Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM KE-7

PENGELANTANGAN I (PAD STEAM)

OLEH:
HIZKIA JANU ANGGORO
144018

PROGRAM TEKNIK KIMIA TEKSTIL


AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA
Alamat : JL.Raya Solo Baki km 2 Kwarasan Solo Baru Sukoharjo
Telp.(0271) 621176.621178. Fax.(0271) 621176

Proses Hilang Kanji Pada Pemasakan Kain Kapas


Secara Pad-Steam

Tujuan Praktek :
1. Menghilangkan kanji pada kain kapas dengan menggunakan enzim
2. Menghilangkan kotoran alam dan kotoran luar pada kain kapas sehingga diperoleh kain
yang bersih dan mempunyai daya serap yang baik
3. Membandingkan kain hasil pemasakan yang dilakukan dengan waktu proses berbeda.
Dasar Teori :
Pada praktek kali ini kita menghilangkan kanji dengan proses pad steam, Metode ini
termasuk dalam metode kontinyu Proses pencelupan kontinyu pada kain menggunakan zat warna
bejana (vat) atau zat warna reaktif. Mula mula kain dipadding dengan larutan zat warna
kemudian dikeringkan. Setelah itu kain dipadding dengan larutan zat pembantu fiksasi,
kemudian difiksasi dengan cara diuap (steam) pada temperatur 1020C selama 10 menit.
Penganjian adalah proses yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah kekuatan
bahan dalam menahan gesekan-gesekan yang terjadi selama proses pertenunan. Kanji yang tidak
dihilangkan dapat menghambat zat-zat pada proses pencelupan, pencapan dan penyempurnaan.
Penganjian serat harus dapat melapisi permukaan benang lusi dan bersifat sebagai lapisan
pelindung. Serat atau benang yang telah dikanji yang ada di permukaan benang lusi
menyebabkan pada saat pertenunan, benang menjadi tidak mudah putus
Material kanji yang digunakan berbeda-beda untuk setiap perusaan dan pada umumnya
digunakan satu dari lima jenis kanji, diantaranya:
1. Kanji pati
2. PVA ( Polyvinil Alkohol)
3. CMC (Carboxyl Methyl Cellulosa)
4. Polyacrilic
5. Kanji polyester
Tujuan dari proses ini menghilangkan kanji pada benang lusi yang semula penting untuk
proses pertenunan, setelah penenunan harus di hilangkan. Kanji yang menempel pada benang
dapat menghalangi penyerapan zat-zat pada proses persiapan penyempurnaan tekstil sehingga
harus dihilangkan. Proses hilang kanji dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari
jenis kanji yang diguanakan pada proses penganjian. Namun kali ini proses hilang kanji
menggunakan cara enzim, karena memiliki hasil yang lebih baik dan efisien.
Proses pemasakan ini dimaksudkan untuk memperoleh bahan tekstil yang bersih dari
kotoran alami dan kotoran luar sehingga meningkatkan daya serap pada seluruh permukaan
bahan secara merata. Bahan tekstil yang terbuat dari serat alam seperti selulosa dan protein
memiliki kandungan kotoran alami yang cukup tinggi, sedangkan bahan tekstil dari serat sintetik
umumnya sudah bersih, namun kadang masih terdapat kotoran luar saat proses pembuatan
benang atau kainnya. Mekanisme proses pemasakan adalah menyabunkan kotoran berupa lemak,
oli serisin, gum sehingga dapat larut dalam air serta melepaskan kotoran akibat efek detergensi
dari larutan pemasakan dan gerakan mekanik yang diberikan pada bahan.

Pemasakan dapat dilakukan secara proses tersendiri maupun dilakukan simultan, dengan proses
penghilangan kanji dan pengelantangan. Untuk bahan dengan kandungan kotoran yang tinggi
sebaiknya dilakukan secara terpisah (serat-serat alam), sedangkan untuk bahan yang terbuat dari
serat sintetik atau serat campuran biasanya dilakukan proses simultan. Adapun metode yang
dapat dilakukan tergantung dari mesin yang tersedia. yaitu metode perendaman/exhaust
menggunakan mesin bak, jigger, winch, jet-dyeing, rotarywasher dan metode kontinyu seperti
pad-steam.
Prosses penghilangan kanji dapat dilakukan setelah proses pembakaran bulu dengan cara
mengimpregnasi larutan enzim kemudian disimpan dengan cara pembacaman. Suhu dan waktu
bergantung pada jenis enzim yang dipakai. Pada proses ini diperlukan juga zat-zat penambah
yaitu berupa pembasah/deterjen dengan syarat sebagai berikut :
- Sesuai enzim yang dipakai
- Dapat membasahi kain dengan baik
- Mempunyai daya penetrasi terhadap semua lapisan/film kanji dan dapat memindahkannya
saat penganjian
Kanji yang umum digunakan untuk penganjian adalah kanji alam, yaitu kanji yang
berasal dari tumbuhan. makanan yang tersimpan pada tumbuhan meliputi bagian biji, batang, dan
C H O
akar. Kanji alam merupakan polimer dari unit-unit glukosa dengan rumus empiris ( 6 10 5
)n dan terdiri dari dua buah polimer (polisakarida) yang berbeda yaitu Amilosa (larut dalam air
dan jika dengan indium akan memberi warna biru) dan Amilopektin (tidak larut dalam air dan
dengan larutan indium berwarna ungu sampai merah)
Tepung kanji dapat didegradasi oleh enzim tanpa merusak seratnya. Bakteri amylase dan
pancreas akan memutus ikatan glukosa dari serat. Rantai ini akan terdegradasi dari ujung rantai
sampai pada sisi rantai sampai pada sisi rantai menjadi dekstrin yang larut, atau memecah
molekul menjadi bagian-bagian kecil. Stabilitas dan aktivitas enzim tergantung pada bebrapa
kondisi termasuk pH, suhu, adanya aktivator logam Na, K, terutama ion Ca.
Jenis kanji yang digunakan jelas berpengaruh pada proses desizing, yang dapat bervariasi
dari proses pencucian sederhana untuk kanji akrilat yang larut dalam air dengan cepat
(komponen garam natrium akrilat), sampai proses degradasi kanji alam dengan berat molekul
tinggi (tapioka)
Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi kanji, antara lain :
1. Test iodida, yang bertujuan untuk menentukan tepung kanji
2. Test Dobbing, bertujuan untuk menunjukkan tepung kani PVA
3. Test untuk kanji yang larut diukur dengan mencuci dengan air kemudian dihitung
pengurangan beratnya
Sebagian besar tanpa terkecuali kanji yang larut tidak larut dengan segera. Pertama akan
menggelmbung menjadi gel, penambahan air dalam jumlah banyak menyebabkan kanji akan
larut. Gel akan mempunyai viskositas yang cukup tinggi sehingga difusi yang terjadi memakan
waktu yang cukup lama. Dengan kata lain sangatlah sulit menghilangkan dengan sempurna kanji

yang larut dalam air, jika dalam larutan penghilang kanji dapat dicapai pada kecepatan mesin
yang cukup tinggi oleh karena itu biasanya ditambah zat pembasah.
Proses hilang kanji terutama untuk kanji alam umumnya dapat didekomposisi dengan
enzim alpha amylase , oksidasi, dan hidrolisa.proses ini dapat dilakukan dengan berbagai cara,
tergantung jenis kanji yang digunakan pada proses penganjian. Adapun cara tersebut adalah :
1. Enzym
Enzym berasal dari bahan organic suatu organism yang bersifat bio-katalis. Enzym dalam
aktivitasnya dapat menyebabkan kanji yang tidak larut dalam air dipecahkan atau diuraikan
menjadi gula yang sederhana (Maltose) yang sifatnya larut dalam air. Sebagian besar
enzyme sensitive terhadap panas yang tinggi dan akan mati (deactive) bila melewati batas
yang telah ditentukan, begitu juga dengan penggunaan pH perlu proses pengontrolan yang
teliti
2. Oksidator
Penghilangan kanji dengan oksidator dapat dilakukan dengan menggunakan Hidrogen
Peroksida, Sodium bromite, dan Amonium persulfat. Kanji dengan molekul panjang akan
didegradasi menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga dapat dihilangkan dari bahan
tekstil. Dalam prosesnya, pH harus diatur sebab peruraian atau oksidasi hanya terjadi bila
oksigen yang terkandung dalam persenyawaan berada pada titik yang tidak stabil, untuk itu
ditambahkan alkali, seperti NaOH agar dapat diperoleh oksidasi yang berkelanjutan.
3. Perendaman, Asam, dan Alkali
Penghilangan kanji dengan cara perendaman, asam, dan alkali dapat dilakukan karena kanji
dapat diubah menjadi glukosa atau maltose yang larut dalam air dengan cara hidrolisa.
tingkat kecepatan hidrolisa adalah suatu fungsi dari suhu dan waktu. Pada proses yang
dilakukan pada tempratur yang rendah akan dibutuhkan waktu pengerjaan yang panjang
serta kebalikannya
Kapas mengandung kotoran 4-12% dari beratnya yang terdiri dari malam protein-protein,
pektin, abu, pigmen, hemi selullosa, dan sedikit gula. Selama proses pemasakan dengan alkali
yang terjadi adalah :
1. Proses pelarutan zat putih telur atau zat-zat lain yang mengandung nitrogen (protein)
kadarnya sekitar 3%
2. Penyabunan lemak dan malam menjadi sabunyang selanjutnya akan membanyu sebagai zat
pencuci dalam pemasakan, kadar lemak dan malam sekitar 0,5-1,0 %
3. Proses perubahan pectin dan zat-zat lain menjadi garam dan larut, kadarnya sekitar 0,612%.
4. Proses pelepasan kulit biji dan kotoran lain selama proses pembuatan kain
Metode hilang kanji ada beberapa macam, yaitu :
1. Metode Perendaman (Exhaust)
Pada metode ini kain akan direndam dalam larutan penghilang kanji pada suhu dan waktu
tertentu. metode ini merupakan metode tidak kontinyu
2. Metode Pad-Batching (Rendam-Peras-Bacam)

Metode ini termasuk metode semi kontinyu, kain dimasukan pada larutan dalam mesin
padder kemudian diperas dan digulung oleh rol, kemudian dibungkus plastik dan
dibacam/diperam sambil diputar selama waktu yang telah ditentukan
3. Metode Pad-Steaming (Rendam-Peras-Kukus)
Metode ini termasuk metode semi kontinyu, kain dimasukan pada larutan dalam mesin
padder kemudian diperas dan digulung oleh rol, kemudian di kukus/diuapi di dalam mesin
steam selama waktu yang telah ditentukan
Proses Pemasakan merupakan proses penyabunan lemak, malam, minyak dan sebagainya
oleh alkali dan sebagai zat pemasak kebanyakan digunakan adalah soda api (NaOH).
dimaksudkan untuk memperoleh bahan tekstil yang bersih dari kotoran alami dan kotoran luar
sehingga meningkatkan daya serap pada seluruh permukaan bahan secara merata. Bahan tekstil
yang terbuat dari serat alam seperti selulosa dan protein memiliki kandungan kotoran alami yang
cukup tinggi, sedangkan bahan tekstil dari serat sintetik umumnya sudah bersih, namun kadang
masih terdapat kotoran luar saat proses pembuatan benang atau kainnya.zat-zat tersebut dapat
mengganggu dan menghalangi proses penyerapan pada proses-proses berikutnya seperti pada
proses pengelantangan, pencelupan, pencapan, dan penyempurnaan.
Pada Umumnya proses pemasakan hanya dilakukan pada serat alam karena mengandung
kotoran berupa lemak, malam, pectin, protein, dan lain-lainn. Sedangkan pada serat sintetik
biasanya sudah bersih, proses pemasakkan hanya ditujukan untuk menghilangkan minyak
pelumas dari benangnya untuk pemasakan kapas/kain kapas menggunakan larutan alkali (NaOH)
pada suhu 90C. Hasil pemasakkan diharapkan memberikan bahan yang mempunyai sifat lemar
dan daya serap yang baik.
Proses pemasakan kapas merupakan proses penyabunan lemak, malam, minyak dan
sebagainya oleh alkali dan sebagai zat pemasak kebanyakan digunakan adalah soda api (NaOH).
Hasil pemasakan dapat diketahui dari daya serap yang dimasak terhadap air, terhadap zat
pengelantang, zat warna, sisa kadar lemak atau malam yang masih tertinggal. Pada pemasakan
dengan NaOH terjadi proses-proses:
1. Pelarutan zat putih telur atau zat-zat lain yang mengandung nitrogen
2. Penyabunan malam dan lemak-lemak menjadi sabun yang selanjutnya akan membantu
sebagai zat pencuci dalam pemasakan
3. Perubahan pectin dan zat organic lainnya misalnya asam penyamak menjadi garam yang
larut. Pectin adalah zat yang bersifat seperti gom
4. Pelepasan kulit biji, daun dan kotoran luar lainnya yang terjadipada proses pembuatan kain,
karena gesekan-gesekan atau gerakan-gerakan mekanis alatpemasak atau
penyabunan/pendispersian oleh zat pemasak.
5. Zat-zat pigment mineral yang membentuk warna alam pada kapas tidak dapat dihilangkan
pada pemasakan, dan hanya dapat dihilangkan pada pengelantangan
Alat dan Bahan :
1. Mesin Padder
2. Steamer

1. Dekazym HMT
2. NaOH (K)

3.
4.
5.
6.

Thermometer
Becker Glass
Timbangan
Pipet, dll.

3.
4.
5.
6.

Resep & Perhitungan :


R1 / Resep Hilang Kanji
Dekazym HMT

:5

cc
l

Pembasah

:1

cc
l

Suhu

: 100

Waktu
WPU

: 30 menit
: 80 %

R2 / Pemasakan
NaOH (K)

: 10 %
g
Sequester-T : 1 l
Pembasah

: 0,2 %

Suhu

: 100

Waktu
WPU

: 40 menit
: 85-90 %

R3 / Pencucian Hilang Kanji


g
l

Detergen

:2

Suhu

: 70-80

Waktu
Air

: 10-15 menit
: 3 liter

R4 / Pencucian Pemasakan
Detergen

:2

g
l

Rapidase
Detergen
Sequester-T
Pembasah, dll.

Suhu

: 70-80

Waktu
Air

: 10-15 menit
: 2 liter

R1 / Perhitungan Hilang Kanji


Kebutuhan Air
Dekazym HMT

= 2 liter
cc
=5 l

Pembasah

=1

Suhu

= 100

Waktu
WPU

= 30 menit
= 80 %

cc
l

x 2 liter = 10 cc
x 2 liter = 2 cc

R2 / Perhitungan Kebutuhan Bahan Praktek Hilang Kanji


Kebutuhan Air
NaOH (K)

Suhu

= 2 liter
= 10 % x Berat Bahan (10 Kain)
= 10 % x 173,6 gr
= 17,36 cc
= 0,2 % x Berat Bahan (10 Kain)
= 0,2% x 173,6 gr
= 3,5 cc
= 100

Waktu
WPU

= 40 menit
= 85-90 %

Pembasah

R3 / Perhitungan Bahan Pencucian Hilang Kanji


Detergen

=2

g
l

x 3 liter

= 6 gr

Suhu

= 70-80

Waktu
Air

=10-15 menit
= 3 liter

R4 / Perhitungan Bahan Pencucian Pemasakan


Detergen

=2

g
l

x 2 liter

= 4 gr

Suhu

= 70-80

Waktu
Air

=10-15 menit
= 2 liter

Fungsi Zat Kimia dan Zat Bantu


Nama Zat
Dekazym
HMT
Pembasah
Sequester-T
Detergen
NaOH

Fungsi
Biokatalis yang dapat mendegradasi dan mengurai kanji menjadi
maltose/glukosa
Untuk menentukan tegangan antar muka (kain dengan larutan proses),
sehingga Larutan hilang kanji mudah terserap pada kain
Untuk mengikat logam-logam (Ca, Mg, Fe) yang ada di dalam air proses,
sehingga tidak mengganggu proses
Mendisfersikan, mengemulsikan kotoran dan mengangkat kotoran dari kain.
Menyabunkan lilin dan lemak, menghidralisa dan melarutkan kotoran-kotoran
pada serat. menggelembungkan serat sehingga serat dapat terbuka lebih lebar
dan kotoran lebih mudah keluar.

Prosedur/Cara Praktek

Prosedur Hilang Kanji


1. Ambil kain uji kurang lebih 20 x 30 cm, sisi benang yang hampir lepas
dihilangkan untuk mencegah terjadinya rontok ketika proses hilang kanji.
2. Timbang kain tersebut dan catat berapa beratnya
3. Lalu tes kain tersebut dengan menggunakan larutan KI (Kalium Yodida)
4. Hitung kebutuhan air dan zat-zat lainnya
5. Ambil 2 liter air dan zat kimia yang sudah dihitung tadi lalu masukkan dalam
becker glass bersamaan dengan kain dan aduk rata selama 5 menit
6. Kemudian masukan kain ke dalam pad-steam, press kain tersebut dengan
WPU 80%
7. Panaskan air dalam oven (Steam) sampai suhu 1000 dan masukan kain yang
sudah di press menggunakan mesin pad tadi ke dalam dan kain diproses uap
selama 30 menit
8. Setelah proses pad-steam selesai lakukan proses pencucian panas, sabun,
panas pada suhu 70-80 selama 10-15 menit
9. Potong kain kurang lebih 10 cm sebagai sampel untuk tes kanji dan daya
serap
10. Untuk tes KI, teteskan larutan KI pada kain tadi dan lihat apa perubahan
warna yang terjadi.

Prosedur Pemasakan
1. Ambil kain uji yang sudah melalui proses hilang kanji, sisi benang yang
hampir lepas dihilangkan untuk mencegah terjadinya rontok ketika proses
pemasakan
2. Hitung kebutuhan air dan zat-zat lainnya
3. Ambil 2 liter air dan zat kimia seperti pembasah, sequester-T, dan NaOH
yang sudah dihitung tadi lalu masukkan dalam becker glass bersamaan
dengan kain dan aduk rata selama 5 menit
4. Masukan kain kedala beker glass dan aduk rata selama 5 menit
5. Kemudian ambil kain tersebut dan masukan ke ped-steam dan peras kain
tersebut dengan WPU 85-90%
6. Kemudian lakukan proses steam dengan suhu 100 0C selama 60 menit
7. Lakukan pencucian panas sabun panas 70-80 0C selama 10-15 menit lalu
keringkan pada sinar matahari dan pengkondisian 2 jam 3 jam
8. Keringkan dibawah sinar matahari
9. Pengkondisian di lab, selama 2-3 jam
10. Uji kain dengan perwarna yang ada untuk mengetes daya serap
11. Bandingkan resep pemasakan dengan waktu 45 dan 60 menit

Tahapan/Flow Proses

Kain Kapas
(Grey)

Test KI

Pencucian
- Panas
- Sabun
- Panas

Test KI

Pencucian
- Panas
- Sabun
- Panas

Pengkondisian di LAB
(2-3 Jam)

Hilang Kanji
(Suhu : 100, t : 30
menit)

Pemasakan
Suhu : 100, t : 45
menit)

Evaluasi
1. Test
Test Kanji
2. Uji Daya Serap

Data Pengamatan :
Hasil Test KI
1. Kain Grey : Berwarna biru kehitam-hitaman
2. Sesudah Diproses : Berwarna Kecoklatan
Keterangan:
1. Biru Tua/Kehitaman : Kain masih mengandung kanji/pati
2. Ungu
: Kanji diubah menjadi dekstrin
3. Kuning/Kecoklatan : Kanji diubah menjadi glukosa/maltose

Hasil Uji Daya Serap Pada Proses Hilang Kanji


No.
1.
2.
3.
4.
5.
x

Pemasakan 45 Menit
4,66 detik
5,06 detik
3,94 detik
4,07 detik
4,05 detik
4,36 detik

Pemasakan 60 Menit
4,45 detik
4,12 detik
4,08 detik
4,18 detik
3,62 detik
4,05 detik

Sampel Kain
45 Menit

60 Menit

Diskusi Analisa :
Proses hilang kanji
Proses hilang kanji dengan cara pad-steam dilakukan dengan merendam bahan sellulosa yang
dicampur dengan larutan dekazym HMT, disini larutan dekazym HMT berfungsi sebaga zat yang
mengurai/mendegradasi kanji menjadi glukosa/maltose. Pada proses kali ini yaitu proses hilang
kanji dengan enzim ini sangat sering digunakan, karena disamping prosesnya yang tidak
memakan banyak waktu enzim yang digunakan pun adalah enzim yang dapat mengubah kanji

menjadi gula yang mudah larut dalam larutan proses. Enzim sendiri adalah suatu senyawa
protein yang dihasilkan oleh jasad renik/organism tertentu yang mampu menghidrolisa kanji pati
yang disebut enzim amylase. Jenis-jenis enzim yang dapat digunakan adalah Mout Diastase
(Tumbuhan), Pankreas Diastase (Hewan), Bakteri Diastase (Bakteri)
Pada proses pertenunan kanji sangat penting/perlu dalam penganyaman karena fungsi kanji disini
adalah untuk memberi kekuatan terhadap gaya gesek antar benang sehingga benang tidak mudah
putus dan proses berjalan efektif, tetapi setelah benang sudah jadi kain grey maka kanji tersebut
perlu dihilangkan dalam proses persiapan penyempurnaan yang disebut proses pemasakan agar
tidak terjadi gangguan dalam penyerapan larutan warna atau pewarnaan pada tahap berikutnya
Untuk mengetahui apakah kanji di dalam kain grey masih ada atau tidak,atau bahkan hanya
hilang sebagian kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan cara test KI, yaitu dengan cara
meneteskan larutan KI pada kain yang telah dilakukan proses pemasakan dan akan terlihat warna
apa yang akan berubah. berikut ini ada beberapa warna yang kemungkinan terjadi pada test KI :
1.
2.
3.
4.

Biru Tua/Kehitaman
Ungu
Kuning/Kecoklatan
Biru Kehijauan

: Kain masih mengandung kanji/pati


: Kanji diubah menjadi dekstrin
: Kanji diubah menjadi glukosa/maltose
: PVA

Proses pemasakan
Proses Pemasakan adalah proses yang dilakukan pada serat yang bertujuan untuk menghilangkan
zat-zat tersebut dapat mengganggu dan menghalangi proses penyerapan pada proses-proses
berikutnya seperti pada proses pengelantangan, pencelupan, pencapan, dan penyempurnaan.
Pada Umumnya proses pemasakan hanya dilakukan pada serat alam karena mengandung kotoran
berupa lemak, malam, pectin, protein, dan lain-lainn. Sedangkan pada serat sintetik biasanya
sudah bersih, proses pemasakkan hanya ditujukan untuk menghilangkan minyak pelumas dari
benangnya untuk pemasakan kapas/kain kapas menggunakan larutan alkali (NaOH) pada suhu
90C. Hasil pemasakkan diharapkan memberikan bahan yang mempunyai sifat lemar dan daya
serap yang baik. Untuk bahan dengan kandungan kotoran yang tinggi seperti serat-serat alam
sebaiknya dilakukan dengan cara terpisah dan untuk serat sintetik atau serat campuran biasanya
dilakukan dengan proses simultan, adapun metode yang dapat dilakukan tergantung dari mesin
yang tersedia juga. yaitu metode exhaust menggunakan mesin bak, jigger, jet-dying, winch, dan
metode kontinyu seperyi Pad-Steam.

Pada proses pemasakan zat yang digunakan sebagai zat pemasak yang adalah soda api (NaOH).
Proses pemasakan kapas merupakan proses penyabunan lemak, malam, minyak, dan sebagainya
oleh alkali. Hasil pemasakan dapat diketahui dari daya serap yang dimasak terhadap air, terhadap
zat pengelantang, zat warna, sisa kadar lemak atau malam yang masih tertinggal. Pada pemasakan
dengan NaOH terjadi proses-proses berikut :

Zat Alkali (NaOH) dapat menggelembungkan serat kapas sehingga menyebabkan pori-pori
serat terbuka lebih lebar dan kotoran-kotoran lebih mudah keluar.
Zat Alkali dapat melarutkan protein, pektin, dan zat organik lainnya dan mengubahnya
menjadi garam yang larut, sehingga sisa kulit biji dan kotoran luar lainnya yang menempel
pada serat akan lepas.
Zat Alkali dapat menghidrolisa dan mensafonikasi lemak,minyak dan malam menjadi sabun,
dimana sabun yang dihasilkan akan membantu menyabunkan kotoran lainnya pada serat
selama pemasakan berlangsung

Daya serap kain yang sangat rendah disebabkan oleh kotoran-kotoran alam yang bersifat
hidrofob atau menghalangi penyerapan air pada kain. Maka dari itu sempurna/tidak nya hasil
suatu proses pemasakan, salah satunya dapat diketahui dari uji daya serap pada kain yang telah
dilakukan pemasakan
Pada praktikum kali ini kita mencoba untuk mengetahui perbedaan hasil dari pemasakan dengan
menggunakan zat alkali NaOH dengan waktu yang berbeda, yaitu selama 45 menit dan 60 menit.
Berikut hasil praktek yang sudah dilakukan :
Proses hilang kanji
Proses hilang kanji kain kapas kali ini zat yang digunakan adalah Dekazym HMT, Kain grey tadi
dimasak selama 30 menit dengan suhu 100 dan setelah selesai kain ditetesi larutan KI dan
diperoleh hasil warna kuning kecoklatan, yang berarti kanji telah diubah menjadi
glukosa/maltose dan kain sudah tidak mengandung dekstrin lagi, hal ini mungkin disebabkan
karena zat Dekazym HMT berfungsi sebagai biokatalis yang dapat menguraikan kanji menjadi
maltosa/glukosa, apalagi disini kita menggunakan suhu yang cukup tinggi yaitu mencapai 100
sehingga kanji akan lebih mudah larut bersama dalam larutan proses, dan setelah melalui
proses pemasakan 30 menit kain dip roses dengan pencucian sabun. dalam pencucian
menggunakan detergen juga dapat mengemulsikan minyak, lilin, dan lemak untuk
menghilangkan noda yang disebabkan oleh minyak dan untuk mendisfersi kotoran dan
mengangkat kotoran dari bahan sehingga kanji akan larut/hilang bersama larutan proses.
Proses pemasakan
Pada proses pemasakan dengan Alkali kuat (NaOH) diperoleh hasil uji daya serap kain antara
pemasakan dengan waktu 45 menit rata-rata 4,36 dtk/cm sedangkan dengan waktu 60 menit
menit rata-rata 4,05 dtk/cm, kain yang diproses pemasakan selama 60 menit lebih sempurna
dalam penghilangan kotoran-kotoran dalam maupun luar, hal ini disebabkan karena pemasakan
waktu yang lebih lama. semakin lama waktunya zat NaOH mempunyai kemampuan yang lebih
besar dalam menggelembungkan serat, melarutkan protein, melarutkan pektin, dan zat-zat
organik lainnya serta dapat juga menghidrolisa dan safonifikasi lemak, minyak dan malam
menjadi sabun sehingga dapat membersihkan kotoran dalam jumlah yang lebih banyak
dibanding dengan waktu pemasakannya yang 45 menit.

Kesimpulan :
Setelah dilakukan percobaan tadi, dapat disimpulkan bahwa :
1. Proses hilang kanji pada kain kapas dengan menggunakan enzim setelah dilakukan test KI
kain berwarna kecoklatan sehingga proses hilang kanji lebih sempurna/baik.
2. Proses pemasakan dengan soda kostik (NaOH) selama 60 menit diperoleh daya serap lebih
baik dibanding dengan yang diproses selama 45 menit

Daftar Pustaka
Arifin Lubis. Teknologi Persiapan Penyempurnaan, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.Bandung :
STTT,2010
Agus Sulistyo,Persiapan Penyempurnaan Tekstil.Bandung: STTT,2010.
Ir. Ainur Rosyida, MSi. Buku Pegangan Praktek Pengelantangan, Akademi Teknologi Warga
Surakarta. Surakarta, ATW,2013.