Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN


PELAKSANAAN PERGERAKAN

Disusun Oleh :
1.

Rahmat Wahab

25010115130187

2.

Irena Ivania

25010115130207

3.

Sheila Widi Agustin 25010115140209

4.

Putri Ratna Sari

25010115130248

5.

Rizky Maulidiana

25010115140261

6.

Hanna Ela Monica

25010115130263

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS DIPONEGORO
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Organisasi Islam ini dengan baik
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan
manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.
Semarang, 06 April2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri.Dalam
hidup,

manusia

selalau

berinteraksi

dengan

sesame

serta

dengan

lingkungan.Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun


dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah.Untuk menciptakan kondisi
kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati &
menghargai.Keteraturan hidup perlu selalu dijaga.Hidup yang teratur adalah
impian setiap insan.Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah
tugas manusia.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk
Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan
untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk.Dengan
kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan
baik.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social
manusiapun perlu dikelola dengan baik.Untuk itulah dibutuhkan sumber daya
manusia yang berkualitas.Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak
untuk memimpin dirinya sendiri.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri dengan
mekasanakan pelaksanaan pergerakan, kelompok & lingkungan dengan baik.
Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit.Disinilah
dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah
dapat terselesaikan dengan baik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pelaksanaan-pergerakan?
2. Apa pengertian kepemimpinan dan teori kepemimpinan ?
3. Apa pengertian, unsur dan proses komunikasi?

4. Apa pengertian, tujuan, azas, alat dan jenis proses motivasi?


C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pelaksanaan-pergerakan.
2. Untuk mengetahui pengertian kepemimpinan, teori kepemimpinan.
3. Untuk mengetahui unsur dan proses komunikasi.
4. Untuk meengetahui pengertian, tujuan, azas, alat dan jenis proses motivasi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pergerakan
1. Penggerakan dan pelaksanaan (aktuasi) adalah upaya untuk menjadikan
perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan
pemotivasian agar setiap staf dapat melaksanakan kegiatan secara optimal
sesuai dengan peran, tugas dan tanggungjawabnya. (George, R. Terry,
1986).
2. Kegiatan Manajemen untuk membuat orang-orang lain suka dan dapat
bekerja. (Prof.Dr.H.Arifin Abdurrachman,MPA)
3. Fungsi penggerak dan pelaksanaan dalam istilah lainnya yaitu actuating
(memberi bimbingan), motivating (membangkitkan motivasi), directing
(memberikan arah), influencing (mempengaruhi) dan commanding
(memberikan komando atau perintah). (Muninjaya, G, A, A. 2004).
4. Penggerakan adalah keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada
para bawahan sedemikian rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan
ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisiensi dan ekonomis.
( Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A.)
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pergerakan adalah
suatu wujud kegiatan mulai dari perencanaan , member bimbingan,
memotivasi, memberi arahan, mempengaruhi, dan member perintah agar
orang-orang lain mau dan bersedia dengan senang hati dan ikhlas untuk
menjalankan pekerjaannya sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawab
yang dibebankan padanya.
Suatu pergerakan memiliki fungsi fungsi yang dijalankan untuk meraih
tujuan dari suatu pergerakan tersebut. Fungsi keberadaan suatu pergerakan
antara lain adalah :
1. Menciptakan kerja sama yang lebih efisien
Dengan adanya pergerakan maka adan timbul kerjasama antar staf
yang lebih efisien karena suatu pergerakan akan membuat anggota saling
bekerjasama dibawah pimpinan dari seorang pemimpin.

2. Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan staf


Suatu pergerakan akan membimbing staf untuk memaksimalkan
potensi yang ada pada dirinya.
3. Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
Dengan adanya pergerakan seorang staf akan merasa senang dan
bahagia pada pekerjaannya, yang kemudian akan timbul rasa kekeluargaan
dan rasa enggan untuk meninggalkan pekerjaannya.
4. Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi dan
prestasi kerja staf
5. Membuat organisasi berkembang secara dinamis
Suatu pergerakan akan membuat organisasi memperoleh tujuan dari
organisasi tersebut satu per satu , yang artinya akan timbul tujuan tujuan
baru yang lebih tinggi lagi. Ciri ciri suatu pergerakan adalah sebagai
berikut:

Upaya yang berlandaskan pengetahuan tentang kepemimpinan yang


baik.

Mengacu pada perencanaan yang telah di buat.

Adanya kemampuan untuk memimpin semua anggota organisasi.

Semua kegiatan-kegiatan oraganisasi di atur dengan baik.

Pemberian bimbingan, motivasi dan pengarahan yang baik.

B. Kepemimpinan
Menurut Gibson, Ivancevich, dan Donnelly (2000) bahwa Leaders are
agents of change, persons whose act affect other people more than other
peoples acts affect them, atau pemimpin merupakan agen perubahan, orang
yang bertindak mempengaruhi orang lain lebih dari orang lain mempengaruhi
dirinya.

Adapun

contoh

pengertian

kepemimpinan

sebagai

perilaku

dikemukakan oleh Sweeney dan McFarlin (2002) yakni: Leadership involves


a set of interpersonal influence processes. The processes are aimed at
motivating sub-ordinates, creating a vision for the future, and developing
strategies for achieving goals, yang dapat diartikan bahwa kepemimpinan
melibatkan seperangkat proses pengaruh antar orang. Proses tersebut

bertujuan memotivasi bawahan, menciptakan visi masa depan, dan


mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan.
Sehingga kepemimpinan dapat disimpulkan, seseorang yang memiliki sifat
atau perilaku yang dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan aktivitas
untuk mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan hanya akan mumcul jika memiliki unsur-unsur pokok sebagai
berikut:
1. Adanya pemimpin
Adanya seseorang yang mendorong dan atau mempengaruhi orang lain
atau sekelompok orang lain sehingga tercipta hubungan kerja yang serasi
untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang
diinginkan.
2. Adanya pengikut
Pengikut adalah seorang atau sekelompok orang yang mendapat dorongan
atau pengaruh untuk bersedia melakukan berbagai aktivitas untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu
Unsure ketiga kepemimpinan adalah adanya sifat ataupun perilaku yang
dimiliki pemimpin yang dapat mempengaruhi atau mendorong seseorang
atau sekelompok orang.
4. Adanya situasi dan kondisi tertentu
Unsure terakhir, adanya situasi atau kondisi tertentu yang memungkinkan
terlaksananya kepemimpinan.
Kepemimpinan diartikan sebagai proses mempengaruhi orang lain untuk
mendukung pencapaian tujuan organisasi yang relevan (Ivancevich et
al.,2007). Pada mulanya, kepemimpinan berfokus pada teori The Great Man,
yang berarti kepemimpinan tidak bisa dibentuk karena kepemimpinan
merupakan bawaan sejak lahir dan merupakan kualitas bawaan. Selanjutnya,
teori kepemimpinan menurut Stogdill (1974) dan McCall (1983) mencoba
membedakan antara pemimpin dan pengikut. Seseorang yang memiliki sifat
adaptif, responsif, ambisius, berorientasi hasil, asertif, pengambil keputusan,
adalah seorang pemimpin atau berorientasi sebagai pemimpin. Sehingga, teori

kepemimpinan kemudian lebih berkembang pada gaya perilaku yang


ditunjukkan oleh pemimpin dan sangat bertentangan dengan The Great Man
Theory. Dari konsep perilaku, konsep kepemimpinan kemudian berkembang
menjadi konsep situasi. Griffin (1999) menjelaskan bahwa kepemimpinan
sangat dipengaruhi oleh situasi yang dihadapi oleh pemimpin. Teori
kepemimpinan akan dijelaskan sebagai berikut;
1. Teori The Great Man
Teori orang besar atau teori bakat merupakan teori klasik
kepemimpinan. Dalam teori ini, disebutkan bahwa pemimpin dilahirkan,
artinya sifat kepemimpinan dibawa sejak lahir. Disebutkan pula bahwa
kepemimpinan merupakan sifat genetic yang diturunkan dari orang tuanya,
dengan kata lain pemimpin hanya lahir dari orang-orang dengan garis
keturunan pemimpin.
2. Teori perilaku
Pendekatan ini mencoba mengindentifikasi perbedaan dalam pola
perilaku antara pemimpin yang efektif maupun yang tidak efektif. Model
Green dan Vroon Yetton yaitu Leadership Behaviour Matrix, merupakan
instrument yang didesain untuk mengukur gaya kepemimpinan.
Informal

Dominan

Promoter

Suporter

Controller

Analyst

Formal

Terdapat 4 Gaya Kepemimpinan


a. Promoter

Mudah berkomunikasi dengan anggota organisasi

Socially outgoing

Kurang rinci

Easy
Going

Sangat kompetitif

b. Suporter

Hubungan antar personal baik

Mengurangi adanya konflik untuk promosi kebahagiaan

Akomodasi dan ramah

Sulit untuk mengatakan tidak

Berorientasi anggota dan tidak agresif

c. Controller

Mengharapkan hasil

Mencintai hal baru

Menyukai bisnis yang efisien

Tidak sabar dengan diskusi yang lama

Percaya pada kemampuan, ambil risiko, dan orientasi ke depan

d. Analyst

Pemecah masalah dan penantang kesulitan

Menyukai informasi sebelum mengambil keputusan

Tenang dan lebih suka kerja sendiri

Memiliki kemampuan keterampilan konseptual

Mungkin lebih terlihat dingin kepada orang lain

3. Teori Situasi
Pada teori ini tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang paling baik.
Gaya kepemimpinan seseorang ditentukan oleh situasi tertentu seperti seperti
besar organisasi, jumlah power atau authority yang dimiliki pemiumpin,
kompleksitas tugas, dan atau kematangan pengikutnya.
C. KOMUNIKASI
1.Pengertian Komunikasi
Komunikasi berasal dari dari perkataan communicare yang artinya
berpartisipasi atau memberitahukan atau communis yang artinya milik

bersama atau berlaku dimana-mana. Sebagaimana yang diungkapkan oleh


Shannon dan Weaver (1949), bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi
manusia yang saling memengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak
disengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga
dalam hal ekspresi muka, lukisan, dan teknologi. Dari batasan yang seperti
ini sudah jelaslah bahwa tujuan utama dari komunikasi adalah untuk
menimbulkan saling pengertian, bukan persetujuan.
Dalam administrasi, peranan komunikasi ini sangat penting. Perbedaan
tersebut tidap dapat dibedakan atas dua macam, yakni:

Meyempurnakan pekerjaan administrasi


Dengan komunikasi akan diperoleh berbagai macam keterangan yang
bila diolah dengan baik dapat dimanfaatkan untuk membantu

administrator dalam mengambil keputusan (decision).


Menimbulkan suasana kerja yang menguntungkan
Dengan komunikasi juga dapat dibangun suasana kerja yang
menguntungkan yakni dengan baiknya hubungan antara pemimpin
dengan karyawan dan atau hubungan antar sesama karyawan
(employees relationship).

2. Unsur Komunikasi
2.1.

Sumber
Sumber (pengiriman berita atau komunikator) adalah tempat
asalnya. Dalam manajemen, sumber ini dapat berasal dari
peerorangan, kelompok, dan ataupun institusi serta organisasi tertentu.

2.2.

Pesan
Pesan (berita) adalah rangsangan (stimulasi) yang disampaikan
oleh sumber kepada sasaran. Pesan tersebut pada dasarnya adalah
hasil pemikiran atau pendapat sumber yang ingin disampaikan kepada
orang lain. Penyampaian pesan banyak macamnya, dapat dalam
bentuk kata-kata (simbol berupa kata-kata) atau dapat pula dalam
bentuk buka kata-kata (simbol berupa gerakan tubuh, gerakan tangan,
ekspresi wajah, dan gambar). Sekiranya ada kesan yang berlainan dari
pesan yang disampaikan ini, maka seseorang akan lebih mempercayai

pesan bukan kata-kata. Isi simbolik dari pesan disebut informasi, dan
jika sifatnya adalah sesuatu yang baru disebut inovasi.
2.3.

Media
Media (alat pengirim pesan atau saluran pesan) adalah alat atau
saluran yang dipilih oleh sumber untuk menyampaikan pesan kepada

sasaran. Pada saat ini dikenal ada dua macam media, yaitu:
a. Media massa
Contoh dari media massa adalah surat kabar, majalah, film,
radio, dan televisi. Keuntungan dari media massa adalah sasaran
yang dicapai (coverage) cukup banyak, sehingga ada penghematan
waktu, tenaga, dan biaya. Sedangkan kerugiannya tidak dapat
diketahui keberhasilan dari komunikasi yang dilakukan, karena
umpan baliknya sulit diperoleh. Selain itu, kerugian lainnya adalah
tidak bisa mengirim segala jenis pesan, seperti pesan yang bersifat
pribadi, tabu, ataupun pesan yang dinilai dapat mendatangkan
akibat negatif kepada masyarakat.
b. Media antar pribadi
Contoh media antar pribadi adalah wawan muka antara sumber
dan sasaran, pembicaraan melalui telepon, surat menyurat, dan
pembicaraan perorangan lainnya. Keuntungan dari cara ini adalah
dapat disampaikan pesan secara lengkap dan terperinci dan dengan
demikian keberhasilan dapat diketahui melalui umpan balik yang
diterima. Kerugiannya adalah jangkauan sasaran terbatas serta
membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang cukup besar, apalagi
2.4.

jika jumlah sasaran yang ingin dituju cukup besar.


Sasaran
Sasaran adalah penerima pesan atau komunikan adalah penerima
yang menerima pesan, artinya kepada siapa pesan tersebut ditujukan.
Dalam manajemen sasaran ini biasanya oang perorang, sekelompok
orang, satu organisasi atau institusi dan ataupun seluruh masyarakat
luas.

2.5.

Umpan Balik
Umpan balik (feed back) adalah reaksidari sasaran terhadap pesan
yang

disampaikan,

yang

dimanfaatkan

oleh

sumber

untuk

memperbaiki dan ataupun menyempurnakan komunikasi yang


dilakukan. Dengan adanya reaksi ini, sumber akan mengetahui apakah
komunikasi berjalan dengan baik atau tidak. Jika hasilnya baik
disebut positif dan jika sebaliknya disebut negatif.
2.6. Akibat
Akibat (impact) adalah hasil dari suatu komunikasi, yakni
terjadinya perubahan pada diri sasaran. Perubahan dapat ditemukan
pada pengetahuan, sikap, dan ataupun perilaku. Terjadinya perubahan
perilaku adalah tujuan akhir dari kegiatan komunikasi.
3. Proses Komunikasi
Peristiwa terjadinya komunikasi adalah sangat komplek. Berbagai teori
pernah dikemukakan tentang proses tersebut. Secara umum teori-teori ini
dapat dikelompokkan dalam dua macam, yaitu:
3.1. Model linier
Pada model linier ini disebutkan bahwa proses komunikasi terjadi
menurut suatu urutan tertentu. Urutan-urutan tersebut adalah:
a. Tersedianya pesan dan orang yang akan menyampaikan pesan.
b. Adanya upaya menerjemahkan pesan ke dalam bentuk yang dapat
disampaikan (encoded)
c. Adanya media yang akan dipergunakan untuk menyampaikan
pesan.
d. Adanya upaya untuk menerjemahkan pesan yang diterima ke
dalam bentuk yang mudah dimengerti (decoded)
e. Adanya orang yang akan menerima pesan serta timbulnya
pengertian terhadap pesan yang disampaikan.
3.2. Model sistem
Karena kelemahan model linier, maka saat ini dikembangkan
komunikasi menurut model sistem. Prinsip dari model sistem ini
adalah:
a. Menempatkan kedudukan dan peranan sumber sama dengan
kedudukan dan peranan sasaran.
b. Fungsi setiap unsur komunikasi, terutama unsur dan sasaran
tidaklah hanya tunggal, tetapi bersifat ganda.
4. Macam-macam Komunikasi
Macam komunikasi banyak jenisnya, karena tergantung dari titik tolak
cara pembagian yang dipergunakan. Dalam kehidupan sehari-hari macam
komunikasi dibedakan atas lima, yakni:
4.1. Ditinjau dari media yang digunakan
a. Komunikasi visual, seperti surat kabar, majalah, pameran, poster, leaflet

b. Komunikasi audio seperti radio, kaset, telepon


c. Komunikasi audio visual, seperti film, televisi, drama, dll.
4.2. Ditinjau dari hubungan sumber dan sasaran
a. Komunikasi langsung atau tatap muka (face to face communication)
seperti wawancara, ceramah, konferensi diskusi.
b. Komunikasi tidak langsung (indirect communication) seperti surat
menyurat, surat jabar, majalah, buku, dll.
4.3. Ditinjau dari umpan balik yang diperoleh
a. Komunikasi dua arah (two way communication) di mana sasaran turun
mengemukakan pendapatnya
b. Komunikasi satu arah (one way communication) di mana sasaran hanya
sebagai pendengar saja
4.4. Ditinjau dari simbol yang dipergunakan
a. Komunikasi lisan, simbol yang digunakan adalah kata-kata yang
diucapkan
b. Komunikasi tulisan, simbol yang dipergunakan adalah huruf
c. Komunikasi isyarat, simbol yang digunakan adalah isyarat tertentu seperti
gerakan anggota badan, tanda-tanda tertentu
4.5. Ditinjau dari suasana atau lingkungan berlangsungnya komunikasi
a. Komunikasi formal, yang dilakukan dalam suasana resmi misalnya
pertemuan resmi, rapat.
b. Komunikasi informal, yang dilakukan dalam suasana tidak resmi,
misalnya ketika sedang berjalan berduaan, sedang berdarmawisata.
D. MOTIVASI
1. Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa Latin Movere yang berarti dorongan,
daya penggerak, menimbulkan pergerakan. Beberapa pengertian motivasi
menurut para ahli antara lain sebagai berikut:
a.Haggard
Motivasi didefinisikan sebagai kekuatan psikologis yang menggerakkan
seseorang ke arah beberapa jenis tindakan.
b.Malayu S.P Hasibuan
Motivasisebagai kekuatan psikologis yang menggerakkan seseorang
kearah beberapa jenis tindakan.
c.Robbins and Judge
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah dan
ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.

d.Robbins dan Coulter


Motivasi adalah kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi, untuk
mencapai

tujuan-tujuan

keorganisasian,

yang

dikondisi

oleh

kemampuan upaya demikian, untuk memenuhi kebutuhan individual


tertentu.
Dari beberapa definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi
merupakan keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan
individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi seseorang dipengaruhi oleh stimulus kekuatan intrinsik yang ada
pada diri seseorang atau individu yang bersangkutan. Stimulus eksternal
mungkin juga dapat mempengaruhi motivasi, tetapi motivasi itu sendiri
mencerminkan reaksi individu terhadap stimulus tersebut.
2. Tujuan Motivasi
Terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam pemberian motivasi
kepada seseorang. Menurut Hasibuan (2003), beberapa tujuan tersebut antara
lain:
a. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Meningkatkan produktivitas kerja karyawan


Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan
Meningkatkan kedisiplinan karyawan
Mengefektifkan pengadaan karyawan
Menciptakan suasan dan hubungan kerja yang baik
Meningkatkan loyalitas, kreativitas, dan partisipasi karyawan
Meningkatkan kesejahteraan karyawan
Mempertinggi rasa tanggun jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya

j. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku


Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan pemberian motivasi adalah
untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan
kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil dan
atau mencapai tujuan tertentu. Semakin jelas tujuannya, maka semakin baik
pula proses memotivasi yang akan dilakukan. Sehingga, setiap pemberian
motivasi hendaknya harus mengetahui dengan baik terlebih dahulu latar
belakang, kebutuhan serta kepribadian seseorang yang akan dimotivasi.

3. Asas Motivasi
Beberapa asas motivasi antara lain sebagai berikut:
a. Asas Mengikutsertakan
Asas ini berarti mengajak seseorang untuk turut ikut serta atau
berpartisipasi dalam berbagai pengambilan keputusan, dengan cara
memberikan mereka kesempatan untuk mengutarakan ide-ide dan
rekomendasi yang mereka miliki.
b. Asas Komunikasi
Semakin jelas informasi yang diterima oleh seseorang, maka
semakin besar pula minat dan perhatiannya terhadap hal tersebut.
Disinilah peran komunikasi itu. Seseorang harus mengetahui tentang
tujuan yang akan dicapai bersama, cara-cara mencapainya, serta
kendala apa saja yang akan dihadapi dalam mencapai tujuan tersebut.
Sehingga diharapkan dengan cukupnya informasi yang ia terima, ia
dapat termotivasi dan memiliki minat serta perhatian terhadap apa
yang ia kerjakan.
c. Asas Pengakuan
Pengakuan yang

dimaksudkan

disini

adalah

pemberian

penghargaan (awards) yang tepat dan wajar terhadap prestasi yang


telah dicapai oleh seseorang.
d. Asas Wewenang yang Didelegasikan
Mendelegasikan sebagian wewenang

serta

memberikan

kebebasan kepada seseorang atau karyawan untuk mengambil


keputusan dan mengembangkan kreativitasnya dalam melaksanakan
tugas-tugas dengan baik.
e. Asas Perhatian Timbal Balik
Adalah memotivasi seseorang dengan mengemukakan keinginan
atau harapan suatu perusahaan atau organisasi terhadapnya. Selain itu,
dalam memotivasi diharapkan kita dapat memahami dan berusaha
memenuhi apa yang menjadi kebutuhan seseorang tersebut serta apa
yang diharapkannya dari perusahaan atau organisasi tersebut.
4. Alat-Alat Motivasi
Menurut Hasibuan (2003), yang merupakan alat-alat motivasi adalah
sebagai berikut:

a. Material Incentive
Adalah motivasi yang bersifat materiil sebagai imbalan atas
prestasi seseorang. Yang termasuk ke dalam material incentive
(insentif material) adalah yang berbentuk uang dan barang-barang.
b. Non Material Incentive
Merupakan motivasi yang tidak berbentuk materi, misalnya
adalah penempatan yang tepat, pekerjaan yang terjamin, piagam
penghargaan, perlakuan yang wajar, bintang jasa, dan lain-lain.
Dengan adanya alat-alat motivasi seperti di atas, maka diharapkan
seseorang dapat lebih giat dalam berprestasi karena merasa bahwa hasil
kerjanya selama ini dihargai dan diapresiasi oleh perusahaan atau
organisasinya.
5.Jenis Motivasi
Motivasi terbagi menjadi dua jenis yaitu:
a. Motivasi Positif
Pemberian motivasi yang bersifat positif ini adalah dengan
mengapresiasi mereka yang memiliki prestasi di atas prestasi standar,
misalnya dengan memberikan penghargaan berupa hadiah atau insentif
lainnya. Biasanya seseorang akan senang dan termotivasi apabila
terdapat rangsangan yang positif seperti itu, kemudian secara tidak
langsung ia akan berusaha untuk berprestasi lebih baik lagi.
b. Motivasi Negatif
Motivasi negatif disini berarti memotivasi seseorang sesuai
dengan standar kerja yang dimiliki. Sehingga apabila seseorang
bekerja di bawah standar kerja yang telah disepakati, maka ia akan
diberikan hukuman. Dengan begitu, maka semangat kerja seseorang
akan meningkat dalam jangka waktu pendek karena ia takut dihukum.
Tetapi jenis motivasi ini kurang baik diterapkan dalam jangka panjang.
6. Proses Motivasi
Dalam melaksanakan motivasi diperlukan beberapa proses sebagai berikut:
6.1.
Tujuan
Dalam memotivasi seseorang, perlu ditetapkan terlebih dahulu
hal yang menjadi tujuan yang akan dicapai. Sehingga nantinya dalam
memotivasi, dapat langsung diarahkan ke tujuan tersebut.

Biasanya terdapat suatu kebutuhan yang dianggap tidak


terpuaskan serta situasi yang kurang menyenangkan yang terjadi di
lingkungan kerja sekitarnya. Hal itulah yang nantinya memaksa
seseorang untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan timbul dorongan
dalam dirinya. Dari sanalah timbul motivasi dalam diri dan tujuan
yang akan dicapai..
6.2.
Mengetahui kepentingannya
Setelah menentukan tujuan yang hendak dicapai, maka
selanjutnya perlu dianalisis lebih lanjut tentang seberapa penting
tujuan yang akan dicapai. Diharapkan tujuan yang diambil tidak hanya
dilihat dari sudut pimpinan perusahaan atau organisasi saja, melainkan
merupakan kepentingan bersama.
6.3.
Komunikasi efektif
Komunikasi yang baik harus terjalin antara satu orang dengan
yang lain. Sehingga masing-masing individu dapat memperoleh
informasi yang jelas dan mereka dapat melakukan upaya yang terbaik
untuk meraih tujuannya.
6.4.
Integrasi tujuan
Diperlukan adanya penyesuaian motivasi dengan menyatukan
tujuan suatu perusahaan atau organisasi dengan tujuan masing-masing
individu di dalamnya, sehingga baik itu kepentingan organisasi
maupun kepentingan masing-masing individu dapat terpenuhi dengan
baik dan tidak terjadi kesenjangan.
6.5.
Fasilitas
Memberikan seseorang fasilitas yang mendukung ia untuk
melaksanakan tugasnya dengan baik.
6.6.
Teamwork
Teamwork dianggap penting karena biasanya di dalam suatu
organisasi terdapat beberapa divisi atau bagian. Sehingga perlu
dibentuk teamwork yang saling berkoordinasi dengan baik agar dapat
mencapai tujuan bersama.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelaksanaan pergerakan meliputi pemimpin, dan kepemimpinan serta
kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk
menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi
banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria
yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah
itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat sifatnya, atau kewenangannya
yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun
gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin
bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya.
Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum
sibuk memperbaiki orang lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar
melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang.
Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
Seorang pemimpin harus memiliki komunikasi yang baik dan dapat
memotivasi orang lain. Motivasi bertujuan untuk menggerakkan atau
menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk
melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil dan atau mencapai
tujuan bersama.

DAFTAR PUSTAKA
Arif. Manajemen Pergerakan. http://www.academia.edu/
3670097/Manajemen_Penggerakan (diakses, 3 April 2016 pukul 23.40)

Afriyansah,

Azwar, Azrul. Pengantar Administrasi Kesehatan. Tangerang: Binarupa Aksara


Publisher, 1996.
Hani Handoko, Manajemen.Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2003.
Hasibuan, Malayu S.P.Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: Bumi Aksara,
2003.
Malayu S.P Hasibuan, Manajemen (Dasar, Pengertian, dan Masalah), (Jakarta:
Bumi Aksara), 2001.
Siyoto, Sandu dan S. Supriyanto. Kebijakan dan Manajemen
Kesehatan. Yogyakarta: Andi, 2015.
Wibowo, Udik Budi. Teori Kepemimpinan, Pembekalan Ujian Dinas
Tahun

2011

Badan

Kepegawaian

Daerah

Kota

Yogyakarta.

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/C
%20201113%20Teori%20Kepemimpinan.pdf. diakses pada
1 April 2016 pukul 19.00)
Wiryanto. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo, 2004.