Anda di halaman 1dari 4

Journal Reading

SUB BAGIAN GERIATRI


BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT DALAM FK UGM/RSUP DR SARDJITO
YOGYAKARTA
Judul
: Relationship of Executive Function and Educational Status
With Functional Balance in Older Adults
Pengarang
: Mariana Callil Voos, PT, PhD; Elaine Bazilio Custdio, PT;
Joel Malaquias Jr.PT
Sumber
: Journal of GERIATRIC Physical Therapy
Pembimbin : dr. Dewa Putu Pramantara, SpPD-KGer.
g
Pembaca
: dr. Joko Priyanto
Tanggal
:
Pebruari 2012
Abstrak
Latar belakang
The Berg Balance Scale (BBS) seringkali digunakan untuk menilai fungsi
keseimbangan
pada usia lanjut. Hubungan fungsi eksekutif dan tingkat
pendidikan dengan performa BBS belum terdeskripsikan sebelumnya. Penelitian
ini bertujuan untuk menentukan apakah (1) performa pada tugas yang
membutuhkan fungsi eksekutif (TMT-B, bagian B dari Trail Making Test)
berpengaruh terhadap hasil test motorik dan kognitif (2) lama waktu pendidikan
formal dapat berhubungan dengan BBS pada usia lanjut. Kami juga
mengeksplorasi apakah terdapat perbedaan berdasar performa dalam TMT-B
(tinggi atau rendah) pada fungsi motorik (BBS, the timed up and go-TUG), fungsi
kognitif (TMT-A, TMTDELTA), the Mini Mental State Examination (MMSE), sebaik
lama waktu pendidikan
Metode
Peserta penelitian adalah 101 lansia yang tinggal di Sao Paulo Brasil (umur
berkisar 60-80 tahun). Fungsi keseimbangan dinilai menggunakan BBS dan TUG.
Fungsi eksekutif dinilai menggunakan TMT dan MMSE. Status pendidikan
ditentukan melalui pelaporan oleh peserta penelitian , didefinisikan dalam jumlah
tahun pendidikan formal
Hasil
BBS berhubungan negatif dengan TMT-A (r = -0,63, r 2 = 0,40, p < 0,001) dan
TMT-B (r = -0,56, r2 = 0,31, p < 0,001). Terdapat hubungan yang serupa dengan
TMTDELTA (r = -0,47, r2 = 0,22, p < 0,001). Skor BBS berhubungan positif dengan
lama pendidikan formal (r = 0,48, r 2 = 0,23, p < 0,001). Terdapat ceiling efect
pada TMT-B, dengan banyak subyek mencapai skor maksimal 300 detik. Subyek
dengan tingkat fungsi eksekutif tinggi dibanding tingkat fungsi eksekutif lebih
rendah memiliki skor BBS dan MMSE lebih tinggi, pendidikan lebih lama, skor
TMT-A, TMTDELTA serta skor TUG lebih rendah (p < 0,001)

Kesimpulan
Individu dengan kapasitas yang lebih tinggi pada tugas-tugas yang membutuhkan
kemampuan visuospatial, kecepatan psikomotor dan fungsi eksekutif seperti
halnya TMT, memiliki performa BBS yang lebih baik. Individu dengan fungsi
eksekutif tinggi yang diukur dengan TMT-B, juga menunjukkan performa yang
lebih baik pada tes motrik dan kognitif lain.
Pendahuluan

Pada lansia keseimbangan cenderung menurun karena perubahan


fisiologik penuaan, meliputi:

Ketergantungan input visual postur


Peningkatan ambang ensorik
Penurunan kecepatan hantaran saraf
Peningkatan waktu proses central
Penurunan kekuatan otot
Peningkatan kekakuan jaringan

Penurunan keseimbangan meningkatkan risiko dan insiden falls


Pengukuran keseimbangan dengan BBS
Faktor kognitif yang berpengaruh terhadap keseimbangan: memori,
kemampuan visuospasial, atensi dan fungsi eksekutif
Penelitian sebelumnya menemukan skor fungsi eksekutif yang rendah
meningkatkan risiko falls
Hipotesis:
1. Fungsi eksekutif yang jelek dan lama pendidikan yang pendek fungsi
keseimbangan yang buruk
2. Subyek dengan fungsi eksekutif baik (TMT-B) memiliki fungsi motorik
(BBS, TUG) dan kognitif (TMT-A, TMTDELTA, MMSE) baik,
pendidikan lebih lama
Metode
2 pusat geriatri di Sao Paulo, Brasil, Usia 60-80 tahun Kriteria eksklusi 101
peserta memenuhi kriteria dengan ADL bagus
Penilaian
Fungsi keseimbangan dinilai dengan BBS (PT)
Kecepatan langkah dinilai dengan TUG (PT)
Fungsi eksekutif dinilai dengan TMT
Fungsi kognitif dinilai dengan MMSE
Status pendidikan dinilai dengan menggunakan kuisioner
Sistem pendidikan: 9 tahun SD, 3 tahun SMA, 4-6 tahun PT

Analisa Data
Data deskriptif
Korelasi Spearman (NP) antara fungsi kognitif (TMT, status pendidikan)
dengan BBS
Koefisien determinan untuk varians
Tes Mann-Whitney untuk membandingkan performa motorik, kognitif dan
lama pendidikan terhadap fungsi eksekutif (low dan high)
Statistica 8.0
Hasil

Diskusi
Hubungan signifikan antara fungsi eksekutif efektif (TMT <<) dengan
keseimbangan (BBS >>) pengaruh kontrol visuomotorik
TMT-A dan TMT-B membutuhkan kemampuan mengurutkan demikian
juga beberapa tugas dalam BBS
Hubungan BBS dengan TMT-A lebih kuat dengan TMT-B karena lebih
komplek
Hubungan signifikan antara fungsi eksekutif efektif (TMT <<) dengan
keseimbangan (BBS >>) pengaruh kontrol visuomotorik
TMT-A dan TMT-B membutuhkan kemampuan mengurutkan demikian
juga beberapa tugas dalam BBS
Hubungan BBS dengan TMT-A lebih kuat dengan TMT-B karena lebih
komplek
Lama pendidikan berhubungan dengan BBS tetapi variabilitas data tinggi
Lama pendidikan secara sendiri hanya mempengaruhi 23% BBS
Hasil penelitian sesuai dengan penelitian sebelumnya
Pendidikan mempengaruhi efikasi intervensi dalam meningkatkan
keseimbangan pada usila
Kelemahan penelitian: data tentang kesehatan dan lama pendidikan self
reported, TMT-B memberikan ceiling effect karena banyak subyek yang
tidak berhasil menyelesaikan TMT-B dalam 300 detik, variabilitas data
Kesimpulan
Performa dalam TMT terutama TMT-A berhubungan dengan BBS
Lama pendidikan berhubungan dengan BBS
Pasien dengan kemampuan visuospasial dan psikomotor (TMT-A) serta
fungsi eksekutif (TMT-B) lebih baik, memiliki performa BBS lebih baik
dan risiko menderita falls lebih rendah