Anda di halaman 1dari 7

Laporan Pembelajaran Klinik Magister Farmasi Klinik UGM 8

Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya

LAPORAN PEMBELAJARAN KLINIK

RUMKITAL DR. RAMELAN SURABAYA


Periode 2

UNIT PENYAKIT DALAM

Oleh:
RISLYNDA NATHALIA WANDA
11/322798/PFA/1073

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER FARMASI


KLINIK
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA

2012

Laporan Pembelajaran Klinik Magister Farmasi Klinik UGM 9


Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya

Pharmaceutical
Care
I. IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien : Tn. SN
Ruang
: A1 (Kamar 6)
Umur
: 57 tahun
Tanggal MRS
: 1 Mei 2012
Tanggal KRS
: 4 Mei 2012
Diagnosa
: CHRONIC KIDNEY DISEASE
II. SUBYEKTIF (Saat MRS)
2.1.
Keluhan Utama
Mual, muntah
2.2.
Keluhan Tambahan
2.3.
Riwayat Penyakit Dahulu
Diabetes mellitus (terkontrol)
CKD pada bulan Maret 2012
Jantung
Hipertensi
2.4.
Riwayat Pengobatan
Obat
Amlodipin
Bisoprolol
Asam folat
2.5.

Dosis & Frekuensi


1 x 5 mg
1 x 5 mg (pagi hari)
1x1

Riwayat Penyakit Keluarga

2.6.
-

Alergi Obat

III. OBYEKTIF (Saat MRS)


3.1.
Tanda Vital
Parameter
Tekanan Darah
(mmHg)
Suhu Tubuh (0 C)
Denyut Nadi
(x/menit)

1/5/12
150/100

Tanggal
2/5/12
140/110

3/5/12
150/90

36

36

36

80

80

80

RR (x/menit)
3.2.

20

20

20

Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Parameter
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Trombosit
Gula Darah

Nilai
Normal
13 17 g/dL
40 54%
4000 10.000/mm3
150 400 ribu/mm3

Acak
BUN
Kreatinin
Natrium
Kalium
Klorida
Albumin

Tanggal
1/5/12
3/5/12
10,2
29,8
11.800
271.000
166

10 24 mg/dL
0,1 1,5 mg/dL
135 145 mEq/L
3,5 5 mEq/L
95 108 mEq/L
3,5 5,0 g/L

43,9
5,05
126,5
3,11
93,2
2,9

IV. ASSESMENT
4.1
Terapi Pasien
No

Nama Obat

Indikasi

Bisoprolol 5 mg

Inj. Ondansetron

Anti-hipertensi
& gagal
jantung
Anti-emetik

Amlodipin

Anti-hipertensi

Asam folat

Anemia e.c.
CKD
Mual &
muntah, serta
stress ulcer
Edema e.c.
CKD
Suplemen
asam amino
Hipoalbumin

1
2
3
4

Inj. Ranitidin
5
6
7
8

Inj. Lasix 20 mg/2 ml


Binapro
Infus Albumin 20%
100 ml

Dosis &
Frekuensi

Tanggal
1/5/12

2/5/12
V

3/5/12
V

1x 1

2 x 50 mg/2
ml

100

3x2

100

2 x 8 mg/2
ml
1 x 5 mg

4.2

Problem Medik dan Drug Related Problem Pasien

Problem
Medik
Komplikasi
GI

Hipertensi

Tangg
al
1/5/12

1/5/12

Subjek /
Objektif
S : mual,
muntah

O : TD
=150/100
mmHg

Terapi

Analisa

DRP

Inj. Ranitidin 2
x 50 mg
Inj.
Ondansetro
n 2 x 8 mg
i.v.

Bisoprolol 1 x
5 mg (pagi
hari)
Amlodipin 1 x
5 mg

Dosis Bisoprolol harus


disesuaikan 1 x 2,5
mg.

Dosis Ranitidin pada


pasien
dengan
Clearance Creatinine
< 50 mL/menit i.v.:
50 mg tiap 18-24
jam.
Indikasi Ondansetron:
preventif mual &
muntah
kemoterapi & antiemetik
post
kemoterapi.
preventif
post
operasi.
Dosis Bisoprolol pada
pasien
dengan
Clearance Creatinine
< 40 mL/menit : 2,5
mg/hari.
Dosis
Amlodipin
untuk hipertensi 1 x 5
mg sudah tepat.

Dosis
Ranitidin
harus disesuaikan
dengan Clearance
Creatinine
pasien
12,78 mL/menit (<
50 mL/menit).
Ondansetron hanya
boleh
digunakan
untuk
mual
&
muntah
akibat
kemoterapi & post
operasi.

Rekomendasi &
Monitoring
Rekomendasi :
Dosis Ranitidin harus
disesuaikan 50 mg
tiap 24 jam &
diberikan jika mual &
muntah saja.
Ondansetron
dihentikan.
Monitoring Ranitidin :
Efektivitas : mual (-),
muntah (-).
ESO : peningkatan
SGOT, SGPT, dan
serum kreatinin.
Monitoring :
Bisoprolol
Efektivitas : TD =
150/90 mmHg
(belum normal).
ESO : diare,
mual, muntah,
sesak,
peningkatan BUN
& kreatinin,
konstipasi, nyeri
dada, somnolen,
sinkop.
Amlodipin
Efektivitas : TD =
150/90 mmHg
(belum normal).

Edema

1/5/12

S : bengkak
pada
wajah

Furosemid 1 x
20 mg i.v.
(pagi hari).

Dosis Furosemid sudah


tepat untuk pasien CKD.

Anemia
normokrom
normositik

1/5/12

O : Hb =
10,2 g/dL, Ht
= 29,8%

Asam folat 1 x
1 mg

Dosis Asam folat sudah


tepat
untuk
anemia
pada CKD.

Hiponatre
mia

1/5/12

O : Na =
126,5 mEq/L

Hiponatremia
terjadi
karena pasien muntah &
akibat
ESO
dari
Furosemid.

Hipokalemi
a

1/5/12

S : muntah
O : 3,11
mEq/L

Hipokalemia
terjadi
karena pasien muntah &
akibat
ESO
dari
Furosemid.

ESO : edema
perifer (-), mual
(-), nyeri perut
(-).

Monitoring :
Efektivitas : edema
(-).
ESO : serum
elektrolit natrium,
kalium, dan klorida
menurun; fungsi
ginjal.
Monitoring :
Efektivitas : Hb
masih rendah.
ESO : reaksi alergi
pada kulit (rash,
pruritus, eritema),
malaise.
Ada
indikasi
tetapi Rekomendasi :
belum ada terapi.
pemberian infuse NaCl
3%.
Ada
indikasi
tetapi
belum ada terapi.

Rekomendasi :
pemberian KSR p.o.

4.3 PEMBAHASAN
Dari hasil perhitungan Clearence Creatinine, pasien dinyatakan mengalami gagal ginjal karena Clearance Creatinine < 15
mL/menit.

Clearance Creatinine = (140 usia) x berat badan = (140 57) x 56 = 12,78 mL/menit
72 x serum kreatinin

72 x 5,05

Usia pasien = 57 tahun


Berat badan pasien = 56 kg
Serum kreatinin = 5,05 mg/dL
Penyebab hipertensi pada Gagal Ginjal Kronik adalah karena ekpansi cairan ke ekstrasel dan abnormalitas sistem renin
angiotensin. Anti-hipertensi yang digunakan pada pasien ini adalah Bisoprolol 1 x 5 mg dan Amlodipin 1 x 5 mg, tetapi dosis
Bisoprolol harus disesuaikan dengan Clearance Creatinine pasien yang < 15 mL/menit karena bisa memperberat kerja ginjal dan
efek samping Bisoprolol adalah peningkatan BUN, kreatinin, somnolen dan sinkop.
Gangguan GI yang dijumpai pada pasien adalah mual muntah dikarenakan hipersekresi asam lambung akibat peningkatan
produksi ammonia, sehingga pasien diberikan Ranitidin injeksi 2 x 50 mg i.v. tiap 24 jam. Dosis Ranitidin ini sudah disesuaikan
dengan Clearance Creatinine pasien < 50 mL/menit.
Pada kasus Gagal Ginjal Kronik, anemia yang terjadi disebabkan menurunnya produksi eritropoetin oleh ginjal, defisiensi besi
dan asam folat. Begitu pula halnya pada pasien ini, sehingga pasien diberikan terapi asam folat 1 x 1 mg.
Selain itu, pasien juga mengalami edema pada wajah. Edema pada wajah ini disebabkan oleh kadar albumin yang turun
(hipoalbuminemia), sehingga pasien diberikan infus Albumin 20% 100 mL dan Furosemid injeksi 1 x 20 mg i.v. Namun diperlukan
monitoring efek samping Furosemid, yaitu penurunan serum elektrolit. Hal ini terjadi pada pasien di mana kadar natrium dalam
serum sebesar 126,5 mEq/L dan kadar kalium dalam serum sebesar 3,11 mEq/L. Pada pasien ini terdapat indikasi hiponatremia
dan hipokalemia, tetapi pasien belum mendapatkan terapi. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada dokter agar pasien
mendapat infus NaCl 3% dan KSR tablet.
Daftar Pustaka

Lacy, CF (ed). Drug Information Handbook, 17th edition, Lexi-Comp.Ohio USA, 2008-2009.
Levin Adeera MD, et al. Guidelines for the management of chronic kidney disease. Canadian Medical Association. November 18,
2008 . 179(11). 2008