Anda di halaman 1dari 8

aturan sinus dan cosinus

Hukum cosinus
Hukum kosinus, atau disebut juga aturan kosinus, dalam trigonometri adalah aturan yang
memberikan hubungan yang berlaku dalam suatu segitiga, yaitu antara panjang sisi-sisi segitiga
dan kosinus dari salah satu sudut dalam segitiga tersebut.
Perhatikan gambar segitiga di kanan.
Aturan kosinus menyatakan bahwa
dengan adalah sudut yang dibentuk oleh sisi a dan sisi b, dan c adalah sisi yang berhadapan
dengan sudut .
Aturan yang sama berlaku pula untuk sisi a dan b:

Dengan kata lain, bila panjang dua sisi sebuah segitiga dan sudut yang diapit oleh kedua sisi
tersebut diketahui, maka kita dapat menentukan panjang sisi yang satunya. Sebaliknya, jika
panjang dari tiga sisi diketahui, kita dapat menentukan besar sudut dalam segitiga tersebut.
Dengan mengubah sedikit aturan kosinus tadi, kita peroleh:

[SUNTING] HUKUM KOSINUS PERTAMA

[SUNTING] HUKUM KOSINUS KEDUA

Hukum sinus
Dalam trigonometri, hukum sinus ialah pernyataan tentang segitiga yang berubah-ubah
di udara. Jika sisi segitiga ialah (kasus sederhana) a, b dan c dan sudut yang
berhadapan bersisi (huruf besar) A, B and C, hukum sinus menyatakan

Rumus ini berguna menghitung sisi yang tersisa dari segitiga jika 2 sudut dan 1 sisinya
diketahui, masalah umum dalam teknik triangulasi. Dapat juga digunakan saat 2 sisi dan 1 dari
sudut yang tak dilampirkan diketahui; dalam kasus ini, rumus ini dapat memberikan 2 nilai

penting untuk sudut yang dilampirkan. Saat ini terjadi, sering hanya 1 hasil akan menyebabkan
seluruh sudut kurang daripada 180; dalam kasus lain, ada 2 penyelesaian valid pada segitiga.
Timbal balik bilangan yang yang digambarkan dengan hukum sinus (yakni a/sin(A)) sama
dengan diameter d . Kemudian hukum ini dapat dituliskan

Dapat ditunjukkan bahwa:

di mana
s merupakan semi-perimeter

[SUNTING] TURUNAN

Buatlah segitiga dengan sisi a, b, dan c, dan sudut yang berlawanan A, B, dan C. Buatlah garis
dari sudut Cpada sisi lawannya c yang menonjol sekali dalam 2 segitiga siku-siku, dan sebut
panjang garis ini h.
Dapat diamati bahwa:
and
Kemudian:
dan

Melakukan hal yang sama dengan garis yang digambarkan antara sudut A dan sisi a akan
menghasilkan:

Hukum Cosinus
Hukum kosinus, atau disebut juga aturan kosinus, dalam trigonometri adalah aturan
yang memberikan hubungan yang berlaku dalam suatu segitiga, yaitu antara
panjang sisi-sisi segitiga dan kosinus dari salah satu sudut dalam segitiga tersebut.
Perhatikan gambar segitiga di kanan.
Aturan kosinus menyatakan bahwa

dengan adalah sudut yang dibentuk oleh sisi a dan sisi b, dan c adalah sisi yang
berhadapan dengan sudut .
Aturan yang sama berlaku pula untuk sisi a dan b:

Dengan kata lain, bila panjang dua sisi sebuah segitiga dan sudut yang diapit oleh
kedua sisi tersebut diketahui, maka kita dapat menentukan panjang sisi yang
satunya. Sebaliknya, jika panjang dari tiga sisi diketahui, kita dapat menentukan
besar sudut dalam segitiga tersebut. Dengan mengubah sedikit aturan kosinus tadi,
kita peroleh:

Hukum Kosinus Pertama

Hukum Kosinus Kedua

Hukum Sinus

Dalam trigonometri, hukum sinus ialah pernyataan tentang segitiga yang berubahubah di udara. Jika sisi segitiga ialah (kasus sederhana) a, b dan c dan sudut yang
berhadapan bersisi (huruf besar) A, B and C, hukum sinus menyatakan

Rumus ini berguna menghitung sisi yang tersisa dari segitiga jika 2 sudut dan 1
sisinya diketahui, masalah umum dalam teknik triangulasi. Dapat juga digunakan
saat 2 sisi dan 1 dari sudut yang tak dilampirkan diketahui; dalam kasus ini, rumus
ini dapat memberikan 2 nilai penting untuk sudut yang dilampirkan. Saat ini terjadi,
sering hanya 1 hasil akan menyebabkan seluruh sudut kurang daripada 180; dalam
kasus lain, ada 2 penyelesaian valid pada segitiga.
Timbal balik bilangan yang yang digambarkan dengan hukum sinus (yakni a/sin(A))
sama dengan diameter d . Kemudian hukum ini dapat dituliskan

Dapat ditunjukkan bahwa:

di mana
s merupakan semi-perimeter

Turunan

Buatlah segitiga dengan sisi a, b, dan c, dan sudut yang berlawanan A, B, dan C.
Buatlah garis dari sudut C pada sisi lawannya c yang menonjol sekali dalam 2
segitiga siku-siku, dan sebut panjang garis ini h.
Dapat diamati bahwa:

and
Kemudian:

dan

Melakukan hal yang sama dengan garis yang digambarkan antara sudut A dan
sisia akan menghasilkan:

Aturan Tangen

Parameter
1 Panjang
.

terletak

sisi

c,

terletak

sudut

yang

terletak

di

sudut

yang

terletak

di

sudut

yang

terletak

di

sudut B

6 Besar
.

b,

sudut A

5 Besar
.

sisi

diseberang sudut C

4 Besar
.

terletak

diseberang sudut B

3 Panjang
.

a,

diseberang sudut A

2 Panjang
.

sisi

sudut C

Aturan Sinus, Cosinus, dan Tangen


Aturan sinus

Turunan dari aturan sinus

Luasan dari segitiga diatas dapat dirumuskan sebagai

Kalikan persamaan diatas dengan

Aturan cosinus

Aturan tangen

maka akan menjadi