagi menjadi empat, yakni :
o Faktor Genetik (Genetic) : Faktor genetik dapat mempengaruhi
kematian ibu maupun kematian bayi. Dalam hal ini, seorang ibu
yang mengidap penyakit bawaan (keturunan) pasti akan
mempengaruhi kesehatan kehamilannya. Apabila kehamilannya
bermasalah,
ada
kemungkinan
hal
tersebut
dapat
membahayakan nyawa ibu dan bayi yang dikandungnya,
sehingga menimbulkan kematian.
o Faktor Lingkungan (Environmental) : Lingkungan di sekitar ibu
hamil maupun bayi akan sangat berpengaruh. Apabila si ibu
berada pada lingkungan yang kurang sehat, maka si ibu akan
rentan terhadap penyakit.
o Faktor Perilaku (Behavior) : Perilaku ibu pastilah berpengaruh
terhadap kesehatan janinnya. Apabila perilaku ibu tidak baik,
misalnya tidak mengonsumsi makanan yang bergizi saat hamil,
tidak menjaga kesehatan, maka resiko ibu dan janinnya
terserang penyakit akan tinggi sehingga jika dibiarkan akan
menimbulkan dampak yang buruk.
o Faktor Pelayanan Kesehatan (Health Service) : Pelayanan
kesehatan di lingkungan sekitar ibu hamil haruslah baik dan
memadai. Ibu hamil harus diberikan penyuluhan tentang
bagaimana menjaga kesehatan kehamilannya, serta sarana dan
prasarana untuk ibu hamil juga harus memadai. Oleh karena itu,
pelayanan kesehatan yang baik juga turut andil menurunkan
angka kematian ibu dan bayi. Sehingga terbentuknya health
status atau status kesehatan yang baik untuk ibu dan bayi.
Konsep Sistem :
o Input (masukan) : Angka kematian ibu dan bayi semakin
bertambah tahun semakin tinggi. Beberapa faktor
mempengaruhi peningkatan angka ini, mulai dari faktor genetik
hingga pelayanan kesehatan yang ada di sekitarnya.
o Process (pengelolaan dan fungsi manajemen) : Dari masalah
tersebut, dilakukan berbagai upaya untuk meminimalisir tingkat
kematian ibu dan bayi. Antara lain dengan diadakannya
penyuluhan tentang kesehatan dan perawatan ibu hamil dan bayi
kepada masyarakat., sehingga perilaku ibu hamil dapat
diperbaiki. Begitu juga dari faktor genetik, perlu diadakan
pencegahan dan penanganan yang serius untuk penyakit turunan

yang dapat membahayakan kehamilan, serta faktor lingkungan


yang siaga dalam merawat dan menjaga kondisi si ibu maupun
bayinya.
o Output (keluaran) : Dihasilkan status ibu hamil yang sehat,
begitu juga dengan bayinya. Faktor lingkungan yang berdampak
buruk dapat segera ditangani, pelayanan kesehatan menjadi
lebih baik dan perilaku si ibu maupun bayi juga semakin baik.
o Out-came (dampak) : Diperoleh tingkat kematian ibu dan bayi
yang semakin rendah.
o Feedback (timbal balik) : Diadakan pemeriksaan rutin tentang
kondisi kehamilan si ibu serta meninjau sejauh mana proses
menurunkan angka kematian ibu hamil dan bayi berdampak
efektif.
2. Penyakit Asma
Konsep H.L. Bloom :
o Faktor Genetik : Orang yang terkena penyakit asma dapat
disebabkan karena faktor genetik atau keturunan. Hal ini dapat
mempengaruhi status kesehatannya.
o Faktor Lingkungan : Lingkungan yang tidak baik, seperti udara
yang kotor, memicu terjadinya asma pada penderita. Maka dari
itu lingkungan di sekitar penderita asma, khususnya udara,
dijaga kebersihannya.
o Faktor Perilaku : Terlalu lelah dalam melakukan aktivitas
olahraga dapat memicu asma kambuh. Begitu juga dengan
kelebihan berat badan, sehingga penderita penyakit asma harus
menjaga perilakunya dan menerapkan pola hidup sehat.
o Faktor Pelayanan Kesehatan : Penyakit asma apabila tidak
segera ditangani maka akan menimbulkan dampak buruk pada
penderita. Pelayanan kesehatan di sini dapat mensosialisasikan
tentang apa saja faktor penyebab asma serta cara
menanggulanginya.
Konsep Sistem
o Input (masukan) : Seseorang menderita penyakit asma.
o Proses (pengelolaan dan fungsi manajemen) : Mencari tahu
penyebab penyakit asma dan pencegahannya agar tidak semakin
parah.
o Output (keluaran) : Penyakit asma dapat dicegah dan dapat
ditangani dengan baik apabila seseorang sudah menderita
penyakit asma.
o Out-came (dampak) : Penyakit asma dapat ditangani sehingga
tidak berdampak lebih buruk kepada penderitanya, serta dapat
dicegah agar orang tidak terkena penyakit asma.

o Feedback (timbal balik) : Memeriksakan diri secara rutin ke


pihak kesehatan tentang penyakit asmanya.
3. Meningkatnya penyakit kanker
Konsep H.L. Bloom :
o Faktor Genetik : Kanker tidak diturunkan secara genetik, tetapi
setiap orang memiliki resiko untuk terjangkit penyakit ini.
Faktor ini dapat berkembang karena faktor lainnya, antara lain
faktor lingkungan. Seseorang yang terkena penyakit kanker juga
dapat berpengaruh terhadap genetik seseorang. Seperti misalnya
ibu hamil yang terkena kanker pasti akan berdampak pada
kesehatan bayinya nanti.
o Faktor Lingkungan : Lingkungan juga berpengaruh dalam
meningkatnya resiko kanker. Salah satunya adalah polusi yang
menyebabkan radikal bebas. Bisa juga karena faktor radiasi
bahan kimia di tempat tertentu.
o Faktor Perilaku : Gaya hidup yang tidak sehat dan makan
makanan yang mengandung zat karsinogen dapat meningkatkan
kemungkinan terkena penyakit kanker. Sering mengonsumsi
makanan instan, seks bebas dan perilaku negatif lainnya dapat
menyebabkan seseorang menderita penyakit kanker.
o Faktor Pelayanan Kesehatan : Kanker dapat lebih parah karena
adanya pelayanan kesehatan berupa kemoterapi, yang justru
dapat memperbesar kemungkinan kanker itu akan semakin
ganas. Keempat faktor tersebut dapat mempengaruhi status
kesehatan (Health Status) seseorang.
Konsep Sistem
o Input : Seseorang menderita penyakit kanker ganas yang
menyerang tubuhnya.
o Proses (pengelolaan dan fungsi manajemen) : diadakan
pengumpulan data dan analisis tentang penyakit kanker apa
yang dideritanya serta cara-cara menanganinya. Begitu juga
diadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang
pencegahan kanker sejak dini.
o Output (keluaran) : Kanker ganas tersebut terdeteksi dan dapat
ditangani sebelum akhirnya menimbulkan kematian.
o Outcame (dampak) : Penderita kanker yang ditangani secara
medis dan menekan faktor-faktor penyebabnya akan mengalami
dampak dari proses tersebut, yakni sembuh dari kanker.
o Feedback (timbal balik) : Jika penderita dapat menjaga pola
hidup sehatnya, maka kanker tersebut dapat teratasi dengan
baik. Sedangkan jika proses yang selama ini tidak dilakukan,
maka kemungkinan untuk kankernya menjadi ganas kembali
dapat lebih besar.

4. Obesitas pada anak


Konsep H.L. Bloom
o Faktor Genetik : Obesitas pada anak dapat terjadi apabila orang
tuanya juga mengalami hal yang sama. Maka apabila orang tua
mengalami obesitas, maka ada kemungkinan anaknya akan
mengalami obesitas juga.
o Faktor Lingkungan : Gaya hidup khususnya diperkotaan yang
cenderung mengonsumsi makanan mengandung energi dan
lemak, membuat anak dapat mengalami obesitas.
o Faktor Perilaku : Perilaku anak yang tidak mengontrol pola
makannya dapat membuat ia kelebihan berat badan. Begitu juga
dengan perilaku orang tua yang tidak mengawasi pola makan
anaknya, cenderung membiarkan si anak makan sesuka hati
tanpa mementingkan kandungan gizinya.
o Faktor pelayanan kesehatan : Kurangnya sosialisasi tentang
bahaya obesitas pada anak-anak menyebabkan banyak anak,
khususnya di negara berkembang mengalami obesitas.
Konsep Sistem
o Input : Seorang anak mengalami obesitas karena salah satu
faktor, yakni pola makan yang tidak seimbang dan cenderung
lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung energi
dan lemak.
o Proses : Lemak dan energi yang dikonsumsi secara berlebihan
akan tertimbun di tubuhnya.
o Output : Berat badan si anak menjadi bertambah drastis. Anak
tersebut menderita obesitas (kegemukan).
o Outcame : Dampak dari obesitas yang dialami anak tersebut
antara lain menjadi susah bergerak, mudah lelah dan sesak
napas.
o Feedback : Karena terkena obesitas, maka dilakukanlah pola
makan yang bergizi seimbang dan berusaha untuk menurunkan
berat badan dengan olahraga yang teratur.
5. Penyakit cacingan pada anak
Konsep H.L. Bloom
o Faktor Genetik (Genetic) : tidak ada, cacingan bukan termasuk
penyakit yang menurun secara genetik.
o Faktor Lingkungan (Environmental) : Lingkungan yang kotor
dan kumuh menyebabkan anak-anak menjadi kurang menjaga
kebersihan.
o Faktor Perilaku (Behavior) : Perilaku anak juga berpengaruh,
salah satunya adalah tidak mencuci tangan sebelum makan.
Padahal di tangannya terdapat banyak kuman akibat
lingkungannya yang kotor. Kuku yang tidak dipotong secara

rutin menjadi sarang telur cacing berkembang biak dan masuk


ke mulut melalui makanan yang dimakan.
o Faktor Pelayanan Kesehatan (Health Service) : Kurangnya
sosialisasi tentang pencegahan penyakit cacingan pada anak
menjadi salah satu faktor meningkatnya anak-anak yang
terinfeksi cacing, hal ini tentu mempengaruhi status kesehatan si
anak.
Konsep Sistem :
o Input (masukan) : Tangan yang kotor tidak dicuci terlebih
dahulu sebelum makan. Kemudian telur cacing yang berada di
sela-sela kuku masuk ke mulut manusia melalui makanan yang
dikonsumsi.
o Proses (pengelolaan dan fungsi manajemen) : Telur cacing
tersebut kemudian masuk ke dalam tubuh manusia dan
bersarang di usus manusia.
o Output (keluaran) : Nafsu makan anak yang terinfeksi cacing
menjadi berkurang, anak lebih sering mengalami diare dan
penyakit perut lainnya.
o Outcame (dampak) : Anak tersebut terinfeksi cacingan dan harus
ditangani dengan meminum obat cacing sebelum infeksi
semakin parah.
o Feedback (timbal balik) : Dari gejala-gejala tersebut, maka akan
lebih baik jika si anak dibawa ke pihak medis untuk melakukan
pemeriksaan tentang infeksi cacingan, dan untuk mencegahnya
minimal 6 bulan sekali anak tersebut diberikan obat anti
cacingan. Solusi lainnya juga harus diterapkan, seperti
membiasakan hidup bersih dan mencuci tangan dengan sabun
sebelum dan sesudah makan.